BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dari penelitian ini yaitu :
1. Observasi, dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung pad objek penelitian yaitu SKPD Pemerintahan Kabupaten Pangkep.
28
29
2. Kuesioner, adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Kuesioner tersebut kemudian didistribusikan kepada responden (pegawai) di SKPD Pemerintahan Kabupaten Pangkep.
F. Teknik Analisis
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, dimana persamaan regresinya sebagai berikut:
Y = α + β.X + ε Keterangan :
Y : Laporan Keuangan Daerah α : Konstanta
β : Koefisien Regresi
X : Implementasi Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah ε : Error
Dalam analisis dan pengolahan data, dilakukan beberapa pengujian yang meliputi uji kualitas data, uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis.
1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengetahui sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel. Jika r hitung ˃ r tabel dan bernilai positif, maka variabel tersebut tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas digunakan untuk menilai konsistensi pada objek dan data, memastikan bahwa instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Untuk
30
menguji reliabilitas dalam penelitian ini, maka akan digunakan metode internal consistency dengan teknik Croanbach’s Alpha dengan bantuan program SPSS. Jika nilai Croanbach’s Alpha makin mendekati 1,00 maka dapat dikatakan makin reliabel instrumen yang digunakan. Secara umum, nilai Croanbach’s Alpha dibawah 0,60 menunjukkan instrumen yang digunakan kurang baik atau kurang reliable.
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel penggangu ata residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji T dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
b. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual datu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Analisis Regresi Linear Sederhana
Teknik analisis regresi linear sederhana yang digunakan untuk mengukur pengaruh lebih dari satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat.Pada penelitian ini, analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh CSR terhadap Keberlanjutan Perusahaan.
Persamaan umum regresi linear sederhana adalah:
31
Y=a+bx Dimana:
Y = (Keberlanjutan) a = konstanta
b = koefisien regresi
x = (CSR) 4. Uji Hipotesis
a. Uji T
Uji ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat bermakna atau tidak. Pengujian dilakukan dengan membandingkan antara nilai thitung masing-masing variabel bebas dengan nilai ttabel dengan derajat kesalahan 5% ( a = 0,005). apabila nilai
thitung ≥ ttabel , maka variabel bebeasnya memberikan pengaruh bermakna
terhadap variabel terikat.
b. Uji Determinasi (R2)
Untuk mengetahui seberapa presentase dari variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen dapat diliaht dari besarnya koefisien determinasi (R2) atau R Square menjelaskan seberapa besar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen.
32
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Kondisi Geografi dan Demografi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Secara geografi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terletak diantara 4º40’LS sampai 8º00’LS dan diantara 110ºBT sampai 119º48’67”BT atau terletak di pantai barat Sulawesi Selatan dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : a. Sebelah Utara berbatasan dengan Barru
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Bone c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Maros
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Pulau Kalimatan, Pulau Jawa dan Madura, Pulau Nusa Tenggara dan Pulau Bali.
Luas wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan secara keseluruhan adalah 12.362,29 km², terdiri dari daerah daratan seluas 898,29 km² dan daerah kelautan seluas 11.464 km². Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terdiri dari 13 Kecamatan, yaitu 9 Kecamatan berada di wilayah daratan, 2 Kecamatan berada di wilayah pegunungan, dan 4 Kecamatan berada di wilayah kepulauan, sehingga Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dikenal dengan wilayah 3 (tiga) dimensi.
Jumlah penduduk Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berdasarkan data statistik tahun 2014 sebanyak 320.293 jiwa meningkat sebesar 4,40% dibanding tahun 2010 yang berjumlah 306.717 jiwa. Dilihat dari jenis kelamin, jumlah penduduk perempuan pada tahun 2014 sedikit lebih banyak dibanding dengan penduduk laki-laki, yakni 165.685 jiwa penduduk perempuan berbanding 154.608 jiwa penduduk laki-laki (sumber data : BPS Pangkep, 2014).
32
33
2. Deskripsi Pemerintahan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (RPJMD) Tahun 2016 - 2021, Visi Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah “Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mewujudkan Desa Modern yang Produktif dan Berkarakter menuju Daerah yang Lebih Maju dan Mandiri”. Adapun Misi dari Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah :
(1) Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya pembangunan dan memanfaatkan keunikan sebagai kepulauan untuk kesejahteraan masyarakat;
(2) Meningkatkan kecerdasan, profesionalisme dan karakter Sumber Daya Manusia baik di daratan maupun pulau-pulau;
(3) Mengembangkan interkoneksitas dan jejaring sinergis antar wilayah di tingkat nasional, regional dan internasional berbasis daratan dan pulau- pulau;
(4) Menciptakan lingkungan yang kondusif pada ekosistem daratan dan pulau- pulau;
(5) Mewujudkan tata pemerintah yang baik pada tatanan daratan dan pulau- pulau.
3. Struktur Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dipimpin oleh seorang Bupati dan seorang Wakil Bupati yang dibantu oleh seorang Sekretaris
34
Daerah yang membawahi 3 asisten, 2 Sekretariat, 1 Inspektorat, 26 Dinas, 6 Badan dan 13 Kecamatan. Dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan melibatkan semua unsur kedinasan, tetapi ada 5 Perangkat Daerah yang mempunyai tugas khusus dalam proses penyusunannya tersebut, yaitu : Sekretariat Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Badan Pendapatan Daerah dan Sekretariat DPRD. Dalam penelitian kali ini difokuskan pelaksanaannya pada Badan Pengelola Keuangan Daerah selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah yang melakukan pengumpulan RKA Perangkat Daerah dan merangkumnya menjadi Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, utamanya dilaksanakan pada Bidang Penyusunan Anggaran.
a) Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pengelola Keuangan Daerah
Menurut Peraturan Bupati Pangkajene dan Kepulauan Nomor 81 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Badan Pengelola Keuangan Daerah adalah Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang merupakan unsur pelaksana otonomi daerah. Badan Pengelola Keuangan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian kewenangan/urusan Pemerintahan Daerah di bidang pengelolaan keuangan daerah yang menjadi tanggung jawab dan kewenangannya berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.
35
Fungsi seorang Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, antara lain:
(1) perumusan kebijakan teknis di bidang urusan Pengelolaan Keuangan Daerah berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku; (2) penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang Pengelolaan Keuangan Daerah; (3) pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugas kewenangannya; (4) pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan; (5) pelaksanaan Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD); (6) pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Badan; dan (7) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Menurut Peraturan Bupati Pangkajene dan Kepulauan Nomor 81 Tahun 2016, Badan Pengelola Keuangan Daerah, terdiri dari : seorang Kepala Badan, seorang Sekretaris yang dibantu oleh tiga orang Kepala Sub Bagian, empat orang Kepala Bidang masing-masing dibantu oleh 3 Kepala Sub Bidang, UPTD dan Kelompok Jabatan Fungsional. Kesemuanya memiliki tugas dan fungsi untuk mendukung terlaksananya pengelolaan keuangan daerah.
1) Sekretariat, dipimpin oleh seorang sekretaris mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan, perencanaan dan pelaporan dalam lingkup Badan Pengelola Keuangan Daerah.
Sekretaris Badan mempunyai fungsi : (1) pengordinasian sinkronisasi dan integrasi kegiatan Badan Pengelola Keuangan Daerah; (2) pengordinasian perencanaan dan tugas Badan Pengelola Keuangan Daerah; (3) pengordinasian pelaksanaan tugas Badan Pengelola
36
Keuangan Daerah dan penyusunan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tugas Badan Pengelola Keuangan Daerah selaku Perangkat Daerah dan PPKD; (4) pengordinasian kerja sama Badan Pengelola Keuangan Daerah dengan Instansi terkait; (5) pembinaan pelayanan administrasi dan ketatalaksanaan, ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, perlengkapan, perencanaan dan pelaporan, rumah tangga Badan; dan (6) pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan kewenangan dan bidang tugas yang diberikan oleh pimpinan. Sekretariat terdiri dari: a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan;
c. Sub Bagian Keuangan.
2) Bidang Penyusunan Anggaran, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan penetapan kebijakan perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, menyiapkan perumusan dan pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Kepala Bidang Penyusunan Anggaran mempunyai fungsi : (1) menyiapkan bahan perumusan kebijakan tekhnis di bidang urusan anggaran berdasarkan Peraturan Perundang- Undangan yang berlaku; (2) pengordinasian perencanaan anggaran penanganan urusan pemerintahan daerah; (3) menyiapkan bahan penyusunan RKA-PD dan RKA-PPKD bidang belanja; (4) penyusunan Peraturan Daerah tentang RAPBD dan RAPBD Perubahan; (5) penyusunan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD dan Penjabaran APBD Perubahan; (6) penyiapan bahan penetapan dan
37
pelaksanaan otorisasi DPA-PD; (7) penyiapan bahan penetapan dan pelaksanaan standar satuan harga dan analisis standar belanja daerah;
(8) penyiapan anggaran kas dan SPD PD dan PPKD; (9) penyusunan pedoman penetapan dan evaluasi APBDesa; (10) pelaksanaan bimbingan, supervisi, konsultasi, pemantauan dan evaluasi bidang pengelolaan perencanaan anggaran belanja; (11) penyusunan pedoman kebijakan pembiayaan dan investasi daerah; (12) pelaksanaan tugas- tugas lain sesuai dengan kewenangan dan bidang tugas yang diberikan oleh pimpinan. Bidang Penyusunan Anggaran terdiri dari :
a. Sub Bidang Penyusunan APBD;
b. Sub Bidang Otorisasi DPA-SKPD (Penyusunan Kebijakan APBD);
c. Sub Bidang Pembiayaan Daerah.
3) Bidang Aset Daerah, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan penetapan kebijakan pengelolaan aset daerah, melaksanakan kebijakan, menyusun rencana kebutuhan, melaksanakan analisa, menginventarisir dan mendata seluruh aset daerah, melaksanakan penghapusan aset, serta melaksanakan evaluasi di bidang aset daerah. Kepala Bidang Aset mempunyai fungsi : (1) menyiapkan bahan perumusan dan penetapan di bidang urusan Aset Daerah berdasarkan peraturan perundang- undangan; (2) penyelenggaraan penetapan kebutuhan dan pengembangan aset daerah; (3) perencanaan kebutuhan dan pengadaan Aset Daerah sesuai ketentuan yang berlaku; (4) pengordinasian dan fasilitas pengadaan Aset Daerah; (5) pembinaan, pengawasan, monitoring terhadap pemanfaatan Aset Daerah; (6)
38
pelaksanaan analisa, penilaian dan perhitungan biaya dalam rangka penyusunan neraca, pemanfaatan dan pemindahtanganan barang milik daerah; (7) pelaksanaan inventarisasi, pendataan dan informasi Aset Daerah; (8) penyiapan dokumen pelaksanaan penghapusan Aset Daerah; (9) penyelenggaraan pelaporan mengenai Aset Daerah; dan (10) pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan kewenangan dan bidang tugas yang diberikan oleh pimpinan. Bidang Aset Daerah terdiri dari :
a. Sub Bidang Perencanaan Aset Daerah;
b. Sub Bidang Inventarisasi dan Pengamanan Aset Daerah;
c. Sub Bidang Penghapusan dan Pelaporan Aset Daerah.
4) Bidang Perbendaharaan, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan penetapan kebijakan bahan pedoman pengelolaan perbendaharaan daerah serta meneliti dan melakukan pengujian terhadap SPP dan SPM yang diajukan oleh Perangkat Daerah. Kepala Bidang Perbendaharaan mempunyai fungsi : (1) penyiapan bahan perumusan dan penyusunan pedoman pelaksanaan perbendaharaan; (2) pelaksanaan penelitian dan pengujian terhadap kelengkapan pengajuan SPP dan SPM; (3) pengelolaan penerbitan SP2D; (4) pelaksanaan pengelolaan gaji; (5) pelaksanaan penatausahaan BUD; (6) pelaksanaan pengelolaan pembiayaan dan investasi daerah; (7) pelaksanaan pembinaan dan bimbingan teknis bendahara pengeluaran; dan (8) pelaksanaan tugas- tugas lain sesuai dengan kewenangan dan bidang tugas yang diberikan oleh pimpinan. Bidang Perbendaharaan terdiri dari :
39
a. Sub Bidang Pengujian Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
b. Sub Bidang Pengelolaan dan Penatausahaan BUD;
c. Sub Bidang Administrasi Gaji.
5) Bidang Akuntansi, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan dan penetapan kebijakan pengelolaan sistem akuntansi dan pelaporan keuangan daerah, melaksanakan akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas daerah, menyusun laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Kepala Bidang Akuntansi mempunyai fungsi : (1) penyiapan bahan perumusan pedoman pertanggungjawaban APBD; (2) penyusunan laporan keuangan daerah; (3) penyajian informasi keuangan daerah; (4) penyusunan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD; (5) pelaksanaan Sistem Akuntansi Pemerintahan Daerah; (6) meneliti laporan fungsional PD dan PPKD; (7) melakukan rekonsiliasi pendapatan, belanja dan aset daerah; (8) pelaksanaan bimbingan, supervisi, konsultasi, dan evaluasi bidang pengelolaan akuntansi dan pelaporan keuangan; dan (8) pelaksanaan tugas-tugas lain sesuai dengan kewenangan dan bidang tugas yang diberikan oleh pimpinan.
Bidang Akuntansi terdiri dari : a. Sub Bidang Pembukuan;
b. Sub Bidang Neraca Daerah;
c. Sub Bidang Pelaporan Keuangan.
40
STRUKTUR ORGANISASI
BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH
BIDANG ANGGARAN
SUB BIDANG PERENCANAAN ASET DAERAH
Sub. Bagian Perencanaan dan Pelaporan
Sub. Bagian Keuangan Sub. Bagian Umum
dan Kepegawaian
SUB BIDANG PENGUJIAN PENDAPATAN, BELANJA
DAN PEMBIAYAAN
SUB BIDANG PEMBIAYAAN DAERAH
SEKRETARIS
KEPALA BADAN
SUB BIDANG OTORISASI DPA – SKPD ( PENYUSUNAN KEBIJAKAN
APBD )
SUB BIDANG PENYUSUNAN APBD
SUB BIDANG PENGELOLAAN PENATAUSAHAAN BUD
SUB BIDANG ADMINISTRASI GAJI
SUB
BIDANGINVENTARISASIDAN PENGAMANAN ASET
DAERAH
SUB BIDANGPENGHAPUSAN DAN PELAPORANASET
DAERAH
SUB BIDANG PEMBUKUAN
SUB BIDANG PELAPORAN KEUANGAN SUB BIDANG NERACA
DAERAH KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
BIDANG ASET
DAERAH BIDANG
PERBENDAHARAAN BIDANG AKUNTANSI
41
B. Hasil Penelitian
1. Identitas Responden
Pengungkapanidentitas responden dimaksudkan untuk memeroleh gambaran variasi responden yang terjaring dalam penelitian ini.Identitas dimaksud meliputi jenis kelamin, umur responden, pangkat dan golongan responden, serta masa kerja.
Responden penelitian adalah pegawai di Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Pangkep.Jumlah responden yang dijadikan sampel adalah sebanyak 45 orang tetapi ada dua kuesioner yang tidak bisa diolah sehingga total responden sisa 43 orang. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat melalui tabel berikut.
Tabel 4. 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Klasifikasi Jumlah
(Orang) Persentase (%)
1. Laki-Laki 20 46,51
2. Perempuan 23 53,49
Total 43 100.00
Sumber : Data primer setelah diolah, 2019
Berdasarkan data yang ditunjukkan pada tabel 4 tampak bahwa jumlah responden laki-laki lebih banyak dibandingkan responden berjenis kelamin perempuan dalam penelitian ini. Jumlah responden laki-laki sebanyak 20 orang (46,51%) sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 23 orang (53,49%). Hal ini memungkinkan persepsi yang diberikan atas isian kuesioner penelitian lebih berimbang sehingga tujuan penelitian dapat tercapai dan lebih mewakili seluruh populasi pada objek penelitian.
42
Karakteristik responden berdasarkan umur dapat menunjukkan sebaran pengalaman kerja pegawai yang menjadi responden dalam penelitian ini. Selengkapnya dapat dilihat seperti pada tabel 5 berikut.
Tabel 4. 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Kelompok Umur
No. Kelompok Umur Jumlah
(Orang)
Persentase (%)
1. 50 - 60 Tahun 8 18,60
2. 36 - 49 Tahun 21 48,84
3. 22 - 35 Tahun 14 32,56
Total 43 100.00
Sumber : Data primer setelah diolah, 2019
Dari tabel 5 seperti ditunjukkan memperlihatkan bahwa umur responden menyebar pada 3 (tiga) kelompok umur. Umumnya responden penelitian ini adalah mereka yang berada pada kelompok umur 36 hingga 49 tahun sebanyak 21 orang (48,84%) sementara pada kelompok umur 22 hingga 35 tahun sebanyak 14 orang (32,56%), kelompok umur 50 sampai 60 tahun sebanyak 8 orang (18,60%).
2. Uji Validitas dan Reliabilitas
Pemeriksaan validitas istrumen dilakukan dengan uji interkorelasi yaitu jika r > 0.3 maka item bersangkutan dikatakan valid. Sedangkan uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan melihat koefisien α Cronbach, yaitu jika α> 0.6 maka instrumen penelitian dikatakan reliabel.
43
Tabel 4. 3. Uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian Varia
bel
Uji Validitas dan reabilitas dengan Interkorelasi
α
Cronbach Keterangan Jumlah
Item Intem terpakai Korelasi item-total
X 16
X1.1, X1.2; X1.3;
X2.1, X2.2, X2.3;
X3.1, X3.2, X3.3;
X4.1, X4.2, X4.3;
X5.1, X5.2, X5.3, X5.4
0,429, 0,488, 0,542;
0,340, 0,467, 0,470;
0,564, 0,669, 0,426;
0,566, 0,397, 0,244;
0,313, 0,376, 0,377, 0,354
0,668 Valid dan Reliabel
Y 4 Y1.1, Y1.2, Y1.3,
Y1.4 0,561, 0,591, 0,735,
0,804 0.835 Valid dan Reliabel Sumber: Hasil Pengolahan Kuesioner, 2019
Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa instrumen penelitian untuk semua indikator bersifat valid.Sedangkan hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa untuk semua indikator dan variabel bersifat reliabel.Dengan demikian data penelitian bersifat valid dan layak digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian.
3. Deskripsi Variabel Penelitian
Variabel yang diteliti adalah implementasi sistem informasi manajemen keuangan daerah sebagai variabel bebas dan kualitas penyajian laporan keuangan sebagai variabel terikat.
a. Variabel Implementasi SIMDA (X)
Variabel implementasi sistem informasi manajemen keuangan daerah (SIMDA) diukur dengan 5 indikator yaitu kualitas data input, kompetensi sumber daya manusia, dukungan manajemen puncak, persepsi keberhasilan sistem, dan manfaat SIMDA.
1) Penyajian data indikator kualitas data input
Instrument yang digunakan untuk mengukur indikator kualitas data input adalah kuesioner dengan 3 item pernyataan dalam skala likert. Hasilnya ditunjukkan pada tabel berikut.
44
Tabel 4. 4. Statistik Deskriptif Indikator Kualitas Data Input
Item Pilihan Jawaban (%)
Mean
1 2 3 4 5
X1.1 - 2,33 2,33 46,51 48,84 4,42 X1.2 - 2,33 13,95 62,79 20,93 4,02 X1.3 - 9,30 27,91 55,81 6,98 3,60
Mean Indikator 4,02
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner, 2019
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa nilai rata- rata atau mean indikator kualitas data input adalah sebesar 4,02 (kategori baik) dengan modus jawaban pada kategori setuju (4) dan sangat setuju (5). Jika dilihat nilai masing-masing item yang diukur terlihat bahwa satu item dengan nilai melampaui mean indikator yaitu item pernyataan (X1.1) “Data input yang digunakan dalam laporang keuangan merupakan data yang valid” yang memiliki nilai mean sebesar 4,42 dan modus jawaban pada kategori sangat setuju.
Sedangkan satu item pernyataan dengan nilai mean berada di bawah mean indikator yaitu item X1.3 “Data input yang digunakan tersedia dalam jumlah yang cukup” dengan nilai mean sebesar 3,60.
Keadaan tersebut menggambarkan bahwa secara umum responden mengapresiasi dengan baik kualitas data input dari SIMDA walaupun masih ada hal yang perlu dioptimalkan yaitu ketersediaan data dalam jumlah yang cukup saat akan disusun pelaporan.
2) Penyajian data indikator kompetensi sumber daya manusia
Instrument yang digunakan untuk mengukur indikator kompetensi sumber daya manusia adalah kuesioner dengan 3 item pernyataan dalam skala likert.Hasilnya ditunjukkan pada tabel berikut.
45
Tabel 4. 5. Statistik Deskriptif Indikator Kompetensi Sumber Daya Manusia
Item Pilihan Jawaban (%)
Mean
1 2 3 4 5
X2.1 - 9,30 18,60 58,14 13,95 3,77 X2.2 2,33 9,30 27,91 55,81 4,65 3,51 X2.3 - 20,93 20,93 46,51 11,63 3,49
Mean Indikator 3,59
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner, 2019
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa nilai rata- rata atau mean indikator kompetensi sumber daya manusia adalah sebesar 3,59 (kategori baik) dengan modus jawaban pada kategori setuju (4). Jika dilihat nilai masing-masing item yang diukur terlihat bahwa satu item dengan nilai melampaui mean indikator yaitu item pernyataan (X2.1) “Pelatihan tingkat dasar, menengah dan tingkat atas pada program pelatihan SIMDA dilaksanakan dengan baik”
memiliki nilai mean sebesar 3,77 dan modus jawaban pada kategori setuju. Sedangkan 2 item pernyataan dengan nilai berada di bawah mean indikator yaitu item X2.2 “Program pelatihan SIMDA bagi pegawai di instansi saya dilaksanakan dalam frekuensi yang baik” dan X2.3 “Lama bekerja pada bidang yang menggunakan SIMDA dalam jumlah yang cukup”.
Keadaan tersebut menggambarkan bahwa walaupun secara umum responden mengapresiasi dengan baik kompetensi SDM tetapi ada hal yang perlu ditingkatkan yaitu meningkatkan frekuensi kegiatan pelatihan SIMDA dan pengalaman dalam implementasi SIMDA.
46
3) Penyajian data indikator dukungan manajemen puncak
Indikator dukungan manajemen puncak diukur menggunakan kuesioner skala likert dengan iterm pernyataan.Hasilnya dapat dilihat melalui tabel berikut.
Tabel 4. 6. Statistik Deskriptif Indikator Dukungan Manajemen Puncak
Item Pilihan Jawaban (%) Mean
1 2 3 4 5
X3.1 - - 6,98 39,53 53,49 4,47 X3.2 - - 16,28 51,16 32,56 4,16 X3.3 - - 39,53 30,23 30,23 3,91
Mean Indikator 4,18
Sumber: Hasil Pengolahan Kuesioner, 2019
Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa nilai rata-rata atau mean indikator dukungan manajemen puncak adalah sebesar 4,18 (kategori baik). Jika dilihat nilai masing-masing item yang diukur terlihat bahwa ada satu item dengan nilai berada di bawah nilai mean indikator yaitu item pernyataan (X3.3) “Manajemen puncak mengikuti setiap perkembangan aplikasi SIMDA terbaru” memiliki nilai mean sebesar 3,91 dan modus jawaban pada kategori netral (3).
Sedangkan 2 item pernyataan dengan nilai berada di atas mean indikator yaitu item X3.1 “Manajemen puncak mengevaluasi hasil dari penggunaan SIMDA” dan X3.2 “Manajemen puncak memberikan perhatian terhadap penggunaan SIMDA”.
Keadaan tersebut menggambarkan bahwa walaupun secara umum responden mengapresiasi dengan baik dukungan manajemen puncak tetapi ada hal yang perlu ditingkatkan yaitu sosialisasi dari perkembangan SIMDA oleh manejemn puncak kepada para pegawai.
47
4) Penyajian data indikator persepsi keberhasilan sistem
Persepsi keberhasilan sistem diukur dengan 3 item pernyataan yaitu pemanfaatan informasi SIMDA dalam proses penganggaran, proses penganggaran, dan persepsi SIMDA sebagai alat yang baik dalam penganggaran. Untuk lebih jelasnya, hasil analisis deskriptif ditunjukkan melalui tabel berikut.
Tabel4. 7. Statistik Deskriptif Indikator Persepsi Keberhasilan Sistem
Item Pilihan Jawaban (%) Mean
1 2 3 4 5
X4.1 - - 13,95 53,49 32,56 4,19
X4.2 - - 16,28 67,44 16,28 4,00
X4.3 - - 6,98 39,53 53,49 4,47
Mean Indikator 4,22
Sumber: Hasil Pengolahan Kuesioner, 2019
Berdasarkan tabel tersebut, terlihat bahwa nilai rata-rata atau mean indikator persepsi keberhasilan sistem adalah sebesar 4,22 (kategori baik). Jika dilihat nilai masing-masing item yang diukur terlihat ada dua item dengan nilai berada di bawah nilai mean indikator yaitu item pernyataan (X4.1) “Keseluruhan manfaat dari sistem informasi yang anda gunakan pada proses anggaran juga mempertimbangkan biaya” memiliki nilai mean sebesar 4,19 dan modus jawaban pada kategori setuju (4) kemudian item pernyataan (X4.2) “Proses anggaran merupakan alat yang baik untuk mengelola keuangan daerah” dengan nilai mean sebesar 4,00 dan modus jawaban pada kategori setuju (4). Sedangkan 1 item pernyataan dengan nilai berada di atas mean indikator yaitu item X4.3 “Sistem
48
informasi yang anda gunakan pada proses anggaran merupakan alat yang baik untuk mengelola keuangan daerah”.
Keadaan tersebut menggambarkan bahwa walaupun secara umum responden mengapresiasi dengan baik keberhasilan SIMDA tetapi masih ada hal yang perlu dioptimalkan yaitu pemanfaatan SIMDA dalam proses penganggaran dan pengelolaan keuangan secara penuh.
5) Penyajian data indikator manfaat SIMDA
Instrument yang digunakan untuk mengukur indikator manfaat SIMDA adalah kuesioner dengan 4 item pernyataan dalam skala likert yaitu kemudahan Penerapan SIMDA, Pengolahan data dengan SIMDA dapat melakukan prosedur akuntansi dengan benar dan cermat, sistem dapat menghasilkan laporan triwulanan, bulanan, dan tahunan saat dibutuhkan, dan Penerapan SIMDA menciptakan efisiensi dan efektivitas pada pekerjaan. Hasilnya ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 4. 8 Statistik Deskriptif Indikator Manfaat SIMDA
Item Pilihan Jawaban (%)
Mean
1 2 3 4 5
X5.1 - - 9,30 55,81 34,88 4,26 X5.2 - - 30,23 25,58 44,19 4,14 X5.3 - - 6,98 53,49 39,53 4,33 X5.4 - - 6,98 60,47 32,56 4,26
Mean Indikator 4,24
Sumber: Hasil pengolahan kuesioner, 2019
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa nilai rata- rata atau mean indikator manfaat SIMDA adalah sebesar 4,24 (kategori baik) dengan modus jawaban pada kategori setuju (4). Jika