B. Pelaksanaan Penegakan Hukum Perizinan Oleh Pemerintah Terhadap Penyelenggaraan Usaha Pemondokan Tanpa izin di
4. Sebab atau Kendala Pemondokan/rumah kos belum mempunyai Izin IMB
Faktor kendala masih banyaknya pemondokan tanpa izin di kecamatan selebar :78
1. Faktor Internal, yaitu:
a. Belum adanya kesadaran hukumdalam masyarakat untuk menggurus izin usaha pemondokan. Karena masyarakat baru akan mau berurusan apabila mereka ingin bersentuhan dengan Bank, mereka baru mau meminta izin Usaha padahal pemondokan/ rumah kos itu adalah aset usaha,.
b. Faktor Biaya, Pemilik Usaha Pemondokan belum memiliki kesiapan dalam membayar restribusi IMB, jika bangunan didirikan maka pajak akan bertambah sesuai perhitungan dinas perpajakan. Dari hal itu membuat banyak pemilik usaha pemondokan tidak
78Sehmi, wawancara, Kepala Kecamatan Selebar, pada tanggal 4 Agustus 2021 di Kantor Camat Selebar.
mengurus izin IMB Karena ketakutan dalam membayar biaya.
2. Faktor exsternal, yaitu:
a. Pemerintahan yang lebih berwenang yaitu pihak DPMPTSP kota Bengkulu belum mengsosialisasikan mengenai pentingnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pemondokan.Pihak DPMPTSP belum pernah mengeluarkan izin yang berkaitan dengan usaha pemondokan semenjak adanya Perda Kota Bengkulu nomor 04 Tahun 2014 yang mengatur tentang kegiatan usaha pemondokan. dikarenakan usaha pemondokan memang belum Perwal yang mengatur sehingga menyebabkan pihak DPMPTSP hanya pernah mengeluarkan NIB(nomor induk bangunan).79
b. Tidak adanya tim pengawasan lapangan untuk menindak lanjuti usaha pemondokan yang tidak berizin.Hal ini disebabkan belum adanya pelimpahan wewenang dari Walikota kepada Satpol PP kota Bengkulu.
Seharusnya ada sosialisasi langsung pada setiap kelurahan untuk mematuhi peraturan daerah tersebut.
Makanya Mereka tidak tau mengenai peraturan daerah
79Sulasteri, selaku Kasi Penyelenggaran Perizinan dan non Perizinan DPMPTSP Kota Bengkulu, Wawancara, pada tanggal 20 November 2021.
tentang penyelenggaraan usaha pemondokan. Karena pemilik pemondokan/rumah kos masih beranggapan bahwa tidak ada peraturan daerah yang mengatur tentang usaha pemondokan.Serta kurangnya pengawasan di lapangan sehingga banyak ditemukan banyak pemondokan yang tidak berizin.
Peneliti mewawancarai Ibu Uraidah selaku lurah Sumur Dewa, mengatakan bahwa:
Datanya tidak ada, pihak RT tidak ada yang melapor kepada kami mengenai IMB rumah kos, hal ini juga belum kami tindak lanjuti. Karena baru kali ini ada yang nanya data jumlah rumah kos, saya rasa belum ada satupun rumah kos yang berizin di Kelurahan Sumur Dewa ini.80
Peneliti mewawancarai bapak Juwanda selaku lurah Pagar Dewa, mengatakan bahwa:
Datanya ada beberapa, soalnya Cuma sebagian RT yang melapor ke kami mengenai Izin IMB rumah kos. Sejauh ini kami hanya mendata yang melapor saja, kalau tidak ada laporan apa-apa tidak kami tindak lanjuti.81 Mungkin karena mereka juga malas mengurus IMB karena faktor biaya.
Peneliti mewawancarai bapak Firmansyah selaku lurah Sukarami, mengatakan bahwa:
Kami belum ada pendataan khusus mengenai Pemondokan/rumah kos, hanya ada sebagian RT saja
80Uraidah, Wawancara, Lurah Sumur Dewa, pada tanggal 2 Oktober 2021.
81Juwanda, Wawancara, Lurah Pagar Dewa, pada tanggal 2 Oktober 2021.
yang melapor ke saya mengenai IMB rumah kos, kemungkinan akan saya instruksikan lagi ke RT/RW secepatnya untuk melaporkan jumlah rumah kos yang ada diwilayahnya masing-masing.82
Peneliti mewawancarai bapak M.Juanda selaku lurah Betungan, mengatakan bahwa:
Datanya ada beberapa, karena hanya sebagian RT/RW yang melapor.Kebanyakan pemondokan tidak izin mendirikan bangunan karena mereka tidak tahu mengenai Perda tentang penyelenggaraan usaha pemondokan dan mereka juga malas berurusan karena faktor biaya untuk mengurus IMB.83
Peneliti mewawancarai bapak Jahirin selaku lurah Pekan Sabtu, mengatakan bahwa:
Datanya ada beberapa, tapi belum adanya data khusus.Hanya ada sebagian RT/RW yang melapor ke kami mengenai rumah pemondokan, mungkin hanya sebgian RT/RW yang paham mengenai IMB.Dan sebagian tidak mengetahui hal tersebut.84
Peneliti mewawancarai Ibu Inda Fajarwati selaku lurah Bumi Ayu, mengatakan bahwa:
Data tentang pemondokan yang berizin dan yang tidak berizin belum ada, tapi kalau data jumlah pemondokannya ada tapi belum ada data khusus.Sejauh ini belum ada pemondokan yang izin IMB di Kelurahan Bumi Ayu.85
82Firmansyah, Wawancara, Lurah Sukarami, pada tanggal 2 Oktober 2021.
83M.Juanda, Wawancara, Lurah Betungan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
84Jahirin, Wawancara, Lurah Pekan Sabtu, pada tanggal 2 Oktober 2021.
85Inda Fajarwati, Wawancara, lurah Bumi Ayu, pada tangal 2 Oktober 2021.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas dapat di simpulkan bahwa pihak kelurahan belum melakukan pendataan khusus mengenai izin IMB Pemondokan/rumah kos di setiap RT belum sepenuhnya melapor jumlah rumah kos yang ada diwilayahnya.
Peraturan Daerah Kota Bengkulu Nomor 04 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pemondokan ini belum dipatuhi secara efektif oleh pengelolaan rumah kos, karena masih minimnya partisipasi dari masyarakat di Kecamatan Selebar. Alangkah baiknya Peran aktif RT sangat diperlukan agar aturan / kebijakan ini benar- benar dijalankan oleh pengelola rumah kos.
Peneliti mewawancarai pemilik usaha pemondokan di KelurahanSumur Dewa yaitu bapak Tambun selaku Pemilik Pondokan Chika, mengatakan bahwa:
Rumah kos saya belum ada IMB nya,soalnya disini kebanyakan yang tidak izin, saya juga kurang paham cara izinnya, soalnya selama ini tidak ada sosialisasi dari pemerintah desa dan pemerintah daerah terkait perizinan pemondokanjadi saya tidak paham mengenai izin, yang penting ini tanah milik saya sendiri.86
Peneliti juga mewawancarai bapak Sadam selaku Pemilik Usaha Pondokan Hijau 25 di Kelurahan Sumur Dewa, mengatakan bahwa:
86Tambun,Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Okober 2021.
Kosan milik saya ini dibangun tahun 2017 akhir,saya sebenarnya sudah mau Izin IMB tapi berhubung Covid 19 saya batalkan dulu.Kemungkinan di kecamatan selebar ini masih banyak yang belum izin IMB.87
Wawancara dengan bapak Mukarman Pemilik Usaha Pondokan Aisya Kelurahan Sukarami, mengatakan bahwa:
Rumah kos saya kalau izin resminya belum ada, saya juga kurang tau mengenai perizinan dari pihak pemerintah tidak ada sosialisasi dan tindak lanjutnya.88
Wawancara dengan bapak Maman Pemilik Usaha Pondokan Latuna Kelurahan Sukarami, mengatakan bahwa:
Kosan milik saya dibangun 2019 akhir, saya sebenarnya belum paham mengenai izin mendirikan bangunan dan juga belum ada sosialisasi dari desa mengenai hal itu. Biayanya juga mungkin agak besar untuk mengurus IMB, sedangkan waktu itu masih suasana Covid 19 perekonomian menurun. Kosan milik saya ditempati oleh mahasiswa. Hanya beberapa yang terisi, karena banyak mahasiswa pulang kampung karena perkuliahan dapat dilakukan via daring.89
87Sadam, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tangal 2 Oktober 2021.
88 Mukarman, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
89 Maman, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021
Wawancara dengan bapak Zainul Amin Pemilik Usaha Pondokan BerkahKelurahan Pagar Dewa, mengatakan bahwa:
Rumah kos saya belum ada IMB nya, karena saya tidak paham mengenai izin mendirikan bangunan, saya rasa pemilik rumah kos di sekitaran saya belum ada yang menggurus IMB.90
Wawancara dengan Ibu Adelia Pemilik Usaha Pondokan Putri Kelurahan Pagar Dewa , mengatakan bahwa:
Rumah kos milik saya sudah menggurus izin IMB pada tahun 2018, waktu itu rumah kos milik saya dibanguan ujung tahun 2017.91
Wawancara dengan Ibu Eti Pemilik Usaha Pondokan Rahmat Kelurahan Betungan, mengatakan bahwa:
Saya tidak mengetahui bahwa dalam menjalankan usaha pemondokan harus mempunyai surat izin usaha pemondokan.92
Wawancara dengan bapak Solihin Pemilik Usaha Pondokan Putra Kelurahan Betungan, mengatakan bahwa:
Pemondokan saya belum ada izinnya dikarenakan banyaknya atau susahnya proses dalam membuat surat
90Zainul Amin, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
91Adelia, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
92 Eti, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
izin usaha tersebut dan adanya rasa malas dalam mengurus surat izin pemondokan.93
Wawancara dengan bapak Anto Pemilik Usaha Pondokan Barokah Kelurahan Pekan Sabtu, mengatakan bahwa:
Kosan milik saya belum ada izinya, saya sudah mengetahui adanya peraturan yang mengatur tentang usaha pemondokan tetapi saya tidak tahu bahwa dalam menjalankan usaha pemondokan tersebut harus ada izin usaha pemondokan yang saya ketahui hanya fungsi bangunan saja.94
Wawancara dengan bapak Syamsul Pemilik Usaha Pondokan Laras Kelurahan Pekan Sabtu, mengatakan Bahwa:
Saya tidak mengetahui bahwa adanya Perda Kota Bengkulu mengenai kegiatan usaha pemondokan.Saya memiliki izin usaha pemondokankarena saya menjalankan usaha pemondokan pemberian dari orang tua saya.95
Wawancara dengan bapak Yoko Pemilik Usaha Pondokan Rafa Kelurahan Bumi Ayu, mengatakan bahwa:
93 Solihin, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
94Anto, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021
95Syamsul, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
Pemondokan saya belum ada izinya.Saya tidak mengetahui adanya Perda tersebut.Saya juga malas menggurus izinya karena biayanya mungkin besar.96
Wawancara dengan Ibu Evin Pemilik Usaha Pemondokan Kelurahan Bumi Ayu, mngatakan bahwa:
Saya tidak mengetahui apabila membangun atau menjalankan usaha pemondokan harus memiliki izin usaha pemondokan. Saya belum pernah mendengar dan mengetahui jika ada Perda yang mengatur tentang Usaha Pemondokan.97
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Sulasteri selaku Kasi Penyelenggaran Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP Kota Bengkulu, mengatakan bahwa:
Pihak DPMPTSP belum pernah mengeluarkan izin yang berkaitan dengan usaha pemondokan semenjak adanya Perda Kota Bengkulu nomor 04 Tahun 2014 yang mengatur tentang kegiatan usaha pemondokan.
dikarenakan usaha pemondokan memang belum Perwal yang mengatur sehingga menyebabkan pihak DPMPTSP hanya pernah mengeluarkan NIB(nomor induk bangunan) terhadap bangunan yang didaftarkan dalam KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha).98
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan dengan Bapak Mukadimah Selaku Kasi/ Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan, dan Penindakan Satpol PP, mengatakan bahwa:
96Yoko, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
97 Evin, Wawancara, Pemilik Usaha Pemondokan, pada tanggal 2 Oktober 2021.
98Sulasteri, selaku Kasi Penyelenggaran Perizinan dan non Perizinan DPMPTSP Kota Bengkulu, Wawancara, pada tanggal 20 November 2021.
Memang banyak pemondokan yang ada di kota bengkulu tidak memiliki izin sama sekali. Hal ini terjadi dikarenakan izin tersebut bisa saja disalahgunakan oleh pemilik usaha pemondokan.dalam hal ini Satpol PP hanya melakukan pengarahan kepada pemilik usaha pemondokan untuk menjaga kegiatan pemondokannya agar tidak terjadi tindakan asusila atau tindakan yang melawan hukum. Apabila terjadi maka Satpol PP akan membongkar bangunan yang digunakan sebagai pemondokan.99
Berdasakan hasil wawancara dengan bapak Edwin selaku Kabidtrantid Satpol PP Kota Bengkulu, mengatakan bahwa:
Tidak ada pemondokan yang memiliki surat izin usaha pemondokan sesuai dengan yang diatur dalam Perda Kota Bengkulu Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Pemondokan.100
Dalam wawancara yang dilakukan aparat penegak hukum tidak dapat melaksanakan kewajibannya disebabkan karena belum adanya pelimpahan wewenang oleh walikota kepada aparat penegak hukum seperti DPMPTSP dan Satpol PP Kota Bengkulu sehingga menyebabkan pemegang wewenang tersebut secara tidak langsung masih Walikota.
Berdasarkan hasil dari wawancara diatas kepada pihak DPMPTSP dan Satpol PP Kota Bengkulu menyebutkan
99Mukadimah, Selaku Kasi/ Kepala Seksi Penyelidikan, Penyidikan, dan Penindakan Satpol PP, Wawancara, Pada tanggal 22 November 2021
100Edwin, Kabidtrantid Satpol PP Kota Begkulu, Wawancara, pada tanggal 22 November 2021.
bahwa dalam menegakan Perda Kota Bengkulu Nomor 04 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pemondokan menemui hambatan karena tidak adanya wewenang dari dua aparat penegak hukum tersebut sehingga tidak dapat mengawasi dan menindak lanjuti usaha pemondokan yang tidak mendaftarkan atau memiliki izin usaha pemondokan.
Keberadaan usaha pemondokan dapat berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat di Kecamatan Selebar serta tertib administrasi kependudukan.Masyarakat tidak paham mengenai prosedur mulai dari mengajukan permohonan surat izin sampai terbitnya surat izin mendirikan bangunan. Akan lebih baik jika pemerintah lebih menekankan lagi kepada pelaku usaha pemondokan di kecamatan selebar yang belum berizin agar segera mengurus izin usaha demi terjaminnya kesejahteraan bersama.
5. Sanksi melakukan usaha pemondokan/rumah kos yang