• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keadaan Guru dan Pegawai MTs. Muhammadiyah Margototo 38

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

6. Keadaan Guru dan Pegawai MTs. Muhammadiyah Margototo 38

Keadaan Guru dan Pegawai MTs. Muhammadiyah Margototo No Nama Lengkap Kepega

waian

tempat tanggal lahir

NUPT K

TMT Bidang Studi 1. Sularno, S.Pd.I MSI PNS/D

PK

Margototo , 12-05- 1979

684475 765811 0052

2010 Akidah Akhlak 2. Bambang Rudianto,

S.Pd

PNS/D PK

Srimulyo, 09-05- 1976

194175 466582 0000

2005 Bahasa Indonesi a 3. Samsul Bahri, S.Pd.I GTY Margajaya

, 03-09- 1973

423575 165320 0013

1996 SKI

4. Wiyono,S.Pd.I GTY Margototo , 10-04- 1972

674274 275065 220002 2

19951 Matemati ka

5. Mispan, S,Pd.I GTY Margototo , 08-07- 1969

304074 765220 0003

1999 Penjas

6. Emi Astuti, S.Pd.I GTY Sumbersar i, 14-07- 1969

404674 765030 0033

1999 Seni Budaya 7. Wiji Utami, S.Pd.I GTY Margototo

, 02-11- 1976

044475 465730 0013

2000 Qur‟an Hadis 8. Rimasari, S.Pd GTY Margototo

, 17-01- 1981

434975 966030 0043

2000 IPA

9. Faiz Rohaniati, A.Md

GTY Margototo , 08-04- 1987

074076 566630 0022

2005 TU

10. Haris Yulianto GTY Margajaya , 13-01- 1994

- 2017 IPS

11. Ratna Puspitasari, S.Pd

GTY Margototo , 16-11- 1996

- 2018 Bahasa

Inggris 12. Syafe‟I Adihusen GTY Margototo

,

- 2019 Bahasa

Arab Sumber: Dokumentasi MTs. Muhammadiyah Margototo

7. Keadaan Siswa MTs. Muhammadiyah Margototo Tabel 4.3

Keadaan siswa MTs. Muhammadiyah Margototo Tahun

Pelajaran

Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah

2016/2017 33 22 17 72

2017/2018 35 33 22 90

2018/2019 35 33 20 86

2019/2020 20 18 35 73

Sumber : Dokumentasi MTs. Muhammadiyah Margototo

B. Penggunaan Media Pembelajaran dalam Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Muhammadiyah Margototo

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti mengumpulkan data menggunakan sampel penelitian yaitu dari Pak Sularno S.Pd.I MSI, selaku guru mata pelajaran Aqidah Akhlak serta enam orang siswa, mengenai penggunaan media pembelajaran dalam peningkatan motivasi belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak di MTs. Muhammadiyah Margototo, maka penulis memaparkan gambaran umum adalah sebagai berikut:

1. Media Pembelajaran Memperjelas Penyajian Pesan

Penggunaan media pembelajaran dapat membantu guru dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada siswa dalam proses pembelajaran, serta dapat memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran yang rumit, sehingga dapat meningkatkan proses serta dapat mendorong siswa untuk lebih giat dalam belajar.

Ketika mengamati proses pembelajaran peneliti menemui bahwa guru mata pelajaran aqidah akhlak di MTs. Muhammadiyah Margototo sudah menggunakan beberapa media pembelajaran, seperti media visual berupa gambar cetak, papan tulis dan buku cetak.1

Seperti yang dijelaskan guru aqidah akhlak MTs. Muhammadiyah Margototo adalah sebagai berikut:

”Iya saya menggunakan media dalam pembelajaran aqidah akhlak.

Media yang saya gunakan dalam menyampaikan materi yaitu media gambar cetak, buku cetak, dan papan tulis.”(W.G.S.F1.01/18/08/2020)

1 Hasil Observasi pada Hari Selasa 18 Agustus 2020 Pukul 09:00 WIB, t.t.

Berdasarkan pernyataan guru aqidah akhlak dalam proses belajar mengajar menggunakan media visual, berupa papan tulis dan gambar yang sudah dicetak.

Adapun penggunaan media gambar digunakan untuk menjelaskan materi Ananiyah, putus asa, gadhab, dan tamak serta Adab terhadap orang tua dan guru.

Namun media gambar tidak digunakan pada semua materi pelajaran hanya beberapa materi yang sesuai dan cocok saja.

Dalam penggunaan media gambar Penyampaian materi pelajaran yang dilakukan oleh guru yaitu dengan menunjukkan gambar kepada siswa. Guru menyiapkan gambar terkait materi lalu siswa diarahkan untuk mengamati gambar tersebut, setelah mengamati gambar siswa diarahkan oleh guru untuk menyiapkan pertanyaan untuk diajukan kepada kelompok lain lalu dijawab secara diskusi dengan anggota kelompok.

Seperti yang disampaikan guru aqidah akhlak, yaitu:

“Pada saat proses pembelajaran aqidah akhlak tidak seluruh materi menggunakan media gambar. Jika menggunakan media gambar saya gunakan dalam menjelaskan materi akhlak terpuji dan akhlak tercela seperti, ananiyah, putus asa, gadhab dan tamak, serta satu materi lagi yaitu adab terhadap orang tua dan guru. Disini saya gunakan media gambar agar siswa lebih mudah memahami materi tersebut. Dan dalam penggunaannya saya bagi siswa kedalam kelompok diskusi dan perkelompok mendapatkan berupa ilustrasi gambar yang mencontohkan sikap ananiyah, putus asa, gadhab, tamak dan adab kepada orang tua dan guru. Lalu saya arahkan siswa untuk mengamati gambar dan membuat pertanyaan mengenai gambar tersebut.”

(W.G.S.F1.02/18/08/2020)

Dengan menggunakan media gambar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru, sebab dalam penyampaian materi, guru dapat menunjukkan gambar terkait materi yang tengah disampaikan. Sehingga siswa

memiliki gambaran atau ilustrasi mengenai sikap yang mencerminkan ananiyah, ghadab, tamak, dan putus asa.

Seperti yang disampaikan guru aqidah akhlak yaitu:

“Iya media gambar memperjelas materi yang saya sampaikan, dengan menggunakan media gambar dan diiringi dengan menceritakan kejadian mengenai gambar tersebut, materi yang disampaikan menjadi lebih jelas, dan siswa akan semakin paham terhadap materi. Contohnya pada materi ananiyah, saya menampilkan gambar yang mencerminkan sifat ananiyah sembari bercerita yang mendeskripsikan gambaran sifat ananiyah dan mengapa kita harus menjauhkan diri dari sifat tercela ananiyah itu sendiri.” (W.G.S.F1.03/18/08/2020)

Dalam proses belajar mengajar menggunakan media gambar tersebut, siswa terlihat lebih aktif seperti bertanya terkait hal-hal yang kurang dimengerti, mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh antar kelompok diskusi, serta mencatat hal-hal yang dianggap penting. Dengan menggunakan media gambar dalam pembelajaran aqidah akhlak materi yang disampaikan oleh guru semakin jelas dan mudah dipahami oleh siswa, sehingga siswa lebih mudah mengerti maksud dari isi materi aqidah akhlak tersebut.

Sedangkan menurut pendapat siswa MTs. Muhammadiyah Margototo yaitu:

”Iya bapak guru menggunakan media dalam pembelajaran aqidah akhlak, seperti media papan tulis, buku, dan gambar yang sudah di print.” (W.S.SK.F1.01/22/08/2020)

Hal yang serupa juga dikatakan siswa yaitu:

”Iya pak sularno menggunakan media dalam pembelajaran aqidah akhlak, biasanya media buku, papan tulis, dan gambar berwarna.”

(W.S.SA.F1.01/18/08/2020)

Pendapat lain juga disampaikan oleh siswa MTs. Muhammadiyah Margototo, ia mengatakan bahwa:

“Iya pak Sularno menggunakan media gambar, waktu materi tentang ananiyah, putus asa, gadhab, dan tamak. Sebelum memulai materi guru memberikan gambar lalu siswa disuruh mengamati gambar tersebut

menjelaskan tentang apa, dan siswa disuruh untuk bertanya terkait gambar tersebut”. (W.S.R.F1.02/18/08/2020)

Pendapat yang sama juga disampaikan siswa, ia mengatakan bahwa:

“Iya mbak materi semakin jelas ketika guru menyampaikan materi menggunakan media gambar, karena kalau hanya menjelaskan materi dengan cara ceramah saja tidak menggunakan media gambar saya merasa sulit memahami materi yang guru sampaikan.”

(W.S.SK.F1.03/22/08/2020)

Hal yang sama juga di katakan siswa MTs. Muhammadiyah Margototo yaitu:

“Iya materi yang di sampaikan bapak guru semakin jelas saat guru menejalaskan materi menggunakan media gambar, karena dari melihat gambar saya mengetahui oiya jadi gambarannya seperti ini, gitu mbak.

Didukung lagi saat mengamati gambar bapak guru bercerita mengenai gambar tersebut, jadi lebih jelas dan mudah dipahami.”

(W.S.SM.F1.03/22/08/2020)

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, dan observasi yang peniliti lakukan maka dapat dijelaskan bahwasanya dalam pembelajaran aqidah akhlak penggunaan media gambar yang digunakan oleh guru dapat membantu penyampaian materi pelajaran, saat guru menggunakan media gambar pesan atau materi yang disampaikan semakin jelas maknanya, materi yang sulit dimengerti oleh siswa dapat dikonkritkan dengan memberikan gambaran atau contoh, dengan begitu siswa lebih mudah memahami maksud atau isi pesan yang terkandung dalam materi, sehingga memungkinkanya siswa dapat menguasai materi serta dapat mengingat lebih lama materi pelajaran.

2. Media Pembelajaran Mengatasi Keterbatasan Indera Ruang dan Waktu Media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi kondisi dan lingkungan belajar siswa yang diciptakan oleh guru. Media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, memudahkan penafsiran data, serta memadatkan informasi. Penggunaan media

gambar ditampilkan langsung diruang kelas untuk mengilustrasikan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga siswa mudah memahami apa maksud serta isi yang terkandung dalam media gambar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi aqidah akhlak. Dengan adanya media gambar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif serta efesien sehingga dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah akhlak, beliau mengatakan bahwa:

“Iya penggunaan media gambar dalam pembelajaran lebih menghemat waktu, karena ketika bapak memberikan gambar kepada siswa dan diiringi dengan menjelaskan mengenai gambar yang bapak tampilkan siswa lebih cepat menangkap materi pelajaran. Sehingga lebih menghemat waktu, dan waktu yang tersisa bisa dimanfaatkan untuk latihan menjawab soal.” (W.G.S.F1.04/18/08/2020)

Sedangkan menurut tanggapan siswa MTs. Muhammadiyah Margototo, ia mengatakan bahwa:

“Pada saat guru menjelaskan materi dengan menggunakan media gambar lebih cepat mbak, karena ketika menggunakan media gambar saya mudah memahami materi yang guru sampaikan, dan setelah selesai menjelaskan materi guru memberikan soal-soal untuk latihan.”

(W.S.N.F1.04/18/08/2020)

Pendapat yang serupa juga dikatakan siswa yang lain, bahwa:

“Ketika bapak guru menggunakan media gambar biasanya waktu penjelasannya lebih singkat mbak, karena saya lebih cepat memahami atau menangkap materi dan mudah meingatnya, ketimbang guru hanya menjelaskan dengan ceramah, saya malah cepat mengantuk.”

(W.S.SK.F1.04/22/08/2020)

Dari hasil wawancara yang peniliti lakukan maka dapat dijelaskan, bahwasanya media gambar tidak hanya membantu guru dalam memperjelas penyampaian materi pelajaran tetapi penggunaan media gambar juga dapat menghemat waktu dalam penyampaian materi pelajaran, hasil observasi juga

menunjukkan bahwa waktu yang singkat dalam pembelajaran aqidah akhlak dapat dimanfaatkan secara semaksimal mungkin oleh guru, penjelasan materi yang dapat dikemas secara singkat, dan jelas dapat diterima dengan baik oleh siswa, siswa juga mengatakan bahwa ketika guru menggunakan media gambar siswa lebih cepat menangkap materi pelajaran dibandingkan dengan tidak menggunakan media gambar dan materi yang disampaikan oleh guru mudah diingat oleh siswa.

Tidak hanya menghemat waktu dalam penyampaian materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran juga dapat membantu siswa dalam mengatasi keterbatasan penglihatan, objek berupa ilustrasi mengenai aqidah akhlak seseorang di konkritkan dengan menggunakan ilustrasi gambar sehingga siswa dapat mengetahui serta dapat melihat dengan jelas gambar yang telah disediakan oleh guru aqidah akhlak.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah akhlak, beliau mengatakan bahwa:

“Sebisa mungkin harus terlihat oleh semua siswa dan memastikan gambar tersebut tidak buram. Karena kan ada siswa yang penglihatannya terbatas atau duduk di bagian belakang jadi untuk mengatasi hal tersebut biasanya saya mencetak media gambar jika ukurannya besar saya tempelkan di papan tulis, tetapi jika saya mencetaknya ukuran kertas A4 saya cetak beberapa saja dan saya bagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil lalu saya bagikan gambar tersebut kepada siswa.” (W.G.S.F1.05/18/08/2020)

Media gambar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran juga dapat terlihat oleh semua siswa sehingga siswa dapat melihat secara jelas baik siswa yang duduk didepan maupun duduk di belakang, dengan begitu siswa tidak merasa kesulitan dalam memahami gambar serta isi pesan atau maksud dari gambar tersebut.

Menurut pendapat siswa MTs. Margototo ia mengatakan, bahwa:

“Iya saya melihat dengan jelas media gambar yang bapak guru berikan.

Ya kadang-kadang gambarnya di tempel di depan kelas, kadang juga dibagikan ke siswa.” (W.S.N.F1.05/18/08/2020)

Pendapat yang sama disampaikan siswa, ia mengatakan bahwa:

“Iya saya dapat melihat media gambar yang bapak guru tampilkan.

Kadang media gambar di bagikan dengan siswa, kadang juga di tempel di papan tulis mbak.” (W.S.N.F1.05/18/08/2020)

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan observasi yang dilakukan peneliti maka dapat dijelaskan bahwa siswa lebih cepat menangkap materi pelajaran dibandingkan dengan tidak menggunakan media, jika hanya menggunakan buku dan ceramah dalam menyampaikan materi pelajaran siswa merasa bosan dan cepat mengantuk.

Media gambar yang di gunakan oleh guru dapat dilihat oleh semua siswa, dan siswa dapat melihat secara langsung gambaran yang mencerminkan dari prilaku tercela atau terpuji sehingga tidak dalam bentuk kata-kata atau penjelasan saja melainkan siswa dapat mengamati gambar.

3. Media Pembelajaran Mengatasi Sikap Pasif Siswa dalam Belajar

Penggunaan media pembelajaran mampu mengarahkan perhatian siswa seingga siswa dapat termotivasi dalam belajar, dengan menggunakan media gambar siswa merasa tertarik untuk menyimak penyampaian pesan yang dilakukan guru, sehingga siswa dapat berfikir dan menganalisis materi pelajaran dengan baik dengan situasi belajar yang menyenangkan dan siswa dapat memahami materi pelajaran dengan mudah.

Berdasarkan hasil wawancara guru mata pelajaran aqidah akhlak, beliau mengatakan bahwa:

”Iya siswa memperhatikan ketika saya menggunakan media gambar dalam menyampaikan materi pelajaran, siswa juga lebih tertarik memperhatikan pelajaran dan tidak merasa bosan saat mengikuti pelajaran”. (W.G.S.F1.06/18/08/2020)

Sedangkan menurut pendapat siswa MTs. Muhammadiyah Margototo ia mengatakan bahwa:

”Kalau guru menggunakan media gambar saya memperhatikan, tetapi jika guru menjelaskan materi menggunakan media buku saya kurang memperhatikan”. (W.S.R.F1.06/18/08/2020)

Menurut pendapat siswa MTs. Muhammadiyah Margototo ia mengatakan:

“Iya kalau bapak guru menggunakan media gambar saya memperhatikan mbak, tapi jika guru menjelaskan materi dengan ceramah dan mengerjakan soal, saya tidak begitu memperhatikan”.

(W.S.SA.F1.06/18/08/2020)

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah akhlak dan observasi yang dilakukan peneliti maka dapat di jelaskan bahwa, dalam pembelajaran aqidah akhlak penggunaan media gambar dapat membuat siswa memperhatikan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru. Media gambar dapat mengarahkan perhatian siswa untuk mengamati, serta menyimak materi pelajaran, dan guru akan semakin mudah menjelaskan materi karena dengan siswa memperhatikan ada respon positif yang berikan oleh siswa seperti mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari guru maupun dari siswa yang lain.

Kehadiran media gambar yang berwarna membuat kesan yang baru bagi siswa hal ini terlihat siswa nampak bersemangat dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap media gambar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi aqidah akhlak.

Berdasarkan yang disampaikan guru aqidah akhlak, beliau mengatakan bahwa:

”Iya siswa merasa senang, antusias dan bersemangat dalam belajar ketika saya menyampaikan materi menggunakan media gambar, karena siswa dapat melihat secara langsung gambaran atau contoh yang mencerminkan materi seperti adab terhadap orang tua dan guru dan menghindari prilaku tercela seperti ananiyah, putus asa, gadhab, dan tamak, serta contoh yang mencerminkan dari prilaku tercela tersebut.

Gambar yang diberikan juga berwarna jadi siswa lebih tertarik.”

(W.G.S.F1.07/18/08/2020)

Menurut pendapat salah satu siswa mengatakan bahwa:

”Iya saya merasa senang dan semangat dalam menyimak penjelasan dari guru saat guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran aqidah akhlak.” (W.S.SA.F1.07/18/08/2020)

Pendapat yang sama diutarakan siswa yaitu:

”Saya senang jika bapak guru menggunakan media gambar dalam menjelaskan materi karena gambar yang ditampilkan oleh guru bagus, jadi saya tertarik untuk melihatnya.” (W.S.N.F1.07/18/08/2020)

Dengan menggunakan media gambar siswa lebih bersemangat dalam belajar serta dapat melatih siswa untuk dapat belajar secara mandiri dengan mengerjakan soal atau pertanyaan secara sendiri-sendiri tidak melihat hasil atau jawaban dari temannya, dengan begitu siswa dapat mengasah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh siswa itu sendiri.

Guru aqidah akhlak mengarahkan siswa untuk dapat menyiapkan pertanyaan terkait dengan media gambar yang telah disiapkan, siswa terlihat menyiapkan pertanyaan dengan mandiri.

Seperti yang disampaikan guru aqidah akhlak, beliau mengatakan bahwa:

”Iya siswa saya suruh untuk mengamati gambar dan setelah mengamati saya suruh siswa untuk menyiapkan pertanyaan terkait gambar yang saya berikan untuk sebagai bahan diskusi, dan bagi siswa yang aktif menjawab saya beri nilai plus.” (W.G.S.F1.08/18/08/2020)

Menurut pendapat siswa ia mengatakan:

”Iya saya mengajukan pertanyaan setelah mengamati gambar terkait yang belum saya mengerti, kalau menjawab pertanyaan, kadang-kadang kalau saya bisa menjawab pertanyaan.” (W.S.SM.F1.08/22/08/2020) Hal yang sama diutarakan oleh siswa:

”Yaa kalau saya merasa bingung dengan penjelasan materi yang disampaikan bapak guru saya bertanya, kalau materinya susah dipahami saya sering bertanya.” (W.S.SA.F1.08/18/08/2020)

Guru aqidah akhlak menuntun siswa untuk dapat mengerjakan soal dengan mandiri, agar siswa terlatih dan mampu mengerjakan soal-soal secara sendiri dengan pemberian soal yang mengarah pada praktik dalam kehidupan sehari-hari yang berdasarkan atas pengalaman pribadi.

Seperti yang disampaikan guru mata pelajaran aqidah akhlak, beliau mengatakan bahwa:

”Iya siswa mengerjakan sendiri, karena soal-soal yang saya berikan banyak yang ke praktiknya dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan contoh sehingga dalam menjawabnya dari penalaran dan pengalaman siswa itu sendiri.” (W.G.S.F1.09/18/08/2020)

Sedangkan menurut siswa, ia mengatakan bahwa:

”Iya mengerjakan sendiri, tapi kalau ada soal yang sulit di pahami saya bertanya dengan pak guru.” (W.S.R.F1.09/18/08/2020)

Menurut siswa, ia mengatakan:

”Iya saya berusaha mengerjakan sendiri tugas yang diberikan pak guru.” (W.S.SK.F1.09/22/08/2020)

Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa dan observasi yang dilakukan peneliti maka dapat dijelaskan bahwa, keberadaan media gambar membuat kesan yang baik bagi siswa. Siswa merasa senang serta perhatian siswa tertuju pada gambar yang guru tampilkan, semangat siswa dalam belajar juga terlihat saat siswa menyimak materi pelajaran dengan serius, melakukan secara sungguh- sungguh ketika guru memberikan arahan dalam belajar seperti, mengajukan

pertanyaan, mengamati gambar, mendiskusikan hasil diskusi kelompok didepan kelas, siswa juga tidak takut bertanya jika menemukan materi atau soal yang belum jelas dan belum dimengerti. Sehingga proses belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh guru akan tetapi siswa ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran.

5. Media Pembelajaran Memberikan Kesamaan Pengalaman dalam Belajar

Pengalaman yang diperoleh setiap siswa dalam mencerna materi pelajaran berbeda-beda, begitupula persepsi terhadap materi yang hanya disampaikan guru dalam bentuk tulisan maupun lisan saja, dalam membentuk persamaan persepsi terhadap materi pelajaran dapat dilakukan dengan memberikan bentuk nyata yaitu dengan menggunakan media pembelajaran. Penggunaan media gambar dapat memberikan bukti nyata atau gambaran mengenai materi pelajaran yang akan disampaikan, sehingga siswa tidak hanya mendengar materi-materi melainkan dapat melihat bagaimana gambaran atau contoh dari materi aqidah akhlak tersebut, dengan begitu siswa memiliki persepsi dan pengalaman yang sama dalam belajar.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah akhlak. Menurut pendapat beliau mengatakan bahwa:

“Iya memberikan pengalaman yang sama bagi siswa, karena aqidah akhlak identik dengan praktek atau mempraktekkan akhlak terpuji agar dapat dicontoh dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, maka dengan menggunakan media gambar siswa dapat melihat sekilas gambaran tentang bagaimana cara bersikap dengan orang yang lebih tua melalui mengamati gambar yang terkait dengan materi tersebut, jadi setelah siswa melihat gambar siswa memiliki pemahaman atau persepsi yang sama mengenai gambar.” (W.G.S.F1.10/18/08/2020)

Menurut pendapat siswa MTs. Muhammadiyah Margototo, ia mengatakan bahwa:

“Iya setelah saya melihat gambar memiliki kesamaan dengan teman- teman gambar tersebut menunjukkan gambaran sebagai contoh dari sikap terpuji dan tercela.” (W.S.N.F1.10/18/08/2020)

Menurut penuturan siswa ia mengatakan bahwa:

“Iya memberikan pengalaman, karena dengan mengamati gambar mengenai sikap tercela atau terpuji saya memiliki gambaran tentang contoh dari akhlak terpuji dan menjauhi akhlak tercela.”

(W.S.SK.F1.10/22/08/2020)

Dari hasil wawancara dan observasi, maka dapat dijelaskan yaitu: dengan penggunaan media gambar siswa dapat melihat dengan jelas gambaran materi dari akhlak terpuji atau tercela, dengan mengamati gambar terkait materi, siswa dapat mengetahui gambaran tentang materi atau contoh dari akhlak tercela atau terpuji, sehingga siswa memiliki pengalaman yang sama atau persamaan dalam memahami gambar yang diberikan oleh guru, dan mudah diingat oleh siswa.

6. Adanya Penghargaan dalam Belajar

Sebagai bentuk menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar pemberian penghargaan, atau pujian kepada siswa dapat mendorong siswa untuk semangat dan bersungguh-sungguh dalam belajar, siswa merasa terdorong untuk terus berlatih, membaca buku, serta senantiasa mengamalkan ilmu yang didapat dari bangku sekolah kedalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah akhlak, menurut beliau yaitu:

”Iya kalau siswa mendapat nilai bagus dan hasil kerja sendiri dalam mengerjakan soal bapak memberi hadiah seperti memberikan alat tulis seperti pulpen, agar siswa termotivasi serta bersemangat dalam belajar dan yang terpenting siswa jujur dalam mengerjakan tugas”.

(W.G.S.F1.11/18/08/2020)

Menurut pendapat siswa ia mengatakan:

”Iya bapak guru memberikan hadiah pulpen kalo ada siswa yang mendapat nilai yang bagus.” (W.S.SA.F2.12/18/08/2020)

Hal yang sama juga dikatakan oleh siswa yaitu:

”Iya saya pernah dikasih hadiah pulpen mbak, saya senang dan saya lebih semangat lagi dalam belajar.” (W.S.N.F2.12/18/08/2020)

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapat dijelaskan bahwa pemberian hadiah kepada siswa merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk memotivasi siswa dalam belajar, selain itu nilai kejujuran yang ditanamkan pada diri siswa dengan berusaha mengerjakan tugas atau soal secara mandiri. Pemberian hadiah sebagai pengapresiasian yang dilakukan guru untuk menghargai usaha siswa dalam mengerjakan tugas, tekun belajar dan selalu berlatih.

7. Adanya Kegiatan yang Menarik dalam Belajar

Dalam pembelajaran tidak semua siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan serius dan berkonsentrasi, ada beberapa siswa yang merasa jenuh dan bosan disaat guru menyampaikan materi, dengan demikian kreatifatas guru dalam menggunakan metode serta media yang tepat dan sesuai dengan materi serta tujuan pembelajaran diharapkan, agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak terlalu kaku.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru aqidah akhlak, beliau berpendapat yaitu:

”Untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar saya memberikan permainan berupa tanya jawab dalam pembelajaran, setelah materi sudah selesai dijelaskan, dengan cara menunjukkan gambar ke siswa dan mengajukan pertanyaan, siswa berlomba-lomba untuk menjawab pertanyaan.” (W.G.S.F1.12/18/08/2020)

Dokumen terkait