• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik dan Sistematika Penulisan

م َ شل

G. Teknik dan Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan digunakan dalam penelitian agar pembahasan menjadi lebih nyata. Pada sistematika penulisan ini, penulis membaginya kedalam lima bab.

BAB I Pendahuluan

Pada bab ini dibahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metedologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Pengertian

Bab ini menjelaskan tentang pengertian kiamat secara umum dengan menggunakan Library Research (penelitian kepustakaan)

BAB III Biografi Sayyid Qutb dan Metedologi Penulisan Kitab Masyahid Fi Yaum Al-Qiyȃmah

Bab ini membahas mengenai biografi dan perjalanan intelektual Sayyid Qutb dan segi Penulisan Kitab Mȃsyahid Fi Yaum Al-Qiyȃmah yang dijelaskan oleh Sayyid Qutb.

BAB IV Ananlisis ayat-Ayat Kiamat dalam Kitab Mȃsyahid Fi Yaum Al- Qiyȃmah

Bab ini menjelaskan bagaimana pandangan Sayyid Qutb tentang tanda-tanda dan terjadi nya hari kiamat Melalui kejadian yang dijelaskan dalam kitab. Yang dijelaskan oleh Sayyid Qutb dalam kitab Masyahid Fi Yaum Al-Qiyȃmah.

BAB V Penutup

Bagian akhir dari penulisan penelitian ini adalah penutup. Di dalamnya terdapat kesimpulan dari semua pembahasan dan berisi daran untuk penelitian selanjutnya dan kepada pembaca agar lebih memperhatikan isi dari skripsi ini.

15 BAB II

KONSEP HARI KIAMAT A. Definisi Hari Kiamat

Secara etimologi hari Kiamat terdiri dari dua kata yaitu hari dan Kiamat. Hari adalah waktu dari pagi sampai pagi lagi (yaitu satu putaran bumi pada subunya 24 jam), 2 waktu selama matahari menerangi tempat kita dari matahari terbit sampai matahari terbenam, keadaan (waktu, dan sebagainya) yang terjadi pada waktu 24 jam.1 Sedangkan kata Kiamat berarti kebangkitan sesudah mati dan dunia seisinya rusak, binasa, lenyap dan bencana besar. 2

Sedangkan Kiamat berasal dari bahasa arab

ِتٍَبَُِقْىا

dalam bentuk mashdar, Kiamat terambil dari kata Qȃma-Yaqȗmu-Qiyȃman yang berarti berdiri, berhenti, atau berada di tengah. Kiamat (al-qiyȃmah) diartikan sebagai kebangkitan dari kematian, yaitu dihidupkannya manusia setelah kematiannya. Dengan demikian Hari Kiamat (Yaum al-qiyȃmah) berarti hari atau saat terjadinya kebangkitan (manusia) dari kubur.3 Dinamakan demikian, karena pada hari itu terjadinya peristiwa-peristiwa besar yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur`an. Di antara peristiwa tersebut ialah bangkitnya manusia dari kematian untuk menghadap Tuhan semesta alam.

4

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Kiamat diartikan sebagai.

1. Celaka sekali, bencana besar, rusak binasa

1 Peter Salim, Yenni Salim, Kamus Indonesia Kontemporer, (Jakarta: Modern English Press 2002) , h. 509

2 Rukmanasari, Jurnal Hari Kiamat Perspektif Al-Qur’an Studi Terhadap Q.s Al- Qari’ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar: 2013

3 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 8

4 Irfan Fahmi, Ensiklopedia Kiamat, Gema Insani, (Jakarta: 2013) h. 4

2. Hari kebangkitan setelah mati (orang yang meninggal akan dihidupkan kembali untuk diadili perbuatannya)

3. Hari akhir zaman (dunia dan seisinya rusak binasa dan lenyap) 4. Berakhir dan tidak muncul lagi. Sedangkan dalam kamus besar

ilmu pengetahuan (Save M Dagun), Kiamat diartikan keadaan makhluk dan alam semesta ketika berakhirnya kehidupan mereka didunia. 5

Adapun secara terminology ada beberapa pendapat. Di antaranya:

1. Binasa atau hancurnya alam semesta merupakan tanda berakhirnya kehidupan dunia menuju kehidupan kekal akhirat. Hari Kiamat tersebut dikenal sebagai hari akhirat.

2. Adapun pengertiannya menurut syariat adalah waktu berakhirnya kehidupan dunia

3. Dengan ditiupnya sangkakala sebagai permulaan dari hari kebangkitan dan perhitungan amal.6

Maksud dari pengertian diatas adalah, bahwa hari kiamat merupakan awal menuju kehidupan yang kekal. Semua kejadian kiamat.

itu menjadi dasar permulaan mengetahui kehidupan yang sebenar- benarnya. Mengenai pengguna istilah kiamat, ada beberapa istilah yang popular dikalangan masyarakat. Bahwa kiamat itu tidak hanya menjelaskan tentang hari kehancuran alam semesta, dan kebangkitan manusia didalam kubur, tetapi ada penjelasan tentang semua kejadian yang akan terjadi pada alam semesta dan isinya saat kiamat itu sudah terjadi. Diantaranya ialah: Pertama, Kiamat Kecil yaitu kematian manusia.

5Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011), h. 8

6 Rukmanasari, Jurnal Hari Kiamat Perspektif Al-Qur’an Studi Terhadap Q.s Al- Qari’ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar: 2013

17

Barangsiapa yang meninggal dunia maka telah terjadi kiamat padanya. Karena ia masuk ke dalam alam akhirat, Kedua, Kiamat Besar yaitu peniupan sangkakala akan terjadi dua kali.7 Peniupan pertama mengakibatkan ketakutan dan kematian serta kehancuran alam raya, sedangkan peniupan kedua adalah kebangkitan, atau dengan kata lain perpindahan manusia dari alam kubur, untuk diperhitungkan, akan ditempatkan di surga atau neraka.

Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur`an al-Karim Kiamat selalu disandingkan pada penjelasan hari-hari pembalasan kelak di hari akhirat, hal ini berarti bahwa yang dimaksud dengan hari kiamat adalah hari pembatasan antara kehiduapan di dunia dan akhirat. 8

Quraish Shihab berpendapat bahwa kiamat kecil itu adalah matinya orang perorangan, dan kiamat besar itu adalah terjadinya kehancuran alam semesta. Semua benda yang ada di jagat raya ini rusak dan binasa.9 Tidak ada satu pun, baik yang didaratan, lautan, maupun ruang angkasa, yang masih utuh dan terhindar dari kehancuran. Saat itu manusia juga tidak ada yang selamat. Semua mati, tidak ada yang tertinggal. Tidak ada yang kekal, kecuali Allah semata.10

Didin Hafihuddin berpendapat bahwa terjadinya kiamat itu diawali dengan tiupan terompet (sangkakala) sebagai awal tanda kehancuran alam.11

7 Sementara ulama menyatakan tiga kali, seklai menjadikan hati semua makhluk gentar.(

QS. An-Naml[27]: 87), kedua menjadikan mereka mati bergelimpangan dan ketiga menjadikan semua bangkit bagaikan belalang berterbangan (QS.az-zumar[39]: 68).

8 Muslih Abdul Karim, Agama RI Kementerian, Kiamat, (Depok: Gema Insani: 2013), h.

5

9 M. Quraish Shihab, Perjalanan Menuju Keabadian Kematian, Surga dan Ayat-ayat Tahlili, (Jakarta: Lentera hati, 2001), Cet, 2, h. 109

10Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 25

11 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 10

Menurut Prof, Achmad Baiquni ialah berbicara tentang kiamat adalah musnahnya seluruh umat manusia yang kemudian “dibangunkan dari kematiannya” dan dikumpulkan di padang penampungan sementara sebelum mengalami proses seleksi melalui amal mereka masing-masing.12 B. Kosa Kata Hari Kiamat dalam Al-Qur`an

Didalam Al-Qur`an kosa kata hari kiamat terdapat 70 kali (tujuh puluh) dalam bentuk

ِتٍَبَُِقْىا

yang menjelaskan tentang peristiwa kebangkitan yang terkait dengan makhluk sesudah kematiannya. Dalam Al-Qur`an terdapat pada surat.

1. QS. Al-Baqarah [2] : 85, 113, 174, 212

2. QS. Ali-„Imran [3] : 55, 77, 161, 180, 185, 194 3. QS. An-Nisa‟ [4] : 87, 109, 141, 159

4. QS. Al-Ma‟idah [5] : 14, 36, 64 5. QS. Al-An‟ȃm [6] : 12

6. QS. Al-A‟rȃf [7] : 32, 167, 172 7. QS. Yunus [10] : 60, 93

8. QS. Hud [11] : 60 98, 99

9. QS. An-Nahl [16] : 25, 27, 92, 124 10. QS. Al-Isra‟ [17] : 13, 58, 62, 97 11. QS. Al-Kahf [18] : 105

12. QS. Maryam [19] : 95

13. QS. Ta-Ha [20] : 100, 101, 124 14. QS. Al-Anbiyȃ [21] : 47 15. QS. Al-Hajj [22] : 9, 17, 69, 16. QS. Al-Mu‟minun [23] : 16

12 Achmad Baiquni, Al-Qur`an dan Ilmu Pengetahuan Kealaman, (Jakarta: Dana Bhakti

Prima Yasa, 1996), Cet. 1, h. 259

19

17. QS. Al-Furqon [25] : 69

18. QS. Al-Qasas [28]: 41, 42, 61, 71, 72 19. QS. Al-„Ankabut [29] : 13, 25 20. QS. As-Sajdah [32] : 25 21. QS. Fatir [35] : 14

22. QS. Az-Zumar [39] : 15, 24, 31, 47, 60,67 23. QS. Fussilat [41] : 40

24. QS. Asy-Syura [42] : 45 25. QS. Al-Jasiyah [45] : 17, 26 26. QS. Al-Ahqaf [46] : 5 27. QS. Al-Mujadilah [58] : 7 28. QS. Al-Mumtahanah [60] : 3 29. QS. Al-Qalam [68] : 39 30. QS. Al-Qiyamah [75] : 1, 6 C. Nama-nama Hari Kiamat

Dalam Al-Qur‟an nama-nama hari kiamat disebut dengan beberapa istilah, sebagaimana di singgung diatas ada kata al-qiyamȃh yang sebelumnya yaitu mengisyaratkan keadaan manusia sesudah terjadinya Kiamat.13 seperti Yaum al-mashsyar (hari tempat berkumpul), Yaum al- jam’i (hari pengumpulan seluruh makhluk), Yaum al-hisab (hari perhitungan) dan Yaum al-jaza’ (hari pembalasan). 14

Bahwasanya hari kiamat adalah termasuk hal yang ghaib, yang mana agama-agama semuanya enurut kepada yang mempercayainya dan beramal karenanya serta mempersiapkan untuknya. Hari itu pasti akan datang dan terjadi di masa yang akan datang, sudah dekat atau masih lama.

13 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 10

14 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011), h. 8

Dengan demikian tiada jalan untuk mempelajarinya atau mengetahui debagian kenyataan atau gambarannya kecuali dengan kembali kepada al- Qur`an.15

Dalam Al-Qur`an nama-nama lain dari hari Kiamat ialah:

a. As-Sa’ah

Dalam Al-Qur`an sebanyak 40 kali, terdapat banyak pendapat mengenai alasan penamaan hari kiamat dengan sa’ah. Diantaranya karena Allah Swt.. menetapkan waktu terjadinya hari kiamat secara cermat, sebagaimana firman Allah Swt..























“Segungguhnya hari kiamat itu akan datang aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.(QS. Thaha [20]: 15)

Ibnu Abbas memberi pengertian “Aku hampir merahasiakan (waktu) nya” adalah bahwa Allah Swt.. nyaris menyembunyikan waktu terjadinya hari kiamat itu, bahkan terhadap diri-Nya sendiri.

Lantas bagaimana mungkin dia memperlihatkan waktu terjadinya hari kiamat itu kepada manusia atau selainnya. Allah Swt.. menyebutkan sejumlah perkara yang tidak diperlihatkan kepada seorang pun.16

Dalam pengertian tersebut bahwa hari kiamat sudah Allah Swt.. tetapkan di dalam Al-Qur`an maupun Hadis Nabi Saw, akan tetapi untuk kejadian dan waktu masih sangat Allah Swt.. rahasiakan kapan dan seperti apa kejadian hari kiamat.

15 Abdurrazaq Naufal, Hari Kiamat, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1993), Cet. 1, h. 5

16 Agama RI Kementrian, Ensiklopedia Al-Qur`an, (Batara: PT charisma Ilmu), h.16

21

b. Al-yaum al-Akhir

Dalam arti hari yang akhir menunjukkan bahwa hari itu merupakan hari terakhir bagi semua makhluk, terutama manusia, sebelum mereka menuju akhir yang merupakan alam keabadian. Hari itu merupakan akhir dari segala kehidupan dan akhir dari keberadaan semua makhluk. Dalam Al-Qur‟an, istilah ini disebut 26 kali.17

Sebuah isyarat bahwa keyakinan pada hari akhir merupakan salah satu akidah pokok dalam islam. Karena sejak saat itulah semua janji Allah Swt.. pada manusia akan dipenuhi. 18

























(8). di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah [2]: 8)

Dari situ pula sudah dijanjikan bagaimana Allah SWT.

memperingatkan kepada semua makhluk dengan semua Kebesaran yang sudah Allah SWT. berikan dengan berbagai nikmat, maka dari situ pula Allah SWT. akan memberikan nikmat lebih dengan semua keyakinana dan kasih sayang Allah SWT. terhadap makhluknya.

c. Al-Qȃri’ah

Dalam arti suara ketukan yang keras bermakna suara keras yang mengetuk dan memekakkan telinga. Suara keras yang

17 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 11

18 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 12

memekakkan (menyebabkan) telinga, ini merupakan tanda awal kehancuran alam.19











































(1). hari kiamat, (2). Apakah hari kiamat itu? (3). tahukah kamu Apakah hari kiamat itu? (4). pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, (5). dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Dalam bahasa arab, al-qar’u berarti memukul dengan keras.

Dari kata tersebut, muncullah kata al-maqra’ah (tempat pembantaian).

Orang Arab mengatakan, “Taqara’a al-fariqani fi al-qital (dua golongan saling menikam dengan pedangnya).20al-qȃri’ah menjadi nama salah satu surat, dalam Al-Qur‟an disebut sebanyak 4 kali, dalam bentuk nakirah, kata ini disebut sekali, al-qȃri’ah merupakan bencana besar yang merisaukan hati manusia karena kedahsyatan yang luar biasa.21

d. Al-Haqqah

Dalam arti adalah yang pasti terjadi kata ini terambil dari haqqa-yahuqqu/yahiqu-haqqan, yang benar atau pasti. Hari Kiamat disebut al-haqqah, karena pasti terjadi, atau benar akan datang. Meski pasti dan benar akan terjadi, tidak ada satu manusia pun yang tahu

19 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 12

20 Agama RI Kementrian, Ensiklopedia Al-Qur`an, (Batara: PT charisma Ilmu), h.20

21 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 13

23

kapan dan bagaimana kejadiannya. Sebab, Kiamat merupakan hal gaib yang hanya diketahui Allah SWT. saja. Dalam Al-Qur`an, kata al- Haqqah disebutkan sebanyak 3 kali pada surat al-Hȃqqah [69] : 1-3.22





















(1). hari kiamat[1501], (2). Apakah hari kiamat itu? (3). dan tahukah kamu Apakah hari kiamat itu?

e. Al-Waqi’ah

Menurut arti adalah peristiwa hebat kata ini terambil dari waqi’ (ism fa’il) yang berasal dari waqa’a-yaqa’u, yang terjadi.23 Dalam Al-Qur‟an, kata al-waqi’ah disebut sebanyak 2 kali. Ayat yang menjelaskan bahwa terjadinya Kiamat tidak dapat didustakan atau diingkari siapa pun. Pesannya ditujukan bagi siapapun yang tidak mendapat balasan atas hal buruk yang dikerjakan di dunia. 24

Keutamaan surat Al-Waqi‟ah

Abdullah bin Mas‟ud tergolong sahabat dekat Rasulullah Saw.

Ia teringat sebuah hadis yang didengarnya langsung dari Nabi Muhammad Saw, lalu ia berkata, “Mereka tidak butuh (harta) itu. Aku menyuruh mereka membaca surat al-waqi’ah. Karena aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, Barangsiapa membaca surat al-waqi’ah setiap malam tidak akan tertimpa kefakiran selamanya.25

Abu Abdillah, seorang ulama pengikut Imam Ali bin Abi Thalib ra, mengatakan, Bahwa membaca surat al-waqi’ah setiap

22 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 13

23 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 13

24 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 14

25 Agama RI Kementrian, Ensiklopedia Al-Qur`an, (Batara: PT charisma Ilmu), h.22

malam jumat, Allah SWT. akan mencintainya dan menjadikan semua orang mencintainya serta selamanya tidak akan mengalami kesengsaraan, kefakiran, dan penderitaan dunia lainnya. Ia akan menjadi sahabat karib Imam Ali bin abi Thalib ra. 26

Imam Abu Ja‟far ra juga berkata, “Barangsiapa membaca surat al-waqi’ah sebelum tidur, akan berjumpa dengan Allah SWT. dengan wajah seperti rembulan di malam purnama.27

f. Al-Ghasyiyah

Maksud kata ini adalah malapetaka yang menyelimuti perasaan manusia Al-ghasyiyah mesti diartikan malapetaka hebat yang menyelimuti perasaan manusia, sehingga mereka sangat ketakutan.

Kata ini berbentuk ketakutan. 28 Dalam Al-Qur‟an, kata ini, bentuk kata kerja atau kata kejadian lain nya, dalam Al-Qur`an disebutkan sebanyak 26 kali. Namun, kata al-ghasyiyah sendiri hanya disebutkan sebanyak 2 kali. Ayat yang menjelaskan bahwa Kiamat diawali dengan kehancuran alam semesta. Fenomena itu merupakan besar bagi siapa pun, sehingga wajah manusia tertunduk karena takut dan merasa hina. Itulah balasan bagi mereka yang kufur pada ajaran-ajaran Allah.29

Keutamaan surat al-ghasyiyah

Ubay bin Ka‟ab menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

“Barang siapa membaca surat al-ghasyiyah, Allah Swt.. akan menghisabnya dengan hisab yang ringan.”

26 Agama RI Kementrian, Ensiklopedia Al-Qur`an, (Batara: PT charisma Ilmu), h.23

27 Agama RI Kementrian, Ensiklopedia Al-Qur`an, (Batara: PT charisma Ilmu), h.23

28 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 14

29 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 15

25

Abu Abdillah ra menuturkan, “Barang siapa yang senantiasa membaca surat al-ghasyiah dalam salat fardu atau sunah, Allah Swt..

akan meliputi dirinya dengan rahmatnya di dunia dan di akhirat, serta terbbebas dari azab neraka di hari kiamat”. 30

g. As-Sakhkhah

Arti dari kata ini adalah bunyi geleger yang keras sekali.

Dengan nama ini karena teriakan dan geleger suara yang timbul saat itu sangat memekakkan telinga hingga hampir-hampir membuat telinga tuli. Kata ini berasal dari sakhkha-yasukhkhu-sakhkhan, bunyi benturan besi dengan besi yang keras sekali, bencana atau malapetaka yang sangat besar.















































(33). dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), (34). pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, (35). dari ibu dan bapaknya, (36). dari istri dan anak-anaknya. (37).

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(Ab-Basa‟ [80]: 33-37)

Ayat yang menjelaskan, suara sangat keras itu adalah tiupan sangkakala Malaikat Israfil yang kedua merupakan tanda datangnya hari Kiamat (hancurnya alam semesta). Saat suara itu terdengar, setiap orang akan sibuk dengan dirinya sendiri. Segala hal mereka lupakan, meski anak, istri, orang tua, dan yang lainnya. Mereka hanya memperhatikan nasib atau keadaan masing-masing yang harus

30 Agama RI Kementrian, Ensiklopedia Al-Qur`an, (Batara: PT charisma Ilmu), h.18

dipertanggungjawabkan perbuatannya sejalan dengan datangnya hari Kiamat. 31

h. Yaum al-Ba’ts

Dalam arti hari kebangkitan manusia dari kubur32 yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati pada waktu tiupan tiupan kedua. Yang dimaksud dengan Yaum al-Ba’ts adalah tempat kembalinya badan dan hidupkannya hamba-hamba pada hari kiamat.

Dalam Al-Qur`an surat Az-Zumar [39] : 68















































68. dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

i. Yaum al-Khuruj

Yaitu hari dikeluarkannya manusia dari kubur menuju tempat berkumpul) Al-Mahsyar ketika sangkakala kedua ditiup Malaikat Israfil. Al-Qur`an surat. Qaf [50] : 42

















(42). (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar- benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).

j. Yaum al-Fasl

31 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 15

32 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 16

27

Pada sat itu ketentuan hari saat Allah memutuskan seluruh persoalan yang telah dilakukan dan dipertentangkan oleh manusia.33

Dalam pengertian di atas adalah bagaimana orang-orang kafir mendustakan ayat-ayat Allah Swt. Dengan semua keputusan yang sudah Allah Swt. tetapkan, itu semua akan menjadi tanggungjawab bagi orang-orang yang mempertentangkan ayat-ayat Allah Swt.

k. At-Tammah al-Kubra

Hari yang merupakan malapetaka besar bagi orang kafir dan pendosa.34 Orang yang terbiasa berbuat maksiat dan zalim.











“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang”(QS. An-Nazi‟at [79]: 34)

l. Yaum al-Hasrah

Hari penyesalan, manusia yang bersalah merasakan penyesalan yang amat dalam.35



























Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.”(QS. Maryam [19]: 39)

33Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 16

34 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 16

35 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 17

Ayat ini menjelaskan bagimana orang-orang yang melalaikan peringatan yang disampaikan kepada orang kafir, tentang peringatan untuk melakukan amal shaleh.

m. Yaum al-Hisab

Peringatan bahwa hari perhitungan, semua amal manusia akan diperhitungkan dengan teliti dan diadili dengan seadil-adilnya.36































































Hai Daud, Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan”(QS. Shȃd [38]: 26

n. Yaum al-Wa’id

Hari ancaman, pada hari itukejadian yang Allah Swt. ancam mereka yang kafir dengan siksa.37 Bentuk ancaman itu sudah dijanjikan kepada orang kafir.















Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman”

(QS. Qaaf [50]: 20)

36 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 17

37 Agama RI Kementerian, Kiamat Dalam Persepektif Al-Qur’an Dan Sains, Lajnah pentashihan Mushaf Al-Qur‟an (Jakarta: 2011) h. 17

Dokumen terkait