• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEKUASAAN DAN ORGANISASI PENGELOLAAN

Dalam dokumen BUKU AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (Halaman 35-45)

2.1 Wewenang Kepala Daerah

Kekuasaan pengelolaan keuangan negara adalah sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan, dan kekuasaan pengelolaan keuangan negara dari presiden sebagian diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintahan daerah untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan (Darise, 2009). Oleh karena itu, gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintah daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah, Kepala Daerah mempunyai kewenangan:

1. Menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan APBD.

2. Menetapkan kebijakan tentang pengelolaan barang daerah.

3. Menetapkan kuasa pengguna anggaran/barang.

4. Menetapkan bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran.

5. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan daerah.

6. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah.

7. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengelolaan barang milik daerah.

8. Menetapkan pejabat yang bertugas melakukan pengujian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran.

Selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan daerah kepala daerah melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaannya berupa

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Teori, Konsep dan Aplikasi

22

perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggung jawaban serta pengawasan keuangan daerah kepada:

1. Sekretaris daerah selaku koordinator pengelola keuangan daerah.

2. Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD).

3. Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) selaku Pengguna Anggaran.

2.2 Sekretaris Daerah

Jabatan sekretaris daerah selaku koordinator adalah terkait dengan peran dan fungsi Sekretaris membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah. Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah dalam konteks penyusunan pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah mempunyai tugas koordinasi di bidang penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APBD, menyiapkan pedoman pelaksanaan APBD, dan memberikan persetujuan pengesahan DPA-SKPD. Selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah.

Sekretaris daerah selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah mempunyai tugas koordinasi di bidang:

1. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan APBD.

2. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang daerah.

3. Penyusunan rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD.

4. Penyusunan Ranperda APBD, perubahan APBD.

5. Tugas-tugas pejabat perencana daerah, PPKD, dan pejabat pengawas keuangan daerah.

6. Penyusunan laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban APBD.

Selain tugas-tugas sebagaimana dimaksud koordinator pengelolaan keuangan daerah juga mempunyai tugas:

1. Memimpin tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

2. Menyiapkan pedoman pelaksanaan APBD.

3. Menyiapkan pedoman pengelolaan barang daerah.

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Teori, Konsep dan Aplikasi 23 4. Memberikan persetujuan pengesahan DPA-SKPD.

5. Melaksanakan tugas-tugas koordinasi pengelolaan keuangan daerah lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah.

2.3 Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD)

Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan APBD, dan bentuk kekayaan daerah lainnya serta bertindak sebagai Bendahara Umum Daerah. Dalam melaksanakan tugasnya kepala pejabat pengelola keuangan daerah bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui koordinator pengelola keuangan.

Kepala PPKD selaku Pengelola APBD mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Menyusun dan melaksanakan kebijakan pengelolaan keuangan daerah.

2. Menyusun rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD.

3. Melaksanakan pemungutan pajak daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah.

4. Melaksanakan fungsi bendahara umum daerah.

5. Menyusun laporan keuangan daerah dalam rangka pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.

6. Melaksanakan tugas lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah.

PPKD selaku BUD berwenang:

1. Menyusun kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD.

2. Mengesahkan DPA-SKPD.

3. Melakukan pengendalian pelaksanaan APBD.

4. Memberikan petunjuk teknis pelaksanaan sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah.

5. Melaksanakan pemungutan pajak daerah.

6. Memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran APBD oleh bank dan/atau lembaga keuangan lainnya yang telah ditunjuk.

7. Mengusahakan dan mengatur dana yang diperlukan dalam pelaksanaan APBD.

8. Menyimpan uang daerah.

9. Menetapkan SPD.

10. Melaksanakan penempatan uang daerah dan mengelola/

menatausahakan investasi.

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Teori, Konsep dan Aplikasi

24

11. Melakukan pembayaran berdasarkan permintaan pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas umum daerah.

12. Menyiapkan pelaksanaan pinjaman dan pemberian jaminan atas nama pemerintah daerah.

13. Melaksanakan pemberian pinjaman atas nama pemerintah daerah.

14. Melakukan pengelolaan utang dan piutang daerah.

15. Melakukan penagihan piutang daerah.

16. Melaksanakan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah.

17. Menyajikan informasi keuangan daerah.

18. Melaksanakan kebijakan dan pedoman pengelolaan serta penghapusan barang milik daerah.

2.4 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

Kepala satuan kerja perangkat daerah terdiri dari kepala dinas, badan, sekretaris daerah, sekretaris DPRD, kepala lembaga teknis, camat, dan lurah. Kepala satuan keija perangkat daerah sebagai pengguna anggaran bertanggung jawab atas tertib penatausahaan anggaran yang dialokasikan pada satuan kerja yang dipimpinnya, kepala satuan kerja perangkat daerah disebut pengguna anggaran, apabila mempunyai anggaran tersendiri dalam hal ini dokumen pelaksana anggaran satuan kerja perangkat daerah (DPA SKPD). Dalam konteks penyusunan pelaksanaan dan penatausahaan, pengguna anggaran mempunyai tugas dan wewenang antara lain:

1. Menyusun RKA-SKPD.

2. Munyusun DPA-SKPD.

3. Melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban anggaran belanja.

4. Melaksanakan anggaran SKPD yang dipimpinnya.

5. Melakukan penguj ian atas tagihan dan memerintahkan pembayaran.

6. Melakukan pemungutan penerimaan bukan pajak.

7. Mengadakan ikatan/perjanjian kerja sama dengan pihak lain dalam batas anggaran yang telah ditetapkan.

8. Menandatangani SPM.

9. Mengelola utang dan piutang yang menjadi tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya.

10. Mengelola barang milik daerah/kekayaan daerah yang menjadi

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Teori, Konsep dan Aplikasi 25 tanggung jawab SKPD yang dipimpinnya.

11. Menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya.

12. Mengawasi pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya

13. Melaksanakan tugas-tugas pengguna anggaran/pengguna barang lainnya berdasarkan kuasa yang dilimpahkan oleh kepala daerah.

14. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah melalui Sekretaris Daerah (Sekda).

Berdasarkan uraian diatas organisasi kekuasaan pengelolaan keuangan daerah pada pemerintah daerah adalah sebagai berikut:

Gambar 2.1

Organisasi Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah Pada Pemerintah Daerah

Dalam melaksanakan tugasnya kepala SKPD sebagai pengguna anggaran melimpahkan dan dibantu oleh:

1. Pejabat kuasa pengguna anggaran.

2. Pejabat pelaksana teknis kegiatan.

3. Pejabat penata usaha keuangan.

4. Bendahara.

KEPALA DAERAH

SEKRETARIS DAERAH Koordinator Pengelolaan

Keuangan Daerah

Kepala Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan

Daerah Sebagai PPKD

Kepala SKPD Sebagai Pengguna Anggaran/Barang

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Teori, Konsep dan Aplikasi

26

2.5 Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran

Pejabat Pengguna Anggaran dalam melaksanakan tugas-tugas dapat melimpahkan sebagian kewenangannya kepada selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Pelimpahan sebagian kewenangan berdasarkan besaran SKPD, besaran jumlah uang yang dikelola, beban kerja, lokasi, kompetensi dan/atau rentang kendali, dan pertimbangan objektif lainnya. Berdasarkan pertimbangan tersebut penetapan pejabat kuasa pengguna anggaran dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan pertimbangan kepala SKPD sebagai pengguna anggaran.

Kuasa pengguna anggaran adalah kepala unit pada SKPD atau jabatan setingkat dibawah kepala SKPD dan merupakan penanggung jawab program. Kuasa pengguna anggaran pada Sekretaris daerah adalah asisten dan kepala biro/bagian. Pada dinas adalah subdin dan kepala bagian. Pada badan/lembaga teknis adalah kepala bidang. Penunjukkan kuasa pengguna anggaran dilakukan oleh kepala daerah berdasarkan usul Kepala SKPD selaku pengguna anggaran. Kuasa pengguna anggaran bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada pengguna anggaran. Pada Peraturan Pemerintah Nomor 58 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah tidak diatur tugas dan wewenang Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sehingga tugas dan wewenang KPA berdasarkan pelimpahan wewenang dari pengguna anggaran.

2.6 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan

Pejabat pengguna anggaran/kuasa pengguana anggaran dalam melaksanaan program dan kegiatan menunjuk pejabat pada SKPD selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang mempunyai tugas antara lain:

1. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan.

2. Melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan.

3. Menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

4. Membuat surat permintaan pembayaran.

PPTK ditetapkan oleh pengguna anggaran dengan mempertimbangkan usul dari kuasa pengguna anggaran. Penunjukan PPTK berdasarkan pertimbangan kompetensi jabatan, jumlah anggaran

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Teori, Konsep dan Aplikasi 27 kegiatan, beban kerja, lokasi dan/atau rentang kendali, dan pertimbangan objektif lainnya. PPTK diberi wewenang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya. PPTK bertanggung jawab kepada pejabat pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran. Penggunaan anggaran yang tidak melimpahkan kewenangannya kepada kepala unit pada SKPD sebagai kuasa pengguna anggaran maka kedudukan kepala unit kerja (kepala biro subdin, kepala bidang, kepala bagian) adalah sebagai pejabat pelaksanaan teknis kegiatan.

2.7 Pejabat Penatausahaan Keuangan SKPD

Dalam rangka melaksanakan wewenang atas penggunaan anggaran yang dimuat dalam DPA-SKPD, kepala SKPD menetapkan pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha keuangan pada SKPD, disebut pejabat penatausahaan keuangan SKPD (PPK-SKPD). PPK-SKPD dilaksanakan oleh pejabat kasub keuangan, apabila pada organisasi SKPD tersebut belum terdapat jabatan kasubag keuangan maka ditunjuk pejabat yang akan melaksanakan fungsi tersebut.

PPK SKPD mempunyai tugas antara lain:

1. Meneliti kelengkapan SPP-LS pengadaan barang dan jasa.

2. Meneliti kelengkapan SPP-UP, SPP-GU, SPP-TU dan SPP-LS gaji dan tunjangan PNS serta penghasilan lainnya yang diajukan oleh bendahara pengeluaran.

3. Melakukan verifikasi SPP.

4. Menyiapkan SPM.

5. Melakukan verifikasi harian atas penerimaan.

6. Melaksanakan akuntansi SKPD.

7. Menyiapkan laporan keuangan SKPD.

PPK-SKPD dilarang merangkap sebagai pejabat yang bertugas melakukan pemungutan penerimaan negara, bendahara, dan/atau PPTK.

Berdasarkan tugas tersebut tugas dari PPK-SKPD yaitu melakukan verifikasi, akuntansi dan penyesuaian laporan keuangan sehingga PPK- SKPD mempunyai tugas yang sama dengan bagian keuangan dan akuntansi pada perusahaan (bisnis).

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Teori, Konsep dan Aplikasi

28

2.8 Bendahara Penerimaan dan Bendahara Pengeluaran

Kepala daerah atas usul PPKD menetapkan bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran pada SKPD. Bendahara penerimaan adalah pejabat fungsional yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, menyetorkan, menata usaha dan mempertanggungjawabkan uang pendapatan daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.

Bendahara pengeluaran adalah pejabat fungsional yang ditunjuk menerima, menyimpan, membayarkan, menatausahakan, dan mempertanggung- jawabkan uang untuk keperluan belanja daerah dalam rangka pelaksanaan APBD pada SKPD.

Pada setiap SKPD sebagai pengguna anggaran ditunjuk bendahara pengeluaran. Apabila pada SKPD tersebut terdapat sumber penerima daerah maka ditunjuk bendahara penerimaan. Pada Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah khusus belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil, belanja bantuan keuangan, belanja tak terduga, dan pengeluaran pembiayaan ditunjuk satu bendahara pengeluaran sehingga untuk mengelola DPA SKPD pada satuan kerja pengelolaan keuangan daerah dilakukan oleh dua bendahara pengeluaran. Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dilarang membuka rekening/giro pos atau menyimpan uang pada milik pemerintah daerah pada bank atau lembaga keuangan lainnya atas nama pribadi.

Bendahara penerimaan dan/atau bendahara pengeluaran dalam melaksanakan tugasnya dapat dibantu oleh bendahara penerimaan pembantu dan/atau bendahara pengeluaran pembantu dan beberapa pembantu bendahara untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi.

Bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran secara fungsional bertanggung jawab atas pelaksanaan tugasnya kepada BUD, dan bertanggung jawab secara administrasi kepada kepala SKPD sebagai pengguna anggaran.

Dalam hal bendahara penerimaan/pengeluaran berhalangan, maka:

1. Apabila melebihi 3 (tiga) hari sampai selama-lamanya 1 (satu) bulan, bendahara penerimaan/pengeluaran tersebut wajib memberikan surat kuasa kepada pejabat yang ditunjuk untuk melakukan penyetoran dan tugas-tugas bendahara penerimaan atas tanggung jawab bendahara penerimaan yang bersangkutan atau untuk melakukan pembayaran dan

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Teori, Konsep dan Aplikasi 29 tugas-tugas bendahara pengeluaran atas tanggung jawab bendahara pengeluaran yang bersangkutan dengan diketahui kepala SKPD.

2. Apabila melebihi 1 (satu) bulan sampai selama-lamanya 3 (tiga) bulan harus ditunjuk bendahara penerimaan/pengeluaran dan diadakan berita acara serah terima.

3. Apabila bendahara penerimaan/pengeluaran sesudah 3 (tiga) bulan belum juga dapat melaksanakan tugas, maka dianggap yang bersangkutan telah menggundurkan diri atau berhenti dari jabatan sebagai bendahara penerimaan/ pengeluaran dan oleh karena itu segera diusulkan penggantinya.

2.9 Tanggung Jawab atas Pengelolaan Keuangan Daerah Tanggung jawab atas pengelola keuangan daerah diatur pada:

1. Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan negara.

2. Pasal 86 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

3. Pasal 184 Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah, menyatakan:

a. Pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran, bendahara penerima/ pengeluaran dan orang atau badan yang menerima atau menguasai uang/ barang/kekayaan daerah, wajib menyelenggarakan penatausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

b. Pejabat yang menanda tangani dan atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar penerimaan dan/ pengeluaran atas pelaksanaan APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti tersebut.

Berdasarkan ketentuan diatas terdapat tanggung jawab renteng (bersama-sama) mulai dari pengguna anggaran, kuasa pengguna anggaran, pejabat pelaksana teknis kegiatan, panitia penerimaan barang, dan panitia tender. Bendahara penerimaan dan pengeluaran bertanggung jawab secara pribadi atas pembayaran yang dilaksanakannya. Sehingga apabila terjadi kesalahan pembayaran baik mengenai jumlah maupun

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Teori, Konsep dan Aplikasi

30

penerimannya menjadi tanggung jawab bendahara pengeluaran demikian halnya apabila terdapat ketekoran kas.

Berdasarkan uraian diatas Organisasi Pengelola Keuangan Daerah pada Satuan Kerja Perangkat Daerah adalah sebagai berikut: (Darise, 2008)

Gambar 2.2

Organisasi Pengelolaan Keuangan Pada Satuan Kerja Perangkat Daerah



KEPALA SKPD (PENGGUNA ANGGARAN)

PEJABAT PENATAUSAHAAN

KEUANGAN (PPK)

BENDAHARA

ASISTEN/KARO/

KABAG SUBDIN/

KABID KUASA PENGGUNA ANGGARAN

ASISTEN/KARO/

KABAG SUBDIN/

KABID KUASA PENGGUNA ANGGARAN

ASISTEN/KARO/

KABAG SUBDIN/

KABID KUASA PENGGUNA ANGGARAN

ASISTEN/KARO/

KABAG SUBDIN/

KABID KUASA PENGGUNA ANGGARAN

PPTK PPTK PPTK PPTK PPTK PPTK PPTK PPTK

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH Teori, Konsep dan Aplikasi 31

Dalam dokumen BUKU AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH (Halaman 35-45)