BAB II KAJIAN PUSTAKA 11
C. Kerangka Pikir
Pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan pemanfaatan objek lingkungan sekolah dapat merangsang daya kreativitas siswa, mengembangkan daya nalarnya, dan menimbulkan kesiapan mental siswa untuk melibatkan diri dalam situasi belajar. Selain itu, siswa dapat lebih mengenal lingkungannya, kekayaan alam, serta budaya yang dimiliki oleh daerah/bangsanya karena melihat objeknya secara langsung. Hasil pembelajaran pun berlangsung secara alamiah dan pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa.
Alam dan lingkungan sangat tepat digunakan dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Siswa perlu diajak mengunjungi tempat tertentu atau memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah. Setelah mengamati secara langsung alam dan lingkungannya, siswa dapat mengungkapkan isi jiwa, pengalaman, keyakinan, pendapat, penghayatan, dan imajinasinya dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alatnya untuk menghasilkan beberapa teks laporan hasil observasi.
Penelitian ini difokuskan pada pengembangan teks laporan hasil observasi melalui media lingkungan bukit SMA 1 Mallusetasi secara langsung terhadap alam dan lingkungan sekitar siswa. Hasil tulisan siswa yang berbentuk teks laporan hasil observasi dianalisis sehingga menghasilkan
temuan. Dari hasil temuan tersebut dapat disimpulkan tentang efektivitas penggunaan media lingkungan sekolah dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru Secara sistematis, kerangka pikir penelitian ini dapat digambarkan berikut ini:
Gambar 2.2. BAGAN KERANGKA PIKIR
Pembelajaran Bahasa
Menulis Teks Hasil Observasi
Penggunaan Media
Temuan
Efektif Tidak Efektif
Kelas Eksperimen Kelas kontrol
Analisis Data
Media lingkungan Media Konvensional
H. Hipotesis
Berdasarkan latar belakang dan kajian pustaka, yang dikemukakan di atas, maka dapat diajukan hipotetis sebagai jawaban sementara dalam penelitian ini adalah Penggunaan media lingkungan dalam menulis laporan hasil observasi lebih efektif daripada menulis laporan hasil observasi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru.
BAB III
METODE PENELITIAN A. Desain dan Jenis Penelitian
1. Desain Penelitian
Desain atau model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain The randomized pretest-postest control group design (rancangan tes awal-tes akhir kelompok kontrol dengan sampel acak).
Tabel 3.1 Desain Penelitian
Kelompok Pretes (T) Treatment (X) Postes (T)
E Tes
Kemampuan Awal (T1.1)
Pembelajaran menggunakan media lingkungan (X1)
Tes hasil belajar (T1.2)
K Tes
Kemampuan Awal (T2.1)
Pembelajaran menggunakan media konvensional (X2)
Tes hasil belajar (T2.2)
Sumber: Adaptasi dari Suryabrata (2013: 105-106) Keterangan:
E = kelompok eksperimen K = kelompok kontrol
T1.1 = tes awal pada kelompok eksperimen
T2.1 = tes awal pada kelompok kontrol X1 = Penerapan media lingkungan X2 = Penerapan media konvensional T1.2 = tes akhir pada kelompok eksperimen T2.2 = tes akhir pada kelompok kontrol
2. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat true eksprimental semu (eksprimen ). Penelitian eksprimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakukan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2012: 107). Dalam penelitian ini, peneliti memanipulasi variabel penelitian dengan maksud mengetahui apakah terdapat hasil yang berbeda dari perubahan variabel independen. Dengan kata lain, penelitian ini akan mengujicobakan media lingkungan dalam menulis teks laporan hasil observasi pada kelas eksprimen dan media konvensional pada kelas kontrol.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Baru Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Februari 2015 sampai dengan Apri 2015. Jangka waktu tersebut
meliputi beberapa tahap, yaitu (1) observasi awal (2) pengukuran awal kemampuan menulis laporan hasil observasi (pretest), (3) pengawasan dan perlakuan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dan (4) pengukuran akhir kemampuan menulis laporan hasil observasi (posttest). Pelaksanaan tindakan pada kelas eksperimen berbanding sejajar dengan kegiatan belajar pada kelas kontrol. Hanya saja yang menjadi pembeda adalah media pembelajaran. Kelas eksperimen menggunakan media lingkungan bukit SMANTAS SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru sedangkan kelas kontrol menggunakan media gambar.
Peneliti memilih lokasi SMA Negeri 1 Mallusetasi karena sekolah ini bagian ujung kelas terdapat bukit yang bisa dijadikan media pembelajaran menulis laporan hasil observasi.
C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Penelitian 1. Defenisi Operasional
Variabel dalam penelitian ini adalah penggunaan media lingkungan sebagai variabel bebas dan menulis teks laporan hasil observasi sebagai variabel terikat. Adapun defenisi operasinal variabel yang akan dioperasionalkan sebagai berikut:
1. media lingkungan adalah keberhasilan media lingkungan sebagai media pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi.
2 Menulis teks laporan hasil observasi adalah penulisan teks laporan dari hasil observasi lingkungan (bukit SMA Negeri 1 Mallusetasi).
2. Pengukuran Variabel penelitian
Variabel merupakan objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2013: 161). Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel, yaitu variabel bebas (independent variabel) dan variabel terikat (dependent variabel).
1. Variabel bebas (X) adalah media pembelajaran, yaitu penggunaan media lingkungan (X1) dan penggunaan media konvensional (gambar) (X2) dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi.
2. Variabel terikat (Y) adalah pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menggunakan media lingkungan bukit SMAN 1 Mallusetasi (Y1) dan menggunakan media konvensional (gambar) (Y2).
Sebelum diberikan perlakuan, terlebih dahulu diberikan pretes pada kelas eksperimen dan kontrol. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada kelompok tersebut. Selain pretes, juga dilakukan postes. Postes ini diberlakukan pada semua kelompok, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
Postes diberikan setelah diberikan perlakuan (treatment), yaitu pembelajaran dengan menggunakan media lingkungan sekolah pada
kelas eksperimen dan media konvensional (gambar) pada kelompok kontrol.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek dalam penelitian (Arikunto, 2013:
173). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru yang berjumlah 159 orang yang dibagi dalam enam kelas tahun ajaran 2014/2015.Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sekolah berupa rata-rata nilai siswa setiap kelas, bahwa siswa setiap kelas dibagi secara acak atau random (mempunyai karakteristik yang homogen). Lebih jelasnya, keadaan populasi dapat dilihat pada tabel 3.2
Tabel 3.2 Keadaan Populasi Siswa SMA Negeri 1 Mallusetasi
NO Kelas Jumlah Siswa
1. X 1 24
2. X 2 28
3. X 3 26
4. X 4 28
5. X 5 26
6. X 6 27
Total 159
Sumber : Bagian Tata Usaha SMA Negeri 1 Mallusetasi kabupaten Barru tahun ajaran 2014/2015
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila jumlah populasi besar dan peneliti tidak mungkin meneliti terhadap seluruh anggota misalnya, karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.
Setelah mengamati populasi penelitian ini cukup besar, maka perlu diadakan penarikan sampel atas dasar pengelompokan kelas yang bersifat homogen. Teknik penarikan sampel yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling. Dikatakan sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara langsung tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2012: 120).
Setelah diadakan penentuan sampel dengan menggunakan teknik random sampling, adapun kelas yang terpilih menjadi sampel, yaitu kelas kelas X1 dan Kelas X3. Kelas X1 dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas X3dijadikan sebagai kelas kontrol.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes tertulis dengan membuat teks laporan hasil observasi dengan media lingkungan untuk kelas eksprimen dan media konvensional
untuk kelas kontrol. Siswa kelas eksprimen diajak mengamati Bukit SMA Negeri 1 Mallusetasi untuk mencatat tumbuh-tumbuhan di sekitar bukit kemudian kembali ke dalam kelas menulis teks laporan hasil observasi berdasarkan observasi yang dilakukan. Sedangkan siswa kelas kontrol proses pembelajarannya tetap berlangsung di kelas dengan menggunakan media konvensional (gambar) untuk menulis teks laporan hasil observasi.
Adapun langkah-langkah (prosedur) pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi awal
2. Kegiatan awal (pretes)
Tes awal dilakukan sebelum treatment (perlakuan) dengan langkah- langkah sebagai berikut: (1) peneliti melakukan proses belajar mengajar tanpa pemanfaatan media lingkungan sekolah dan media konvensional dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dan (2) Siswa menulis teks laporan hasil observasi berdasarkan topik yang ditentukan oleh peneliti. Pretes dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh siswa sebelum mendapatkan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menggunakan media lingkungan.
Kegiatan pembelajaran ini dilakukan satu kali pertemuan.
3. Pemberian perlakuan (treatment)
Langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam pembelajaran ini, yaitu: (1) Peneliti menjelaskan mengenai teks laporan hasil observasi
yang mencakup pengertian dan hal-hal yang berkaitan dengan menyusun laporan khususnya teks laporan hasil observasi, (2) Kemudian siswa diajak untuk mengunjungi dan mengamati bukit lingkungan sekitar sekolah selama 20 s.d. 30 menit, dan (3) siswa kemudian kembali ke dalam kelas menulis teks laporan hasil observasi berdasarkan pengamatan yang dilakukan.
4. Tes akhir (Pos-tes)
Setelah treatment, tindakan selanjutnya adalah pos-tes untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi siswa. Test tersebut sama dengan soal pretes. Hanya saja pada tes ini siswa bebas memilih topik berdasarkan data yang mereka peroleh di lapangan.
5. Memberikan skor tes menulis.
Pada akhirnya peneliti melakukan kegiatan analisis data dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.
Hasil tulisan siswa diperiksa oleh dua orang. Pemeriksa dipilih berdasarkan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peneliti serta memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menulis teks laporan hasil observasi. Pemeriksa yang dipilih adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru, yaitu Sinarmawati, S.Pd, M.Pd, selaku pemeriksa kedua.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas dua.
Instrumen yang pertama berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menggunakan media lingkungan sekolah bukit SMAN 1 Mallusetasi , yaitu berupa rancangan penelitian.
Instrumen yang kedua, yaitu tugas menulis teks laporan hasil observasi, yakni berupa pedoman menulis laporan hasil observasi. Pedoman tersebut digunakan pada tes awal dan tes akhir, baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol.
Pembelajaran dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan pada setiap kelas. Pemberian perlakuan berbeda pada kelas kontrol dan eksperimen.
Kelas kontrol menggunakan media konvensional (media gambar) pada perlakuannya sedangkan untuk kelas eksperimen digunakan media lingkungan bukit SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru sebagai bentuk perlakuan terhadap peserta didik. Setiap pertemuan dilakukan dalam waktu 2 x 45 menit. Waktu yang digunakan disesuaikan dengan jam pelajaran pada sekolah bersangkutan.
G. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini, data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial.
Adapun prosedur pengolahan data yang digunakan adalah:
1. Analisis Statistik Deskriptif
Menurut Sugiyono (2012:147), statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data denfgan cara mendeskripsikan atau mennggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Adapun jenis analisis statistik deskriptif yang digunakan sebagai berikut:
a. Analisis Frekuensi
Analisis frekuensi digunakan untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang memeroleh nilai tertentu. Analisis frekuensi ini digunakan pada setiap tes baik itu pada tes awal dan tes akhir pada setiap kelas (kelas kontrol dan kelas eksperimen). Sebelum melakukan analisis frekuensi sebaiknya terlebih dahulu dibuat tabulasi skor siswa sebagai pedoman untuk membuat analisis frekuensi.
b. Analisis Persentase
Analisis persentase digunakan untuk mengetahui gambaran atau deskripsi masing-masing nilai tugas menulis teks laporan hasil observasi pada pretes (tes awal) pada setiap kelas yaitu kelas kontrol dan eksperimen dan nilai tugas menulis teks laporan hasil observasi pada postes (tes akhir) setelah pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi menggunakan media lingkungan pada kelas eksperimen dan pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi dengan menggunakan media konvensional (gambar) pada kelas kontrol. Nilai tersebut kemudian dijadikan acuan untuk menentukan persentase dan kategori keberhasilan siswa dalam menulis teks laporan hasil observasi. Adapun pedoman persentase dan kategorisasi nilai siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.3 Penentuan Patokan dengan Perhitungan Presentase Skala Lima No Interval Persentase
Tingkat Penguasaan
Nilai Ubah Skala Lima Keterangan
0-4 E-A
1 86-100 4 A Sangat tinggi
2 75-85 3 B Tinggi
3 56-74 2 C Sedang
4 10-55 1 D Rendah
5 0-9 0 E Sangat rendah
Adaptasi dari Nurgiyantoro (2012:253)
Berdasarkan pada pedoman tersebut, selanjutnya ditetapkan kelas interval untuk frekuensi masing-masing kelas. Setelah diperoleh interval kelas dapat diketahui kategori media lingkungan sekolah dan kategori tanpa
penggunaan media pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru dengan melihat tabel frekuensi total skor tugas menulis siswa tersebut.
Prosedur selanjutnya menghitung frekuensi sampel pada setiap kategori dengan menggunakan rumus:
% =
Keterangan:
% = Persentase
f = Frekuensi dalam satu kategori
N = Jumlah keseluruhan kasus dalam dalam distribusi c. Analisis rerata
Analisis rerata digunakan untuk memberikan deskripsi mengenai sifat-sifat kelompok (Borg dan Gall dalam Akidah, 2012: 68). Teknik ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui peringkat skor rerata untuk masing-masing variabel penelitian.
X = ∑
Keterangan:
X = Skor rerata x = Jumlah skor butir N = Jumlah sampel
2. Analisis Statistika Inferensial
Analisis statistik inferensial digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang diujikan. Sebelum melakukan analisis statistik inferensial, maka sebagai uji prasyarat dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan sistem Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20.0.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi yang diteliti terdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data hasil belajar dihitung menggunakan sistem Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20.0. Model perhitungan Kolmogorov-Smirno. Kriteria pengujian: apabila signifikansi (p) yang diperoleh lebih besar dari α = 0,05 maka data tersebut berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan sebaliknya.
b. Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas data hasil belajar dengan menggunakan sistem Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20.0. Kriteria pengujian yang digunakan adalah nilai signifikansi (p) yang diperoleh lebih besar dari α
= 0,05. Maka, data tersebut homogen.
c. Uji Hipotesis
Setelah data dinyatakan berdistribusi normal, maka memenuhi syarat dilakukan analisis statistik inferensial untuk menguji hipotesis dengan
menggunakan statistik uji t (Pairedsample t test) pada taraf signifikansi α = 0,05. Adapun kriteria pengujiannya adalah jika thitung ≤ ttabel maka H0 diterima, dan jika thitung > ttabel maka H0 ditolak, atau jika p-value > α maka H0 diterima, dan jika p-value < α maka H0 ditolak. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan sistem Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 20.0.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pada bab ini, dipaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan akan dibahas secara terinci berdasarkan data yang diperoleh di lapangan.
Berdasarkan data hasil penelitian ini, diperoleh dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok kontrol (kelas kontrol) yaitu kelas X 3 dan kelompok kedua adalah kelompok eksperimen (kelas eksperimen) yaitu kelas X 1 SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru. Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif kuantitatif yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka untuk mengetahui keefektifan media lingkungan dalam pembelajaran menulis laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru.
Data dalam penelitian ini meliputi: (1) deskripsi data hasil menulis laporan hasil observasi dengan menggunakan media lingkungan, (2) deskripsi data hasil menulis laporan hasil observasi dengan menggunakan media gambar (konvensional), (3) uji prasyarat analisis data, (4) keefektifan penggunaan media lingkungan dalam pembelajaran menulis laporan hasil observasi siswa kelas X SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis
statistik deskriptif dan analisisis statistik inferensial jenis uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t program SPSS 20 Windows. Penyajian hasil analisis terdiri atas dua, yaitu penyajian data nilai siswa kelas kontrol dan nilai siswa kelas eksperimen. Sesuai dengan penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik acak dengan teknik penentuan sampel yaitu simple random sampling. Maka, diperoleh kelas X 3 sebagai kelas kontrol dan X 1 sebagai kelas eksperimen. Kelas kontrol dibiarkan berjalan seperti biasanya dalam artian dalam pembelajaran yang biasanya dilakukan oleh guru yakni pembelajaran secara konvensional yang dilakukan oleh guru dalam kelas, sedangkan kelas eksperimen mendapat perlakuan baru berupa penggunaan media lingkungan sekolah yang diterapkan oleh peneliti. Adapun penyajiannya sebagai berikut:
1. Deskripsi Hasil Menulis Teks Laporan Hasil Observasi (Kelas Kontrol) Kelas kontrol merupakan kelas yang diajar menulis teks laporan hasil observasi dengan cara konvensional yang biasa dilakukan oleh guru dengan pembelajaran menggunakan media gambar. Data yang diperoleh pada siswa kelas X 3 terdiri atas data hasil pretes yang diperoleh sebelum siswa diberikan perlakuan dan data hasil postes yang diperoleh setelah siswa mendapatkan perlakuan sesuai dengan perlakuan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada saat pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Hasil belajar siswa pada pretes dan postes digambarkan melalui analisis statistik deskriptif.
a. Analisis Data Pretes
Berdasarkan hasil analisis data pretes dengan 26 orang siswa yang dianalisis menggambarkan bahwa tidak ada seorang siswa yang mendapat nilai maksimal (100). Nilai tertinggi yang diperoleh siswa yaitu 80 hanya diperoleh satu orang siswa (3,8%), sedangkan nilai terendah yaitu 61 yang diperoleh satu orang siswa (3,8%). Berdasarkan hal tersebut, uraian data perolehan nilai tertinggi sampai nilai terendah beserta frekuensinya dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Pretes Kelas Kontrol
No. Nilai Siswa Frekuensi Persentase (%)
1. 61 1 3,8
2. 63 2 7,7
3 65 1 3,8
4. 66 2 7,7
5. 67 3 11,5
6. 68 1 3,8
7. 69 1 3,8
8. 70 2 7,7
9. 71 2 7,7
10. 72 2 7,7
11. 73 3 11,5
12. 74 1 3,8
13. 75 1 3,8
14. 76 2 7,7
15 78 1 3,8
16. 80 1 3,8
Jumlah 26 100
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa nilai tertinggi hingga nilai terendah yang diperoleh siswa yaitu: siswa yang mendapat nilai tertinggi yaitu 80 hanya diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 78 hanya diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 76 diperoleh dua orang siswa (7,7); siswa yang mendapat nilai 75 diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 74 diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 73 diperoleh tiga orang siswa (11,5%); siswa yang mendapat nilai 72 diperoleh dua orang siswa (7,7%);
siswa yang mendapat nilai 71 diperoleh dua orang siswa (7,7%); siswa yang mendapat nilai 70 diperoleh dua orang siswa (7,7%); siswa yang mendapat nilai 69 diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 68 diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 67 diperoleh
tiga orang siswa (11,5%); siswa yang mendapat nilai 66 diperoleh dua orang siswa (7,7%); siswa yang mendapat nilai 65 diperoleh satu orang siswa (3,8%); siswa yang mendapat nilai 63 diperoleh dua orang siswa (7,7%);
siswa yang mendapat nilai 61 diperoleh satu orang siswa (3,8%). Frekuensi perolehan nilai hasil pretes tersebut dapat ditunjukkan pada diagram berikut:
Gambar 4.1 Diagram Batang Frekuensi Perolehan Nilai Hasil Pretes Kelas Kontrol
Berdasarkan perolehan nilai, frekuensi, dan persentase pada tabel 4.1, selanjutnya nilai-nilai tersebut dideskripsikan berdasarkan kategori nilai. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.2 Frekuensi Total Nilai Hasil Pretes Kelas Kontrol
Interval Frekuensi Persentase (%) Kategori 86 - 100
- - Baik Sekali
75 -85
5 19,2 Baik
56 - 74
21 80,8 Cukup
10 - 55 - - Kurang
0 - 9 - - Sangat Kurang
Jumlah 26 100
Adaptasi dari Nurgiantoro (2012:253)
Berdasarkan klasifikasi nilai hasil pretes pada kelas kontrol pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa tidak seorang pun siswa yang memeroleh nilai pada kategori Baik sekali. Siswa berada pada kategori baik diperoleh 5 orang siswa (19,2%); dan siswa berada pada kategori cukup diperoleh 21 orang siswa (80,8%). Berdasarkan pada tabel di atas, nilai hasil pretes menulis teks
laporan hasil observasi pada kelas kontrol siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru berada pada kategori cukup.
Berdasarkan dengan perolehan nilai siswa maka dilakukan analisis statistik deskriptif untuk mendapatkan nilai rata-rata (mean), median, modus, standar deviasi, variance, range, nilai tertinggi, dan nilai terendah, data hasil pretes menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Mallusetasi. Untuk lebih lebih jelasnya, rangkuman karakteristik distribusi nilai yang diperoleh siswa ditunjukkan pada tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3 Karakteristik Rangkuman Nilai Statistik Deskriptif Hasil Pretes Kelas Kontrol
No. Statistik Nilai Statistik
1. Jumlah sampel 26
2. Rata-rata (mean) 70,23
3. Median 70,50
4. Modus 73 dan 67
5. Standar Deviasi 4,81
6. Variance 23,22
7. Range 19
8. Nilai tertinggi (Maksimum) 80
9. Nilai terendah (Minimum) 61
Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui bahwa data hasil pretes kelas kontrol dari 26 jumlah sampel nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 70,23; median yaitu 70,50; modus yaitu 73 dan 67; standar deviasi yaitu 4,81;
variance yaitu 23,22; range yaitu 19; nilai tertinggi yaitu 80; dan nilai terendah yaitu 61. Berdasarkan uraian data hasil pretes pada kelas kontrol tersebut maka disimpulkan bahwa nilai yang dapat dicapai oleh siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru pada menulis teks laporan hasil observasi sebelum diberikan perlakuan berada pada rentang nilai 61 sampai dengan nilai 80.
Selanjutnya, nilai tersebut kemudian dikonfirmasikan ke dalam Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah di SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru untuk mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas X yaitu 75. Sesuai dengan nilai perolehan siswa pada data hasil pretes pada kelas kontrol dalam menulis teks laporan hasil observasi yang dikonfirmasikan terhadap nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka dapat dikonversikan ke dalam tabel klasifikasi tingkat kemampuan siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4 Distribusi dan Persentase Kriteria Ketuntasan Hasil Pretes Kelas Kontrol
No. Perolehan nilai Frekuensi Persentase
1. ≥ 75 5 19,2%
2. ≤ 75 21 80,8%
Jumlah 26 100%
Berdasarkan pada tabel 4.4 dapat dikemukakan bahwa tingkat kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada hasil pretes kelas kontrol siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru dapat dikatakan belum memadai karena terdapat 5 orang siswa (19,2%) dari 26 orang siswa berada pada kategori tuntas atau mencapai Krieteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75, sedangkan siswa yang belum tuntas atau belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebanyak 21 orang siswa (80,8%). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa SMA Negeri 1 Mallusetasi Kabupaten Barru untuk hasil pretes pada kelas kontrol belum memadai apabila dikonfirmasikan dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang sudah ditetapkan oleh pihak sekolah pada mata pelajaran bahasa Indonesia