BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN . 9
B. Kajian Pustaka
1. Skripsi karya Muh. Syam Yahya. S dengan judul “Pengaruh Non Performing Financing terhadap profitabilitas BNI Syariah di kota Makassar”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, tahun 2019.40 Penelitian ini mengangkat tentang Non Performing Financing (NPF) dalam melihat pengaruh yang diberikan terhadap profitabilitas yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini. Kurun waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dari tahun 2013 hingga 2017 dengan data yang di peroleh dari laporan keuangan di bank BNI Syariah yang ada di kota Makassar.
Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan dengan metode koefisien Kontingansi menjelaskan bahwa variabel (A) Non Performing Financing berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap variabel (B) Profitabilitas pada BNI Syariah di Kota Makassar. Hal ini dapat juga di artikan pula bahwa Non Performing Finance tidak mempunyai korelasi dengan profitabilitas. Kelebihan dari penelitian ini yakni terletak pada pendahuluan penelitian ini yang sudah cukup menggambarkan mengenai judul penelitian serta memiliki dasar penelitian dan fenomena yang cukup mendukung. Kekurangan
40 Muh. Syam Yahya. S, “Pengaruh Non Performing Financing terhadap profitabilitas BNI Syariah di kota Makassar”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Parepare, 2019).
penelitian ini terletak pada pembahasan mengenai teori serta variable dari penelitian dari penelitian ini sehingga membuat pembaca kurang dalam memahami isi penelitian yang dilakukan.
2. Skripsi karya Remmy Sari dengan judul “Pengaruh Rasio CAR dan BOPO Terhadap Profitabilitas (ROA) Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, tahun 2020.41 Penelitian ini mengangkat tentang rasio CAR dan BOPO sebagai variabel bebas (independen) dalam melihat pengaruhnya terhadap profitabilitas (ROA) yang menjadi variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini.
Kurun waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dari tahun 2014 hingga tahun 2019 dengan data yang di peroleh dari situs resmi Badan pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa CAR dan BOPO memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas BPRS, dan berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial (uji t) pada BPRS menunjukkan bahwa variabel CAR dan BOPO berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas BPRS. Kelebihan penelitian ini terletak pada pembahsan dan data yang disajikan terkait variabel yang diteliti dalam penelitian lengkap dan sudah jelas sehingga pembaca mudah memahami isi dari penelitian ini. Kekurangan penelitian ini terletak pada penggunaan spasi yang masih kurang tepat dan terdapan beberapa penulisan kata dan dan istilah yang masih kurang tepat sehingga perlu untuk dikoreksi atau diperbaiki kembali.
3. Skripsi karya Rizki Amalia dengan judul “Pengaruh Total Asset, BOPO dan NPF Terhadap Profitabilitas Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2011 – 2019”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, tahun 2021.42Penelitian ini
41 Remmy Sari, “Pengaruh Rasio CAR dan BOPO Terhadap Profitabilitas (ROA) Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, 2020).
42 Rizki Amalia, “Pengaruh Total Asset, BOPO dan NPF Terhadap Profitabilitas Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2011 – 2019”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Purwokerto, 2021).
mengangkat BOPO dan NPF sebagai variable independenya untuk mengetahui pengaruhnya terhadap profitabilitas dengan kurun waktu yang digunakan yaitu dari tahun 2011 hingga tahun 2019.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial total asset tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada Bank Syariah Mandiri periode 2011-2019. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas pada Bank Syariah Mandiri periode 2011-2019. Sedangkan NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada Bank Syariah Mandiri periode 2011-2019. Secara simultan total asset, BOPO dan NPF berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas Bank Syariah Mandiri periode 2011-2019.
Kelebihan penelitian ini terletak pada pendahuluan yang sudah cukup menggambarkan mengenai judul penelitian ditambah dengan table dicantumkan dalam pendahuluan terkait NPF dan BOPO yang membantu mendukung penelitian ini. Kelemahan penelitian ini terletak pada banyaknya penulisan kata-kata yang salah sehingga perlu dikoreksi kembali.
4. Artikel karya Misbahul Munir dengan judul “Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR dan Inflasi terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia”, Universitas Ahmad Dahlan, 2018.43 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Kurun waktu yang digunakan pada penelitian ini yaitu dari Juli 2015 hingga Agustus 2018.
Hasil dari penelitian ini berdasarkan dari hasil uji F dengan variabel independen meliputi CAR, NPF, FDR dan inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen ROA.
Sedangkan secara persial, berdasarkan uji T, variabel NPF berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Sementara variabel CAR, FDR dan inflasi tidak berpengaruh terhadap ROA. Kelemahan dari penelitian yakni pendahuluan yang sudah cukup memnggambarkan judul dari penelitian. Kelemahan penelitian ini terletak pada pembahasan mengenai teori dan variabel yang diteliti
43 Misbahul Munir, “Analisis Pengaruh CAR, NPF, FDR dan Inflasi terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia”, Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking, Vol. 1, No. 1&2, Juni-Desember 2018.
kurang lengkap sehingga pembaca kurang dalam memahami isi dari penelitian.
5. Artikel karya Miswar Rohansyah, Rachmawati dan Nita Hasnita dengan judul “Pengaruh NPF Dan FDR Terhadap ROA Bank Syariah Di Indonesia”, 44 Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Return On Asset (ROA) pada perbankan syariah di indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 7 perusahaan perbankan syariah dengan rentang waktu pengamatan dari tahun 2014 hingga tahun 2018.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. FDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA. Kemudian secara simultan variabel NPF dan FDR secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Kelebihan penelitian ini yakni terletak pada. kelemahannya terletak pada pembahasannya dimana table yang dicantumkan masih kurang jelas sehingga pembaca kurang bisa memehami isi dari penelitian ini.
C.Kerangka Berpikir
Kerangka berpikir digunakan oleh peneliti bertujuan untuk mempermudah pemahaman terkait variable yang akan diteliti atas rangkaian penelitian yang dilakukan. Semua variabel disusun dalam suatu kerangka yang memperlihatkan pola hubungan antar variabel yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu peneliti memiiki kerangka pemikiran sebagai berikut:
44 Miswar Rohansyah, Rachmawati, dan Nita Hasnita, “Pengaruh NPF Dan FDR Terhadap ROA Bank Syariah di Indonesia”, Robust: Research Business and Economics Studies, Vol. 1, No. 1, 2021.
Keterangan:
= Parsial = Simultan
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, peneliti berusaha untuk meneliti mengenai Capital adequacy ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), dan Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) sebagai variabel untuk mengukur Return On Asset (ROA).
D.Hipotesis Penelitian
1. Pengaruh CAR terhadap ROA
Capital adequacy ratio (CAR) adalah rasio kecukupan modal pada perbankan yang dapat mempengaruhi tingkat profitabilitas bank syariah. Alasan peneliti memilih variabel CAR sebagai variabel independen dikarenakan CAR merupakan indikator yang paling penting menurut Bank Indonesia untuk mengukur kinerja bank.45 Terdapat pengaruh yang positif antara rasio CAR dengan profitabilitas perbankan atau Return On Asset (ROA). Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap aktiva produktif yang berisiko. Hal ini didukung juga oleh penelitian yang
45 Yuwita Ariessa Pravasanti, “Pengaruh NPF Dan FDR…, hlm. 149.
NPF (X2)
BOPO (X3) CAR (X1)
ROA (Y) H1
H2
H3
H4
dilakukan oleh Yonira Bagiani Alifah (2014)46 dan Uli Saida (2019)47 yang menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap ROA.
Berdasarkan deskripsi diatas, hipotesis dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut:
Hipotesis Alternatif (Ha1) : CAR berpengaruh positif terhadap ROA pada Bank Muamalat Indonesia.
2. Pengaruh NPF terhadap ROA
Non Performing Financing (NPF) merupakan pembiayaan macet, ini sangat berpengaruh terhadap laba bank syariah. NPF erat kaitannya dengan pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah kepada nasabahnya. Apabila NPF menunjukkan nilai yang rendah diharapkan pendapatan akan meningkat sehingga laba yang dihasilkan akan meningkat, namun sebaliknya apabila nilai NPF tinggi maka pendapatan akan menurun sehingga laba yang didapat akan turun.48 Arah hubungan yang timbul antara NPF terhadap ROA adalah negatif, karena apabila NPF tinggi maka akan berakibat menurunnya pendapatan dan akan berpengaruh pada menurunnya ROA yang didapat oleh bank syariah. Hal ini didukung juga oleh penelitian yang dilakukan oleh Elok Maulidatul Hasanah (2017)49 dan Siti Fatimah (2017)50 yang menyatakan bahwa NPF berpengaruh
46 Yonira Bagiani Alifah, “Pengaruh CAR, NPL, BOPO, dan LDR Tehadap Profitabilitas Bank (ROA) Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2012”, (Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2014), hlm. 87.
47 Uli Saida, “Pengaruh Non Performing Financing (NPF) Dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas Dengan Financing To Deposit Ratio (FDR) Sebagai Variabel Intervening Pada Bank Syariah di Indonesia (Periode 2014- 2018)”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Salatiga, 2019), hlm. 73.
48 Agung Yulianto dan Slamet Riyadi, “Pengaruh Pembiayaan Bagi Hasil, Pembiayaan Jual Beli, Financing To Deposit Ratio (FDR) Dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia”, Accounting Analysis Journal, Vol. 3 , No. 4, 2014, hlm. 469.
49 Elok Maulidatul Hasanah, “Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas (ROA) Dengan Financing To Deposit Ratio (FDR) Sebagai Variabel Intervening Pada Bank Umum Syariah (periode 2012-2016)”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Salatiga, 2017), hlm. 64.
50 Siti Fatimah, “Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF) Dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Terhadap
negatif terhadap ROA. Berdasarkan deskripsi tersebut, hipotesis kedua penelitian ini adalah:
Hipotesis Alternatif (Ha2) : NPF berpengaruh negatif terhadap ROA pada Bank Muamalat Indonesia.
3. Pengaruh BOPO terhadap ROA
Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional (BOPO) sangat diperlukan untuk memperkirakan efektivitas yang terjadi pada bank terutama menegenai tingkat efisiensi saat pihak bank melaksanakan operasi kegiatan. Rasio BOPO di perlukan dalam mengukur kemampuan pendekatan operasional untuk menutup biaya operasional, kondisi kinerja bank dapat dilihat dari nilai BOPO pada bank. Kerugian yang terjadi atas kegagalan produk dan jasa yang ditawarkan menyebabkan adanya resiko operasional. Apabila rasio BOPO kecil maka Return On Asset (ROA) pada bank menjadi rendah begitupun sebaliknya jika nilai rasio BOPO meningkat maka dapat mengakibatkan pendapatan masuk berkurang dan biaya yang dikeluarkan semakin besar.51 Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Rizki Amalia(2021)52 dan Lilik Sriwahyuni (2020)53 yang menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA.
Berdasarkan deskripsi tersebut, hipotesis ketiga pada penelitian ini adalah:
Hipotesis Alternatif (Ha3) : BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA pada Bank Muamalat Indonesia.
Profitabilitas Pada Bank Mega Syariah, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, 2017), hlm. 65.
51 Aprilia Nur Azizah dan Gusganda Suria Manda, “Pengaruh CAR dan BOPO Terhadap Return On Assets Bank Umum Syariah Tahun 2015- 2019”, JEMPER (Jurnal Ekonomi Manajemen Perbankan), Vol. 3, No. 2, Juli 2021, hlm. 82.
52 Rizki Amalia dengan, “Pengaruh Total Asset, BOPO dan NPF Terhadap Profitabilitas Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2011 – 2019”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto, Purwokerto, 2021), hlm.70.
53 Lilik Sriwahyuni, “Pengaruh Biaya Operasioanal Dan Pendapatan Operasional (BOPO), Financing To Deposit Ratio (FDR) dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank BRI Syariah”, (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, Ponorogo, 2020), hlm. 73.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A.Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif yang menggunaka data primer yang diperoleh dari laporan keuangan yang dipublikasikan oleh bank di website. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kuantitatif asosiatif yaitu penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.54 Hubungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hubungan kausal, hubungan kausal adalah hubungan sebab akibat, yang terdiri dari variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dengan variabel dependen (variabel yang dipengaruhi).55 Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui pengaruh dari variabel CAR, NPF dan BOPO terhadap variabel ROA pada Bank Muamalat Indonesia.
B.Populasi dan Sempel 1. Populasi
Populasi merupakan suatu generalisasi yang meliputi obyek serta subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dengan demikian, populasi bukan hanya manusia, tetapi juga obyek dan benda alam lainnya. Populasi bukan sekedar jumlah obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi mencakup semua ciri atau sifat yang dimiliki oleh obyek dan subyek tersebut.56 Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data keuangan Bank Muamalat Indonesia dari tahun 2014 hingga 2021.
2. Sampel
Sampel adalah bagian populasi atau sejumlah anggota populasi yang mewakili karakteristik populasi. Sebagaimana karakteristik populasi, sampel yang mewakili populasi adalah sampel yang benar- benar terpilih sesuai dengan karakteristik populasi itu. Sampling
54 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 57.
55 Ibid., hlm. 59.
56 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016, cet. 24), hlm. 80.
adalah kegiatan menentukan sampel.57 Adapun teknik dalam menentukan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik purposive ini dipandang lebih mampu menangkap kelengkapan dan kedalaman data di dalam menghadapi realitas yang tidak tunggal. Oleh sebab itu pilihan sampel diarahkan pada sumber data yang dipandang memiliki informasi penting yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti.58 Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan triwulan Bank Muamalat Indonesia pada periode 2014 hingga 2021 yang telah dipublikasikan oleh Bank Muamalat Indonesia yaitu sebanyak 32 sampel.
C.Variabel Penelitian
Dalam melakukan penelitian tentunya harus ada objek yang diteliti. Objek penelitian dapat berupa orang, benda, transaksi, atau kejadian.Selanjutnya, sekumpulan objek yang dipelajari tadi dinamakan populasi.59 Adapun variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:60 1. Variabel bebas (independent variable), adalah variabel yang menjadi
penyebab atau memiliki kemungkinan teoritis berdampak pada variabel lain. Variabel bebas umumnya dilambangkan dengan huruf X. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah CAR yang diberi simbol X1, NPF yang diberi simbol X2 dan BOPO yang diberi simbol X3.
2. Variabel tak bebas/terikat (dependent variable) adalah variabel yang secara struktur berpikir keilmuan menjadi variabel yang disebabkan oleh adanya perubahan variabel lainnya. Variabel tak bebas ini menjadi. “…primaryinterest to the researcher” atau persoalan pokok bagi peneliti, yang selanjutnya menjadi objek penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah ROA yang diberi simbol Y.
57 Ibid., hlm. 85.
58 Farida nugrahani, Metode Penelitian Kualitatif Dalam Penelitian Pendidikan Bahasa, (Solo: Cakra Books, 2014), hlm. 102.
59 Hardani dkk., Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif, (Yogyakarta: CV.
Pustaka Ilmu, 2020), hlm. 303.
60 Ibid., hlm. 305-306.
D.Desain Penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dalam hal ini, komponen desain dapat mencakup semua struktur penelitian diawali saat menemukan ide, menentukan tujuan, kemudian merencanakan penelitian (permasalahan, merumuskan, menentukan tujuan penelitian, sumber informasi dan melakukan kajian dari berbagai pustaka, menentukan metode yang digunakan, analisis data dan menguji hipotesis untuk mendapatkan hasil penelitian).61
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh CAR, NPF dan BOPO terhadap profitabilitas (ROA) di Bank Muamalat.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian yang banyak menggunakan angka, mulai dari proses pengumpulan data, analisis data dan penampilan data. Pendekatan kuantitatif menekankan analisis pada data angka yang kemudian dianalisis dengan metode statistik yang sesuai. Penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengukur data yang dikumpulkan dan menggunakan beberapa jenis analisis statistik terhadap beberapa sampel yang representatif.62 Alat bantu yang peneliti gunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini yaitu SPSS 22 dan Microsoft Excel 2019.
E.Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berdasarkan pada data primer. Data primer merupakan data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti sendiri dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.63 Data primer ini digunakan oleh peneliti untuk diproses lebih lanjut, misalnya data kinerja perbankan nasional yang dikeluarkan oleh suatu badan riset. Dalam penelitian ini data primer yang digunakan berupa laporan keuangan Bank Muamalat Indonesia yang diperoleh langsung dari website resmi Bank Muamalat Indonesia dalam kurun waktu tahun 2014 hingga tahun 2021 baik laporan keuangan per- triwulan dan tahunan.
61 Juliansyah Noor, Metodelogi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2013), hlm. 108.
62 Hardani dkk., Metode Penelitian Kualitatif…, hlm. 398.
63 Sofyan Siregar, Statistic Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif, (Jakarta:
PT. Bumi Aksara, 2014), hlm. 37.
F.Teknik Pengumpulan data
Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi. Dokumentasi merupakan pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.64 Metode ini dibutuhkan pada penelitian kuantitatif untuk menguatkan data yang dibutuhkan pada penelitian ini. Dokumen itu dapat berbentuk teks tertulis, artafacts, gambar, maupun foto. Dokumen tertulis dapat pula berupa sejarah kehidupan (life histories), biografi, karya tulis, dan cerita.65 Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah laporan keuangan Bank Muamalat Indonesia dalam jangka waktu tahun 2014 hingga tahun 2021 yang diterbitkan di website resmi Bank Muamalat Indonesia.
G.Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan suatu cara untuk menganalisa data yang diperoleh dengan tujuan untuk menguji rumusan masalah. Peneliti harus memastikan pola analisis mana yang akan digunakan sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan, baik data yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Berikut beberapa analisis data yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Uji Analisis Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas berguna untuk membuktikan data dari sampel yang dimiliki berasal dari populasi berdistribusi normal atau data populasi yang dimiliki berdistribusi normal. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuktikan suatu data berdistribusi normal atau tidak. Banyak jenis uji statistik normalitas yang dapat digunakan diantaranya Kolmogorov Smirnov, Lilliefors, Chi- Square atau Shapiro Wilk.66
64 Hardani dkk., Metode Penelitian Kualitatif…, hlm. 149.
65 Muri Yusuf, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan,
(Jakarta: Prenada Media, 2016), hlm. 391.
66 Tri Cahyono, Statistik Uji Normalitas, (Purwokerto: Yayasan Sanitarian Banyumas (Yasamas), 2015), hlm. 1-2.
Dalam penelitian ini uji statistik normalitas yang digunakan adalah Kolmogorov Smirnov. teknik Kolmogorov Smirnov termasuk statistik non-parametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sempel independen bila datanya bertipe ordinal yang tersusun pada table distribusi frekuensi kumulatif.
Kriteria pengambilan dengan pendekatan Kolomogrov Smirnov adalah Bila angka Sig. Lebih besar atau sama dengan 0,05, maka data tersebut berdistribusi normal, tetapi apabila kurang, maka data itu tidak berdistribusi normal.67
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolonearitas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terdapat atau terjadi korelasi, maka terdapat masalah multikolinearitas (multiko). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen.68 Variabel orthogonal adalah variabel bebas (independen) yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol (0). Dengan menggunakan besaran Tolerance (α) dan Variance Inflation Factor (VIF). Ketentuan-ketentuan tersebut sebagai berikut:
1) Variabel bebas mengalami multikolonieritas, jika VIF hitung
> VIF dan α hitung < α.
2) Variabel bebas tidak mengalami multikolonieritas, jika jika VIF hitung < VIF dan α hitung > α.
Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas di dalam model regresi adalah sebagai berikut:
1) Mempunyai nilai tolerance lebih tinggi atau diatas (>) 0,1 2) Mempunyai VIF lebih rendah atau dibawah (<)10.
c. Uji Autokorelasi
Menurut Imam Ghozali, uji autokolerasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada kolerasi antara kesalahan pengganggu (residual) pada periode t dengan kesalahan
67 Ali Anwar, Statistika Untuk Penelitian Pendidikan Dan Aplikasinya Dengan SPSS Dan Excel, (Kediri: IAIT Press, 2009), hlm. 88-89.
68 Ce Gunawan, Regresi Linear Berganda Tutorial SPSS lengkap, (Sukabumi:
Skripsi Bisa, 2019), hlm. 48.
pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi autokolerasi maka dinamakan ada problem autokolerasi.69 Pada penelitian ini, untuk mengetahui ada atau tidaknya autokorelasi digunakan uji Durbin Wastin (DW) dimana nilai DW kemudian dibandingkan dengan nilai d-tabel sehingga dapat menghasilkan kesimpulan dengan kriteria sebagai berikut:70
Deteksi Autokorelasi Positif:
1) Jika d < dL maka terdapat autokorelasi positif 2) Jika d > dU maka tidak terdapat autokorelasi positif
3) Jika dL < d < dU maka pengujian tidak ada kesimpulan yang pasti
Deteksi Autokorelasi Negatif:
1) Jika (4-d) < dL maka terdapat autokorelasi negative 2) Jika (4-d) > dU maka tidak terdapat autokorelasi negative 3) Jika dL < (4-d) < dU maka pengujian tidak ada kesimpulan
yang pasti Keterangan:
d = Nilai Durbin-Watson dL = Batas bawah DW dU = Batas atas DW
Dapat diartikan bahwa bila nilai DW lebih besar dari batas atas atau upper bound (du) dan kurang dari (4-du) berarti tidak ada autokorelasi dan sebaliknya jika nilainya mendekati 2 maka terjadi autokorelasi.
d. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi atau terdapat ketidaksamaan varian dari rersidual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari nilai residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut dengan Homokedastisitas. Dan jika varian berbeda dari satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya, maka
69 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Progam SPSS, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), hlm. 110.
70 Echo Perdana K., Olah Data Skripsi Dengan SPSS 22, Pangkal Pinang: LAB KOM MANAJEMEN FE UBB, 2016, hlm. 52.