BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Keputusan Konsumen
Perusahaan yang cerdas berusaha untuk memahami proses keputusan pembelian pelanggan secara penuh, semua pengalaman mereka dalam pembelajaran, memilih, menggunakan dan bahkan menyingkirkan produk. Di bawah ini terdapat beberapa pengertian proses keputusan pembelian menurut Kotler & Keller (2009:184) menyatakan bahwa proses keputusan pembelian sebagai berikut:
“ Konsumen melalui lima tahap dalam proses keputusan pembelian:
pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.”
Pada dasarnya pengambilan keputusan konsumen terhadap suatu produk berbeda-beda, tergantung padajenis keputusan pembelinya.
Pembelian yang rumit dan mahal mungkin melibatkan lebih banyak pertimbangan pembeli dan lebih banyak peserta tetapi dalam proses pembelian tertentu. Konsumen harus melewati beberapa tahap yang di kenal dengan model tingkat. Model ini menunjukkan bahwa konsumen harus melalui 5 (lima) tahapan-tahapan dalam proses pembelian dalam sebuah produk.
Menurut Kotler dan Keller (2009:184) tahap-tahap proses keputusan pembelian konsumen yaitu
Gambar 2.1
Model Lima Tahap Proses Pembelian Konsumen Pengenalan
masalah Pencarian
informasi Evaluasi
alternatif Keputusan pembelian
Perilaku pasca pembelian
Adapun penjelasan lebih terperinci mengenai gambar tahap-tahap proses pengambilan keputusan konsumen menurut Kotler & Keller (2009:184) adalah sebagai berikut:
1. Pengenalan masalah
Proses pembelian di mulai ketika pembeli mulai menyadari suatu masalah atau kebutuhan yang di picu oleh rangsangan internal atau eksternal. Dengan rangsangan internal salah satu kebutuhan maksimum dan menjadi dorongan atau kebutuhan bisa timbul akibat rangsangan internal.
2. Pencarian informasi
Ternyata, konsumen sering mencari jumlah informasi yang terbatas.
Survei memperlihatkan bahwa untuk barang tahan lama, setengah dari semua konsumen hanya melihat satu toko, dan hanya 30% yang melihat dari satu merek peralatan. Keadaan pencarian yang lebih rendah di sebut perhatian tajam. Pada tingkat ini seseorang hanya menjadi lebih relatif terhadap informasi tentang sebuah produk. Sumber informasi terdiri dari empat kelompok, yaitu:
a. Pribadi : Keluarga, teman, tetangga, rekan.
b. Komersial : Iklan, situs Web, penyalur, kemasan, tampilan.
c. Publik : Media massa.
d. Eksperimental : Penanganan, pemeriksaaan, penggunaan produk.
3. Evaluasi Alternatif
Beberapa konsep yang akan membantu dalam memahami proses evaluasi: Pertama, konsumen berusaha memuaskan sebuah kebutuhan.
Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. Ketiga,
konsumen melihat masing-masing produk sebagai sekelompok atribut dengan berbagai kemampuan untuk menghantarkan manfaat yang di perlukan untuk memuaskan kebutuhan. Konsumen akan memberikan perhatian terbesar pada atribut yang menghantarkan manfaat yang memenuhi kebutuhan.
4. Keputusan Pembelian
Dalam melaksanakan maksud pembelian, konsumen dapat membentuk lima sub keputusan: merek penyalur, kuantitas, waktu, dan metode pembayaran. Jika konsumen membentuk evaluasi merek, dua faktor umum dapat mengintervensi antara maksud pembelian dan keputusan pembelian, seperti terlihat pada gambar berikut:
Gambar 2.2
Langkah-langkah Antara Evaluasi Alternatif data Keputusan Pembelian a. Sikap orang lain
Batas dimana sikap seseorang mengurangi preferensi seseorang untuk sebuah alternatif tergantung pada dua hal: (1) intensitas sikap negatif orang lain terhadap alternatif yang di sukai seseorang dan (2) motivasi seseorang untuk mematuhi kehendak orang lain. Semakin intens sikap negatif orang lain dan semakin dekat
hubungan orang tersebut dengan konsumen, semakin besar kemungkinan konsumen menyesuaikan niat pembelinya.
b. Faktor situasional yang tidak diantisipasi
Faktor situasional yang tidak diantisipasi yang mungkin muncul untuk mengubah niat pembelian. Preferensi dan bahkan niat pembelian bukan faktor-faktor prediksi perilaku pembelian yang dapat di andalkan sepenuhnya.
5. Perilaku Pasca Pembelian
Beberapa perilakusetelah pembelian, antar lain:
a. Kepuasan pasca pembelian
Kepuasan merupakan fungsi kedekatan antara harapan dan kinerja anggapan produk. Jika kinerja tidak mematuhi harapan, konsumen kecewa, jika memenuhi harapan, konsumen puas, jika melebihi harapan, konsumen sangat puas. Perasaan inimenentukan apakah pelanggan membeli produk kembali dan membicarakan hal-hal menyenangkan atau tidak menyenangkan tentang produk itu kepala orang lain.
b. Tindakan pasca pembelian
Jika konsumen puas, ia mungkin ingin membeli produk itu kembali. Di pihak lain, konsumen yang kecewa mungkin mengabaikan atau mengembalikan produk. Konsumen mungkin mencari informasi yang memastikan nilai produk yang tinggi.
c. Penggunaan dan penyingkiran pasca pembelian
Pemasar juga harus mengamati bagaimana pembeli menggunakan dan menyingkirkan produk. Pendorong kunci frekuensi penjualan adalah tingkat produksi produk. Semakin cepat pembeli mengkonsumsi sebuah produk, semakin cepat konsumen kembali ke pasar untuk membelinya lagi.
G. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumen
Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut Kotler dan Keller (2009:166) terdiri dari :
1. Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan berpengaruh luas dan mendalam terhadap perilaku konsumen. Faktor kebudayaan terdiri dari :
a. Budaya
Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar. Dalam budaya, konsumen mendapatkan kumpulan nilai, persepsi, preferensi, dan perilaku.
b. Sub-Budaya
Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasai dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok, ras, dan wilayah geografis. Ketika sub-budaya membentuk segmen tertentu, maka perusahaan sering merancang program pemasaran secara khusus untuk mereka.
c. Kelas Sosial
Kelas sosial merupakan sekumpulan orang yang relative homogen dan permanen, yang tersusun secara hirarkis dan para anggotanya menganut nilai, minat, dan perilaku serupa.
2. Faktor Sosial a. Kelompok Acuan
Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku orang tersebut.
b. Keluarga
Keluarga adalah kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih yang memiliki hubungan darah, perkawinan, adopsi, dan tinggal bersama. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh.
c. Peran dan Status
Peran dan status sosial seseorang menunjukkan kedudukan orang itu setiap kelompok sosial yang ia tempati. Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Sebuah peran terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang disekitarnya. Masing-masing peran menghasilkan status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat.
3. Faktor Pribadi
a. Usia dan Tahap Siklus Hidup
Konsumsi seseorang dipengaruhi oleh tahap-tahap dalam siklus hidup.Para pemasar sering memilih kelompok-kelompok berdasarkan siklus hidup sebagai pasar sasaran mereka.
b. Pekerjaan dan Lingkungan Ekonomi
Pekerjaan dan keadaan ekonomi seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Pemasar akan berusaha untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok profesi dan kelompok-kelompok ekonomi tertentu sehingga mereka dapat menentukan pasar sasaran.
c. Gaya Hidup
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minas dan opininya. Gaya hidup menggambarkan "keseluruhan diri seseorang" yang berinteraksi dengan lingkungannya. Orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda.
d. Kepribadian dan Konsep Diri
Kepribadian adalah karakteristik psikologi seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan tahan lama terhadap lingkunganya. Masing-masing orang memiliki kepribadian yang berbeda yang mempengaruhi perilaku pembeliannya.
H. Tinjauan Empiris
Tabel 2.4
Jurnal Penelitian Terdahulu
No Nama Judul Metode
Penelitian Kesimpulan
1
Intan Lina Katrin,Hp dan Diyah Setyorini dan Masharyono (2016)
Pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian di restoran javana bistro bandung
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif
Promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, berdasarkan pengujian secara parsial yang
menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signitifikan terhadap keputusan pembelian
2 Riyono (2016)
Pengaruh kualitas produk harga promosi dan brand image terhadap keputusan produk aqua
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kualitas produk (X1), Harga (X2), Promosi (X3), dan Brand
image (X4), mempunyai pengaruh positif signitifikan terhadap keputusan membeli konsumen air minum aqua
3 Dedy Ansari Harahap (2015)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dipajak USU (PAJUS) Medan
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif
Berdasarkan perhitungan uji hipotesis secara persial (Uji t) terhadap variabel harga, diperoleh thitung
> ttabeldengan nilai 3,540 >
1,661. Hal ini berarti variabel harga
berpengaruh positif
signitifikan terhadap keputusan
4
Robert Kustiawan, Irawan Adhi Kuncuro (2013)
Faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan komsumen dalam
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif
Kesimpulan yang dihasilkan pada penelitian tentang faktor-
melakukan pembelian makanan ringan secara Online
faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian makanan ringan secara online
menghasilkan 24 variabel yang telah diolah dan dikelompokkan menjadi 7 (tujuh) faktor baru, yaitu faktor : Keterbatasan konsumen dan akses
(25,278%).
5
Eunika Verina, Edy Yulianto, Wasis A. Latief (2014)
Faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian pada toko fashion di jejaring sosial facebook
Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif
Variabel atmosfer (X1), Produk (X2), harga (X3), promosi (X4), pelayanan (X5),
kepercayaan (X6), dan karakteristik
konsumen (X7) secara
bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada toko fashion di facebook yang dapat terlihat dari nilai AdjustedR Square
sebesar 0,655.
Selain itu, hasil yang diperoleh Fhitung sebesar 29.095 dan nilai sig. F 0.000. nilai sig.
F tersebut lebih kecil dari nilai alpha (α) yang dalam penelitian ini sebesar 5%
(0,05).
I. Kerangka Berfikir
Adapun kerangka berfikir dalam penelitian ini adalah : Variabel Bebas (X)
Variabel Terikat (Y) Faktor Budaya ( )
Indikatornya:
1. Kebiasaan menggunakan produk 2. Kelompok terdekat dalam membeli
produk
3. Penilaian kualitas produk 4. Kelas sosial
Faktor Sosial ( )
Indikatornya :
1. Teman mahasiswa 2. Keluarga
3. Peran dan status sosial
Faktor Pribadi ( )
Indikatornya : 1. Pekerjaan
2. Hubungan antara kepribadian 3. Kondisi keuangan
4. Pola hidup
Keputusan konsumen ( )
Indikatornya :
1. Pengenalan masalah 2. Pencarian informasi
3. Evaluasi berbagai alternatif
4. Keputusan pembelian.
J. Hipotesis
Adapun hipotesis dalam penelitian yaitu diduga bahwa faktor pribadi yang paling berpengaruh dalam membeli produk kemeja pria di sosial media instagram
30 A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penulis, mengumpulkan data sehubungan dengan topik menggunakan buku-buku yang dijadikan sumber referensi dalam memperoleh landasan dasar materi dan cara untuk menganalisis data.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMUH dengan objek penelitian yaitu mahasiswa yang telah melakukan transaksi pembelian kemeja pria online melalui media sosial Instagram dan penelitian ini di lakukan pada bulan Mei s/d Juli 2019.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah khusus kaum Laki- laki.
2. Sampel
Sampel merupakan sebagian unit populasi yang menjadi objek penelitian untuk memperkirakan karakteristik suatu populasi. Bila populasi besar maka kemungkinan peneliti tidak bisa mempelajari semua yang ada karena keterbatasan waktu maupun dana maka peneliti dapat mengambil sample dari populasi yang diteliti.
Pengambilan sample ini diakukan dengan rumus Slovin:
n = N
1 + ( × ) Dimana:
N = populasi n = Sample
e = Error Level (tingkat kesalahan) (catatan: umumnya di gunakan 1% atau 0,01, 5% atau 0,05, dan 10% atau 0,1 (catatan dapat dipilih oleh peneliti).
n = 2311 1 + 2311 0,1
n = ( , )
n= ,
n = 95,85 sampel.
Dengan demikian jumlah sampel yang di tetapkan peneliti adalah 96 sampel (orang)
D. Jenis dan Sumber Data
1.
Jenis DataJenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang di peroleh sendiri oleh peneliti dari lapangan dan data sekunder adalah data yang di peroleh dari peneliti sebelumnya atau sudah ada terlebih dahulu.
2.
Sumber DataSumber data dalam penelitian ini adalah:
a. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari keterangan para pembeli online shopping kameja pria yang ada pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISMUH.
b. Data Sekunder didapatkan dari buku–buku ekonomi manajemen, data yang sudah diolah oleh pihak APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia), artikel-artikel di internet, serta sumber-sumber terpercaya lainnya yang mempunyai hubungan dengan pokok bahasan.
E. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data penelitian ini, peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:
1.
ObservasiObservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi pada latar penelitian. Sugiyono (2012) menyatakan bahwa dari pelaksanaan observasi dapat diketahui bagaimana perilaku seseorang. Observasi juga merupakan dasar dari semua ilmu pengetahuan observasi dilakukan peneliti pada sosial media Instagram.
2.
WawancaraWawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan jalan komunikasi, melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data. Sedangkan Sugiyono (2012) menyebutkan bahwa definisi wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui sebuah tanya jawab sehingga dapat disimpulkan maknanya dalam suatu topic tertentu. Penelitian ini menggunakan wawancara semistruktur dimana pelaksanaannya lebih bebas dengan tujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.
Wawancara dilakukan pada para pembeli kameja pria secara online.
Informasi yang ingin diketahui adalah proses pengambilan keputusan konsumen terhadap pembelian online shopping kameja pria.
3.
KuesionerKuesioner digunakan untuk memperoleh data tentang keputusan pembelian konsumen. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diungkap dengan menyebar atau memberikan angket kepada konsumen.
Untuk mengukur hasil tanggapan responden, maka di gunakan skala. Skala yang di gunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.
Dimana jawaban yang mendukung pertanyaan diberi skor yang tinggi sedangkan untuk menjawab yang tidak atau kurang mendukung diberi skor rendah. Menurut Sugiyono (2015:86) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seorang/sekelompok orang tentang fenomena sosial. Maka variabel yang dapat diukur dijabarkan
menjadi indikator jawaban seperti item instrumen yang menggunakan skala likert.
a. Jawaban SS, yaitu Sangat Setuju diberikan skor :5 b. Jawaban S, yaitu Setuju deberi skor :4
c. Jawaban KS, yaitu Kurang Setuju diberikan skor :3 d. Jawaban TS, yaitu Tidak Setuju diberikan skor :2
e. Jawaban STS, yaitu Sangat Tidak Setuju diberikan skor :1 F. Metode Analisis Data
Adapun metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode:
1. Analisis secara Deskriptif terhadap perilaku mahasiswa dalam pembelian kameja pria, faktor budaya, faktor sosial, dan faktor individu.
2. Analisis Regresi Berganda yaitu, untuk menghitung pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian produk kameja pria pada mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis UNISMUH di Makassar dengan menggunakan persamaan regresi berganda sebagai berikut:
= + + + +
Dimana:
y = Keputusan konsumen
= Faktor Budaya
= Faktor Sosial
= Faktor Pribadi
/ = Koefisian Regresi/ Parameter
= Konstanta/Intercept
= Faktor Kesalahan
Selanjutnya untuk uji F dan uji t di gunakan program SPSS22.
G. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Definisi operasional variabel yang akan di gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Faktor Budaya ( )
Faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Dengan kata lain merupakan faktor paling utama dalam perilaku pengambilan keputusan dan perilaku pembelian.
Indikatornya:
Kebiasaan menggunakan produk
Kelompok terdekat dalam membeli produk
Penilaian kualitas produk
Kelas sosial 2. Faktor Sosial ( )
Perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok acuan referensi, keluarga serta peran dan status sosial.
Indikatornya :
Teman mahasiswa
Keluarga
Peran dan status sosial
Dimana:
N = populasi
n = Sample
e = Error Level (tingkat kesalahan) (catatan: umumnya di gunakan 1% atau 0,01, 5% atau 0,05, dan 10% atau 0,1 (catatan dapat dipilih oleh peneliti).
n = ,
n =
( , )
n=
,
n = 95,85 sampel.
Dengan demikian jumlah sampel yang di tetapkan peneliti adalah 96 sampel (orang).
Referensi dari orang lain 3. Faktor Pribadi ( )
Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri pembeli.
Indikatornya :
Pekerjaan
Hubungan antara kepribadian
Kondisi keuangan
Pola hidup 4. Keputusan konsumen ( )
Suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan di beli atau tidak dalam melakukan pembelian.
Indikatornya :
Pengenalan masalah
Pencarian informasi
Evaluasi berbagai alternatif
Keputusan pembelian.
38 1. Universitas Muhammadiyah Makassar
a. Sejarah dan gambaran umum Universitas
Universitas Muhammadiyah Makassar didirikan pada tanggal 19 Juni 1963 sebagai cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Pendirian Perguruan Tinggi ini adalah realisasi dari hasil Musyawarah Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara ke-21 di Kabupaten Bantaeng. Pendirian tersebut didukung oleh Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan pengajaran dakwah amar ma’ruf nahi munkar, lewat surat nomor : E-6/098/1963 tertanggal 22 Jumadil Akhir 1394 H/12 Juli 1963 M. Kemudian akte pendiriannya dibuat oleh notaries R. Sinojo Wongsowidjojo berdasarkan akta notaries Nomor : 71 tanggal 19 Juni 1963. Universitas Muhammadiyah Makassar dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi Swasta terdaftar sejak 1 Oktober 1965.
Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengemban tugas dan peran yang sangat besar bagi agama, bangsa dan negara, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Selain posisinya sebagai salah satu PTM/PTS di Kawasan Timur Indonesia yang tergolong besar, juga padanya tertanam kultur pendidikan yang diwariskan sebagai amal usaha
Muhammadiyah. Nama Muhammadiyah yang terintegrasi dengan nama makassar memberikan harapan terpadunya budaya, keilmuan dan nafas keagamaan.
Pada awal berdirinya, Universitas Muhammadiyah Makassar membina dua fakultas yakni fakultas keguruan dan seni jurusan bahasa Indonesia, dan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan jurusan pendidikan umum (PU), dan pendidikan sosial (PS) yang dipimpin oleh rektor Dr. H. Sudan. Pada tahun yang sama (1963) Universitas Muhammadiyah Makassar telah berdiri sendiri dan dipimpin oleh rektor Drs. H. Abdul Watif Masri.
Perkembangan berikutnya Universitas Muhammadiyah Makassar pada tahun 1965 membuka fakultas baru yaitu: fakultas ilmu agama dan dakwah (FIAD), fakultas ekonomi (Fekon), fakultas sosial politik, fakultas kesejahteraan sosial, dan akademi pertanian. Selanjutnya tahun 1987 membuka fakultas teknik, tahun 1994 fakultas pertanian, tahun 2002 membuka program pascasarjana, dan tahun 2008 membuka fakultas kedokteran, dan sampai saat ini, Universitas Muhammadiyah Makassar telah memiliki 7 Fakultas 34 Program Studi dan Program Pascasarjana yang telah terkareditasi BAN-PT.
Universitas Muhammadiyah Makassar pada Tahun 2003 mengalami tahapan transisi sejarah perkembangan, berupa perubahan formasi kepemimpinan dengan bergabungnya generasi muda dan generasi tua. Pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar bertekad untuk memelihara hasil capaian para pendahulu dan mengembangkannya kepada capaian yang lebih
baik, serta berkomitmen: (1) memelihara kepercayaan masyarakat, (2) mencapai keunggulan dalam kompetisi yang semakin ketat, dan (3) mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan dan pengembangan diri.
Dari ke tiga komitmen tersebut diharapkan dapat mengantar Universitas Muhammadiyah Makassar untuk menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka.
b. Visi dan Misi 1) Visi
Menjadi penyelenggara pendidikan dalam bidang ekonomi pembangunan yang kompetitif, unggul, terpercaya, mandiri, berkemajuan dan islam di kawasan timur indonesia pada tahun 2024 2) Misi
a) Menyelenggarakan proses pendidikan dan pengajaran ekonomi pembangunan yang berkualitas, terpercaya, mandiri, kompetitif dan mengedepankan nilai-nilai islam.
b) Mengembangkan program studi berbasis penelitian yang inovatif, unggul, mandiri dan berdaya saing dalam bidang Ekonomi Pembangunan.
c) Menerapkan ekonomi pembangunan sebagai ilmu yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat.
d) Menyelenggarakan pembinaan kepemimpinan alumni di bidang enterpreneurship (kewirausahaan).
e) Melaksanakan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta.
c. Tujuan
a) Menghasilkan pembelajaran yang bermutu dan berdaya saing dengan memadukan kemampuan teori dan praktik.
b) Menghasilkan penelitian yang inovatif, unggul, mandiri dan berdaya saing dalam bidang ekonomi pembangunan.
c) Menumbuhkan kemandirian masyarakat di bidang enterpreneurship.
d) Menghasilkan alumni yang berjiwa enterpreneurship.
e) Meningkatkan kerjasama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta.
2. Analisis Tanggapan Responden mengenai Pengaruh Faktor Budaya, Faktor Sosial dan Faktor Individu terhadap Keputusan konsumen dalam Membeli Produk Kemeja Pria pada Sosial Media Instagram
Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengemban tugas dan peran yang sangat besar bagi agama, bangsa dan negara, baik di masa sekarang maupun di masa depan. Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan salah satu Universitas swasta yang terus berkembang dan bersaing dengan universitas lain. Salah satu fakultas yang sedang di kembangkan adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis.Fakultas ini, sementara terus memperbaiki akreditasinya untuk mendapatkan akreditasi A. Salah satu tahap yang di lalui yaitu dengan memperbaiki kualitas lulusannya.
Adapun tanggapan responden mengenai faktor budaya, faktor sosial dan faktor individu terhadap kepuasan konsumen pada Fakutas Ekonomi dan Bisnis dapat dilihat melalui table beriku ini :
Tabel 4.1
Tanggapan Responden Mengenai Faktor Budaya (X1)
No Pernyataan SS S KS TS STS Total
1 Saya lebih tertarik dengan toko online karena menyertakan keterangan pada gambar produknya dan lebih mudah
mengetahui informasi produknya
18 20 24 17 17 96
2 Saya membeli produk kameja pria online karena kualitas produknya terpercaya
21 25 27 13 10 96
3 Saya membeli produk kameja pria online karena hemat waktu, hemat biaya, hemat energi, mengaksesnya gampamg dan tidak ribet.
12 23 30 21 10 96
4 Saya membeli produk kameja pria online karena mencerminkan kelas sosial
23 20 28 19 6 96
Sumber : Data Primer, 2019
Berdasarkan tanggapan responden mengenai keputusan konsumen dengan pernyataan bahwa lebih tertarik menggunakan produk online selama menyertakan informasi produk, nampak bahwa sebagian besar responden memberikan jawaban kurang setuju yakni sebesar 24 orang, kemudian pernyataan bahwa produk online memiliki kualitas terpercaya, didominasi jawaban terbanyak responden adalah kurang setuju yakni sebesar 27 orang, sedangkan pertanyaan bahwa produk online hemat waktu, biaya dan energi, rata-rata jawaban responden