• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijkan Program Lorong Sehat (longset) 1. Lahirnya Kebijakan

Dalam dokumen OLEH : Muh.Mulyadi 105640220215 (Halaman 56-62)

BAB 1 PENDAHULUAN

C. Kebijkan Program Lorong Sehat (longset) 1. Lahirnya Kebijakan

Masyarakat sehat menuju Kota Dunia adalah suatu kondisi dimana masyarakat Kota Makassar menyadari, mau dan mampu untuk mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan, baik yang disebabkan oleh penyakit termasuk gangguan kesehatan akibat bencana, maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung untuk hidup sehat.

Misi Dinas Kesehatan Kota Makassar adalah “Mewujudkan Warga Kota yang Sehat”. Dimana Dinas Kesehatan Kota Makassar harus mampu sebagai penggerak dan fasilitator pembangunan kesehatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, pihak Swasta dan bersama Masyarakat, untuk mewujudkan rakyat sehat, baik fisik, sosial, mantal atau jasmani.

C. Kebijkan Program Lorong Sehat (longset)

“Beras Raskin” dan jaminan sosial lainnya, untuk mengatasi masalah kebersihan, keasrian, keamanan, serta meminimalisir tindak kriminalitas muncullah yang namanya MTR “Makassar Tak Rantasa”, Lisa “Lihat Sampah Ambil”, Longgar

“Lorong Garden”, Longset “Lorong Sehat”, serta Sombere dan Smart City Makassar yang dimana masing-masing istilah tersebut bermakna untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan, keamanan, dan keterampilan melalui kerjasama Pemerintah, swasta dan masyarakat melalui fasilitas yang diberikan.

Dalam menciptakan Kota bersih, aman, dan nyaman, saat ini Walikota Makassar telah memperkenalkan istilah Lihat Sampah Ambil (LISA), Gerakan Makassar Ta tidak Rantasa (MTR), Lorong Garden (LONGGAR), Lorong Sehat (Longset), serta Sombere dan Smart City Makassar yang merupakan suatu program yang dicanangkan oleh Walikota Makassar dalam menciptakan Kota Makassar yang bersih.

Sebagai bentuk keseriusan dari Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung Makassar Ta tidak Rantasa adalah membuat Program Lorong Sehat yang merupakan suatu program yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan dalam menciptakan Kota Makassar yang bersih, terampil dan aman melalui keputusan Walikota Makassar No. 660.2/1087/Kep/V/2014 tentang pembagian wilayah binaan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Pelaksanaan Pogram Gerakan Makassar Ta tidak Rantasa (MTR) Kota Makassar.

Di Kota Makassar terdiri dari 7520 jumlah lorong, sebagian besar masyarakat hidup didalam lorong dan kondisinya terkesan kumuh, masyarakatnya

hidup dalam kondisi kurang sehat dan berperilaku belum ber-PHBS. Dari masalah tersebut untuk merubah perilaku masyarakat dari yang belum ber-PHBS menjadi ber-PHBS maka timbullah inovasi Lorong Sehat (longset) untuk menyelasaikan permasalahan tersebut dengan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengurangi tingkat kesakitan.

Program lorong sehat bisa dapat dikatakan adalah program penanggulangan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat karena upaya dari masyarakat sendiri untuk mengubah perilakunya dan mengerti dengan masalah- masalah kesehatan dan partisipasi masyarakat sehingga dipercaya dapat menjadi solusi untuk hidup sehatdapat mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sehingga dapat hidup sehat dan ber-PHBS memberikan hasil yang optimal.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Makassar membuat program yang langsung menyentuh pada masyarakat bawah dalam hal lorong sehat. Upaya untuk menurunkan dan mencapai program PHBS tersebut, maka dibentuklah program Lorong Sehat (Longset) oleh Dinas Kesehatan. Program Lorong Sehat adalah sebuah lompatan besar dan sangat penting yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar khususnya Dinas Kesehatan Kota Makassar.Meski sudah ada beberapa model program serupa, tetapi konsep yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar ini lebih maju dan komperehensif terutama karena program ini menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka yaitu kebutuhan pendataan kesehatan warga Makassar.

Pada tahap awal, Dinas Kesehatan Kota Makassar secara intensif melakukan pertemuan sosialisasi pada sumber daya manusia yang disiapkan untuk menangani Program ini terutama di Lorong Sehat. Hal ini didasari bahwa secanggih apapun

Programnya kalau tidak di ikuti dengan kemampuan oleh manusianya hasilnya tidak akan maksimal.

Strategi penyediaan anggaran yang memadai yang diselaraskan dengan peningkatan sumber daya manusia membuat Program Lorong Sehat (longset) kini menjadi Program yang sangat dapat di andalkan untuk memenuhi kebutuhan layanan pendataan kesehatan (PHBS, Keluarga Sehat, Baduta (jika ada balita di bawah 2 th), P4K (jika ada yang hamil), kartu rumah sehat, bebas jentik), lingkungan yang bersih, hijau serta perubahan perilaku kesehatan pada setiap anggota keluarga, juga termasuk apabila ada sarana kesehatan yang ada di dalam lorong misalnya posyandu dan posbindu.

Jelas sekali bahwa dampak besar dan signifikan telah diperoleh dari keberadaan Program Lorong Sehat ini di Kota Makassar semenjak di canangkan di awal tahun 2015 baik yang dirasakan oleh warga yang membutuhkan, maupun bagi Pemerintah Kota Makassar sendiri. Banyak perubahan signifikan yang terjadi pada pendataan kesehatan di tingkat Puskesmas dan Lorong Sehat yang semakin tertata baik dalam pendataannya dan rapi dalam penghijaunnya jika dibandingkan dengan sebelum di canangkannya Program ini.

Kepercayaan warga atas keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan layanan pendataan kesehatan dan penghijauan lorong sepenuhnya bertambah dan hal ini terlihat dari peningkatan jumlah warga yang mempercayakan Puskesmas dalam pengananan pendataan kesehatan dan keluarganya.Hal yang paling penting adalah dengan berjalannya Program ini

merupakan cerminan arah yang jelas terkait dengan cita-cita Kota Makassar untuk menjadi Kota Dunia.

Program yang bagus adalah ketika dalam perencanaannya sudah disiapkan keberlanjutannya.Seperti halnya Program Lorong Sehat ini, Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Makassar telah memikirkan keberlanjutannya.Untuk itulah, berbagai penyiapan telah dilakukan agar Program ini tak hanya sekedar menjadi Program seremonial yang dilaksanakan hanya sesaat saja.Dampak besar terhadap kehidupan warga Kota Makassar membuat Lorong Sehat wajib dipertahankan dan dijamin keberlangsungannya.

Melalui Lorong Sehat, pendekatan secara persuasif dilakukan oleh petugas kesehatan dan kader kesehatan agar masyarakat tidak lagi segan dengan petugas kesehatan dalam melakukan pendataan kesehatan dasar di tiap rumah. Untuk itu, Program ini harus terus dipertahankan keberadaannya terutama jaminan bahwa Program terus berjalan. Langkah inovatif dan kreatif ini membuat Program Lorong Sehat menjadi salah satu andalan layanan kesehatan primer di Kota Makassar dan Indonesia di masa yang akan datang.

Pelajaran penting yang dapat kita petik dalam Program ini begitu sangat sederahana keinginan masyarakat, mereka hanya menginginkan kehadiran Pemerintah ketika mereka mengalami kesulitan termasuk misalanya masalah kesehatan mereka.Rakyat tidak menginginkan sesuatu yang luar biasa dari batas kemampuan Pemerintahtetapi keinginan mereka hanya sederhana yaitu hanya kebutuhan dasar yang sebenarnya mudah untuk dipenuhi oleh Pemerintah, tinggal

kemauan, ketelusan, inisiatif, kreatifitas, dan inovasi dari Pemerintah untuk menjawab keinginan rakyat yang sederhana itu.

Sesuai dengan pendapat ibu Zikiah yang bekerja dikantor Dinas Kesahatan Kota Makassar, sebagai Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, menjelaskan bahwa:

Tujuan dari Lorong Sehat yaitu 1.mewujudkan kesadaran dari masyarakat tentang kesehatan, 2. berupayah mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat tentang kesehatan yang terencana tersistem dan masif, dan 3.

Melengkapi keberlanjutan program-program kerakyatan yang telah berjalan selama ini yang berbasis lorong dan komunitas.(Wawancara ZTanggal 7 agustus 2019).

Dari kutipan diatas maka peneliti menyimpulkan tujuan dari Program Lorong Sehat yaitu 1.mewujudkan kesadaran dari masyarakat tentang kesehatan, 2. berupayah mengubah perilaku dan polo pikir masyarakat tentang kesehatan yang terencana tersistem dan masif, dan 3. Melengkapi keberlanjutan program- program kerakyatan yang telah berjalan selama ini yang berbasis lorong dan komunitas.

Hal senada pun di tambahkan lagi oleh ibu Zakiah mengenai manfaat dari Program Lorong Sehat (Longset), menjelaskan bahwa:

Manfaat dari Program Lorong sehat 1.Masyarakat mampu mengupayakan dan menjaga lingkungan secara mandiri, 2.Mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan secara mandiri, 3.Masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti posyandu, dan posbindu, 4.Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian di lingkungan masyarakat, dan 5.Masyarakat secara sadar mau memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.(Wawancara Z Tanggal 7 agustus 2019).

Dari kutipan diatas maka peneliti menyimpulkanmanfaatnya dari Program Lorong Sehat yaitu 1.Masyarakat mampu mengupayakan dan menjaga lingkungan

secara mandiri, 2.Mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan secara mandiri, 3.Masyarakat mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM) seperti posyandu, dan posbindu, 4.Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian di lingkungan masyarakat, dan 5.Masyarakat secara sadar mau memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.

Namun ketika masyarakat mendengar program ini, mereka sangat antusias ingin melaksanakan bagian dari pada program Lorong Sehat, tinggal bagaimana Pemerintah mensosialisasikan dan menginformasikan secara merata tentang program Lorong Sehat (Longset) agar implementasi kebijakan Pemerintah Makassar tentang Lorong Sehat agar dapat berjalan seesuai apa yang diinginkan.

D. Proses KolaborasiPemerintah, Swasta dan Masyarakat dalam

Dalam dokumen OLEH : Muh.Mulyadi 105640220215 (Halaman 56-62)

Dokumen terkait