• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPEMIMPINAN HARAPAN

Dalam dokumen ISBN 978-979-011-827-0 - Repository Unpak (Halaman 32-40)

Dengan kenyataan seperti itu, siapa saja yang berkehendak menjadi pemimpin harus mampu membangkitkan kembali etos kepahlawanan yang dapat memulihkan kembali harapan rakyat. Bahwa krisis dan kesulitan yang kita hadapi hari ini bukanlah alasan untuk mencari kambing hitam, melainkan membuka peluang bagi perubahan fundamental.

Hendaknya diingat bahwa warisan terbaik para pendiri bangsa yang perlu kita teladani adalah ―politik harapan‖ (politics of hope), bukan ―politik ketakutan‖ (politics of fear). Republik ini berdiri di atas tiang harapan: merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Jika kita kehilangan harapan, kita kehilangan indentitas sebagai bangsa Indonesia.

Pengalaman menjadi Indonesia menunjukkan bahwa spirit perjuangan memiliki kemampuan yang tak terbatas untuk menghadapi berbagai rintangan karena adanya harapan. Kemarahan, ketakutan dan kesedihan memang tak tertahankan, tetapi sejauh masih ada harapan semangat tetap menyala.

Tetapi politik harapan harus berjejak pada visi yang diperjuangkan menjadi kenyataan. Harapan tanpa visi bisa membawa kesesatan. Di sinilah titik genting politik Indonesia saat ini. Wacana dan perjuangan politik lebih didorong oleh pertarungan kepentingan, ketimbang pertarungan gagasan.

Melemahnya kekuatan visi membuat politik kehilangan responsibilitasnya. Berbagai kebijakan dan pilihan politik yang dikembangkan seringkali tak memenuhi empat prinsip utama suatu politik yang responsif: prinsip kemasukakalan, efisiensi, keadilan dan kebebasan. Dengan keempat prinsip ini, politik yang responsif harus mempertimbangkan rasionalitas publik tanpa kesemena-menaan mengambil kebijakan; adaptabilitas kebijakan dan institusi politik terhadap keadaan; senasib sepenanggungan dalam keuntungan dan

19

beban; serta persetujuan rakyat terhadap pemerintah. Ketika arena politik lebih mewadahi konflik kepentingan ketimbang konflik visi, watak politik menjadi narsistik, mengecilkan harapan banyak orang.

Upaya menyemai politik harapan harus memperkuat kembali visi yang mempertimbangkan warisan baik masa lalu, peluang masa kini, serta keampuhannya mengantisipasi masa depan. Visi ini harus menjadi kenyataan dengan memperkuat kapasitas transformatif kekuasaan, lewat aktualisasi politik harapan.

Menurut Donna Zajonc, dalam The Politics of Hope, untuk merealisasikan politik harapan suatu bangsa harus keluar dari tahap anarki, tradisionalisme, apatisme menuju penciptaan pemimpin publik yang sadar. Pada tahap pertama, seluruh tindakan politik diabsahkan menurut logika pemenuhan kepentingan pribadi, yang menghancurkan sensibilitas pelayanan publik. Pada tahap kedua, untuk mencapai sesuatu pemimpin mendominasi dan meminggirkan orang lain. Pada tahap ketiga, peluang-peluang yang dimungkinkan demokrasi tak membuat rakyat berdaya, justru membuatnya apatis.

Pada tahap keempat, tahap politik harapan, para pemimpin menyadari pentingnya merawat harapan dan optimisme dalam situasi krisis, dengan cara memahami kesalingtergantungan realitas serta kesediaan bekerjasama menerobos batas-batas politik lama. Kekuasaan digunakan untuk memotivasi dan memberi inspirasi yang memungkinkan orang lain mewujudkan keagungannya. Warga menyadari pentingnya keterlibatan dalam politik dan aktivisme sosial untuk bergotong-royong merealisasikan kebajikan bersama.

Semua pihak harus menyadari bahwa politik, sebagaimana dikatakan Hannah Arendt, adalah suatu ―ruang penjelmaan‖ (space of appearance) yang memungkinkan dan merintangi pencapaian manusia di segala bidang. Oleh karena itu, terang-gelapnya langit harapan di negeri ini sangat ditentukan oleh warna politik kita.

Para pemimpin harus insyaf bahwa ruang kebebasan yang memungkinkannya berkuasa hanya dapat dipertahankan sejauh dipertautkan dengan tanggungjawab dan penghormatan pada yang lain. Bermula dari keinsyafan para pemimpin di pusat teladan, semoga akan mengalir berkah ke akar rumput, membawa bangsa keluar dari kelam krisis menuju terang harapan.

Saat kemarau keteladan, semoga sumberdaya baru manusia Indonesia bisa menjadi tunas-tunas kepemimpinan baru yang menyuburkan harapan, yang bisa membuat bangsa besar ini menemukan kembali para pemimpin bermental besar di masa depan.

Untuk itu, ada baiknya menginsyafi seruan Bung Hatta kepada kaum muda, yang kerap kali menyitir bait puisi dari Rene de Clerq, ”Hanya ada satu tanah yang bernama tanah airku//Ia makmur karena usaha, dan usaha itu ialah usahaku.”

RUJUKAN

Benda, J., 1959, The Betrayal of the Intellectuals, The Beacon Prerss, Boston.

Bremmer, I., 2006, The J Curve: A New Way to Understand Why Nations Rise and Fall, Simon & Schuster Paperbacks, New York.

20

Burnell, P., & Randall, V., 2008, Politics in the Developing World, Oxford University Press, New York.

Hatta, M., 1960, Demokrasi Kita, Pandji Masyarakat, Jakarta.

__________, 1998, Kebangsaan dan Kerakyatan: Karya Lengkap Bung Hatta, Vol. 1, LP3ES, Jakarta.

Jay, A., 1997, The Oxford Dictionary of Politcal Quotations, Oxford University Press, New York.

Kane, J., 2001, The Politics of Moral Capital, Cambridge University Press, Cambridge.

Magnis-Suseno, F., 2001, Etika Politik, Gramedia, Jakarta.

Mulgan, G., 2007, Good and Bad Power: The Ideals and Betrayals of Government, Penguin Books, London.

Rustow, D.A., 1970, ‖Transitions to Democracy‖, Comparative Politics, 2/3: 337-63.

Schlesinger, Jr., A. M., The Politics of Hope adn the Bitter Heritage American Liberalism in the 1960s, Chicago University Press, Chicago.

Sukarno, 1965, Dibawah Bendera Revolusi, Jakarta: Panitia Penerbit Dibawah Bendera Revolusi

Zafar al-Siqilli, M., The Just Prince: A Manual of Leadership, Horizon Books, Kuala Lumpur.

Zajonc, D., The Politics of Hope: Reviving the Dream of Democracy, Barnes & Noble,

21

DAFTAR KELAS PARALEL

No.

RUANG 1

Subtema: Kepemimpinan Nasional dalam Perjalanan Bangsa Indonesia SESI 1 PUKUL 13.30 – 15.00

Nama Pemakalah Judul Makalah Instansi

1 Irmawaty POTRET PEMIMPIN MASA DEPAN MELALUI PENCIPTAAN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER KEPEMIMPINAN 360 DERAJAT.

Fekon UT 2 Shinta Devi Surya

Novita Delima Putri

PERSONAL BRANDING DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta

3 Joko Rizkie Widokarti KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF MENUJU MASYARAKAT MADANI Dosen Fekon UPBJJ-UT Batam

4 Milwan INOVASI PENCALONAN DAN PEMILIHAN PEMIMPIN DAERAH YANG DAPAT MENSEJAHTERAKAN RAKYAT

(Sebuah Alternatif Pemikiran)

FISIP UT

SESI 2 PUKUL 15.15 – 16.45

1 Agung Suyono PANCASILAIS ADALAH SYARAT MUTLAK CALON PRESIDEN INDONESIA Al Taqwa College Indonesia – International Islamic School –Hambalang – Bogor 2 Enceng dan Yuli Tirta

Riandi EA

MEMBENAHI KINERJA BUMN MELALUI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

FISIP UT 3 Susanti DUALISME KEPEMIMPINAN DI INDONESIA : PEJABAT PUBLIK DAN

PEMIMPIN PARPOL

Universitas Terbuka, Jakarta 4 Zulfikri Suleman KEPEMIMPINAN NASIONAL DALAM SEJARAH PERJALANAN BANGSA: Dari

Pemimpin Pergerakan ke Pemimpin yang Baik

Universitas Sriwijaya

22 No.

RUANG 2

Otonomi Daerah dan Transformasi Kepemimpinan SESI 1 PUKUL 13.30 – 15.00

Nama Pemakalah Judul Makalah Instansi

1 Ai Wildani Sri Aidah RESONANSI POLITIK PARTISIPAN KPU Kab Bandung,

Universitas Terbuka UPBJJ Bandung

2 Heri Wahyudi DINAMIKA POLITIK LOKAL SUKSESI PEMILU KEPALA

DAERAH

UPBJJ-UT Denpasar 3 Moh. Waspa Kusuma Budi KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH MODEL PENDEKATAN

PERSUASIF DAN DIALOGIS (Belajar Dari Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta)

STISIPOL Dharma Wacana Metro 4 Milwan

FR Wulandari

MODEL IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM PELAYANAN PERIJINAN TERPADU SATU LOKET

FISIP UT SESI 2 PUKUL 15.15 – 16.45

1 Bunga Aprillia TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN SEBAGAI WUJUD DARI

KAMPANYE

Universitas Wanita Internasional, Bandung

2 Dhona Shahreza OTONOMI DAERAH DAN PEREKONOMIAN

MASYARAKAT PROPINSI BANTEN

Dosen Universitas Indrapasta PGRI Jakarta 3 Milwan, Ace SR, Chanif Nurcholis, Tijan MODEL PEMEKARAN DAERAH YANG

MENYEJAHTERAKAN MASYARAKAT

FISIP UT dan UNES 4 Sofjan Aripin Muhammad Daud PERAN ADMINISTRATOR PUBLIK DALAM FORMULASI

DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN (ANALISIS KURIKULUM 2013)

Universitas Terbuka, Jakarta

23 No.

RUANG 3

Transformasi Komunikasi, Sosial, Politik dan Budaya Menuju Perubahan Kepemimpinan SESI 1 PUKUL 13.30 – 15.00

Nama Pemakalah Judul Makalah Instansi

1 Iqbal Miftakhul Mujtahid PENDIDIKAN POLITIK TERPADU BAGI MASYARAKAT MENUJU PEMILU 2014 SESUAI DENGAN PRINSIP TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS

UPBJJ-UT Bengkulu 2 S u t i y o JOKOWI, PRODUK PARPOL?

CATATAN UNTUK TRANSFORMASI SISTEM REKRUTMEN PARPOL MENUJU PERUBAHAN KEPEMIMPINAN

STISIPOL Dharma Wacana Metro, Lampung 3 Siti Samsiyah AKSES INFORMASI TERBUKA MELALUI RADIO BERBASIS MASYARAKAT

SEBAGAI SARANA MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI DI INDONESIA

Universitas Terbuka 4 Siti Khusnul Khotimah BERDEMOKRASI DI RUANG PUBLIK: LANGSUNG, UMUM, BEBAS, DAN

TANPA RAHASIA DALAM MEDIA SOSIAL TWITTER@TRIO MACAN2000

Universitas Brawijaya SESI 2 PUKUL 15.15 – 16.45

1 Wayu Eko Yudiatmaja Dwi Kristanti

KONFLIK, NEGOSIASI DAN PERUBAHAN KEBIJAKAN:

PELAJARAN BERHARGA DARI KEBIJAKAN DAN PROGRAM REKONSTRUKSI PASAR INPRES I, II, III DAN IV KOTA PADANG PASCAGEMPA 30 SEPTEMBER 2009

UT

2 Yanti Hermawati PARTISIPASI NETIZEN DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI FISIP UT

3 Irsanti Widuri Asih KONGLOMERASI MEDIA DAN POLITIK FISIP UT

4 Sudirah PROFESIONALISME PETUGAS FRONT OFFICE DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Universitas Terbuka

24 No.

RUANG 4

Kewirausahaan dan Menumbuhkan Kepemimpinan Generasi Muda SESI 1 PUKUL 13.30 – 15.00

Nama Pemakalah Judul Makalah Instansi

1 Vieronica Varbi Sununianti

MENATA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN, MENUMBUHKAN KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA

Universitas Sriwijaya, Palembang

2 Mailani Hamdani MENUMBUHKAN JIWA KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA MELALUI KEWIRAUSAHAAN

Fakultas Ekonomi – Universitas Terbuka 3 M. Firman Karim PEMBELAJARAN ENTREUPRENEURSHIP MELALUI ONLINE BERDASARKAN

CONNECTIVISM

FISIP UT SESI 2 PUKUL 15.15 – 16.45

1 Yasir Riady YANG MUDA YANG BERUSAHA : MENUMBUHKAN SEMANGAT DAN JIWA WIRAUSAHA MELALUI PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) DI UPBJJ UT JAKARTA

UPBJJ UT Jakarta

2 Lilik Aslichati & Gede Umbaran Dipodjoyo

KOMPETENSI KEPEMIMPINAN WIRAUSAHAWAN

(Studi kasus pada lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan, Jakarta tahun 2013)

Universitas Terbuka dan Universitas Persada Indonesia – YAI, Jakarta 3 Wiwin Siswantini,

Soekiyono

MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA DENGAN KEWIRAUSAHAAN

Fekon UT

25 No.

RUANG 5

Otonomi Daerah dan Transformasi Kepemimpinan SESI 1 PUKUL 13.30 – 15.00

Nama Pemakalah Judul Makalah Instansi

1 Adrian Sutawijaya ANALISIS TINGKAT PERTUMBUHAN DAN DISPARITAS ANTAR DAERAH PADA ERA OTONOMI DAERAH

FEKON UT 2 Ake Wihadanto dan Dicky Firmansyah MENGATASI KETIMPANGAN PEMBANGUNAN ANTAR

WILAYAH MELALUI MEKANISME KOMPENSASI' DI ERA OTONOMI DAERAH [STUDI KASUS PROVINSI BALI]

FEKON UT

3 Muh. Kadarisman IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN DASAR IBU DAN ANAK, DALAM RANGKA

MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DI PROVINSI DKI JAKARTA

Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Pascasarjana Magister Ilmu Administrasi SESI 2 PUKUL 15.15 – 16.45

1 Moh. Waspa Kusuma Budi AKUNTABILITAS KEPALA DAERAH DI PERSIMPANGAN JALAN (DARI PILKADA LANGSUNG MENUJU PILKADA OLEH DPRD)

STISIPOL Dharma Wacana Metro

2 Ace Sriati Rachman Milwan ANALISIS PARTISIPASI PUBLIK DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN DAERAH

(Studi Kasus Perumusan Perda DKI Jakarta)

FISIP UT

26

POTRET PEMIMPIN MASA DEPAN MELALUI PENCIPTAAN DAN PEMBANGUNAN KARAKTER KEPEMIMPINAN 360 DERAJAT

Irmawaty Universitas Terbuka [email protected]

Dalam dokumen ISBN 978-979-011-827-0 - Repository Unpak (Halaman 32-40)