• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Metode penelitian

6. Analisis Data

Dalam penelitian kualitatif metode dokumentasi sangat efisien dalam melengkapi kekurangan dan kelemahan dalam proses pengumpulan data dengan metode-metode sebelumnya seperti observasi dan wawancara. Dalam Penelitian ini dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data tentang: Sejarah berdirinya MTs Fathurrahman Jeringo, visi dan misi MTs Fathurrahman Jeringo, struktu organisasi MTs Fathurrahman Jeringo, keadaan guru dan siswa MTs Fathurrahman Jeringo, sarana dan prasarana MTs Fathurrahman Jeringo.

a. Reduksi Data

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu di catat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan kepada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti computer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu.51

b. Penyajian data

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah pemaparan atau penyajian data. Dalam penelitian kualitatif, pemyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan, dan sejenisnya. Pemaparan data yang dilakukan dalam penelitian ini berupa teks naratif. Sistematika pemaparan data mengikuti urutan fokus penelitian dan dengan memperhatikan teknik analisis yang dipergunakan.

c. Verifikasi

Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bikti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang ditemukan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke palangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.52

51Ibid.,h. 247.

52Ibid.,h. 252.

7. Pengecekan Keabsahan Data

Pengambilan data-data melalui tiga tahapan, yaitu pendahuluan, penyaringan, dan melengkapi data yang masih kurang. Dari ketiga tahap tersebut untuk pengecekan keabsahan data banyak terjadi pada tahap penyaringan data. Oleh sebab itu jika terdapat data yang tidak relevan dan kurang memadai maka diadakan penelitian atau penyaringan data sekali lagi di lapangan sehingga data tersebut memiliki kadar validitas tinggi. Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep keahlian (validitas) dan keadaan (solibilitas), derajat kepercayaan keabsahan data (kredibilitas data ). Dalam bagian ini peneliti harus mempertegas teknik apa yang digunakan dalam mengadakan pengecekan keabsahan data yang dikemukan. Moleong berpendapat bahwa: “Dalam penelitian diperlukan suatu teknik pemeriksaan keabsahan data”.53 Untuk memperoleh data yang valid dan objektif serta dapat dijamin keabsahannya, maka peneliti menggunakan teknik pemeriksaan sebagai berikut:

a. Triangulasi, triangulasi dalam penelitian ini adalah untuk mengecap keabsahan data tertentu dengan membandingkan data yang diperoleh dari sumber lain. Adapun triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber (untuk mengkaji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber),triangulasi metode (untuk mendapatkan data berdasarkan

53 Ibid., h.321.

terapan metode observasi, interview dan dokumentasi)dan triangulasi teori (yaitu perbandingan teori yang relavan dengan permasalahan yang di teliti.)

b. Menggunakan bahan referensi, dimana bahan referensi yang dipakai adalah bahan dokumentasi catatan lapangan yang tersimpan. Dengan referensi penulis dapat mengecek kembali data-data dan informasi yang peneliti dapatkan dilapangan.

c. Pengecekan, dilakukan oleh peneliti untuk mereview, mengkonfirmasi kan kembali informasi.

H. Sistematika Pembahasan

Adapun secara rinci sistematika penelitian skripsi tersebut sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan, berisi tentang konteks penelitin, focus penelitian, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika penelitian skripsi.

Bab II Paparan data dan temuan, berisi dua sub bab. Bagian pertama tentang gambaran umum MTs Fathurrahman Jeringo, yang di dalamnya berisi enam anak sub bab, yaitu: Profil MTs Fathurrahman Jeringo (Identitas Madrasah, Alamat Madrasah, Visi dan Misi Madrasah dan tujuan Madrasah), letak geografis MTs Fathurrahman Jeringo, keadaan guru-guru di MTs Fathurrahman Jeringo, keadaan siswa-siswa di MTs Fathurrahman Jeringo, data keadaan sarana dan prasarana di MTs Fathurrahman Jeringo, dan data orgnisasi di MTs Fathurrahman Jeringo. Bagian kedua tentang: peran guru

fiqih sebagai pembimbing dalam membina kedisiplinan shalat berjama’ah siswa kelas VIII A MTs Fathurrahman Jeringo, Strategi yang digunkan guru fiqih sebagai pembimbing dalam membina kedisiplinan shalat berjama’ah siswa kelas VIII A MTs Fathurrahman Jeringo.

Bab III berisi pembahasan data temuan di madrasah yang menyangkut tentang: peran guru fiqih sebagai pembimbing dalam membina kedisiplinan shalat berjama’ah siswa kelas VIII A MTs Fathurrahman Jeringo, Strategi yang digunkan guru fiqih sebagai pembimbing dalam membina kedisiplinan shalat berjama’ah siswa kelas VIII A MTs Fathurrahman Jeringo.

Bab IV Penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran.

38 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN A. Gambaran Umum MTs Fathurrahman Jeringo

Untuk mengetahui dan memperoleh data tentang gambaran umum lokasi penelitian, pada bagian ini penulis membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan lokasi penelitian tersebut. Hal-hal yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

1. Sejarah Berdirinya MTs Fathurrahman Jeringo

Dalam sejarah singkat awal berdirinya MTs Fathurrahman Jeringo, tidak terlepas dari sejarah berdirinya Madrasah Ibtida’iyyah Fathurrahman Jeringo yang berawal dari Pengajian umum yang diadakan di masjid Fathurrahman Jeringo yang diisi oleh: TGH. Muhammad Anwar Sesela sekitar tahun 1980-an. Setelah pengajian beliu sering menanyakan tentang pendidikan di Jeringo dan itu membuat semangat tokoh–tokoh agama pada saat itu seperti H.Siddik, H. M. Syukri berinisiatif mendirikan Madrasah Tingkat MI ( Madrasah Ibtida’iyyah ). Berangkat dari inisiatif tersebut maka diadakanlah musyawarah dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat sekitar untuk pembangunan sebuah gedung madrasah. Dari musyawarah tersebut diputuskanlah untuk mulai membangun gedung madrasah dan memilih lokasi strategis untuk sebuah pusat kegiatan belajar mengajar yaitu sebelah selatan masjid Fathurrahman Jeringo atas pesetujuan Mak Muin dan saudaranya Mak Lihin serta anaknya Ismail (kepala kampung) pada saat itu.

Peletakan batu pondasi gedung Madrasah Ibtida’iyyah (MI) Fathurrahman Jeringo dilaksanakan pada tahun 1980 yang dihadiri oleh para Tuan Guru ( Kiayi ) diantaranya: TGH. Ibrahim Al Kholidy Kediri, TGH. Muhammad Anwar Sesela, TGH. Mazhar Kediri, TGH. Abdul Hamid Sesela, TGH. Kholid Sesela, TGH. Musleh Kediri. Setelah itu maka pembangunan gedung terus berjalan dan para siswa pun terus belajar sampai pada sekitar tahun 1981 dikumpulkanlah dana swadaya masyarakat untuk membeli tanah dan diwkafkan untuk pembangunan gedung MTs.

(Madrasah Tsanawiyah ) maka dibelilah tanah disebelah selatan gedung MI sekarang dari pemiliknya: Ramli ayah dari Sahrun ( Run ).

Kemudian setelah proses belajar mengajar berjalan maka dirasakan sangat perlu untuk membuat gedung MTs sebagai tempat melanjutkan studi para siswa yang sudah tamat dari Madrasah Ibtida’iyah (MI), maka mulailah diadakan musyawarah dan 1985 akhirnya dibangunlah gedung MTs. Fathurrahman Jeringo yang pelatakan batu pondasinya dihadiri oleh:

TGH. Muhammad Anwar Sesela, TGH. Kholid Sesela, TGH. Ridwan Sesela. maka setelah pembangunan selesai dan rampung pendidikan dan pengajaran di MTs tahun demi tahun semakin pesat dan maju sampai sekarang.

Kemudian setelah MTs berjalan dan banyak siswa-siswi menamatkan studinya akhirnya masyarakat banyak mengusulkan supaya didirikan Madrasah ‘Aliyah. Stelah diadakan musyawarah maka akhirnya pada Tahun 2008/2009 mulailah dibangun gedung Madrasah ‘Aliyah

Fathurrahman Jeringo dan pada tahun ajaran 2009/2010 sudah menerima Siswa/siwsi Madrasah Aliyah (MA) dan terus bekembang sampai sekarang. 54

2. Profil MTs Fathurrahman Jeringo

MTs Fathurrahman Jeringo didirikan pada tahun 1985 yakni setelah enam tahun didirikannya Madrasah Ibtida’iyah Fathurrahman Jeringo.

MTs Fathurrahman Jeringo didirikan di atas tanah wakaf yang diwakafkan oleh seorang masyarakat dengan nomor wakaf : W.3.a/105.4 tahun 1989 dengan saksi H.M. Syukri dan H.Lalau Syahabuddin dengan batas dan luas sebagai berikut:

Batas sebeleh utara : Tanah Nurmah Batas sebeleh barat : Tanah Amaq Ramli Batas sebeleh selatan : Tanah H. Sairi Batas sebeleh timur : Jalan Raya

Panjang : 50 M2

Lebar : 20 M2

Luas : 1000 M2

a. Identitas Sekolah

Nama Madrasah : MTs Fathurrahman Jeringo Status Madrasah : Swasta

NSS : 121520106052

Tahun didirikan : 1985

54 Dokumentasi, 22 April 2017.

Luas Tanah : 1300 M2 Luas Bangunan : 168 M2 Status Tanah : Milik Sendiri Nama Kepala Sekolah : H. Ishak, S.Pd.I b. Alamat Madrasah

Provinsi : Nusa Tenggara Barat (NTB) Kabupaten : Lombok Barat

Kecamatan : Gunungsari

Desa : Jeringo

Jalan : Jl. Raya Desa Jeringo Jurusan Lilir

Kode Pos : 83351

Telpon : 081803603370/085917229730

E_Mail : [email protected] 55 c. Visi dan Misi MTs Fathurrahman Jeringo

1) Visi : Iman, Islam, Ilmu dan Amal 2) Misi :

a) Mengembangkan SDM yang berimtaq, istiqamah dan berpegang teguh terhadap ajaran Allah SWT.

b) Membentuk pribadi muslim yang berakhlaqul karimah, ikhlas dalam beramal, berjuang dalam agama sehingga nantinya menjadi manusia yang kaffah.

55 Dokumentasi, 29 Maret 2017.

c) Trampil dalam berbagai ilmu sehingga mampu menghadai tantangan dimasa depan.56

d. Tujuan

Adapun tujuan pendidiikan di MTs Fathurrahman Jeringo dirumuskan sebagai berikut :

1) Memberikan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat sekitar pada khususnya dan seluruh ummat islam umumnya sesuai dengan visi dan Misi MTs Fathurrahman jeringo.

2) Memberikan kenyamanan dalam proses dalam kegiatan belajar mengajar kepada seluruh masyarakat yang ada disekitar MTs Fathurrahman Jeringo, Desa Jeringo pada umumnya yang sadar akan pentingnya pendidikan Agama bagi anak-anaknya dalam menghadapi era globalisasi dan informasi dan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.57

3. Letak Geografis MTs Fathurrahman Jeringo

MTs Fathurrahman Jeringo terletak di dusun Jeingo Lauk Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB). Adapun Letak Gegrafis MTs Fathurrahman Jerigo adalah sebagai berikut:

Sebelah Timur : Jalan Raya Desa Jeringo Sebelah Utara : Masjid Fathurrahman Jeringo Sebelah Barat : Perumahan Penduduk

56 Dokumentasi, 29 Maret 2017.

57 Dokumentasi, 8 Apri 2017.

Sebelah Selatan : perumahan Penduduk 58

Dari letak geografis tersebut, dapat dikatakan bahwa MTs Fathurrahman Jeringo memiliki lokasi yang sangat strategis sebagai sebuah lembaga pendidikan, di mana lokasinya terletak di tengah-tengah Desa Jeringo sehingga memungkinkan untuk mengembangkan lembaga pendidikan tanpa harus berhadapan dengan permasalahan transportasi, informasi dan teknologi.

4. Keadaan Guru dan Pegawai di MTs Fathurrahman Jeringo

Guru di MTs Fathurrahman Jeringo cukup memiliki tanggung jawab yang besar terhadap anak didiknya, terlebih ketika siswa-siswanya ada masalah maka guru-guru cepat merespon dan melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah siswa, khususnya yang berkaitan dengan proses transformasi ilmu pengetahuan kepada para siswa. Kesadaran akan tanggung jawab sebagai guru yaitu pendidik dan pengajar sangat diperhatikan dan dipegang teguh. Guru-guru di MTs Fathurrahman Jeringo memiliki kompetensi dan kemampuan yang sangat bagus. Baik dalam hal mengajar yaitu memberikan ilmu pengetahuan maupun memberikan didikan dan bimbingan bagaimana supaya anak didik mereka terbentuk menjadi manusia yang sesungguhnya. Tanggung jawab sebagai seorang pengajar betu-betul diterapkan oleh guru-guru di MTs Fathurrahman Jeringo. Hal tersebut terlihat dari kehadiran guru-guru yang datang setiap harinya sejak pukul 7.15 dan pulang pada waktu yang telah disepakati

58 Observasi, 8 April 2017.

bersama yaitu setelah pukul 13.00.59 Berikut penulis paparkan keadaan guru dan pegawai di MTs Fathurrahman Jeringo.

Tabel 1

Data Guru dan Pegawai di MTs Fathurrahman Jeringo Tahun Pelajaran 2016/2017

Sumber Data: Profil MTs. Fathurrahman Jeringo 60

NO Nama Guru/NIP L/P Jabatan Mata pelajaran yang diajarkan

1

H. Muhammad

Syukri L Pembina Yayasan

& Guru Tauhid

2

H. Lalu

Sahabudin L Mudirul’am &

Guru Akhlak Libanin

3 M.Syafi’I, M.H.I L Ketua yayasan &

Guru Syarah dahlan

4 H. Ahmad Zohdi L Guru Mulok

5 H. Ishak, S.Pd.I L Guru Akidah Akhlak

6 Zainuddin, S.Pd.I L Guru Fiqih

7 Sahdi, S.Pd.I L Guru Matematika

8

Lalu Safwan,

S.Pd.I L Guru Bahasa arab

9

Lalu Musa’ir,

S.Pd.I L Guru Al-Qur’an Hadis

10

Datu Satria

Wiharjaya, S.Pd. L Guru Penjaskes

11 Khairani, S.Pd. P Guru IPA

12 Sukmawati, S.Pd P Guru IPS

13 Baiq Laila, S.Pd P Guru Bahasa Inggris

59 Obserpasi, 5 April 2017.

60 Dokumentasi, 08 April 2017.

14

Baiq Charul

Khatimah, S.Pd.I P Guru Akidah Akhlak

15

Yuli IkaYanti,

S.Pd P Guru Bahasa Indonesia

16

Lalu Hamdari,

S.Pd.I P Guru PKWN

17 H.Lalu Athar L Guru Nahu Saraf

18 Suhad L Guru

Sejarah Kebudayaan Islam 19

H. Rodiman,

S.Pd.I L Guru Seni Kaligrafi

20

Edi Suparman,

S.Pd.I L Guru SBK

21 Marzuki L Guru Tikom

22 Raehul Jannh P Guru IPS

23 Ahmad Syukri TU -

Berdasarkan data di atas, maka dapat diketahui bahwa jumlah guru dan pegawai/staf di MTs Fathurrahman Jeringo sebanyak 23 orang dengan klasifikasi 22 orang sebagai tenaga pengajar (termasuk kepala sekolah) dan 1 orang sebagai TU.

5. Keadaan Siswa di MTs Fathurrahman Jeringo

Dalam proses belajar mengajar, siswa menduduki peranan yang sangat penting, karena siswalah yang menjadi tolok ukur berhasil tidaknya kegiatan proses belajar mengajar. Adapun jumlah siswa di MTs Fathurrahman Jeringo tahun Pelajaran 2016/2017 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2

Data Siswa di MTs Fathurrahman Jeringo Tahun Pelajaran 2016/2017

Sumber Data: Profil MTs. Fathurrahman Jeringo 61

Kelas L/P Jumlah

VII A L 14

P 18 32

VII B L 13

P 19 32

VIII A L 17

P 21 38

VIII B L 12

P 24 36

IX A L 22

P 26 48

IX B L 22

P 25 47

Jumlah 233

Dari analisis tabel di atas bahwa jumlah siswa dan siswi MTs Fathurrahman Jeringo Tahun Pelajaran 2016/2017 mencapai 233 orang yang tersebar ke dalam 6 kelas. Kelas VII A berjumlah 32 siswa, kelas VII B berjumlah 32 siswa, kelas VIII A berjumlah 38 siswa, kelas VIII B berjumlah 36 siswa, kelas IX A berjumlah 48 siswa dan kelas IX berjumlah 47 siswa.

61 Dokumentasi, 08 April 2017.

6. Data Sarana dan Prasarana di MTs Fathurrahman Jeringo

Sarana dan prasarana merupakan penunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar di Madrasah, tentunya sarana dan prasarana perlu diketahui untuk melengkapi gambaran mengenai MTs Fathurrahman Jeringo. Untuk lebih jelasnya, sarana dan prasarana yang ada di MTs Fathurrahman Jeringo dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3

Data Sarana dan Prasarana di MTs Fathurrahman Jeringo Tahun Pelajaran 2016/2017

Sumber Data: Profil MTs. Fathurrahman Jeringo 62

No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah Kondisi Baik Rusak

1 Ruang Kelas 6 6 -

2 Ruang Kepala Madrasah 1 1 -

3 Ruang Guru 1 1 -

4 Ruang Tata Usaha 1 1 -

5 Laboratorium IPA (Sains) - - -

6 Laboratorium Komputer - - -

7 Laboratorium Bahasa - - -

8 Laboratorium PAI - - -

9 Ruang Perpustakaan 1 1 -

10 Ruang UKS - - -

11 Ruang Keterampilan - - -

12 Ruang Kesenian - - -

13 Toilet Guru 1 1 -

14 Toilet Siswa 4 4 -

15 Ruang Bimbingan Konseling

(BK) - - -

16 Gedung Serba Guna (Aula) - - -

17 Ruang OSIS 1 1 -

18 Ruang Pramuka - - -

19 Masjid/Mushola - - -

20 Gedung/Ruang Olahraga - - -

21 Rumah Dinas Guru - - -

62 Dokumentasi, 08 April 2017.

22 Kamar Asrama Siswa (Putra) - - - 23 Kamar Asrama Siswi (Putri) - - -

24 Pos Satpam - - -

25 Kantin 1 1 -

26 Loker Siswa - - -

27 Kursi Guru di Ruang Kelas 7 7 -

28 Meja Guru di Ruang Kelas 7 7 -

29 Papan Tulis 7 7 -

30 Lemari di Ruang Kelas 7 7 -

31 Alat Peraga PAI 10 10 -

32 Alat Peraga IPA (Sains) 10 10 -

33 Bola Sepak 6 6 -

34 Bola Voli 6 6 -

35 Bola Basket 3 3 -

36 Meja Pingpong (Tenis Meja) 1 1 -

37 Lapangan Sepakbola/Futsal - - -

38 Lapangan Bulutangkis 1 1 -

39 Lapangan Basket 1 1 -

40 Lapangan Bola Voli - - -

41 Printer 1 1 -

42 Mesin Fotocopy 2 2 -

43 Mesin Fax - - -

44 Mesin Scanner 1 1 -

45 LCD Proyektor 1 1 -

46 Layar (Screen) 1 1 -

47 Meja Guru & Pegawai 6 6 -

48 Kursi Guru & Pegawai 6 6 -

49 Lemari Arsip 1 1 -

50 Kotak Obat (P3K) 1 1 -

51 Brankas 1 1 -

52 Pengeras Suara 1 1 -

Dari analisis tabel di atas sarana dan prasarana MTs Fathurrahman Jeringo Tahun Pelajaran 2016/2017 terdapat 10 Ruangan. Ruang belajar/

kelas sebanyak 6 ruang dengan kondisi baik, 1 ruang Kepala Madrasah, 1 Ruang Guru, 1 perpustakaan, dan 1 ruang TU.

7. Data Oganisasi MTs Fathurrahman Jeringo

Dalam suatu lembaga pendidikan sangat diperlukan adanya suatu organisasi yang baik dan teratur dalam rangka membantu kelangsungan proses belajar mengajar yang baik. Organisasi tersebut sangat urgen dalam menunjang maju mundurnya proses belajar mengajar pada suatu lembaga pendidikan.

Dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran di MTs Fahurrahman Jeringo ini, kepala madrasah sering mengadakan perbaikan- perbaikan terhadap tata kerja dan kegiatan-kegiatan pendidikan dengan mengadakan pengembangan bakat guru, pegawai dan siswa melalui organisasi tersebut. Adapun struktur organisasi yang ada di MTs Fahurrahman Jeringo dapat dilihat dalam skema berikut.

Tabel 4

Setruktur Organisasi di MTs Fathurrahman Jeringo Tahun Pelajaran 2016/2017

Sumber Data: Profil MTs. Fathurrah man Jeringo63

63 Dokumentasi, 08 April 2017.

SISWA - SISWI KOMITE SEKOLAH

H. Lalu Athar

KEPALA SEKOLAH

H. Ishak, S.Pd.I

WAKSEK

Sahdi, S.Pd.I

WAKA KURIKULUM

Sahdi, S.Pd.I

WAKA KESISWAAN Lalu Musa’ir, S.Pd.I

WAKA SARPRAS Lalu Safwan, S.Pd.I

WAKA HUMAS Zainuddin, S.Pd.I

WALI KELAS VII VIII A: BQ. Charul Khatimah, S.Pd.I

VIII B: Sukmawati, S.Pd

WALI KELAS VII V II A : Yuli IkaYanti, S.Pd VII B : Edi Suparman, S.Pd.I

WALI KELAS VII IX A: Khairani, S.Pd IX B: Baiq Laila, S.Pd KET. YAYASAN

M.Syafi’I, M.H.I

B. Peran Guru Fiqih Sebagai Pembimbing dalam Membina Kedisiplinan Shalat Berjama’ah siswa Kelas VIII A MTs Fathurrahman Jeringo.

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di MTs Fathurrahman Jeringo, peneliti mendapatkan data bahwa ada beberapa aktivitas yang diperankan oleh guru fiqih sebagai pembimbing dalam membina kedisiplinan shalat berjamaah siswa kelas VIII A MTs Fathurrahman Jeringo. Untuk lebih jelasnya apasaja aktivitas tersebut, peneliti akan menjelaskan aktivitas- aktivitas tersebut sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Pembelajaran fiqih di dalam kelas

Pelaksanan pendidikan fiqih di dalam kelas merupakan langkah terdepan dalam memberikan bimbingan kepada siswa, karena di dalam kelas guru akan berinteraksi secara langsung dengan siswa dalam pertemuan yang intensif. Menurut Ust. zainuddin, selaku guru fiqih mengatakan bahwa “dalam membina kedisiplinan shalat berjama’ah siswa tidak akan terlepas dengan interaksi antara siswa dengan guru, oleh karenanya interaksi di dalam kelas sangat efektif karena siswa bertemu langsung dengan guru dan guru dapat langsung memberikan bimbingan kepada siswa mengenai kedisiplinan shalat berjamaah”.64

Peran guru fiqih sebagai pembimbing dalam membina kedisiplinan shalat berjama’ah siswa adalah memberi bantuan kepada peserta didik agar peserta didik senantiasa disiplin melaksanakn shalat berjama’ah. Menurut Ust. Zainuddin selaku guru fiqih mengatakan “guru memberi bimbingan

64 Zainuddin, (Guru Fiqih), MTs Fathurrahman Jeringo, Wawancara, 15 Maret 2017.

atau bantuan kepada peserta didik yang tidak disiplin mengikuti shalat berjama’ah”.65

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, peneliti melihat bahwa Ust.

Zainuddin selaku guru fiqih di MTs. Fathurrahman Jeringo, ketika Ust.

Zainuddin berada di dalam kelas VIII A dalam pembelajaran fiqih, dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, Ust. Zainuddin benar dalam penerapannya, ketika ada siswanya yang melakukan pelanggaran kedisiplinan melaksanakan shalat berjama’ah seperti ketika itu ada 2 orang siswanya yang hari sebelumnya tidak mengerjakan shalat berjama’ah, Ust.

Zainuddin meminta kedua siswanya untuk menghadapnya kedepan meja guru untuk memberinya bimbingan. Adapun bentuk bimbinganya adalah:

Kenapa kemarin setelah pelajaran selesai kalian berdua langsung pulang dan tidak mengerjakan shalat berjama’ah di masjid, bapak dan ibu guru sengaja membuat peraturan yang mengharuskan kalian shalat berjama’ah di masjid sebelum pulang agar kalian terbiasa menjalankan shalat secara berjama’ah dan diharapkan nanti di rumah kalian terbiasa menjalankan shalat berjama’ah bersama keluarga kalian atau pergi ke masjid atau mushalla dekat rumah kalian. Adpun respon dari siswa yang diberikan bimbingan cukup baik, hal tersebut terlihat dari siswa yang mendengarkan bimbingn yang disampaikan guru dan kemudian mengikuti shalat dzuhur berjama’ah setelah selesainya pembelajaran.66 Hal tersebut membuktikan bahwa dalam proses pembelajaran fiqih di dalam kelas, guru fiqih MTs Fathurrahman Jeringo telah melaksanakan perannya sebagai pembimbing. Dalam hal ini membimbing siswanya kearah yang lebih baik. Diharapkan dengan pembimbingan ini siswa akan

65 Zainuddin, (Guru Fiqih), MTs Fathurrahman Jeringo, Wawancara, 15 Maret 2017.

66 Observasi, 16 Maret 2017.

menerapkannya dalam kehidupanya baik di madrasah dan di masyarakat sekitar.

2. Himbauan shalat berjama’ah

Himbauan dari seorang guru memiliki andil yang cukup besar terhadap kedisiplinan menjalankan shalat berjama’ah siswa. Seseorang yang selalu mendapatkan himbauan untuk shalat berjama’ah maka ia akan terdorong untuk melakukan shalat berjama’ah tersebut dan akhirnya akan menjadi orang yang berdisiplin dalam menjalankan shalat berjama’ah.

Berdasarkan hasil wawancara penelitit dengan siswa kelas VIII A, didapatkan keterangan mereka memiliki kedisiplinan yang baik dalam melaksnakan shalat berjama’ah. Hal ini dikarenakan himbauan yang selalu diberikan oleh guru fiqih terhadap mereka. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Lalau Alamsyah Saofi selaku siswa kelas VIII A mengatakan bahwa:

Kalau saya sih kak awalnya dapat dikatakan tidak disiplin mengikuti shalat berjama’ah sepulanng sekolah. Karena rumah saya di dusun Baturiti yang cukup jauh dari madrasah, jadinya diam-diam saya terkadang langsung pulang. Akan tetapi sekarang setiap selesai proses pembelajaran di kelas guru fiqih dan kadang juga guru al quan hadis selalu masuk ke kelas untuk memberikan himbauan kepada kami agar mengikuti shalat berjma’ah di masjid dulu sebelum pulang. Karena setiap hari kami selalu dihimbau oleh guru fiqih atau guru al quran hadis untuk berjama’ah, Alhamdulillah sekarang saya rajin mengikuti shalat berjama’ah sebelum pulang.67

Terkait pemberian himbauan kepada siswa, juga diungkapkan oleh Ust. Zainuddin selaku guru fiqih di MTs Fathurrahman Jeringo: “yang

67 Lalau Alamsyah Saofi, (Siswa Kelas VIII A), MTs Fathurrahman Jeringo, Wawancara, 22 Maret2017.

Dokumen terkait