• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen peran orang tua sebagai pendidik dalam (Halaman 69-73)

BAB II LANDASAN TEORI

D. Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

menghukum mereka karena mengungkapkan emosinya

3. Orang tua orang tua yang menerima emosi anak mereka dan berempati dengan mereka, tetapi tidak memberikan bimbingan atau menetukan batas- batas pada tingkah laku pada anak mereka.59

2. Skripsi yang berjudul” Peranan Orang Tua Dalam Mendidik Kecerdasan Emosional Anak Usia 6-12 Tahun Dalam Perspektif pendidikan Islam. Oleh Salamatul Firdaus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, berdasarkan temuan Tanggung jawab orang tua dalam membesarkan anak-anak yang cerdas secara emosional, usia 6 hingga 12 tahun, termasuk mengajari mereka untuk mendeteksi dan memahami emosi mereka sendiri, melatih diri mereka sendiri, dan mengenali emosi orang lain.

3. Skribsi yang berjudul “Peran Orang Tua Dalam Membentuk Kecerdasan Emosional Santri Pengajian Anak-Anak Nur Fahrian Papringan Yogyakarta. Oleh Herlinawati Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ada empat tipe utama orang tua menurut hasil penelitian tajwid anak Nur Farhan: orang tua yang tidak peduli, orang yang tidak menghidupi anaknya, orang yang meremehkan, orang yang laise, orang yang berpasangan, dan orang

tua yang hina. mereka yang mengajari anak-anak mereka tentang emosi dengan cara yang menyenangkan dan menarik. respon emosional parenting teacher sebesar 63,93%. Di antara taktik yang digunakan adalah: Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan menanggapi emosi diri sendiri, serta kemampuan untuk mengenali, memahami, dan menanggapi emosi anak sendiri. Orang tua dan administrator studi perlu bekerja sama untuk membantu anak-anak mengembangkan kecerdasan emosional.

Kedua penelitian tersebut berfokus pada kecerdasan emosional anak, yang merupakan topik yang telah dieksplorasi sebelumnya dalam penelitian ini pada tingkat yang hampir sama. Kecerdasan emosional pada anak menjadi pokok bahasan penelitian ini, yang berbeda dengan penelitian lain karena tidak memasukkan kecerdasan spiritual. Siswa sekolah dasar kelas 3–6, metode dan jenis penelitian yang digunakan di

dalam penelitian ini ialah penelitian kualitataif dengan pendekatan deskriptif, dan penelitian ini terfokus pada peran orang tua sebagai pendidik yang berarti terfokus pengenalan terhadap emosi kepada anak orang tua memberikan bimbingan dan batasan pada tikang laku anak Bagaimana orang tua menyelesaikan tugas ini, dan tantangan apa yang mereka hadapi selama in

E. Kerangka Berpiki

Melihat dan menganalisa peran orang tua sebagai pendidik, mencari

faktor pendukung

keberhasilan dan melihat kendala yang ditemukan dalam menumbuhkan kecerdasan emosional anak Peran Orangtua

Tinjauan Teori Peran Orang Tua Sebagai Pendidik Dalam Menumbuhkan Kecerdasan Emosional anak

Research Lapangan Ringkasan Data

Paparan data Temuan Penelitian Pembahasan

Kesimpulan anak

58 BAB III

METOE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif, metode penelitian berdasarkan filosofi postpositivisme, dan penelitian pada objek alam (sebagai lawan dari eksperimen) dimana peneliti adalah instrumen utama, teknik pengumpulan data digabungkan, analisis data induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada hasil kuantitatif.1

Dari sudut cara dan taraf pembahasan masalah menggunakan pendekatan deskriftif, yaitu usaha mengungkapkan suatu masalah/keadaan/peristiwa sebagaimana adanya sehingga bersifat sekedar untuk mengungkapkan fakta. Hasil penelitian ditekanakan pada

1 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta,cv, 2013), h. 9.

pemberian gambaran secara objektif tentang keadaan sebenarnya dari objek yang diselidiki.2

B. Setting Penelitian

1. Tempat atau lokasi yang menjadi objek penelitian adalah wilayah atau Lingkungan Pasar Tradisonal Panorama Kota Bengkulu alasanya karena lingkungan pasar panorama ini cukup akrab dikenal oleh peneliti dan peneliti sudah menganalisa terlebih dahulu sehingga akan lebih mudah untuk mencari data kelaknya

2. Waktu penelitian 26 April s/d 8 Juni 2021

C. Sumber data 1. Data Primer

Dalam penelitian, data primer mengacu pada data yang dikumpulkan langsung dari peserta studi yang memanfaatkan instrumen atau teknologi

2 Tatang S, Ilmu Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2012), h. 208.

pengambilan data yang langsung diterapkan pada subjek..3

Data primer berasal dari informan yaitu para pedagang yang sering membawa anak yang duduk di kelas 3-6 SD untuk ikut berjualan. Karena anak-anak mereka lebih banyak meghabiskan waktu di pasar bersama dengan orang tua mereka dan mereka sudah terbiasa dengan lingkungan pasar.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data penunjang dan pembanding data yang berkaitan dengan penelitian ini yang juga merupakan sumber data kedua yang di peroleh dari sumber lain. Dalam penelitian ini hasil wawancara dengan tukang parkir, keamanan pasar, dan anak-anak yang berjualan merupakan sumber data sekunder dan data pendukung lainya berupa menelusuri bahan-bahan bacaan, observasi dan dokumentasi

3 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D h. 72

D. Teknik Pengumpulan Data

Adapun untuk mengumpulkan data yang diperlukan, maka teknik pengumpulan data yang digunakakan adalah trigulasi atau gabungan dari ketiga teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi..

1. Observasi

Jenis observasi yang akan digunakan peneliti adalah observasi tak berstruktur, observasi tak berstruktu adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi.4 Peneliti akan melakukan pengamatan secara bebas dan mencatat yang menarik untuk dianalisis yang mendekati rambu-rambu pengamatanan

2. Wawancara atau Interview

Jenis wawancara yang digunakan ialah wawancara semi terstruktur untuk menemukan permasalahan lebih terbuka, dimana pihak yang diajak

4 Ibid, h. 228.

wawancara diminta berpendapat, dan ide-idenya. saat wawancara. 5

3. Dokumen

Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental.6

E. Teknik Keabsahan Data

Uji kreadibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian dilakukan dengan perpanjangan pengamata, peningkatan ketekunan dalam penelitian, trigulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, dan membercheck.7

5 Ibid, h. 233.

6 Ibid, h. 240.

7 Ibid, h. 127.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitattif dilakukan sejak sebelum memasuki lapanagan, selama di lapangan, dan setelah selesai lapangan

1. Analisis Sebelum Lapangan

Peneliti melakukan analisis data terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data skunder, yang akan dugunakan untuk menentukan fokus penelitian.8

2. Analisis Data Di Lapangan

Peneliti menggunakan model miles and Huberman dalam menganalisis data lapangan dengan proses, data reduction, data display, dan conslusion drawing/verfication9

a. Reduksi Data / data reduction

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya

8 Ibid, h. 245.

9 Ibid, h. 246 .

b. Penyajian data data display

Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat atau teks yang bersipat naratif.

c. conslusion drawing/verfication

penarikan kesimpulan/verifikasi. Berupa deskribsi atau gambaran obyek yang sebelumnya belum jelas sehingga lebih jelas.10

10 Ibid, h. 15

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskribsi Wilayah Penelitian

1. Sejarah Berdirinya Pasar Tradisional Panorama Kota bengkulu

Pasar tradisional Panorama berdiri sejak tahun 1982, dan baru pada tahun 1995 di bangunlah kios- kios untuk para pedanggang. Pada waktu dahulu pasar tradisional panorama merupakan pasar harian atau pasa mingguan, setelah kemudian dibangun terminal panorama sehingga pasar tersebut terkenal dengan pasar teminal panorama.1

Pasar terminal secara bertahap berganti nama menjadi Pasar Tradisional Kota Bengkulu oleh pemerintah Kota Bengkulu. Pertumbuhan pasar dipicu oleh ketidakpastian pasar. Pembangunan tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk mengawasi semakin

1 Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu, 2018

banyaknya pedagang ilegal yang berjualan di pinggir jalan dan di trotoar, namun seiring dengan perluasan pasar, para pedagang mulai menolak lokasi baru karena mereka khawatir lokasinya akan kurang strategis dan akibatnya tidak memiliki lokasi yang strategis. pelanggan. Selain itu, jika lokasi baru dibangun, para pedagang takut kehilangan lahan dan lokasi baru kurang diminati pembeli. Demi mempercayakan pedagang pinggir jalan, pemerintah telah mengirimkan Satpol PPP untuk mencopot pedagang kaki lima, los, dan los. Pasar Panorama di Kota Bengkulu didirikan dan berubah menjadi Pasar Percontohan Tradisional Panorama pada tahun 2011 setelah mendapat persetujuan dari menteri perdagangan khususnya Mari Eka Pangestu.2

2. Letak Geografis

Pasar Tradisional Panorama Kota Bengkulu berlokasi di jalan Salak kelurahan panorama,

2 Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu,2018.

kecamatan singaranpati kota Bengkulu dengan luas 4 Ha dengan 1658 bagian terdiri kios dan lapak dari dibatasi dengan sebelah Barat berbatas dengan jembatan kecil, sebelah Timur berbatasan dengan Padang Nangka dan Dusun Besar, sebelah Selatan berbatasan dengan Lingakar Timur dan sebelah Utara berbatasan dengan Tebeng. Pasar tradisonal panorama dibagun bersamaan dengan terminal panorama, pada awal mulanya pasar ini kurang diminatipara pedagang karena dianggap sepi setelah dilaksanakaannya prumnas Lingkar Timur Bengkulu pada tahun 1982 pasar ini sangat cepat berkembang, pasar tradisisonal panorama merupakan tempat yang strategis untuk berbelanja, letaknya di tengah kota sehingga tidak sulit untuk menuju ke pasar, bagi yang menggunakan kendaraan umum hampir semua angkutan kota berwarna melewati pasar panorama, psar panorama merupakan pasar yang berlokasi paling strategis dan

yang paling ramai penjual. dan Saat ini, pasar tradisional menjadi tujuan belanja yang populer.3 3. Strutur kepengurusan

STRUKTUR ORGANISASI UPTD PASAR PANORAMA KOTA BENGKULU4

3. Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu,2018

4 Sumber dari Struktur Organisasi UPTD Pasar tradisional Panorama KETUA UPTD

RONI BAMBANG NIP.197207191993031003 KASUBAG TATA USAHA

MAHADI. SH NIP.196706071991121002

VICKI KOMALA SARI,S.I.Kom LIA JUNIKA,S.Kep FERAWATI

BAGIAN UMUM PIRMAN NIP.19701210200811002 URUSAN KEPEGAWAIAN

YUNIAR GASTUTI NIP.1968060919950322002

LIA JUNIKA,S.Kep FEBRI YANTI ASNITA,SKM MELI LIANA

VICKI KOMALA SARI,S.I.Kom SILI AGUSTINA

WENI MARYANI FERAWATI RONI MARZIAN,SE

HENDRIARDIANSYAH

KOORDINATOR RETRIBUSISEWA KIOS ZULKIPLI

ARWAN HERI JON HERIADI

4. Keadaan Masyarakat Pasar

Dengan kata lain, pasar dapat dianggap sebagai lokasi di mana pembeli dan penjual berkumpul untuk bertransaksi penjualan komoditas dan jasa. Pedagang di Pasar Tradisional Panorama Bengkulu sebagian besar beragama Islam, meski non- Muslim juga turut serta. Selain pedagang lokal Bengkulu, pedagang dari Jawa, Lintang, Selatan, dan Padang juga ikut berjualan di pasar tersebut.

Meskipun ada berbagai agama di pasar, pedagang Muslim memiliki pilihan untuk pergi ke masjid, yang jaraknya tidak jauh dari pasar.

Pengelompokan pedagang berdasarkan jenis barangnya, seperti pedagang pakaian jadi, pedagang ikan/daging, pedagang sayur, pedagang buah, dan pedagang, digunakan para pedagang ini untuk memudahkan pelanggan menemukan apa yang mereka cari. Meskipun jelas masih banyak pedagang yang berjualan di luar kelompoknya, misalnya pedagang

pakaian jadi yang berjualan di pasar yang sebagian besar menjual sayuran.5

Banyak pedagang yang yang memang berdomisili di Kota Bengkulu. Pedagang juga bukan hanya penduduk sekitaran kelurahan panorama bahkan mereka juga merasal dari tempat lain dan banyak juga yang berasal dari luar kota seperti dari payang, curup, manna, sekitaran lintang, rata-rata mereka yang dari luar kota ini adalah pemasok barang seperti sayuran dan bahkan terkadang mereka juga mengecer dan berjualan seperti pedagang yang lain.6

sekarang pasar tradisional panorama buka shingga 24 jam jadi bagi pembeli yang ingin mendapat harga murah dari penjual tangan pertama bisa datang jam 03.00 subuh dan bisa juga sore saat penjual siang sudah ingin pulang mereka akan mengtobral barang daganganya, mulanya jika malam datang pasar

5 Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu,2018.

6 Wawancara pribadi dengan Sapriadi (tukang parkir), bengkulu, 27 April 2021

ponorama akan sepi dan hanya akan ada pemasok barang untuk mengopor barang ke penjual eceran, lama kelamaan mereka mendapat kesempatan untuk mengecer dagangan mereka juga, akhirnya pasar panorama kini buka 24 jam. di salah satu sudut pasar yakni di dekat masjid smpai dekat pemadam kebakaran sering di namai dengan pasar pagi karena pasar ini akan ramai dari subuh hingga sebelum dzuhur sedangkan pasar yang di kios depan hingga kaki lima di jalan kedodondong akan buka hingga magrib sama halnya dengan pasar kios yang di dalam yang di isi toko pakaian dan keperluan lainya sedangkan pasar yang hingga malam bukanya itu dari mulai jalan belimbing hingga jalan semangka sebernarnya di jalan ini tidak banyak yang berjualan hingga 24 jam, rata-rata pedagang yang pagi akan diganti oleh pedagang yang malam atau ada pedagang hanya berjualan di pagi dan malam lalu pulang.7

7 Wawancara pribadi dengan Sapriadi.

Suasana pasar panorama tidak berbeda jauh dengan pasar-pasar pada umumnya, di penuhi orang- orang dengan kesibukan masing-masing, pasar yang ramai dan macet di hari libur begitulah pemandangan di pasar panorama. Dengan berbeda-bedanya waktak para pedagang terkadang terjadi situasi yang membuat hal tersebut menjadi keributan entah itu hanya suatu kesalah pahaman ataupun memang ada suatu permasalahan, banyak hal yang sulit untuk di hindari bagi sebagian pedagang, kehidupan pasar begitu keras sulit untuk di hadapi, persaingan yang keras, tipu daya dan kecurangan dimana-mana sugguh lingkungan yang mungkin akan sangat berpengaruh buruk bagi anak-anak kecil yang belum tau mana benar dan salah.

Pedagang yang membawa anak tidaklah sedikit banyak alasan mereka membawa anak, entah tidak adanya yang menjaga dirumah, atau memang terkadang agar bisa mengajarkan anak mencari uang.

Dengan rutinitas yang padat para orang tua juga selalu

memantau anak-anak mereka di pasar agar tidak terpengaruh dengan hal-hal buruk dari luar. Dari jaman dulu sejak pasar panorama mulai maju dan terus berkembang anak-anak sudah sering diajak kepasar oleh orang tua mereka, banyak aktifitas yang sering dilakukan anak-anak di pasar mereka bermain, membantu orang tua mereka, kadang membawa PR mereka di pasar agar dikerjakan, anak-anak belajar berjualan dari anak lain ke anak lain hingga sekarang, mulanya anak-anak hanya berjualan katong plastik, hingga menawarkan jasa mengangkat dan membantu memindahkan barang pembeli dan menemani para pembeli berbelanja, karena banyak dari para pembeli terkadang kerepotan membawa barang yang cukup banyak, hingga sekarang bukan hanya anak pedagang saja yang berkeliling berjualan kantong plastik tapi anak dari luar lingkungan pasarpun banyak yang ikut- ikutran berjualan dengan aneka jualan yang berbeda mereka membantu para pedagang lain menjajahkan

dagangan para pedagang seperti pedagang sayur mayur bawang dan lainya dengan harapan imbalan dari setiap barang yang di jual di luar kesibukan rutinitas para anak yang berdagang, bahkan sekarang para pedagang anak yang masih kecil ini didominasi oleh anak-anak di luar dari lingkungan pasar maksudnya ialah para anak yang orang tanya tidak berdagang di pasar di antarnya anak dari tukang cuci, anak tukang setrika, kuli bangunan, pemulung dan pekerjaan lainya. 8.

Dari wawancara dengan salah satu staf UPTD Pasar Tradisional Panorama Bapak Arwan Heri selaku staf koordinator pasar. beliau mengatakan bahwasanya banyak laporan dari para pedagang tentang anak-anak yang berasal dari luar ini memang sebagian dari mereka berjualan dengan normal tapi banyak juga di anatar mereka terutama yang usia sudah cukup besar mulai dari usia remaja mereka sering mencuri dan

8 Wawancra pribadi dengan Pajimen (pemilik toko kantong plastik), 28 April 2021

membongkar beberapa ruko di pasar atau kios para pedagang, dan dari cerita dari para pedagang juga anak-anak dari luar yang kurang diperhatikan orang tua ini banyak juga yang melakukan pemalakan terhadap anak anak yang berjualan di pasar, setelah kios-kios dan ruko tutup menjelang magrib bannyak pula diantara mereka duduk-duduk nongkrong di kios pedagang secara berkelompok untuk ngelem (untuk mabuk lem aibon) ini dibenarkan pula oleh iwan pedagang tempe dekat kanor polisi beliau memafarkan perkelahian, pemalakan, dan ngelem adalah rutinitas yang sering beliau liat di pasar panorama ini. 9

Bapak Arwan Heri juga memaparkan karena hal-hal inilah orang tua yang juga pedagang ini merasa kawatir anak-anak mereka akan terpengaruh hal-hal buruk sehingga mereka akan lebih melindungi dan mengawasi anak mereka saat sedang membantu berjualan atau saat anak berkeliling sendiri untuk

9 Wawancara pribadi dengan Arwan Heri (Staff UPTD Pasar Tradisional Panorama), 27 April 2021.

berjualan. Walaupun banyak anak-anak yang menyimpang seperti itu banyak juga anak-anak yang memiliki sikap yang baik dengan cara berbicara yang sopan berjualan dengan semangat, mereka berkelompok sambil jualan dan bersenda gurau kadang mereka berpencar dan saling membantu satu sma lain.10

B. Hasil Penelitian Dan Pembahasan

Peneliti melakukan wawancara, observasi, dan perekaman terhadap peran orang tua sebagai pendidik di setting pasar tradisional Panorama Kota Bengkulu dalam perkembangan kecerdasan emosional anak. Kecerdasan emosional, kesadaran emosi diri, keterampilan manajemen emosi diri dan kemampuan motivasi diri, pengenalan emosi orang lain, dan pengembangan hubungan positif dengan orang lain akan dibahas oleh peneliti. Apa yang membuat upaya ini berhasil, serta

10 Wawancara pribadi dengan Arwan Heri.

hambatan dalam cara membesarkan anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional lebih.

1. Peran peran Orang tua sebagai pendidik dalam menumbuhkan kecerdasan emosional anak di Pasar Tradional Panorama Kota Bengkulu

Orang tua sangat berperan penting dalam menumbuhkan kecerdasan emosional anak, pertama karena orang tua adalah tempat pertama anak tumbuh dan berkembang sehingga dalam bersikap anak akan condong meniru apa yang dilakukan orang tua mereka.11 Karena orang tua adalah orang pertama yang akan mengisi keseharian anak sehingga untuk belajar banyak hal akan di ajarkan oleh orang tua sehingga memang sudah menjadi tugas orang tua juga untuk manjadi guru atau pendidik bagi anaknya terutama mendidik dalam masalah keperibadian dan sikap anak,12

11 Wawancara pribadi dengan Ibu isnawati, 25 Mei 2021

12 Wawancara pribadi dengan Ita Supiati, 04 Mei 2021

a. Pengenalan emosi diri

Agar anak dapat mengenal emosi diri, orang tua menumbuhkan rasa dekat dengan anak seperti yang di uangkapkan oleh ibu Isnawati bahwasanya dengan menjalin kedekatan dengan anak, anak akan belajar dan berani untuk mengungkapkan perasaan mereka. Dan kita sebagi orang tua harus membenarkan misalnya dia sedang sedih orang tua bisa berkata

“kamu lagi sedih ya, ayo coba cerita dengan ibu kenapa kamu bisa merasa sedih”.

Dengan latihan seperti ini para ibu berpendapat dapat membuat ank mengenal perasaan apa yang dia rasakan. Kesimpulanya kita harus membantu anak memberi lebel atau nama terhadap apa yang di rasakan seperti marah, sedih, takut, iri atau lainya.

Ibu Inaswati juga memaparkan untuk pengenalan Nama-nama emosi itu sudah berlangsung dengan sedirinya disaat anak masi

usia balita sehingga untuk anaknya yang berumur 12 tahun ia sudah banyak mengenal emosi atau macam-macam perasaan seperti yang dikatakan beliau sebelumnya saat anak sedih kita akan mengtakan kamu sedih ya sambil memeluk, begitu juga saat anak marah karena misal dilarang sesuatu

Ibu Isnawati mengatakan “adek marah dan kesal ya." Maaf ya, maaf Ibu melarang karena ini (alasan marah)” begitulah pengenalan emosi anak berjalan dengan sendiri sambung ibu Isnawati.13

Lain dengan ibu Desri beliau mengungkapkan karena ankanya pemalu dan kurang ekpresif beliau menyampaikan bahwasanya dia akan mengobrol dengan anaknya dan membantu mengartikan perasaan apa yang dialami sang anak, yang artinya sang ibu akan menanyakan bagaiman perasaan sang anak pada hari itu, agar sang anar bercerita dan diskusi antar mereka berlanjut, beliau juga menyampaiakan

13 Wawancara dengan ibu Isnawati

setelah tahu apa yang sang anak rasakan beliau akan mengusulkan anak mengeluarkan emosinya semisal sang anak sedang sedih, sang anak boleh untuk menangis untuk ibu Desri senantiasa mendengarkan cerita sang anak untuk melatih anak mengeluarkan perasaan yang sedang ada pada diri sang anak.14

b. Keterampilan mengelola emosi diri

Setelah anak mengetahui bentuk dan nama- nama dari emosi maka anak akan di bimbing untuk dapat mengelola emosi dirinya sendiri sehingga anak dapat mengekpresikan diri dengan cara yang ideal.

Ibu Diniarti menjelaskan saat kecil anaknya dibiasakan untuk mengungkapkan perasaan seperti saat dia jatuh, Tri sebutan sang anak dibiarkan menangis dan tidak dilarang, beliau manyampaikan saat seperti itu beliau akan

14 Wawancara Pribadi dengan Ibu Desri 06 Mei 2021

mendatangi dan memeluk sang anak dan membujuk seperti

“ aduh adek jatuh, sakit ya lain kali hati-hati ya kalau sudah tidak sakit sudah ya nangisnya‟

sehingga anak bisa mengolah prasaan sedihnya tetap di ungkapkan tapi tidak berlebihan.

beliau juga menyampaikan belaiu sering sekali mengajak anaknya berdiskusi tentang berbagai macam hal dan salah satunya perbedaan antar sesama manusia dan tentu antara tri sang anak dan teman-temanyapun banyak perbedaan Tri diajarkan untuk saling membantu dan ikut merasakan kesulitan temam.15 saat mewawancarai Tri pun, Tri mengungkapkan sering memberi bantuan seperti meminjamkan alat tulis ke beberapa teman karena katnya kasihan dengan beberapa teman yang belum memiliki alat tulis tersebut seperti cat untuk menggabar Tri memiliki cukup untuk bisa di pinjamkan ke teman lain.

15 Wawancara Pribadi dengan Ibu Diniarti 25 Mei 2021

Dalam dokumen peran orang tua sebagai pendidik dalam (Halaman 69-73)