BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Kerangka Masalah
Umur Jenis Kelamin Gaya Hidup Obesitas
Suplai O2 otak menurun
Blood flow menurun
Sinkop Vasokontriksi Iskemi miocard
Spasme arteriole Koroner
Sistemik Vasokontriksi
pembuluh darah ginjal
Retina Pembuluh darah
Otak Ginjal
Kerusakan vaskuler pembuluh darah Perubahan struktur
Gangguan sirkulasi Vasokontriksi
Penyumbatan pembuluh darah Hipertensi
Retensi Na Rangsangan
aldosteron Respon RAA
Kelebihan volume cairan Edema
Intoleransi aktivitas Fatique
Nyeri Afterload meningkat
Gangguan perfusi jaringan
BAB 3 STUDY KASUS 3.1 Pengkajian
Pengkajian dilakukan pada 08 Maret 2021 pukul 09.00 WIB di rumah keluarga Tn. N Desa Bendungan Kraton, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi keperawatan.
I. Data Umum
1. Kepala Keluarga (KK) : Tn. N
2. Alamat dan telepon : Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
3. Pekerjaan KK : Bekerja Pabrik
4. Pendidikan KK : Tamat SD
5. Komposisi keluarga :
N Nama Jenis
o Kela
min
Hub.
keluarg a dengan
KK
Tabel 3.1 Komposisi Keluarga
Umur Pendidikan Status Imunisasi
BCG Polio DPT Hepatitis Campa
k
Ket
1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
1. Tn. N L Kepala 54 SD
keluarg Tahu
a n
2. Ny. R P Ibu 49 SD
rumah Tahu tangga n
3. Tn. A L Anak 22 SMA √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Tahu n
4. Nn. L P Anak 20 SMA √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Tahu n
6. Genogram :
Gambar 3.1 Genogram Keluarga
Keterangan :
= Laki-laki
= Perempuan
= Menikah
= Tinggal serumah
= Meninggal = klien
7. Tipe Keluarga :
The Nuclear Family (Keluarga Inti).
8. Suku bangsa :
Tn. N dan Ny. R beserta kedua anaknya berasal dari suku Jawa.
9. Agama :
Keluarga Tn. N beserta anggota keluarga menganut agama Islam. Tn. N dan keluarganya rutin beribadah setiap hari. Tn. N dan keluarga juga selalu mengikuti aturan serta anjuran dalam ajaran agama Islam .
10. Status social ekonomi keluarga
Jumlah pendapatan perbulan : Rp. 3.000.000 Sumber pendapatan perbulan : -
Jumlah pengeluaran perbulan : Rp. 2.500.000 11. Aktivitas rekreasi keluarga :
Kegiatan yang dilakukan keluarga untuk rekreasi atau menghilangkan stress dengan menonton tv, dan olahraga.
II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 1. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak dewasa danremaja, pada anak pertama telah memasuki usia 22 tahun dan anak kedua usia 20 tahun. Untuk tugas tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa dan remaja sesuai dengan teori.
2. Tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga belum terpenuhi secara optimal oleh keluarga Tn. N karena belum memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar. Saat ini kedua anak Tn.
N masih tinggal bersama dan belum menikah.
3. Riwayat kesehatan keluarga inti
Dalam keluarga Tn. N terutama pada Tn. N menderita hipertensi yang bukan merupakan penyakit keturunan dari keluarga. Saat Tn. N menderita hipertensi Tn. N belum pernah dirawat di rumah sakit. Tn. N mengetahui kalau menderita hipertensi ketika Tn. N memeriksakan ke dokter terdekat ketika Tn. N mengalami pusing, mudah marah tengkuk yang terasa sakit dan lelah Tn. N dan keluarganya belum pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya, serta tidak pernah sakit yang serius sebelumya.
4. Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya
Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa keluarga dari Tn. N tidak pernah mengalami penyakit hipertensi.
III. Data lingkungan 1. Karakteristik rumah
Keluarga Tn. N tinggal di rumah milik pribadi dengan 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 ruang keluarga, 1 dapur dan 1 kamar mandi dan wc. Kondisi rumah kurang bersih, Terdapat jendela disetiap ruangan dan rumah terdapat ventilasi dantetapi rumah belum di pasang flafon sehingga, dan berdebuh.Pencahayaan rumah di siang hari cukup dan pada malam hari penerangan memakai listik dengan bola lampu neon sebanyak 2 buah didalam rumah untuk penerangan. Mempunyai saluran pembuangan air limbah. Keluarga menggunakan air bersih dari PAM tertutup untuk kebutuhan sehari-hari, jamban keluarga memenuhi syarat berjenis kloset. Keluarga tidak mempunyai tempat pembuangan sampah sehingga sampah langsung di bakar dibelakang rumah.
2. Karakteristik tetangga dan komunitasnya
Hubungan dengan tetangga baik, keluarga juga ikut aktif dalam kegiatan rohani dan kegiatan RT dalam kelompok masyarakat.
3. Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn. N menempati rumah tersebut sejak awal menikah.
4. Perkumpulan keluarga dan interaksi dalam masyarakat
Keluarga Tn. N aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar, aktif dalam ibadat kelompok, dan selalu ikut dalam kegiatan yang di laksanakan di RT/RW seperti kerja bakti dan acara rutinan kampung seperti pengajian.
5. Sistem pendukung keluarga
Anggota keluarga lain dalam keluarga saling mendukung bila ada masalah. Keluarga tidak memiliki tabungan di Bank dan semua anggota keluarga memiliki kartu BPJS untuk keperluan kesehatan.
IV. Struktur keluarga 1. Struktur peran
Tn. N melakukan peran keluarga dengan sangat baik, sebagai kepala keluarga, beliau selalu membantu dan mendukung anak dan istrinya.
2. Nilai atau norma keluarga
Dalam keluarga terdiri dari satu agama, dan tidak ada nilai-nilai tertentu dan nilai agama yang bertentangan dengan kesehatan karena menurut keluarga kesehatan merupakan hal yang penting.
3. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Tn. N berkomunikasi sehari-harinya menggunakan bahasa Indonesia diselingi dengan bahasa Jawa. Dalam keadaan emosi keluarga Tn. N menggunakan kalimat positif, setiap masalah dalam keluarga selalu dibicarakan dan mencari jalan keluarnya dengan cara musyawarah keluarga.
4. Struktur kekuatan keluarga
Pengambilan keputusan dalam keluarga dilakukan dengan cara bermusyawarah seluruh anggota keluarga. Tn. N selaku kepala keluarga memiliki kekuatan untuk mengendalikan dan mempengaruhi anggota keluarga untuk merubah perilaku.
V. Fungsi keluarga 1. Fungsi afektif
Keluarga telah menjalankan fungsi kasih sayang dengan baik, saling memperhatikan dan membantu satu sama lain. Keluarga tidak membedakan kasih sayang diantara anggota keluarga.
2. Fungsi pendidikan
Tn. N selalu menasehati dan mendukung anak kelak untuk membiayai anaknya bersekolah sampai keperguruan tinggi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak kedepannya.
3. Fungsi ekonomi
Yang mengatur keuangan dalam keluarga adalah istri Tn. N dengan penghasilan yang pas-pasan istrinya mampu mengatur keuangan supaya tercukupi kebutuhan pokok keluarga
4. Fungsi sosialisasi
Keluarga aktif bersosilisasi dengan tetangga disekitar rumah atau jika ada tetangga yang datang kerumah. Interaksi keluarga klien dengan anaknya terjalin sangat baik dan terlihat harmonis. Dalam mengambil keputusan Tn. N memiliki peran yang besar namun selalu adil kepada keluarganya. Tn. N dan Ny. R aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti arisan, pengajian dan siskamling.
5. Fungsi pemenuhan kesehatan
Keluarga Tn. N mengatakan hanya sekedar tahu tentang penyakit hipertensi tetapi tidak terlalu rinci hanya sekedar tahu. Keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat jika ada anggota keluarga yang sakit dengan membawanya ke rumah sakit. Keluarga belum dapat merawat anggota keluarga yang sakit. Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan yang tepat untuk menunjang kesehatan keluarga. Keluarga mampu memanfaatkan layanan fasilitas dengan tepat.
6. Fungsi rekreasi
Tn. N menjalankan fungsi rekreasi dengan cara rileks sambil menonton TV di rumah, sedangkan aktivitas rekreasi bersama di luar rumah jarang dilakukan karena alasan
kesibukan masing-masing anggota keluarga biasannya hanya sesekali pergi bersilaturahmi ke rumah saudara.
7. Fungsi reproduksi
Istri Tn. N menggunakan KB untuk membatasi kehamilannya. Tn. N mengatakan cukup hanya memiliki dua anak saja.
VI. Stress dan koping keluarga 1. Stressor jangka pendek dan panjang
Stressor jangka pendek : Keluarga Tn. N khawatir dengan penghasilannya yang paspasan sedangkan kebutuhan makin meningkat.
Jangka Panjang : Khawatir dengan biaya dan kebutuhan sekolah dan yang akan melanjutkan ke jenjang kuliah anaknya, takut nanti tidak mampu memenuhinya sehingga anaknya tidak bisa sekolah nantinya.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor Jika ada masalah Tn. N diskusi dengan istrinya.
3. Strategi koping yang dugunakan
Berdoa, diskusi bersama keluarga, dan meminta bantuan dari keluarga.
4. Strategi adaptasi disfungsional
Tn. N mengatakan saat ia sedang dalam keadaan emosi yang biasa ia lakukan ialah bicara dengan suara keras.
Tabel 3.2 Pemeriksaan Fisik
Komponen Tn. N Ny. R An. A An. L
Berat badan 63 Kg 70 Kg 60 kg 46 kg
Tinggi Badan 160 cm 156 cm 166 cm 155 cm
Tekanan Darah 160/100 mmHg
120/80 mmHg 120/80 mmHg
110/80 mmHg Respirasi 20 x/menit 20 x/menit 20 x/menit 20 x/menit Nadi 120 x/menit 80 x/menit 80 x/menit 80 x/menit Suhu Tubuh 36,20C 36,50C 36,60C 36,40C
Kepala Rambut hitam,
ikal, bersih
Rambut hitam, lurus, tidak ada ketombe
Rambut bersih, tidak ada ketombe
Rambut bersih, tidak ada ketombe
dan tidak ada pembengkan
Mata Sklera tidak
ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Sklera tidak ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Sklera tidak ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Sklera tidak ikterus Konjungtiva tidak anemis Tidak ada peradangan
Hidung Tidak ada
sekret Tidak ada kelainan
Tidak ada sekret Tidak ada kelainan
Tidak ada sekret Tidak ada kelainan
Tidak ada sekret Tidak ada kelainan
Mulut Terdapat
karang gigi Graham kiri atas caries Graham kanan bawah tanggal
Terdapat karang gigi Graham kiri kanan caries
Tidak terdapat karang gigi, Gigi lengkap
Tidak terdapat karang gigi, Gigi lengkap Telinga Bersih, tidak
ada serumen, fungsi pendengaran kurang baik
Tidak ada serumen Tidak ada luka, fungsi pendengaran baik
Tidak ada serumen Tidak ada luka, fungsi pendengaran baik
Tidak ada serumen Tidak ada luka, fungsi pendengaran baik
Leher/
tenggorokan
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka, tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada tetapi mengalami sakit dan tegang
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka, tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka, tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
Tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka, tidak ada pelebaran vena jugularis, tidak ada
Dada Pergerakan
dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan
Pergerakan dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan
Pergerakan dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan
Pergerakan dada simetris Suara nafas vesikuler Perkusi sonor Tidak ada ronkhi Tidak ada stridor Tidak ada wheezing Tidak ada suara tambahan Jantung BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada
BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada
BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada bunyi
BJ 1 dan 2:
tunggal Intensitas kuat Tidak ada bunyi
bunyi jantung tambahan
bunyi jantung tambahan
jantung tambahan
jantung tambahan Abdomen Tidak ada
nyeri tekan, Tidak ada massa
Tidak ada nyeri tekan, Tidak ada massa
Tidak ada nyeri tekan, Tidak ada massa
Tidak ada nyeri tekan, Tidak ada massa Ekstremitas Susah ketika
bergerak karena tengkuk yang terasa sakit mempersulit Tn. N melakukan aktifitas
Tidak ada kelainan Pergerakan bebas
Tidak ada kelainan Pergerakan bebas
Tidak ada kelainan Pergerakan bebas
Kulit Warna kulit
sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Warna kulit sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Warna kulit sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Warna kulit sawo matang Turgor kulit baik Tidak ada lesi
Kuku Pendek dan
bersih CRT <
2 detik
Pendek dan bersih CRT <
2 detik
Pendek dan bersih CRT
< 2 detik
Pendek dan bersih CRT
< 2 detik 3 Harapan keluarga
Harapan keluarga kepada petugas atau pelayanan kesehatan yaitu tenaga kesehatan bisa memberikan edukasi dan bimbingan kepada keluarga tentang perawatan pasien agar pasien dapat sembuh dan menjalankan kegiatan seperti biasa.
3.2 Analisa Data
Tabel 3.3 Analisa Data
No. Data Masalah
1. Ds: Klien mengatakan rasa sakit pada lehernya dan terasa tegang mengganggu aktivitasnya, selain itu klien mengatakan merasa pusing ketika akan melakukan aktivitas atau berdiri jadi harus dibantu oleh keluarga.
Do: K/U : Composmentis Klien tampak lemas TTV :
TD: 160/100 mmHg S : 36,2°C
RR : 24x/menit Nadi : 120x/menit
Intoleransi aktivitas
2. Ds: Keluarga dan klien mengatakan tidak mengetahui tanda dan gejala dari penyakit yang diderita pasien dan tidak
mengetahui pencegahan yang tepat untuk penyakit pasien.
Do: Keluarga dan klien tampak banyak bertanya tentang masalah kesehatan pasien
TTV :
TD: 160/100 mmHg S : 36,2°C
RR : 24x/menit Nadi : 120x/menit
Defisit pengetahuan
3.3 Skoring
Masalah: intoleransi aktivitas beruhubungan dengan imobilitas Tabel 3.4 skoring keluarga Tn. N
No. Kriteria Skor Bobot Perhitungan Alasan/pembahasan
1. Sifat masalah Skala:
1 3/3x1=1 Tn. N mengatakan sakit kepala dan tengkuk yang
1. Aktual 3 terasa berat mengganggu
2. Resiko 2 aktivitasnya, serta pusing
3. Keadaan
sejahtera/diagnosis
1 karena susah tidur dan
klien membutuhkan
sehat bantuan untuk melakukan
aktivitas 2. Kemungkinan masalah
dapat diubah
2 1/2x2=1 Tn. N mengatakan susah- susah mudah untuk tidak Skala :
1. Mudah 2
melakukan aktivitas berat
2. Sebagian 1
3. Tidak dapat 0 3. Potensi masalah untuk
dicegah
1 2/3x1=0,67 Keluarga cukup mampu memberikan kebutuhan
Skala: yang dibutuhkan oleh Tn.
1. Tinggi 3 N
2. Cukup 2
3. Rendah 1
4. Menonjolnya masalah Skala:
1 1/2x1=0,5 Keluarga mengetahui klien kesusahan
1. Masalah dirasakan 2 melakukan aktivitas
dan harus segera ditangani
2. Ada masalah, tapi 1 tidak perlu ditangani 3. Masalah tidak
dirasakan
0
Jumlah skor 3,17
Masalah : Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar infromasi.
No. Kriteria Skor Bobot Perhitungan Alasan/pembahasan
1. Sifat masalah 1 2/3x1=0,6 Resiko:
Skala: Klien dan keluarga belum
1. Aktual 3 paham betul tentang
2. Resiko 2 hipertensi mengenai
3. Keadaan 1 penyebab, tanda dan
sejahtera/diagnosis gejala serta
sehat pencegahanya.
2. Kemungkinan masalah 2 1/2x2=1 Mudah:
dapat diubah Dengan memberikan
Skala : pendidikan kesehatan
1. Mudah 2 tentang hipertensi dan
2. Sebagian 1 dapat menambah
3. Tidak dapat 0 pengetahuan klien dan
keluarga
3. Potensi masalah untuk 1 3/3x1=1 Cukup:
dicegah Masalah pengetahuan
Skala: tentang hipertensi dapat
1. Tinggi 3 diatasi dengan
2. Cukup 2 mempelajari apa itu
3. Rendah 1 hipertensi, penyebab,
4. Menonjolnya masalah Skala:
tanda dan gejala serta pencegahannya
1 1/2x1=1/2 Masalah tidak
dirasakan:
1. Masalah dirasakan 2 Keluarga mengetahui
dan harus segera bahwa klien mengalami
ditangani hipertensi, tetapi tidak
2. Ada masalah, tapi 1 merasakan masalah
tidak perlu keperawatan tersebut.
ditangani
3. Masalah tidak 0 dirasakan
Jumlah skor 3,1
3.4 Diagnosa Keperawatan
Tabel 3.5 Diagnosa Keperawatan
No Tanggal Muncul Diagnosa Keperawatan Tanggal Teratasi Tt 1. 08 Maret 2021 intoleransi aktivitas
berhubungan dengan imobilitas
10 Maret 2021
2. 08 Maret 2021 Defisit pengetahuan 10 Maret 2021
3.5 Intervensi Keperawatan
NO DX
KEPERAWATAN
Tabel 3.6 Intervensi
LUARAN INTERVENSI
1 Intoleransi aktifitas berhubungan dengan Imobilitas
Luaran Utama 1. Toleransi aktivitas
Setelah dilakukan intervensi selama 48 jam, maka toleransi aktivitas menurun dengan kriteria hasil:
a) Frekuensi nadi dari 120x/menit menjadi 100x/menit
b) Kesusahan melakukan aktivitas sehari- hari menjadi bisa melakukan aktivitas sehari-hari
c) Kecepatan jalan dari yang dibantu menjadi meningkat
d) Jarak berjalan yang masih dibantu menjadi bias berjalan sendiri
e) Toleransi dalam menaiki tangga menjadi meningkat
f) Keluhan lelah dari yang Lelah menjadi menurun
g) Tekanan darah 160/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg
Intervensi Utama 1. Manajemen Energi
Tindakan Observasi
a. Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
b. Monitor kelelahan fisik dan emosional c. Memonitor pola dan jam tidur
d. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Teraupetik
a. Sediakan lingkungan yang nyaman dan rendah stimulus (mis. Cahaya, suara, kunjungan ) b. Lakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif c. Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan d. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat
berpindah atau berjalan Edukasi
a. Anjurkan tirah baring
b. Ajurkan melakukan aktivitas secara bertahap c. Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan
gejala kelelahan tidak berkurang
d. Ajarkan strategi koping untuk mengurangi kelelahan Kolaborasi
a. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan
2 Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
Luaran Utama
1. Tingkat Pengetahuan
Setelah dilakukan intervensi selama 48 jam, maka tingkat defisit pengetahuan meningkat dengan kriteria hasil:
a) Perilaku sesuai anjuran meningkat b) Kemampuan menjelaskan pengetahuan
tentang suatu topik meningkat
c) Kemampuan mengambarkan pengalaman sebelumnya yang sesuai topik meningkat d) Perilaku sesuai dengan pengetahuan
meningkat
e) Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi menurun
f) Perilaku membaik
Intervensi Utama 2. Edukasi Kesehatan
Observasi
a. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
b. Identifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup bersih dan sehat Terapeutik
a. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
b. Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan
c. Berikan kesempatan untuk bertanya Edukasi
a. Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
b. Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
c. Ajarkan stratergi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat
3.6 Implementasi Keperawatan
Tabel 3.7 Implementasi No Hari,
tgl/Jam
No. Dex.
Kep
Implementasi Ttd
1. Senin, 08 Maret
1 1. Mengukur TTV TD : 170/100mmhg 2021
09.00
09.30
09.40
10.00
10.15 10.30
N : 83x/menit RR : 20x/menit S : 36 ◦C
Respon: klien mau untuk dilakukan pemeriksaan 2. Monitor kelelahan fisik dan emosional (seperti saat
akan berjalan ke kamar mandi atau hanya sekedar jalan)
Respon: pasien terkadang mengalami kesusahan ketika akan berjalan sendiri
3. Memonitor pola dan jam tidur Tidur siang : 2-3 jam
Tidur malam : ±6-7 jam
Respon: pasien menjawab alasannya karena sering terbangun karena sakit dan sering juga tidak bias tidur karena pusing
4. Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
Respon: klien menjawab lehernya terasa tegang dan itu mengganggu aktivitas
5. Memberikan aktivitas distraksi (seperti menceritakan suatu keadaan atau juga bias memutar lagu yang disuka)
Respon: klien mengerti dan mengikuti
6. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap Respon: klien mengerti dan menyetujui
2. Senin, 08 Maret 2021 09.40
10.20
10.40
11.00
2 1. Mengukur TTV TD : 160/100mmhg N : 83x/menit RR : 20x/menit S : 36 ◦C
Respon : pasien mau dilakukan pemeriksaan 2. Memberikan pendidikan kesehatan
3. Menjelaskan kepada klien dan keluarga tentang penyakit hipertensi
Respon: Keluarga dan klien memperhatikan saat diberi penjelasan
2. Menganjurkan untuk memposisikan klien dengan senyaman mungkin
Respon: Klien mengatakan nyaman dengan posisinya 3. Menjelaskan faktor resiko yang dapat mempengaruhi
kesehatan pasien (seperti stress, bb berlebih, konsumsi garam berlebih)
11.15
Respon: keluarga dan klien tampak menyimak apa yang dijelaskan
4. Mendiskusikan cara perawatan atau pola hidup yang sehat untuk klien
Respon: Keluarga mampu mengatur pola hidup sehat untuk klien
5. Menganjurkan kepada keluarga untuk memberi dukungan kepada anggota keluarga yang sakit
Respon: Keluarga mengikuti hal yang dianjurkan oleh perawat
6. Menganjurkan kepada keluarga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke palayanan kesehatan terdekat
Respon: Keluarga mengikuti hal yang dianjurkan oleh perawat
11.30
11.35
3. Selasa, 09 1 1. Mengukur TTV Maret
2021
TD : 180/100mmhg N : 83x/menit
09.00 RR : 20x/menit
S : 36 ◦C
Respon: pasien mau ketika mau diperiksa
09.45 2. Fasilitasi duduk di sisi tempat tidur, jika tidak dapat berpindah atau berjalan
Respon: pasien akan melakukan duduk di sisi tempat tidur ketika pasien terasa pusing atau leher ketika terasa kaku
3. Anjurkan keluarga untuk memberikan tempat yang
11.45 nyaman bagi pasien
Respon: keluarga mengerti dan mrsepon 12.00 4. Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
Respon: pasien mau melakukan seperti berjalan pelan- pelan
5. Memonitor pola dan jam tidur
12.30 Tidur siang : 2-3 jam
Tidur malam : ±6-7 jam
Respon: pasien menjawab alasannya karena sering terbangun karena sakit dan sering juga tidak bias tidur karena pusing
6. Sediakan lingkungan yang nyaman (seperti
12.35 lingkungan, cahaya, suara)
Respon: keluarga pasien memindahkan tempat tidur pasien karena kamar pasien yang semula dekat dengan tempat pengrajin kayu yang ramai
7. Berikan aktivitas distraksi yang menenangkan
12.40 Respon: pasien terlihat fokus dan menjalankan apa yang diajarkan atau diminta
4. Selasa, 09 Maret 2021
09.50
10.00
10.20
11.00
11.15
2 1. Mengukur TTV
TD : 180/100mmhg N : 83x/menit RR : 20x/menit S : 36 ◦C
Respon: pasien mau ketika mau diperiksa
2. Mendiskusikan cara perawatan atau pola hidup yang sehat untuk klien
Respon: Keluarga mampu mengatur pola hidup sehat untuk klien
3. Menganjurkan klien untuk mengonsumsi obat setiap hari bukan hanya saat pasien merasa sakit
Respon: Keluarga mengikuti hal yang dianjurkan perawat
4. Menganjurkan klien untuk tidak beraktivitas terlalu berat
Respon: Klien tidak melakukan aktivitas berat
5. Menganjurkan kepada keluarga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke palayanan kesehatan terdekat
Respon: Keluarga mengikuti hal yang dianjurkan perawat
3.7 Evaluasi
Tabel 3.8 Evaluasi
No Tanggal Diagnosa
Keperawatan
Evaluasi TT
1 Senin, 08 Maret 2021
Intoleransi berhubungan Imobilitas
aktifitas dengan
S:Klien mengatakan sulit melakukan aktivitas karena lehernya terasa sakit dan suka terbangun ketika tidur
O:Klien nampak senang melakukan aktivitas distraksi dan dapat mengalihkan perhatian pasien TTV:
TD: 160/100 mmHg Nadi : 110x/menit, RR: 20x/menit, S: 36.5°C
A:Masalah keperawatan intoleransi
aktivitas teratasi
sebagian.
P:Lanjukan intervensi 1.Monitor pola tidur klien Senin, 08
Maret 2021
Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
S: Keluarga dan klien mengatakan belum mampu memahami masalah kesehatan klien
O: Keluaga dan klien masih terlihat bingung dan banyak bertanya tentang apa yang dijelaskan TTV :
TD :140/100 mmHg Nadi : 110/menit RR : 20/menit S : 36C
A: Masalah teratasi sebagian P: Lanjutkan intervensi
1. Menganjurkan kepada keluarga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke palayanan kesehatan terdekat
2. Memotivasi keluarga untuk memberi dukungan pada pasien 2 Selasa, 09
Maret 2021
Intoleransi aktifitas berhubungan dengan Imobilitas
S: Klien mengatakan sudah dapat bergerak secara bertahap ketika sakit itu muncul tiba-tiba dan klien sudah mulai terbiasa
O: Klien juga mempraktekkan duduk di sisi tempat tidur, pasien juga sudah mendapatkan tempat yang nyaman dan pasien juga sering melakukan aktivitas distraksi TTV:
TD: 160/100 mmHg, Nadi : 100x/menit, , RR: 20x/menit, S : 36°C
A: Masalah keperawatan intoleransi aktivitas teratasi sebagian P: hentikan intervensi
Selasa, 09 Maret 2021
Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
S: Keluarga dan klien mengatakan sudah mulai mampu memahami masalah kesehatan klien O: Keluaga dan klien mengatakan
mampu memahami masalah kesehatan klien
TTV :
TD :160/100 mmHg N : 100/menit RR : 20/menit S : 36.6C
A: Masalah teratasi sebagian P: hentikan intervensi
BAB 4 PEMBAHASAN
Dalam pembahasan ini penulis akan menguraikan tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dan tinjauan kasus dalam asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosa medis Hipertensi di Desa Bendungan Kraton Kabupaten Pasuruan yang meliputi pengkajian, intervensi, implementasi, dan evlauasi.
4.1 Pengkajian
Pengkajian merupakan suatu tahapan dimana perawat mengambil data ditandai dengan pengumpulan informasi terus menerus. Pengumpulan data berasal dari beberapa sumber seperti wawancara, observasi, dan fasilitas rumah yang dimiliki. Sesuai dengan teori yang dijabarkan diatas, penulis melakukan pengkajian pada Tn. N dengan menggunakan format pengkajian KMB individu melalui metode wawancara, observasi, serta pemeriksaan fisik untuk menambah data yang diperlukan.
Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 10 Maret 2021 klien bernama Tn. N dengan umur 54 tahun berjenis kelamin laki-laki menunjukkan mengalami masalah kesehatan yaitu dimana klien tampak menyeringai karena terjadi nyeri pada kepala sampai tengkuk leher yang mengakibatkan klien kesusahaan melakukan aktivitas, dan didapatkan hasil pemeriksaan fisik:
tekanan darah: 160/ 100 mmHg, suhu : 36,2°C, nadi : 120x/menit, dan RR : 20x/menit.
Tn. N mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit turunan hipertensi, namun klien beserta keluarga mengatakan kurang paham betul mengenai masalah kesehatan yang dialami Tn. N sehingga dengan hal ini dapat memperparah kondisi kesehatan Tn. N. Pada pengkajian tidak mengalami kesenjangan antara tinjauan pustaka dan tinjuan kasus, dikarenakan klien mengalami tanda dan gejala penyakit hipertensi seperti sering sakit pada kepala, serta tekanan darah diatas kisaran normal.