KEGIATAN BACA TULIS AL-QUR’AN DI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN PONOROGO
A. Profil Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo 1. Sejarah Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo
Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo, sebelum berganti status menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri) memiliki nama Ma’had al-Jami’ah Ulil Abshar STAIN Ponorogo. Sejarah Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo berawal dari gagasan dosen-dosen Program Studi Bahasa Arab yang menghendaki kualitas bahasa di lingkungan IAIN Ponorogo menjadi lebih baik, mengingat saat itu tidak banyak mahasiswa Program Studi Bahasa Arab yang belum bisa baca tulis Arab dan Al-Qur’an. Dengan keadaan tersebut menimbulkan keprihatinan di kalangan dosen-dosen Pendidikan Bahasa Arab, sehingga membuat komunitas mahasiswa bahasa yang berjumlah 28 orang di bawah asuhan Dr. Abdul Mun’im, M.Ag., yakni dengan mengontrak sebuah rumah yang dijadikan asrama bahasa, yang beralamat di Jl. Menur, barat IAIN Ponorogo. Dengan semangat dan kegigihan para mahasiswa dan dosen Bahasa Arab, terwujudlah asrama bahasa IAIN Ponorogo (dahulu STAIN Ponorogo).83
Keinginan untuk lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di IAIN Ponorogo semakin tinggi pada masa kepemimpinan
83 Dikutip dari website: https://mahad.iainponorogo.ac.id/sejarah/ “Sejarah Berdirinya Ma’had Al- Jami’ah Ulil Abshar”, diakses pada 03 Mei 2023.
Drs. Rodli Ma’mun, M.Ag. Pada masa ini, sudah mulai direncanakan pendirian Ma’had, namun realisasi pembangunannya berlangsung pada masa kepemimpinan Dr. Hj. Siti Maryam Yusuf, M.Ag. Ma’had mulai dibangun tahun 2010 dan selesai pada 2014. Berkapasitas cukup untuk 1500 orang mahasantri. Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar kemudian diresmikan pada Senin, 30 Rabi’ul Awwal 1434 H/ 11 Februari 2013 oleh Prof. Dr. Nursyam, M.SI. Ma’had mulai aktif melaksanakan kegiatannya dengan hadirnya musyrif-musyrifah dan asatidz-asatidzah pada tahun 2014/2015.84
Gambar 3.1 Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ponorogo
Di lingkungan Perguruan Tinggi, pendirian asrama atau dalam Perguruan Tinggi Islam disebut Ma’had Aly, didukung dengan dasar hukum Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pada Pasal 30 menyebutkan bahwa pendirian Ma’had Aly
84 Dikutip dari website: https://mahad.iainponorogo.ac.id/sejarah/ “Sejarah Berdirinya Ma’had Al- Jami’ah Ulil Abshar”, diakses pada 03 Mei 2023.
bertujuan agar mahasiswa memiliki keseimbangan antara IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), dan IMTAQ (Iman dan Taqwa).85 Ma’had Al-Jami’ah Ulil Abshar ini didirikan sebagai wadah untuk meningkatkan pembinaan mahasiswa, memberikan pembelajaran keagamaan yang lebih mendalam, serta mengatasi problematika kedangkalan pada bidang pengetahuan keagamaan Islam.
2. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi Pencapaian Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo
a. Visi Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo.
Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo menjadi pusat kaderisasi mahasantri dengan penguasaan (BTA) Baca Tulis Al-Qur’an dan Kutub Atturats yang mumpuni, serta memiliki wawasan khazanah keislaman dan tradisi kenusantaraan yang unggul, moderat dan egaliter.86
b. Misi Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo
1) Menuntaskan penguasaan BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) mahasantri 2) Mendalami kitab-kitab dan literatur keislaman klasik
3) Mendalami literatur keislaman klasik dan populer 87
85 Dikutip dari website: https://mahad.iainponorogo.ac.id/sejarah/ “Sejarah Berdirinya Ma’had Al- Jami’ah Ulil Abshar”, diakses pada 03 Mei 2023.
86 Dokumen Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2022.
87 Dokumen Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2022.
c. Tujuan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo
Melahirkan sarjana muslim yang memiliki kemapanan spiritual, keluhuruan budi pekerti, kecakapan intelektual, berfikir lokal dan beraksi global.
d. Strategi Pencapaian
Strategi yang digunakan untuk melahirkan sarjana muslim yang memiliki kemapanan spiritual, keluhuruan budi pekerti, kecakapan intelektual, berfikir lokal dan beraksi global diantaranya adalah sebagai berikut:88
1) Melakukan peninjauan ulang terhadap kurikulum yang telah ada dan sekaligus mengkaji kedalaman, kesesuaian dan relevansi ruang lingkup dan materinya bersama tim ahli dan expert di bidangnya.
2) Menerjemahkan kurikulum aplikatif sesuai dengan visi dan misi yang telah dicanangkan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang relevan.
3) Menginisiasi kerjasama dengan lembaga maupun instansi yang memiliki relevansi dengan visi dan misi yang telah dicanangkan oleh Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo.
4) Mendorong mahasantri untuk aktif dalam berbagai kegiatan yang diupayakan untuk meningkatkan dan meng-upgrade kapasistas dan kemampuan mereka.
88 Dokumen Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2022.
5) Melakukan rekrutmen muallim yang memiliki kapasitas keilmuan dan kompetensi sesuai dengan kebutuhan.
6) Meng-upgrade kapasitas dan keilmuan muallim yang telah ada, terutama dari aspek penguasaan terhadap literature keislaman klasik.
7) Menginisiasi halaqah dan kajian keilmuan sesuai dengan canangan kurikulum yang ada dengan tujuan untuk menghidupkan suasana akademik dan keilmuan.
e. Landasan Hukum
Landasan hukum yang mendasari pembangunan Ma’had Al- Jami’ah IAIN Ponorogo diantaranya:89
1) Undang-undang Dasar 1945 2) Sistem Pendidikan Nasional
3) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas
4) PP No. 19 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 5) Permendiknas No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi 6) Permendiknas No 23 2006: SKL
7) Permendiknas No 24 2006: Pelaksanaan PP 22 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan.
8) Instruksi Menteri Agama RI N0 3 Tahun 1990 tentang Upaya Peningkatan Kemampuan BTHQ.
89 Dokumen Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2022.
9) SKB Menteri Agama dan Mendagri RI Nomor 44 A dan 124, tanggal 13 Mei Tahun 1982 tentang Usaha Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an bagi Umat Islam.
10) Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI No: Dj.I/12A Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam.
f. Struktur Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo 1) Pengelola Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo
Gambar 2 Struktur Pengelola Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ponorogo 2022/2023
2) Pengurus Harian Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo
Pengurus harian Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo merupakan musyrif dan musyrifah yang bertugas sebagai pendamping dan mengkoordinir mahasantri dalam pembelajaran Al-Qur’an dan kegiatan keseharian mahasantri, serta membantu
para muallim dan muallimah pada KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Berikut ini merupakan struktur pengurus harian Ma’had Al- Jami’ah IAIN Ponorogo:
Ketua Musyrif (Putra) : Ivan Saifudin Ketua Musyrifah (Putri) : Khoirotun Nisak Sekretaris Putra : Ikhwan Mukhlis Sekretaris Putri : Fitriana Mufidah
Bendahara Putra : Ilham Yusuf
Bendahara Putri : Salmatul Wahidah
Divisi Pendidikan 1. : Isti Komah
2. Putri Sri Hariyanti Divisi Peribadatan 1. : Hani’ Nikmatul Ula
2. Siti Amini Divisi Keamanan : Rennita Septiana Divisi Kebersihan dan Kesehatan : 1. Ikhwan Mukhlis
2. Yushima Ifatus Sa’diyah
3. Devi Purwatiningsih Divisi Humas 1. : Yusuf Annas M.
2. Wuri Annisa N.
Divisi Sarana dan Prasarana : Dewi Fatimah
Table 2 Struktur Pengurus Harian Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ponorogo 2022/2023
g. Letak geografis Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo
Mahad Al-Jamiah IAIN Ponorogo didirikan berjarak kurang lebih 400 meter dari kampus 1 IAIN Ponorogo, tepatnya yaitu di Jl. Letjend Soeprapto, Gang III, Siman, Ponorogo. Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo didirikan secara terpisah antara putra dengan putri namun masih dalam satu lokasi, jarak yang memisahkan Ma’had Putra dan Putri yaitu kurang lebih 100 meter. Ma’had putri berada pada satu
lokasi dengan gedung M, yakni gedung perkuliahan, dan juga satu lokasi dengan Gedung Olah Raga (GOR) IAIN Ponorogo.90
Adapun batas-batas wilayah Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo adalah sebagai berikut:91
1) Sebelah timur berbatasan dengan Desa Patihan Kidul.
2) Sebelah selatan berbatassan dengan Desa Patihan Kidul.
3) Sebelah barat berbatasan dengan Desa Mayak.
4) Sebelah utara berbatasan dengan Desa Ronowijayan.
h. Struktur Kurikulum
Kurikulum utama Ma’had al-Jami’ah IAIN Ponorogo terdiri atas tiga kelompok besar kurikulum:92
1) Kurikulum kelas matrikulasi Al-Qur’an, yaitu kelas pendalaman membaca Al-Qur’an untuk mahasiswa IAIN Ponorogo. Kurikulum kelas matrikulasi Al-Qur’an ini dikhususkan untuk seluruh mahasiswa baru di IAIN Ponorogo. Kurikulum matrikulasi Al-Qur’an ini ditempuh oleh mahasiswa di semester 1 dan 2. Kurikulum kelas matrikulasi Al-Qur’an dijadwalkan setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 07.00-08.40.
2) Kurikulum kelas baca kitab metode Al-Bidayah, yaitu kelas yang fokus pada pendalaman membaca kitab kuning dengan
90 Dikutip dari website: https://mahad.iainponorogo.ac.id/sejarah/ “Sejarah Berdirinya Ma’had Al- Jami’ah Ulil Abshar”, diakses pada 03 Mei 2023.
91 Ibid., diakses pada 03 Mei 2023.
92 Dokumen Kurikulum Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2022.
metode al-Bidayah yang diperuntukkan bagi mahasiswa beasiswa KIPK untuk semester 1 dan semester 2 yang bermukim di ma’had selama 1 tahun dan yang bersangkutan telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
3) Kurikulum kelas baca Al-Qur’an metode Usmani, yaitu kelas yang fokus pada pendalaman membaca Al-Qur’an dengan metode Ustmani yang diperuntukkan bagi mahasiswa beasiswa KIPK untuk semester 1 dan semester 2 yang bermukim di ma’had selama 1 tahun dan yang bersangkutan belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
i. Keadaan Tenaga Pendidik dan Mahasantri Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo
Keadaan tenaga pendidik dan mahasantri perlu diketahui sebagai salah satu bagian dari instrument penelitian yang utama.
1) Keadaan Tenaga Pendidik
Tenaga pendidik atau yang biasa disebut dengan guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu lembaga.
Tenaga pendidik yang terdapat di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo disebut dengan muallim atau muallimah. Jumlah tenaga pendidik di Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo berjumlah 20 orang yang dibagi pada bidang yang diampunya. Latar belakang dari
tenaga pendidik di Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo mulai dari S1, S2, dan S3 dan sekaligus sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) maupun Dosen tetap di kampus IAIN Ponorogo.93
2) Keadaan Mahasantri
Keadaan mahasantri perlu diketahui sebagai bagian dari salah satu elemen penting dalam penelitian kualitatif, yaitu sebagai objek penelitian. Mahasantri yang diteliti pada penelitian ini merupakan mahasantri tahun ajaran 2022/2023.
Secara keseluruhan jumlah mahasantri yang bermukim di Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo berjumlah 191 orang (laki-laki dan perempuan). Di mana hampir keseluruhan mahasantri adalah mahasiswa yang menerima beasiswa KIP kuliah. Kebijakan ini berbeda dari kebijakan tahun-tahun sebelumnya dimana Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo memiliki kategori wajib masuk Ma’had dengan berstandarisasi pada kemampuan BTA (Baca Tulis Al- Qur’an). Namun di tahun 2022/2023 ini, Ma’had lebih diperuntukan kepada mahasiwa penerima beasiswa KIP kuliah.94 Sesuai judul dari penelitian ini, populasi difokuskan pada mahasantri putri yang keseluruhan berjumlah 141 orang.
Sedangkan sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Menurut
93 Dokumen Kepengurusan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2020.
94 Dokumen Kepengurusan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo Tahun 2020.
Sugiyono, purposive sampling merupakan penentuan sumber data pada orang yang diwawancarai yang dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Sedangkan snowball sampling adalah teknik pengambilan data secara intensive melalui interview atau wawancara mendalam dari satu responden bergulir ke responden lain yang memenuhi kriteria sampai mengalami titik jenuh.95 Dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling, dari 141 mahasantri putri telah didapatkan sampel sebanyak 20 responden yang dinilai akan banyak memberikan pengalaman yang unik dan pengetahuan yang memadai yang dibutuhkan peneliti.
Sampel yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sampel kecil, tidak representatif, bersifat purposive (snowball), dan berkembang selama proses penelitian. Menurut Nasution dalam Patilima mengungkapkan bahwa metode kualitatif sampelnya sedikit dan dipilih menurut tujuan (purpose) penelitian.96
3) Sarana dan Prasarana Ma’had Al-Jamiah IAIN Ponorogo
Selama melaksanakan program kegiatan di Ma’had Al- Jamiah IAIN Ponorogo telah disediakan gedung kelas Ma’had lengkap dengan papan tulis, kursi, dan LCD. Terdapat pula kantin Ma’had, serta aula Ma’had yang difungsikan sebagai mushola
95 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Cet. 19, (Bandung: Alfabeta, 2013), hlm. 216-219.
96 Hamid Patilima, “Metode Penelitian Kualitatif”, (Malang: UMM Press, 2010), hlm. 17.
(tempat untuk sholat berjamaah). Selain fasilitas yang telah disebutkan, ada pula fasilitas lain yang berfungsi untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo.97
B. Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) di Ma’had Al- Jami’ah IAIN Ponorogo
Peningkatan kemampuan BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo secara umum diperuntukkan pada seluruh mahasantri, dan secara lebih khusus lagi diperuntukkan untuk mahasantri yang memiliki kemampuan BTA yang kurang memenuhi standar.
Berdasarkan hasil tes yang dilakukan oleh Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo pada seleksi penempatan kelas Mahasantri periode 2022/2023 lalu, setidaknya terdapat 85,4 % mahasantri yang masih salah dalam membaca Al- Fa>tih}ah. Kesalahan tersebut ditemukan dalam berbagai macam versinya. Di antara bentuk kesalahan tersebut adalah tidak membaca ta’a>wudz, makha>rijul h}uru>f yang kurang tepat, bacaan yang terlalu dipanjangkan, waqaf dan ibtida’ yang tidak pada tempatnya, serta pada irama bacaan.98
Berdasarkan analisis lebih lanjut, seluruh bentuk kesalahan yang telah diketahui tersebut, mendorong Ma’had untuk memberikan solusi dan upaya perbaikan dalam membaca maupun menulis Al-Qur’an. Upaya-upaya
97 Ibid.,
98 Wawancara, Bapak Dr. Wildan Nafi’I, Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo, 14 Maret
2023.
perbaikan tersebut terbagi dalam beberapa tahap, yakni secara singkat sebagai berikut:
1. Pembagian kelas berdasarkan hasil tes kemampuan BTA (Baca Tulis Al- Qur’an).
Tes kemampuan BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) dilakukan untuk membagi dan memetakan kelas mahasantri berdasarkan kemampuan yang dimilikinya. Karena hasil tes menunjukkan banyaknya mahasantri yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, maka mahasantri dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Al-Bidayah (bagi mahasantri yang memiliki kemampuan BTA menengah keatas), dan kelas Usmani (bagi mahasantri yang memiliki kemampuan BTA menengah kebawah).
2. Pembelajaran yang diterapkan.
Setelah mahasantri dibagi menjadi dua kelas besar, tahap selanjutnya adalah menetapkan jenis dan metode pembelajaran yang akan diterapkan di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo.
Kelas Al-Bidayah mayoritas di dalamnya merupakan mahasantri- mahasantri yang memiliki kemampuan BTA menengah keatas. Pada kelas Al-Bidayah ini diberikan pengajaran berupa menulis bahasa Arab pegon dan belajar maknani kitab kuning. Sedangkan kelas Usmani yang di dalamnya merupakan mahasantri-mahasantri yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, maka di pilihlah pengajaran belajar Al-Qur’an dengan Metode Usmani, hal ini tak lain adalah untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an mahasantri.
3. Evaluasi dan analisis perkembangan
Untuk mengevaluasi dan menganalisis perkembangan mahasantri, maka dilaksanakanlah ujian. Yang mana ujian tersebut terbagi menjadi beberapa kategori. Bagi kelas Al-Bidayah, yang diujikan adalah hafalan, sedangkan bagi kelas Usmani ujian dilaksanakan setiap kali selesai mengkhatamkan per jilid. Keseluruhan pembelajaran Usmani terbagi menjadi 8 jilid ditambah dengan belajar membaca Al-Qur’an (untuk ujian bacaan Al-Qur’an ini dilakukan setiap selesai 10 juz), juga tambahan bab makho>rijul huruf dan ilmu tajwid praktis.
4. Target pembelajaran
Target pembelajaran pada kelas Al-Bidayah ialah agar mahasantri mampu memaknai atau menerjemahkan kitab kuning menggunakan pegon bahasa Arab-Jawa, serta mengenalkan pada mahasantri kaidah-kaidah dalam bahasa Arab. Sedangkan untuk target pembelajaran pada kelas Usmani adalah mempersiapkan supaya mahasantri dapat membaca Al- Qur’an dengan baik dan benar, dan untuk target lebih luasnya adalah menyiapkan kader-kader pengajar Al-Qur’an yang benar-benar lulus tahsin dengan baik. Maka dari itu, pada kelas Usmani ini akan diadakan pula pelatihan mengajar, dan juga pentashihan PGPQ (Pelatihan Guru Pengajar Al-Qur’an) Metode Usmani di akhir pembelajaran.
Perbaikan BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) yang dilakukan oleh Ma’had Al- Jami’ah IAIN Ponorogo setidaknya dapat menjadi menarik untuk diperhatikan oleh berbagai kalangan umat Islam yang sebelumnya memiliki pemahaman
bahwa kaum terpelajar memiliki kemampuan membaca Al-Fa>tih}ah dengan baik. Fakta ini mengajak segenap komponen dan lapisan masyarakat untuk meyadari pentingnya perbaikan menyeluruh terhadap kemampuan pelajar dalam membaca Al-Qur’an, khususnya surah Al-Fa>tih}ah. Karena dalam Islam telah diatur segala aktifitas untuk umatnya, termasuk dalam hal belajar.
Belajar merupakan kewajiban manusia sepanjang masa. Bahkan, Allah SWT mengawali menurunkan Al-Quran sebagai pedoman hidup umat dengan ayat yang memerintahkan untuk membaca (iqra’) dan belajar. Belajar tidak terbatas ruang dan waktu, di manapun, kapanpun, dan berapapun usianya.
C. Rutinitas Kegiatan Mahasantri dalam Keseharian
Penelitian ini ditulis berdasarkan pengamatan dan pengecekan data tertulis tentang kegiatan dan rutinitas keseharian mahasantri di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo, terutama yang berhubungan dengan surah Al-Fa>tih}ah.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh penulis, maka diperoleh data-data yang menunjukkan kegiatan keseharian mahasantri dengan hasil sebagai berikut:
1. Ta’lim
Gambar 3 Kegiatan Ta'lim Mahasantri Ma'had Al-Jami'ah IAIN Ponorogo
Kegiatan ta’lim di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo secara keseluruhan terbagi menjadi tiga jenis, yakni ta’lim kelas kitab KIP-K, ta’lim kelas kitab (takhasus), dan ta’lim Usmani KIP-K. berikut ini jadwal ta’lim di Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo:
a. Jadwal ta’lim kelas kitab KIP-K
No. Nama
Ta’lim Kitab Senin Selasa Rabu Kamis PJ
1.
Ta’lim Kitab Al-
Hifdzu
Teori dasar Nahwu dan Sharaf
(Pemula) 05.00-
05.50 05.00-
05.50 05.00-
05.50 05.00-
05.50
Pengasuh Putra dan Putri dibantu musyrif dan musyrifah 18.00-
18.50 18.00-
18.50 18.00-
18.50 18.00-
18.50
2.
Ta’lim Kitab Tathbiq
Kitab Mabadi’
Fiqhiyah Juz 1
15.00- 15.50
15.00- 15.50
15.00- 15.50
15.00-
15.50 Muallim
3.
Ta’lim Kitab Mufrodat
Dialog Teori dasar
1 dan 2
15.50- 16.40
15.50- 16.40
15.50- 16.40
15.50-
16.40 Muallim
Table 3 Jadwal Ta'lim Kelas Kitab KIP-K
b. Jadwal ta’lim kelas kitab (takhasus)
No. Nama
Ta’lim Kitab senin selasa rabu kamis Jum’at Evaluasi PJ 1.
Ta’lim Kitab Tathbiq
Kitab Tarqib
19.00- 19.50
19.00- 19.50
19.00- 19.50
19.00- 19.50
19.00-
19.50 Muallim
Table 4 Jadwal Ta'lim Kelas Kitab (Takhasus)
Gambar 4 Kegiatan Ta'lim Kelas Kitab Takhassus
c. Jadwal ta’lim Usmani KIP-K
No. Nama
Ta’lim Senin Selasa Rabu Kamis PJ
1. Murojaah Usmani
05.00- 05.50
05.00- 05.50
05.00- 05.50
05.00- 05.50
Pengasuh Putra dan Putri Dibantu musyrif dan
musyrifah 18.00-
21.00
18.00- 21.00
18.00- 21.00
18.00- 21.00
2. Usmani 15.50- 16.45
15.50- 16.45
15.50- 16.45
15.50-
16.45 Muallim Table 5 Jadwal Ta’lim Usmani KIP-K
Gambar 5 Kegiatan Ta'lim Kelas Usmani
Pada ta’lim Usmani inilah secara intensif dan sistematis dilakukan upaya perbaikan bacaan Al-Qur’an. Sehingga mahasantri yang terhimpun didalamnya merupakan
mahasantri dengan latar belakang belum dapat membaca Al- Qur’an dengan baik dan benar.
2. Kuliah
Selain kegiatan ta’lim dan mengaji, mahasantri Ma’had Al- Jami’ah IAIN Ponorogo tetaplah mahasiswa yang harus mengikuti kewajibannya sebagai mahasiswa, yakni mengikuti perkuliahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh akademik IAIN Ponorogo.
3. Kegiatan keislaman
Kegiatan keislaman di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo merupakan kegiatan tambahan bagi mahasantri, yang berada di ranah keislaman, seperti Diba’an dan pembacaan Maulid Al- Barzanji, Khataman Al-Qur’an Bersama, Istighotsah, dan lain sebagainya.
Gambar 6 Kegiatan Istighotsah Bersama
Gambar 7 Kegiatan Pembacaan Maulid Diba' dan Al-Barzanji
4. Bersih-bersih bersama
Dalam bidang kebersihan, mahasantri memiliki jadwal bersih- bersih bersama yang di namakan dengan Ro’an. Ro’an ini dilakukan setiap hari Jum’at pagi atau seminggu sekali.
Gambar 8 Kegiatan Ro'an (Bersih-bersih Bersama)
5. Izin pulang
Mahasantri diperbolehkan izin pulang setiap hari Sabtu pagi, dan kembali ke Ma’had pada keesokan harinya (Minggu) dengan batas waktu tidak lebih dari jam 16.00 (pukul empat sore).
Gambar 9 Perizinan Pulang Mahasantri
Kegiatan sehari-hari mahasantri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Ponorogo berorientasi pada pendidikan keagama Islaman. Tuntutan yang harus diselesaikan adalah menuntaskan pengajaran BTA (Baca Tulis Al-Qur’an) mahasantri, sehingga ketika telah lulus dari Ma’had, mahasantri dapat membaca, menulis, dan bahkan menerjemahkan Al-Qur’an secara mandiri, baik dan benar.
78 BAB IV
KEMAMPUAN MAHASANTRI PUTRI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN PONOROGO TENTANG SURAH AL-FA>TIH}AH
A. Kemampuan Mahasantri Putri dalam Membaca Surah Al-Fa>tih}ah 1. Pembacaan Surah Al-Fa>tih}ah
Kewajiban membaca surah Al-Fa>tih}ah di dalam shalat di dasarkan pada hadis Rasu>lulla>h SAW yang berbunyi:
ِباتكلا ِةحتافب ْأرقي مل نمل َةلاص لا
Artinya: “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fa>tih}atul Kita>b”. (HR. Al Bukhari 756, Muslim 394).99
Di dalam Kitab Safi>natun Naja>h, karya Syekh Salim bin Sumair Al- Hadhrami, menyebutkan beberapa syarat sah bacaan surah Al-Fa>tih}ah.
Syarat-syarat tersebut di antaranya adalah:
1. Tertib (sesuai urutan ayatnya).
2. Terus menerus (tanpa terputus oleh perbuatan lain).
3. Memperhatikan huruf-hurufnya (makhraj) serta tempat-tempat tasydid.
4. Memperhatikan tasdi>d-tasdi>dnya
5. Tidak lama terputus antara ayat-ayat Al-Fa>tih}ah ataupun terputus sebentar dengan niat memutuskan bacaan.
99 Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, “Shah}ih} Bukha>ri”, terj. Hamidy, dan Zainuddin, “Terjemah Shahih Bukhary”, Jilid VIII, (Jakarta: Penerbit Widjaya, 1983), hlm. 756.