BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
E. Kegiatan Usaha
Kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar antara lain sebagai berikut :
1. Bidang Pekerjaan
Jasa yang disediakan Telkom dibagi menjadi dua kelompok, jasa Telekomunikasi dasar dan non jasa Telekomunikasi dasar. Pengelompokan inipun belum dilaksanakan secara tegas, mengingat teknologi komunikasi dan informasi berkembang dengan pesat. Bisnis utama Telkom saat ini adalah menyediakan Public Switch Telepon Network (PSTN) dan menyelenggarakan jasa melalui PSTN.
Jenis jasa telekomunikasi yang siudah beroperasi sampai sekarang ini adalah:
a. Telepon dalam negeri (local dan SLJJ)
b. Jasa interkoneksi kepada penyelenggara telekomunikasi c. Jasa telepon bergerak seluler (Flexi)
d. Jasa Internet (Telkomnet Instan dan Indihome) e. Jasa lainnya(Value Added Service)
2. Serpo(Service point)
Pada kegiatan yang dilakukan ini adalah menerima pengaduan gangguan dari pelanggan baik yang datang ke Plasa maupun melalui telepon kebagian pengaduan. Data-data yang harus diperoleh dari pelanggan antaralain : nama, alamat, jenis gangguan,. Kemudian data-data itu dimasukkan ke SISKA untuk di proses.
3. PSBWireline
Pelanggan yang ingin berlangganan telepon rumah dan data-data yang diperlukan PT. Telkom untuk menginput data-data, pelanggan harus mengisi dan memberikan fotocopy KTP, materai dan administrasi untuk biaya pasang telepon dirumah.
4. PSB Indihome
Pelanggan yang ingin berlangganan indihome (internet triple play) dan data-data yang diperlukan PT. Telkom untuk meng-input data, pelanggan harus mengisi dan memberikan foto copy KTP, dan administrasi untuk biaya pasang indihome. Tetapi pelanggan bisa memilih pake indihome yang telah disediakan Telkom.
5. Cabut APS (atas permintaan sendiri)
Cabut APS adalah pencabutan sambungan telepon atas permintaan pelanggan karena sesuatu hal seperti: Rumah kosong, pindah rumah, rumah dijual. Tariff mahal, tagihan terlalu besar, factor ekonomi, atau ganti dengan Telkom Flexi.
Adapun syaratnya natara lain:
a. FotoCopy KTP pelanggan yang masih berlaku.
b. Bukti Pembayaran/ Rekening telepon terakhir.
c. Mengisi dan menandatangani Formulir yang telah disediakan.
6. Pendaftaran Point Reword (TRRT)
Pada kegiatan ini yang dilakukan adalah membantu pendaftaran pelanggan yang akan mendaftarkan nomor telepon rumahnya untuk mengikuti Point Reword (TRRT). Data-data yang harus diperoleh untuk pendaftaran Point Reword ; fotocopy KTP dan pembayaran Rekening telepon akhir.
Setelah pencatatan untuk pendaftaran, kita jelaskan kepada pelanggan bagaimana cara mengumpulkan poin-poin, agar setiap poin-poin bertambah dan memilih hadiah secara langsung atau secara diundi. Setelah selesai pelanggan yang mengikuti program TRRT formulir yang sudah diisi di input ke CCS untuk proses lebih lanjut.
7. Plasa
Membantu SAS bagian Plaza, dalam memberikan nomor antrian, arahan, dll. Mempromosikan gebyar berhadiah Telepon Rumah Rejeki Tumpah (TRRT) mempromosikan produk-produk Telkom (HP CDMA FLEXI, PSB WIRELINE).
8. Penginputan TRRT
Penginputan formulir yang sudah diisi di input kedalam CCF, yang sudah diisi dengan jelas oleh pelanggan yang mendaftarkan untuk mengikuti Program Hadiah Telkom)
9. MDF (Main Distribution Frame)
Berikut ini adalah sebagian fungsi dari MDF antara lain :
a. Memantau pelaksanaan penyesuaian gangguan dan mencetak kesimpulan atas hasil yang dicapai sebagai bahan pemeriksaan dan laporan.
b. Mengoperasikan dan memelihara perangkat meja ukur sebagai alat ukur untuk menanggulangi gangguan.
c. Mengerjakan, merawat, dan menyimpan kartu langganan untuk kepentingan mutasi-mutasi, pengaduan, pengukuran, perbaikan-perbaikan dan penyambungan telepon.
d. Mengadakan pengukuran saluran secara rutin.
e. Melaksanakan penyambungan dan pemutusan saluran MDF sesuai dengan prosedur yang berlaku.
10. SISKA (Sitem Informasi Kastamer)
Sistem Informasi Kastamer (SISKA) suatu aplikasi yang berfungsi untukmengelola data-data yang ada mulai dari data jaringan, data pelanggan, data service level guaranty for customer (Segmentasi Layanan), dan data abonemen pelanggan.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan komunikasi yang mengakibatkan bertambahnya para pelanggan Telkom, maka dirasa perlu ada aplikasi baru sebagai inovasi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan terhadap pelanggan terutama pelanggan pada Cluster Corporate dan bisnis disamping tidak mengabaikan pelayanan prima kepada pelanggan Resinsial dan sosial.
SISKA adalah sebuah aplikasi internal Telkom yang mengelola data pelanggan dengan sekuritas dan akurasi data yang tinggi, dengan demikian hal ini menjadi masalah mengingat operasional harian kerja untuk penanganan gangguan dan instalasi, administrasi pelanggan telah diserahkan kepihak ke 3
(tiga) sebagai langkah efektifitas dan efisiensi operasional keuangan perusahaan. Sementara mereka yang berhak untuk mengakses data-data SISKA hanya dikhususkan untuk Karyawan TELKOM, manfaat SISKA antara lain sebagai berikut :
a. Meningkatkan mutu pelayanan data jaringan.
b. Pemrosesan alamam billing yang cepat dan akurat.
c. Pengumpulan tagihan yang cepat dan akurat.
11. COC(Contol Operational Center)
COC data yang hamper sama dengan SISKA namun COC juga mengambil data dari SISKA, yang berguna untuk mengontrol manajemen Se- Indonesia secara online (dari internet)
12. Gangguan
Pada bagian gangguan, proses kerjanya adalah memperoleh dan melaporkan ke petugas lapangan sesuai dengan sektornya.
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Umum Responden
Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan dan diolah untuk mengetahui strategi pemasaran produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar. Penulis menyebar kuesioner sebanyak 98 orang responden dimana responden merupakan pelanggan indihome PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operasional Panakukang Makassar. Profil responden yang ditanyakan pada kuesioner adalah usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Data tentang profil pelanggan akan dijelaskan sebagai berikut :
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Identitas responden berdasarkan usia menggambarkan tingkat pengalaman dan kedewasaan pola pikir seorang responden. Adapun identitas responden menurut usia dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 5.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Persentase (%)
26 – 30 Tahun 4 4,1%
31 – 35 Tahun 34 34,7%
36 – 40 Tahun 20 20,4%
>40 Tahun 40 40,8%
Jumlah Responden 98 100%
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Berdasarkan pada tabel 1 diatas, maka dari 98 responden yang diteliti menunjukkan bahwa usia antara 26-30 tahun sebanyak 4 orang atau 4,1%, kemudian responden yang berusia 31-35 tahun sebanyak 34 orang atau 34,7%, dan usia antara 36-40 tahun sebanyak 20 orang atau 20,4% , sedang yang berusia diatas 40tahun sebanyak 40 orang atau 40,8%. Sehingga dapat disimpulkan pelanggan pada PT.
Telekomunikasi Indonesia Site Operation Makassar banyak diminati oleh pelanggan yang memiliki usia diatas 40 tahun.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Deskripsi responden menurut jenis kelamin (gender), yaitu pengelompokan responden menurut jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Untuk mengetahui tingkat proporsi jenis kelamin laki-laki dan perempuan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 5.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
Laki-laki 56 57,1%
Perempuan 42 42,9%
Jumlah Responden 98 100%
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Berdasarkan pada tabel 2 diatas, maka dari 96 responden yang dikumpulkan menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki- laki sebanyak 56 orang atau 57,1%, dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 42 orang atau 42,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelanggan pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Makassar banyak diminati oleh pelanggan laki-laki.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Deskripsi responden menurut jenis pekerjaan, yaitu pengelompokan responden berdasarkan pekerjaan responden baik dari PNS Wiraswasta, TNI/POLRI, dan Wirausaha. Untuk mengetahui tingkat proposi status responden berdasarkan pekerjaannya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 5.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase (%)
PNS 12 12,2%
Wiraswasta 44 44,9%
TNI/POLRI 2 2,0%
Wirausaha 40 40,8%
Jumlah Responden 98 100%
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Berdasarkan pada tabel 3, maka dari 98 responden yang diteliti menunjukkan bahwa responden yang bekerja sebagai PNS sebanyak 12 orang atau 12,2%, responden yang bekerja sebagai Wiraswasta sebanyak 44 orang atau 44,9%, responden yang bekerja sebagai TNI/POLRI sebanyak 2 orang atau 2,0%, dan responden yang bekerja sebagai Wirausaha sebanyak 40 orang atau 40,8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelanggan pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Makassar banyak diminati oleh pelanggan yang memiliki pekerjaan wiraswasta.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Deskripsi pendidikan responden menjelaskan uraian tingkat pendidikan responden, sehingga dalam deskripsi pendidikan terakhir responden sehingga dalam deskripsi pendidikan terakhir responden maka dapat dikelompokkan yaitu SMA, D3, S1, dan S2. Untuk lebih jelasnya akan disajikan proporsi persentase responden menurut tingkat pendidikan terakhir yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel 5.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Pendidikan Jumlah Persentase (%)
SMA 16 16,3%
D3 5 5,1%
S1 70 71,4%
S2 7 7,1%
Jumlah Responden 98 100%
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Berdasarkan pada tabel 4, maka dari 98 responden yang diteliti menunjukkan bahwa responden lulusan SMA sebanyak 16 orang atau 16,3%, responden lulusan D3 sebanyak 5 orang atau 5,1%, responden lulusan S1 sebanyak 70 orang atau 71,4%, dan responden lulusan S2 sebanyak 7 orang atau 7,1%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelanggan pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Makassar banyak diminati oleh pelanggan lulusan S1.
2. Analisis Deskripsi Variabel
Untuk meningkatkan volume penjualan produk indihome pada PT.
Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar maka adapun strategi pemasaran yang dilakukan adalah melalui : produk harga, promosi dan saluran distribusi. Keempat variabel dari strategi pemasaran ini berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar.
Untuk lebih jelasnya akan disajikan tanggapan atau persepsi responden
mengenai strategi pemasaran produk indihome yang dapat diuraikan satu persatu sebagai berikut.
a. Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan.
Tabel 5.5. Tanggapan Responden mengenai Produk
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai produk indihome memiliki kecepatan tinggi di banding provider lainnya PRODUK
(X1)
Tingkat Jawaban Responden SKOR
SS S R TS STS
F % F % F % F % F % F %
Produk IndiHome memiliki kecepatan tinggi di banding provider lainnya.
7 7,1 32 32,7 59 60,2 - - - - 98 100
Produk IndiHome tahan terhadap cuaca buruk.
13 13,3 54 55,1 31 31,6 - - - - 98 100
Jangkauan sinyal wifi yangdihasilkan produk IndiHome lebih meluas hingga 20 meter.
9 9,2 47 48,0 42 42,9 - - - - 98 100
menyatakan bahwa 7,1% atau sebanyak 7 responden “sangat setuju”, 32,7% atau sebanyak 32 responden “setuju”, dan 60,2% atau sebanyak 59 responden “ragu-ragu”. Sedangkan tanggapan responden mengenai produk indihome tahan terhadap cuaca buruk menyatakan bahwa 13,3%% atau sebanyak 13 responden “sangat setuju”, 55,1,0% atau sebanyak 54 responden “setuju”, dan 31,6% atau sebanyak 31 responden “ragu-ragu”. Kemudian responden mengenai jangkauan sinyal wifi yang dihasilkan produk indihome lebih meluas hingga 20 meter menyatakan bahwa 9,2% atau sebanyak 9 responden “sangant setuju”, 48,0% atau sebanyak 47 responden “setuju” dan 42,9% atau sebanyak 42 responden “ragu-ragu”.
b. Harga
harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya. Setelah produk yang di produksi siap untuk dipasarkan, maka perusahaan akan menentukan harga dari produk tersebut.
Tabel 6. Tanggapan Responden mengenai Harga
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai harga produk indihome terjangkau menyatakan bahwa 4,1% atau sebanyak 4 responden “sangat setuju”, 30,6% atau sebanyak 30 responden
“setuju”, dan 65,3% atau sebanyak 64 responden “ragu-ragu” . Sedangkan tanggapan responden mengenai harga produk indihome sesuai dengan kualitasnya menyatakan bahwa 20,4% atau sebanyak 20 responden “sangat setuju”, 31,6% atau sebanyak 31 responden “setuju”
dan 48,0% atau sebanyak 47 responden “ragu-ragu”. Kemudian responden mengenai harga produk indihome lebih murah di banding produk dari provider lainnya menyatakan bahwa 24,5% atau sebanyak 24 responden “sangat setuju”, 15,3% atau sebanyak 15 responden
“setuju” dan 60,2% atau sebanyak 59 responden “ragu-ragu”.
HARGA (X2)
Tingkat Jawaban Responden SKOR
SS S R TS STS
F % F % F % F % F % F %
Harga produk IndiHome
terjangkau. 4 4,1 30 30,6 64 65,3 - - - - 98 100
Harga produk IndiHome sesuai dengan
kualitasnya. 20 20,4 31 31,6 47 48,0 - - - - 98 100 Harga produk
IndiHome lebih
murah di
banding produk dari provider lainnya.
24 24,5 15 15,3 59 60,2 - - - - 98 100
c. Promosi
Promosi adalah usaha yang dilakukan pemasar untuk mempengaruhi pihak lain agar berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran. Adapun tanggapan responden mengenai promosi yang dilakukan oleh PT.
Telekomunikasi IndonesiaSite Operation Panakukang Makassar dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel 5.7. Tanggapan Responden mengenai Promosi
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai media promosi yang digunakan sudah baik menyatakan bahwa 18,8% atau sebanyak 18 responden “sangat setuju”, 42,9% atau sebanyak 42 responden “setuju”
dan 38,8% atau sebanyak 38 responden “ragu-ragu”. Sedangkan tanggapan responden mengenai adanya potongan harga yang diberikan PROMOSI
(X3)
Tingkat Jawaban Responden SKOR
SS S R TS STS
F % F % F % F % F % F %
Harga produk IndiHome
terjangkau. 4 4,1 30 30,6 64 65,3 - - - - 98 100
Harga produk IndiHome sesuai dengan
kualitasnya. 20 20,4 31 31,6 47 48,0 - - - - 98 100 Harga produk
IndiHome lebih
murah di
banding produk dari provider lainnya.
24 24,5 15 15,3 59 60,2 - - - - 98 100
kepada pelanggan menyatakan bahwa 22,4% atau sebanyak 22 responden “sangat setuju”, 46,9% atau sebanyak 46 responden “setuju”
dan 30,6% atau sebanyak 30 responden “ragu-ragu”. Kemudian responden mengenai isi pesan dalam pelaksanaan promosi mudah dimengerti oleh pelanggan menyatakan bahwa 20,4% atau sebanyak 20 responden “sangant setuju”, 39,8% atau sebanyak 39 responden “setuju”
dan 39,8% atau sebanyak 39 responden “ragu-ragu”.
d. Distribusi
Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan produk tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau industry pemakai.
Tabel 5.8. Tanggapan Responden mengenai Distribusi
Sumber : data primer 2017 yang diolah DISTRIBUSI
(X4)
Tingkat Jawaban Responden SKOR
SS S R TS STS
F % F % F % F % F % F %
Adanya kemudahan pelanggan dalam membeli produk
IndiHome.
13 13,3 38 38,8 48 47,0 - - - - 98 100
Adanya ketersediaan produk
IndiHome. 19 19,4 48 49,0 31 31,6 - - - - 98 100
Lokasi
pemasaran yang
strategis. 15 15,3 42 42,9 41 41,8 - - - - 98 100
Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai adanya kemudahan pelanggan dalam membeli produk IndiHome menyatakan bahwa 13,3% atau sebanyak 13 responden “sangat setuju”, 38,8% atau sebanyak 38 responden “setuju” dan 48,0% atau sebanyak 47 responden “ragu-ragu”. Sedangkan tanggapan responden mengenai adanya ketersediaan produk IndiHome menyatakan bahwa 19,4% atau sebanyak 19 responden “sangat setuju”, 49,0% atau sebanyak 48 responden “setuju” dan 31,6% atau sebanyak 31 responden “ragu- ragu”. Kemudian responden mengenai lokasi pemasaran yang strategis menyatakan bahwa 15,3% atau sebanyak 15 responden “sangant setuju”, 42,9% atau sebanyak 42 responden “setuju” dan 41,8% atau sebanyak 41 responden “ragu-ragu”.
e. Volume Penjualan
Volume penjualan adalah hasil pemasaran produk indihome yang dicapai oleh PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar. Adapun tanggapan atau persepsi responden mengenai volume penjualan produk indihome dapat disajikanmelalui tabel berikut ini :
Tabel 5.9. Tanggapan Responden mengenai Volume Penjualan
Sumber : data primer 2017 yang diolah
Pada tabel diatas, tanggapan responden mengenai Meningkatnya penjualan produk indihome dikarenakan kualitas yang terjangkau menyatakan bahwa 9,2% atau sebanyak 9 responden
“sangat setuju”, 31,6% atau sebanyak 31 responden “setuju” dan 59,2% atau sebanyak 58 responden “ragu-ragu”. Sedangkan tanggapan responden mengenai meningkatnya penjualan produk indihome dikarenakan oleh adanya harga terjangkau bagi masyarakat VOLUME
PENJUALAN (Y)
Tingkat Jawaban Responden SKOR
SS S R TS STS
F % F % F % F % F % F %
Meningkatnya penjualan produk IndiHome dikarenakan kualitas yang terjangkau.
9 9,2 31 31,6 58 59,2 - - - - 98 100
Meningkatnya penjualan produk IndiHome dikarenakan oleh adanya harga terjangkau bagimasyarakat.
23 23,5 48 49,0 27,6 27 - - - - 98 100
Meningkatkan penjualan
karena adanya kegiatan
promosi yang jelas.
31 31,6 48 49,0 19 19,4 - - - - 98 100
menyatakan bahwa 23,5% atau sebanyak 23 responden “sangat setuju”, 31,6% atau sebanyak 48 responden “setuju” dan 27,6% atau sebanyak 27 responden “ragu-ragu”. Kemudian responden mengenai meningkatkan penjualan karena adanya kegiatan promosi yang jelas menyatakan bahwa 31,6% atau sebanyak 31 responden “sangat setuju”, 49,0% atau sebanyak 48responden “setuju” dan 19,4% atau sebanyak 19 responden “ragu-ragu”.
3. Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji keabsahan dalam penelitian, sering ditekankan pada uji validitas dan reliabilitas. Suatu penelitian yang memadai apabila suatu data penelitian valid, reliable dan obyektif, sehingga suatu data penelitian yang dianggap akurat maka perlu dilakukan suatu pengujian, dimana dalam penelitian ini pengujian instrumen penelitian terdiri atas uji validitas dan uji reliabilitas.
a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menguji kecermatan suatu instrumen penelitian dalam mengukur apa yang ingin diukur, bahwa uji validitas digunakan untuk mengetahui sah/valid tidaknya suatu kuisioner. Uji analisis dalam penelitian ini dikatakan valid apabila memiliki nilai korelasi > 0,30, untuk lebih jelasnya akan disajikan hasil uji validitas atas strategi pemasaran produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel 5.10. Hasil Pengujian Validitas
Variabel Kode
Pernyataan Corrected Item-Total
Correlation Standar Keterangan 1.Produk X1.1
X1.2 X1.3
0,800 0,796 0,785
0,30 0,30 0,30
Valid Valid Valid
2.Harga X2.1
X2.2 X2.3
0,904 0,886 0,924
0,30 0,30 0,30
Valid Valid Valid 3.Promosi X3.1
X3.2 X3.3
0,828 0,684 0,845
0,30 0,30 0,30
Valid Valid Valid 4.Distribusi X4.1
X4.2 X4.3
0,884 0,689 0,883
0,30 0,30 0,30
Valid Valid Valid 5.Volume
Penjualan
Y1 Y2 Y3
0,755 0,833 0,824
0,30 0,30 0,30
Valid Valid Valid Sumber : Data diolah dengan SPSS, 2017
Berdasarkan tabel 10 yakni hasil pengujian validitas atas (produk, harga, promosi dan distribusi) terhadap volume penjualan dengan 15 item pertanyaan, maka setelah dilakukan hasil pengujian validitas nampak bahwa semua item pertanyaan sudah valid, dikatakan
sudah valid karena memiliki nilai korelasi (corrected item total correlation) yang di atas dari 0,30.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Untuk melihat andal tidaknya suatu alat ukur digunakan pendekatan secara statistika, yaitu melalui koefisien reliabilitas dan apabila koefisien reliabilitasnya lebih besar dari 0,60 maka secara keseluruhan pernyataan tersebut dinyatakan andal(reliable)
Tabel 5.11. Hasil Pengujian Reliabilitas
No. Variabel Jumlah
Item
Cronbach’s Alpha Item
Deleted Nilai
Standar Keterangan 1
2 3 4 5
Produk Harga Promosi Distribusi Volume Penjualan
3 3 3 3 3
0,706 0,873 0,692 0,754 0,728
0,60 0,60 0,60 0,60 0,60
Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : Data diolah dengan SPSS, 2017
4. Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi adalah suatu analisis untuk melihat sejauh mana pengaruh strategi pemasaran yang meliputi : produk (X1), harga (X2), promosi (X3), dan distribusi (X4), terhadap volume penjualan produk Indihome Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site OperationPanakukang
Makassar, maka digunakan persamaan regresi dan korelasi dengan menggunakan program komputerisasi SPSS. Adapun hasil perhitungan program SPSS tersebut dapat dirangkum pada tabel berikut ini :
Tabel. 5.12 Ringkasan Hasil Regresi
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 5.790 1.712 3.381 .001
PRODUK .362 .098 .326 3.690 .000
HARGA .-217 -.073 -.258 2.988 .004
PROMOSI .183 .085 .189 2.141 .035
DISTRIBUSI .183 .084 .190 2.179 .032
R = 0,571 F hitung = 11,261
R2 = 0,326 Sign = 0,000 a. Dependent Variable: VOL. PENJUALAN
Berdasarkan hasil tersebut apabila ditulis dalam bentuk unstandardized coefficient dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Y = 5,790b0+ 0,326X1- 0,217X2+ 0,183X3+ 0,183X4
Persamaan diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :
Diperoleh nilai koefisien regresi pada variabel produk sebesar 0,362.
Ini berarti bahwa dengan factor lain dianggap konstan, maka setiap peningkatan produk maka volume penjualan akan ikut meningkat sebesar 0,362. Nilai koefisien regresi pada variabel harga sebesar -0,217. Ini berarti bahwa setiap peningkatan harga akan berpengaruh negative pada volume
penjualan. Nilai koefisien regresi pada variabel promosi sebesar 0,183. Ini berarti bahwa dengan factor lain dianggap konstan, maka setiap peningkatan promosi maka volume penjualan akan ikut meningkat sebesar 0,183. nilai koefisien regresi pada variabel distribusi sebesar 0,183. Ini berarti bahwa dengan factor lain dianggap konstan, maka setiap peningkatan distribusi maka volume penjualan akan ikut meningkat sebesar 0,183.
Dari hasil persamaan regresi maka diketahui bahwa variabel strategi pemasaran produk yang paling dominan berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site OperationPanakukang Makassar adalah variabel produk.
Kemudian untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara strategi pemasaran yang terdiri dari : produk, harga, promosi dan distribusi dalam kaitannya dengan peningkatan volume penjualan produk produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar, maka dapat disajikan interprestasi atau arti ekonominya sebagai berikut : a. Koefisien korelasi (R) = 0,573 yang berarti strategi pemasaran yang terdiri
dari : produk, harga, promosi dan saluran pemasaran, mempunyai hubungan atau korelasi yang sedang terhadap peningkatan volume penjualan produk indihome.
b. Koefisien determinasi (R2) = 0,326 menunjukkan bahwa sebesar 32,6%
pengaruh dari variasi strategi pemasaran dipengaruhi oleh keempat variabel independen yakni : produk, harga, promosi dan distribusi.
sedangkan sisanya sebesar 67,4% (1-0,326) adalah dipengaruhi oleh factor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
5. Uji Hipotesis
a. Uji Parsial (Uji t)
Untuk menentukan nilai ttabel pada taraf kepercayaan 95%
(Signifikansi 5% atau 0.05) dan derajat bebas (df/degree of freedom) = n-k-1 = 98-4-1 = 93 dimana n = jumlah sampel, dan k = jumlah variabel bebas adalah sebesar 1,9858.
1) Uji signifikan produk dengan volume penjualan
Dalam uji signifikan antara produk dengan volume penjualan, diperoleh nilai ρvalue = 0,000 < 0,05, serta memiliki nilai thitung= 3,690 > ttabel = 1,9858. Dari hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa produk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan volume penjualan.
2) Uji signifikan harga dengan volume penjualan
Uji signifikan antara variabel harga dengan volume penjualan, maka diperoleh nilai ρvalue (0,004) < 0,05, selain itu memiliki nilai thitung = (2,988) > ttabel = (1,9858). Hal ini membuktikan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel harga dengan peningkatan volume penjualan indihome pada PT. Telekomunikasi IndonesiaSite Operation Panakukang Makassar.
3) Uji signifikan antara promosi dengan volume penjualan
Dalam uji signifikan antara variabel promosi dengan volume penjualan diperoleh nilai ρvalue(0,35) < 0,05 dan selain itu memiliki nilai thitung(2,141) > ttabel(1,9858), hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara promosi dengan volume penjualan produk indihome pada PT. Telekomunikasi IndonesiaSite Operation Panakukang Makassar.
4) Uji signifikan antara distribusi dengan volume penjualan
Uji signifikan variabel saluran pemasaran dengan volume penjualan diperoleh nilai ρvalue = 0,032 < 0,05 dan memiliki nilai thitung (2,179) > ttabel (1,679). Hal ini membuktikan bahwa variabel distribusi dengan volume penjualan dapat dikatakan berpengaruh secara signifikan.
b. Uji Simultan (Uji f)
Untuk menguji sejauh mana pengaruh secara bersama-sama atau serempak antara strategi pemasaran yang terdiri dari : produk, harga, promosi dan saluran pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site Operation Panakukang Makassar, maka dapat dibuktikan dengan melakukan uji F (uji serempak), dalam penggunaan teknik analisis ini dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel pada derajat kesalahan (α) 0,05 atau 5 %. Apabila nilai Fhitung lebih besar
dari pada nilai Ftabel, maka berarti variabel bebasnya secara serempak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikatnya.
Tabel 5.13 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 89.356 4 22.339 11.261 .000a
Residual 184.491 93 1.984
Total 273.847 97
a. Predictors: (Constant), dISTRIBUSI, HARGA, PRODUK, PROMOSI b. Dependent Variable: VOL. PENJUALAN
Untuk menentukan Ftabel pada derajat bebas 1 (DF1) = k-1= 4-1=
3, dan derajat bebas (DF2) = n-k-1 = 98-4-1 = 93 Dimana : n = jumlah sampel, k = jumlah variabel bebas. Maka, nilai Ftabel pada taraf kepercayaan signifikan 0,05 adalah 2,70.
Dari hasil persamaan regresi berganda yang telah dilakukan maka diperoleh nilai Fhitungadalah sebesar 11,261 sedangkan Ftabeladalah sebesar 2,70. Oleh karena itu Fhitung lebih besar dari Ftabel (11,261 > 2,70) maka secara statistik variabel produk, harga, promosi dan distribusi, secara bersama-sama atau serempak berpengaruh terhadap peningkatan volume penjualan produk indihome pada PT. Telekomunikasi Indonesia Site OperationPanakukang Makassar.