• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis Ikan Hias yang Ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

1. Jenis-jenis Ikan Hias yang Ditemukan

Pada ekosistem terumbu karang, jenis ikan hias yang mudah dan yang paling umum dijumpai pada terumbu karang adalah dari kelompok Pomacentridae termasuk “anemonfish” dan “angelfish” yang memiliki warna sangat indah.

Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan, pada ekosistem terumbu karang ditemukan 30 spesies yang terbagi atas 8 famili, dari famili Pomacentridae ada 18 spesies, famili Chaetodontidae sebanyak 4 spesies, dari famili Pomacanthidae dan Scaridae sebanyak 2 spesies, dan dari famili Nemipteridae, Apogonidae, Haemulidae dan Lethrinidae masing-masing 1 spesies yang ditemukan.

Jenis ikan hias yang sering muncul itu dari famili Pomacentridae seperti, Pomacentrus moluccensis, Abudafdef notatus, Pomacentrus alexanderae adalah spesies ikan yang paling banyak ditemukan sedangkan spesies yang paling rendah diantaranya Chricyptera rolandi, Chaetodon meyeri dan Chromis ternatensis.

Kelompok ikan Pomacentridae sering ditemukan karena jenis ikan famili Pomacentridae tidak bisa jauh dari terumbu karang, jenis ikan ini sering dilihat karena pewarnaaan dan kebiasaan hidup dekat dengan terumbu karang, hampir di seluruh habitat terumbu karang yang terang, memakan plankton dan alga79.

78 Romimuhtarto & Juwana, Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut (Jakarta:

Djambatan) hlm: 28

79 Zulfianti, Distribusi Dan Keanekaragaman Jenis Ikan Karang Untuk Rencana Referensi Daerah Perlindungan Laut (Makasar: Universitas Hasanudin,2014)h.30

Jenis ikan Amphiprion ocellaris dengan anemon melakukan simbiosis menguntungkan, ikan ini akan berlindung pada tentakel-tentakel anemon jika ada predator yang akan memangsanya, karena kekebalan ikan ini berbeda dengan ikan jenis lainnya, sehingga jika ada jenis ikan lain memangsanya maka akan tersengat oleh tentakel anemon. Begitu juga sebaliknya dengan seringnya jenis ikan ini berenang disekitaran anemon akan menggerakkan air yang membawa oksigen untuk kelangsungan hidup anemon.

Hasil pengukuran parameter fisika yang di dapatkan pada sekositem ini yaitu suhu 30,5℃ , salinitas 25 %0 danpH 7,0. Dengan suhu ini merupakan suhu yang cukup baik dalam pertumbuhan biota-biota laut seperti terumbu karang dan ikan hias karena suhu yang optimum itu berkisar antara 24 – 32 ℃, begitu juga dengan pH yang berkisar antara 7- 8,2 sudah termasuk cukup baik untuk kehidupan perairan, pada lokasi ini salinitas termasuk rendah karena salinitas yang optimum untuk kehidupan perairan berkisar antara 33 – 35 %0.

Komposisi jenis ikan hias terendah yaitu Chaetododon lunuatus, Chaetododn meyeri dan Chaetodon trifasciatus. Selama pengamatan berlangsung jenis ikan ini ditemukan soliter pada kolom perairan, rendahnya komposisi jenis ikan ini disebabkan dimangsa oleh predator serta kurangnya karang bercabang pada stasiun ini, jenis terumbu karang pada stasiun ini lebih didominan oleh terumbu karang lunak.

Ikan yang hidup pada terumbu karang disebut dengan ikan karang, ikan karang ini dikelompokkan menurut statusnya, seperti ikan indikator, ikan major, dan ikan target. Ikan indikator kehadirannya dapat merefleksikan kondisi

kesehatan ikan karang. Ikan major adalah golongan ikan hias yang selalu berasosiasi dengan karang, baik sebagai penetap maupun pelintas. Ikan target adalah ikan yang biasa dicari oleh para nelayan untuk dimakan dan dan dipasarkan.80

Pada stasiun II, ekosistem lamun sebagai tempat pengambilan sampel ikan hias. Lamun di kawasan perairan Gili Kondo tidak terlalu subur, kebanyakan bercampur dengan jenis terumbu karang yang bercabang. Dari hasil pengamatan yang sudah dilakukan, pada ekosistem lamun ditemukan 8 spesies yang dikelompokkan menjadi 2 famili, yaitu famili Pomacentridae sebanyak 7 spesies dan dari famili Nemipteridae hanya 1 spesies saja. Jenis ikan pada ekosistem ini tidak terlalu beragam, diantaranya secara berturut-turut yaitu Pomacentrus mulocensis, Abudefduf notatus, Pomacentrus philippinus, S.Margaritfera, Chromis viridis, Neoglyphidodon nigrosis, Chromis atripectoralis dan Pomacentrus auriventris.

Komposisi jenis ikan tertinggi pada stasiun ini sama dengan pada stasiun I yaitu jenis ikan Pomacentrus mulocensis, jenis ikan di atas masih dapat ditemukan karena jenis ikan ini masih bisa bertahan hidup pada karang yang bercabang dan bercampur pasir, jenis ikan hias yang ditemukan ini memijah pada daerah lamun, kemudian sesekali jenis ikan ini melintas untuk mencari makan di daerah padang lamun, serta lamun merupakan habitat yang paling tepat untuk lingkungan hidup juvenile-juvenile ikan hias secara umum.81

80 Ibid.,h.9

81 Suci Andiewati. Keanekaragaman Jenis Ikan Karang Di Pulau Badi Dan Pulau Kodingareng Lompo.( Makassar: 2014.) h, 40

Komposisi jenis ikan hias terendah pada ekosistem lamun yaitu Pomacentrus auriventris, karena pada dasarnya lamun bukanlah habitat pertama yang digemari oleh ikan hias, sebagaimana fungsi dari pada lamun tersebut diantaranya sebagai media filtrasi atau penjernihan laut dangkal, sebagai tempat tinggal biota-biota laut seperti ikan indikator yang digunakan sebagai indikator kualitas perairan di suatu kawasan, kemudian jenis ikan yang bernilai ekonomis seperti ikan baronang, bermacam-macam kerang, rajungan atau kepiting dan teripang)82.

Kondisi fisika perairan tidak jauh berbeda dengan stasiun I, dengan suhu dan pH air sudah cukup baik dengan salinitas yang rendah namun tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan lamun. Faktor lain yang menyebabkan kurangnya jenis ikan hias pada ekosistem lamun ini karena tempat pengambilan sampel berada 20 cm dari daerah pesisir, banyak wisatawan yang berenang pada daerah ini dan tidak memperdulikan ekosistem lamun sehingga tutupan lamun di kawasan perairan Gili Kondo ini masih rendah, maka biota-biota yang dapat bertahan hidup juga sedikit, banyak karang yang rusak dan menjadikan ikan hias pada stasiun ini tidak terlalu banyak jenis yang ditemukan.

Pada stasiun III ini ditemukan hanya 5 spesies saja, yaitu Abudefduf notatus, Pomacentrus lepidogenys, Chromis margaritfera, Rastriger kanagunta, Sphyrhaena jello, yang dikelompokkan menjadi 3 famili, yaitu Nemipteridae, Pomacentridae. Pada ekosistem mangrove jenis ikan yang mendominan masih sama dengan ekosistem terumbu karang dan lamun, yaitu dari famili

82 Susi Rahmawati, Panduan Monitoring Padang Lamun (Jakarta : Coremap Cti Lipi 2014) h,2.

Pomacentridae. Untuk hasil pengukuran parameter fisika stasiun ini yaitu suhu 29,9 ℃ , salinitas 23 %0 danpH 7,0. Sama halnya dengan stasiun I dan stasiun II suhu dan pH sudah cukup baik namun salinitas air yang masih rendah.

Komposisi jenis ikan tertinggi pada ekosistem ini yaitu Abudefduf notatus dari famili Pomacentridae. Jenis ikan hias ini paling banyak ditemukan karena jenis ikan ini mempunyai kekebalan yang tinggi sehingga masih bisa bertahan dan mencari makan di daerah mangrove83. Ikan ini dapat ditemukan karena tempat lokasi pengambilan sampel masih ada terumbu karang sebagai habitat utama ikan hias itu sendiri, meskipun tutupan karang di lokasi ini sangatlah rendah karena yang mendominasi lokasi ini adalah mangrove.

Komposisi terendah pada ekosistem ini yaitu Sphyrhaena jello, hal ini disebabkan karena memang mangrove bukanlah ekosistem yang tepat untuk ikan hias, terdapat banyak sekali lumpur sebagai substrat tanam daripada mangrove84, sehingga ikan hias akan sulit bertahan hidup di daerah ini. Jenis biota laut yang banyak mendiami ekosistem mangrove yaitu ikan yang bernilai ekonomis seperti ikan kakap, belanak, tembang, teri, dan mujair. Biota lain yang hidup di ekosistem ini seperti udang, kepiting bakau, dan berbagai macam kerang85. Sedangkan untuk jenis-jenis ikan hias hanya sedikit yang bertahan hidup, itupun dikarenakan masih ada beberapa jenis terumbu karang yang hidup disekitar mangrove sehingga masih ada jenis ikan hias yang dapat ditemukan.

83 Hukom, Studi Kondisi Terumbu Karang, Lamun Dan Mangrove Di Perairan Pantai Utara Timur Leste (Timur Leste: ATSEA Project, 2012) h.44

84 Ibid.,h.45

85 Ibid.,h.46

Dokumen terkait