• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Pikir

Dalam dokumen OLEH : Muh.Mulyadi 105640220215 (Halaman 34-39)

BAB 1 PENDAHULUAN

C. Kerangka Pikir

Kota Makassar adalah satu basis Kota di Indonesia timur yang memiliki jumlah penduduk padat dan pembangunan yang bertaraf metropolitan.Di mana penelitian ini menjelaskan arti penting visi dan misi Kota Makassar yang mengimplementasikan program-program berdasarkan keputusan Wali Kota Makassar No. 660.2/1087/Kep/V/2014tentang pembagian wilayah binaan satuan perangkat kerja daerah (SKPD) Pelaksanaan Program Gerakan Makassar Ta‟ tidak rantasa (MTR) Kota Makassar.Namun untuk menjadikan “Makassar menjadi Kota Dunia” ada beberapa aspek-aspek yang harus dipenuhi atau direalisasikan.

Untuk menjadi kota dunia, suatu daerah atau wilayah telah mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat melalui pelayanan berbasis teknologi.

Tak hanya itu, segi pembangunan fisik juga harus menjadi perhatian khusus, dalam mengubah suatu Kota menjadi kota dunia.Proses penerapan Wali Kota Makassar dalam Pelaksanaan Program Lorong Sehat (longset) sangat dibutuhkan kolaborasi antara Pemerintah, Swasta, dan Masyarakatdalam mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan demi kepentingan bersama.

Definisi dari Balogh (2011: 2) Collaborative Governanceadalah sebuah proses atau struktur dalam mengelola dan merumuskan keputusan kebijakan publik dengan kemudian melibatkan Pemerintah, Swasta dan Masyarakat untuk mencapai tujuan dari kebijakan publik, jika cuman satu pihak saja maka tidak akan mencapai tujuan publik. Peran Pemerintah dalam Pelaksanaan Program Lorong Sehat adalah sebagai pembuat kebijakan sekaligus mengarahkan, memantau dan juga ikut mendampingi agar kegiatan Program Lorong Sehat yang di kerjakan tidak melesek dan tepat pada tujuan.

Pemerintah disini ikut dalam kegiatan dari awal Program sampai akhir Program yang dimaksud Pemerintah disini adalah Dinas Kesehatan.Adapun peran Swata dalam Pelaksanaan Program Lorong Sehat berperan sebagai rekan bermitra dalam program perannya sebagai pendonor atau pendanaan, yang dimaksud Swasta disini adalah Hotel Four Point by Sheraton Makassar.

Peran Masyarakat dalam Pelaksanaan Lorong Sehat berperan sebagai pelaksana atau pembantu dalam Program tersebut, untuk keberhasilan Program

tersebut, yang dikmusud masyarakatadalah kelompok sosial yang meliputi institusi pendidikan dan organisasi keagamaan yang secarakeseluruhan dapat menjadi kekuatan penyimbang dari Pemerintah disini tergantung kolaborasi antara tiga aktor ini yakni Pemerintah, Swasta dan Masyarakat ketika dalam kolaborasi dapat berhasil maka tujuan dari Program akan tercapai.

Ansell dan Grans (2007:558-561), Agar dapat berhasil dalam melaksanakan kerjasama, maka dibutuhkan ada 3 proses. Proses1,face to face dialog,yang dimaksud adalahproses atau dialogantara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat secara langsung ataudialog secara tatap muka lansung bukanlah semata-mata merupakan negoisasi yang ala kadarnya, Dialog sangat penting dalam rangka mengidentifikasi peluang dan keuntungan bersama.Proses II,Trust building, merupakan upaya untuk saling membangun kepercayaan antar Pemerintah, Swasta dan Masyarakat. Membangun kepercayaan perlu dilakukan sesegera mungkin ketika proses kolaborasi pertama dilakukan.Proses III,Shere understanding, saling berbagi pemahaman antar Pemerintah, Swasta dan Masyarakat mengenai apa yang dapat mereka capai melalui kolaborasi yang dilakukan. Saling berbagai pemahaman ini dapat digambarkan sebagai misi bersama, tujuan bersama, objektivitas umum, visi bersama, ideologi yang sama, dan lain-lain. saling berbagi pemahaman dapat berimplikasi terhadat kesepakatan bersama untuk memaknai dan mengartikan suatu masalah.

Adapun faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan Program Lorong Sehat (longset) belum bisa diketahui karena peneliti belum turun di lapangan

untuk opservasi atau mengambil data yang relevan dengan fokus penelitan . Maka lebh jelasnya peneliti tuangkan dalamkerangka pikir sebagai berikut:

Gambar 1 Keragka Pikir D. Fokus Penelitian

Fukus penelitian yang akan saya lakukan bagaimana Proses kolaborasiantara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat dalam pelaksanaan Program Lorong Sehat di Kota Makassar, Penelitian ini juga memfokuskan pada satu jenis yakni Program Lorong Sehat (longest). Dan penelitian yang saya akan lakukan mengambil lokasi di Dinas Kesehatan dan kelurahan kassi-kassi.

E. Deskripsi Fukus Penelitian

Deksripsi fukus penelitian yang digunakan sebagai dasar dalam pengumpulan data sehingga tidak terjadi bias terhadap data yang diambil. Untuk

Faktor yang mempengaruhi dalam Pelaksanaan program

Lorong Sehat (Longset)

Proses Kolaborasi Pemerintah Antara Swasta dan Masyarakat (Ansell dan Grans,2007)

1. face to face dialog(dialog secara langsung) 2. Trust building(saling membangun kepercayaan) 3. Shere understanding (saling berbagi pemahaman)

Collaborative Governance

menyamakan pemahaman dan cara pandang terhadap penulis ilmiah ini, maka kami akan memberikan penjelasan mengenai maksud dan fukus penelitian terhadap penelitian karya ilmiah.

a. Collaborative Governance

Kerjasama antar Pemerintah, Swasta dan Masyarakat, kerjasama yang dimaksud adalah hubungan timbal balik antara Perintah, Swasta dan Masyarakat dalam melaksanakan Program Lorong Sehat (Longset).

b. Proses Kolaborasi

1. face to face dialog,dalam proses kolaborasi sangat dibutuhkan dialog, dialog yang dimaksud adalah dialog antara Pemerintah, Swasta dan Masyarakat yang ketemu secara langsung ataudialog secara tatap muka langsung dan membicarakan mengenai proses pelaksanaan program lorong sehat untuk memajukan proses kolaborasi dan kegiatan dilapangan.

2. Trust building, dalam proses kolaborasi sangat dibutuhkan saling membangun kepercayaan, kepercayaan antar Pemerintah, Swasta dan Masyarakat, kepercayaan yang dimaksud adalah ketika dalam proses kolaborasikita saling berbagi amanah atau tugas.

3. Shere understanding,dalam proses kolaborasi sangat dibutuhkan saling berbagi pemahaman, saling berbagi pemahaman antar Pemerintah, Swasta dan Masyarakatmengenai apa yang dapat mereka capai melalui kolaborasi yang dilakukan. Didalam pemahaman ini dapat digambarkan sebagai misi bersama, tujuan bersama, obketivitas umum,

visi bersama, ideologi yang sama, dan lain-lain. saling berbagi pemahaman dapat berimplikasi terhadap kesepakatan bersama untuk memaknai dan mengartikan suatu masalah.

c. Faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaanProgram Lorong Sehat (longset). Yakni faktor yang mendukung dalam proses kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pelaksanaan program Lorong Sehat, dan faktor yang menghambat dalam proses kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pelaksanaan program Lorong Sehat (longset).

BAB III

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen OLEH : Muh.Mulyadi 105640220215 (Halaman 34-39)

Dokumen terkait