• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori

3. Kepemimpinan Pemerintahan

Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu: pemimpin sebagai subjek dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpin mengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun dan juga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggung jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari yang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiap orang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya.

Menurut W.J.S Poerwodarminto (Badriyah, 2011), pemahaman berasal dari kata “Paham” yang artinya mengerti benar tentang sesuatu hal.

Sedangkan pemahaman adalah proses, perbuatan, cara memahami sesuatu.

Dan belajar adalah upaya memperoleh pemahaman. Seseorang dikatakan mengerti benar terhadap suatu konsep jika dapat menjelaskan kembali dan menarik kesimpulan terhadap konsep tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kepemimpinan adalah perihal pemimpin atau cara memimpin. Secara harfiah, kepemimpinan berasal dari kata dasar “pimpin” yang memiliki arti mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi. Menurut (Sutrisno, 2016:218)

“Kepemimpinan ialah sebagai proses mengarahkan dan memengaruhi aktivitas yang berkaitan dengan tugas dari para anggota kelompok”.

Menurut (Fahmi, 2016:122), “Kepemimpinan merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan, mempengaruhi, dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai

dengan perintah yang direncanakan”. Menurut (Hasibuan, 2010 : 170),

“ Kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi.

2.3.2 Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, watak dan kepribadian sendiri yang khas. Sehingga tingkah laku dan gayanyalah yang membedakan dirinya dengan orang lain. Gaya pasti akan selalu mewarnai perilaku dan tipe kepemimpinannya.

Para tokoh sarjana membagi tipe kepemimpinan menjadi 8 : 1. Tipe kharismatik

2. Tipe paternalistic 3. Tipe militeristis 4. Tipe otokratis 5. Tipe Lousser Faire 6. Tipe Populistis 7. Tipe Administratif 8. Tipe Demokratis

2.3.3 Syarat-Syarat Kepemimpinan

Abdul Sani dalam bukunya Manajemen Organisasi mengemukakan adanya beberapa syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimipin suapaya dalam memimpinnya bawahannya lebih efektif yaitu:

1. Kemampuan pengawasan dalam kedudukan atau pelaksanaan fungsi- fungsi manajemen, terutama pengarahan dan pengawasan pekerjaan orang lain (para bawahan).

2. Kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan, mencakup pencarian tanggungjawab dan keinginan untuk sukses.

3. Kecerdasan, mencakup kebijaksanaan, pemikiran, kreatif dan daya pikir.

4. Ketegasan atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.

5. Kepercayaan diri atau pandanngan terhadap dirinya sebagai kemampuan untuk menghadapi masalah-masalah.

6. Inisiatif atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung mengembangkan serangkaian aktivitas dan menemukan cara-cara baru atau inovasi.

Dari uraian di atas syarat menjadi seorang pemimpin adalah mampu melaksanakan fungsi manajemen, mampu memberikan penghargaan kepada para bawahan, cerdas, tegas dalam membuat suatu keputusan, percaya diri serta mempunyai pemikiran yang inovatif. Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan selalu berkaitan dengan 3 hal antara lain :

1. Kekuasaan Ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.

2. Kewibawaan Ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan sehingga orang mampu “mbawani” akan mengatur orang lain, sehingga orang tersebut

patuh pada pemimpin dan tersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.

3. Kemampuan Yaitu : segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan atau ketrampilan teknis maupun sosial, yang dianggap melebihidan kemampuan anggota biasa.

2.3.4 Kepemimpinan Desa

Kepemimpinan berasal dari kata pemimpin yang mempunyai awalan

“pe” dan akhiran “an” yang menunjukkan sifat yang dimiliki oleh pemimpin.

Kepemimpinan merupakan alat penuntun dari sukses tidaknya organisasi atau kelompok dalam masyarakat di dalam pencapaian tujuan. Menurut (Agarwal dan Panji Anogara, 2003.42) Kepemimpinan adalah ‘seni mempengaruhi orang-orang lain untuk mengarahkan kemauan, kemampuan dan usaha mereka dalam mencapai tujuan pemimpin’. Pemerintahan Desa dan UU nomor 32 tahun 2004 adalah struktur pemerintahan terendah dibawah kabupaten. Desa menerima tugas perbantuan dari pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota. Sebagai organisasi pemerintahan yang berada dalam sistem pemerintahan kabupaten/kota maka Kedudukan Desa sebagai local state government.

Dengan pengelolaan sebagaimana diatas, Desa tak lebih hanya sekedar menjadi kepanjangan tangan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Pemerintah Desa lebih banyak hanya bertugas sebagai pelaksana pembangunan yang telah didesign oleh pemerintah diatasnya. Mengerjakan proyek yang direncanakan

meskipun seringkali kurang bermanfaat bagi masyarakat Desa. Sekarang ini regulasi tentang Desa telah diatur khusus, terbitnya UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa menegaskan desa bukan lagi local state goverment tapi desa sebagai pemerintahan masyarakat, hybrid antara self governing community dan local self government.

2.3.5 Konsep Pemerintahan

Menurut (C.F Strong, 2014: 10) mendefinisikan pemerintahan dalam arti luas sebagai segala aktivitas badan-badan publik yang meliputi kegiatan legislatif, eksekutif, dan yudikatif dalam usaha mencapai tujuan negara.

Sedangkan pemerintahan dalam arti sempit adalah segala kegiatan badan- badan publik yang hanya meliputi kekuasaan eksekutif. Menurut (R. Mac Iver dan Inu Kencana Syafiie, 2003:135), pemerintah itu adalah sebagai suatu organisasi dari orang-orang yang mempunyai kekuasaan, bagaimana manusia itu bisa diperintah. Bahkan ia juga melihat pemerintah sebagai sebuah perusahaan besar dari segala perusahaan manusia yang ada.

Pemerintahan Adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh lembaga- lembaga pemerintahan dalam arti luas. Menurut S. E. Finer (Inu Kencana Syafiie, 2003:135), istilah pemerintahan paling tidak memiliki empat hal yaitu:

a. Menunjukkan kegiatan atau proses memerintah, yaitu melaksanakan pengawasan atau pihak atau lembaga lain;

b. Menunjukkan permasalahan-permasalahan Negara atau proses memilih terhadap masalah-masalah yang dijumpai;

c. Menunjukkan cara-cara atau metode atau system yang digunakan untuk mengatur masyarakat.

Jadi uraian-uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemerintah dalam arti luas adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Badanbadan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif serta Kepolisian dalam rangka mencapai tujuan pemerintahan. Sedangkan dalam arti sempit adalah kegiatan-kegiatan pemerintah yang dilakukan oleh Badan Eksekutif guna mencapai tujuan.

Dokumen terkait