• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Data

4.2.6. Uji Signifikan Parameter Individual (Uji Statistik t)

Uji t berguna untuk melihat model regresi yang digunakan untuk variabel bebas apakah memiliki pengaruh secara parsial terhadap variabel terikat (Ghozali, 2021). Hasil uji t ditunjukkan oleh tabel berikut :

Tabel 4. 12 Hasil Uji T

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig

B Std.

Error Beta

1 (Constant) 0,211 1,874 0,113 0,911

Kepemilikan

Instituional -1,649 1,269 -0,225 -1,300 0,200 Kepemilikan

Manajerial 15,832 4,856 0,431 3,261 0,002 Komite Audit -0,517 0,158 -0,458 -3,273 0,002 Komisaris

Independen 5,142 2,100 0,327 2,448 0,018

Spesialisasi Industri Auditor

0,010 0,589 0,002 0,018 0,986

Audit Tenure -0,092 0,118 -0,098 -0,781 0,438

Leverage 2,536 0,772 0,580 3,287 0,002

Sumber : Data sekunder yang diolah SPSS, 2023

Untuk membuktikan hipotesis penelitian, dilakukan uji parsial pada masing-masing variabel.

1. Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel kepemilikan institusional terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar -1,300 dengan signifikansi sebesar 0,200. Sehingga nilai signifikansi berada diatas 0,05 yang artinya bahwa kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 1 yang berbunyi “kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan”

ditolak.

2. Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel kepemilikan manajerial terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar 3,261 dengan signifikansi sebesar 0,002. Sehingga nilai signifikansi berada dibawah 0,05 yang artinya bahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 2 yang berbunyi

“kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan” diterima.

3. Pengaruh Komite Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel komite audit terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar -3,273 dengan signifikansi sebesar 0,002.

Sehingga nilai signifikansi berada dibawah 0,05 yang artinya bahwa komite audit memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 3 yang berbunyi “komite audit berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan” ditolak.

4. Pengaruh Komisaris Independen Terhadap Integritas Laporan Keuangan Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel komisaris independen terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar 2,448 dengan signifikansi sebesar 0,018. Sehingga nilai signifikansi berada dibawah 0,05 yang artinya bahwa komisaris independen memiliki pengaruh positif signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 4 yang berbunyi

“komisaris independen berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan” diterima.

5. Pengaruh Spesialisasi Industri Auditor Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel spesialisasi industri auditor terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar 0,018 dengan signifikansi sebesar 0,986. Sehingga nilai signifikansi berada diatas 0,05 yang artinya bahwa

spesialisasi industri auditor tidak memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 5 yang berbunyi “spesialisasi industri auditor berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan”

ditolak.

6. Pengaruh Audit Tenure Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel audit tenure terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar -0,781 dengan signifikansi sebesar 0,438.

Sehingga nilai signifikansi berada diatas 0,05 yang artinya bahwa audit tenure tidak memiliki pengaruh terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 6 yang berbunyi “audit tenure berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan” ditolak.

7. Pengaruh Leverage Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berdasarkan tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hasil pengujian secara parsial variabel leverage terhadap integritas laporan keuangan diperoleh nilai t sebesar 3,287 dengan signifikansi sebesar 0,002. Sehingga nilai signifikansi berada dibawah 0,05 yang artinya bahwa leverage memiliki pengaruh positif signifikan terhadap integritas laporan keuangan. Oleh karena itu hipotesis 7 yang berbunyi “leverage berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan” diterima.

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

4.3.1 Pengaruh Kepemilikan Institusional Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berpedoman hasil dari uji parsial, diperoleh t senilai -0,133 dan signifikan senilai 0,200 > 5 hal ini menunjukan bahwa kepemilikan institusional tidak mempengaruhi integritas laporan keuangan. Jika melihat rata-rata statistik deskriptifnya senilai 0,78236 dimana nilai ini relatif besar karena mendekati nilai maksimal. Artinya, besar atau kecil kepemilikan saham institusi tidak mempengaruhi integritas laporan keuangan.

Karena investor institusi mempercayakan seluruh keputusan perusahaan kepada manajer. Manajer dapat membuat keputusan yang bermanfaat bagi keberlangsungan perusahaan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Dibuktikan dalam lampiran 6, dari 58 data ada sebanyak 48 data yang memperoleh laba perusahaan yaitu sebanyak 90,22%. Sedangkan sisanya yaitu sebanyak 9,78% mengalami kerugian. Sehingga perusahaan yang memiliki kepemilikan saham institusional tinggi atau rendah pasti akan berupaya mempertahankan integritas laporan keuangan perusahaanya, baik oleh pemegang saham atau manajemennya agar perusahaan memiliki kinerja baik dan disusun laporan sesuai keadaan yang sebenarnya terjadi. Studi ini sesuai dengan penelitian Priharta (2017) dan Ramadani & Triyanto (2020) yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap integritas laporan keuangan.

4.3.2 Pengaruh Kepemilikan Manajerial Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Berpedoman hasil dari uji parsial, didapat t seniali 3,261 dan signifikan senilai 0,002 < 0,05 memberi hasil kepemilikan manajerial secara positif mempengaruhi integritas laporan keuangan. Jika melihat rata-rata statistik deskriptifnya senilai 0,01655 dimana nilai ini relatif kecil karena mendekati nilai minimum. Artinya semakin besar kepemilikan saham oleh manajerial menyebabkan semakin tinggi juga integritas. Sehingga, besar atau kecilnya saham manajerial akan berpengaruh terhadap integritas.

Manajer yang juga sekaligus pemegang saham akan melakukan tanggung jawabnya dengan baik, bertindak hati-hati dalam mengambil keputusan, dan akan berupaya dengan berbagai cara yang baik meningkatkan kinerja perusahaan demi mencegah kerugian dimasa depan (Arista et al., 2018). Karena manajer termasuk bagian dari pemegang saham Manajer maka akan bekerja sesuai kepentingan pemegang saham sehingga laporan yang dibuat akan punya integritas. Studi ini sesuai dengan milik Yendrawati & Hidayat (2021) dan Arista et al. (2018) yang menyatakan bahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan.

4.3.3 Pengaruh Komite Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan

Dokumen terkait