BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Keabsahan Data
wawancara diminta berpendapat, dan ide-idenya. saat wawancara. 5
3. Dokumen
Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental.6
F. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitattif dilakukan sejak sebelum memasuki lapanagan, selama di lapangan, dan setelah selesai lapangan
1. Analisis Sebelum Lapangan
Peneliti melakukan analisis data terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data skunder, yang akan dugunakan untuk menentukan fokus penelitian.8
2. Analisis Data Di Lapangan
Peneliti menggunakan model miles and Huberman dalam menganalisis data lapangan dengan proses, data reduction, data display, dan conslusion drawing/verfication9
a. Reduksi Data / data reduction
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya
8 Ibid, h. 245.
9 Ibid, h. 246 .
b. Penyajian data data display
Penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat atau teks yang bersipat naratif.
c. conslusion drawing/verfication
penarikan kesimpulan/verifikasi. Berupa deskribsi atau gambaran obyek yang sebelumnya belum jelas sehingga lebih jelas.10
10 Ibid, h. 15
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskribsi Wilayah Penelitian
1. Sejarah Berdirinya Pasar Tradisional Panorama Kota bengkulu
Pasar tradisional Panorama berdiri sejak tahun 1982, dan baru pada tahun 1995 di bangunlah kios- kios untuk para pedanggang. Pada waktu dahulu pasar tradisional panorama merupakan pasar harian atau pasa mingguan, setelah kemudian dibangun terminal panorama sehingga pasar tersebut terkenal dengan pasar teminal panorama.1
Pasar terminal secara bertahap berganti nama menjadi Pasar Tradisional Kota Bengkulu oleh pemerintah Kota Bengkulu. Pertumbuhan pasar dipicu oleh ketidakpastian pasar. Pembangunan tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk mengawasi semakin
1 Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu, 2018
banyaknya pedagang ilegal yang berjualan di pinggir jalan dan di trotoar, namun seiring dengan perluasan pasar, para pedagang mulai menolak lokasi baru karena mereka khawatir lokasinya akan kurang strategis dan akibatnya tidak memiliki lokasi yang strategis. pelanggan. Selain itu, jika lokasi baru dibangun, para pedagang takut kehilangan lahan dan lokasi baru kurang diminati pembeli. Demi mempercayakan pedagang pinggir jalan, pemerintah telah mengirimkan Satpol PPP untuk mencopot pedagang kaki lima, los, dan los. Pasar Panorama di Kota Bengkulu didirikan dan berubah menjadi Pasar Percontohan Tradisional Panorama pada tahun 2011 setelah mendapat persetujuan dari menteri perdagangan khususnya Mari Eka Pangestu.2
2. Letak Geografis
Pasar Tradisional Panorama Kota Bengkulu berlokasi di jalan Salak kelurahan panorama,
2 Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu,2018.
kecamatan singaranpati kota Bengkulu dengan luas 4 Ha dengan 1658 bagian terdiri kios dan lapak dari dibatasi dengan sebelah Barat berbatas dengan jembatan kecil, sebelah Timur berbatasan dengan Padang Nangka dan Dusun Besar, sebelah Selatan berbatasan dengan Lingakar Timur dan sebelah Utara berbatasan dengan Tebeng. Pasar tradisonal panorama dibagun bersamaan dengan terminal panorama, pada awal mulanya pasar ini kurang diminatipara pedagang karena dianggap sepi setelah dilaksanakaannya prumnas Lingkar Timur Bengkulu pada tahun 1982 pasar ini sangat cepat berkembang, pasar tradisisonal panorama merupakan tempat yang strategis untuk berbelanja, letaknya di tengah kota sehingga tidak sulit untuk menuju ke pasar, bagi yang menggunakan kendaraan umum hampir semua angkutan kota berwarna melewati pasar panorama, psar panorama merupakan pasar yang berlokasi paling strategis dan
yang paling ramai penjual. dan Saat ini, pasar tradisional menjadi tujuan belanja yang populer.3 3. Strutur kepengurusan
STRUKTUR ORGANISASI UPTD PASAR PANORAMA KOTA BENGKULU4
3. Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu,2018
4 Sumber dari Struktur Organisasi UPTD Pasar tradisional Panorama KETUA UPTD
RONI BAMBANG NIP.197207191993031003 KASUBAG TATA USAHA
MAHADI. SH NIP.196706071991121002
VICKI KOMALA SARI,S.I.Kom LIA JUNIKA,S.Kep FERAWATI
BAGIAN UMUM PIRMAN NIP.19701210200811002 URUSAN KEPEGAWAIAN
YUNIAR GASTUTI NIP.1968060919950322002
LIA JUNIKA,S.Kep FEBRI YANTI ASNITA,SKM MELI LIANA
VICKI KOMALA SARI,S.I.Kom SILI AGUSTINA
WENI MARYANI FERAWATI RONI MARZIAN,SE
HENDRIARDIANSYAH
KOORDINATOR RETRIBUSISEWA KIOS ZULKIPLI
ARWAN HERI JON HERIADI
4. Keadaan Masyarakat Pasar
Dengan kata lain, pasar dapat dianggap sebagai lokasi di mana pembeli dan penjual berkumpul untuk bertransaksi penjualan komoditas dan jasa. Pedagang di Pasar Tradisional Panorama Bengkulu sebagian besar beragama Islam, meski non- Muslim juga turut serta. Selain pedagang lokal Bengkulu, pedagang dari Jawa, Lintang, Selatan, dan Padang juga ikut berjualan di pasar tersebut.
Meskipun ada berbagai agama di pasar, pedagang Muslim memiliki pilihan untuk pergi ke masjid, yang jaraknya tidak jauh dari pasar.
Pengelompokan pedagang berdasarkan jenis barangnya, seperti pedagang pakaian jadi, pedagang ikan/daging, pedagang sayur, pedagang buah, dan pedagang, digunakan para pedagang ini untuk memudahkan pelanggan menemukan apa yang mereka cari. Meskipun jelas masih banyak pedagang yang berjualan di luar kelompoknya, misalnya pedagang
pakaian jadi yang berjualan di pasar yang sebagian besar menjual sayuran.5
Banyak pedagang yang yang memang berdomisili di Kota Bengkulu. Pedagang juga bukan hanya penduduk sekitaran kelurahan panorama bahkan mereka juga merasal dari tempat lain dan banyak juga yang berasal dari luar kota seperti dari payang, curup, manna, sekitaran lintang, rata-rata mereka yang dari luar kota ini adalah pemasok barang seperti sayuran dan bahkan terkadang mereka juga mengecer dan berjualan seperti pedagang yang lain.6
sekarang pasar tradisional panorama buka shingga 24 jam jadi bagi pembeli yang ingin mendapat harga murah dari penjual tangan pertama bisa datang jam 03.00 subuh dan bisa juga sore saat penjual siang sudah ingin pulang mereka akan mengtobral barang daganganya, mulanya jika malam datang pasar
5 Arsip Data Sekunder Pasar Tradisional Panorama Bengkulu,2018.
6 Wawancara pribadi dengan Sapriadi (tukang parkir), bengkulu, 27 April 2021
ponorama akan sepi dan hanya akan ada pemasok barang untuk mengopor barang ke penjual eceran, lama kelamaan mereka mendapat kesempatan untuk mengecer dagangan mereka juga, akhirnya pasar panorama kini buka 24 jam. di salah satu sudut pasar yakni di dekat masjid smpai dekat pemadam kebakaran sering di namai dengan pasar pagi karena pasar ini akan ramai dari subuh hingga sebelum dzuhur sedangkan pasar yang di kios depan hingga kaki lima di jalan kedodondong akan buka hingga magrib sama halnya dengan pasar kios yang di dalam yang di isi toko pakaian dan keperluan lainya sedangkan pasar yang hingga malam bukanya itu dari mulai jalan belimbing hingga jalan semangka sebernarnya di jalan ini tidak banyak yang berjualan hingga 24 jam, rata-rata pedagang yang pagi akan diganti oleh pedagang yang malam atau ada pedagang hanya berjualan di pagi dan malam lalu pulang.7
7 Wawancara pribadi dengan Sapriadi.
Suasana pasar panorama tidak berbeda jauh dengan pasar-pasar pada umumnya, di penuhi orang- orang dengan kesibukan masing-masing, pasar yang ramai dan macet di hari libur begitulah pemandangan di pasar panorama. Dengan berbeda-bedanya waktak para pedagang terkadang terjadi situasi yang membuat hal tersebut menjadi keributan entah itu hanya suatu kesalah pahaman ataupun memang ada suatu permasalahan, banyak hal yang sulit untuk di hindari bagi sebagian pedagang, kehidupan pasar begitu keras sulit untuk di hadapi, persaingan yang keras, tipu daya dan kecurangan dimana-mana sugguh lingkungan yang mungkin akan sangat berpengaruh buruk bagi anak-anak kecil yang belum tau mana benar dan salah.
Pedagang yang membawa anak tidaklah sedikit banyak alasan mereka membawa anak, entah tidak adanya yang menjaga dirumah, atau memang terkadang agar bisa mengajarkan anak mencari uang.
Dengan rutinitas yang padat para orang tua juga selalu
memantau anak-anak mereka di pasar agar tidak terpengaruh dengan hal-hal buruk dari luar. Dari jaman dulu sejak pasar panorama mulai maju dan terus berkembang anak-anak sudah sering diajak kepasar oleh orang tua mereka, banyak aktifitas yang sering dilakukan anak-anak di pasar mereka bermain, membantu orang tua mereka, kadang membawa PR mereka di pasar agar dikerjakan, anak-anak belajar berjualan dari anak lain ke anak lain hingga sekarang, mulanya anak-anak hanya berjualan katong plastik, hingga menawarkan jasa mengangkat dan membantu memindahkan barang pembeli dan menemani para pembeli berbelanja, karena banyak dari para pembeli terkadang kerepotan membawa barang yang cukup banyak, hingga sekarang bukan hanya anak pedagang saja yang berkeliling berjualan kantong plastik tapi anak dari luar lingkungan pasarpun banyak yang ikut- ikutran berjualan dengan aneka jualan yang berbeda mereka membantu para pedagang lain menjajahkan
dagangan para pedagang seperti pedagang sayur mayur bawang dan lainya dengan harapan imbalan dari setiap barang yang di jual di luar kesibukan rutinitas para anak yang berdagang, bahkan sekarang para pedagang anak yang masih kecil ini didominasi oleh anak-anak di luar dari lingkungan pasar maksudnya ialah para anak yang orang tanya tidak berdagang di pasar di antarnya anak dari tukang cuci, anak tukang setrika, kuli bangunan, pemulung dan pekerjaan lainya. 8.
Dari wawancara dengan salah satu staf UPTD Pasar Tradisional Panorama Bapak Arwan Heri selaku staf koordinator pasar. beliau mengatakan bahwasanya banyak laporan dari para pedagang tentang anak-anak yang berasal dari luar ini memang sebagian dari mereka berjualan dengan normal tapi banyak juga di anatar mereka terutama yang usia sudah cukup besar mulai dari usia remaja mereka sering mencuri dan
8 Wawancra pribadi dengan Pajimen (pemilik toko kantong plastik), 28 April 2021
membongkar beberapa ruko di pasar atau kios para pedagang, dan dari cerita dari para pedagang juga anak-anak dari luar yang kurang diperhatikan orang tua ini banyak juga yang melakukan pemalakan terhadap anak anak yang berjualan di pasar, setelah kios-kios dan ruko tutup menjelang magrib bannyak pula diantara mereka duduk-duduk nongkrong di kios pedagang secara berkelompok untuk ngelem (untuk mabuk lem aibon) ini dibenarkan pula oleh iwan pedagang tempe dekat kanor polisi beliau memafarkan perkelahian, pemalakan, dan ngelem adalah rutinitas yang sering beliau liat di pasar panorama ini. 9
Bapak Arwan Heri juga memaparkan karena hal-hal inilah orang tua yang juga pedagang ini merasa kawatir anak-anak mereka akan terpengaruh hal-hal buruk sehingga mereka akan lebih melindungi dan mengawasi anak mereka saat sedang membantu berjualan atau saat anak berkeliling sendiri untuk
9 Wawancara pribadi dengan Arwan Heri (Staff UPTD Pasar Tradisional Panorama), 27 April 2021.
berjualan. Walaupun banyak anak-anak yang menyimpang seperti itu banyak juga anak-anak yang memiliki sikap yang baik dengan cara berbicara yang sopan berjualan dengan semangat, mereka berkelompok sambil jualan dan bersenda gurau kadang mereka berpencar dan saling membantu satu sma lain.10
B. Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Peneliti melakukan wawancara, observasi, dan perekaman terhadap peran orang tua sebagai pendidik di setting pasar tradisional Panorama Kota Bengkulu dalam perkembangan kecerdasan emosional anak. Kecerdasan emosional, kesadaran emosi diri, keterampilan manajemen emosi diri dan kemampuan motivasi diri, pengenalan emosi orang lain, dan pengembangan hubungan positif dengan orang lain akan dibahas oleh peneliti. Apa yang membuat upaya ini berhasil, serta
10 Wawancara pribadi dengan Arwan Heri.
hambatan dalam cara membesarkan anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional lebih.
1. Peran peran Orang tua sebagai pendidik dalam menumbuhkan kecerdasan emosional anak di Pasar Tradional Panorama Kota Bengkulu
Orang tua sangat berperan penting dalam menumbuhkan kecerdasan emosional anak, pertama karena orang tua adalah tempat pertama anak tumbuh dan berkembang sehingga dalam bersikap anak akan condong meniru apa yang dilakukan orang tua mereka.11 Karena orang tua adalah orang pertama yang akan mengisi keseharian anak sehingga untuk belajar banyak hal akan di ajarkan oleh orang tua sehingga memang sudah menjadi tugas orang tua juga untuk manjadi guru atau pendidik bagi anaknya terutama mendidik dalam masalah keperibadian dan sikap anak,12
11 Wawancara pribadi dengan Ibu isnawati, 25 Mei 2021
12 Wawancara pribadi dengan Ita Supiati, 04 Mei 2021
a. Pengenalan emosi diri
Agar anak dapat mengenal emosi diri, orang tua menumbuhkan rasa dekat dengan anak seperti yang di uangkapkan oleh ibu Isnawati bahwasanya dengan menjalin kedekatan dengan anak, anak akan belajar dan berani untuk mengungkapkan perasaan mereka. Dan kita sebagi orang tua harus membenarkan misalnya dia sedang sedih orang tua bisa berkata
“kamu lagi sedih ya, ayo coba cerita dengan ibu kenapa kamu bisa merasa sedih”.
Dengan latihan seperti ini para ibu berpendapat dapat membuat ank mengenal perasaan apa yang dia rasakan. Kesimpulanya kita harus membantu anak memberi lebel atau nama terhadap apa yang di rasakan seperti marah, sedih, takut, iri atau lainya.
Ibu Inaswati juga memaparkan untuk pengenalan Nama-nama emosi itu sudah berlangsung dengan sedirinya disaat anak masi
usia balita sehingga untuk anaknya yang berumur 12 tahun ia sudah banyak mengenal emosi atau macam-macam perasaan seperti yang dikatakan beliau sebelumnya saat anak sedih kita akan mengtakan kamu sedih ya sambil memeluk, begitu juga saat anak marah karena misal dilarang sesuatu
Ibu Isnawati mengatakan “adek marah dan kesal ya." Maaf ya, maaf Ibu melarang karena ini (alasan marah)” begitulah pengenalan emosi anak berjalan dengan sendiri sambung ibu Isnawati.13
Lain dengan ibu Desri beliau mengungkapkan karena ankanya pemalu dan kurang ekpresif beliau menyampaikan bahwasanya dia akan mengobrol dengan anaknya dan membantu mengartikan perasaan apa yang dialami sang anak, yang artinya sang ibu akan menanyakan bagaiman perasaan sang anak pada hari itu, agar sang anar bercerita dan diskusi antar mereka berlanjut, beliau juga menyampaiakan
13 Wawancara dengan ibu Isnawati
setelah tahu apa yang sang anak rasakan beliau akan mengusulkan anak mengeluarkan emosinya semisal sang anak sedang sedih, sang anak boleh untuk menangis untuk ibu Desri senantiasa mendengarkan cerita sang anak untuk melatih anak mengeluarkan perasaan yang sedang ada pada diri sang anak.14
b. Keterampilan mengelola emosi diri
Setelah anak mengetahui bentuk dan nama- nama dari emosi maka anak akan di bimbing untuk dapat mengelola emosi dirinya sendiri sehingga anak dapat mengekpresikan diri dengan cara yang ideal.
Ibu Diniarti menjelaskan saat kecil anaknya dibiasakan untuk mengungkapkan perasaan seperti saat dia jatuh, Tri sebutan sang anak dibiarkan menangis dan tidak dilarang, beliau manyampaikan saat seperti itu beliau akan
14 Wawancara Pribadi dengan Ibu Desri 06 Mei 2021
mendatangi dan memeluk sang anak dan membujuk seperti
“ aduh adek jatuh, sakit ya lain kali hati-hati ya kalau sudah tidak sakit sudah ya nangisnya‟
sehingga anak bisa mengolah prasaan sedihnya tetap di ungkapkan tapi tidak berlebihan.
beliau juga menyampaikan belaiu sering sekali mengajak anaknya berdiskusi tentang berbagai macam hal dan salah satunya perbedaan antar sesama manusia dan tentu antara tri sang anak dan teman-temanyapun banyak perbedaan Tri diajarkan untuk saling membantu dan ikut merasakan kesulitan temam.15 saat mewawancarai Tri pun, Tri mengungkapkan sering memberi bantuan seperti meminjamkan alat tulis ke beberapa teman karena katnya kasihan dengan beberapa teman yang belum memiliki alat tulis tersebut seperti cat untuk menggabar Tri memiliki cukup untuk bisa di pinjamkan ke teman lain.
15 Wawancara Pribadi dengan Ibu Diniarti 25 Mei 2021
dan saat Tri dihina atau di ganggu anak lain ibu Diniarti juga akan memberi solusi terhadap Tri bagaimana menanggapi teman yang usil, tri memaparkan kata Ibunya cukup untuk menjelaskan ke teman bahwasanya dia kurang nyaman dengan sikap teman tersebut dan harus menghidarinya jika teman itu tidak berubah.16
Ibu Yopi memaparkan ia selalu mengajarkan ke anaknya mana hal baik dan dapat ditiru dan mana hal kurang baik yang tdak boleh ditiru ia akan menjelaskan secara tegas anaknya tetang bagaimana sang anak harus meengpresikan diri dalam bersikap ibu Yopi juga menjelaskan bahwasanya beliau memberi batasan terhadap anaknya seperti batasan jika mengungkapkan kemaharan hanya boleh sampai mana, yakni anaknya Gilang hanya boleh menyampaikan apa yang membuat dia marah, dan tidak di benarkan
16 Wawancara pribadi dengan Trisahara Apria 25 mei 2021
untuk mengekpresikan kemarahan dengan kasar seperti memukul atau melempar barang, melainkan mencari solusinya terhadap pemasalahn apa lagi jika permasalahan antar teman sang anak. Bukan hanya mengekpresikan kemahrahan saja tetapi juga tentang mengekpresikan sedih, senang, kesal dan lainya ibu Yopi memberikan batasannya agar sang anak tidak berlebihan dalam mengekpresikan diri tapi bukan berarti menahan dan tidak mengekpresikan prasaanya mengekpresiakan perasaan juga penting tapi ekpresi yang sesuai tentunya.17 Yang berarti sang anak harus dapat mengelola dan mengatur perasaanya dan membatasinya agar dapat menyelesaikan masalah dengan damai dan mencegah tindakan agresif atau berlebih dari sang anak.
17 Wawancara pribadi dengan Ibu Yopi Algusrina 06 mei 2021
Mengajarkan anak agar dapat menentukan keputusan dengan Memberikan beberapa pilihan dan biarkan anak mengabil keputusan sendiri sehingga dia dapat terbiasa dan tau apa yang diinginkanya adalah cara ibu Yopi mengajarkan Gilang, sehingga anak terbiasa menentukan keputusan sehingga saat anak dapat permasalahan yang mengharuskanya memilih apa yang harus Gilang lakukan terhadap permasalahan tersebut ibu Yopi berharap sang anak dapat mengabil keputusan yang baik dan benar.18
Untuk berjaga-jaga sang anak tidak mampu mengelola perasaannya sehingga takut terjadi kesedihan mendalam atau kemarahan berlebih ibu Yopi menyampaikan ia membekali anaknya dengan pemahaman jika anaknya harus berpikir
18 Wawancara pribadi dengan Ibu Yopi Algusrina.
jerniah dan banyak istihfar agar hati dan prasaanya dapat kembali tenang.19
c. Memotivasi diri
Ibu Yopi memaparkan agar anak dapat memotivasi diri berarti anak harus punya rasa percya diri dan pantang menyerah untuk menumbuhkan sikap seperti itu ibu Yopi selalu memotivasi dan menyampaiakan kepada Gilang bahwa, apa yang menjadi keinginan terbesar Gilang dalam hal positif gilang harus memaksimalkan upaya dalam mejuwudkanya, seperti saat Gilang mengingikan mendapat reking di sekolah berarti gilang haru belajar belajar lebih giat dan berdoa sebagai bentuk usahanya dan jika terjadi kegagalanpun ibu Yopi menyampaikan dan menanamkan pada Gilang bahwasanya kegagalan bukan akhir dari segalanya dan ibu Yopi sering menceritakan bagaiamana pengalaman beliau
19 Wawancara pribadi dengan Ibu Yopi Algusrina 26 mei 2021
bagaimana kegagalan-kegagalan yang sering di alamai beliau dan bagaiman cara beliau trus berjuang dan bangkit dari kegagalan dan agar dapat berhasil. Agar sang anak mengerti dan memahami bahwasanya kegagalan dapat saja terjadi tapi sang anak harus terus semangat dan bangkit dan menemukan cara mengatasi kelemahan meraka sehingga untuk kedepanya sang anak berusaha lebih baik lagi , menurut ibu Yopi dalam menasehati anak penting bagi orang tua untuk mengunakan kata-kata yang positif 20
Sama halnya dengan Ibu Nurbaiti, beliau menjelaskan karena anaknya adalah tipe yang pemalu dan lembut ia akan berhati-hati menggunakan kata-kata sehingga beliau akan menggunakan kata-kata posit dalam menasehati atau menegur sang anak karena takut sang anak yang memang pemalu akan jadi semakin pemalu
20 Wawancara pribadi dengan Ibu Yopi Algusrina.
dan kurang percaya diri, agar anaknya bisa mengatasi permasalah terhadap kepercayaan diri dia memberi pengertian setiap orang berbeda dan mengajarkan bagaimana sang anak harus menghargai diri sendiri dan bangga terhadap diri sendiri, untuk menumbuhkan kepercayaan diri Tia panggilan sang anak, ibu Nurbaiti mendorong sang anak mengikuti kegiatan yang menantang dan baru untuk Tia. mengikutkan Tia dalam kegitan olaraga seperti karate. Ibu Nurbaiti menegasakn anaknya tidak akan dipaksa untuk melaakukan kegiatan apapun, sehingga saat belaiau akan mendaftarakan tia di karate sang ibu telah mendapat pesetujuan sang anak, karena penting bagi sang ibu jika anaknya melaukan kegiatan yang ia sukai. Dalam wawancara bersama sang anak, Tia menjelaskan sejak mengikuti karate ia kini sudah mulai berani jika di minta sang guru di kelas untuk menjawab soal di papan tulis, dengan malu-malu tia
mengatakan bahwasanya sebelum ikut karate ia akan takut dan malu untuk menjawab soal tapi karena di karate ia dilatih fisik dan mentalnya membuat ia dapat perlahan mendapatkan kepercayaan dirinya.21
d. Pengenalan terhadap emosi orang lain
Kemampuan untuk mengenali emosi orang lain di sebut Empati, empati modal dasar dari keterampilan bergaul, melalui empati akan membuat anak mampu mengenali emosi-emosi orang lain.22
Dengan anak mengenali emosi pada dirinya sendiri sang anak tidak akan sulit untu mengenali emosi orang lain, Ibu Isnawati memaparkan pada dasarnya apa yang di rasakan dan di ekpresikan sang anak tidak akan jauh dengan anak lainya walapun pasti setiap anak berbeda, misal ketika
21 Wawancara pribadi dengan Ibu Nurbaiti 05 Mei 2021
22 Daniel Goleman, Emotional Intelligence; Kecerdasan Emosional, Penterjemah, T. Hermaya, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000), h.
135-136