BAB III STUDI KASUS
3.1 Laporan Studi Kasus
3.1.2 Kasus 2
a. Data Umum
Tanggal Pengkajian : 26 Maret 2024
1) Nama Kepala Keluarga : Tn. H
2) Usia : 69 Tahun
3) Alamat : Cirebon Girang, Talun
4) Pekerjaan Kepala Keluarga : Staff Desa 5) Pendidikan Kepala Keluarga : SMP
6) Status Keehatan : Sakit
7) Komposisi Keluarga
Tabel 4.10
Komposisi keluarga Tn. H No Nama L/P Hub.dg
KK Usia Pendidikan Pekerjaan Status Kesehatan
1. Ny. N P Istri
53 Tahu
n SMA IRT Sehat
8) Genogram
Bagan 4.2
Genogram Keluarga Tn.H
9) Tipe Keluarga
Tipe keluarga ini merupakan middle age atau elderly karena Tn. A hanya tinggal berdua dengan Ny. K dan anak terakhir sudah memiliki rumah tangga sendiri Suku Bangsa
10) Suku Bangsa
Keluarga Tn. H mengatakan berasal dari suu sunda dan bangsa Indonesia, adat istiadat sunda dan Bahasa yang digunakan sehari hari yaitu Bahasa Indonesia.
11) Agama
Tn. Mengatakan seluruh keluarganya beragama Islam.
12) Status Sosial
Tn. H mengatakan penghasilan perbulan yang didapat yaitu kurang lebih 2.000.000/bulan yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari dengan istrinya.
13) Rekreasi
Tn. H mengatakan keluarga nya jarang melakukan rekreasi, keluarganya biasa menghabiskan waktu dirumah.
b. Riwayat Tahap Perkembangan
1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tn.A mengatakan tahap perkembangan keluarganya saat ini adalah tahap keluarga lansia karena semua anaknya sudah menikah dan anak terakhir sudah memiliki rumah tangga sendiri.
2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi tidak ada karena anak terakhir Tn. H sudah menikah dan memiliki keluarga.
3) Riwayat kesehatan keluarga
Tn. H mengatakan menderita diabetes mellitus sejak 2 tahun yang lalu, dan jarang memeriksakan kesehatannya. Tn. A mengatakan badan terasa pegal dan lemas. Sedangkan untuk riwayat kesehatan anggota keluarga lainnya yaitu Ny. K menderita Hipertensi.
4) Riwayat kesehatan sebelumnya
Tn. A mengatakan sebelumnya tidak mempunyai penyakit keturunan yaitu diabetes mellitus serta tidak memiliki penyakit menular seperti, HIV, Hepatitis, TBC dan lainnya. Tn. H pernah di operasi Prostat.
c. Keadaan Lingkungan 1) Karakteristik rumah
Luas rumah Tn. H adalah 12 x 8 (96 m²), tipe rumah permanen, kamar 4, ruang tamu 1, ruang keluarga 1, kamar mandi 1, dapur 1, rumah Tn.
A menghadap ke selatan , mendapat cahaya matahari yang cukup, terdapat ventilasi udara atau jendela, kebersihan rumah bersih, lantai rumah bersih, sumber pdam, toilet di dalam rumah, menggunakan jamban sehat, tersedia tempat pembuangan sampah terbuka.
Gambar 4.1
Denah Rumah Keluarga Tn. A
2) Karakteristik komunitas
Tn.H mengatakan mayoritas tetangganya merupakan suku Sunda dengan adat istiadat budaya Sunda, berpendidikan mayoritas SD/SMP dan beragama Islam.
3) Interkasi dengan komunitas
Tn.H mengatakan sering berkumpul bersama keluarga serta sering berkomunikasi dengan tetangga sekitar. Tn.H mengatakan jarang menggunakan fasilitas kesehatan, jika ada yang sakit saja, begitupun tetangga dan masyarakat disekitar rumahnya juga jarang memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan karena merasa tidak ada keluhan.
4) Sistem pendukung keluarga
Sistem pendukung keluarga : Tn. H mengatakan antar anggota keluarga inti (ayah, ibu dan anak) saling membantu satu sama lain, begitu juga saudara-saudara dari Ny. K dan Tn.H atau tetangga mau membantu jika ada masalah. Fasilitas kesehatan seperti klinik dan Puskesmas cukup dekat dan terjangkau, bisa menggunakan motor atau mobil angkot serta kendaraan umum lainnya.
d. Struktur Keluarga
1) Pola Komunikasi Keluarga
Tn.H mengatakan komunikasi yang terjalin dalam keluarga dilakukan secara langsung antar anggota keluarga.
2) Struktur Kekuatan Keluarga
Tn.H mengatakan dalam keluarga dirinya adalah sebagai penentu mengambil keputusan dalam setiap ada masalah keluarga baik masalah ekonomi, sosial maupun kesehatan
3) Peran Keluarga
Tn.H mengatakan dirinya sebagai kepala keluarga sementara Ny.N berperan sebagai seorang istri dan seorang ibu bagi anak-anak serta berdagang.
4) Norma/Nilai Keluarga
Tn. H mengatakan nilai atau norma yang dianut keluarga yaitu bahwa setiap ada masalah pasti ada solusinya, saling tolong menolong diterapkan pada anggota keluarga.
e. Fungsi Keluarga 1) Fungsi Afektif
Tn.H mengatakan keluarganya harmonis, saling tolong menolong dan saling menghargai diantara anggota keluarga serta saling membantu jika ada masalah.
2) Fungsi Social
Tn. H mengatakan hubungan antar anggota keluarga baik, saling komunikasi antar anggota keluarga dan mempunyai nilai hidup bahwa setiap ada masalah pasti ada solusinya.
3) Fungsi Keperawatan Kesehatan
- Kemampuan Keluarga Mengenal Masalah :
Tn. H mengatakan tidak tahu tentang penyakit diabetes mellitus yang di derita Tn. H.
- Kemampuan Keluarga Mengambil Keputusan :
Tn.H mengatakan keluarganya melakukan musyawarah untuk mengambil keputusan ketika ada masalah.
- Kemampuan Keluarga Merawat Anggota yang Sakit :
Tn. H mengatakan saat sakit dirinya dirawat oleh istri dan anaknya, namun keluarganya belum tahu pasti cara perawatan yang tepat dan benar sehingga melakukan perawatan secara sederhana.
- Kemampuan Keluarga Memodifikasi Lingkungan :
Tn.H mengatakan keluarganya mampu memodifikasi lingkungan yang sesuai kesehatan
- Kemampuan Keluarga Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan :
Tn.H mengatakan keluarganya kurang mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan karena terkendala kendaraan sehingga jarang memeriksakan kesehatannya.
4) Fungsi Reproduksi
Tn.H mengatakan memiliki 3 orang anak, keluarga Tn.H sudah tidak melakukan program KB.
5) Fungsi Ekonomi
Tn.H mengatakan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti
pangan (makan) papan (rumah) dan sandang (pakaian).
f. Stress dan Koping Keluarga 1) Stressor yang Dimiliki
Stressor Jangka Pendek : Tn.H mengatakan khawatir dengan kondisi kesehatannya yang mana kadar gula darah nya tidak stabil
Stressor Jangka Panjang : Tn.H mengatakan khawatir ketika ia sakit tidak bisa membantu istrinya berdagang untuk membantu menambah penghasilan keluarga untuk biaya hidup sehari-hari.
2) Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Respon
Tn.H mengatakan keluarganya selalu minum obat saat memiliki masalah kesehatan walaupun dengan obat warung biasa.
3) Strategi Koping yang Dilakukan
Tn.H mengatakan selalu berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang ada.
4) Strategi Adaptasi yang Disfungsi
Tn. H mengatakan tidak menggunakan kekerasan saat menyelesaikan masalah dalam keluarga
g. Pemeriksaan Fisik
Tabel 4.11
Pemeriksaan Fisik Keluarga Tn. H Pemeriksaan
Fisik
Hasil
Tn. A Ny. N
Keadaan Umum, Tingkat
Kesadaran,
Tampak lemas, kesadaran compos mentis
TD : 120/85 mmHg
Baik, kesadaran compos mentis
TD : 117/80 mmHg
Tanda-tanda Vital, GCS
N : 85x/menit RR : 16x/menit S : 36,4°C TB : 158 cm BB : 60 kg GDP : 195 mg/dl
N : 83x/menit RR : 18x/menit S : 36,3°C TB : 155 cm BB : 50 kg GDP : 78 mg/dl Kepala Rambut berwarna hitam,
kulit kepala tampak bersih, tidak terdapat nyeri tekan, tidak ada benjolan, terdapat uban
Rambut berwarna hitam, kulit kepala tampak bersih, tidak terdapat nyeri tekan, tidak ada benjolan, terdapat uban
Mata Bentuk bola mata bulat, sklera tidak ikterik, penglihatan normal, reflex pupil mengecil ketika diberikan cahaya, tidak menggunakan kacamata, konjungtiva an anemis
Bentuk bola mata bulat, sklera tidak ikterik, penglihatan normal, reflex pupil mengecil ketika diberikan cahaya, tidak menggunakan kacamata, konjungtiva an anemis Hidung Bentuk hidung simetris,
mukosa hidung lembab, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak terdapat sekret
Bentuk hidung simetris, mukosa hidung lembab, tidak ada nyeri tekan, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak terdapat sekret Telinga Tidak ada nyeri tekan, tidak
ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran, tidak ada benjolan
Tidak ada nyeri tekan, tidak ada serumen, tidak ada gangguan pendengaran, tidak ada benjolan
Mulut Mulut tampak bersih, mukosa bibir lembab, gigi tampak bersih, terdapat gigi berlubang
Mulut tampak bersih, mukosa bibir lembab, gigi tampak bersih, terdapat gigi berlubang
Leher Tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat pembengkakan ,
Tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat pembengkakan ,
tidak terdapat adanya distensi vena jugularis, tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, terdapat reflek menelan, tidak ada pembesaran
tidak terdapat adanya distensi vena jugularis, tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, terdapat reflek menelan, tidak ada pembesaran
Dada Pergerakkan dada simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada retraksi dinding dada, bunyi napas vesikuler, tidak ada bunyi napas tambahan, terdapat bunyi sonor
Pergerakkan dada simetris, tidak ada nyeri tekan, tidak ada retraksi dinding dada, bunyi napas vesikuler, tidak ada bunyi napas tambahan, terdapat bunyi sonor
Abdomen Tidak ada bekas luka, tidak ada distensi abdomen, tidak ada nyeri tekan, bising usus 8x/menit
Tidak ada bekas luka, tidak ada distensi abdomen, tidak ada nyeri tekan, bising usus 8x/menit
Ekstremitas Ekstremitas atas dan bawah simetris, pergerakkan sendi baik, tidak terdapat edema, tidak ada nyeri, CRT < 2 detik,
ROM 5 5 5 5
Ekstremitas atas dan bawah simetris, pergerakkan sendi baik, tidak terdapat edema, tidak ada nyeri, CRT < 2 detik,
ROM 5 5 5 5
h. Harapan Keluarga
Tn.H mengatakan mempunyai harapan Tn. H bisa sembuh serta diberikan rezeki agar dapat membiayai kehihupan sehari-hari dirinya dan istrinya i. Pengkajian Khusus Gerontik
1) KATZ Indeks
No Aktivitas Mandiri Tergantung
1. Mandi Mandiri:
Bantuan hanya pada satu bagian mandi (seperti punggung atau ekstremitas yang tidak mampu) atau mandi sendiri
sepenuhnya Tergantung:
Bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh, bantuan masuk dan keluar dari bak mandi, serta tidak mandi
Sendiri
√
2. Berpakaian Mandiri:
Mengambil baju dari lemari, memakai pakaian, melepaskan pakaian,
mengancingi/mengikat pakaian.
Tergantung:
Tidak dapat memakai baju sendiri atau hanya sebagian
√
3. Ke Kamar Kecil Mandiri:
Masuk dan keluar dari kamar kecil kemudian membersihkan genetalia sendiri
Tergantung:
Menerima bantuan untuk masuk ke kamar kecil dan menggunakan pispot
√
4. Berpindah Mandiri:
Berpindah ke dan dari tempat tidur untuk duduk, bangkit dari kursi sendiri
√
Bergantung:
Bantuan dalam naik atau turun dari tempat tidur atau kursi, tidak melakukan satu, atau lebih perpindahan
5. Kontinen Mandiri:
BAK dan BAB seluruhnya dikontrol sendiri Tergantung:
Inkontinensia parsial atau total;
penggunaan kateter,pispot, enema dan pembalut ( pampers )
√
6. Makan Mandiri:
Mengambil makanan dari piring dan menyuapinya sendiri
Bergantung:
Bantuan dalam hal mengambil makanan dari piring dan menyuapinya, tidak makan sama sekali, dan makan parenteral (NGT)
√
Keterangan :
Beri tanda (√) pada point yang sesuai kondisi klien.
Analisis hasil :
Nilai A : Kemandirian dalam hal makan, kontinen (BAK/BAB), berpindah, kekamar kecil, mandi dan berpakaian.
Nilai B : Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut
Nilai C : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan
Nilai D : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, dan satu fungsi tambahan
Nilai E : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi tambahan.
Nilai F : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
Nilai G : Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut
Interpretasi : Nilai A karena klien dapat melakukan semuanya secara mandiri.
2) SPMSQ N
o Item pertanyaan Benar Salah
1 Jam berapa sekarang ? √
2 Tahun berapa sekarang? √
3 Kapan bapak/ibu lahir √
4 Berapa umur bapak/ibu sekarang? √
5 Dimana alamat bapak/ibu sekarang? √ 6 Berapa jumlah anggota keluarga yang tinggal
bersama bapak/ibu? √
7 Siapa nama anggota keluarga yang tinggal
bersama bapak/ibu? √
8 Tahun berapa hari kemerdekaan indonesia? √ 9 Siapa nama presiden republik indonesia
sekarang? √
10 Coba hitung terbalik dari angka 20 ke 1? √
JUMLAH 10 0
Analisis hasil :
Salah 0 – 3 : fungsi intelektual utuh
Salah 4 – 5 : fungsi intelektual kerusakan ringan Salah 6 – 8 : fungsi intelektual kerusakan sedang Salah 9 – 10 : fungsi intelektual kerusakan berat
Interpretasi : salah 0 yang berarti fungsi intelektual utuh 3) MMSQ
N
o Item pertanyaan Bena
r (1)
Sala h (0) 1 ORIENTASI
1. Tahun berapa sekarang? √
2. Musim apa sekarang? √
3. Tanggal berapa sekarang? √
4. Hari apa sekarang? √
5. Bulan apa sekarang? √
6. Di negara mana anda tinggal? √ 7. Di provinsi mana anda tinggal? √ 8. Di kabupaten mana anda tinggal? √ 9. Di kecamatan mana anda tinggal? √ 10. Di desa mana anda tinggal? √ 2 REGISTRASI
Minta klien menyebutkan 3 objek
11. Meja √
12. Kursi √
13. Motor √
3 PERHATIAN DAN KALKULASI
Minta klien mengeja 5 kata dari belakang, misal “BAPAK”
14. K √
15. A √
16. P √
17. A √
18. B √
4 MENGINGAT
Minta klien untuk mengulang 3 objek
19. √
20. √
21. √
5 BAHASA
e. Penamaan
Tunjukkan 2 benda minta klien menyebutkan :
22. Jam tangan √
23. Pensil √
f. Pengulangan
Minta klien mengulangi 3 kalimat berikut :
24. “tak ada jika, dan, atau, tetapi” √ g. Perintah 3 langkah
25. Ambil kertas ! √
26. Lipat dua ! √
27. Taruh di lantai ! √
h. Turuti hal berikut
28. Tutup mata √
29. Tulis satu kalimat √
30. Salin gambar √
JUMLAH 30
Analisis hasil :
Nilai < 21 : kerusakan kognitif Interpretasi :
Jumlah nilai 30 yang berarti tidak terjadi kerusakan kognitif 4.1.2.2 Diagnosis Keperawatan Keluarga
a. Analisa Data
Tabel 4.12
Analisa Data Keluarga Tn. H N
o Data Masalah Penyebab
1 Data subyektif : Tn. H mengatakan badannya terasa lemas
Data obyektif : TD : 130/80 mmHg N : 94x/menit RR : 15x/menit S : 36,4°C TB : 167 cm BB : 60 kg GDS : mg/dl
Ketidakstabilan kadar glukosa darah pada Tn. H keluarga Tn. H
Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit diabetes mellitus tipe II.
2 Data Subyektif : Tn. H mengatakan khawatir dengan penyakitnya dan khawatir mengenai biaya biaya hidup sehari hari
Ansietas pada Tn.H keluarga Tn.
H
Ketidakmampuan keluarga Tn. H merawat anggota keluarga yang sakit.
diabetes mellitus tipe II.
Data Objektif : Tn. A tampak gelisah dan tegang
3 Data Subjektif:
Tn. H mengatakan sulit mengatur waktu dalam menjalani program
perawatan/pengobata n ke fasilitas kesehatan
Data Obyektif :
Klien gagal
melakukan tindakan untuk mengurangi faktor resiko, tampak menyepelekan
kemungkinan
komplikasi akibat penyakit yang di
derita, gagal
menerapkan program perawatan/pengobata n dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas hidup (pola makan) sehari-hari tidak
efektif untuk
memenuhi tujuan kesehatan
Manajemen Kesehatan
Keluarga Tn. H Tidak Efektif
Ketidakmampuan keluarga Tn. H memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
b. Rumusan Diagnosis Keperawatan
1) Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn. H 2) Ansietas pada Tn. H keluarga Tn. H
4) Manajemen Kesehatan Keluarga Tn. H Tidak Efektif c. Scoring Masalah Kesehatan
Masalah Keperawatan 1 : Ketidakstabilan kadar glukosa darah pada Tn. H keluarga Tn. H
Tabel 4.13
Skoring Masalah Keperawatan Keluarga Tn. H : Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
N
o Kriteria Sko
r Bobot Pembenaran
1 Sifat masalah Skala : - Aktual
- Resiko - Keadaan
sejahtera/diagnosis sehat
3 2 1
(1) 3/3 x 1 = 1
Klien dan keluarga menyadari masalah yang dirasakan selama 2 minggu dan memerlukan tindakan segera
2 Kemungkinan masalah dapat diubah Skala :
- Mudah - Sebagian - Tidak dapat
2 1 0
(2)
½ x 2 = 1
Klien mengerti cara pengelolaan diabetes mellitus tipe II dengan mengkonsumsi obat, memiliki biaya untuk berobat, terdapat petugas kesehatan di sekitar tempat tinggal klien dan jarak ke fasilitas kesehatan cukup dekat dan terjangkau 3 Potensial masalah untuk
dicegah Skala : - Tinggi - Cukup - Rendah
3 2 1
(1) 2/3 x 1 = 2/3
Klien tidak mengalami komplikasi, diabetes sejak 6 tahun yang lalu, mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah dan termasuk kedalam kelompok beresiko
4 Menonjolnya masalah Skala :
- Segera - Tidak segera - Tidak dirasakan
2 1 0
(1) 2/2 x 1 =
1
Klien dan keluarga menyadari pentingnya masalah untuk segera diatas
Jumlah 4 2/3
Masalah Keperawatan 2 : Gangguan mobilitas fisik pada Tn. H keluarga Tn. H Tabel 4.14
Skoring Masalah Keperawatan Keluarga Tn. H : Ansietas N
o
Kriteria Sko r
Bobot Pembenaran
1 Sifat masalah Skala : Klien dan keluarga
- Aktual - Resiko - Keadaan
sejahtera/diagnosis sehat
3 2 1
(1) 3/3 x 1 = 1
menyadari masalah yang dirasakan selama 2 minggu dan memerlukan tindakan segera
2 Kemungkinan masalah dapat diubah Skala :
- Mudah - Sebagian - Tidak dapat
2 1 0
(2)
½ x 2 = 1
Klien mengerti cara pengelolaan diabetes mellitus tipe II dengan mengkonsumsi obat, memiliki biaya untuk berobat, terdapat petugas kesehatan di sekitar tempat tinggal klien dan jarak ke fasilitas kesehatan cukup dekat dan terjangkau 3 Potensial masalah untuk
dicegah Skala : - Tinggi - Cukup - Rendah
3 2 1
(1) 2/3 x 1 = 2/3
Klien tidak mengalami komplikasi, diabetes sejak 6 tahun yang lalu, mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah dan termasuk kedalam kelompok beresiko
4 Menonjolnya masalah Skala :
- Segera - Tidak segera - Tidak dirasakan
2 1 0
(1) 2/2 x 1 =
1
Klien dan keluarga menyadari pentingnya masalah untuk segera diatas
Jumlah 4 2/3
Masalah Keperawatan 3 : Manajemen Kesehatan Keluarga Tn. H Tidak Efektif Tabel 4.15
Skoring Masalah Keperawatan Keluarga Tn. H : Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif
N
o Kriteria Sko
r Bobot Pembenaran
1 Sifat masalah Skala : - Aktual
- Resiko - Keadaan
sejahtera/diagnosis sehat
3 2 1
(1) 3/3 x 1 = 1
Klien dan keluarga menyadari masalah yang dirasakan selama 2 minggu dan memerlukan tindakan segera
2 Kemungkinan masalah Klien mengerti cara
dapat diubah Skala : - Mudah
- Sebagian - Tidak dapat
2 1 0
(2)
½ x 2 = 1
pengelolaan diabetes mellitus tipe II dengan mengkonsumsi obat, memiliki biaya untuk berobat, terdapat petugas kesehatan di sekitar tempat tinggal klien dan jarak ke fasilitas kesehatan cukup dekat dan terjangkau
3 Potensial masalah untuk dicegah Skala :
- Tinggi - Cukup - Rendah
3 2 1
(1) 2/3 x 1 = 2/3
Klien tidak mengalami komplikasi, diabetes sejak 6 tahun yang lalu, mengkonsumsi obat penurun kadar gula darah dan termasuk kedalam kelompok beresiko
4 Menonjolnya masalah Skala :
- Segera - Tidak segera - Tidak dirasakan
2 1 0
(1) 2/2 x 1 = 1
Klien dan keluarga menyadari pentingnya masalah untuk segera diatas
Jumlah 4 2/
3
d. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah
4) Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn. H keluarga Tn. H berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit diabetes mellitus tipe II
5) Ansietas pada Tn. H keluarga Tn. H berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit diabetes mellitus tipe II
6) Manajemen Kesehatan Keluarga Tn.H Tidak Efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. H memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
e. Intervensi Keperawatan
Tabel 4.16
Intervensi Keperawatan Keluarga Tn. H N
o
Diagnosa keperawatan
Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
Umum Khusus Kriteria Standar
1 Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn. H keluarga Tn. H berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit diabetes mellitus tipe II
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kadar glukosa darah stabil
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan Selama 5 kali kunjungan diharapkan :
- Keluarga mampu mengenal masalah - Keluarga
mampu mengambil keputusan - Keluarga
mampu merawat anggota keluarga yang sakit
Pengetahuan
Sikap/
respon verbal
Keluarga dapat menyebutkan
- Pengertian diabetes mellitus tipe II
- Penyebab diabetes mellitus tipe II - Tanda dan gejala
diabetes mellitus tipe II
- Akibat diabetes mellitus tipe II - Penatalaksaan
diabetes mellitus tipe II
Keluarga mengatakan akan melakukan perawatan di rumah untuk mengelola diabetes mellitus tipe
Manajemen Hiperglikemia Observasi
- Identifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemia - Monitor kadar
glukosa darah - Monitor tanda dan
gejala hiperglikemi Terapeutik
- Berikan asupan cairan oral Edukasi
- Anjurkan monitor kadar glukosa darah secara mandiri - Anjurkan
Psikomotor
II dengan terapi relaksasi autogenic Keluarga dapat mendemonstrasikan terapi relaksasi autogenik dengan baik
kepatuhan
terhadap diet dan olahraga
- Ajarkan pengelolaan diabetes (Berikan teknik relaksasi autogenik) 2 Ansietas pada Tn. H
keluarga Tn. H berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit diabetes mellitus tipe II
setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tingkat ansietas menurun
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan Selama 5 kali kunjungan diharapkan :
- Keluarga mampu mengenal masalah - Keluarga
mampu mengambil keputusan - Keluarga
mampu merawat anggota keluarga yang sakit
Pengetahuan
Sikap/respon
Psikomotor
Keluarga dapat menyebutkan
- Pengertian cemas - Penyebab cemas - Tanda dan gejala
cemas
- Akibat cemas - Penatalaksaan
cemas
Keluarga mengatakan akan melakukan perawatan di rumah untuk menurunkan kecemasan dengan terapi relaksasi Keluarga dapat mendemonstrasikan terapi relaksasi untuk
Reduksi Ansietas Observasi
- Identifikasi kemampuan mengambil keputusan
- Monitor tanda dan gejala ansietas Terapeutik
- Ciptakan suasana terpeutik untuk menumbuhkan kepercayaan - Motivasi
mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan - Diskusikan
menurukan kecemasan perencanaan realistis tentang peristiwa yang akan datang Edukasi
- Anjurkan
mengungkapkan perasaan dan persepsi - Anjurkan
keluarga untuk mendapingi klien - Latih Teknik
relaksasi 3 Manajemen
Kesehatan Keluarga Tn.H Tidak Efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn. H memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan manajemen kesehatan keluarga membaik
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 5 kali kunjungan diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan
Pengetahuan
Sikap / Respon Verbal Psikomotor
Keluarga dapat menjelaskan manfaat kunjungan ke fasilitas kesehatan
Keluarga mengatakan akan melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas
Keluarga mengunjungi puskesmas untuk melakukan
Dukungan Keluarga Merencanakan Perawatan Observasi
- Identifikasi kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan - Identifikasi
tindakan yang dapat dilakukan keluarga
Terapeutik - Motivasi
pemeriksaan kesehatan pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan Edukasi
- Informasikan fasili-tas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga
- Ajarkan cara perawatan yang bisa dilakukan keluarga - Anjurkan
menggunakan fasilitas kesehatan yang ada
f. Implementasi Keperawatan
Tabel 4.17
Implementasi Keperawatan Keluarga Tn. H N
o
Waktu dan Tanggal
Nomor
Diagnosa Implementasi Paraf Pelaksana dan Nama Jelas 1 Rabu, 27
April 2024 13.00 s/d selesai
1 Tindakan : Observasi Mengidentifikasi
kemungkinan penyebab hiperglikemia
Respon :
Klien dan keluarga mengetahui kemungkinan penyebab hiperglikemia Tindakan :
Observasi
Memonitor kadar glukosa darah
Respon :
Kadar glukosa darah klien mulai menurun
Tindakan : Edukasi
Mengajarkan pengelolaan diabetes (memberikan teknik relaksasi autogenik) Respon :
Klien dapat memahami teknik yang diajarkan dengan baik
Tindakan : Edukasi
Melakukan teknik relaksasi autogenik
Respon :
Klien dapat melakukan teknik relaksasi autogenik dengan baik
Eka Huda Apriani
2 Rabu, 27 April 2024 13.00 s/d selesai
2 Tindakan : Observasi Mengidentifikasi
kemampuan mengambil keputusan
Respon :
Klien mampu mencoba
untuk mengambil
keputusan Tindakan Observasi
Memonitor tanda dan gejala ansietas
Respon :
Klien mengatakan
kekhawatiran
Eka Huda Apriani
3 Rabu, 27 April 2024 13.00 s/d selesai
3 Tindakan : Observasi Mengidentifikasi
kebutuhan dan harapan keluarga tentang kesehatan Respon :
Klien dan keluarga berharap untuk segera sembuh
Tindakan : Observasi
Mengidentifikasi tindakan yang dapat dilakukan keluarga
Respon :
Keluarga dapat membantu klien untuk meningkatkan kesehatan
Eka Huda Apriani
4 Kamis, 28 April 2024 13.00 s/d selesai
1 Tindakan : Observasi
Memonitor tanda dan gejala hiperglikemia Respon :
Klien mengeluh pusing dan badannya terasa lemas Tindakan :
Observasi
Eka Huda Apriani
Memonitor kadar glukosa darah
Respon :
Kadar glukosa darah klien mulai menurun
Tindakan : Edukasi
Mengajarkan pengelolaan diabetes (Melakukan teknik relaksasi autogenik) Respon :
Klien dapat melakukan teknik relaksasi autogenik dengan baik
5 Kamis, 28 April 2024 13.00 s/d selesai
2 Tindakan : Terapeutik
Menciptakan suasana
terapeutik untuk
menumbuhkan kepercayaan Respon :
Klien mengatakan mulai menumbuhkan
kepercayaan untuk dapat menyelesaikan masalahnya Tindakan :
Terapeutik Memotivasi
mengidentifikasi situasi yang memicu kecemasan Respon :
Klien dapat menghindari hal yang memicu kecemasan dengan berpikir positif
Eka Huda Apriani
6 Kamis, 28 April 2024 13.00 s/d selesai
3 Tindakan : Terapeutik
Memotivasi pengembangan sikap dan emosi yang
mendukung upaya
kesehatan Respon :
Klien dan keluarga termotivasi untuk
Eka Huda Apriani