• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Konseptual

Dalam dokumen DARI PANDANGAN IMAM SYAFI’I (Halaman 40-45)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Kerangka Konseptual

Penerapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah tindakan pelaksanaan atau pemanfaatan keterampilan pengetahuan baru terhadap sesuatu bidanguntuk suatu kegunaan ataupun tujuan khusus.31 Sedangkan menurut beberapa ahli berpendapat bahwa penerapan adalah suatu perbuatan mempratekkan suatu teori, metode, dan hal lain untuk mencapai tujuan tertentu dan untuk suatu kepentingan yang diinginkan oleh suatu kelompok atau golongan yang telah terencana dan tersusun sebelumnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan adalah sebuah tindakan yng dilakukan, baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

31 Kamus Besar Bahasa Indonesia pusah Bahasa, Ed. IV, h. 1448.

2. Akad

Istilah al-aqdu (akad) dapat disamakan dengan istilah verbintenis (perikatan) dalam KUHP Perdata. Sedangkan al-ahdu (janji) dapat disamakan dengan istilah perjanjian. Akad juga didefnisikan sebagai segala sesuatu yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kesepakatan atas dua kehendak.32

3. Mudharabah

Mudharabah adalah bahasa penduduk Irak dan Qiradh atau Muqaradah bahasa penduduk Hijaz33 namun pengertian qiradh dan Mudharabah adalah satu makna.

Istilah Mudharabah adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk irak, sedangkan penduduk Hijaz menyebut Mudharabah dengan istilah mudharabah atau qirad, sehinggan dalam perkembangan lebih lanjut mudharabah dan qirad juga mengacu pada makna yang sama.34 Sedangkan definisi mudharabah menurut fatwa DSN No.

07/DSN-MUI/IV/2000 adalah : mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan oleh LKS kepada pihak lain untuk suatu usaha yang produktif. Dalam pembiayaan ini LKS sebagai shahibul maal (pemilik dana) membiayai 100% kebutuhan suatu proyek (usaha). Sedangkan pengusaha (nasabah) bertindak sebagai mudharib atau pengelola usaha.35

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian mudharabah yaitu akad yang dilakukan oleh shahibul mal dengan mudhaarib untuk usaha tertentu dengan pembagian keuntungan sesuai kesepakatan. Keuntungan yang dituangkan

32Dimyauddin Djuwaini, Pengantar Fiqh Muamalah (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h.

48.

34Adib Bisri dan Munawir, Al-Bisri kamus Arab Indonesia( Surabaya: Pustaka Progressif, 1999), h. 432.

35Muhammad Syafi’I Antonio,Bank Syariah Dari Teori Ke Praktek, (Jakarta: Gema Insani, 2001), h. 95.

dalam kontrak ditentukan dalam bentuk nisbah. Jika usaha yang dijalankan mengalami kerugian, maka kerugian itu ditanggung oleh shahibul maal sepanjang kerugian itu bukan akibat kelalaian mudharib, namun jika kerugian itu diakibatkan karena kelalaian mudharib, maka mudharib harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.

Sedangkan Menunurut istilah, mudbarabah atau qiradh dikemukakan oleh para ulama sebagai berikut:

Menurut para fuqaha, mudbarabah ialah akad antara dua pihak (orang) saling menanggung, salah satu pihak menyerahkan hartanya kepada pihak lain untuk di perdagangkan dengan bagian yang telah di tentukan dari keuntungan, seperti setengah atau sepertiga dengan syarat-syarat yang telah di tentukan.

4. Nelayan

Merpakan orang yang turut mengambil bagian pada penangkapan ikan dari suatu kapal perangkap ikan, dari anjungan, orang yang melakukan pekerjaan seperti membentuk jaring, mengangkut ikan, dan penangkapan ikan.36

5. Pemilik Bagang

Merupakan orang atau badan hukum yang dengan hak apapun berkuasa/ memiliki atas sesuatu kapal atau perahu dan alat alat penangkapan ikan lainnya yang dipergunakan dalam usaha penangkapan ikan yang dioperasikan oleh orang lain atau para nelayan, jika pemilik tidak melaut maka disebut punggawa jika pemilik

sekaligus bekerja atau melaut menangkap ikan maka dapat disebut sebagai nelayan yang sekaligus pemilik kapal.37

6. Desa Bojo terletak di Kabupaten Barru Kecamatan Mallusetasi, merupakan Desa yang memiliki pantai yang cukup luas, sebagian besar penduduknya tinggal di daerah pesisir dan cukup potensial dalam bidang produksi penangkapan ikan, dan merupakan desa Nelayan karena sebagian besar penduduknya bekerja di bidang usaha penangkapan ikan.

7. Imam Syafi’i

Perkembangan imadzhab iSyafi'i idi iPersi iserentak idengan iperkembanganmya idi iKhurasan idan iMa iWaran iNahr, iPencatat isejarah iAs iSakhawi ijuga imenerangkan ibahwa iSyeik iYa'qup iBin iIshaq ian iNisaburi iAl iAsfaraini itermasuk iorang iyang imula-mula imenyiarkan imazhab iSyafi'i idi iAsfarain, iPersi. iPerkembangan imazhab iSyafi'i idi iPersi iini isangat iberpengaruh ikepada iperkembangan imazhab iSyafi'i idi iIndonesia ikarena iorang-orang iIslam iyang idatang ike iIndonesia idahulu ikala ibanyak imelewati iPersi iterlebih idahulu.

Mazhab iSyafi’i iberkembang idi iKhurasan, iKhurasan iadalahisebuah inegeri itua iyang iterletak idi itengah-tengah iAsia iTengah idan isekarang inegeri iini itidak iada ilagi ikarena isudah idibagi-bagi iantara iIran, iAfganistan, iSovyet iUni idan iTiongkok. iDi ibagian iIran iterkenal idengan ikota iNaisabur. iBahagian iAfganistan iterkenal idengan ikota iBalch, idi ibagian iSofyet iUni iterkenal idengan ikota

iSamarkand idan iTurkeminia idan ibagian iTiongkok iterkenal idengan ikota iUrumsyi iSingkiang.38

Penganut imazhab iSyafi’i ijuga iorang iSyam idan iMesir. iKedua inegeri iini idari ipantai ilaut imerah isampai ike idaratan iIraq, imarkas ikekuasaan imazhab iSyafi’i isejak ilahir imazhab i(200 iH) isampai isekarang. iSemua iqadhi idan isemua imubaligh iadalah ipenganut imazhab iSyafi’i. iqadhi-qadhi idi imesir iseluruhnya imenganut imazhab iSyafi’i, ikecuali iseorang iqadhi ibernama iQadhi iBakar. iDi

iSyam ibegitu ijuga ikecuali iseorang iqadhi iyang inamanya iBalasaguni, iyang imembikin iribut. iMimbarnya itidak ipernah idinaiki iorang iselain idari imazhab iSyafi’i iRahimahullah. iDi iDamaskus iyang iberkuasa iadalah imazhab iSyafi’i isampai ikekuasaan iZhabir iBalbars iTurki iyang imengangkat i3 iorang iqadhi ilagi idi isamping iqadhi iSyafi’i. iberkat iAbu iMansur iAl-Bagdadi, i“sebelum imazhab iSyafi’i idi iDamaskus, imaka iqadhi-qadhi idi isana iadalah ipenganut imazhab iAuza’i.” idi iMesir ikata iTajuddin iSubki i“sebelum imuncul imazhab iSyafi’i imaka iurusan imahkamah idan itabligh idikuasai ioleh imazhab iMaliki, imazhab iHanafi itidak iada idi iMesir, ikecuali iQadhi iBakar.” iDemikian iTajuddin iSubki. I

38 Siradjudin Abbas, Sejarah Dan Keagungan Mazhab Syafi'i, (Jakarta: Pustaka Tarbiyah

Baru, 2004), h.236

Dalam dokumen DARI PANDANGAN IMAM SYAFI’I (Halaman 40-45)

Dokumen terkait