• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Dalam dokumen penegakan hukum perizinan dalam bidang (Halaman 32-44)

F. Metode Penelitian

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

a) Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan(Field Research) yaitu penelitian yang mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang, dan interaksi suatu sosial, individu, kelompok, lembaga dan masyarakat.17

b) Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang digunakan oleh penulis yaitu pendekatan normatif sosiologis. Pendekatan normatif adalah Studi Islam yang menggunakan pendekatan legal-formal. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan legal formal adalah hal-hal yang terkait dengan hal haram, salah benar, berpahala dan berdosa, boleh dan tidak boleh, dan lain sebagainya sedangkan yang dimaksud dengan normatif adalah semua ajaran yang terkandung dalam nash.18

Pendekatan sosiologis adalah suatu ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap penilaian.

Sosiologis tidak menetapkan kearah mana suatu seharusnya berkembang dan memberi petunjuk yang

17 Husaini Usman, et. al., Metodelogi Penelitian Sosial.(Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2006), h. 5.

18 Khairuddin Nasution, Pengantar Studi Islam, (Yogyakarta: Academia dan Tazzafa, 2009), h.153.

menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama. Didalam ilmu ini juga dibahas tentang proses-proses sosial, mengingat bahwa pengetahuan prihal struktur masyarakat saja belum cukup untuk memperoleh gambaran yang nyata mengenai kehidupan bersama dari manusia.19

c) Subjek/ Informan Penelitian

Teknik pemilihan informan dalam penelitan ini menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu peneliti memilih informan menurut kriteria tertentu yang telah ditetapkan.Kriteria ini harus sesuai dengan topik penelitian.Peneliti dalam memilih informan yang dijadikan sampling, yaitu pemilihan informan didasari pertimbangan bahwa informan dianggap peneliti paling mengetahui permasalahan yang diteliti.Penentuan sampling didasarkan dengan informasi dari berbagai sumber.Tujuannya untuk merincikan kekhususan yang ada kedalam konteks yang unik. Selain itu untuk menggali informasi yang akan menjadi dasar dari rancangan dan teori yang muncul.20Sehingga dalam hal ini penulis memilih informan yang penulis anggap mereka mengetahui terhadap penyelenggara usaha

19 Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, cet. 1, (Jakarta: CV Rajawali, 1982), h.18 dan 53.

20 Lexy J. Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung:

PT.Remaja Rosdakarya, 2006), h.224.

pemondokan terutama masalah perizinannya, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.1 Informan Penelitian

No Nama Jabatan Pangkat Keterangan 1. Sulasteri, ST Kepala Seksi

Penyelenggara anPelayanan Perizinan dan Non Perizinan

Peneliti

mewawancarai ibu Sulasteri karena ia berperan penting dalam memberikan informasi Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan di DPMPTSP Kota Bengkulu

2. Mukadimah Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan dan

Penindakan Satpol PP

Peneliti

mewawancarai bapak Mukadimah karena sebagai Penegakan dalam

penyelenggaraan ketertiban dan ketentraman

masyarakat

3. Edwin Kabidtrantid Satpol PP kota Bengkulu

Peneliti

mewawancarai bapak Edwin karena sebagai Pelaksana terhadap ketertiban

umum dan

ketentraman masyarakat 4. Drs.Sehmi,

Mpd

Camat Selebar Pembin a TkI/IV B

Peneliti

mewawancarai

Camat karena Selaku kepala wilayah yang membina kehidupan masyarakat di Kecamatan Selebar

5. Uraidah,S.Sos Lurah Sumur Dewa

Peneliti

mewawancarai ibu Uraidah karena lurah berperan penting dalam masyarakat mengenai pendataan yang ada di Kelurahan Sumur Dewa

6. Juwanda,S.Sos Lurah Pagar Dewa

Peneliti

mewawancarai bapak Juwanda karena lurah berperan penting dalam masyarakat

mengenai pendataan yang ada di Kelurahan Pagar Dewa

7. Firmansyah, S.Sos

Lurah Sukarami

Peneliti

mewawancarai bapak Firmansyah karena lurah berperan penting dalam

masyarakat

mengenai pendataan yang ada di Kelurahan Sukarami 8. M.Juanda,S.So

s

Lurah Betungan

Peneliti

mewawancarai bapak Juanda karena lurah berperan penting dalam masyarakat mengenai pendataan yang ada di Kelurahan Betungan 9. Jahirin Lurah Pekan

Sabtu

Peneliti

mewawancarai bapak Jahirin karena lurah berperan penting dalam masyarakat mengenai pendataan yang ada di Kelurahan Pekan Sabtu

10. Inda Fajarwati Lurah Bumi Ayu

Peneliti

mewawancarai Ibu Inda Fajarwati

karena lurah berperan penting dalam masyarakat mengenai pendataan yang ada di Kelurahan Bumi Ayu 11. Mukarman Pemilik Usaha

Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Mukarman karena dia sama sekali tidak mengetahui tentang perizinan

pemondokan 12. Maman Pemilik Usaha

Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Mukarman karena dia juga belum paham mengenai perizinan

pemondokan 13. Tambun Pemilik Usaha

Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Tambun karena dia juga tidak tau

mengenai perizinan pemondokan

14.

.

Sadam Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Sadam karena dia juga tidak tau menau mengenai perizinan pemondokan

15. Zainul Amin Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Zainul Amin karena dia juga belum paham mengenai perizinan

pemondokan 16.

.

Adelia Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai ibu Adelia karena dia megaku sudah mengurus izin pemondokan

17. Eti Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai Ibu

Eti karena dia juga tidak tau mengenai perizinan

pemondokan 18. Solihin Pemilik Usaha

Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Solihin karena dia juga tidak tau mengenai perizinan pemondokan

19. Anto Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Anto karena dia juga

belum paham

mengenai perizinan pemondokan

20. Syamsul Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Syamsul karena dia sama sekali tidak mengetahui tentang perizinan

pemondokan

21. Yoko Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Yoko karena dia juga tidak tau menau mengenai perizinan pemondokan

22. Evin Pemilik Usaha Pemondokan

Peneliti

mewawancarai bapak Evin karena dia juga

belum paham

mengenai perizinan pemondokan

Peneliti mewawancarai 12 Pemilik Usaha Pemondokan diatas, karena yang sering peneliti temui dan mudah di ajak komunikasi atau wawancara.

d) Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

a. Sumber Data Primer, yaitu data yang diperoleh dari sumber asli yang memuat informasi yang berhubungan dengan pokok permasalahan di lapangan.21 Data ini diperoleh melalui hasil wawancara secara langsung dengan informan.

21 Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum( Jakarta: Universitas Indonesia Pers, 2006), h.62.

b. Sumber data sekunder, yaitu data yang erat kaitannya dengan primer. Adapun data sekunder dalam penelitian ini adalah buku, skripsi, Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 04 Tahun 2014 Tentang Peyelenggaraan Usaha Pemondokan, jurnal-jurnal yang relevan dengan fokus penelitian.

e) Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapat data. dalam penelitian ini menggunakan metode:

a. Observasi

Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau prilaku objek sasaran.22 Sebagaimana pengamatan peneliti bahwa masih banyak pemondokan di kecamatan Selebar yaitu di Kelurahan Sumur Dewa, Kelurahan Pagar Dewa, Kelurahan Sukarami, Kelurahan Betungan, Kelurahan Pekan Sabtu, Kelurahan Bumi Ayu banyak terdapat belum memiliki Izin.

22 Abdurrahman Fatoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi(

Jakarta: Rineka Cipta, 2011), h.104.

b. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses Tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewancarai dan jawaban diberikan oleh yang diwawancarai, yang sesuai dengan pembahasan peneliti. Peneliti mengajukan pertanyaan kepada informan yaitu: Kepala Seksi Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kota Bengkulu,Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Bengkulu, Kabidtrantid Satpol PP Kota Bengkulu, Camat Selebar, Lurah Selebar, dan 12 Pemilik Usaha Pemondokan, untuk mendapatkan jawaban yang sesuai dengan kebutuhan permasalahan penelitian.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu metode yang digunakan untuk penelitian sosial, untuk mendapatkan data historis.Dokumen dapat berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.23

Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, biografi,

23https://penerbitbukudeepublish.com.cdn.ampproject.org, diakses tanggal 6 agustus 2021.

peraturan dan kebijakan.Sementara dokumen berbentuk gambar dapat berupa poto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Data dokumentasi yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah informasi tentang kependudukan deskripsi wilayah penelitian, data pemondokan yang melakukan izin dan yang belum izin di kecamatan selebar.

Dalam dokumen penegakan hukum perizinan dalam bidang (Halaman 32-44)