• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemampuan Belajar Peserta Didik

BELAJARNYA

D. Kemampuan Belajar Peserta Didik

Salah satu indikator keberhasilan suatu pendidikan dapat dilihat dari kemampuan belajar peserta didik. Menurut Muhibbin Syah (2008), kemampuan belajar adalah tingkat

keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dalam sebuah program. Kemampuan belajar merupakan pengukuran dan penilaian hasil belajar yang telah dilakukan oleh siswa setelah peserta didik melakukan kegiatan proses pembelajaran yang kemudian dibuktikan dengan suatu tes dan hasil pembelajaran tersebut dinyatakan dalam bentuk simbol baik dalam bentuk angka, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai. Hasil pembelajaran yang merupakan gambaran kemampuan belajar peserta didik merupakan akumulasi dari kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik.

Dalam pendidikan formal, dengan kemampuan belajar dapat diketahui kedudukan peserta didik yang pandai, sedang, atau lambat. Dengan mengetahui hasil kemampuan belajar yang berbeda-beda maka dapat diketahui pula bahwa pemahaman peserta didik dalam melaksanakan proses pembelajaran berbeda-beda pula. Hasil dari penilaian kemampuan belajar peserta didik menjadi bahan evaluasi bagi guru dalam mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta tindak lanjut pembelajaran.

Berbicara tentang definisi belajar, didapatkan pendapat yang beragam dari para pakar, salah satunya menurut Syaiful Bahri Djamarah, belajar adalah perubahan yang terhadi dalam diri seseorang setelah berakhirnya aktifitas belajar, walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar. (Syaiful Bahri Djamarah, 2002). Pendapat lainnya mengemukakan bahwa belajar diartikan sebagai segala aktivitas psikis yang dilakukan oleh setiap individu sehingga tingkah lakunya berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Perubahan tingkah laku atau tanggapan, karena adanya pengalaman

baru, memiliki kepandaian/ ilmu setelah belajar, dan aktivitas berlatih. (Ahdar Djamaluddin dan Wardana, 2019).

Berdasarkan kedua definisi tersebut maka menurut penulis belajar hakikatnya adalah terjadinya proses perubahan pada pembelajar setelah mengikuti proses pembelajaran yang mana perubahan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketiga aspek ini dalam proses pembelajaran merupakan muara inti tujuan pembelajaran sehingga akan melahirkan peserta didik yang bukan hanya pintar tetapi memiliki attitude yang baik sehingga menjadi manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Sebagaimana penjelasan sebelumnya bahwa kemampuan belajar peserta didik tergambar dari proses dan hasil belajar. Menurut Sudjana (2010) hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajar. Selanjutnya Warsito (dalam Depdiknas, 2006) mengemukakan bahwa hasil dari kegiatan belajar ditandai dengan adanya perubahan perilaku ke arah positif yang relatif permanen pada diri orang yang belajar.

Berdasarkan definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik merupakan capaian dari proses belajar yang telah ditempuh oleh peserta didik yang ditandai dengan adanya perubahan kea rah yang lebih baik.

Hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari hasil ulangan harian, UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester).

Capaian hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor intern maupun faktor ekstern.

Faktor–faktor yang berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar menurut Slameto (2010) adalah yaitu faktor ekstern terdiri dari: a) lingkungan keluarga, b) lingkungan sekolah

dan c) lingkungan masyarakat. Sedangkan faktor intern yang mempengaruhi adalah meliputi : faktor jasmaniah (a) kesehatan dan (b) cacat tubuh dan faktor psikologisme (a) kecerdasan, (b) bakat, (c) minat, (d) motivasi, (e) kematangan, (f) kesiapan, (g) kelelahan dan (h) perhatian. Ditambahkan oleh Dimyati (2010) membagi menjadi dua faktor yaitu faktor intern yang terdiri dari sikap terhadap belajar, motivasi, konsentrasi, mengolah bahan belajar, menyimpan perolehan hasil belajar, menggali hasil belajar yang tersimpan, kemampuan berprestasi, rasa percaya diri peserta didik, kebiasaan belajar, cita-cita peserta didik, inteligensi serta keberhasilan belajar dan faktor eksternal yaitu guru sebagai pembina peserta didik belajar, sarana dan prasarana pembelajaran, kebijakan penilaian, lingkungan sosial peserta didik di sekolah dan kurikulum sekolah.

Uraian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik maka dipahami bahwa terdapat banyak factor yang terlibat di dalamnya baik yang sifatnya internal maupun eksternal. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan peran guru serta lingkungan terutama keluarga yang mampu menjadi garda terdepan bagi peserta sebagai motivator, penuntun serta guide yang tepat agar kemampuan belajar peserta didik berada pada titik yang maksimal. Kemampuan belajar peserta didik akan menjadi cerminan keberhasilan proses Pendidikan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Jauharoti. (2014). Analisis Karakteristik Peserta Didik Pada Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar. Surabaya: UIN Sunan Ampel

Badrudin. (2014) Manajemen Peserta Didik. Jakarta: Indeks.

Desmita. (2012) Psikologi Perkembangan Peserta Didik.

Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Dimyati & Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Cetakan ketiga. Jakarta: Rieneka.

Dimyanti & Mudjiono. (2010). Belajar dan Pembelajaran.

Jakarta:Rineka Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. (2002). Strategi Belajar Mengajar.

Jakarta: Rineka Cipta.

Janawi. (2019) Kompetensi Guru: Citra Guru Profesional.

Bandung: AlFabeta

Meriyati. (2015). Memahami Karakteristik Anak Didik. Pusat Penerbitan Fakta Press IAIN. : Bandar Lampung . Mulyasa. E. (2007) Menjadi Guru Profesional: Menciptakan

Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung:

Rosdakarya.

Muthoharoh, N. Badriyatul. (2016) Tingkat Intelegensi Dan Peran Orang Tua Terhadap Keterampilan Menulis Bahasa Inggris. Jurnal ilmiah kependidikan. Jakarta: FT -MIPA Universitas Indraprasta PGRI.

Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam ISSN : 2407-4462 (Cetak), 2614-5812 (Elektronik) Vol. 6, No. 2, 2019.

Ratih Kesuma Dewi. (2021). Education Journal : Journal Education Research and Development. Volume 5, Nomor 2 Agustus.

Sardiman. (2012) Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.

Jakarta: Rajawali Pers.

Slameto. (2013). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Suparman, Atwi. (2001). Mengajar di Perguruan Tinggi (Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum. Departemen Pendidikan Nasional.

Sudjana, Nana. (2010). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya.

Syah, Muhibbin. (2008). Psikologi Belajar. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya

Warsito. (2006). Bunga Rampai Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran. (SMA, SMK, dan SLB). Jakarta: Depdiknas

PROFIL PENULIS

Salmiati, lahir di Bule Sulawesi Selatan 01 Januari 1987.

Pendidikan Sekolah Dasar Negeri 141 Bule tamat tahun 1997, Madrasah Tsanawiyah Negeri Baraka tamat tahun 2000, Madrasah Aliyah Negeri Baraka tamat tahun 2004. Strata Satu Pendidikan Agama Islam di UIN Alauddin Makassar tamat tahun 2009, Strata 2 di UIN Alauddin Makassar tamat tahun 2013. Saat ini penulis sedang menempuh Pendidikan Strata 3 di Universitas Muhammadiyah Parepare. Aktifitas saat ini penulis sebagai Dosen pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Parepare sejak tahun 2014.