Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menerbitkan Profil Kesehatan Indonesia 2019 dan semoga dapat membawa manfaat bagi banyak pihak. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam penyusunan Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Profil Kesehatan Indonesia ini disusun berdasarkan data rutin dan data survei dari unit teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan dan lembaga lain yang terkait dengan Pusat. Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Kementerian Dalam Negeri, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Buku Profil Kesehatan ini tersedia dalam bentuk soft copy dan dapat diunduh di website www.kemkes.go.id. Kritik dan saran dapat disampaikan kepada kami sebagai masukan untuk perbaikan profil kesehatan di masa yang akan datang. Profil Kesehatan Indonesia yang diterbitkan setiap tahun sebagai publikasi data dan informasi kesehatan secara komprehensif, diharapkan dapat memberikan data dan informasi terkini serta menjadi tolak ukur keberhasilan pembangunan kesehatan dari tahun ke tahun.
Kami berharap dengan terbitnya Profil Kesehatan Indonesia 2019 dapat memberikan akses informasi dan edukasi terkait kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab bagi pejabat pemerintah dan masyarakat. Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan Profil Kesehatan tahun 2019.
DEMOGRAFI
KEADAAN PENDUDUK
Berdasarkan hasil estimasi, jumlah penduduk terbesar di Indonesia terdapat di Provinsi Jawa Barat, sedangkan jumlah penduduk terendah terdapat di Kalimantan Utara (742.245 jiwa). Sumber: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2019, data perkiraan data penduduk sasaran Program Pembangunan Kesehatan 2015-2019. Sumber: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2019, data perkiraan data penduduk sasaran Program Pembangunan Kesehatan 2015-2019.
Sumbu vertikal menggambarkan kelompok umur penduduk dari nol hingga lebih dari 75 tahun dengan interval lima tahun dengan penduduk laki-laki ditampilkan di sebelah kiri dan penduduk perempuan di sebelah kanan. Sumber: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2018, Perkiraan Hasil Data Penduduk Sasaran Program Pembangunan Kesehatan 2015-2019. Kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Pulau Jawa dengan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan kepadatan penduduk tertinggi yaitu 15.900,08 jiwa per km2.
Provinsi dengan kepadatan penduduk terendah adalah provinsi Papua Barat sebesar 9,32 jiwa per km2 (Lampiran 1). Angka Beban Ketergantungan merupakan perbandingan jumlah penduduk umur 0-14 tahun ditambah jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas (keduanya disebut bukan angkatan kerja) dibandingkan dengan jumlah penduduk umur 15-64 tahun (angkatan kerja). ).
KEADAAN EKONOMI
Penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang bekerja, atau mempunyai pekerjaan, tetapi menganggur sementara dan setengah menganggur. Lebih lanjut, penduduk usia kerja juga dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang dilakukannya, yaitu kelompok Angkatan Kerja dan Kelompok Bukan Angkatan Kerja. Kelompok angkatan kerja terdiri atas penduduk yang bekerja (aktif bekerja atau mempunyai pekerjaan, tetapi untuk sementara tidak bekerja) dan penduduk yang menganggur (orang yang sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja, mereka merasa mustahil mendapatkan pekerjaan/mereka putus asa).
Sedangkan kelompok bukan angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bersekolah, mengurus rumah tangga, dan lain-lain. Jumlah angkatan kerja periode Februari 2016 sebanyak 127,67 juta orang menjadi 136,18 juta orang pada periode Februari 2019. Begitu pula dengan jumlah penduduk bekerja yang meningkat dari 118,41 juta orang pada Agustus 2016 menjadi 126,52 juta orang pada Agustus 2019.
Jumlah lowongan kerja yang terbuka memang meningkat sebesar 0,02 juta orang pada periode Agustus 2016 hingga Agustus 2019, namun hal ini juga dibarengi dengan peningkatan jumlah tenaga kerja yang tinggi yaitu sekitar 8 juta orang pada periode dan tahun yang sama. TPT menggambarkan proporsi angkatan kerja yang tidak bekerja dan aktif mencari serta bersedia bekerja, atau perbandingan jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja.
KEADAAN PENDIDIKAN
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN UKBM
- PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
- Akreditasi Puskesmas
- Perkembangan Puskesmas Rawat Inap dan Non Rawat Inap
- Puskesmas dengan Upaya Kesehatan Kerja dan Olah Raga
- Pelayanan Kesehatan Tradisional
- Ketersediaan Obat dan Vaksin
- KLINIK, UTD, DAN LABORATORIUM KESEHATAN
- LABORATORIUM
- RUMAH SAKIT
- Jenis Rumah Sakit
- Tipe Rumah Sakit
- Rasio Tempat Tidur Rumah Sakit
- SARANA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN
- Sarana Produksi dan Distribusi Bidang dan Alat Kefarmasian
- Instalasi Farmasi Kabupaten/Kota yang Melakukan Manajemen Pengelolaan Obat
- UPAYA KESEHATAN BERSUMBER DAYA MASYARAKAT (UKBM)
31 GAMBAR 2.12 JUMLAH KLINIK UTAMA PER. PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2019 33 GAMBAR 2.13 JUMLAH KLINIK DASAR PER. PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2019 34 GAMBAR 2.14 NOMOR 2.14 UNIVERS. 37 GAMBAR 2.18 JUMLAH RUMAH SAKIT YANG TERDISTRIBUSI MENURUT KELAS TAHUN 2019 38 GAMBAR 2.19 PERSEN RUMAH SAKIT KELAS C KABUPATEN/KOTA.
SDM KESEHATAN
JUMLAH TENAGA KESEHATAN
- Tenaga Kesehatan di Puskesmas
- Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit
- Tenaga Kesehatan di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)
REGISTRASI TENAGA KESEHATAN
PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN
- Tenaga Kesehatan dengan Status Pegawai Tidak Tetap (PTT)
- Tenaga Kesehatan dengan Status Penugasan Khusus
- Penugasan KhususTenaga Kesehatan Berbasis Tim (Nusantara Sehat Tim)
- Penugasan KhususTenaga Kesehatan Berbasis Individu (Nusantara Sehat Individu) . 66
- Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS)
INSTITUSI PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN
- Jumlah Lulusan Poltekkes
- Jumlah Lulusan Perguruan Tinggi
PEMBIAYAAN KESEHATAN
ANGGARAN KEMENTERIAN KESEHATAN
Alokasi anggaran kesehatan yang dikelola Kementerian Kesehatan pada tahun 2019 sebesar 71,12 triliun rupiah dengan realisasi sebesar 67,28 triliun rupiah. Alokasi anggaran tahun 2019 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 yaitu alokasi sebesar 61,86 triliun rupiah dengan realisasi sebesar 57,35 triliun rupiah. Dilihat dari angka realisasi tahun sebelumnya, tahun 2019 mengalami peningkatan, dimana angka realisasi anggaran Kemenkes tahun 2019 sebesar 94,60% dibandingkan tahun 2018 sebesar 92,70%.
Sebaran anggaran berdasarkan alokasi dan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan RI menurut unit Eselon I (Gambar 4.2) menunjukkan bahwa alokasi tertinggi diberikan kepada Sekretariat Jenderal (Setjen) sebesar 38,07 triliun rupiah, sedangkan yang terendah adalah sebesar 38,07 triliun rupiah. adalah ke Inspektorat Jenderal sebesar Rp 118,17 miliar. Unit Eselon I dengan persentase realisasi anggaran tertinggi adalah Sekretariat Jenderal sebesar 99,39%, sedangkan realisasi terendah adalah Direktorat Jenderal Obat dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) dengan realisasi sebesar 69,32%. Data dan informasi terkait alokasi dan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan RI menurut Eselon I tahun 2019 terdapat pada Lampiran 19.b.
Dari total alokasi anggaran Kementerian Kesehatan sebesar Rp 71,12 triliun, sebesar Rp 35,91 triliun atau 50,49% terdiri dari dana peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang masuk dalam alokasi anggaran Sekretariat Jenderal. Pada bagian lain anggaran Kementerian Kesehatan, 35,27% dialokasikan untuk belanja barang, 7,72% untuk belanja pegawai, dan 6,51% untuk belanja modal. Untuk tingkat realisasi anggaran Kementerian Kesehatan berdasarkan jenis belanja, belanja bantuan sosial tertinggi sebesar 99,62% dan belanja modal terendah sebesar 81,89% (Gambar 4.3 dan 4.4).
DANA DEKONSENTRASI DAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN
Data dan informasi lebih rinci mengenai alokasi dan realisasi anggaran pelimpahan Kementerian Kesehatan RI per provinsi tahun anggaran 2019 disajikan pada Lampiran 19.e. Berdasarkan grafik tersebut terlihat realisasi dana devolusi tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 97,95%, sedangkan realisasi terendah adalah Provinsi Jawa Barat sebesar 78,22%. Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang berasal dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan membantu membiayai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
DAK Fisik ditujukan untuk membiayai kegiatan fisik, sedangkan DAK nonfisik ditujukan khusus untuk membiayai kegiatan operasional. DAK bidang kesehatan tahun 2019 diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan no. 2 Tahun 2019 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Alokasi Khusus Dana Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2019 dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Dana Non Fisik Khusus Bidang Pelayanan Kesehatan Tahun Anggaran 2019.
DAK fisik reguler bidang kesehatan - DAK fisik bidang kesehatan yang ditetapkan - DAK fisik bidang kesehatan yang ditetapkan b. Pelaporan DAK bidang kesehatan disampaikan secara berkala (triwulanan) oleh kepala daerah kepada Menteri Kesehatan, Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri, serta dalam laporan tahunan. Sedangkan data realisasi penggunaan anggaran dilaporkan melalui mekanisme yang berbeda, yaitu DAK fisik menggunakan aplikasi OMSPAN dan DAK non fisik menggunakan aplikasi e-renggar.
Pada tahun 2019, realisasi Dana Alokasi Fisik Khusus (SDF) tahun 2019 tingkat nasional sebesar 62,17% dengan realisasi tertinggi berada di Provinsi DI. REALISASI DANA KESEHATAN FISIK (DAK) KHUSUS KESEHATAN DAN PBB MENURUT PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2019. Realisasi DAK Non Fisik tahun 2019 secara nasional sebesar 74,10% dengan realisasi tertinggi di Provinsi Selatan19 (39%) di Selatan. Provinsi Maluku (0,00%) seperti terlihat pada Gambar 4.7.
Kurangnya pemahaman daerah terhadap peraturan Menteri Kesehatan tentang petunjuk operasional DAK fisik dan petunjuk teknis DAK non fisik bidang kesehatan tahun 2019.
BELANJA KESEHATAN DAN JAMINAN KESEHATAN
- Total Belanja Kesehatan/Total Health Expenditure (THE)
- Jaminan Kesehatan
- Dana Desa