• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Metode Audit Manajemen Lingkungan

Metodologi lingkungan ada beberapa macam, yaitu metodologi pemeriksaan atau pengamatan, metode penelitian, dan metode evaluasi. Penerapan metodologi tersebut pada prakteknya di lapangan secara garis besarnya dikemukakan berikut ini (Andrianto, 2014).

1. Metodologi Pemeriksaan atau Pengamatan

Metode ini menggunakan praktek di lapangan yang dilakukan dengan beberapa cara yakni sampling, membuat daftar uji, menyusun daftar isian, dan membuat daftar pertanyaan.

a. Cara Sampling

Sesuai dengan masalah lingkungan yang ada, pemeriksaan dapat dilaksanakan terhadap masalah yang bersangkutan seperti masalah pencemaran air yang perlu dilakukan sampling dan kemudian di analisis. Demikian pula untuk pencemaran udara, sampai parameter tersebut ke laboratorium rujukan.

b. Metode Daftar Uji

Seluruh kegiatan pengelolaan lingkungan, terutama audit terhadap pelaksanaan dan rencana yang telah dibuat kemudian dilaksanakan checking dengan daftar uji.

Adapun daftar uji yang dapat dilihat pada Tabel 3.2 Berikut :

35

Tabel 3.2 Checklist Daftar Uji Jawaban dan Pertanyaan

No Komponen yang diaudit

Jawaban dan Pertanyaan- Pertanyaan (Checking)

Keterangan Benar/

Sesuai

Sedang/

Kurang

Tidak Benar/

Tidak Sesuai 1

2 3 4

Komponen Lingkungan terkena dampak

a. Abiotik Air Tanah Udara b. Biotik

Flora Fauna c. Sosek

Sumber Dampak Produksi

Tolak Ukur Bobot 5

6

Mitigasi

a. Pengembanga n

b. Pencegahan c. Penanggulang

an Instansi

a. Pelaksanaan b. Bertanggungja

wab

c. Pemeriksaan

Sumber : Dasar – Dasar Audit Lingkungan

Pemantauan terhadap penerapan metode tersebut dilaksanakan dengan checking menggunakan daftar uji yang sama seperti daftar uji sebelumnya.

36 c. Metode Daftar isian

Seluruh elemen manajemen yang diaudit dibuatkan daftar isian audit. Peneliti melihat hasil pemeriksaan dilapang dan mengisi daftar isian tersebut sesuai kondisi.

d. Metode Daftar Pertanyaan Pengunaan Checklist

Sesuai elemen yang diaudit dibuatkan pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan daftar isian. Melalui metode wawancara serta melengkapi daftar pertanyaan dan isian dalam checklist Sistem Manajemen Lingkungan yang terintegrasi dengan OHSAS 18001, ISO 9001, ISO 50001 &

ISO 14001:2015 yang meliputi wilayah kerja dari PHE ONWJ

diantaranya Central Plant,Papa,OPF

Balongan,Office,MSB,Seapup, Checklist terdiri dari 220 Pertanyaan yang dibagi kedalam 10 Klausul.

Checklist yang telah diisi kemudian diberi nilai untuk menentukan apakah termasuk temuan mayor, atau temuan minor dan observasi. Pemberian nilai didasarkan pada terlaksananya kegiatan yang ditanyakan (1point), adanya dokumen yang berkaitan (1point), adanya tindakan yang berkaitan (1point).Dikatakan temuan Mayor apabila mendapatkan nilai kurang dari 1 point, sedangkan temuan Minor/Observasi apabila nilai kurang dari 3 point. Nilai tertinggi adalah 3.sedangkan temuan minor apabila nilai kurang dari 2 point. Nilai tertinggi adalah 3 point yang artinya perusahaan dapat memenuhi ISO 14001.

2. Metode Penelitian

Pembuatan analisis harus didasarkan pada penilaian, dengan maksud dapat digunakan pembuatan score. Score menggunakan rentangan nilai dari yang sangat jelek (score 1) sampai yang sangat bagus (score 5). Aspek dan factor masing-masing dinilai kinerjanya dalam audit lingkungan seperti Tabel 3.3 Berikut (Chafid, 2008):

37 Tabel 3.3 Scoring Aspek dan Faktor

No. Aspek yang Dievaluasi

Faktor yang Dievaluasi

Score San

gat Jele k

Jel ek

Seda ng

Bag us

San gat Bag us (1) (2) (3) (4) (5) 1 Audit

Manajemen

Kelemba gaan

SDM

Pembiay aan

Metode

Peralata n 2 Audit

Ketaatan Hukum Lingkungan

Perizina n

Ketenag akerjaan

Kesehat an

Resiko 3 Audit

Fasilitas Teknis

Pengelolaan limbah cair

Produksi limbah

Syarat kualitas Pengelolaan limbah padat

Produksi limbah

Syarat kualitas Pengelolaan limbah gas

Produksi limbah

Syarat kualitas

38

No. Aspek yang Dievaluasi

Faktor yang Dievaluasi

Score San

gat Jele k

Jel ek

Seda ng

Bag us

San gat Bag us (1) (2) (3) (4) (5) Kebisingan

Produksi Limbah

Syarat Kualitas 4 Audit Izin

Lingkungan

Pelaksa naan AMDAL

Pelaksa naan RKL &

RPL 5 Audit

Produk/Pem asaran

Sumber bahan baku

Pengepa kan

Distribus i produk

Pengelol aan produk

Sumber : Dasar – Dasar Audit Lingkungan 3. Metode Evaluasi

Manajemen pengelolaan lingkungan yang dinilai tidak baik perlu dievaluasi: faktor apa yang menjadi penyebab dalam dua faktor dari satu aspek. Dari pengkajian dan penetapan diperoleh score masing-masing. Proses dan cara evaluasi dapat dilaksanakan terhadap suatu aspek untuk mengetahui kinerja aspek tersebut dapat dicontohkan pada Tabel 3.4 berikut (Chafid,2008) :

39 Tabel 3.4Evaluasi Aspek

Sumber : Audit Lingkungan

Seluruh aspek yang ada dalam menetapkan kinerja perusahaan, dikaji dan ditetapkan score-nya pada masing-masing faktor. Dengan demikian dari setiap aspek dapat diperoleh angka yang mengindikasikan kinerja suatu aspek. Kemudian disusun tabel matrik kinerja seluruh aspek untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan. Contohnya adalah pada Tabel 3.5 berikut (Chafid, 2008) :

Kinerja Pengelolaan Lingkungan

Aspek Dievaluasi

Hasil Evaluasi

Analisis Evaluasi

Keterangan

Suatu usaha perusahaan

Aspek manajemen Aspek ketaatan hukum Aspek fasilitas teknis Aspek AMDAL Aspek produk

4 4 5 5 5

23 5 = 4.6

Perusahaan yang diaudit mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan cenderung sangat bagus (4.6)

23

Metode mean (rerata)

40

Tabel 3.5 Matrik Kinerja Seluruh Aspek

Sumber : Audit Lingkungan

Hasil dari score, yang memiliki nilai terendah akan dianalisis penyebab dan dilakukan mitigasi penanganan dalam faktor aspeknya sebagai masukan bagi perusahaan untuk mengajukan label hijau 14001. Melalui metode rarata (mean) kemudian digambarkan matriks untuk menentukan posisi kinerja perusahaan tersebut.

Misalnya dalam perusahaan memiliki nilai rata-rata sebesar 4.6, maka dapat dievaluasi dengan cara matrik, yang dapat disajikan pada Gambar 3.2 berikut (Andrianto, 2014):

Aspek Diaudit

Faktor Dievaluasi

Hasil Evaluasi

Analisis Evaluasi

Kinerja Perusahaan Satu Aspek Manajemen

pengelolaan lingkungan

Kelembagaan SDM

Pembiayaan Metode Peralatan

3 4 4 5 4

20 5 = 4

Manajemen Pengelolaan lingkungan, kinerjanya bagus (4) Metode

mean (rerata)

41

Gambar 3.2 Matrik Evaluasi Faktor Aspek Menurut evaluasi diatas, kinerja perusahaan cenderung berada dalam posisi bagus, sebab score-nya 4,6. Pengelolaan terhadap komponen tersebut yang diaudit ternyata kondisinya tidak baik karena pengelolaan belum maksimal yaitu masih bagus atau score 4,6. hasil posisi kinerja saat ini, akan dibandingkan dengan posisi maksimum, sehingga dapat diketahui berapa presentase yang kurang dan yang sudah dijalankan.

3.4 Metode Analisis dan Tahapan Pengolahan Data

Dokumen terkait