• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jaminan Kesehatan

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2019 (Halaman 122-127)

BAB IV PEMBIAYAAN KESEHATAN

C. BELANJA KESEHATAN DAN JAMINAN KESEHATAN

2. Jaminan Kesehatan

Pada tahun 2019, pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia telah memasuki tahun keenam. Harus diakui bahwa reformasi pembiayaan kesehatan dan pelayanan kesehatan ini telah banyak memberi manfaat kepada berbagai komponen yang terlibat di dalamnya, terutama masyarakat sebagai penerima manfaat. Hal ini sesuai dengan tujuan diselenggarakannya Program JKN, yakni mendekatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan memberikan perlindungan finansial, seperti pada kasus penyakit katastropis yang membutuhkan biaya yang sangat tinggi.

7,3 6,9 7,2 7,6 6,7 7,7 7,7 6,1

16,3 17,4 19,4 19,8 17,8 20,1 23,8 25,5

5,5 6,1 6,7 8,1 13,8

16,6 17,3 21,1 12,0 11,4 11,8 13,8 17,1 13,7 12,1 10,9

4,1 3,6 3,9 4,0

3,6 3,8 4,3 4,7

54,8 54,7 50,9 46,7 41,0 38,2 34,8 31,8

211,2 240,9 261,0

298,4

341,9

370,2 413,2 436,5

0,0 50,0 100,0 150,0 200,0 250,0 300,0 350,0 400,0 450,0 500,0

0,0 20,0 40,0 60,0 80,0 100,0

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Skema Pemerintah Pusat Skema Pemerintah Daerah

Skema Asuransi Kesehatan Sosial Skema Perusahaan

Triliun rupiah Proporsi

88 Profil Kesehatan Indonesia 2019 | Bab IV. PEMBIAYAAN KESEHATAN

Akan tetapi, sebagaimana pengalaman berbagai negara yang telah mencapai Jaminan Semesta (Universal Health Coverage/ UHC), pelaksanaan JKN di Indonesia pada masa awal juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut antara lain adalah adaptasi peserta dan pemberi pelayanan terhadap sistem baru, keseimbangan sisi suplai pemberi pelayanan kesehatan, adaptasi terhadap strukturisasi pelayanan kesehatan berjenjang, penyesuaian pengelolaan program publik oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS- Kesehatan), dan kesinambungan finansial dari program JKN. Beberapa isu yang sering mengemuka antara lain adalah ketidakakuratan sasaran kelompok PBI, peningkatan cakupan kepesertaan kelompok Pekerja Buka Penerima Upah (PBPU) yang mempunyai risiko kesehatan yang besar tetapi dengan kesinambungan pembayaran iuran kepesertaan yang rendah, luasnya cakupan manfaat dibandingkan dengan besaran iuran, pertanyaan tentang besaran tarif INA- CBG untuk RS swasta, dan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan primer serta isu mengenai fraud/kecurangan.

GAMBAR 4.9

PERKEMBANGAN CAKUPAN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) TAHUN 2014-2019

Sumber: Pusat Pembiayaan dan JaminanKesehatan, Kemenkes RI, 2020

Sejak awal diluncurkan program JKN-KIS pada tahun 2014, cakupan kepesertaan program terus meningkat. Pada Tahun 2019, proporsi kepesertaan terbanyak berasal dari segmen PBI (APBN) sebesar 43,06%. Akan tetapi, pertumbuhan peserta paling signifikan dari tahun ke tahun terjadi pada segmen non-PBI. Sampai dengan akhir tahun 2019, jumlah cakupan kepesertaan JKN/KIS sudah mencapai 224,1 juta jiwa.

38,285,8juta (28.7%)

5.8juta (36,9%)

6.5juta (38,0%)

75.3juta (40,1%)

86,091,0 juta

(41.37%) 88,784,1juta (39.61%) 8,671,0juta (6.50%)

11,125,7juta (7.10%) 15,471,0juta (9.00%)

20,3juta (10,8%)

29,904,0juta (14.37%) 38,842,5juta (17.33%) 86,443,2juta

(64.80%)

87,752,0juta (56.00%)

91,107,0juta (53.00%)

92,3juta (49,1%)

92,105,1juta (44.26%)

96,514,5juta (43.06%)

0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50

2014 2015 2016 2017 2018 2019

Non PBI PBI (APBD) PBI (APBN) 171,9 Juta

187,9 Juta 156,7 Juta

133,4 Juta

208,1 Juta 224,1 Juta

Profil Kesehatan Indonesia 2019 | Bab IV. PEMBIAYAAN KESEHATAN 89

GAMBAR 4.10

PERKEMBANGAN PESERTA PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) JAMINAN KESEHATAN TAHUN 2014-2019

Sumber: Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, Kemenkes RI, 2020

Pada Tahun 2019, Menteri Sosial menetapkan fakir miskin dan orang tidak mampu berdasarkan basis data terpadu sebanyak 96,8 juta jiwa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 1/HUK/2019. Penetapan ini termasuk bayi dari PBI Jaminan Kesehatan yang dilahirkan pada tahun 2019.

Sejak pertengahan tahun 2018, Menteri Sosial menetapkan hasil verifikasi dan validasi perubahan data PBI Jaminan Kesehatan setiap bulannya. Hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.

GAMBAR 4.11

ALOKASI DAN REALISASI PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN TAHUN 2014-2019

Sumber: Pusat Pembiayaan dan JaminanKesehatan, Kemenkes RI, 2020

19,9 20,4 25,0 25,5 25,5

35,9

19,93 19,88 24,81 25,41 25,49

35,77 100,00

97,69 99,28 99,65 99,96 99,61

0 20 40 60 80 100

0 5 10 15 20 25 30 35 40

2014 2015 2016 2017 2018 2019

%

Trilyun

Alokasi Realisasi %

86,4 88,23 92,4 92,4 92,4 96,8

86,4 87,88 91,13 92,32 92,1 96,5

0 20 40 60 80 100 120

2014 2015 2016 2017 2018 2019

Target Peserta Capaian Peserta

90 Profil Kesehatan Indonesia 2019 | Bab IV. PEMBIAYAAN KESEHATAN

Alokasi anggaran untuk iuran peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) disesuaikan dengan regulasi yang ada. Telah terjadi perubahan besaran iuran peserta PBI dari tahun 2014 sampai dengan 2019 sehingga alokasi anggaran untuk iuran PBI telah mengalami peningkatan. Untuk tahun 2014-2015, besaran iuran sebesar Rp 19.225 sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 111 tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Pada tahun 2016, besaran iuran mengalami kenaikan menjadi Rp 23.000 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan. Pada tahun 2018, terbit Peraturan Presiden Nomor 82 tentang Jaminan Kesehatan yang memutuskan iuran PBI masih sebesar Rp 23.000. Kemudian, pada tahun 2019, besaran iuran PBI kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 42.000 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan .

Realisasi pembayaran iuran PBI Jaminan Kesehatan pada tahun 2014 sebesar 19,93 trilyun atau 100% dari alokasi yang dianggarkan. Pada tahun 2015, realisasi menjadi 97,69%

mengalami penurunan, namun kembali meningkat pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019.

Pada tahun 2019, realisasi pembayaran iuran PBI Jaminan Kesehatan mencapai 99,61% dari alokasi yang dianggarkan.

GAMBAR 4.12

JUMLAH FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) BEKERJASAMA DENGAN

BPJS KESEHATAN TAHUN 2014-2019

GAMBAR 4.13

PERSENTASE FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA (FKTP) BEKERJA SAMA DENGAN BPJS TAHUN 2019

Sumber: Pusat Pembiayaan dan JaminanKesehatan, Kemenkes RI, 2020

Perkembangan fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerjasama untuk FKTP terjadi peningkatan dari sebanyak 18.437 faskes pada tahun 2014 menjadi 23.430 faskes pada tahun 2019. Jenis FKTP terbanyak adalah Puskesmas sebesar 10.050 atau 42,89%, kemudian Klinik Pratama sebesar 6.766 atau 28,88% dari FKTP yang ada. Pada tahun 2019 Apotek sudah tidak menjadi bagian FKTP lagi, akan tetapi merupakan fasilitas penunjang. Data dan informasi lebih rinci mengenai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada tahun 2019 yang disajikan pada Lampiran 19.a.

18.437 19.969 20.708 21.763 22.482 23.430

0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000

2014 2015 2016 2017 2018 2019

Dokter Praktik Perora

ngan 22,85%

Klinik Pratam a 28,88%

Puskes mas 42,89%

RS Tipe D Pratam

a 0,14%

Lainnya 5,24%

Profil Kesehatan Indonesia 2019 | Bab IV. PEMBIAYAAN KESEHATAN 91

3320

1078

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500

APOTEK OPTIK

GAMBAR 4.14

JUMLAH FASILITAS KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT LANJUT (FKRTL) BEKERJASAMA

DENGAN BPJS KESEHATAN TAHUN 2019

GAMBAR 4.15

PERSENTASE FASILITAS KESEHATAN RUJUKAN TINGKAT LANJUT (FKRTL)

BEKERJA SAMA DENGAN BPJS KESEHATAN TAHUN 2019

Sumber: Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, Kemenkes RI, 2020

Tahun 2019 terdapat 903 RS Kelas C yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan atau sebesar 36,72% diikuti RS Kelas D sebanyak 591 atau sebesar 24,03%.

GAMBAR 4.16

JUMLAH FASILITAS KESEHATAN PENUNJANG BEKERJASAMA DENGAN BPJS

KESEHATAN TAHUN 2019

GAMBAR 4.17

PERSENTASE FASILTAS KESEHATAN PENUNJANG BEKERJASAMA DENGAN

BPJS KESEHATAN TAHUN 2019

Sumber: Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, Kemenkes RI, 2020

Tahun 2019 terdapat 3320 Apotek (75,495) dan 1078 Optik (24,51%) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

19 297

903

591

142

261 246

0 100 200 300 400 500 600 700 800 900

1000 RS Kelas A

0,77%

RS Kelas B 12,08%

RS Kelas C 36,72%

RS Kelas D 24,03%

RS TNI/POLRI

5,77%

RS Khusus 10,61%

Klinik Utama 10,00%

RS Kelas A RS Kelas B RS Kelas C RS Kelas D

RS TNI/POLRI RS Khusus Klinik Utama

75,49%

24,51%

APOTEK OPTIK

92 Profil Kesehatan Indonesia 2019 | Bab IV. PEMBIAYAAN KESEHATAN

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2019 (Halaman 122-127)

Dokumen terkait