• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Strategis Daerah

BAB VI Penjelasan Atas Informasi – Informasi Non Keuangan

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD

2.3.2 Kebijakan Strategis Daerah

Dalam rangka percepatan pencapaian sasaran pembangunan daerah tersebut, Pemerintah Daerah telah mencanangkan kebijakan strategsi daerah untuk Tahun 2021, sebagai berikut :

a. Optimalisasi penerapan Peraturan Bupati Agam Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Nagari Madani.

Sasaran yang akan dicapai yaitu meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai–nilai agama adat dan budaya dengan indikator jumlah lulusan SD/MI yang bisa membaca dan menulis Al Quran, Jumlah lulusan SMP/MTs yang lancar membaca dan menulis Al Quran, menurunnya kasus kasus penyakit masyarakat, meningkatnya penerimaan zakat, aktifnya lembaga adat di nagari dan sanggar seni di Nagari.

Namun dengan terjadinya pandemi covid 19, penerapan Nagari Madani lebih diutamakan pada peningkatan rasa solidaritas dan kepedulian ditengah masyarakat terhadap sesama yang terdampak Pandemi covid 19, meningkatkan kepedulian untuk tetap menjaga ketertiban umum dan kenyamanan lingkungan yang bisa saja terganggu akibat adanya pembatasan kegiatan ekonomi dan soial di tengah masyarakat, serta meningkatkan kepedulian dan dukungan dalam menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktifitas masyarakat.

b. Memperkuat Reformasi Birokrasi

Sasaran yang akan dicapai adalah meningkatnya manajemen pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Nagari, meningkatnya tata kelola kearsipan, meningkatnya kualitas layanan publik, meningkatnya profesionalitas ASN dan perangkat nagari, meningkatnya akses dan layanan administrasi kependudukan.

Semuanya didukung dengan peningkatan pendapatan daerah dan teknologi IT.

Pada perubahan RKPD, reformasi birokrasi diarahkan pada peningkatan efektifitas pelayanan publik fokus pada pelayanan kesehatan, pengelolaan jaringan informasi dan komunikasi yang didukung pemanfaatan teknologi. Dengan berbagai keterbatasan ruang gerak maka dukungan teknologi dan jaringan internet menjadi sangat penting, untuk menyampaikan informasi-informasi penting dari kebijakan Pemerintah Pusat sampai ke daerah, termasuk untuk mendukung dunia pendidikan.

Aspek penyediaan regulasi untuk mendukung tanggap darurat penanganan kasus

52

Covid-19, pelaksanaan jaring pengaman sosial dan penerapan tatanan kehidupan normal baru. Serta aspek penyediaan data terpadu baik untuk kasus covid 19 serta data dampak pandemi covid 19 terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Selanjutnya pengelolaan keuangan daerah difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan tanggap darurat penanganan dampak pandemi Covid-19. Program kegiatan yang semula direncanakan untuk mencapai target sasaran RPJM harus direfocusing untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat pandemi serta jaring pengamanan sosial.

c. Mengoptimalkan Mutu dan Layanan Kesehatan dan Pendidikan Dasar.

Disamping berupaya untuk terus menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, kasus gizi buruk dan stunting, optimalisasi layanan kesehatan juga difocuskan pada penanganan kesehatan masyarakat yang terinveksi covid 19, biaya traking, logistik, perlengkapan pengamanan petugas dan operasional petugas.

Di bidang pendidikan, refocusing program kegiatan lebih diarahkan untuk menjamin proses belajar dan mengajar tetap berjalan meskipun tidak optimal. Proses belajar mengajar daring masih terkendala dengan kapasitas penyediaan paket internet dan jangkauan jaringan.

d. Meningkatkan Ketahanan Pangan, Daya Saing dan Nilai Tambah Produk

Sasaran dari prioritas ini secara umum adalah dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang beberapa tahun ini stagnan meskipun tetap tumbuh positif, serta mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Untuk mendukung ketahanan pangan, sasaran yang akan dicapai adalah meningkatnya produksi tanaman pangan dan hortikultura, serta meningkatnya produksi perikanan dan peternakan yang unggul, didukung dengan pengendalian alih fungsi lahan. Sasaran selanjutnya adalah menjaga dan meningkatkan ketersediaan bahan pangan masyarakat, stabilisasi harga dan meningkatkan keamanan pangan masyarakat.

Dengan terjadinya pandemi covid-19 sesungguhnya proses produksi pertanian, peternakan dan perikanan oleh masyarakat masih tetap berjalan, namun terkendala dengan pendistribusian dan pemasaran yang berakibat pada turunnya penjualan komoditi pertanian. Oleh karena itu prioritas dan sasaran perubahan RKPD Tahun 2021 ini lebih fokus kepada fasilitasi pemasaran produksi masyarakat dan peningkatan nilai tambah. Dengan harapan semakin banyak produk olahan masyarakat yang mampu memasuki pasar modern dan e-Commerce.

Dibidang industri kecil yang selama ini banyak memproduksi pakaian jadi, garmen dan produk rumah tangga lainnya diarahkan untuk memproduksi peralatan yang dibutuhkan dimasa pandemi ini seperti masker.

e. Menurunkan Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran.

Sasaran dan target penurunan persentase penduduk miskin dan pengangguran pada perubahan RKPD Tahun 2021 ini lebih diarahkan agar penduduk miskin dapat bertahan hidup dengan kondisi yang memadai. Dan penduduk yang berada pada posisi hampir miskin tidak jatuh menjadi miskin.

Program-program yang sebelumnya dirancang untuk pemberdayaan masyarakat miskin saat ini lebih diarahkan untuk penanganan tanggap darurat dalam bentuk jaring pengamanan sosial. Sebagaimana diketahui bahwa pandemi Covid-19 telah mengakibatkan terganggunya aktifitas ekonomi masyarakat dan penurunan daya beli masyarakat. Sinergitas dengan Pemerintah Nagari sebagai pihak yang terdekat dengan penduduk miskin harus ditingkatkan. Sasaran yang akan dicapai adalah menurunnya

53

persentase penduduk miskin yang diikuti oleh turunnya tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan.

Tingkat pengangguran terbuka berpotensi untuk kembali meningkat. Sasaran Tahun 2021 lebih fokus kepada menyelamatkan penduduk yang kehilangan pekerjaan beserta keluarganya agar tetap dapat memenuhi standar hidup layak. Selanjutnya seiring dengan upaya menghidupkan kembali kegiatan ekonomi masyarakat dengan pola kenormalan baru, diharapkan penduduk yang kehilangan pekerjaan dapat bekerja kembali dan memperoleh penghasilan.

f. Mengurangi ketimpangan pembangunan dan ketimpangan pendapatan

Prioritas ini dilaksanakan dengan strategi pengembangan kawasan. Sasaran yang akan dicapai adalah menumbuhkan produk/komoditiunggulan daerah dengan pembangunan kawasan berbasis komoditi. Dengan terjadinya refocusing kegiatan pembangunan, maka target sasaran ini adalah bertahan pada posisi capaian Tahun 2020, dengan asumsi bahwa yang mengalami dampak pandemi di Kabupaten Agam adalah semua lapisan masyarakat dan semua wilayah.

g. Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup dan Mitigasi Bencana.

Prioritas ini untuk menjawab permasalahan bahwa penurunan kualitas lingkungan masih terjadi sebagai akibat kegiatan ekonomi masyarakat dan kebutuhan masyarakat terhadap lahan pemukiman. Sasaran yang akan dicapai adalah :

1) Mengoptimalkan pengelolaan timbulan sampah yang berasal dari aktifitas masyarakat, terutama sampah anorganik dan limbah B3. Hal ini dikarenakan luasnya cakupan pengelolaan sampah dan keterbatasan sumber daya Pemerintah Daerah, untuk itu maka pengelolaan sampah ini diarahkan dilaksanakan dengan berbasis masyarakat dengan dukungan Pemerintah Nagari.

2) Meningkatnya pengendalian terhadap penggunaan lahan, dengan menjaga ketaatan terhadap Peraturan Daerah tentang tata ruang, serta meningkatkan pengawasan dan penertiban pembangunan yang dilaksanakan masyarakat.

3) Meningkatnya pengendalian alih fungsi lahan pertanian terutama lahan pertanian tanaman pangan yang potensial dengan penerapan Perda tentang LP2B.

4) Meningkatnya pengawasan dan pengendalian terhadap pemanfaatan sumber-sumber air baku.

5) Selanjutnya Kabupaten Agam sebagai daerah dengan potensi bencana yang beragam, terutama banjir dan longsor, maka pengintegrasian pembangunan berbasis mitigasi bencana di mulai dari penyusunan dokumen perencanaan OPD yang berbasis pengarusutamaan bencana serta ketaatan kepada tataruang melalui pengendalian perizinan. Disamping itu perlu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan tanggap darurat bencana yang didukung sarana prasarana yang memadai.

h. Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

Pengembangan pariwisata daerah menjadi prioritas mengingat potensi wisata yang sangat beragam, sudah dikenal bahkan sampai ke manca negara. Pengembangan pariwisata difokuskan ke objek-objek wisata di sekitar kawasan Danau Maninjau, kawasan Banuhampu, Sungai Pua, IV Koto dan Tanjung Mutiara. Terhadap pengembangan dan pengelolaan objek wisata oleh masyarakat Pemerintah Daerah melakukan pembinaan, pengawasan dan dukungan infastruktur. Pembangunan

54

kepariwisataan diharapkan dapat mendorong berkembangnya lapangan usaha lainnya seperti kuliner, ekonomi kreatif dan pertanian. Sasaran yang akan dicapai adalah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, lama tinggal dan spend of money di Kabupaten Agam.

Namun industri kepariwisataan merupakan kegiatan ekonomi yang sangat terdampak oleh pandemi Covid 19. Sehingga sasaran yang sudah ditetapkan semula sangat tidak mungkin untuk terwujud. Sehingga prioritas ini lebih difocuskan untuk menyelamatkan pelaku industri pariwisata dari dampak pandemi baik terhadap kesehatan mereka sendiri maupun dampak ekonomi akibat tidak beroperasinya hatel- hotel dan restoran serta ditutupnya objek-objek wisata. Termasuk jaring pangamanan sosial untuk pelaku usaha pendukung pariwisata.

i. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur

Sejak terjadinya pandemo Covis-19, pembangunan infrastruktur mengalami refocusing yang sangat signifikan. Prioritas dan sasaran pembangunan bidang infrastruktur lebih difokuskan hanya untuk penyelesaian pekerjaan yang mana pekerjaan tersebut jika tidak dituntaskan akan mengganggu berfungsinya hasil pekerjaan seperti pengamanan gedung kantor. Selanjutnya pemeliharaan jalan dan jembatan. Pemeliharaan saluran dan bangunan irigasi serta gedung pemerintahan. Dan pelaksanaan pembangunan/pekerjaan yang didanai dengan DAK

Berdasarkan perubahan prioritas dan sasaran diatas, dilakukan penyesuaian terhadap beberapa target IKU dan IKK daerah sebagaimana yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Agam Tahun2016-2021, dengan mempertimbangkan :

1. Kemampuan pendanaan daerah yang turun drastis terutama disebabkan penurunan dana transfer yang cukup signifikant.

2. Dampak sosial ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19 di Tahun 2021 yang sangat mempengaruhi kemampuan daerah untuk mencapai target yang sudah ditetapkan di RKPD Tahun 2021.

3. Pelaksanaan refocusing anggaran untuk prioritas penanganan pandemi Covid-19.

4. Penyesuaian dengan target RKPD perubahan Provinsi Sumatera Barat dan mempertimbangkan target RKP perubahan Nasional.

Selengkapnya target IKU dan IKK perubahan Kabupaten Agam Tahun 2021 sebagaimana disajikan pada Tabel: 2.3.2 dan Tabel: 2.3.3 berikut:

Tabel: 2.3.2

Perubahan Target Indikator Kinerja Utama Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2020

INDIKATOR KINERJA SASARAN

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

Sasaran Meningkatnya Pemahaman Terhadap Al

qurán Persentase lulusan SD/MI bisa

baca tulis al qurán 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Persentase lulusan SMP/MTS

lancar baca tulis al qurán 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Angka Partisipasi Kasar

TPA/MDA 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

55 INDIKATOR KINERJA

SASARAN

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

Sasaran Meningkatnya Kesholehan Sosial

Persentase peningkatan

penerimaan zakat 28 28 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Persentase penurunan kasus

penyakit masyarakat 46.04 (255 kasus) 46.04 (255 kasus) Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021 Sasaran

Persentase nagari yang memiliki

pedoman adat salingka nagari 90.23 (74 nagari) 90.23 (74 nagari) Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021 Persentase nagari yang memiliki

sanggar seni dan budaya yang aktif

100 (82 nagari) 100 (82 nagari)

Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021 Persentase lembaga adat (KAN

nagari dan bundo kanduang) yang aktif

100 100 Sesuai Target RPJMD Tahun

2021 - 2026 Sasaran Meningkatnya Tata Kelola Pemerintahan

dan Reformasi Birokrasi

Indeks Reformasi Birokrasi BB CC (51) Menyesuaian target RPJMD Tahun 2021 - 2026 Predikat nilai akuntabilitas

kinerja kabupaten BB BB Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Pencapaian opini atas laporan

keuangan WTP WTP Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Perluasan dan Pemerataan akses

pendidikan Rata-rata lama sekolah

penduduk usia di atas 25 tahun

9 9,03 Menyesuaikan target pada

RPJMD Tahun 2021 - 2026

Harapan lama sekolah 17.18 14,09 Menyesuaikan Target

RPJMD Tahun 2021 - 2026

Angka kelulusan SD/MI 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Angka kelulusan SMP/MTs 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Rata-rata nilai ujian nasional

SD/MI

81,67 81,67 Penyesuaian target karena

target RPJMD 2016 -2021 di Tahun 2021sebesar 80,25 telah tercapai. Pada Tahun 2018 Rata rata nilai ujian Nasional telah mencapai : 81,67

Rata-rata nilai ujian nasional SMP/MTs

57.25 78,43 Penyesuaian target, sama

dengan capaian Tahun 2020

Sasaran Meningkatnya Mutu Pendidikan

Rata-rata lama sekolah

penduduk usia di atas 25 tahun 9 9,03 Menyesuaikan target pada

RPJMD Tahun 2021 - 2026

Harapan lama sekolah 17.18 14,09 Menyesuaikan Target

RPJMD Tahun 2021 - 2026

Angka kelulusan SD/MI 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Angka kelulusan SMP/MTs 100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

56 INDIKATOR KINERJA

SASARAN

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan Rata-rata nilai ujian nasional

SD/MI

81,67 81,67 Penyesuaian target karena

target RPJMD 2016 -2021 di Tahun 2021sebesar 80,25 telah tercapai. Pada Tahun 2018 Rata rata nilai ujian Nasional telah mencapai : 81,67

Rata-rata nilai ujian nasional SMP/MTs 5

57.25 78,43 Penyesuaian target, sama

dengan capaian Tahun 2020 Rata-rata nilai ujian nasional

SMP/MTs 5

57.25 78,43 Penyesuaian target, sama

dengan capaian Tahun 2020

Sasaran Meningkatnya Kesehatan Ibu dan Anak

Angka kematian ibu (AKI) 65 152,5 Menyesuaikan target pada

RPJMD Tahun 2021 - 2026

Angka kematian bayi 8 9,5 Menyesuaikan target pada

RPJMD Tahun 2021 - 2026 Sasaran Terjangkaunya akses layanan kesehatan

yang bermutu Persentase penduduk yang

memiliki jaminan kesehatan

85 85 Penyesuaian target RPJMD,

target tahun 2021 sebesar 80 telah tercapai. Pada Tahun 2020 persentase penduduk yang memiliki jaminan sosial telah mencapai : 83,85 . Persentase sarana kesehatan

dasar dan rujukan yang terakreditasi

100 100 Penyesuaian target RPJMD,

target tahun 2021 sebesar 60% telah tercapai. Pada Tahun 2020 persentase sarana kesehatan dasar dan rujukan yang terakreditasi mencapai : 100%.

Sasaran Meningkatnya Status Gizi Balita

Prevalensi balita gizi buruk 0.10 0.10 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Meningkatnya Kesadaran Pola Hidup

Bersih dan Sehat Masyarakat Persentase rumah tangga ber

PHBS

81 79% Menyesuaikan target pada

RPJMD Tahun 2021 - 2020 Prevalensi penyakit menular

(per 100.000 penduduk

1686 1686 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Prevalensi penyakit tidak

menular (per 100.000 penduduk)

1066 1066 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Menurunnya Laju Pertumbuhan

Angka kelahiran (TFR) 2.51 2.93 Menyesuaikan target RPJMD

Tahun 2021 - 2026

Sasaran Meningkatnya Prestasi Olahraga

Jumlah perolehan medali Kab.

Agam di event olahraga propinsi / nasional

386 386 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Peringkat Kab. Agam di event

Pekan Olahraga Provinsi

3 3 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

57 INDIKATOR KINERJA

SASARAN

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

Sasaran Meningkatnya Kinerja Makro Ekonomi

Daerah dan Kemerataan Pendapatan Masyarakat

Persentase Laju Pertumbuhan Ekonomi (ADHK)

3,51 – 4,55 2,59 Menyesuaikan target RPJMD

Tahun 2021 – 2026 Nilai PDRB perkapita ADHK

tahun dasar 2010 (Rp. Juta)

28 – 29,75. 28 – 29,75 Dalam RPJMD ditargetkan Nilai PDRB perkapita ADHK sebesar 28 juta di Tahun 2021. Pada Tahun 2019 Nilai PDRB telah mencapai 29,75 juta dan tahun 2020 menurun kembali menjadi 29,13 akibat dampak pandemi covid-19 yang meliputi hampir seluruh sektor ekonomi. Oleh karena itu pada Tahun 2019 di targetkan Nilai PDRB perkapita berkisar antara 28 – 29,75.

Indeks Gini 0,253 - 0,248 0,25 Disesuaikan sesuai target

RPJMD di tahun 2021

Sasaran Meningkatnya Ketersediaan Pangan

Persentase Peningkatan Kesediaan Bahan Pangan Daerah Dibanding Tahun Dasar 2015

45 45 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Meningkatkan Diversifikasi Pangan

Masyarakat

Skor Pola Pangan Harapan 87 81 Menyesuaikan dengan target

RPJMD Tahun 2021-2026

Sasaran Menurunnya tingkat kemiskinan dan

tingkat pengangguran terbuka Persentase penduduk di bawah

garis kemiskinan

6,38 – 6,25 6,90 Menyesuaikan target RPJMD

Tahun 2021 – 2026 dan target yang di tetapkan oleh propinsi Sumatera Barat untuk Kabupaten Agam

Sasaran Meningkatnya Pemberdayaan Masyarakat

Persentase peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dibanding tahun 2015

30% (37 M) 30% (37 M) Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Mantapnya Kesesuaian Rencana

Pembangunan dengan Tata Ruang Persentase Ketaatan terhadap

RTRW

100 100 Menyesuaikan dengan target

RPJMD Tahun 2021-2026 Sasaran Meningkatnya Kualitas Lingkungan Hidup

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)

72 81,84 Menyesuaikan target dalam

RPJMD Tahun 2021 - 2026

Sasaran Meningkatnya Ketangguhan Daerah

Dalam Menghadapi Bencana

Indeks Resiko Bencana 143 143 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Meningkatnya Iklim Pariwisata

58 INDIKATOR KINERJA

SASARAN

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan Persentase peningkatan

kunjungan wisatawan nusantara

7 5 % (710.000) Menyesuaikan Target RPJMD Tahun 2021 - 2026 Persentase peningkatan

kunjungan wisatawan mancanegara

5 5 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Lama Tinggal wisatawan (length

of stay) (hari)

2,5 2,5 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021 Persentase peningkatan rata-

rata pengeluaran wisatawan (Spend of money)

8 8 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Meningkatnya Konektifitas Wilayah

Tingkat Konektifitas (Persentase jalan penghubung dari ibukota kecamatan ke kawasan pemukiman penduduk minimal dilalui roda 4 dan diaspal)

100 100 Tetap, sesuai target RPJM

2016 -2021 di Tahun 2021

Sasaran Meningkatnya Cakupan Pelayanan

Infrastruktur Persentase rumah tangga

berakses sanitasi layak (memenuhi syarat kesehatan)

100 78,05 Menyesuaikan target RPJMD

Tahun 2021 - 2026 Persentase penduduk berakses

air minum

100 85 Menyesuaikan target RPJMD

Tahun 2021 - 2026 Persentase jaringan irigasi

kondisi baik

64,8 66,28 Penyesuaian target sesuai

capaian tahun 2020 Panjang jalan dan jembatan

kondisi baik (km)

1.694,5 1.694,5 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021 Sumber: Dokumen Perubahan RKPD Tahun 2021

Tabel: 2.3.3

Target Indikator Kinerja Kunci Tahun 2021

No

ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA

PEMBANGUNAN DAERAH

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

1 2 3 4 5

ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

1.1 Pertumbuhan PDRB (%) 3,51 – 4,55 2,59 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 - 2026

1.2 PDRB per kapita (juta rupiah 28 – 29,75. 28 – 29,75 Dalam RPJMD ditargetkan Nilai PDRB perkapita ADHK sebesar 28 juta di Tahun 2021. Pada Tahun 2019 Nilai PDRB telah mencapai 29,75 juta dan tahun 2020 menurun kembali menjadi 29,13 akibat dampak pandemi covid- 19 yang meliputi hampir seluruh sektor ekonomi. Oleh karena itu pada Tahun 2019 di targetkan Nilai PDRB perkapita berkisar antara 28 – 29,75.

1.3 Indeks Gini 0,253 - 0,248 0,25 Disesuaikan sesuai target RPJMD di

tahun 2021 1.4 Indeks ketimpangan Williamson

(Indeks Ketimpangan Regional)

0,13 - 0,18 0,13 - 0,18 Dalam RPJMD ditargetkan indeks ketimpangan pembangunan pada Tahun 2021 sebesar 0,13. Capaian

59 No

ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA

PEMBANGUNAN DAERAH

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

1 2 3 4 5

sampai dengan Tahun 2020 sebesar : 0,18. Dengan mempertimbangkan dampak turunnya perekonomian akibat pandemi Covid-19 maka target Indek ketimpangan Pembangunan Tahun 2021 di proyeksi berkisar antara 0,13 – 0,18.

1.5 Persentase Kemiskinan 6,38 – 6,25 6,90 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 – 2026 dan target yang di tetapkan oleh propinsi Sumatera Barat untuk Kabupaten Agam

2 Fokus Kesejahteraan Masyarakat 1 Pendidikan

1.1 Rata-rata angka melek huruf penduduk usia diatas 15 tahun (%)

99,99 99,99 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.2 Rata-rata lama sekolah penduduk usia diatas 25 tahun ( tahun )

9 9,03 Menyesuaikan Target RPJMD Tahun

2021 - 2026

1.3 Angka Harapan Lama Sekolah 17,18 14,09 Menyesuaikan Target RPJMD Tahun 2021 - 2026

1.4 Angka Partisipasi Kasar (%) :

PAUD 69

1.4.2 SD/MI/SDLB/ Paket A 105,99 105,99 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.4.3 SMP/MTs/Paket B 98,20 100 Sama dengan capaian Tahun 2020

1.5 Angka pendidikan yang ditamatkan (%) 1.5.1 Angka pendidikan yang ditamatkan

SD/MI (%)

31,4 31,4 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.5.2 Angka pendidikan yang ditamatkan SMP/MTs (%)

24,74 24,74 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.6 Angka Partisipasi Murni ( % )

1.6.1 SD/MI/SDLB 95,40 95,40 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021

di Tahun 2021

1.6.2 SMP/MTs/Paket B 82,98 82,98 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021

di Tahun 2021 2 Kesehatan

2.1 Angka kelangsungan hidup bayi /1000 989 990,3 Penyesuaian target Sama dengan capaian Tahun 2020

2.2 Angka usia harapan hidup (tahun) 72.17 72,55 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 - 2026

2.3 Prevalensi/Persentase balita gizi buruk 0,10 0,10 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1 Kebudayaan

1.1 Jumlah grup kesenian 100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021

di Tahun 2021 2 Pemuda dan Olahraga

2.1 a. Jumlah klub olahraga 300 300 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021

di Tahun 2021

2.2 b. Jumlah gedung Olahraga 174 174 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1 Pendidikan 1.1 Pendidikan dasar:

1.1.1 Angka partisipasi sekolah per 1000 Angka partisipasi sekolah kelompok umur 7-12

99,53 99,53 Tetap

Angka partisipasi sekolah 13 - 15 tahun

95,01 95,01 Tetap

1.1.2 Rasio ketersediaan sekolah/penduduk usia sekolah per 10.000

95,14 95,14 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.1.3 Rasio guru/murid per 10.000 1109,27 865,99 Penyesuaian target sesuai target RPJMD di Tahun 2021

1.2 Fasilitas Pendidikan:

1.2.1 Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

60 No

ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA

PEMBANGUNAN DAERAH

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

1 2 3 4 5

1.2.2 Sekolah pendidikan

SMP/MTs/SMA/SMK/MA kondisi bangunan baik (%)

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.4 Angka Putus Sekolah:

1.4.1 Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI (%) 0,04 0,04 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.4.2 Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs (%)

0,05 0,017 Penyesuaian Sama dengan capaian Tahun 2020

1.5 Angka Kelulusan

1.5.1 Angka Kelulusan (AL) SD/MI (%) 100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.5.2 Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs (%) 100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.5.3 Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs (%)

104 104 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.6.5 Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA (%)

86,87 86,87 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.5.4 Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D- IV

93,69 93,69 Tetap

1.5.5 Persentase SD berakreditasi minimal A 40,13 40,13 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

1.5.6 Persentase SMP berakreditasi minimal A

55,70 55,70 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2 Kesehatan

2.1 Rasio posyandu per satuan balita 22,2 22,2 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.2 Rasio puskesmas, poliklinik, pustu per satuan penduduk

0,301 0,301 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.3 Rasio Rumah Sakit per satuan penduduk

0,0040 0,0040 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.4 Rasio dokter per 100.000 penduduk 18,72 18,14 Penyesuaian target sesuai capaian pada tahun 2020 sebesar 18,14.

Target RPJMD Tahun 2021 sebesar 12,02 telah tercapai.

2.5 Rasio tenaga medis per satuan penduduk

107,45 107,45

2.6 Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani (%)

90 90 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.7 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan (%)

99 99 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.8 Cakupan Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) (%)

95 95 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.9 Cakupan Balita Gizi Buruk mendapat perawatan (%)

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.10 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA (%)

91,99 90,65 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 - 2026

2.11 Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit DBD (%)

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.12 Cakupan kunjungan bayi (%) 96,2 86 Penyesuaian sesuai Target RPJMD

Tahun 2021 sebesar 86.

2.13 Cakupan puskesmas (%) 184,62 184,62 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

2.14 Cakupan pembantu puskesmas (%) 159,76 170,73 Penyesuaian target sesuai capaian tahun 2020

3 Pekerjaan Umum

3.1 Proporsi panjang jaringan jalan dalam kondisi baik

100 78,44 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 - 2026

3.2 Rasio Jaringan Irigasi 0,66 20,38 Penyesuaian target sesuai capaian

tahun 2020

3.3 Persentase rumah tinggal bersanitasi 100 78,05 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 - 2026

3.4 Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk

0,0008 0,0008 Tetap, sesuai target RPJM di Tahun 2021

61 No

ASPEK/FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR KINERJA

PEMBANGUNAN DAERAH

2021

KETERANGAN Target Awal Target

Perubahan

1 2 3 4 5

3.5 Jalan Penghubung dari ibukota kecamatan ke kawasan pemukiman penduduk (minimal dilalui roda 4)

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

3.6 Panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik ( > 40 KM/Jam )

1.694,5 1.694,5 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

3.7 Luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik

43.598 66,28 Penyesuaian target sesuai capaian tahun 2020

4 Perumahan

4.1 Rumah tangga pengguna air bersih (%)

100 85 Menyesuaikan target RPJMD Tahun

2021 - 2026

4.2 Rumah tangga ber-Sanitasi (%) 100 78,05 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 - 2026

5 Penataan Ruang

5.2 Rasio bangunan ber- IMB per satuan bangunan

0,0301 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

6 Perencanaan Pembangunan 6.1 Tersedianya dokumen perencanaan

RPJPD yg telah ditetapkan dgn PERDA

Ada Ada Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

6.2 Tersedianya Dokumen Perencanaan : RPJMD yg telah ditetapkan dgn PERDA/PERKADA

Ada Ada Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

6.3 Tersedianya Dokumen Perencanaan : RKPD yg telah ditetapkan dgn PERKADA

Ada Ada Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

6.4 Penjabaran Program RPJMD kedalam RKPD

Ada Ada Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

7 Perhubungan

7.1 Jumlah arus penumpang angkutan umum

708.800 583,685 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 – 2026

7.2 Jumlah uji kir angkutan umum 7.125 4,562 Menyesuaikan target RPJMD Tahun 2021 – 2026

7.3 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis

1 1 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

8 Kependudukan dan Catatan Sipil 8.2 Rasio penduduk berKTP per satuan

penduduk

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

8.3 Kepemilikan Kartu Keluarga (KK) (%) 100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

8.4 Kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk

65,0 65,0 Target pada RPJM Tahun 2021 sebesar 0,650 adalah kepemilikan akta kelahiran per penduduk, sedangkan indikator dimaksud adalah kepemilikan akta kelahiran per 1000 penduduk.

Oleh karena itu pada tahun 2021 target disesuaikan kepemilikan akta kelahiran sebesar 65,0 per 1000 penduduk.

8.5 Ketersediaan database kependudukan skala kabupaten

100 100 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

9 Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

9.1 Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah

6,78 8,8 (4 orang) Penyesuaian target karena target RPJMD Tahun 2021 sebesar 6,40 telah tercapai. Pada Tahun 2020 Persentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintahan telah mencapai :8,8

9.2 Rasio KDRT 0,01 0,01 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021

di Tahun 2021

9.3 Partisipasi angkatan kerja perempuan 97,04 97,04 Tetap, sesuai target RPJM 2016 -2021 di Tahun 2021

9.4 Penyelesaian pengaduan perlindungan perempuan dan anak dari tindakan kekerasan (kasus)

20 42 Penyesuaian target sesuai capaian tahun 2020