• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dalam dokumen Panduan penulisan skripsi dan tesis (Halaman 59-66)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

2. Diuraikan secara singkat dan jelas.

3. Mempunyai sasaran objek yang jelas.

4. Berupa imbauan untuk melakukan penelitian sejenis yang menekankan pada pendalaman

DAFTAR PUSTAKA

Peneliti menuliskan sejumlah bahan pustaka, baik berupa buku, jurnal, majalah, koran, dan sebagainya yang dibenarkan oleh aturan dan ketentuan yang berlaku.

Demikian juga teknik penulisannya disesuaikan dengan petunjuk teknis yang ada. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dengan minimal 20 sumber bacaan dengan komposisi 25% buku dan 75% jurnal yang terbit 10 tahun terakhir. Untuk S2 minimal 40 sumber bacaan dengan komposisi 25% buku dan 75% jurnal yang terbit 10 tahun terakhir.

LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Instrumen Ujicoba

Lampiran 2. Instrumen Penelitian Siap Pakai (Hasil Akhir Setelah Uji Coba)

Lampiran 3. Hasil Penghitungan Uji Coba Instrumen Lampiran 4. Data Hasil Penelitian (Data Variabel Terikat dan Variabel Bebas)

Lampiran 5. Data Hasil Pengujian Persyaratan Analisis Lampiran 6. Data Hasil Pengujian Hipotesis

RIWAYAT HIDUP

Peneliti menuliskan identitas dirinya yang meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, jabatan, pekerjaan dan karya ilmiah yang pernah

dibuatnya (jika ada) serta hal lain yang dianggap perlu, termasuk penyertaan foto terakhir peneliti.

B. Format Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian atau riset yang bersifat deskriptif. Proses (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian jenis ini. Teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian.

Terdapat perbedaan mendasar antara peran teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan. Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Sistematika yang disajikan bersifat umum, peneliti dapat menyesuaikan dengan sistematika yang berlaku pada metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Dalam sistematika penelitian kualitatif terbagi menjadi dua yaitu kualitatif studi kasus dan kualitatif studi pustaka. Adapun sistematika penulisan penelitian kualitatif adalah sebagai berikut:

1. Studi Kasus

a. Sistematika Kualitatif (Studi Kasus)

LEMBAR PERNYATAAN (ORISINALITAS) LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN

SKRIPSI ABSTRAK

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Fokus dan Subfokus Penelitian C. Perumusan Masalah

D. Tujuan Penelitian E. Kegunaan Penelitian F. Sistematika Penulisan BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian

B. Hasil Penelitian yang Relevan BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian B. Latar Penelitian

C. Metode Penelitian D. Data dan Sumber Data

E. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data

G. Pemeriksaan Keabsahan Data 1. Credibility

2. Transferability 3. Dependability 4. Confirmability

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum tentang Latar Penelitian

B. Temuan Penelitian

C. Pembahasan Temuan Penelitian BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

b. Penjelasan Isi Sistematika Kualitatif (Studi Kasus) BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Peneliti menguraikan konteks atau situasi yang mendasari munculnya permasalahan yang menjadi fokus penelitian. Konteks permasalahan bisa berupa tinjauan historis, ekonomis, sosial dan kultural.

Penggambaran konteks permasalahan penelitian dapat dilakukan dengan menunjukkan fenomena-fenomena, fakta-fakta empiris atau kejadian aktual dan unik yang terjadi di masyarakat yang sudah dipublikasikan melalui media masa, buku, hasil penelitian sebelumnya atau sumber lainnya. Peneliti dapat juga menyertakan data statistik untuk menunjukkan aktualitas dan trend atau perkembangan fenomena yang menjadi latar belakang masalah penelitian. Peneliti dapat juga menyertakan hasil studi pendahulu atas fenomena tertentu berupa data kuantitatif ataupun kutipan wawancara. Bagian latar belakang masalah ini sebaiknya diakhiri dengan batasan yang dibuat oleh peneliti berkaitan dengan fenomena empiris, ataupun kejadian yang sudah dipaparkan sebelumnya. Batasan atas fenomena tersebut diharapkan dapat mengantarkan peneliti menuju fokus penelitian yang akan diteliti

sekaligus menunjukkan penting dan menariknya permasalahan tersebut.

B. Fokus dan Subfokus Penelitian

Peneliti berupaya menemukan dan menetapkan variabel-variabel yang akan diteliti. Dalam kaitan ini, peneliti tidak menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian saja, tetapi keseluruhan situasi sosial diteliti yang meliputi aspek tempat, pelaku dan aktivitas yang berinteraksi secara sinergis.

Karena luasnya masalah, peneliti membatasi penelitiannya pada satu atau lebih variabel. Inilah yang disebut batasan masalah atau fokus penelitian, berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Dari fokus penelitian yang bersifat umum ini peneliti ingin agar penelitiannya lebih terarah dan terkonsentrasi pada satu hal (subfokus penelitian).

C. Perumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan salah satu tahapan dari sekian banyak tahapan penelitian yang memiliki kedudukan sangat penting. Tanpa perumusan masalah, penelitian tidak akan menghasilkan apa-apa.

Perumusan masalah atau research question atau juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat.

Perumusan masalah berisi tentang masalah- masalah yang hendak dipecahkan melalui penelitian.

Tentunya masalah-masalah yang dihasilkan itu tidak

lepas dari latar belakang masalah yang dikemukakan pada bagian pendahuluan.

Kalimat yang digunakan untuk menyusun perumusan masalah lazimnya berupa suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Contoh: Bagaimana persepsi mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta terhadap Mata Kuliah Kemuhammadiyahan?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian merupakan bentuk pernyataan tentang apa yang akan dituju dengan kegiatan penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu, pernyataan dilakukan secara deklaratif ringkas dan jelas tentang apa yang akan dilaksanakan dalam penelitian, sesuai dengan sifat permasalahan dan hasil yang ingin dicapai dalam melaporkan penelitian. Penelitian dapat bertujuan untuk menjajaki, menguraikan, menerangkan atau menguji suatu gejala.

Tujuan penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah jawaban terhadap masalah yang disusun berdasarkan fokus penelitian, sedangkan tujuan khusus adalah jawaban rumusan masalah yang disusun berdasarkan subfokus penelitian.

E. Kegunaan Penelitian

Kegunaan atau manfaat hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis adalah hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan objek penelitian. Manfaat praktis adalah manfaat bagi berbagai pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama

bagi pemangku kepentingan baik institusi/instansi, guru, pelaku usaha, pimpinan lainnya, dan peneliti yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut.

F. Sistematika Penulisan

Peneliti menyusun sistematika laporan hasil penelitian dari Bab I sampai dengan Bab V.

Dalam dokumen Panduan penulisan skripsi dan tesis (Halaman 59-66)

Dokumen terkait