BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS
B. Kerangka Pikir
Bagan 2.1 Kerangka Pikir Penerapan Media Big Book C. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan latar belakang dan kerangka pikir di atas, maka hipotesis tindakan penelitian ini adalah jika media Big Book diterapkan dengan baik, maka keterampilan membaca dalam pembelajaran Bahasa Indonesia murid di kelas II SD Negeri 153 Walimpong Kec. Marioriwawo Kab. Soppeng dapat meningkat.
Kondisi Awal
Proses belajar mengajar menggunakan media
big book Proses belajar mengajar belum
menggunakan media big book
1. Siswa kurang aktif dalam proses belajar mengajar
2. Siswa pasif dalam pembelajaran
Tindakan Siklus 1
Siklus 2 menggunakan media big book
Kondisi Akhir Hasil
29 1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif diungkapkan Hammersley, 1990 (Emzir, 2015:149) ada tiga prinsip yang digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu: 1) naturalisme, 2) pemahaman, 3) Penemuan.
Penggunaan pendekatan kualitatif ini untuk mengkaji apakah dengan menggunakan media big book dapat meningkatkan keterampilan membaca murid kelas II SD Negeri 153 Walimpong.
2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat deskriptif.
Hardjodipuro (2014:20) mengemukakan bahwa:
Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebutdan agar mau untuk mengubahnya.
PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara professional.
Tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah untuk mengubah perilaku murid di dalam kelas, dan meningkatkan mutu pembelajaran dan mengatasi
permasalahah secara langsung melalui tindakan dan refleksi diri yang didasarkan pada hasil kajian dalam konteks pembelajaran di kelas.
B. Setting dan Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan di kelas II SD Negeri 153 Walimpong selama dua bulan. Kondisi kelas tergolong baik sehingga memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar, namun masih terdapat kekurangan seperti kurangnya buku-buku yang relevan dengan materi pelajaran dan kurangnya media yang digunakan di dalam kelas. Alasan calon peneliti memilih sekolah ini karena rendahnya hasil belajar murid khususnya dalam membaca.
2. Subjek Penelitian
Subjek dari penelitian ini adalah murid kelas II SD Negeri 153 Walimpong, dengan sasaran utama meningkatkan keterampilan membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan media pembelajaran big book.
Adapun jumlah murid kelas II sebanyak 8 orang dengan rincian 4 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.
C. Fokus Penelitian
1. Penerapan Media Big Book
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
b. Guru menyajikan materi pembelajaran Bahasa Indonesia
c. Memberikan kesempatan kepada murid untuk terlibat dalam kegiatan membaca bersama-sama
d. Memungkinkan semua murid melihat tulisan yang sama ketika guru membacakan tulisan tersebut
e. Memungkinkan murid secara bersama-sama dalam memberi makna pada setiap tulisan yang ada dalam media big book.
f. Memberikan kesempatan kepada murid yang lambat membaca untuk mengenali tulisan dengan bantuan guru dan teman-teman lainya.
g. Dapat diselingi percakapan yang relavan mengenai isi cerita bersama siswa sehingga topik bacaan semakin berkembang sesuai pengalaman dan imajinasi murid.
2. Hasil Belajar
Melihat peningkatan keterampilan membaca murid pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media big book.
D. Rancangan Penelitian
Rancangan tindakan merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga calon peneliti akan dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan model siklus atau berdaur. Secara garis besar prosedur penelitian tindakan mencakup empat taraf menurut Arikunto (2014:131) mengemukakan bahwa “secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui dalam PTK yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi”.
Bagan alur tindakan dalam penelitian ini, sebagai berikut:
Bagan 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas oleh Arikunto (2014: 137) Berdasarkan pada tahap pelaksanaan penelitian tindakan kelas yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, maka keempat tahap tersebut akan diuraikan sebagai berikut:
1. Perencanaan tindakan
Langkah-langkah dalam perencanaan tindakan ini adalah:
a. Menyamakan persepsi antara guru dan calon peneliti tentang media pembelajaran.
Refleksi SIKLUS I
Perencanaan
Pelaksanaan
Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan
Pengamatan
Hasil Kesimpulan
Pengamatan
Perencanaan
b. Secara kolaboratif menyusun tindakan penelitian.
c. Menentukan bahan dan media pembelajaran yang akan digunakan.
d. Menyusun rambu-rambu instrumen data keberhasilan guru dan siswa.
2. Pelaksanaan tindakan
Tahap pelaksanaan tindakan merupakan implementasi dari rencana tindakan yang telah disusun secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas II dengan menerapakan kegiatan-kegiatan yang termuat dalam penerapan media big book.
a. Siklus Pertama
1) Guru dan peneliti melakukan tindakan pembelajaran.
2) Peneliti mengadakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus.
3) Melakukan penilaian terhadap keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
4) Mengadakan refleksi untuk menentukan tindakan berikutnya berdasarkan objek yang diobservasi pada siklus berjalan.
b. Siklus Kedua
1) Peneliti dan guru menyusun rencana pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan pokok bahasan.
2) Menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran yang direncanakan.
3) Melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran berdasarkan hasil refleksi.
3. Pengamatan (observasi)
Observasi dilakukan pada saat poses pembelajaran dengan menggunakan format observasi yang telah dirancang sebelumnya yang ditujukan kepada aktivitas murid. Hasil dari format tersebut akan mencerminkan keaktifan murid dalam kegiatan pembelajaran.
4. Refleksi
Akhir dari siklus ini adalah melakukan kegiatan refleksi atau perenungan terhadap hasil yang telah dicapai pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Refleksi mengacu pada hasil pengamatan tentang aktivitas murid.
E. Sumber, Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data 1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data diperoleh.
Sumber data dalam penelitian ini ada dua yaitu:
a. Sumber Data Primer, yaitu Sumber pertama dimana sebuah data dihasilkan.
Sumber data primer dalam penelitian ini adalah wawancara dengan guru kelas II SD Negeri 153 Walimpong Kec. Marioriwawo Kab. Soppeng.
b. Sumber Data Sekunder, yaitu sumber data kedua sesudah sumber data primer.
Jenis data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) Aktivitas, 2) Tempat/lokasi, 3) Dokumentasi/arsip. Sumber data primer dan sekunder diharapkan dapat berperan membantu mengungkapkan data yang diharapkan.
2. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
a. Observasi
Observasi adalah pengamatan langsung kepada objek yang diteliti.
Observasi merupakan metode atau cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan mengamati individu atau kelompok secara langsung.
Observasi dilakukan untuk mengamati proses belajar dan kesesuaian antara pelaksanaan tindakan dan perencanaan yang telah disusun dan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan tindakan dapat menghasilkan perubahan yang sesuai dengan yang dikehendaki.
Keuntungan observasi di antaranya: a) dapat menjaring data secara intensif, b) analisis dan pengujian kembali, c) diperoleh gambaran data yang menyeluruh dan lebih akurat, d) dapat dilakukan sesudah wawancara, e) data observasi diperoleh secara langsung dengan mengamati kegiatan siswa dalam situasi tertentu sehingga lebih obyektif dan sesuai dengan keadaan fakta yang diperlukan. Selain mempunyai keutungan, teknik observasi ini juga mempunyai kelemahan yaitu: dalam kondisi tertentu, observasi memerlukan biaya yang sangat besar, sulit dijangkau serta bergantung pada tempat dan lokasi.
b. Tes Membaca
Tes adalah alat pengukuran berupa pertanyaan, perintah dan petunjuk yang ditunjukkan kepada siswa untuk mendapatkan respon sesuai dengan petunjuk. Tes
juga merupakan suatu cara mengumpulkan data dengan memberikan tes kepada obyek yang diteliti. Tes dilakukan untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar murid.
Tes diujikan setelah siswa memperoleh sejumlah materi sebelumnya dan pengujian dilakukan untuk mengetahui penguasaan murid atas materi tersebut.
Tes dinilai berdasarkan respon yang diberikan untuk mengukur karakteristik tertentu dari objek yang diteliti.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu mengumpulkan data dengan melihat atau mencatat suatu laporan yang sudah tersedia. Dokumentasi ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian yang meliputi buku yang relevan, peraturan, laporan kegiatan, foto serta data yang relevan dengan penelitian.
Alasan dokumen dijadikan sebagai alat data untuk membuktikan penelitian karena dokumen merupakan sumber yang stabil, dapat berguna sebagai bukti untuk pengujian, mempunyai sifat yang alamiah, tidak reaktif, sehingga mudah ditemukan dengan teknik kajian isi, di samping itu hasil kajian isi akan membuka kesempatan untuk memperluas pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.
Dokumentasi dilakukan untuk mendapatkan data tentang proses belajar mengajar di sekolah dasar.
3. Prosedur pengumpulan data
Prosedur pengumpulan data pada rencana penelitian ini dimulai dari pra penelitian untuk mengetahui masalah apa yang dihadapi guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Agar data yang diperoleh bisa valid, maka perlu
menggunakan prosedur pengumpulan data. Adapun prosedur yang digunakan adalah:
a. Untuk mengumpulkan data tentang kemampuan siswa maka digunakan tes.
Tes yang digunakan berupa tes lisan baik yang dilaksanakan di awal maupun di akhir pelajaran.
b. Untuk mengetahui jalannya pembelajaran maka yang digunakan adalah pengamatan (observasi) yang berpedoman pada lembar observasi yang ditujukan untuk murid.
c. Untuk mendapatkan data tentang proses belajar mengajar di SD yang digunakan adalah dokumentasi.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengukur variabel penelitian dengan tujuan menghasilkan data yang akurat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi, tes, dan dokumentasi.
1. Instrumen Penelitian Berupa Tes
Menurut Suharsimi Arikunto (2014:193)“tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok”.
Dalam penelitian ini tes dilaksanakan pada akhir siklus I dan II untuk mengetahui sejauh mana hasil peningkatan keterampilan membaca siswa setelah dilakukan tindakan. Perangkat tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa serentetan tes praktik membaca.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam praktik membaca di kelas II SD mencakup: 1) Ketepatan membaca tulisan, 2) Lafal, 3) Intonasi, 4) Kelancaran, dan 5) Kejelasan suara.
Berikut ini tabel penilaian membaca:
Tabal 3.1. Kisi-kisi Penilaian Keterampilan Membaca
No. Aspek yang Diteliti Indikator Skor
1. Ketepatan membaca tulisan
Siswa membaca tulisan dengan jelas dan lancar
4 Siswa membaca tulisan dengan jelas
namun kurang lancar
3 Siswa membaca tulisan kurang jelas
dan kurang lancar
2 Siswa membaca tulisan tidak jelas dan
tidak lancar
1 2. Lafal Siswa melafalkan tulisan dengan baik
dan benar
4 Siswa melafalkan tulisan dengan baik
namun kurang lancar
3 Siswa melafalkan tulisan kurang tepat
dan kurang lancar
2 Siswa melafalkan tulisan tidak tepat 1 3. Intonasi Siswa mengucapkan kata secara baik
dan benar
4 Siswa mengucapkan kata dan kalimat
dengan baik namun kurang tepat dalam jeda
3
Siswa mengucapkan kata dan kalimat kurang tepat dan jeda yang kurang tepat
2 Siswa mengucapkan kata dan kalimat
tidak tepat dan tidak lancar
1 4. Kelancaran Siswa membaca dengan lancar semua
bacaan
4 Siswa membaca lancar semua bacaan
dengan sedikit bantuan guru
3
Siswa membaca sebagian bacaan dengan bantuan guru
2 Siswa merasa kesulitan membaca 1 5. Kejelasan suara Siswa membaca dengan suara jelas dan
lantang sehingga dapat didengar semua siswa
4
Siswa membaca dengan suara yang hanya dapat didengar sebagian siswa
3 Siswa membaca dengan suara yang
hanya dapat didengar teman sebangku
2 Siswa membaca dengan suara yang
hanya dapat didengar diri sendiri.
1
Tabel 3.2. Instrumen Penilaian Keterampilan Membaca
No. Nama Peserta Didik
Kriteria
Ketepatan Lafal Intonasi Kelancaran Kejelasan Suara
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Ket.
4 : Baik 2 : Kurang
3 : Cukup 1 : Sangat Kurang
2. Instrumen Penelitian Berupa Lembar Observasi
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis atas fenomena-fenomena yang diteliti. Lembar observasi adalah sebuah format isian yang digunakan selama observasi dilakukan. Jenis observasi ini adalah observasi sistematis, yaitu observasi yang dilakukan pengamat dengan menggunakan pedoman instrumen pengamatan. Secara garis besar yang diamati adalah Sikap siswa dalam proses pembelajaran.
Tabel 3.3 Instrumen Observasi Aktivitas Belajar Murid No. Nama Peserta Didik
Aspek yang diamati
A B C D E F G
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Keterangan:
A: Murid yang hadir saat pembelajaran
B: Murid yang memperhatikan penjelasan dari guru C: Murid yang menyimak isi bacaan yang dibaca
D: Murid yang masih butuh bimbingan guru dalam membaca
E: Murid yang mengikuti pembelajaran dengan santai dan tidak penuh tekanan F: Murid yang termotivasi untuk giat belajar dengan media big book
G: Murid yang berani tampil di depan kelas
G. Teknik Analisis Data dan Indikator Keberhasilan 1. Teknik Analisis Data
Tahap sesudah pengumpulan data adalah analisis data. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan sejak awal, pada setiap aspek kegiatan. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif. Analisis data dilakukan setelah satu siklus pembelajaran dilaksanakan secara keseluruhan.
Teknik analisis data kualitatif dikembangkan oleh Miles dan Huberman (Sugiyono, 2015: 337) bahwa teknik analisis data kualitatif melalui beberapa tahap yaitu dengan cara reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan penarikan simpulan. Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Reduksi Data
Reduksi data dilakukan dengan memilah-milah data yang terkumpul. Data yang diambil adalah yang sesuai dengan tujuan penelitian. Tujuan reduksi data agar data lebih terarah dan lebih mudah dikelola.
b. Penyajian Data
Data yang telah dipilih-pilih sesuai tujuan penelitian kemudian disajikan ke dalam table. Semua data yang terkumpul mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi diatur ke dalam tabel agar mempermudah dalam membaca data.
c. Verifikasi Data
Verifikasi data dilakukan dengan cara triangulasi data yaitu membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dengan hasil tes, kemudian dibandingkan dengan dokumentasi atau dibandingkan dengan sumber
data lainnya. Tujuannya untuk mengecek apakah informasi data yang terkumpul tersebut akurat.
d. Penarikan Simpulan
Penarikan simpulan dilakukan berdasarkan hasil dari semua data yang telah diperoleh.
Adapun kriteria yang digunakan untuk menentukan hasil keterampilan membaca Bahasa Indonesia yang dikategorikan pada pedoman Departemen pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud), yaitu:
Table 3.4 Standar Hasil belajar keterampilan membaca Bahasa Indonesia Interval Kategori hasil belajar
0-54 55-64 65-79 80-89 90-100
Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi 2. Indikator keberhasilan
Keberhasilan dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal, yakni proses dan hasil. Dari segi proses indikator keberhasilan dapat dilihat dari terlaksananya pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan. Penilaian untuk mengukur keberhasilan pada aspek murid digunakan kriteria penilaian.
Tabel 3.5 Penilaian Pelaksanaan Pembelajaran
Nilai (%) Predikat
90-100 Amat Baik (AB)
80-90 Baik (B)
70-80 Cukup (C)
≤ 70 Kurang (K)
Sumber: Kemendikbud (2014:133)
Indikator yang menjadi tolak ukur keberhasilan penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan membaca murid dan apabila dalam diri murid terjadi perubahan aktivitas belajar ke arah yang lebih baik terhadap aspek minat, perhatian, semangat, dan motivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.
44 A. Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan Penelitian Siklus I
Pelaksanaan penelitian siklus I dilaksanakan dalam empat kali pertemuan.
Pada siklus I tema pembelajaran yang digunakan yaitu keselamatan di rumah dan di perjalanan dengan subtema aturan keselamatan di perjalanan. Dalam setiap pertemuan murid akan melakukan kegiatan literasi buku untuk belajar membaca dengan indikator yang diamati yaitu ketepatan membaca tulisan, lafal, intonasi, kelancaran, dan kejelasan suara.
a. Perencanaan Tindakan Siklus I
Pada tahap perencanaan tindakan, hal-hal yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Peneliti melakukan pertemuan dengan guru kelas II untuk membicarakan mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan selama penelitian.
2) Membuat rencana kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dalam empat kali pertemuan.
3) Mempersiapkan lembar observasi tentang keterampilan membaca dan aktivitas belajar murid yang akan digunakan untuk memperoleh data selama pelaksanaan penelitian.
4) Mempersiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran yaitu media big book.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Pembelajaran pada siklus I dilaksanakan dalam empat kali pertemuan dengan tema keselamatan di rumah dan di perjalanan. Berikut deskripsi dari setiap pertemuan dalam siklus I.
Pertemuan pertama siklus I, kegiatan awal yang dilakukan di dalam kelas diawali dengan salam dan do’a sebelum belajar. Selesai berdoa guru melakukan
tanya jawab dengan murid mengenai pentingnya mengawali setiap kegiatan dengan do’a. Setelah itu, guru mengajak murid untuk menyanyikan lagu Indonesia
Raya kemudian menerapkan pembiasaan membaca buku (literasi). Pada kegiatan inti, guru menyediakan teks bacaan yang berisi aturan keselamatan bermain kemudian murid diminta untuk membaca teks tersebut secara bersama-sama. Guru mengamati cara membaca murid dan memberikan kesempatan kepada murid untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Pada kegiatan akhir, guru bersama murid melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung.
Guru menyampaikan aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan kedua siklus I, kegiatan dimulai dengan berbaris di halaman sekolah untuk mengikuti upacara bendera. Setelah mengikuti upacara, murid masuk ke dalam kelas. Kegiatan di dalam kelas diawali dengan salam, berdoa, mengecek kehadiran murid, dan melakukan pembiasaan membaca buku (literasi).
Selanjutnya guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada kegiatan inti, murid diminta untuk mengamati gambar pada media big book kemudian membaca teks yang terdapat pada media yaitu aturan yang berlaku di lingkungan sekolah. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk
melakukan tanya jawab mengenai aturan yang berlaku di sekolah. Guru memberikan penghargaan kepada murid yang berani mengajukan pertanyaan.
Pada kegiatan akhir, guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung.
Pertemuan ketiga siklus I, kegiatan dimulai dengan berbaris di dalam kelas untuk melaksanakan operasi semut yaitu memeriksa kebersihan ruangan kelas.
Setelah semua murid selesai memeriksa kebersihan kelas, pembelajaran diawali dengan salam dan berdo’a. Setelah berdo’a, murid diminta untuk membaca buku (literasi) seperti pada pertemuan pertama dan kedua. Pada pertemuan ketiga guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran sub tema empat yaitu menjaga keselamatan di perjalanan. Setelah itu, pada kegiatan inti guru memberikan kesempatan kepada murid untuk ke depan membaca teks menggunakan media big book secara bergantian. Guru mendampingi dan membimbing murid secara perlahan dalam membaca serta memberi motivasi belajar agar murid berani dan percaya diri untuk tampil membaca di depan teman kelas. Pada kegiatan akhir, guru menyampaikan aktivitas pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan keempat siklus I, kegiatan diawali dengan salam, menanyakan kabar, berdo’a, dan mengecek kehadiran murid. Setelah itu guru melakukan
apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran serta menerapkan pembiasaan membaca buku (literasi). Pada kegiatan inti, guru menampilkan media big book dan penggunaannya masih sama persis dengan pertemuan ketiga pada siklus I.
Pada kegiatan akhir, dilakukan evaluasi dan penilaian hasil pembelajaran.
c. Hasil Observasi Siklus I
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap pembelajaran membaca pada siklus I adalah sebagai berikut:
1) Proses Belajar
Adapun data hasil observasi tentang aktivitas belajar murid pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Pembelajaran Murid Siklus I
No. Aspek yan diamati
Pertemuan
I II III IV
1. Murid yang yang hadir saat pembelajaran 8 8 8 8
2. Murid yang memperhatikan penjelasan guru 8 8 8 8 3. Murid yang menyimak isi bacaan yang dibaca 3 3 3 3 4. Murid yang masih butuh bimbingan guru dalam
membaca
5 5 5 5
5. Murid yang mengikuti pembelajaran dengan santai dan tidak penuh tekanan
8 8 8 8
6. Jumlah murid yang termotivasi untuk giat belajar dengan media big book
8 8 8 8
7. Jumlah murid yang berani tampil di depan kelas - 1 3 4
Berdasarkan data pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa hasil observasi pada siklus I pertemuan pertama menunjukan bahwa partisipasi murid dalam proses pembelajaran cukup aktif. Di awal pembelajaran guru mengajak murid untuk bernyanyi. Murid terlihat antusias menyanyikan lagu dan semangat untuk
memulai pelajaran. Pada saat guru menampilkan media berupa big book murid terlihat memperhatikan dan antusias menjawab pertanyaan yang diajukan guru.
Saat belajar membaca, murid ikut aktif menirukan guru membaca. Murid diminta membaca pada buku paket. Namun pada saat murid diminta membaca sendiri, hanya sebagian murid saja yang mau membaca. Murid masih banyak yang merasa kesulitan dalam membaca. Murid mulai kurang memperhatikan di tengah-tengah pembelajaran. Ada yang berbicara dengan teman dan ada pula yang mengantuk.
Di akhir pembelajaran, guru meminta beberapa murid maju untuk membaca menggunakan media big book. Ketika murid diminta secara sukarela untuk ke depan, tidak ada murid yang berani ke depan. Akhirnya guru menunjuk beberapa murid untuk ke depan. Ada murid yang sudah lancar, namun ada juga yang masih belum lancar membaca.
Hasil observasi pada siklus I pertemuan kedua terlihat antusias dan keaktifan murid sudah terlihat membaik. Murid yang tadinya pasif sudah mulai tampak ada sedikit kemajuan. Murid yang kurang mampu membaca didampingi dan dibimbing oleh guru.
Hasil observasi pada siklus I pertemuan ketiga terlihat ada peningkatan pada kondisi murid. Antusiasme murid dalam pembelajaran ada peningkatan dari pertemuan sebelumnya. Hal tersebut dapat dilihat ketika guru meminta murid ke depan untuk membaca, sudah ada beberapa murid yang secara suka rela dan berani ke depan. Murid bersemangat ketika diminta menirukan guru membaca.
Murid sudah cukup kompak melafalkan bacaan. Keterampilan murid dalam membaca sudah mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.