• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.4 Kerangka Pemikiran Teoritis Dan Pengembangan Hipotesis

Sinta Novianti, dan Deannes Isynuwardhana, 2021

Leverage, dan Kepemilikan institusional

keuangan.

2.4.2 Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Hubungan keagenan merupakan kontrak kerjasama yang terjadi antara prinsipal (pemilik saham, investor) dan agen (manajemen), dimana prinsipal memberikan wewenang atas keputusan perusahaan kepada agen. Hal ini sering menjadi penyebab terjadinya konflik kepentingan, pemilik saham berharap manajemen dapat memperoleh keuntungan besar bagi para pemilik saham, namun manajemen memiliki keinginan untuk memperoleh keuntungan bagi diri sendiri (Danuta & Wijaya, 2020). Konflik kepentingan ini dapat menimbulkan manajemen melakukan tindakan curang atau manipulasi demi kepentingan sendiri dan tanpa sepengetahuan pemilik saham.

Kepemilikan manajemen merupakan kepemilikan saham oleh manajer, dimana manajer merupakan pihak yang memiliki hubungan dalam pengambilan keputusan ekonomi perusahaan. Dengan adanya kepemilikan manajer maka bisa mengurangi tindak kecurangan yang mungkin dilakukan manajer. Penyusunan laporan keuangan oleh manajemen juga akan dilakukan secara tepat, hal ini untuk memenuhi kepentingan perusahaan dan kepentingan manajemen itu sendiri.

Penelitian milik Arista et al. (2018), dan Yendrawati & Hidayat (2021) telah membuktikan bahwa ada pengaruh positif antara kepemilikan manajerial pada integritas laporan keuangan. Sesuai penjelasan diatas, hipotesis yang dirumuskan yaitu :

H2 : Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

2.4.3 Pengaruh Komite Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan Dewan komisaris membentuk komite audit agar membantu mengawasi proses audit yang dilaksanakan oleh audit eksternal maupun internal, memastikan bahwa audit telah memenuhi standar dan kebijakan pelaporan keuangan, dan melakukan pengamatan ulang atas laporan keuangan agar sesuai standar keuangan (Yendrawati & Hidayat, 2021).

Dengan adanya komite audit, merupakan upaya untuk meminimalisir kecurangan atau manipulasi informasi akuntansi, maka dari itu laporan dapat berintegritas. Penelitian yang dilakukan oleh Arista et al. (2018), dan Nizam et al.

(2022) telah membuktikan ada pengaruh positif antara komite audit terhadap integritas laporan keuangan. Sesuai dengan penjelasan diatas, hipotesis yang ditawarkan yaitu :

H3 : Komite audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

2.4.4 Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Anggota dewan komisaris yang independen disebut komisaris independen.

Bertujuan untuk melakukan perlindungan pemegang saham minoritas, menyeimbangkan pengambilan keputusan, dan menilai kinerja perusahaan secara independen. Fama dan Jensen (1983) menjelaskan peran komisaris independen ialah sebagai mediator pada konflik yang mungkin terjadi diantara pengawas

internal, ia memantau kebijakan yang dibuat oleh manajemen dan dapat memberi masukan kepada manajemen (Priharta, 2017).

Dengan adanya komisaris independen dalam perusahaan dengan peran sebagai pengawas kinerja manajemen dapat meminimalkan kemungkinan adanya manipulasi dalam penyusunan laporan oleh manajemen, sehingga laporan berintegritas tinggi.

Penelitian yang telah dilakukan Yendrawati & Hidayat (2021), Nizam et al. (2022) dan penelitian milik Arista et al. (2018) telah memberi bukti bahwa ada pengaruh positif antara komisaris independen terhadap integritas laporan keuangan. Sesuai dengan penjelasan diatas, hipotesis yang ditawarkan yaitu : H4 : Komisaris independen berpengaruh positif terhadap integritas laporan

keuangan.

2.4.5 Spesialisasi Industri Auditor Terhadap Integritas Laporan Keuangan Spesialisasi industri auditor merupakan bidang keahlian yang dimiliki auditor KAP, didapatkan karena mengikuti pelatihan khusus mengenai audit industri tertentu atau didapat dari pengalaman pada saat kegiatan audit yang dilakukan pada industri yang sama secara berulang.

Pengalaman dan pemahaman yang dimiliki auditor berpengaruh terhadap kualitas audit laporan keuangan perusahaan. Dengan adanya pengalaman dan pemahaman lebih luas pada industri yang sama, audior dapat memahami risiko audit, risiko bisnis, hingga pengendalian internal perusahaan, auditor juga mampu mendeteksi kecurangan dengan lebih baik (Yendrawati & Hidayat, 2021).

Sehingga perusahaan yang memiliki auditor dengan spesialis khusus dapat memberikan audit berkualitas tinggi dan laporan yang dihasilkan perusahaan bisa berintegritas tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Yendrawati & Hidayat (2021) telah membuktikan bahwa ada pengaruh positif antara spesialisasi industri auditor terhadap integritas laporan keuangan. Sesuai dengan penjelasan diatas, hipotesis yang ditawarkan yaitu :

H5 : Spesialisasi industri auditor berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

2.4.6 Pengaruh Audit Tenure Terhadap Integritas Laporan Keuangan Panjangnya masa kontrak kerjasama antara KAP dengan perusahaan kliennya disebut audit tenure. Lamanya kerjasama menyebabkan auditor mendapatkan pemahaman dan pengetahuan terkait bisnis klien dan resiko yang mungkin timbul dengan baik. Selain itu semakin lama auditor melakukan kerjasama dengan kliennya akan memunculkan hubungan yang dekat, hubungan ini dikhawatirkan dapat mengurangi independensi auditor dan dapat mempengaruhi auditor pada saat memberikan opininya. Sehingga perusahaan perlu melakukan pergantian auditor untuk menjaga kualitas audit dan independensi auditor. Terjaganya kualitas audit perusahaan dapat meningkatkan integritas.

Penelitian yang dilakukan oleh Wulandari et al. (2020) telah membuktikan bahwa ada pengaruh positif antara audit tenure terhadap integritas laporan keuangan. Sesuai dengan penjelasan diatas, hipotesis yang tawarkan yaitu :

H6 : Audit tenure berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

2.4.7 Pengaruh Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Kewajiban yang dimiliki entitas dapat dilihat melalui rasio laverage, karena rasio ini dapat menunjukkan besar jumlah kewajiban yang dipakai untuk memenuhi biaya aset dalam perusahaan (Danuta & Wijaya, 2020). Perusahaan memiliki nilai leverage tinggi akan memperoleh resiko keuangan yang tinggi juga, karena tingginya utang perusahaan untuk memenuhi biaya asetnya. Jika perusahaan memiliki pengaruh leverage yang besar, maka perusahaan harus mengungkapkan informasi keuangannya secara lebih luas karena kreditur juga memiliki hak untuk mengawasi jalannya operasi perusahaan. Sehingga perusahaan akan berupaya meningkatkan integritasnya..

Penelitian yang dilakukan oleh Novianti & Isynuwardhana (2021) telah membuktikan bahwa ada pengaruh positif antara leverage terhadap integritas laporan keuangan. Sesuai dengan penjelasan diatas, hipotesis yang tawarkan yaitu:

H7 : Leverage berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

Dokumen terkait