• Tidak ada hasil yang ditemukan

TANTANGAN DAN PELUANG

2.6 Kesimpulan

dari para pemangku kepentingan perikanan akan pentingnya mengadopsi dan menggunakan pendekatan EAFM dan EBFM sebagai landasan pengembangan perikanan di Indonesia. Selain itu, telaahan mengenai gerakan EAFM di Indonesia, baik pada tataran nasional maupun pada pelaksanaan di daerah, masih menunjukkan beberapa kelemahan.

(4) Dari segi hukum, masih terdapat beberapa hambatan untuk mengadopsi dan mengimplementasikan EAFM dan EBFM di Indonesia. Hambatan-hambatan itu di antaranya belum adanya perundang-undangan yang secara eksplisit menyebutkan bahwa EAFM dan EBFM dijadikan perspektif pengelolaan perikanan.

Selain itu, masih terdapat peraturan perundang-undangan yang tidak mendukung pelaksanaan EAFM seperti yang direncanakan oleh Kelompok Kerja EAFM Nasional. Namun demikian, untuk pengelolaan perikanan berbasis community-based comanagement, khususnya untuk pengelolaan perikanan skala kecil/pesisir, dukungan legal sudah cukup banyak, mulai dari konstitusi sampai kepada peraturan daerah, tetapi tidak terbatas pada praktik pengelolaan berbasis adat. Meskipun memiliki banyak kelebihan dan adopsinya dimungkinkan secara legal, praktik- praktik pengelolaan berbasis masyarakat juga mengandung beberapa kelemahan, antara lain kecenderungan sudah melemah dan keterbatasan lingkup kerja serta sumber daya manusianya.

Artinya, pada pelaksanaan pengelolaan EBFM pasca pengelolaan perikanan skala kecil, peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas masih dibutuhkan.

Daftar Pustaka

Adhuri, D.S. 2013. Selling the Sea, Fishing for Power: A Study of Conflict over Marine Tenure in Kei Islands, Eastern Indonesia. Canberra: The Australian National University (ANU).

Bachtiar, I. 2007. Compilation of the Awig-awigs on Coastal Fisheries Resource Management (CFRM) in the District of Lombok Timur.

Maratam: Center for Coastal and Marine Research Universits Mataram.

Bailey, C. dan C. Zerner, 1992. “Community-Based Fisheries Management Institutions in Indonesia”. Dalam Maritime Anthropological Studies 5: 1-17.

Balland, J. dan J. Platteau, 1996. Halting Degradation of Natural Resources:

Is there a Role for Rural Communities? New York: Oxford University Press.

Berkes, F. 2011. “Implementing ecosystem-based management: evolution or revolution?” Dalam Fish and Fisheries 13: 465-476.

Berkes, F. (ed.), 1989. Common Property Resources: Ecology and Community- Based Sustainable Development. London: Belhaven Press.

Davis, A. dan K. Ruddle, 2010. “Constructing Confidence: Rational Skepticism and Systematic Enquiry in Local Ecological Knowledge Research”. Dalam Ecological Applications 20: 880-94.

Emmerson, D.K. 1980. Rethinking Artisanal Fisheries Development: Western Concepts, Asian Experiences. World Bank Staff Working Paper No.

423.

FAO Fisheries Departement. 2009. “The ecosystem approach to fisheries: The human dimensions of the ecosystem approach to fisheries”. Technical Guidelines for Responsible Fisheries, 4, Suplement 2 add. 2.

FAO Fisheries Department. 2003. “The ecosystem approach to fisheries”.

FAO Technical Guidelines for Responsible Fisheries. No. 4, Suppl.

2. Rome.

Ferrol-Schulte, D., S.C.A. Ferse, dan M. Grlaser. 2014. “Patron-client relationships, livelihoods and natural resource management in

tropical coastal communities”. Ocean and Coastal Management 100:

63-73.

Haliadi-sadi, S. Mahid, dan W.D. Lumangino. 2013. Verifikasi Budaya Bahari

“Sasi” di Indonesia Timur (Kepulauan Aru, Banggai Kepulauan dan Raja Ampat). Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Holling, C.S. dan G.K. Meffe. 1996. “Command and Control and the Pathology of natural resource management”. Dalam Conservation Biology 10: 380-386.

Johannes, R.E., 1978. “Traditional Marine Conservation Methods in Oceania and Their Demise”. Dalam Annual Review of Ecology and Systematics 9: 249-364.

Lejano, R.P. dan Ingram. 2009. “Collaborative networks and new ways of knowing”. Dalam Environmental Science and Policy 12: 653-662.

Link, J.S. 2010. Ecosystem-based fisheries management: confronting tradeoffs. Cambridge: the University Press.

Ludwig, D. 2001. “The era of management is over”. Dalam Ecosystems 4:

758-764.

Murawski, S.A. 2006. “Ten Myth concerning ecosystem approach to marine resource management”. Dalam Marine Policy 31. 681-690.

McLeod, E., B. Szuster, dan R. Rodney. 2009. :Sasi and Marine Conservation in Raja Ampat, Indonesia”. Dalam Coastal Management, 37(6): 656- 676.

Muawanah. U, G. Yusuf, L. Adrianto, J. Kalther, R. Pomeroy, H. Abdullah, T.

Ruchimat. 2018. “Review of national laws and regulation in Indonesia in relation to an ecosystem approach to fisheries management”.

Dalam Marine Policy 91: 150-160.

Patrick, W.S. dan J.S. Link. 2015. “Myths that Continue to Impede Progress in Ecosystem-Based Fisheries Management”, Fisheries, 40(4): 155-160.

Ruddle, K. dan T. Akimichi (eds). 1984. Maritime Institutions in the Western Pacific. Osaka: National Museum of Ethnology.

Ruddle, K. dan A. Satria (eds), 2010. Managing Coastal and Inland Waters:

Pre-Existing Aquatic Management Systems in Southeast Asia.

Dordrecht: Springer.

Saad, S. 2003. Politik Hukum Perikanan Indonesia. Jakarta: Lembaga Sentra Pemberdayaan Masyarakat.

Sari, N.N.F. 2004. Efektivitas Penerapan Awig-awig dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Tangkap di Kawasan Teluk Jukung, Kecamatan Keruak dan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Karya Ilmiah Praktik Akhir, Program Studi Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Sekolah Tinggi Perikanan, Jakarta.

Satria, A. dan D.S. Adhuri. 2010. “Pre-Existing Fisheries Management Systems in Indonesia, Focusing on Lombok and Maluku”. Dalam K.

Ruddle dan A. Satria (eds.). Managing Coastal and Inland Waters: Pre- existin Aquatic Management Systems in Southeast Asia. Dordrecht, Heidelberg, London and New York, Springer Science and Musiness Media: 31-55.

Solihin, A., A. Al Amin, dan D.T. Hartoto. 2011. “Praktik Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Berbasis Kearifan Lokal”. Dalam Adrianto, L (ed.). Konstruksi Lokal Pengelolaan Sumberdaya Perikanan di Indonesia. Bogor: IPB Press. Hal. 17-110.

Sulaiman. 2010. Model alternatif Pengelolaan Perikanan Berbasis Hukum Adat Laot di Kabupaten Aceh Jaya Menuju Keberlanjutan Lingkungan yang Berorientasi Kesejahteraan Masyarakat. Tesis Magister. Program Magister Hukum, Universitas Diponegoro, Semarang.

Steenbergen, D.J. 2013. Negotiating the Future of Local ‘Backwaters’:

Participatory Marine Conservation on Small Islands in Eastern Indonesia. Doctor of Philosophy thesis, Murdoch University.

Ulaen, A.J., S. Hoetagaol, dan M.S. Kaghoo. 2014. Verifikasi Budaya Bahari Seke-Maneke: Tradisi Bahari di Ambang Kepunahan. Jakarta:

Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Young, C.D., A. Charles and A. Hjort. 2008. Human Dimensions of the Ecosystem approach to fisheries: an overview of context, concepts, tools and methods. Rome: FAO-UN

Dalam dokumen Challenges and Opportunities in Indonesia (Halaman 48-53)

Dokumen terkait