• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tehnik Analisa Data

BAB IV PELAKSANAAN PENELITIAN

C. Tehnik Analisa Data

Analisa data yang akan dilakukan dalam penelitian ini melalui tiga tahapan yakni uji homogenitas, uji normalitas, dan uji hipotesis.

a. Pengujian Homogenitas

Adapun hasil analisis data uji homogenitas data adalah sebagai berikut:47

Tabel 4.4

Varians Uji Homogenitas Data untuk Metode Resource based learning (Kelas Eksperimen)

No Interval Fi Xi Xi-M (Xi-M)2

Fi*(Xi- M)2 1 20 - 35 3 27.5 -47.2 2225.82 6677.453

2 36 - 51 0 43.5 -31.2 972.10 0.000

3 52 - 67 1 59.5 -15.2 230.39 230.389

4 68 - 83 1 75.5 0.8 0.67 0.675

5 84 - 95 9 92 17.3 300.03 2700.287

Jumlah 14 9608.804

StDev 27.2

# 9608,804 14 1

# 739.13

Tabel 4.5

Varians Uji Homogenitas Data untuk Metode konvensional (Kelas Kontrol)

No Interval Fi Xi Xi-M (Xi-M)2

Fi*(Xi- M)2 1 20 - 35 3 27.5 -32.9 1079.59 3238.78 2 36 - 51 2 43.5 -16.9 284.16 568.33

3 52 - 67 2 59.5 -0.9 0.73 1.47

4 68 - 83 3 75.5 15.1 229.31 687.92

5 84 - 95 4 92 31.6 1001.27 4005.08

Jumlah 14 8501.57

StDev 25.6

47Untuk rumus K-R 20 lihat hal. 34 dari skripsi ini

# 8501.57 14 1

# 653,96 Jadi,

Fhitung=

! "

= @24,.2

AB2,4A

= 1,13

Hasil uji homogenitas menunjukkan nilai Fhitung sebesar 1,14. Nilai Ftabel pada α: 0,05, df1(n1): 14, dan df2(n2): 14 adalah sebesar 2,48.

Karena nilai Fhitung<Ftabel atau 1,07< 2,48 maka dapat disimpulkan bahwa varian data penelitian ini adalahhomogen.

b. Pengujian Normalitas Data

Adapun hasil analisis Uji normalitas data adalah sebagai berikut:48 Table 4.6

Normalitas Data kelas Eksperimen

No Interval Fo

Batas Bawah

Batas Atas

Z- bawah

Z- atas

Luas 0-Z bawah

Luas 0-Z

atas selisih Fh

(Fo- Fh)2

(Fo- Fh)2/Fh 1 20 - 35 3 19,5 35,5 -2.03 -1.44 0.0212 0.075 0.054 0.750 0.56 0.188 2 36 - 51 0 35,5 51,5 -1.44 -0.85 0.0748 0.197 0.122 1.047 1.10 1.047 3 52 - 67 1 51,5 67,5 -0.85 -0.26 0.1970 0.396 0.199 2.757 7.60 2.757 4 68 - 83 1 67,5 83,5 -0.26 0.32 0.3959 0.627 0.231 5.542 30.72 5.542 5 84 - 95 9 83,5 100,5 0.32 0.95 0.6272 0.829 0.202 8.781 77.10 8.781

Jumlah 14 X2 18,315

Hasil uji Normalitas untuk data eksperimen melalui uji Chi-square menunjukkan nilai X2hitung adalah sebesar 18,315. Sedangkan nilai X2tabel pada α:

48Untuk rumus normalitas data lihat hal.35 dari skripsi ini.

0,05 dan df : 12 adalah sebesar 21,03. Karena nilai X2hitung < X2tabel (18,315<

21,03), maka dapat disimpulkan bahwa data X1 normal atau terdistribusi normal.

Table 4.7

Normalitas Data kelas Kontrol

No Interval Fo

Batas Bawah

Batas Atas

Z-

bawah Z-atas

Luas 0-Z bawah

Luas 0-Z

atas Selisih Fh

(Fo- Fh)2

(Fo- Fh)2/Fh 1 20 - 35 3 19,5 35,5 -1.60 -0.97 0.06 0.17 0.11 1.547 2.39 0.797 2 36 - 51 2 35,5 51,5 -0.97 -0.35 0.17 0.36 0.20 2.786 7.76 3.882 3 52 - 67 2 51,5 67,5 -0.35 0.28 0.36 0.61 0.25 3.436 11.81 5.904 4 68 - 83 3 67,5 83,5 0.28 0.90 0.61 0.82 0.21 2.902 8.42 2.902 5 84 - 95 4 83,5 100,5 0.90 1.57 0.82 0.94 0.12 1.743 3.04 0.760

Jumlah 14 X2 14.245

Hasil uji normalitas untuk data kelas kontrol melaluiuji Chi-square menunjukkan nilai X2hitung adalah sebesar 14,245. Sedangkan nilai X2tabel pada α:

0,05 dan df : 12 adalah sebesar 21,03. Karena nilai X2hitung < X2tabel (13,88>

21,03), maka dapat disimpulkan bahwa data X2 normal atau terdistribusi normal.

c. Pengujian hipotesis

Tabel 4.8

Persiapan perhitungan data hasil penelitian dengan rumus t-test perhitungan untuk memperoleh mean dan standar deviasi dari kelas eksperimen dan kelas kontrol

No

RBL

(X1) x1 x12

Konvensional

(X2) x2 x22

1 90 17.50 306.25 95 34.64 1200.13

2 25 -47.50 2256.25 55 -5.36 28.70

3 70 -2.50 6.25 35 -25.36 642.98

4 30 -42.50 1806.25 40 -20.36 414.41

5 95 22.50 506.25 40 -20.36 414.41

6 95 22.50 506.25 70 9.64 92.98

7 90 17.50 306.25 55 -5.36 28.70

8 60 -12.50 156.25 65 4.64 21.56

9 95 22.50 506.25 85 24.64 607.27

10 15 -57.50 3306.25 20 -40.36 1628.70

11 90 17.50 306.25 95 34.64 1200.13

12 85 12.50 156.25 25 -35.36 1250.13

13 95 22.50 506.25 70 9.64 92.98

14 80 7.50 56.25 95 34.64 1200.13

Rata-

rata 72.50 10687.50 60.36 8823.21



 

 +





− +

+

= −

∑ ∑

2 1 2

1

2 2 2

1

2 1

1 1

2 N N

N N

xi xi

M

t M

72,50 60,36 0[email protected] 2. .

./D./' 6 0./. E./.6 2,35

Jadi nilai t-hitung adalah sebesar 2,35.

Hasil uji t menunjukkan nilai thitung sebesar 2,35. Sedangkan nilai ttabel pada α: 0,05 dan df (n1+n2-2): 26 adalah sebesar 2,06. Karena nilai thitung>ttabel maka Ho ditolak, Ha diterima. pembelajaran model Resource Based Learning dengan nilai rata-rata 72,50 berpengaruh secara positif dan signifikan dengan metode konvensional dengan nilai rata-rata 60,36.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Lokasi dan Hasil

1. Sejarah Berdirinya MTs. Nw Dasan Tapen Gerung

MTs. NW Dasan Tapen ini didirikan untuk mendidik siswa yang seperti anak-anak yang ada di sekitarnya, agar tumbuh menjadi manusia yang cerdas, bijaksana, mencintai tanah air, dan bermanfaat untuk sesama. MTs. NW Dasan Tapen ini merupakan salah satu madrasahyang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Mahsun Khidir NW yang didalamnya terdiri dari empat jenjang pendidikan yaitu: MTs (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), SMKdan MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan beralamat di: Jln.TGH.Abdusshamad NO.1 Dasan Tapen Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. kode Pos (83363) – NPSN50222708. Madrasah yang Terakreditasi B ini didirikan pada tahun 1984 dengan luas tanah 4900 M2, dengan status tanah wakaf atau milik yayasan Ponpes Al- Mahsun Khidir NW Dasan Tapen.49

49Dokumentasi, Profil MTs. NW Dasan Tapen. Dikutip pada tanggal 4 oktober 2016

46

2. Motto Sekolah Visi :

Berilmu, Terampil, Beriman, Bertaqwa.

Misi :

1. Menjadikan Madrasah sebagai sarana untuk mencetak siswa/siswi yang berkualitas, beriman dan bertaqwa dalam menyongsong masa depan.

2. Menciptakan suasana Madrasah yang kondusif dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan .

3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien.

4. Senantiasa menjadikan agama sebagai sumber nilai-nilai moraldalam sikap hidup berbangsa dan bernegara.50

3. Batas-batas wilayah MTs. Nw Dasan Tapen Gerung

Adapun letak geografis dan letak MTs. Ini adalah sebagai berikut:

Sebelah utara : Persawahan penduduk Sebelah selatan : Jalan TGH. Abdusshamad

Sebelah timur : Musholla Al-Badr Rumah penduduk dan Sebelah barat : Persawahan dan perkebunan penduduk.51 4. Keadaan siswa

Dalam proses belajar mengajar, peserta didik menduduki peran yang sangat penting karena peserta didik yang menjadi tolak ukur

50Observasi di MTs. NW Dasan Tapen

51 Ibid

berhasil tidaknya proses belajar mengajar. Oleh karena itu keadaan dan peran aktif peserta didik sangat mutlak diperlukan dalam proses pembelajaran.

Adapun keadaan siswa MTs. NW Dasan Tapendapat dilihat pada tabel berikut:

Table 5.1

Jumlahkeadaan Siswa MTs. NW Dasan Tapen Tahun pelajaran 2016/2017.52

KlS

Jumlah Siswa Pada Bulan Oktober

L P Jumlah

VII A 14 12 26

VII B 12 13 25

VIII A 7 7 14

VIII B 9 5 14

IX A 12 8 20

IX B 10 8 18

Jml 64 53 117

Jadi, jumlah siswa MTs. NW Dasan Tapensemuanya adalah 117 orang, jumlah siswa kelas VII ada 51 orang yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VII A dan kelas VII B, Kemudian jumlah kelas VIII ada 28 orang yang dibagi menjadi 2 kelas yaitu kelas VIII A dan kelas VIII B.

sedangkanjumlah kelas IX ada 38 orang yang dibagi menjadi 2 kelas

52 Dokumentasi, Tanggal 4 Oktober 2016

yaitu kelas IX A dan kelas IX B.untuk lebih jelasnya lihat pada tabel di atas.

5. Keadaan Guru dan Pegawai

Guru merupakan salah satu kebutuhan vital dalam proses belajar mengajar disekolah, pendidikan akan berkualitas dan berjalan sesuai dengan harapan apabila memiliki tenaga pengajar yang kompeten dibidangnya.

MTs.NW Dasan Tapen memiliki tenaga pengajar 21 orang, pegawai dan kepala TU 2 orang, dengan latar belakang /jenjang pendidikan adalah S1. Adapun data-data guru yang mengajar NW Dasan Tapen adalah sebagai berikut:

Tabel 5.2

Keadaan pendidik dan tenaga kependidikan

No Nama Jabatan Mata

Pelajaran

Pendidikan terakhir 1 Jaelani, S.Pd.I Kepala

Sekolah

Bahasa Asing

S-1 pend.

Agama islam IAIN Mataram 2 M. Nazam, S.TP Kepala TU Tikom S-1 Pertanian

universitas Mataram 3 Mintar Diatno, S.Pd Guru Bahasa

Asing

S-1 Pend.

Sejarah Universitas Muhammadiyah Mataram 4 M. Huslehuddin Zen Guru Fiqih

Tauhid, Ke- NW-an

Takhassus

5 H.Nasrullah Hasbi, BA Guru PKWn S-1 PPKN

Universitas Muhammadiyah Mataram 6 Edi Kurniawan, M.Pd Guru Ipa Terpadu S-2 Pend.

Fisika

IKIP Mataram 7 Taufik Herman, S.Pd Guru Bahasa

Indonesia

S-1 Pend. Bhs dan sastra Indo, Universitas Muhammadiyah Mataram

8 Adi Sunandar, A.Md Guru Seni budaya D-3 Seni Rupa Murni

9 Suhadah, A.Ma Guru +

Wali kelas VII

Bahasa Indonesia

D-2 Pgsd/Pgmi Universitas Mataram 10 Bq. Dian Salasatiana, S.Pd Guru Sejarah

Kebudayaan Islam

S-1 Pend.

Fisika

IKIP Mataram 11 M. Paesun Hamdi, S.Th.I Guru Sejarah

Kebudayaan Islam

S-1 Tafsir Hadits 12 Zuliati, S.Pd Guru Ips Terpadu S-1 Pend.

Ekonomi IAIN Mataram 13 Fatmawati, S.Pd.I Guru +

Wali kelas IX

Aqidah Akhlaq, Fiqih

S-1 Pend.

Agama Islam, IAIN Mataram 14 Sufillah, S.Pd Guru Ips Terpadu S-1 Pend.

Ekonomi IAIN Mataram 15 Suriyaniati, S.Pd Guru +

Wali Kelas VIII

MTK S-1 pend.

Matematika IAIN Mataram 16 Adi Suhamdani, S.Pd Guru Penjaskes S-1 Pend.

Olahraga IKIP Mataram

17 Helmiati, S.Ag Guru Bahasa Arab S-1 Pend.

Bahasa Arab 18 Bq. Rubiatun Suparni, S.HI Bendahara - S-1 Mu'amalah

IAIN Mataram 19 Dessy Cessara Rizki, S.Pd Guru Bahasa

Inggris

S-1 Pend.

Bahasa Inggris IKIP Mataram 20 Fathurrahman, S.Pd.I Guru Al-Qur’an

Hadits

S-1 Pend.

Agama Islam IAIN Mataram 21 M. Beni Irawan, S.Pd Guru Seni Budaya S-1 Pend.

Ekonomi IAIN Mataram

22 Zuriatin, S.Pd Guru Bahasa

Inggris

S-1 Pend.

Bahasa Inggris IKIP Mataram 23 Asmaul Hafizah, S.Pd Pegawai

TU

S-1 pend.

Matematika IKIP Mataram

6. Keadaan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana juga memiliki peranan yang sangat penting dalam melaksanakan proses belajar mengajar, sebab sarana merupakan tempat berlangsung proses belajar mengajar, dan alat pembelajaran merupakan faktor penunjang untuk memperjelas pemahaman siswa terhadap suatu mata pelajaran. Dibawah ini diuraikan tentang keadaan sarana dan prasarana yang terdapat di MTs. NW Dasan Tapen.

Table 5.3

Keadaan Sarana dan prasaran No Sarana dan

Prasarana

Jumlah ruangan menurut kondisi Jumlah keseluruhan Baik Rusak

Ringan

Rusak Sedang

Rusak Berat

1 2 3 4 5 6 7

1 Ruang Kelas 4 - - - 4

2 Ruang Guru 1 - - - 1

3 Ruang Kepala Madrasah

1 - - - 1

4 Ruang Tata Usaha

1 - - - 1

5 Ruang Perpustakaan

- - 1 - 1

6 Ruang BK - - - - -

7 Koperasi - - - - -

8 WC Guru 1 - - - 1

9 WC Siswa - 2 - - 2

10 Gedung Serba Guna (Aula)

- - - - -

11 Ruang OSIS - 1 - - 1

12 Masjid/

Musholah

- 1 - - 1

13 Kamar Asrama Siswa (Putra)

1 - 3 - 4

14 Kamar Asrama Siswa (Putri)

- - 3 - 3

15 Meja Siswa 38 - - - 38

16 Meja Guru di Ruang Kelas

3 - - - 3

17 Meja TU 2 - - - 2

18 Kursi Siswa 88 - - 2 90

19 Kursi Guru di Ruang Kelas

3 - - - 3

20 Televisi 1 - - - 1

21 Komputer 4 - - - 4

22 Mesin Fotocopy - - - - -

23 LCD 1 - - 1 2

24 Meja Guru &

Pegawai

5 - - - 5

25 Kursi Guru &

Pegawai

7 - - - 7

26 Papan Tulis 4 - - - 4

27 Printer 3 - - - 3

28 Kota Obat 1 - - - 1

29 Lemari Arsip 2 - - - 2

30 Dapur - - - - -

31 Kantin 1 - - - 1

Sarana dan prasarana di MTs.NW Dasan Tapen Gerung terdapat sarana yang cukup memadai, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.

7. Perpustakaan

Dalam menunjang kelancaran proses belajar mengajar di MTs. NW Dasan Tapen Gerung juga tersedia bahan-bahan pelajaran yang berupa buku paketdan buku-buku penunjang lainnya di perpustakaan sekolah yang tersusun rapidan dalam kondisi baik.

8. Struktur organisasi

Organisasi sekolah/Madrasah merupakan tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan kerjasama guna mencapai tujuan tertentu yang terdiri dari komponen-komponen tertentu.

Sebagai suatu lembaga atau organisasi, maka struktur lembaga atau organisasi tersebut harus ada sebagai pedoman atau gambaran dari koordinasi dan terorganisasikanya pembagian tugas dan wewenang dalam lembaga tersebut. Begitu pula dengan lembaga pendidikan di MTs.

NW Dasan Tapen Gerung, struktur lembaga pendidikan mutlak dibutuhkan guna untuk mengaktifkan dan mengefisienkan kinerja serta pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan.53 B. Pembahasan

Untuk melihat hasil dari pembelajaran model resource based learning maka peneliti menerapkannya dengan mencari sumber belajar yang bertalian dengan materi konsumsi, produksi, distribusi dan kreatifitas dalam kehidupan ekonomi diperpustakaan setempat.Kemudian minggu berikutnya mereka presentasikan didepan kelas. Kemudian siswa diarahkan untuk diskusi dengan merancang model pembelajaran dalam diskusi sebelum dimulai. Berdasarkan pada hasil penelitian bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan model resource based learning (belajar berdasarkan sumber) lebih tinggi secara nyata dibandingkan dengan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode konvensional. Dimana pada pembelajaran resource based learning (belajar

53 Untuk Gambaran Struktur Organisasi-Nya Lihat Lampiran 09

berdasarkan sumber) pada saat post-test diperoleh nilai rata-rata siswa yang menjawab benar dari 19 soal sebesar 72,50nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 20. Hal diatas membuktikan bahwa siswa yang mendapatkan pembelajaran model resource based learning (belajar berdasarkan sumber) lebih memberikan pengetahuan dan melatih siswa untuk secara aktif mencari referensi buku yang berkaitan dengan materi yang dibahas pada saat pembelajaran berlangsung. Secara teoritis tujuan penting yang lain dari pembelajaran model resource based learning (belajar berdasarkan sumber) adalah untuk mendidik dan menanamkan sikap dan sifat mandiri, menghadapkan murid dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individual maupun kelompok dengan segala kegiatan belajar yang bertalian dengan itu baik di dalam kelas maupun luar kelas.

Kemudian dalam pembelajaran model resource based learning (belajar berdasarkan sumber) memberikan pemahaman baru bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar yang memonopoli semua kegiatan pembelajaran. Dalam segala hal, murid itu sendiri aktif, apakah ia belajar menurut langkah-langkah tertentu, seperti dalam belajar berprogram, atau menurut pemikirannya sendiri untuk memecahkan masalah tertentu. Yaitu siswa mampu dalam menjawab tes yang telah diberikan oleh guru. Hal ini sesuai dengan hakekat belajar yang merupakan suatu kegiatan atau proses para siswa baik dengan bimbingan guru maupuun usaha sendiri guna mendapat sejumlah ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk dapat

merubahsikap dan perilaku untuk memudahkannya beradaptasi dengan lingkungan.

Adapun pembelajaran model konvensional dengan mengacu pada hasil penelitian bahwa nilai post-test dari 19 soal diperoleh nilai rata-rata 60,36 nilai tertingginya diperoleh 95 dan terendahnya 20 sehingga diperoleh perbedaan hasil. Hal ini membuktikan bahwa siswa yang mendapat pembelajaran model konvensional dituntut untuk lebih maju dengan berperan aktif mencari referensi pembelajaran yang bertalian langsung dengan materi pembelajaran yang relevan dan tidak hanya tergantung pada guru saja sebagai media pembelajaran.

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hiipotesis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Ekonomi dengan menggunakan model resource based learning dapat memberikan pengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan metode konvensional pada siswa kelas VIII MTs. NW Dasan Tapen tahun pembelajaran 2016/2017.Kemudian untuk tetap mempertahankan pembelajaran yang diharapkan, maka pihak terkait yaitu sekolah maupun tenaga pendidik dalam hal ini guru IPS terpadu khususnya pada mata pelajaran ekonomi perlu untuk mencoba menerapkan model pembelajaranresource based learning khususnya pada mata pelajaran ekonomi dan guru bidang studi yang lain juga karena pembelajaran model resource based learning bukan hanya untuk mata pelajaran tertuntu saja melainkan juga untuk semua mata pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal, dan untuk kepala sekolah

hendaknya mengupayakan berbagai sarana dan prasarana yang dapat memperlancar proses belajar mengajar,kemudian untuk peneliti yang lain yang berminat untuk melakukan penelitian yang lebih luas dan mendalam mengenai pembelajaran ekonomi atau pemelajaran lainnya dengan menggunakan pembelajaran model resource based learning sehingga hasil yang yang didapatkan akan semakin memuaskan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data yang diperoleh dan diolah sebelumnya,Terdapat pengaruh pembelajaran model Resource based learning pada taraf signifikan 5% (α = 0,05) menunjukan bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yaitu (2,35 > 2,06), hal ini menunjukan bahwa siswa dapat bersifat aktif dan bertanggungjawab. Dengan memperoleh nilai sebagai berikut:

1. Nilai rata-rata menggunakan pembelajaran model resource based learning (belajar berdasarkan sumber) lebih besar yakni 72,50 bila dibandingkan dengan penggunaan metode konvensional sebesar 60,36. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa penggunaan pembelajaran model resource based learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas VIII MTs. NW Dasan Tapen Tahun Pelajaran 2016/2017 2. Hasil pengujian Hipotesis dengan menggunakan uji "t" pada taraf

signifikan 5% (α = 0,05) menunjukan bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yaitu (2,35 > 2,06), hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran model resource based learning mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan.

Berdasarkan hasil analisa data dan pengujian hipotesis yang dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran model resource based learning dapat memberikan pengaruh secara positif dan signifikan

58

terhadap hasil belajar siswa kelas VIII MTs. Nw Dasan Tapen Tahun Pelajaran 2016/2017

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti merasa perlu untuk memberikan saran sebagai berikut:

1. Bagi sekolah, khususnya MTs. NW Dasan Tapen diharapkan secara terus menerus dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara memotivasi guru untuk lebih meningkatkan metode pengajaran, disamping menemukan dan mengatasi faktor-faktor penyebab lainnya.

2. Kepada guru, khususnya guru bidang studi IPS Terpadu khususnya pada mata pelajaran Ekonomi diharapkan dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan penyampaian suatu pembelajaran tertentu sehingga siswa dengan mudah menerima konsep-konsep pelajaran dan selanjutnya siswa akan lebih giat lagi belajar, sehingga dengan itu juga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

3. Bagi peneliti lain dapat mengkorelasikan model pembelajaran dengan kemampuan dalam menyampaikan suatu model pembelajaran lainnya.

Jika ingin mengadakan penelitian dengan model pembelajaran yang baru, sebaiknya dilakukan pembiasaan terlebih dahulu agar siswa terbiasa.

Cobalah bertanya pada siswa, karena biasanya siswa malu bertanya sehingga hal yang kurang dimengerti oleh siswa tidak kita ketahui

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik.Jakarta:

Rineka Cipta, 2014.

. Manajemen penelitian.Jakarta: Rineka Cipta, 2013.

Agusnadi, Sumber Belajar dan Manfaatnya dalam Pembelajaran, www.centralischool.ac, 17 Mei 2016

Daryanto, Belajar dan Mengajar, (Bandung: Yrama Widiya, 2013)

Hasan,Iqbal. Pokok-pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif). Jakarta: PT.

Bumi Aksara, 2013

Mulyasa, Kurikulum Yang Disederhanakan Perkembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009)

M. Sobry Sutikno, Belajar dan pembelajara, (Lombok : Holistica, 2015)

Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian dan Sosial Pendidikan Teori–Aplikasi.

Jakarta: Bumi Aksara. 2009

Nasution, S. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan Mengajar.

Jakarta : Bumi Aksara 2011

. Metode Research. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2013)

Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2013

Silegar Syofian. Statistik Parametri Untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara, 2014

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alvabeta,cv, 2015.

Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2005), Sutrisno. “Pembelajaran Matematika Menggunakan Pembelajaran Resource

Based Learning” : Jurnal Aksioma IKIP PGRI, No.1, Vol.1. Mei, 2010.

Suryobroto. proses belajar mengajar di sekolah. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

Sofan Amri, Lif Khoiru, dkk, Strategi Pembelajaran Sekola Terpadu. Jakarta:

Prestasi Pustaka, 2011.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.

Jakarta: Kencana Prenadamedia Group 2006.

Sudjana, Nana Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Sinar Baru Offset, 2011)

Usman Husaini. Pengantar Statistika. Jakarta, PT.Bumi Aksara, 2012.

Yamin, Murtinis. DesainPembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2009.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 01

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Nama Sekolah :MTs Nw Dasan Tapen

Mata Pelajaran :Ilmu Pengetauan Sosial ( Ekonomi ) Kelas / Semester :VIII/ Ganjil

Alokasi Waktu :6 X 40 Menit( 3 xpertemuan )

Standar Kompetensi : Memahami kegiatan ekonomi masyarakat.

Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi, yang meliputi kegiatankonsumsi, produksi, dan distribusi barang /jasa A. INDIKATOR PEMBELAJARAN

1. Mendefinisikan penge tian dan macam-macam kegiatan ekonomi.

2. Mendefinisikan pengertian konsumsi

3. Mengidentifikasi aspek- aspek positif dan negatifperilaku konsumtif seseorang.

4. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi seseorang.

5. Mendiskusikan jenis-jenis barang yang dikonsumsi siswa dan keluarga

6. Mendefinisikan pengertian produksi

7. Mengidentifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi 8. Mendeskripsikan macam-macam kegiatan produksi

9. Mendefinisikan Pengertian sumber daya ekonomi

10. Mengidentifikasi usaha-usaha yang dapat dilakukan guna meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi

11. Mendefinisikan pengertian dan tujuan distribusi

12. Mengklasifikasi sistem distribusi beserta contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

13. Mengidentifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi

14. Mengidentifikasi Lembaga-lembaga distribusi B. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat mengetahui pengertian dan macam-macam kegiatan pokok ekonomi.

2. Siswa dapat memahami pengertian konsumsi

3. Siswa dapat mengetahui apa saja aspek- aspek positif dan negatif perilaku konsumtif seseorang.

4. Siswa dapat memahami faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi

5. Siswa dapat mengetahui jenis-jenis barang yang dikonsumsi siswa dan keluarga

6. Siswa dapat memahami pengertian produksi

7. Siswa dapat mengetahui dan memahami faktor – faktor yang mempengaruhi produksi

8. Siswa dapat mengetahui dan memahami macam – macam kegiatan produksi

9. Siswa dapat mengetahui dan memahami Pengertian sumber daya ekonomi

10. Siswa dapat mengetahui cara-cara meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi

11. Siswa dapat mengetahui pengertian dan tujuan Distribusi

12. Siswa dapat mengetahui dan memahami sistem distribusi beserta contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

13. Siswa dapat Mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi

14. Siswa dapat mengetahui Lembaga-lembaga distribusi C. MATERI PEMBELAJARAN

1. Kegiatan pokok ekonomi 2. Pengertian konsumsi

3. Aspek- aspek positif dan negatif perilaku konsumtif seseorang.

4. Faktor – faktor yang mempengaruhi konsumsi seseorang 5. jenis-jenis barang yang dikonsumsi siswa dan keluarga.

6. Pengertian dan tujuan distribusi

7. Sistem distribusi beserta contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

8. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran distribusi 9. Lembaga-lembaga distribusi

D. METODE PEMBELAJARAN

1. Resource Based Learning 2. Ceramah

3. Tanya jawab E. SUMBER BELAJAR

1. Media Internet 2. Buku Paket

3. Buku-buku lain yang relevan

F. LANGKAH – LANGKAH PEMBELAJARAN Pretemuan Pertama:

a. Kegiatan Awal ( Apersepsi )

1. Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam, 2. Guru mengabsensi kehadiran siswa

3. Guru Memotivasi siswa dengan Mengajukan pertanyaan tentang Kegiatan pokok ekonomi dan Pengertian konsumsi

b. Kegiatan Inti

1. Guru menjelaskan materi tentang Pengertian dan tujuan konsumsi 2. Guru menjelaskan materi tentang Sistem konsumsi beserta

contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

3. Guru menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran konsumsi.

4. Guru menjelaskan Lembaga-lembaga konsumsi.

5. Siswa menyimak penjelasan mengenai Pengertian dan tujuan konsumsi

6. Siswa menyimak penjelasan mengenai Sistem konsumsi, beserta contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

7. Siswa menyimak penjelasan mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran konsumsi.

8. Siswa menyimak penjelasan mengenai Lembaga-lembaga konsumsi.

9. Guru memberikan pertanyaan mengenai kegiatan konsumsi.

10. Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru mengenai kegiatan konsumsi.

c. Kegiatan Akhir ( Penutup )

1. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran secara demokratis.

2. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4. Besama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a.

Pertemuan kedua:

a. Kegiatan Awal ( Apersepsi )

1. Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam, 2. Guru mengabsensi kehadiran siswa

3. Guru Memotivasi siswa dengan Mengajukan pertanyaan tentang Kegiatan pokok ekonomi dan Pengertian produksi

b. Kegiatan Inti

1. Guru menjelaskan materi tentang Pengertian dan tujuan produksi 2. Guru menjelaskan materi tentang Sistem produksi beserta

contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

3. Guru menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran produksi.

4. Guru menjelaskan Lembaga-lembaga produksi.

5. Siswa menyimak penjelasan mengenai Pengertian dan tujuan produksi

6. Siswa menyimak penjelasan mengenai Sistem produksi beserta contohnya (langsung, tidak langsung dan semi langsung)

7. Siswa menyimak penjelasan mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan saluran produksi.

8. Siswa menyimak penjelasan mengenai Lembaga-lembaga produksi 9. Guru memberikan pertanyaan mengenai kegiatan produksi

10. Siswa menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh guru mengenai kegiatan produksi

c. Kegiatan Akhir ( Penutup )

1. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran secara demokratis.

2. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

4. Besama-sama menutup pelajaran dengan berdo’a.

Pertemuan ketiga:

a. Kegiatan Awal ( Apersepsi )

1. Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam, 2. Guru mengabsensi kehadiran siswa

3. Guru Memotivasi siswa dengan Mengajukan pertanyaan tentang Kegiatan pokok ekonomi dan Pengertian distribusi

b. Kegiatan Inti

1. Guru menjelaskan materi tentang Pengertian dan tujuan distribusi

Dokumen terkait