BAB V. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai Implementasi E-Procurement di dalam pengadaan barang dan jasa di kabupaten luwu utara dalam pelaksanaannya cukup baik namun belum dapat dikatakan Efektif secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan beberapa indikator yang digunakan yaitu Ketetapan Kebijakan, Kebijakan E-Procurement berjalan cukup baik meski masih ada kendala-kendala diluar teknis seperti kurang akses dan update, akses jaringan, keterlambatan akses data disebabkan oleh sistem yang Error sehingga perlu adanya Upgrade Sistem agar dapat menggunakan dengan normal sesuai dengan tujuan E-Procurement itu sendiri. E- Procurement juga masih ada kendala yang di alami sebagai pengguna (Kontraktor) yaitu masih adanya gratifikasi yang terjadi oleh pihak kantor dengan pengguna/pelaku agar urusan lancar, hingga sistem yang masih lambat untuk Update ketika permintaan barang yang diinginkan oleh kontraktor.
Ketetapan Pelaksana, Kantor Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Luwu Utara melakukan komunikasi aktif terhadap internal kantor dan juga terhadap eksternal kantor yaitu para pengguna Sistem Layanan E-Procurement. Ketetapan Target, Perencanaan Kantor Pengadaan barang dan jasa secara keseluruhan belum maksimal karena Server LPSE masih dikendalikan oleh Dinas KOMINFO, tidak berdiri sendiri meskipun sudah lama berjalan, tetapi dalam
71
pelaksanaanya selalu ditingkatkan sesuai Visi dan Misi Kantor. Kebijakan E- Procurement berkaitan. Dan Ketetapan Lingkungan, E-Procurement dilaksanakan berjalan dengan baik karena adanya dukungan oleh pihak kantor LPSE ataupun Pengadaan barang dan jasa, juga paling penting di dukung oleh pihak eksternal seperti para pengguna sehingga E-Procurement berjalan sesuai dengan harapan. Selain SDM terkait di Kantor LPSE dan Kantor Pengadaan Barang dan Jasa, pihak eksternal para pengguna E-Procurement, perlu juga dukungan Sarana dan Prasarana yang semestinya diperbaharui, seperti pembaharuan Server yang masih diambil alih oleh pihak KOMINFO, Pihak Kantor kita ingin berdiri sendiri dan punya kantor sendiri agar pelaksanaan kebijakan tersebut dapat sesuai harapan dan tujuannya.
2. Saran
1. Sebaiknya pemerintah dan stakeholder terkait untuk lebih meningkatkan atensi dan pengawasan terhadap Implementasi E-procurement.
2. Seharunsya perekrutan tenaga ahli (SDM yang berkompeten, jujur dan adil) diutamakan pada proses perekrutan dan pembentukan panitia Implementasi E-procurement.
3. Sebaiknya didalam Implementasi E-procurement dapat lebih di tingkatkan pengawasannya hingga pengevalusiannya sehingga dapat terlaksana dengan baik dan sesuai tujuan E-procurement itu sendiri.
4. Sebaiknya ada peningkatan dari segi kualitas aturan implementasi, para panitia pengadaan barang dan jasa secara online ini agar dapat terlaksana dengan baik dan optimal sesuai dengan tujuan E-procurement.
73
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, A., Adys, A. K., & Haq, N. (2020). Implementasi E-Procurement Dalam Pengadaan Barang Dan Jasa Di Bagian Layanan Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah (Blpbj) Sekretariat Daerah Kota Makassar. JPPM: Journal of Public Policy and Management, 2(2).
Alamsyah, K. (2016). Kebijakan Publik Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta.(Media Citr).
Artantri, L. P. R. M., Handajani, L., & Pituringsih, E. (2016). Peran E- Procurement Terhadap Pencegahan Fraud Pada Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Daerah Di Pulau Lombok. Neo-Bis, 10(1), 16–32.
Damayanti, A., & Hamzah, A. (2011). Pengaruh e-procurement terhadap Good Governance. Fakultas Ekonomi Universitas Trunojoyo.
Engström, A., Wallstrom, Å., & Salehi-Sangari, E. (2009). Implementation of public e-procurement in Swedish government entities. 2009 International Multiconference on Computer Science and Information Technology, 315–
319.
Gunasekaran, A., & Ngai, E. W. T. (2008). Adoption of e-procurement in Hong Kong: an empirical research. International Journal of Production Economics, 113(1).
Handayaningrat, S. (1983). Administrasi Pemerintahan Dalam Pembangunan Nasional. Jakarta. Gunung Agung.
Hasniati. (2006). Kebijakan Pengembangan Electronic Government. Jurnal Ilmu Administrasi, Fisip Universitas Hasanuddin, 7(2).
Indonesia, P. R. (2016). Undang-Undang Nomor 19. 2016. Tentang informasi dan Transaksi Elektronik.
Indonesia, P. R. (2018). Peraturan Presiden Nomor 16. 2018. Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Indrajit, R. E. (2002). Electronic government: strategi pembangunan dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital.
Yogyakatra. Andi.
Nugroho, R. (2003). Kebijakan Publik formulasi, implementasi, evaluasi. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo.
Nurchana, A. R. A. (2014). Efektivitas E-Procurement Dalam Pengadaan Barang/Jasa (Studi Terhadap Penerapan E-Procurement Dalam Pengadaan Barang/Jasa di Kabupaten Bojonegoro). Jurnal Administrasi Publik, 2(2), 355–359.
Nurmala. (2014). Pelaksanaan Koordinasi Aparatur Pemerintah di Kantor
Kecematan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Nuryanti, M. (2013). Implementasi Kebijakan publik. pemahaman teoritis empiris. Makassar: Membumi Publishing.
Pajli, A. K. (2015). Penerapan E-Procurement di Kantor UPTB PDAS Jeneberang Walanae Kementrian Kehutanan Republik Indonesia.
Universitas Hasanuddin.
Reason, M., & Evans, E. (2000). Implementing E-procurement. Hawksmere London. Thorogood.
Rianto, B., & Lestari, T. (2012). Polri dan Aplikasi E-Government Dalam Pelayanan Publik. Putra Media Nusantara. Surabaya.
Sartika, D., & Yuliani, F. (2013). Implementasi E-procurement Dalam Pengadaan barang dan Jasa. Jurnal Kebijakan Publik, 4(2), 122–199.
Siagian, S. P. (2003). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta. Bumi Aksara Siangian, S. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta. Bumi Aksara.
Sirait, B. C. (2018). Memotret E-Procurement dalam Mewujudkan Good Governance di Indonesia. Journal of Governance, 3(1).
Sugiyono, S. (2010). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dan R&D.
Bandung. Alfabeta
Suratman. (2017). Generasi Implementasi dan Evaluasi Kebijakan Publik.
Makassar. (Copiya Pub).
Susanti, G. (2006). E-Government dalam pelayanan publik. Visi Jurnal Ilmu Administrasi, Fisip Universitas Hasanuddin, 7(2), 18–29.
Udoyono, K. (2012). E-procurement dalam Pengadaan Barang dan Jasa untuk Mewujudkan Akuntabilitas di Kota Yogyakarta. Jurnal Studi Pemerintahan, 3(1).
Wahab, S. A. (2012). Analisis kebijakan: dari formulasi ke penyusunan model- model implementasi kebijakan publik. Jakarta: Bumi Aksara, 77.
Winarno. (2012). Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta. (M. Pressindo (ed.)).
LAMPIRAN
Dokumentasi:
Wawancara Bersama Pengguna E-Procurement
Wawancara bersama Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa
Wawancara Bersama Kepala Sub Bagian Pembinaan dan Advokasi PBJ
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
SULFIAH, dilahirkan di Pandak pada hari minggu tanggal 27 bulan Desember tahun 1998. Anak Bungsu dari Tiga bersaudara dari pasangan Masdari dan Salma memiliki dua kakak Laki-Laki bernama Muhammad Risal, S.IP dan Erwin, SKM Peneliti menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SDN 093 Pandak Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu utara dan lulus pada tahun 2011 kemudian melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Masamba lulus pada tahun 2014 dan melanjutkan pendidikan ditahap selanjutnya pada SMAN 1 Masamba dengan jurusan Sains lulus pada tahun 2017. Pada tahun 2017 peneliti melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Makassar pada program studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dengan ketekunan hingga motivasi tinggi untuk terus belajar dan berusaha, peneliti telah berhasil menyelesaikan pengerjaan tugas akhir skripsi ini. Semoga dengan penelitian tugas akhir skripsi ini mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan disiplin Ilmu Administrasi Negara. Akhir kata peneliti mengucapkan rasa syukur yang sebesar- besarnya atas terselesaikannya skripsi yang berjudul “IMPLEMENTASI E- Procurement di Dalam Pengadaan Barang dan Jasa di Kabupaten Luwu Utara”.