HAKIKAT PONDOK PESANTREN
D. Keseimbangan Ilmu
baik dan utama.Firman Allah dalam Al Qur’an yang Artinya:
Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepada mu (kebahagiaan) negri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi .Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (QS.28.77).Dalam hadist juga dijelaskan bahwa dunia diibaratkan seperti sawah tempat bercocok tanam, dunialah merupakan satu-satunya mediasi yang sangat menentukan bahagia dan tidaknya seorang muslim diakhrat nanti. Sabda Rasulullah “ Dunia adalah ladangnya akhirat”
(Imam Ghazali al-Ihya)
pendidikan terutama pesantren,sudah kurang tepat lagi berpikir orientasi cuma kepentingan akhirat dengan mengarahkan para santri dengan berbagai macam ibadah yang tidak kecil kemungkinan akan menimbulkan pemikiran yang berlebihan, atau bisa salah mengartikan dalam ibadah.Dengan begitu dalam perspektif sekolah,termasuk pesantran harus sudah mulai merubah berpikurnya seperti kurikulum yang disajikan kepada santri tidak lagi kosentrasi pada ilmu agama saja, tetapi sudah mulai berorientasi kepada kepentingan dunia. Tetapi kepentingan dunia juga mendapat porsi yang sama dalam kurikulum yang dikelurkan pesantren. Alasanya cukup rasional seperti tidak semua alumni pesantren menjadi kyai atau ustadz yang eksistensinya dimasyarkat sebagai pengasuh pondok, penceramah atau konsultan agama.Oleh karna bakat (talenta) santri beragam, sehungga perlu mereka dibekali dengan berbagai ilmu ketrampilan hidup (life skil) seperti bercocok tanam, pertambakan, programmer, enterfrenership, wirausaha.
Untuk menjadikan santri mempunyai berbagai macam ketrampilan tersebut tentunya memerlukan penanganan pembelajaran tersendiri seperti manajemen,fisika, kimia, biologhi, matematika dan segala ilmu umum lainnya.Pola masyrakat dalam memilih lembaga pendidikan Islam sudah berubah arah, yaitu mereka mulai berpikir hasil bekajar putra-
putrinya bukan saja baik ilmu agamanya, tetapi ilmu umumnya juga tidak kalah dengan sekolah umum.Apalagi dunia akan memasuki dunia global yang penuh dengan persaingan hidup yang semakin kompetitif. Persaingan dalam dunia kerja misalnya, sarjana Indonesia bukan saja harus bersaing secara internal,antar lulusan dalam negri.Namun persaingan juga datang dari sarjana-sarjana luar yang secara akademik mereka lebih baik,multi kompetensi dan etos kerja yang lebih menjanjikan.
Tiga dekade belakangan ini masyarakat sudah mulai melirik dan mempercayakan anak-anaknya belajar di lembaga pendidikan Islam,termasuk pesantren, karna Lembaga ini sudah mulai berpikir bagaimana lulusan bisa lebih bermanfaat ketika sudah mejadi bagian masyarakat.Mereka dituntut tampil berdeda ketika berkiprah dan mengamalkan ilmu sesuai kompetensinya, tampil lain dengan lulusan sekolah umum.Ilmu yang dimiliki akan lebih dipeluakan masyarakat, sebab bukan saja ilmu agamanya yang tidak diragukan, tetapi ilmu umumnya juga dapat diuji kehebatannya.Membentuk masyarakat moderen yang penuh dengan kebutuhan hidup serta komonitas masyarakatnya bergerak sangat cepat berubah, individualistis.Menghadapi masyarakat seperti ini tidak bisa dilakukan dengan pola berpikir satu orientasi saja,namun konsep
dan pemikiran sudah harus tiga langkah meninggalkan mereka, sehingga apa yang kita lakukan khususnya dalam mempersiapkan lulusan sekolah selalu sudah maksimal kemampuan akademiknya sehingga ketika mamasuki arus persaingan bursa kerja dapat mengalahkan kompetiter lainnya.
Tugas pesantren sama dengan lembaga pedidikan Islam lainnya yaitu mengoftimalkan semua potensi yang terdapat pada prbadi santri, pengembangan dan peningkatan bakat yang ada dalam pribadi masing-masing santri.Semua manusia lahir dalam keadaan fitrah yang kemudian fitrah itu berkembang dimana, kapan dan siapa yang membentuknya.Salah satu teori pendidikan yang mendekati dengan konsep Islam yaitu teori konvergensi , yaitu seorang dapat dibentuk dominan pada lingkungan dan pembawaan. Dalam hadis Rasul bersabda “ Tiap orang dilahirkan dalam keadaan (membawa) fitrah,ayah dan ibundanyalah yang menjadikan Yahudi,Nasrani,atau Majusi- HR Buchori-Muslim. (Sayyid Ahmad Al Hasyimi112,tt).
Manusia lahir membawa kemampuan yang berbeda satu dengan lainnya yang lazim disebut pembawaan.Semetara fitrah adalah potensi yang dimiliki setiap anak.Maka dalam internal keluarga disinilah peran ibu-bapak sangat memegang peran dalam membnetuk putra-putrinya,karena rumah adalah lingkungan pertama yang anak kita kenal.Jika keluarga tersebut terbiasa
dengan amalan terpuji, seperti dalam bercakap santun dan lemah lembut,orang tua biasa mengerjakan sholat jama’ah atau tadarus Al Qur’an.Maka sudah barang tentu anak-anaknya akan menjadi manusia berahlak daan semua nilai hidup didasari dengan ajaran Islam.
Secara external pesantren sebuah wadah pendidikan keislaman yang merupakan tempat untuk menggali dan mengembangkan semua potensi santri menjadi manusia beriman, dimana masyarakat sudah memberikan kepercayaan penuh menitipkan putra-putrinya sebagai kepanjangan tangan para orang tua.Kondisi fitrah yang ada pada setiap anak berpotensi pada sisi baik dan jahat,jika diarahkan dan terbiasa dengan perbuatan baik dengan ajaran agama maka potensi terus akan berkembang, membesar dan menjadi karakter, dan sebaliknya tidak diarahkan dan bina secara benar sesuai tuntutan islam akan tumbuh dan membesar menjadi karakter tidak baik.Muhammad Mahmud Hijazi, tetkala membahas hakikat kejadian manusia ,tiba pada kesimpulan bahwa pada hakikatnya kejadian (fitrah) manusia adalah muslim (Hijazi,21,1986,28).Tabataba’i menyatakan bahwa salah satu sifat hakiki manusia adalah ingin mencapai kebahagiaan.Sifat ini merupakan ketetapan (sunah) Allah kepada manusia.Untuk mencapai kebahagiaan itu, manusia memerlukan agama
(Tabataba’i,16,1972,178-179). Zakiyah Drajat lebih tegas lagi dalam hal ini tatkala mengatakan bahwa mulai umur kurang lebih tujuh tahun,perasaan anak-anak terhadap Tuhan telah berganti dengan cinta dan hormat dan hubungannya dipenuhi oleh rasa iman (Zakiah Drajata,1970: 51) Dalam Al Qur’an ditegaskan dalam firman Allah; Artinya Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama Allah; manusia diciptakan Allah (dengan membawa) fitrah itu ( QS.30.30)
Kehadiran pesantren di tengah masyarakat membawa misi suci tetapi berat karena harus bersaing dengan lembaga pendidikan yang secara finansial ditopang oleh keuangan negara seperti sekolah negri, atau sekolah umum tetapi mempunyai usaha yayasan yang mampu menopang kebutuhan operassional sekolah, sekolah swasta favorite yang beraplisiasi dengan badan tertentu.Bagi sekolah atau universitas negri masih menjadi lembaga pendidikan idola masyarakat karena ada nilai intrinsic dalam bentuk ijazah dan gengsi pergaulan semuanya masih menjadi ukuran masyarakat, lulusan sekolah negri masih dianggap masih yang terbaik.Jika bicara jujur tidak sedikit jumlah sekolah swasta yang berkualitas dan menjadi sekolah favorite, bahkan setiap tahun menolak peserta didik baru.Jika di luar negri pendidikan swasta baik pada tingkat sekolah menengah sampai perguruan tinggi mendapat respon positif,
mereka lebih cenderung memilih sekolah swasta.Tentu saja alasan yang utama pada sisi pengelolaan dan sumber daya manusianya yang professional,berintgrasi tinggi,kompetensi keilmuan serta pangsa pasar lulusannya sudah dikenal masyarakat.
Di negara tercinta ini pendidikan yang dikelola swasta sudah mendapat tempat khusus di hati masyarakat, artinya mereka lebih cenderung memilih sekolah swasta termasuk pesantren.Dalam lembaga sekolah Islam dikenal istilah sekolah full day, mereka berada disekolah seharian penuh karena ada pembelajaran extra kurikuler yang biasa diisi dengan kegiatan keagamaan (afektif) dan ketrampilan (psikomorik) siswa.Disinilah para siswa bisa mengembangkan bakat (talenta) dengan berbagai macam varian ketampilan.Pada pendidikan pesantren pembelajaran ketrampilan lebih luas lagi, disamping ketrampilan bertalatar belakang teknik seperti robot,mereka juga dipersiapakan lahan yang luas guna mengembangkan bakat bertani dan pengeloaan pembuatana tambak ikan, udang dan unggas lainnya.Model sekolah seperti ini sekarang sangat digandrungi masyarakat, terutama bagi orang tua yang karena seharian disibukkan dengan urusan pekerjaan.Biaya yang mereka harus keluarkan memang tidak kecil,tetapi para orang
tua tidak berkeberatan, karena kompensasi berupa keberhasilan putra-putrinya sudah terpuaskan..
Kecendrungan orang tua menitipkan dan mempercayakan anaknya belajar di pesantren sudah berlangsung sejak tahun dua ribuan.Pertimbangan mereka adalah agar putra-putrinya menjadi yang kuat kompetensi keilmuannya yakni bagus ilmu umumnya, tetapi kemampuan ilmu agamanyapun tidak diragukan lagi (saint-religi) terintegratif secara baik.Dalam beberapa tehun kedepan kondisi dunia sudah semakin maju yang akan berbengaruh besar terhadap pola hidup manusia,kondisi sosail semakin rawan,gaya hidup individualistik menjadi gaya hidup bukan saja di kota besar, tetapi sudah masuk ke perkampungan ,persaingan dunia kerja semakin kompetitip,manusia semakin cinta dunia dan lupa akhirat sehingga yang ada di pikiran mereka bagaimana memperoleh kekayaan, bukan pertimbangan halal-haram lagi serta gaya dan tuntutan hidup lain.Dalam suasana kondisi sosial masyarakat seperti ini kehadiran agama sangat diperlukan manusia sebagai filter dan bungker pertahnan akhir pribadi muslim, sehingga mereka tetap eksis pada jalur kehidupan benar sesuai tuntunan syari’at Islam.Dalam suatu kesempatan Rasul pernah mengatakan “ Akan datang suatu masa agama diilustrasikan seperti memegang bara,dilepas kita menghadapi
masalah besar,(rugi dunia-akhirat) tetapi tetap dipegang tangan beresiko (tetap kuat dengan nilai syari’ah).
Disinilah tugas dan eksistensi pesantren di tengah masyarakat memberikan dan mempersiapkan wadah besar kepada umat Islam untuk membentuk manusia yang kuat keimanannya sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul.Ketika manusia sudah kuat agama dan bagus ketrampilan hidupnya, mereka semakin percaya diri dan yakin bahwa semua yang dilakukannya akan menghasilkan bukan saja memenuhi kebutuhan dunia, tetapi amal soleh (pahala) sebagai bekal dan persiapan hidup akhirat dapat diperoleh secara baik.amin