BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Kendala Penerapan ISO 14001:2015 di PT Pertamina Hulu
64
Dari perhitungan persentase yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa range penilaian berada pada >95% dengan hasil rata-rata 96,2% kesiapan. Hal ini berarti prosedur kerja dan persyaratan telah dijalankan dengan baik, namun terdapat beberapa nilai yang masih belum maksimal. Adanya temuan Observasi sehingga hasil yang belum maksimal ini menuntut PT.
Pertamina Hulu Energi ONWJ untuk menjalankan komitmennya dalam pemenuhan daripada persyaratan-persyaratan yang sudah ditetapkan berdasarkan ISO 14001:2015. Sistem Manajemen Lingkungan ini harus segera diperbaiki untuk menunjang kelancaran dan perbaikan berkesinambungan dalam segala hal.
4.3 Kendala Penerapan ISO 14001:2015 di PT Pertamina Hulu
65
sub klausul 4.4.2 dan 4.4.5 yang masih belum mencapai nilai maksimal atau mendapatkan point 3. Penerapan klausul 4 untuk setiap unit-unit maupun secara keseluruhan tidak ada kendala baik secara sistem yang berdasarkan pada sistem manajemen lingkungan yang telah ditetapkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ di unit kerja maupun dokumen yang terdokumentasi yang sudah dijalankan.
4.3.2 Klausul 5 (Kepemimpinan)
Tidak terjadi ketidaksesuaian pada klausul 5 Kepemimpinan. Semua dijalankan sesuai dengan persyaratan ISO 14001:2015 yang ada. Namun ditemukan faktor penghambat pada klausul 5.2 Kebijakan 3R yang belum tertera pada semua lini, Kebijakan QHSSE yang belum didisplay di lokasi yang strategis, dan pada Klausul 5.3 belum konsisten terhadap peran
& tanggung jawab pengelolaan lingkungan masing-masing aspek membuat harapan pencapaian sasaran implementasi ISO 14001:2015 yang diharapkan menjadi tidak maksimal.
Penerapan klausul 5 untuk setiap unit-unit maupun secara keseluruhan tidak ada kendala baik secara sistem yang berdasarkan pada sistem manajemen lingkungan yang telah ditetapkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ dalam penerapan ISO 14001:2015 secara keseluruhan sudah sesuai dan dijalankan.
4.3.3 Klausul 6 (Perencanaan)
Tidak terdapat ketidaksesuaian pada klausul 6 Perencanaan Sub-sub klausul yang dijalankan sudah memenuhi standar persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 dari mulai sub klausul 6.1 tentang tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang sampai dengan sub klausul 6.3 tujuan dan perencanaan untuk mencapainya IMS tidak ada temuan minor dan major pada setiap unit wilayah kerja yang ada,
66
namun ada temuan observasi dari pada alat pengukur debit air limbah terproduksi di NGL-C pada lokasi Central Plant , namun alat tersebut tidak berfungsi sehingga pengukuran debit air limbah terproduksi dilakukan dengan neraca massa. Sehingga belum mencapai nilai maksimal pada Klausul 6.1.4. kemudian Risk Register agar diperbaiki, konsistensi dengan peraturan, dan aspek /dampak penting serta Peluangnya pada Klausul 6.1.
kemudian pada sub klausul 6.3 masih belum mencapai nilai maksimal.
Hasil penilaian GAP Analysis atau kesenjangan yang terjadi tidak maksimal dikarenakan adanya ketidak konsistenan dalam penerapannya dan kurangnya sosialisasi perihal klausul- klausul baru yang berlaku. Karena penerapan ISO 14001:2015 baru dilaksanakan pada tahun 2018. Namun secara keseluruhan Pertamina Hulu Energi ONWJ dalam penerapan ISO 14001:2015 sudah sesuai dan dijalankan.
4.3.4 Klausul 7 (Dukungan)
Tidak terjadi ketidaksesuaian pada klausul 7 Dukungan.
Semua dijalankan sesuai dengan persyaratan ISO 14001:2015 yang ada. Namun ditemukan observasi yaitu dilakukan komunikasi intensif dengan pihak PT. Alfa Karsa Persada terkait pengelolaan lingkungan (Lap. UKL/UPL, Kebersihan /housekeeping (rumput, saluran, tempat sampah pada klausul 7.4 tentang komunikasi. Hasil dari penilaian gap analisis atau kesenjangan sudah mencapai nilai maksimal atau tidak terdapat gap yang berati sehingga dalam penerapan ISO 14001:2015 sudah tergolong sangat baik.
4.3.5 Klausul 8 (Operasi)
Tidak terdapat ketidaksesuaian pada klausul 8 Operasi Sub-sub klausul yang dijalankan sudah memenuhi standar persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015
67
dari mulai Klausul 8.1 tentang perencanaan dan pengendalian operasi sampai dengan klausul 8.4 tentang kesiapsiagaan tanggap darurat. Namun terdapat temuan observasi yaitu Ditemukan bubble mengarah ke sheen di perairan laut sekitar NGL-A di wilayah kerja Central Plant, berpotensi mencemari lingkungan pada Klausul 8.1 Perencanaan dan Pengendalian Operasional, Ditemukan Ceceran / genangan air baik pada drip pan ataupun gutter sehingga tidak sesuai dengan General Housekeeping pada Klausul 8.1, kemudian pada sub klausul 8.1.18 beberapa wadah material B3 dan limbah B3 belum memiliki simbol dan label yang sesuai. Sub klausul 8.1.19 sticker limbah sudah usang sehingga petunjuk informasi tidak terbaca.
Klausul 8.4 juga terdapat temuan observasi pada sub klausul 8.4.10 dan 8.4.15 sehingga hasil belum mencapai nilai maksimal.
Penerapan klausul 8 untuk setiap unit-unit wilayah kerja maupun secara keseluruhan tidak ada kendala baik secara sistem yang berdasarkan pada sistem manajemen lingkungan yang telah ditetapkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ dalam penerapan ISO 14001:2015 secara keseluruhan sudah sesuai dan dijalankan.
4.3.6 Klausul 9 (Evaluasi Kinerja)
Tidak terdapat ketidaksesuaian pada klausul 9 Evaluasi Kinerja Sub-sub klausul yang dijalankan sudah memenuhi standar persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 dari mulai klausul 9.1 tentang pengukuran monitoring, analisis dan evaluasi sampai dengan klausul 9.3 tentang tinjauan manajemen. Namun terdapat temuan obeservasi yaitu belum ada kepastian bukti tanda penyampaian laporan pelaksanaan RKL dan RPL ke instansi terkait, melakukan analisis dan evaluasi terhadap hasil pemantauan lingkungan pada klausul 9.1. kemudian pada Pengelolaan alat ukur dan dokumentasi bukti kalibrasi berdasarkan klausul 9.1.1.
68
Konsistensi pencatatan parameter /pemantauan lingkungan klausul 9.1.1, pada sub klausul 9.1.11 adanya temuan observasi yaitu tidak semua hal yang dipantau dilakukan analisisnya sehingga efektivitas dari implementasi sistem belum terlihat.
Penerapan klausul 9 untuk setiap unit-unit wilayah kerja maupun secara keseluruhan tidak ada kendala baik secara sistem yang berdasarkan pada sistem manajemen lingkungan yang telah ditetapkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ dalam penerapan ISO 14001:2015 secara keseluruhan sudah sesuai dan dijalankan.
4.3.7 Klausul 10 (Perbaikan)
Klausul 10 Perbaikan adalah klausul yang memiliki hasil persentase paling tinggi dengan nilai sebesar 100% atau dengan asumsi paling banyak dijalankan sesuai dengan prosedur. Tidak ditemukan ketidaksesuaian minor dan major maupun observasi pada klausul 10 karena hasil pelaksanaan sudah memenuhi persyaratan dari ISO 14001:2015, Sehingga dalam penerapan ISO 14001:2015 oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ sudah sesuai dan dijalankan dengan sangat baik. Hasil dari penilaian gap analisis atau kesenjangan sudah mencapai nilai maksimal atau tidak terdapat gap yang berati sehingga dalam penerapan ISO 14001:2015 sudah tergolong sangat baik.