• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen laporan - SIMAKIP (Halaman 128-138)

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa permasalahan bangsa yang terjadi saat ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan seluruh komponen atau elemen bangsa memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang sama untuk menjadikan Indonesia ini aman dan sejahtera. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menegaskan untuk membangun kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat, dibentuklah model Communtiy Policing atau Perpolisian Masyarakat (Polmas). Polmas yang merupakan tindaklanjut dari Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Kapolri Nomor Pol: Skep/737/X/2005 tanggal 13 Oktober 2005 guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, pembentukan FKPM juga dapat dijadikan sebagai wadah silaturahmi pihak kepolisian untuk dapat lebih dekat dengan masyarakat. Keanggotaan FKPM disamping berasal dari unsur kepolisian, juga dari unsur masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Sehingga kehadiran kepolisian, kehadiran ormas muslim, kehadiran tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh Agama dapat bersama- sama untuk mewujudkan Kamtibmas yang kondusif dan mengawal program- program Pemerintah Republik Indonesia yang sah, sehingga seluruh kegiatan untuk masyarakat, untuk bangsa bisa berjalan dengan baik.

Dengan keberadaan FKPM Da’i Kamtibmas di tengah-tengah masyarakat melalui pendekatan dakwah, penyampaian pesan Kamtibmas dinilai cukup efektif

118

dari pada dengan bahasa Kepolisian. Dalam Hadist Rasulullah SAW bersabda:

Man ra’a minkum munkaran fal yugayyirhu biyadihi, fa in lam yastati‘ fa bilisanihi, fa in lam yastati‘ fa biqalbihi, wa dzalika adh‘aful iman” yang artinya barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka cegahlah dan hentikanlah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka cegahlah dan hentikanlah dengan lisannya. Apabila tidak mampu, maka cegahlah dan hentikanlah dengan hatinya; dan hal ini merupakan buah iman yang paling rendah.” Riwayat Imam Muslim. Para Da’i, Kyai, Ulama dan Tokoh Agama lainya, merupakan bagian para Da’i yang tak terpisahkan yang merupakan ujung tombak pemberi informasi kepada masyarakat secara syiar keagamaan dan syiar sosial, untuk itu keberadaan FKPM Da’i Kamtibmas merupakan wadah bagi para Da’i-da’i Kamtibmas dalam hal memberikan informasi yang benar kepada masyarakat secara luas.

Oleh karena itu peneliti menyimpulkan secara rinci dan teliti sesuai dengan temuan dalam pelaksanaan penelitian, sebagai berikut:

Pertama, Peran FKPM Da’i Kamtibmas sebagai mediator dalam peyelesaian perkara-perkara isu-isu keagamaan yang berpotensi memecah belah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terkait dengan Intoleransi, Radikalisme dan Ekstremisme, sangatlah penting. Karena, FKPM Da’i Kamtibmas hadir sebagai solusi untuk dapat menyejukkan, mempersatukan para ustad atau Da’i, para Ulama, dan juga masyarakat. Sebab, FKPM Da’i Kamtibmas salah satu tugasnya adalah untuk membuat situasi yang kondusif yang ada dibawah binaan Polri dan salah satu elemen komunitas Da’i, Ulama, Ustad,

119

yang terstruktur yang bisa dibentuk sampai ketingkat Desa, untuk saat ini belum maksimal keberadaanya, karena sosialisasi yang kurang, jumlah anggota Da’i Kamtibmas yang masih kurang dan belum adanya kartu keanggotaan yang dimiliki oleh semua Da’i Kamtibmas yang ada.

FKPM Da’i Kamtibmas ini merupakan mitra Polri yang dapat menjadi salah satu garda terdepan memerangi Isu-isu yang sekarang Viral, baik isu pemecah- belahan umat, dan isu Nasionalisme yang selalu di bentur-benturkan dengan agama. Dengan Isu-isu tersebut Da’i Kamtibmas sesegera mungkin membuat Syiar-syiar agama guna meluruskan dan menyejukkan baik secara langsung di masjid-masjid, media sosial yang ada saat ini guna menghadapi era disrupsi 4.0 dan 5.0 kedepanya. Kemudian, Menambah jumlah rekrutmen Da’i Kamtibmas di setiap daerah dan meningkatkan sosialisasi rutin dalam kegiatan-kegiatan bersama masyarakat, dan Membuat surat permohonan secara resmi kepada Mabes Polri di bidang Binmas, untuk di buatkan kartu Keanggotaan Da’i Kamtibmas kepada seluruh Da’i Kamtibmas guna meningkatkan peran serta Da’i Kamtibmas sebagai mitra Polri di bidang Keagamaan.

Kedua, Peran FKPM Da’i Kamtibmas dalam membina umat berdasarkan nilai-nilai agama Islam, Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta memperkuat tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sangat penting. Karena, saat ini Intoleransi dan kekerasan tengah menghantui kita semua, sadar atau tidak hal tersebut hadir di sekitar kita, di keseharian kita. Perbedaan pendapat yang dulu hanya menjadi bahan untuk diskusi dan menjadi konsumsi orang yang berselisih, saat ini sudah tidak malu-malu lagi, hal tersebut muncul ke

120

permukaan menjadi konsumsi publik. Media sosial seolah-olah menjadi arena baru pergulatan ide, gagasan dan pendapat. Hal ini dikarenakan, Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia saat ini terancam.

Untuk itu, para tokoh adat dan budaya khususnya bisa memberikan kekuatan kepada Bangsa Indonesia tentang Arti mencinta Tanah Air, Arti Nasionalisme, arti Toleransi dan Anti Radikalisme terhadap masyarakat. FKPM Da’i Kamtibmas secara Aqidah dan Nasionalnya sudah bagus, jika ada perbedaan dalam perkara Syar’i para Da’i Kamtibmas ini dapat menjadi penengah, dengan cara mengumpulkan dalil-dalil syar’i yang terdapat perbedaan dan mencari kebijakan bersama untuk menghindari perpecahan dalam pengamalannya, terutama yang berhubungan terkait dengan Nasionalisme, terkait hubungan dengan Allah SWT, terkait hubungan dengan sesama manusia.

Para Da’i Kamtibmas ini dapat menjadi Mitra Polri bersama elemen-elemen Bangsa lainnya, untuk menjaga NKRI tetap utuh dalam bingkai persatuan dan persaudaraan. Keberadaan FKPM Da’i Kamtibmas saat ini, sangat jauh dari kata maksimal, oleh karena itu, FKPM Da’i Kamtibmas harus memperbaiki keadaan secara iternal dalam hal penguatan struktur organisasi dan meningkatkan program kegiatan, FKPM Da’i Kamtibmas bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia sebagai mitra Polri dan bersama Kementerian Agama sebagai wadah bagi Da’i- da’i yang ada di seluruh Indonesia. Kemudian, dalam kerja sama di bidang civitas akademisi, FKPM Da’i Kamtibmas harus segera meningkatkan kerjasama dengan sedkolah-sekolah dan perguruan tinggi yang ada di seluruh wilayah masing-

121

masing guna memaksimalkan Visi dan Misi FKPM Da’i Kamtibmas dalam menegakan “amar maruf nahi munkar”.

Ketiga, Peran FKPM Da’i Kamtibmas dalam Program Kepolisian, sangat penting. Karena, keberadaan FKPM Da’i Kamtibmas sangat membantu dan mendukung Tugas Pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Da’i Kamtibmas juga diharapkan mampu memberikan masukan positif kepada para Generasi penerus Bangsa, sehingga dapat mencegah paham- paham Intoleransi kepada masyarakat terhadap lingkungan tempat tingalnya, agar terciptanya situasi yang ada di lingkungannya tetap kondusif. Oleh karena itu, keseriusan Polri sebagai mitra utama FKPM Da’i Kamtibmas sangat dibutuhkan FKPM Da’i Kamtibmas harus segera melakukan rekrutmen Da’i Kamtibmas di setiap wilayah masing-masing, FKPM Da’i Kamtibmas masih sangat kekurangaan sekali dalam jumlah keanggotaan Da’i Kamtibmas yang ada di wilayah masing- masing.

Kemudian, Da’i Kamtibmas yang ada di wilayah masing-masing harus segara mengandeng para Da’i untuk bergabung dalam program Da’i Kamtibmas sebagai mitra Polri, karena masih banyak para Da’i yang ada belum terlibat dalam program Kamtibmas untuk mendukung kegiatan Kepolisian.

Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas harus segera berkordinasi kepada Polri dalam keberadaan Da’i Kamtibmas di setiap wilayah masing-masing agar dapat terlembagakan dengan baik. FKPM Da’i Kamtibmas dapat meningkatkan kerjasama dan sosialisasi program Kamtibmas dengan Da’i-da’i yang belum tergabung dalam kegiatan Da’i Kamtibmas.

122

Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas segera memaksimalkan komunikasi dengan Polri agar dapat lebih mendukung program kegiata Da’i Kamtibmas di setiap wilayah masing-masing. FKPM Da’i Kamtibmas harus segera meningkatkan dan berkordinasi kepada Pemerintah pusat dan daerah melalui perwakilan Da’i Kamtibmas di setiap wilayah masing-masing guna meningkatkan keseriusan Pemerintah terhadap keberadaan Da’i Kamtibmas yang ada, karena, belum adanya keseriusan Pemerintah untuk mengumpulkan semua tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh lainya yang mampu berkontribusi lebih untuk kepentingan masyarakat dalam rangka menyumbangkan pemikiran terbaik yang dapat berguna untuk masyarakat Indonesia.

FKPM Da’i Kamtibmas harus segera berkordinasi kepada Polri sebagai mitra utama untuk mamfasilitasi kegiatan FKPM Da’i Kamtibmas dengan anggaran yang dapat di gunakan dalam kegiatan FKPM Da’i Kamtibmas yang saat ini belum jelas sumbernya, karena saat ini, anggaran yang di miliki FKPM Da’i Kamtibmas hanya melalui kepeduliaan dari stakeholder atau para donatur.

Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas harus segera meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan program kegiatan dan peran serta Da’i Kamtibmas di tengah masyarakat agar dapat dirasakan keberadaannya. FKPM Da’i Kamtibmas agar segera berkordinasi dengan Polri dapat meningkatkan kemampuan Intelegensi para Da’i dan kemampuan pemetaan para Da’i di wilayah dalam menghadapi perbedaan keadaan masyarakat pada setiap wilayah masing- masing, hal ini berkaitan dengan keadaan demografis yang berbeda pada setiap daerah yang ada di Indonesia, dan faktor lainya yang berkaitan dengan dominasi

123

kekuatan Organisasi Muslim yang ada pada daerah-daerah di Indonesia. Da’i Kamtibmas diharapkan tidak hanya mengajak masyarakat ke jalan kebenaran, para Da’i Kamtibmas ini diharapkan mampu menguasai ilmu-ilmu keagamaan dan bisa menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat, kegiatan tersebut merupakan salah satu implementasi dari kebijakan atau program 100 hari masa kepemimpinan Kapolri.

Keempat, FKPM Da’i Kamtibmas dalam menghadapi kendala dan cara mengatasinya guna meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia), harus lebih di tingkatkan, karena berdasarkan kendala-kendala yang ada, yang dihadapi dan cara mengatasinya dalam Perspektif Manajemen masih kurang baik, dalam hal ini, pengaruh Kepemimpinan Organisasi yang masih lemah, anggaran organisasi yang belum jelas, kualitas SDM para Da’i Kamtibmas yang belum terbina dan terstruktur secara belum merata, penerapan Manajemen Strategi Organisasional dan Strategi SWOT yang belum sempurna, serta peningkatan Fungsi Manajemen yang belum terlaksana dengan baik.

Oleh karena itu, FKPM Da’i Kamtibamas di setiap kelurahan, kecamatan semuanya harus segera membentuk kepengurusan. Mabes Polri sebagai Mitra utama FKPM Da’i Kamtibmas dapat berkontribusi aktif untuk berkolaborasi dalam melaksankan pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas SDM Da’i Kamtibmas yang sudah terbentuk. Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas agar segera meningkatkan Kualitas SDM para Da’i Kamtibmas dalam perspektif manajemen melalui Manajemen Strategi Organisasional, Strategi SWOT, dan peningkatan Fungsi Manajemen yang baik, agar FKPM Da’i Kamtibmas dapat selalu

124

bersinergi khususnya dengan Kepolisian, Kementerian Agama dan Masyarakat secara umum. FKPM Da’i Kamtibmas segera lebih meningkatkan fungsi Manajemenya, yang dimulai dari Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling.

Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas harus segera melakukan Pengkajian tentang pengertian syiar dakwah, ruang lingkup syiar dawah, dan metode dakwah perlu di segarkan dengan formulasi terkini. FKPM Da’i Kamtibmas dapat melakukan pengawasan atau controling terhadap sikap Da’i Kamtibmas agar dapat open minded dan kesadaran terhadap konsep syiar dakwah yang hakiki, di mana syiar dakwah dapat menjadi bagian dari spirit kekuatan dan terpancar dalam berbagai bentuk interaksi dengan masyarakat secara luas dan tersebar.

Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas, harus mampu menyesuaikan kebutuhan syiar dakwah dalam menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan dalam menginterpretasikan perkembangan atau perubahan zaman yang memerlukan suatu kekuatan dan kemampuan untuk dapat menyesuaikan dengan berbagai macam tantangan dan tekanan dari arena dakwah. FKPM Dai Kamtibmas agar segera meningkatkan kordinasi rutin dengan Kepolisian sebagai mitra utama dan melaksanakan konsolidasi dalam pembahasan program-program kegiatan Da’i Kamtibmas dan kepastian dalam dukungan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan.

Kemudian, FKPM Da’i Kamtibmas harus menguatkan kembali Posisi Ketua Umum yang saat ini terpilih dengan meningkatkan kegiatan-kegiatan dan program-program FKPM Da’i Kamtibmas agar dapat dirasakan oleh setiap Da’i Kamtibmas yang berada di wilayah masing-masing agar pemimpin dan anggota

125

dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan organisasi dengan manajemen yang sudah diterapkan. FKPM Da’i Kamtibmas dapat melibatkan Polri dalam proses rekruitmen dalam unsur Intel dan Binmas untuk memastikan Da’i-Da’i Kamtibmas yang menjunjung tinggi nilai Nasionalisme.

FKPM Da’i Kamtibmas perlu mempelajari ilmu manajemen yang sempurna dan mengaplikasikannya dalam proses syiar dakwahnya dimulai dengan merencanakan, mengorganisasikan serta mengevaluasi kegiatan-kegiatan syiar dakwah yang telah dilakukan. Kemampuan ini dapat dipelajari dengan mengikuti berbagai macam kegiatan ilmiah berupa pelatihan atau workshop manajemen dakwah yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga swasta yang ada di setiap wilayah masing-masing.

Manajemen itu harus mengacu pada pimpinanya yang mengatur dan mengendalikan, yang harus memiliki sifat terpercaya, jujur, dan amanah. Dan seorang pemimpin juga harus dapat berkomunikasi dengan baik kepada anggota organisasinya, jika tidak dapat berkomunikasi dengan baik kepada anggotanya tidak akan dapat mencapai maksud dan tujuan organisasi yang dipimpinnya dan tidak bisa mengerakan angotanya. Dan maksud dari pada kepemimpinan adalah dapat mengerakan anggota baik itu dengan kata-kata dan perilakunya untuk dapat mengerjakan sesuatu. Jika, FKPM Da’i Kamtibmas ini sudah termanajemen dengan baik dan dilakukan dengan terpercaya, jujur, amanah, pasti akan berjalan dengan baik sesuai dengan Visi dan Misi yang ada. Seperti peribahasa kita “Ing Ngarso Sung Tulodholng, Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani” yang berarti di depan memberikan teladan, di tengah membangun kemauan, di belakang

126

memberikan dorongan dan pengaruh. Dalam arti, bahwa pemimpin dan anggota dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan organisasi dengan manajemen yang sudah diterapkan.

Kelima, penerapan penguatan Moderasi Beragama di Indonesia, sangat penting. Karena, Indonesia memiliki masyarakat yang majemuk, Moderasi beragama merupakan suatu proses untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama secara adil serta berkeseimbangan, agar tetap pada kemurnian agama dan terhindar dari ajaran yang tidak diajarkan oleh agama. Dalam penguatan Moderasi beragama yang bertujuan untuk menguatkan seseorang atau kelompok serta Negara terkait dengan cara pandang bersikap moderat dalam beragama, karena ini sangat penting diterapkan pada kehidupan sehari-sehari, Negara Indonesia yang mempunyai berbagai macam suku dan agama, penguatan Moderasi beragama sangatlah penting, mengapa penting? Karena perbedaan merupakan “Rahmatan Lilalamin” yang merupakan “sunnahtullah”, keanekaragaman merupakan fitrah bangsa, Pancasila merupakan cerminan nilai asli masyarakat Indonesia, sebagai bangsa yang beragama.

Prosedur-prosedur di atas menurut hasil wawancara dan teori Rifai (2018) dapat dijadikan sebagai langkah-langkah yang dapat diberlakukan untuk para da’i FKPM sebelum terjun di masyarakat. Selanjutnya, kebijakan-kebijakan yang harus disiapkan oleh kepolisian dalam mempertahankan eksistensi FKPM adalah membuat perencanaan dengan metode POAC dan strategi untuk menghadapi konflik-konflik yang muncul. Sedangkan, indikator-indikator terkait sumber daya manusia bagi da’i yang berkualitas adalah dengan memaksimalkan fungsinya

127

dalam organisasi FKPM, bekerja sama dengan berbagai elemen pemerintah daerah serta menghimbau masyarakat terkait sosialisasi program-program FKPM.

Sehingga peran Da’i FKPM dapat dirasakan oleh masyarakat dengan pengembangan ssumber daya manusia yang baik dan eksistensi FKPM itu sendiri.

Dalam dokumen laporan - SIMAKIP (Halaman 128-138)

Dokumen terkait