• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keadaan Langit

لاَق

4. Keadaan Langit

Evolusi matahari adalah sebagai salah satu bintang dalam sistem galaksi Bimasakti. Jika masa yang merapat membentuk benda langit itu kurang dari seper-seribu massa matahari, maka sekalipun dalam proses pemadatan itu suhu benda naik tinggi karena mengumpulnya energi debu dan gas semula, hanya reaksi kimiawi saja yang dapat terjadi dan benda itu paling hanya pijar saja; dan lama kelamaan ia merupakan benda langit yang dingin saja dan tidak bercahaya kerena kehilangan panasnya yang dilepaskannya ke ruang jagat raya dan sekitarya.31

Skenario kehidupan bintang-bintang sebesar dengan matahari, mulai lahir memancarkan sinar dan padamnya. Adanya

30 Shahih Muslim, Al Musnad Al Shahih Al Mukhtashar bi An-Naql Al-A‟dl an

Al-A‟dl Rasulillah Saw, (Beirut: Dar al-Ihya, 261 H), Juz 1, h .6912

31 Kementerian Agama RI, Pencitaan Bumi Tafsir Ilmi, (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur`an, 2010), Jilid 3, h. 8

bintang-bintang yang dilangit lebih berat dari matahari dapat diketahui para ahli astrofisika sebab medan gravitasi yang sangat kuat pada bintang itu mengakibatkan lambannya gerak electron dalam atom-atom atmosfernya. Efek relativistic yang dikenal sebagai dilatasi waktu ini berbeda dengan dilatasi Eintein yang diakibatkan oleh gerak yang sangat cepat. Kalau dialam semesta terdapat dua jenis dilatasi waktu yang berbeda, didalam kitab suci terdapat dua ayat yang menyatakan kesetaraan hari dengan 1.000 tahun dengan 50.000 tahun.32

Ternyata beratnya bintang-bintang sekitar lima kali lipat matahari, karena masa nya sangat besar dan temperatur di dalam pusat bintang sangat tinggi sehingga cepat sekali menghidupkan hidrogennya, dan mampu meneruskan proses pembentukan unsur yang lebih berat dalam reaksi fusi inti sehingga terbentuk inti atom neon, magnesium, silicon, serta belerang. bentukan inti atom-atom yang lebih berat melalui sintesis nuklir, ini akan terhenti setelah pembentukan besi, yang dihasilkan dalam proses fusi inti-inti silicon.

Selanjutnya dijelaskan bahwa setiap langit memilki fungsi dan keadaan yang berbeda. Masing-masing langit mempunyai kegunaan yang berbeda untuk kepentingan makhluk yang ada dibawahnya, misalnya: langit yang berfungsi memperkuat gaya tarik planet-planet, sehingga benda-benda tetap

32 Lintasan yang dilalui oleh benda langit untuk mnegitari benda-benda langit yang lan, yang mempunyai gaya gravitasi yang lebih besar. Satelit palapa tidak berada pada orbit yang ditentukan. Departemen Pendidikan Nasional Balai Pustaka, Kampus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988) Cet. 1, 1061

92

bergerak pada orbitnya, tidak oleng, atau menyimpang yang mungkin bisa menyebabkan tabrakan antara satu dengan lainnya.

Maka dampak dari planet yang terjadi dilangit itu.

a. Langit yang terbelah















































































































































(1). apabila langit terbelah, (2). dan apabila bintang- bintang jatuh berserakan, (3). dan apabila lautan menjadikan meluap, (4). dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,(5). Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya. (6). Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. (7). yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, (8). dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu. (9). bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

(10). Padahal Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat- malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), (11). yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), (12). mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(13). Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan, (14). dan Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar- benar berada dalam neraka. (15). mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan. (QS. Al Infithor [82]:1- 15)

Kembali kepada fenomena alam yang pergerakannya berubah-rubah (dengan luar biasa cepat) pada hari yang agung, (yaitu hari kiamat) langit yang terbelah, dan terurai, bintang- bintang yang jatuh berserakan, lautan menjadi tumpah meluap- luap, dan kuburan perlahan terbongkar.

Kemudian berubahlah segala apa yang di langit dan di bumi, dan bergetar seluruh alam muka bumi. Dan apabila mulai masuk akal (seluruh peristiwa yang terjadi) dan terbukanya jendela-jendela dalam diri, (maka akan) tersadar dalam hati atas hari kebangkitan dan pertimbangan amal.33

 

adalah seruan untuk orang yang berakal

yakni manusia atau sifat kemanusiaan, seruan yang menggugah hati, sehingga manusia merasakan rasa peduli atau taat terhadap Tuhan-Nya dan karya-karya (ciptaan), dan Allah SWT tampakkan ia (manusia) dalam wujud yang indah, dan membentuknya dengan sehat dan seimbang. Ialah yang mampu menciptakan (makhluk)

33 Sayyid Qutb, Masyahid Fi Yaum Al-Qiyamah, (Nasr: Dȃr Al-Suruq, 1968),

h.226

94

dalam berbagai bentuk ciptaan yang ia kehendaki. Dan tidak sama sekali meninggalkan hal yang sia-sia. Dan kemudian disana ada yang menghitung setiap gerak-gerik perbuatan (atas manusia).























Hal itu bertujuan untuk memberi pengaruh (mencatat) dari dua sisi; pengaruh (efek) yang luar biasa dahsyat pada lingkungan sekitar, dan pengaruh yang cukup dalam ialah pada diri sendiri. Apabila keduanya sudah lengkap maka konteks akan dikembalikan untuk menampilkan adegan-adegan dari catatan semasa hidup. Maka saat itu, orang-orang yang berbakti benar- benar berada dalam kenikmatan, sedangkan orang-orang yang durhaka benar-benar dalam neraka.

Penulis menyimpulkan, bahwa peristiwa yang terjadi pada bumi dan langit itu karena beban berat yang terjadi pada planet-planet yang ada dilangit, karena erosi dan benturan yang terjadi. Walaupun semua sudah menjadi ketetapan Allah Swt.

Yang pada dasarnya sudah di janjikan untuk hancur tapi semua awal kejadian itu karena sebab beban yang dialami oleh langit karena menampun beban planet-planet yang ada dilangit, yang sekarang bisa dikenal dengan sebutan planet-planet astronot.

Maka ketika semua sudah hancur itu adalah kejadian hari kiamat yang ditakutkan oleh manusia dan makhluk lain nya, maka itu bisa katakana sebuah azab dan kehancuran yang terjadi dengan sangat hancur dengan semua balasan ketika mausia selama hidup di dunia dengan waktu yang singkat.

Dimunasabahkan dengan QS. Al-An’am [6]: 40

































40. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, Apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!"

Dalam redaksi ini untuk seseorang melihat keadaan nya sendiri, karena keadaan itu mereka yang bisa melihat dan mengetahui, karena diri seseorang adalah yang paling dekat dan paling dapat dilihatnya berbeda dengan melihat orang lain. Dalam penggunaan pandangan Al-Qur`an, ulama menyatakan bahwa ia digunakan untuk mendorong mitra bicara memperhatikan dan mengamati keadaan. Karena itu, menyangkut dengan keadaan siksaan pada hari kiamat yang tidak bisa dihindari, dan tidak dapat ditunda. Apalagi hanya Allah Swt yang mengetahui kapan tiba.34

Ayat ini menjelaskan secara lengkap keadaan orang- orang kafir di dunia yang ketika berdoa dan memohon kepada Allah Swt mustahil diterima. “berhati-hatilah terhadap doa orang yang teraniaya walaupun ia kafir karena tidak ada batas penghalang antara ia (doa itu) danAllah Swt, demikian sabda Nabi Saw. Iblis pun diterima doa nya oleh Allah Swt ketika ia memohon agar usianya ditangguhkan. QS. Al-Hijr [15]: 36-37

34 M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2002), Jilid 3,

h. 423

96

Penulis bisa menarik kesimpulan, bahwa ketika manusia sudah merasakan hari kiamat itu terjadi, maka yang dirasakan oleh manusia saat itu hanyalah menunggu balasan yang akan terjadi pada dirinya. Karena hakikatnya kehidupan pada hari kiamat itu semua di hancurkan dan dikumpulkan untuk menempatkan tempat yang memang menjadi tempat tinggal yang sesungguhnya. Khususnya umat Nabi Muhammad Saw.

b. Langit terbelah menjadi merah









































































































(1). apabila matahari digulung, (2). dan apabila bintang- bintang berjatuhan, (3). dan apabila gunung-gunung dihancurkan, (4). dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan) (5). dan apabila binatang- binatang liar dikumpulkan, (6). dan apabila lautan dijadikan meluap (7). dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) (8). dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, (9). karena dosa Apakah Dia dibunuh,(10). dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, (11). dan apabila langit dilenyapkan, (12).

dan apabila neraka Jahim dinyalakan, (13). dan apabila syurga didekatkan, (QS. At Takwir [81]: 1-13)

Ayat ini adalah bukti bahwa jungkir baliknya segala sesuatu yang tampak waktu kehancuran, yang segala sesuatu yang ada. Penjungkir-balikan dan kehancuran ini secara bersama-sama dialami oleh benda-benda langit dan bumi, binatang-binatang liar dan jinak, diri manusia dan segala sesuatu. Disini tersingkaplah segala sesuatu yang tersembunyi dan menjadi jelas pula segala sesuatu yang tidak diketahui.

Disini pula siap menerima keputusan dan balasan atas baik dan buruk, di hari yang mencengangkan dan asing.35

Bukti ini dimulai dengan gerakan yang menghancurkan, seakan-akan terlepas dari control. Matahari yang biasanya memancarkan sinar lembut, hilang cahayanya dan melemah pancarannya, hingga lenyap sama sekali.

Bintang-bintang yang gemerlapan dan saling ikat-mengikat, terlepas ikatannya sehingga cahayanya menyusut, lalu gelap.

Gunung-gunung yang kokoh kuat, menjadi ringan dan lembut, lalu terguncangkan unta-unta yang sedang hamil, yang diam dan tak terhiraukan.

Penjungkir balikkan adalah watak dari bukti yang dijelaskan dalam surat ini. Yaitu penjungkir-balikkan yang mencakup seluruh benda. Pada dasarnya Penjungkir-balikkan adalah sesuatu yang menakutkan pada dasarnya, watak jiwa

35 Sayyid Qutb, MAsyahid Fi Yaum Al-Qiyamah, (Nasr: Dȃr Al-Suruq, 1968),

h. 67-69

98

manusia menyenangi sesuatu yang stabil dan menghindari hal- hal yang berubah drastis. Nah, bagaimana jadinya dengan penjungkir-balikkan ini?

Sesungguhnya penyajian keadaan seperti itu sudah memadai untuk membangkitkan rasa takut dan hawatir serta berpikir secara berulang-ulang, sebelum melakukan maksiat dan kenistaan. Oleh karena itu lanjutan bukti ini adalah bahwa Allah Swt tidak bersumpah dengan gejala-gejala alam untuk menyakinkan bahwa Al-Qur`an dan agama (Islam) berasal dari Allah Swt yang disampaikan oleh utusan terpercaya (yang dipilih) dari para Malaikat-Nya kepada Nabi-Nya yang mulia.

Tak ada keraguan mengenai hal itu dan orang yang ingkar hendaklah mengimaninya.

Pada kesimpulan ini, penulis menyimpulkan bahwa surat ini menjelaskan kondisi semua makhluk dihancurkan dalam keadaan bersamaan. Gunung-gunung yang berhamburan, manusia yang di hambur-hamburkan dan laut diluap, dan binatang yang sudah tidak dipedulikan, semua makhluk pada saat tidak ada yang bisa menyembunyikkan sesuatu perasaan dan amalan apapun ketika sudah berada dihadapan Allah Swt. Dan disini juga menjelaskan sesuatu yang tersembunyi, baik amalan baik ataupun buruk, bahwa Allah Swt akan mengungkapkan semua keadaan dan balasan yang baik maupun buruk.

Dimunasabahkan dengan QS. Al-An’am [6]: 30









































(30). dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat Peristiwa yang mengharukan). berfirman Allah:

"Bukankah (kebangkitan ini benar?" mereka menjawab:

"Sungguh benar, demi Tuhan kami". berfirman Allah:

"Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari(nya)". (QS. Al-An’am [6]: 30)

Ayat ini menggambarkan keadaan manusia ketika hari kiamat, bukti keniscayaan yang terjadi itu terulang-ulang yang melukiskan keadaan mereka pada hari kebangkitan itu terjadi, keadaan dan bukti itu berlaku bagi manusia yang masih hidup dan yang sudah mati. Karena ketika semua kejadian sudah terjadi, itu bukan sekedar kata-kata atau bukti gambaran.

Tetapi, itu semua adalah ambaran dan bukti nyata yang dihadapi oleh manusia pada hari kiamat.

Maka kesimpulan penelitian, maka penluis menyimpulkan bahwa semua peristiwa yang pernah terjadi di dunia akan diumukan oleh Allah Swt pada hari kiamat.

Dikumpulkan dan dditempatkan sesuai dengan hitungan dan balasan yang telah manusia lakukan selama hidup di dunia.

Dokumen terkait