Pertamina Hulu Energy Offshore North West Java (ONWJ) Berbasis Sistem Manajemen Lingkungan, Organisasi Standardisasi Internasional (ISO. Pertamina Hulu Energy Offshore North West Java (ONWJ) Berdasarkan Sistem Manajemen Lingkungan, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Batasan Masalah
Pertamina Hulu Energy Offshore North West Java (ONWJ) mewajibkan dilakukannya kajian lingkungan hidup pada kondisi tertentu apabila terdapat permasalahan lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup. Pertamina Hulu Energy Offshore North West Java (ONWJ) berpedoman pada sistem manajemen lingkungan ISO dalam kegiatan operasionalnya, yang saat ini perlu dilakukan pembaharuan ke versi terbaru yaitu ISO yang merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan label emas perusahaan. . Pemeringkatan Program Penilaian Penilaian Kinerja (PROPER). ) dan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
TINJAUAN PUSTAKA
Audit Lingkungan
Audit lingkungan hidup merupakan dokumen yang dapat menguji keakuratan prediksi dampak pada dokumen sebelumnya yaitu AMDAL. Dokumen audit lingkungan hidup memuat berbagai informasi mengenai kualitas lingkungan hidup, teknik pengelolaan lingkungan hidup, kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia.
Ciri-Ciri Audit Lingkungan
Sistem Manajemen Lingkungan
Persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan
Prinsip Pelaksanaan Sistem Manajemen Lingkungan ISO
Keberhasilan penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 sangat bergantung pada keberhasilan organisasi dalam mengidentifikasi aspek dan dampak lingkungan (ASDAM). Penerapan klausul 5 pada masing-masing unit atau secara keseluruhan juga tidak mempunyai permasalahan yang sistemik, berdasarkan sistem manajemen lingkungan yang dibuat oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ pada penerapan ISO secara umum sudah sesuai dan dilaksanakan. Tidak terdapat ketidaksesuaian pada poin 8. Pengoperasian sub-sub ayat yang dilakukan telah memenuhi persyaratan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015.
Penerapan Klausul 8 pada setiap unit wilayah kerja dan secara keseluruhan tidak ada kendala meskipun secara sistematik berdasarkan sistem manajemen lingkungan yang ditetapkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ secara umum penerapan ISO sudah sesuai dan dilaksanakan. Penerapan Klausul 9 pada setiap unit wilayah kerja dan secara keseluruhan tidak ada kendala meskipun secara sistematik berdasarkan sistem manajemen lingkungan yang ditetapkan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ secara umum penerapan ISO sudah sesuai dan dilaksanakan. Tidak ada pengecualian untuk pasal 7. Dukungan dan sumber daya, komitmen, komunikasi dan dokumentasi yang diberikan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ memenuhi persyaratan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015.
International Organization For Standardization (ISO)-14001
Audit Lingkungan Sebagai Bagian Dari Sistem Manajemen
Kinerja audit lingkungan sangat erat kaitannya dengan sistem manajemen lingkungan dan merupakan bagian dari sertifikasi SML ISO 14000. Perusahaan yang telah menerapkan sistem manajemen lingkungan untuk keperluan sertifikasi harus melakukan audit secara internal dan eksternal.
Kaitan Audit Lingkungan dengan ISO 14000
Parameter Yang Diaudit
Faktor sumber daya manusia dalam penentuan skor memperhitungkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia pengelola lingkungan hidup. Jika dikaji kedua faktor tersebut, maka hasilnya tinggi jika jumlahnya banyak dan kualitas sumber daya manusianya baik. Pada dasarnya beberapa parameter lingkungan hidup mempunyai aspek atau standar pengelolaan lingkungan hidup yang baku sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).
Jika pengelola lingkungan hidup menggunakan SOP atau menerapkan metode yang benar sesuai standar mutu, maka mereka akan mendapat nilai tinggi. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan hidup dinilai berdasarkan ketersediaan dokumen hukum yang diadopsi oleh perusahaan dan disosialisasikan dengan baik kepada karyawan, akan diberikan nilai yang tinggi. Dalam dokumen RPL ini terdapat metodologi pemantauan lingkungan hidup yang dirinci aspek komponen dan parameter lingkungan hidup yang dipantau serta tolak ukurnya.
Kendala – Kendala dalam Penerapan ISO 14001
Mereka merasa tidak ada perbedaan antara mereka yang berkomitmen menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan mereka yang tidak. Sebab sistem pengelolaan lingkungan mencakup seluruh bagian proses utama dan proses pendukung. Jika ada bagian yang tidak menerapkan ISO 14001, maka otomatis sistem tidak akan bekerja sempurna.
Seringkali yang menyebabkan ISO 14001 terhenti di tengah jalan bukanlah keterbatasan waktu dan sumber daya manusia, melainkan kurangnya sosialisasi dan komunikasi dari manajemen puncak. Hal ini membuat orang-orang di tingkat implementasi tidak mengetahui apa yang harus dilakukan. Solusinya adalah manajemen puncak mengadakan pertemuan rutin, terutama dengan manajer dari setiap bagian, untuk memastikan mereka memahami apa yang perlu dilakukan.
Tanggung Jawab Badan atau Lembaga dalam Pengelolaan
Setiap usaha dan/atau kegiatan yang mempunyai dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup wajib mempunyai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Apabila perusahaan dan/atau unit usaha membuang limbah cair ke lingkungan, limbah tersebut harus dikelola terlebih dahulu sesuai standar Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Perusahaan dan/atau unit usaha yang dalam kegiatan operasionalnya menggunakan atau membuang bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam proses produksinya dianggap sebagai perusahaan dan/atau unit.
Perusahaan dan/atau badan usaha yang mengeluarkan emisi dalam kegiatan operasionalnya wajib memenuhi standar yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. Kemudian tingkat pencemaran suara diatur dalam Kep-49/MENLH/11/1996 tentang baku mutu getaran dan apabila perusahaan dan/atau badan usaha menimbulkan bau busuk dalam kegiatannya, maka pencemaran suara tersebut tidak boleh melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam Kep- 50 /MENLH/ 11/1996 tentang Baku Mutu Kadar Bau. Berdasarkan ketentuan UU No. 32 Tahun 2012, Pasal 3 huruf i, perusahaan dan/atau badan usaha wajib melaksanakan pembangunan berkelanjutan.
METODE PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Alat dan Data Penelitian
- Alat Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Metode Audit Manajemen Lingkungan
- Metode Analisis dan Tahapan Pengolahan data
- Teknik Analisis
- Diagram Alir (Flowchart)
Hasil audit sistem manajemen lingkungan mengharuskan penulis untuk mengidentifikasi kesesuaian penerapan dan implementasi ISO 14001 dengan persyaratan ISO 14001 itu sendiri. Data peningkatan kinerja bisnis pasca penerapan ISO 14001 diperoleh dari analisis hasil produksi perusahaan, data pengolahan dan pengelolaan limbah, data jumlah kecelakaan industri yang terjadi, serta data kebijakan yang diterapkan PT. Melalui wawancara menggunakan checklist yang dilakukan dengan perusahaan, hasilnya adalah mengidentifikasi data dokumen yang diperlukan untuk sistem manajemen lingkungan ISO 14001.
Proses dan metode evaluasi yang dapat dilakukan terhadap suatu aspek untuk mengetahui kinerja aspek tersebut dapat digambarkan pada Tabel 3.4 di bawah ini (Chafid, 2008). Analisis kesenjangan atau gap analysis digunakan untuk menentukan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk berpindah dari keadaan saat ini ke keadaan yang diinginkan atau keadaan masa depan yang diinginkan dengan mengacu pada sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015. Mengembangkan daftar periksa analisis kesenjangan yang berfungsi untuk mengidentifikasi kesenjangan antara prosedur tertulis dan proses yang dilakukan berdasarkan persyaratan ISO 14001:2015.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penilaian Aspek Kinerja Pengelolaan Lingkungan
Aspek-aspek tersebut diberi nilai berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhinya dan diakumulasikan sehingga dapat diketahui kinerja yang kurang optimal. Tabel 4.3 menunjukkan bahwa setelah seluruh skor pada aspek pengelolaan lingkungan hidup dijumlahkan dan dirata-ratakan, diperoleh skor sebesar 4,6 yang secara umum tergolong sangat baik. Berdasarkan Tabel 4.5, setelah seluruh skor pada aspek fasilitas dijumlahkan dan dirata-ratakan, diperoleh skor 5 yang tergolong sangat baik.
Dilihat dari Tabel 4.7, setelah seluruh skor aspek fasilitas teknis dijumlahkan dan dirata-ratakan, diperoleh skor 5 yang tergolong sangat baik. Dilihat dari Tabel 4.8, skor ini dapat lebih ditingkatkan untuk mencapai nilai yang lebih baik, misalnya dengan menambahkan suatu kegiatan atau keputusan dan inovasi di bidang lingkungan hidup. Secara berurutan, faktor-faktor yang skornya paling rendah menunjukkan faktor-faktor yang harus diprioritaskan.
Analisis Kesiapan dengan Persyaratan ISO 14001:2015
Pertamina Hulu Energi ONWJ menggunakan checklist audit internal berdasarkan persyaratan ISO yang ditunjukkan pada Lampiran 1. Tabel di atas menunjukkan bahwa pencapaian implementasi ISO sudah sangat baik, mencapai hasil keseluruhan sebesar 90%. dari target yang telah ditentukan sebesar 100%. Banyak prosedur kerja yang belum dilaksanakan, namun telah diterapkan persyaratan yang tidak memerlukan prosedur kerja.
Dari perhitungan persentase yang dilakukan terlihat cakupan penilaian >95% dengan hasil rata-rata kesiapan 96,2%. Artinya prosedur dan persyaratan kerja telah dijalankan dengan baik, namun ada beberapa nilai yang masih belum optimal. Pertamina Hulu Energi ONWJ untuk memenuhi komitmennya dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan berdasarkan ISO 14001:2015.
Kendala Penerapan ISO 14001:2015 di PT Pertamina Hulu
- Klausul 4 (Konteks Organisasi)
- Klausul 5 (Kepemimpinan)
- Klausul 6 (Perencanaan)
- Klausul 7 (Dukungan)
- Klausul 8 (Operasi)
- Klausul 9 (Evaluasi Kinerja)
- Klausul 10 (Perbaikan)
Namun faktor penghambat terdapat pada klausul 5.2 kebijakan 3R yang tidak ditampilkan di semua lini, kebijakan QHSSE yang tidak ditampilkan di tempat strategis, dan pada klausul 5.3 yang tidak sesuai peran. Tidak ada perbedaan pada pasal 6. Sub-sub-klausul Perencanaan yang dilaksanakan memenuhi standar persyaratan sistem manajemen lingkungan ISO dari sub-klausul 6.1 tentang tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang sub-klausul 6.3, tujuan dan perencanaan hingga IMS tidak memiliki temuan kecil atau besar di setiap unit wilayah kerja yang ada bukan. Namun terdapat temuan observasi yaitu ditemukannya gelembung-gelembung yang menyebabkan kemilau pada perairan laut sekitar NGL-A di wilayah kerja Central Plant yang berpotensi mencemari lingkungan pada Pasal 8.1 Perencanaan Operasional dan Pengendalian Terdapat percikan / genangan air baik di dalam baki tetesan maupun selokan sehingga tidak sesuai dengan General Housekeeping pada Pasal 8.1, maka pada sub pasal 8.1.18 berbagai wadah bahan B3 dan limbah B3 tidak mempunyai simbol dan label yang sesuai.
Tidak terdapat kejanggalan pada klausul 9 Evaluasi Kinerja. Sub-sub-klausul yang diterapkan memenuhi persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO, mulai dari klausul 9.1 tentang pengukuran pemantauan, analisis dan evaluasi hingga klausul 9.3 tentang penilaian pengelolaan. Konsistensi pencatatan parameter/pemantauan lingkungan pada bagian 9.1.1, pada bagian 9.1.11 terdapat temuan observasi yaitu belum semua yang dipantau dianalisis sehingga efektivitas penerapan sistem belum terlihat. Tidak ditemukan perbedaan atau pengamatan kecil dan besar pada Pasal 10 karena hasil pelaksanaan memenuhi persyaratan ISO. Oleh karena itu penerapan ISO yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ sudah tepat dan dilaksanakan dengan sangat baik.
Usulan Perbaikan Penerapan ISO 14001:2015
- Klausul 4 (Konteks Organisasi)
- Klausul 5 (Kepemimpinan)
- Klausul 6 (Perencanaan)
- Klausul 7 (Dukungan)
- Klausul 8 (Operasi)
- Klausul 9 (Evaluasi Kinerja)
- Klausul 10 (Perbaikan)
Perbaikan berkelanjutan seiring kemajuan ISO memerlukan sosialisasi jangka panjang yang lebih mendalam agar dapat dinilai sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai. Selanjutnya, perlu diperjelas hubungan antara PHE ONWJ dan PHE (SSO) mengenai “Batas kewenangan dan kemampuan organisasi dalam melakukan pengendalian dan pengaruh.” , dan untuk memenuhi persyaratan berdasarkan ISO akan lebih baik jika mencapai nilai maksimal pada klausul 4, maka perlu dilakukan perbaikan terhadap temuan pada checklist audit internal ISO pada subklausul 4.3.1; Pasal 4.4.2;. Tidak terdapat kejanggalan pada klausul 6. Perencanaan dan prosedur yang dilakukan Pertamina Hulu Energi ONWJ telah memenuhi persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO dengan menerapkan manajemen risiko untuk mencegah dampak dan menghindari risiko yang timbul. Tidak terdapat kejanggalan pada Pasal 8 Operasional, namun perlu dilakukan perbaikan oleh Pertamina Hulu Energi ONWJ untuk mengatasi gelembung-gelembung pada air yang berpotensi mencemari lingkungan.
Tidak ditemukan kejanggalan pada paragraf 9 evaluasi kinerja, namun ada beberapa hal terkait evaluasi yang masih perlu diperbaiki. Tidak ada perbedaan yang ditemukan pada Bagian 10 Perbaikan, dengan persentase hasil yang tinggi menunjukkan bahwa hampir semua prosedur dilakukan dengan benar. Berdasarkan checklist audit internal ISO, tidak terdapat temuan minor, mayor atau observasional sehingga klausul 10 memenuhi persyaratan berdasarkan ISO.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
14001:2015 siap diterapkan dan Petamina Hulu Energi ONWJ memenuhi persyaratan untuk dapat melaksanakan sertifikasi ISO dengan ketentuan masih perlu dilakukan beberapa perbaikan kecil dan siap untuk disertifikasi ISO 14001:2015. Pertamina Hulu Energi sudah dapat mengajukan sertifikasi ISO, namun ada beberapa elemen yang perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi standar yang lebih baik. Perlu dilakukan pemantauan dan pengukuran sebagai bahan masukan dalam evaluasi efektivitas sistem manajemen integrasi yang dianalisis secara keseluruhan sehingga terlihat efektivitas penerapannya sehingga mendorong kinerja penerapan ISO 14001:2015 .
Konsistensi dalam penerapan laporan pemantauan dan tinjauan keamanan diperlukan untuk terus meningkatkan penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 dan menjaga efektivitasnya. Perlu dilakukan perbaikan terhadap peralatan yang sudah tidak berfungsi normal dan peralatan yang sudah berkarat, serta konsisten dalam melakukan pengecekan terhadap peralatan tersebut agar kedepannya pemeliharaan terhadap peralatan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Penerapan audit lingkungan pada sistem manajemen lingkungan perusahaan dan hubungannya dengan standardisasi internasional seri ISO 14000.
Saran