BAB VI Penjelasan Atas Informasi – Informasi Non Keuangan
2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD
2.3.1 Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah
Secara umum arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan Kabupaten Agam Tahun 2021 pada prinsipnya tidak mengalami perubahan dibanding dengan prioritas dan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Peraturan Bupati Nomor 40 Tahun 2020 tentang RKPD Kabupaten Agam Tahun 2021. Namun demikian pada perubahan RKPD Tahun 2021 terjadi penyesuaian target sasaran sebagaimana diuraikan pada bab IV, serta penyesuaian target program dan kegiatan sebagaimana tercantum pada bab V. Hal tersebut disebabkan perkembangan kondisi sebagaimana telah dijelaskan diatas.
Penekanan khusus fokus prioritas pada KUPA sesuai dengan perubahan RKPD Tahun 2021 adalah: 1) Upaya mengatasi pandemi Covid-19, 2) Pemulihan Ekonomi akibat dampak pandemik dan 3) Dukungan terhadap program prioritas nasional penanggulangan pencemaran ekosistem danau maninjau. Fokus prioritas tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kebijakan mengatasi pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi
Memperhatikan peningkatan kasus dan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Agam yang meningkat tajam pada triwulan II Tahun 2021, perlu dilakukan upaya penguatan khususnya pada sektor kesehatan dan jaring pengaman sosial untuk menyelematkan perekonomian masyarakat. Kebijakan yang dilaksanakan adalah :
1) peningkatan kegiatan promotif dan preventif kesehatan kepada semua lapisan masyarakat.
2) Peningkatan pelayanan pada RSUD Lubuk Basung melalui pemenuhan kebutuhan fasilitas dan perlengkapan rawatan pasien Covid-19.
3) Penyiapan cadangan Bantuan Sosial (Bansos) sebagai antisipasi penerapan kebijakan PPKM di Kabupaten Agam.
4) Kajian penerapan PPKM Mikro lingkup nagari sebagai kebijakan alternatif. b. Kebijakan penanggulangan pencemaran ekosistem danau maninjau.
Revitalisasi Danau Maninjau sudah menjadi prioritas nasional dan sudah mulai digerakkan oleh Kementerian Ekonomi Maritim dan Investasi semenjak tahun 2021.
Dalam rangka mendukung kebijakan nasional ini, Pemerintah Kabupaten Agam harus memfasilitasi/mendampingi program/ kegiatan pemerintah pusat maupun pemerintah propinsi.
40
Beberapa kebijakan yang menjadi fokus pemerintah dalam revitalisasi penataan Kawasan Danau Maninjau antara lain :
1) Penetapan regulasi tata ruang dan peraturan zonasi
Rencana tata ruang kawasan Danau Maninjau telah tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Agam yang selanjutnya dijabarkan lebih lanjut dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan danau dan Peraturan Zonasinya ditetapkan melalui Peraturan Bupati. Berkenaan hal tersebut maka seluruh pembangunan dan perizinan harus mengacu pada Perencanaan Tata Ruang Wilayah tersebut.
2) Penataan Kolam Jaring Apung (KJA)
Penataan Kolam Jaring Apung (KJA) menjadi kewenangan daerah Kabupaten Agam, yang kegiatannya dimulai dari pendataan pemilik KJA by name byadress (BNBA) yang selanjutnyaakan digunakan untuk pengaturan KJA dan menentukan target sasaran penerima manfaat atas program transformasi ekonomi.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Kawasan Danau Maninjau,KJA akan dibatasi jumlahnya menjadi lebih kurang 6000 petak. Hal ini berarti akan terjadi pengurangan KJA hampir 2/3 dari jumlah KJA yang ada pada saat ini. Pembatasan menjadi 6000 petak KJA tersebut akan dialokasikan untuk pengelola KJA yang merupakan penduduk asli Maninjau dan berdomisili di Maninjau, dengan pengaturan tata ruang sebagaimana diatur dalam peraturan zonasi tata ruang Kawasan Danau.
3) Transformasi ekonomi
Transformasi ekonomi merupakan kewenangan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Agam menyediakan dukungan fasilitasi dan pendampingan atas program/kegiatan ekonomi yang dipilih oleh masyarakat atau merupakan hasil kajian yang dapat dikembangkan untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi di Kawasan Danau Maninjau.
4) Penyedotan sedimen.
Prioritas dan Sasaran RKPD Tahun 2021 merupakan penjabaran dari prioritas RPJM Kabupaten Agam Tahun 2016 – 2021 serta tema kebijakan pembangunan Tahun 2021, disamping itu Prioritas dan sasaran RKPD merupakan respon untuk menjawab isu strategis daerah di Tahun 2021. Prioritas dan sasaran RKPD Tahun 2021 diuraikan sebagai berikut :
1) Memantapkan Penerapan Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Nagari Madani.
Prioritas ini ditetapkan untuk menjawab isu strategis bahwa sekarang ini dengan kemajuan teknologi informasi yang sedemikian masif telah membawa kemajuan ditengah masyarakat hampir di semua bidang baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, trasportasi termasuk keagamaan. Namun demikian hal ini juga berdampak negatif makin lemahnya internalisasi nilai nilai ABS-SBK di tengah masyarakat sehingga mengakibatkan semakin maraknya kasus penyimpangan perilaku, penyakit masyarakat, narkoba, gangguan keamanan dan ketertiban, dan sebagainya.
Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Nagari Madani, merupakan pedoman pelaksanaan Nagari Madani yang didalamnya
41
memuat kriteria dan indikator yang meliputi aspek pembangunan agama, nilai nilai adat budaya dan keshalehan sosial. Dengan demikian penerapan gerakan nagari madani tersebut merupakan strategi untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian indikator sasaran pembangunan di bidang keagamaan adat dan budaya yang merupakan landasan moral spiritual yang akan berpengaruh positif terhadap sektor pembangunan lainnya.
2) Meningkatkan tata kelola pemerintahan didukung pemanfaatan teknologi dan diiringi dengan peningkatan kapasitas SDM Aparatur.
Prioritas penguatan tata kelola pemerintahan diukur dari perolehan nilai Indeks Reformasi Birokrasi yang masih katagori C dan nilai SAKIP yang masih B, meskipun nilai absolutnya terjadi peningkatan. Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, meskipun sudah memperoleh predikat WTP dari opini BPK namun kapasitas keuangan daerah masih rendah. Ketergantungan kepada dana transfer masih sangat tinggi. Disamping itu profesionalitas ASN perlu ditingkatkan untuk menyikapi kemajuan teknologi IT dalam mendukung peningkatan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik serta peningkatan kapasitas aparatur Pemerintahan Nagari.
3) Penguatan Sektor Kesehatan serta peningkatan mutu dan akses pelayanan pendidikan.
Prioritas Penguatan Sektor Kesehatan serta peningkatan mutu dan akses pelayanan pendidikan merupakan kewajiban daerah untuk memenuhi hak dasar masyarakat dan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia.
Pembangunan kesehatan Tahun 2021 diprioritaskan kepada upaya menjawab isu strategis yang terjadi di tahun 2019 dan 2020 yakni terutama terjadinya pandemi Covid-19, oleh karena itu sasaran pembangunan kesehatan Tahun 2021 difokuskan kepada penurunan kasus penyakit menular khususnya Covid - 19. Arah kebijakan dan strategi yang dilaksanakan adalah dengan penguatan health security dan Sumber Daya kesehatan untuk tindakan kuratif penanggulangan pandemi Covid-19, serta meningkatkan upaya promotif/preventif kesehatan untuk pencegahan merebaknya kembali pandemi tersebut di tahun 2021. Disamping itu sasaran pembangunan kesehatan juga difokuskan pada pencapaian target sasaran RPJMD yakni menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta menurunkan kasus gizi buruk dan stunting yang masih tinggi sampai dengan Tahun 2019, bahkan khusus untuk isu stunting ini kabupaten Agam masuk salah satu lokus intervensi penurunan stunting terintegrasi nasional Tahun 2021 sesuai Keputusan Bappenas Nomor Kep 42/M.PPN/HK/04/2020.
Sedangkan di bidang pendidikan difokuskan untuk peningkatan mutu dan akses pendidikan dengan sasaran utama meningkatkan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah, serta tidak adanya lagi anak putus sekolah.
4) Meningkatkan upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk, layanan administrasi kependudukan dan pengarusutamaan gender.
Pengendalian laju pertumbuhan penduduk, layanan administrasi kependudukan dan pengarusutamaan gender dilaksanakan dengan sasaran menurunkan TFR, meningkatkan rasio kepemilikan akte kelahiran dan meningkatkan IPG. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi menuntut peningkatan pemenuhan layanan dasar seperti kebutuhan pendidikan, kesehatan, pangan, perumahan, akses air
42
minum dan sanitasi, dsb. Akibatnya apabila hal tersebut tidak seimbang dengan kapasitas sumber daya yang ada maka akan menimbulkan permasalahan sosial yang besar di masyarakat, seperti meningkatkan kemiskinan dan pengangguran.
Oleh karena itu peningkatan kualitas sumber daya manusia harus di iringi dengan pengendalian laju pertumbuhan penduduk secara terencana.
5) Pemulihan ekonomi berbasis pemberdayaan UMKM khususnya pada sektor dominan.
Prioritas ini dilaksanakan dengan asumsi bencana pandemi covid-19 telah berhasil ditanggulangi, sehingga di Tahun 2021 kebijakan pembangunan diarahkan untuk pemulihan ekonomi yang turun drastis pasca covid-19.
Strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi dilakukan dengan pemberdayaan UMKM khususnya pada sektor yang dominan dalam struktur perekonomian yakni UMKM sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan. Hal ini dilaksanakan karena UMKM inilah yang mendominasi komunitas pelaku ekonomi yang menggerakan perekonomian di Kabupaten Agam, sementara dalam perkembangannya justru UMKM ini yang paling terdampak besar akibat pemberlakuan physical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa provinsi di Indonesia termasuk Sumatera Barat sehingga berpotensi meningkatkan tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Pemberdayaan UMKM di sektor pertanian diarahkan untuk mendorong petani agar tetap bisa berproduksi dan menjaga stabilisasi harga produk hasil pertanian sekaligus membuka akses pemasaran agar semua produk pertanian dapat terserap pasar baik berupa produk primer maupun produk olahan pertanian.
Sedangkan pemberdayaan UMKM pada sektor industri pengolahan diarahkan pada upaya mempertahankan kemampuan berproduksi pelaku industri, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk, serta mendorong akses pemasaran melalui promosi produk dan upaya lainnya sehingga semakin banyak produk olahan masyarakat yang terserap pasar bahkan diupayakan mampu memasuki pasar modern dan e-Commerce.
6) Meningkatkan produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan populasi ternak, mendukung ketahanan pangan.
Prioritas peningkatan produksi tanaman pangan, hortikultura, serta meningkatnya produksi perikanan dan peternakan yang unggul ditujukan terutama untuk menjaga keamanan pangan dan ketersediaan cadangan bahan pangan masyarakat khususnya dalam menghadapi bencana pandemi covid-19, yang dilaksanakan dengan pengendalian alih fungsi lahan, intensifikasi dan stimulan untuk mengurangi biaya produksi
7) Mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka.
Penurunan persentase penduduk miskin tetap menjadi prioritas utama. Fakta saat ini pada kurun waktu tahun 2018 ke tahun 2019 justru terjadi kenaikan dari 32,92 ribu menjadi 33.10 ribu, hal tersebut diproyeksi akan berpotensi semakin naik pada tahun 2020-2021 akibat dampak bencana pandemi covid-19. Untuk itu Pemerintah Daerah harus meningkatkan efektifitas program-program pengentasan kemiskinan, pengembangan skema bantuan sosial adaptif, mekanisme distribusi dan sekaligus validasi data kemiskinan untuk memastikan program yang tepat sasaran. Sasaran dari prioritas ini adalah optimalisasi jaring
43
pengaman sosial dan pemberdayaan pengangguran akibat dampak covid-19, serta sekaligus meningkatkan singkronisasi program-program pengentasan kemiskinan termasuk sinergitas dengan Pemerintah Nagari sebagai pihak yang terdekat dengan penduduk miskin harus ditingkatkan.
8) Meningkatkan nilai partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta mengurangi ketimpangan pembangunan dan ketimpangan pendapatan.
Prioritas ini dilaksanakan dalam rangka mengurangi ketimpangan pembangunan dan ketimpangan pendapatan di setiap wilayah, dengan sasaran mewujudkan percepatan pengembangan kawasan berbasis komoditi dan meningkatkan Indeks Desa Membangun kriteria mandiri.
Dalam rangka mengurangi ketimpangan pembangunan tersebut dilaksanakan strategi percepatan pengembangan wilayah melalui program strategis Gelora Palembayan yaitu upaya membangun Kecamatan Palembayan yang memiliki potensi besar namun juga memiliki ketimpangan pembangunan yang tinggi, dengan basis komoditi unggulan tanaman pangan padi dan jagung serta peternakan (sapi dan kerbau). Selain itu juga dilaksanakan pengembangan kawasan cabe dan bawang merah di Kecamatan Tanjung Raya, Tilatang Kamang, Kamang Magek, Sungai Pua dan Matur. Untuk komoditi perikanan pengembangan kawasan diarahkan pada Kecamatan Tanjung Raya, Lubuk Basung, Kamang Magek, Tilatang Kamang. Khusus untuk Kecamatan Tanjung Raya pengembangan budidaya perikanan diarahkan dengan memanfaatkan perairan umum lainnya, sementara yang di Danau Maninjau sendiri diupayakan tidak melewati batas daya dukung dan daya tampung danau.
9) Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mitigasi bencana
Prioritas ini untuk menjawab permasalahan bahwa penurunan kualitas lingkungan masih terjadi sebagai akibat kegiatan ekonomi masyarakat dan kebutuhan masyarakat terhadap lahan pemukiman. Sasaran yang akan dicapai adalah :
a) Pengurangan resiko bencana. Agam sebagai daerah dengan potensi bencana yang beragam, terutama banjir dan longsor, maka pembangunan harus dilaksanakan berbasis mitigasi bencana mulai dari penyusunan dokumen perencanaan OPD yang berbasis pengarusutamaan bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan tanggap darurat bencana yang didukung sarana prasarana yang memadai.
b) Meningkatnya peranan masyarakat dalam penanganan sampah dan limbah terutama yang berasal dari rumah tangga. Hal ini dikarenakan luasnya cakupan pengelolaan sampah dan keterbatasan sumber daya Pemerintah Daerah, untuk itu maka pengelolaan sampah ini diarahkan dilaksanakan dengan berbasis masyarakat dengan dukungan Pemerintah Nagari.
c) Melanjutkan Save Maninjau. Konsistensi pelaksanaan Save Maninjau dimaksudkan untuk mengendalikan pencemaran, serta sekaligus upaya pemulihan kualitas air dan biota Danau Maninjau.
10) Memulihkan sektor pariwisata sebagai lokomotif berkembangnya kegiatan ekonomi lainnya.
Pariwisata merupakan salah satu sektor beberapa tahun belakangan ini mulai memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi Kabupaten Agam, namun mengalami dampak langsung akibat bencana pandemi covid-19. Akibat
44
pemberlakuan physical distancing dan PSBB semua destinasi pariwisata ditutup pada saat bencana, sehingga otomatis hal ini mengakibatkan kunjungan pariwisata turun drastis di Tahun 2020. Pemulihan sektor pariwisata daerah menjadi prioritas mengingat potensi wisata yang sangat besar dan beragam, serta berdampak luas pada sektor ekonomi lainnya yang mendukung pariwisata seperti industri kuliner, ekonomi kreatif, perhotelan dan juga pertanian (agrowisata).
Sasaran yang akan dicapai dalam rangka pemulihan sektor pariwisata adalah meningkatnya Ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis UMKM lokal, optimalisasi Promosi Pariwisata, meningkatnya akses menuju kawasan pariwisata dan meningkatkan sarana prasarana pendukung pariwisata di destinasi wisata unggulan, serta penataan kawasan wisata.
11) Peningkatan penerapan tata ruang serta pelayanan infrastruktur dasar dan konektifitas strategis daerah
Peningkatan penerapan tata ruang dan pelayanan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendukung pemenuhan terhadap akses layanan infrastruktur dasar sanitasi dan air minum, serta akses prasarana konektifitas strategis masyarakat khususnya akses jalan antar dan inter kawasan, menuju sarana pendidikan, kesehatan dan sarana ibadah, konektifitas pendukung kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat, pengembangan pariwisata dan mitigasi bencana sertairigasi mendukung pertanian dan pengurangan kawasan kumuh. Disamping itu sasaran prioritas ini ditujukan sekaligus untuk meningkatkan pengendalian terhadap penggunaan lahan, dengan menjaga ketaatan terhadap Peraturan Daerah tentang tata ruang, serta meningkatkan pengawasan dan penertiban pembangunan yang dilaksanakan masyarakat
45 Tabel: 2.3.1
Prioritas dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Agam Tahun 2021 No
Prioritas RPJM Tahun 2016 –
2021
Isu strategis Prioritas Tahun 2021
Sasaran Tahun 2021
Program Strategis Tahun 2021
1. Memperkuat Pemahaman dan pengamalan nilai- nilai ke Islaman serta pelestarian adat dan budaya salingka nagari.
1. Masih lemahnya internalisasi nilai nilai ABS-SBK di tengah
masyarakat 2. Masih maraknya
kasus-kasus penyakit masyarakat seperti
penyalahgunaan Narkoba, penyimpangan perilaku, kekerasan terhadap anak dan gangguan keamanan dan ketertiban
Memantapkan Penerapan Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Nagari Madani.
1. Mewujudkan seluruh murid lulusan sekolah SD bisa membaca dan menulis Al Quran dan seluruh murid lulusan SMP lancar membaca dan menulis Al Quran.
2. Berkurangnya kasus kasus penyakit masyarakat, penyimpangan perilaku seksual, dan kekerasan kepada anak- anak.
3. Meningkatnya peranan niniak mamak, Bundo Kanduang dan pemuda dalam pembangunan.
4. Meningkatnya pelestarian adat, seni dan budaya.
1. Pengembangan dan Pembinaan Nagari Madani
2. Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Nilai - nilai Keagamaan
3. Pengembangan Islamic Centre
4. Pelayanan Pendidikan Berkarakter berbasis ABS SBK
5. Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat)
6. Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan 7. pemeliharaan
Kantrantibnas dan pencegahan tindak kriminal
8. Pengembangan nilai budaya.
9. Pengelolaan kekayaan budaya.
10. Pengelolaan Keragaman Budaya
2. Penguatan Tata Kelola
Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi.
1. Masih belum optimalnya penerapan Reformasi Birokrasi dan akuntablilitas kinerja Pemerintah Daerah 2. Masih rendahnya
kapasitas keuangan daerah 3. Masih belum
optimalnya penerapan inovasi dalam
penyelenggraan
Meningkatkan tata kelola pemerintahan didukung pemanfaatan teknologi dan diiringi dengan peningkatan kapasiatas SDM Aparatur.
1. Mencapai Indeks Reformasi Birokrasi pada BB.
2. Mencapai nilai SAKIP BB 3. Mempertahankan
opini WTP untuk pengelolaan keuangan daerah.
1. Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa
2. Pemberdayaan pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan nagari 3. Pendataan aset nagari 4. Peningkatan Sistem
Administrasi kearsipan 5. Implementasie e-
Government 6. Penataan Peraturan
Perundang Undangan 7. Peningkatan kapasitas aparatur perencanaan pembangunan daerah
46 No
Prioritas RPJM Tahun 2016 –
2021
Isu strategis Prioritas Tahun 2021
Sasaran Tahun 2021
Program Strategis Tahun 2021
pemerintahan dan pembangunan
8. Perencanaan
Pembangunan Daerah 9. Peningkatan Disiplin
Aparatur
10. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Aparatur 11. Pembinaan dan
pengembangan aparatur
12. Peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH
13. Peningkatan Profesional tenaga Profesional aparatur pengawas 14. Penataan
Kelembagaan,Ketatala ksanaan dan Kepegawaian 15. Koordinasi
Pengendalian Pembangunan 16. Pengembangan
Manajemen Sistem Informasi Daerah 17. Peningkatan dan
Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah 3. Pembangunan
Sumber Daya Manusia
1. Terjadinya Bencana Pandemi Covid 19 perlu penanganan dan pengendalian secara intensif 2. Belum optimalnya
mutu dan layanan Kesehatan, yang ditunjukkan dengan masih tingginya kasus gizi buruk yang memicu stunting, naiknya angka kematian bayi dan masih terjadinya kematian ibu.
1. Penguatan Sektor Kesehatan serta peningkatan mutu dan akses pelayanan pendidikan.
2. Meningkatkan upaya pengendalian laju
pertumbuhan penduduk, layanan administrasi kependudu kan dan
1. Menurunkan kasus penyakit menular 2. Menurunkan
angka kematian bayi.
3. Menurunkan kasus stunting 4. Meningkatkan
rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah.
5. Tidak ada lagi anak putus sekolah.
6. Menurunkan TFR.
1. Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 2. pengembangan
lingkungan sehat 3. Upaya kesehatan
masyarakat 4. Penanggulangan
Krisis kesehatan akibat bencana.
5. Pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular 6. Peningkatan
keselamatan ibu melahirkan dan anak 7. Standarisasi
pelayanan kesehatan
47 No
Prioritas RPJM Tahun 2016 –
2021
Isu strategis Prioritas Tahun 2021
Sasaran Tahun 2021
Program Strategis Tahun 2021
3. Belum optimalnya mutu dan layanan pendidikan, masih adanya angka putus sekolah.
4. Jumlah penduduk yang terus meningkat menuntut peningkatan pemenuhan layanan dasar seperti kebutuhan pendidikan, kesehatan, pangan, perumahan, akses air minum dan sanitasi, dsb
pengarusutam aan gender
7. Meningkatkan rasio kepemilikan akte kelahiran.
8. Meningkatkan IPG
8. Peningkatan sarana prasarana kesehatan Rumah sakit 9. Peningkatan
Pelayanan BLUD 10. Obat dan Perbekalan
Kesehatan
11. Pengawasan obat dan makanan
12. Promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 13. Perbaikan gizi
masyarakat 14. Wajib Belajar
Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 15. Pendidikan Non
Formal
16. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan 17. Manajemen
Pelayanan Kependidikan 18. Program KB 19. Program Kesehatan
Reproduksi Remaja 20. Pembinaan Peran
Serta Masyarakat dalam Pelayanan KB/KR yang mandiri 21. Pelayanan
Kontrasepsi
22. Penataan Administrasi Kependudukan 23. Peningkatanperan
serta dan kesetaraan jender dalam 24. Pembangunan
Keserasian kebijakan peningkatan kualitas Anak dan Perempuan 25. Penguatan
Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan anak 4 Penguatan
ekonomi rakyat dibidang kedaulatan
1. Laju Pertumbuhan Ekonomi
cenderung melambat, tahun
1. Pemulihan ekonomi berbasis
1. Mempertahankan kontribusi dan pertumbuhan
1. Pengembangan Kewirausahaan dan keunggulan Kompetetitif Usaha
48 No
Prioritas RPJM Tahun 2016 –
2021
Isu strategis Prioritas Tahun 2021
Sasaran Tahun 2021
Program Strategis Tahun 2021
pangan, agroindustri, agrobisnis, UMKM dan industri kreatif yang inovatif, unggul dan berdaya saing
2020 diproyeksi akan semakin terkoreksi tajam sebagai akibat dampak pandemi covid 19.
Utamanya pada UMKM, pariwisata, serta transportasi.
2. Produktivitas pertanian masih rendah 3. Sektor industri
pengolahan yang diharapkan tumbuh baik dan memacu
pemberda yaan UMKM 2. Meningkatkan
produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan populasi ternak, mendukung ketahanan pangan
lapangan usaha industri kecil.
2. Meningkatnya Nilai Tambah Produk terutama produk pertanian, perkebunan dan perikanan.
3. Meningkatnya akses pemasaran pelaku usaha.
4. Mempertahankan kontribusi dan pertumbuhan lapangan usaha pertanian.
5. Meningkatnya ketersediaan cadangan pangan daerah dan keamanan pangan.
Kecil Menengah Fasilitasi
Pengembangan UKM 2. Pengembangan
Industri kecil dan menengah 3. Peningkatan Daya
Saing dan Konsumsi Produk Perikanan 4. Pengelolaan Sistem
Usaha Perikanan 5. Peningkatan Efisiensi
Perdagangan Dalam Negeri
6. Pembangunan dan Rehabilitasi Pasar Tradisional 7. Peningkatan Iklim
Investasi dan Realisasi Investasi 8. Pengawasan dan
Pengendalian Kesehatan Hewan 9. Pengembangan
Sumber Daya Penyuluh dan Kelembagaan Petani 10. Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 11. Pembangunan/pening
katan Infrastruktur dan sarana prasarana pertanian/ perkebunan 12. Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan 13. Peningkatan Produksi
Holtikultura 14. Pengembangan
Budidaya Perikanan 15. Pengembangan
Perikanan Tangkap 16. Peningkatan
Ketersediaan Pangan 17. Peningkatan Distibusi
Pangan 18. Percepatan
Penganekaragaman Konsumsi Pangan 19. Peningkatan Mutu dan
Keamanan Makanan
49 No
Prioritas RPJM Tahun 2016 –
2021
Isu strategis Prioritas Tahun 2021
Sasaran Tahun 2021
Program Strategis Tahun 2021
5 Penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran
Naiknya potensi peningkatan angka kemiskinan serta pengangguran akibat dampak pandemi Covid-19 dan peningkatan penduduk usia angkatan kerja
Mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran terbuka
1. Optimalisasi Jaring pengaman sosial tepat sasaran 2. Pemberdayaan
pengangguran dampak covid-19
1. Pelayanan dan Rehabilitasi
Kesejahteraan Sosial 2. Pemberdayaan
kelembagaan kesejahteraan social 3. Peningkatan
Keberdayaan Masyarakat Perdesaan 4. Pengembangan
Lembaga Ekonomi Pedesaan 5. Peningkatan
Ketersediaan Pangan 6. Pengembangan
Kewirausahaan dan keunggulan Kompetetitif Usaha Kecil Menengah Fasilitasi
Pengembangan UKM 7. Pengembangan
Industri kecil dan menengah 8. Peningkatan
Kesempatan kerja 6 Pembangunan
berbasis kewilayahan dan
pemberdayaan masyarakat
Pembangunan kawasan berbasis komoditi unggulan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah masih belum terintegrasi dengan baik
Meningkatkan nilai partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta mengurangi ketimpangan pembangunan dan
ketimpangan pendapatan.
1. Pembangunan kawasan berbasis komoditi.
2. Meningkatkan Indeks Desa Membangun kriteria mandiri.
1. Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan 2. Peningkatan Produksi
Tanaman Pangan 3. Peningkatan Produksi
Holtikultura
4. Pembangunan/pening katan Infrastruktur dan sarana prasarana pertanian/ perkebunan 5. PengembanganInfrast
ruktur Pedesaan 6. Peningkatan
partisipasi masyarakat dalam membangun desa
7. Peningkatan Keberdayaan
Masyarakat Pedesaan 8. pengembangan
lembaga ekonomi pedesaan 9. Pemberdayaan
kelembagaan kesejahteraan sosial
50 No
Prioritas RPJM Tahun 2016 –
2021
Isu strategis Prioritas Tahun 2021
Sasaran Tahun 2021
Program Strategis Tahun 2021
7 Pembangunan berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana
1. Belum terintegrasinya pengarusutama an pengurangan resiko bencana.
2. Penurunan kualitas lingkungan serta rendahnya tingkat ketaatan masyarakat dan pelaku usaha dalam mengelola lingkungan.
3. Konsistensi Save Maninjau
Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan mitigasi bencana
1. Pengurangan resiko bencana 2. Meningkatnya
peranan masyarakat dalam penanganan sampah dan limbah terutama yang berasal dari rumah tangga.
3. Melanjutkan Save Maninjau
1. Peningkatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan 2. Peningkatan
Kesiagaan dan Bahaya kebakaran 3. Pembinaan dan
Fasilitasi Pengelolaan Sumber Daya Alam 4. Pengembangan
Kinerja Pengelolaan Persampahan 5. Pengendalian
Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup 6. Perlindungan dan
Konservasi SDA 8 Pengembangan
pariwisata unggulan
Perkembangan pariwisata turun drastis akibat dampak pandemi Covid-19 sehingga belum dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap ekonomi daerah
Memulihkan sektor pariwisata sebagai lokomotif berkembangnya kegiatan ekonomi lainnya
1. Meningkatnya Ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis UMKM lokal
2. Optimalisasi Promosi Pariwisata 3. Penataan
kawasan wisata.
1. Pengembangan Ekonomi Kreatif 2. Pengembangan
Pemasaran Pariwisata 3. Pengembangan
Kemitraan 4. Pengembangan
Destinasi Pariwisata
9 Pembangunan dan
pemerataan infrastruktur
1. Penerapan tataruang yang belum optimal 2. Pelayanan
infrastruktur dasar seperti penyediaan airbersih, sanitasi dan akses jalan belum optimal
Peningkatan penerapan tata ruang serta pelayanan infrastruktur dasar dan konektifitas strategis daerah
1. Meningkatnya ketaatan tata ruang 2. Meningkatnya
persentase jalan kabupaten dan jembatan kondisi baik, khususnya konektifitas interdan antar kawasan, akses sarana pendidikan, kesehatan, tempat ibadah dan akses ke destinasi wisata.
3. Meningkatnya jaringan irigasi kondisi baik dan luasan areal yang
1. Fasilitasi Perizinan Perumahan, Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman , serta SKBG 2. Pembangunan Jalan
dan Jembatan 3. Rehabilitasi/pemelihar
aan Jalan dan Jembatan
4. Pembangunan/pening katan Infrastruktur dan sarana prasarana pertanian/ perkebunan 5. Pengembangan dan
Pengelolaan Jaringan Irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya
6. Pengembangan Kinerja Pengeloalaan