• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

sangat bermanfaat dan nantinya akan membantu proses pembelajaran karena bisa dilakukan dengan sendiri untuk belajar.

Maka dari data tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa bahan ajar bermanfaat, baik bagi guru maupun bagi siswa. Bagi gurusebagai media dalam proses pembelajaran dan bagi siswa menjadi lebih mudah untuk memahami dalam proses belajar secara pribadi

Konsep bahan ajar materi ekosistem cukup terstruktur hanya saja masih belum sesuai pada pemberian judul pada sub-sub judul dengan kompetensi dasar. Kemudian materi bahan ajar yang disajikan sudah sesuai nilai moral dan agama yang disajikan sudah sesuai hanya saja perlu sumber ayat pada bahan ajar.Petunjuk percobaan pada bahn ajar dipaparkan dengan jelas dan lengkap.Istilah-istilah yang digunakan pada materi bahan ajar cukup akurat. Bahan ajar cukup sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terkait pada tampilan bahan ajar, diawali dengan susunan/tata letak tampilan awal bahan ajar sudah menarik, baground pada bahan ajar juga sudah menarik.Gambar dengan isi bahan ajar sudah sesuai hanya saja ada beberapa gambar yang perlu diperjelas sehingga pengguna dapat melihat gambar yang terdapat pada materi bahan ajar. Tampilan pada cover bahan ajar sudah menarik. Warna font yang digunakan pada tampilan bahan ajar serasi dan menarik, tampilan huruf pada gambar sudah jelas.Tampilan layout yang terdapat pada modul juga menarik.Jenis huruf yang digunakan pada modul cukup menarik, variasi huruf yang digunakan juga tidak berlebihan.Kemudian penggunaan spasi antar baris cukup sesuai karena beberapa pragraf belum diatur spasi antar baris dan penggunaan spasi antar huruf cukup sesuai

Adapun susunan materi dalam bahan ajar disajikan secara sistematis. Kemudian pengantar pada materi konsisten dan efektif, jenjang judul utama dan sub judul jelas dan proporsional. Makna/arti

dari objek cukup mampu dijelaskan.Kemudian kreativitas desain yang digunakan cukup menarik.Dari tata bahasa bahan ajar, struktur kalimat yang digunakan pada materi bahan ajar cukup tepat perlu penggunaan kalimat-kalimat yang tepat agar pengguna dengan mudah memahami maksud kalimat tersebut. Keefektifan kalimat yang digunakan cukup efektif dan tingkat kebakuan bahasa/istilah yang digunakan cukup baku akan tetapi ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa/istilah non baku, untuk itu perlu menggunakan bahsa/istilah yang baku sehingga bahasa yang digunakan pada bahan ajar mudah untuk dipahami.

Hasil perhitungan persentase dari ahli materi dan media, berdasarkan indikator yang merupakan materi dan media di dalam bahan ajar berbasis nilai moral dan agama berupa materi eksistem.

Dengan 32 butir sub materi yang di nilai kesesuaianya dengan indikator dan panduan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama pada materi ekosistem hasil 93,75% dengan klasifikasi bahan ajar valid dan cukup layak untuk digunakan.

Sehingga dapat dinyatakan bahawa bahan ajar berbasis nilai moral dan agma pada materi ekosistem cukup layak untuk digunakan sebagai materi dan media dalam bahan ajar yang digunakan untuk di uji coba ke siswa dalam proses belajar mengajar.

b. Analisis hasil uji coba ahli keagamaan

Validasi ahli keagamaan dilakukan oleh Dr. Adi Fadli M.Ag, merupakan seorang dosen senior di jurusan IPA Biologi.Pengambilan

data hasil validasi ahli keagamaan oleh bapak Dr. Adi Fadli M.Ag 06 Desember 2020. Berdasarkan deskripsi yang dituliskann oleh ahli keagamaan pada setiap aspek penilain pada angket bahwa validator mendeskripsikan dari kualitas isi angket bahwa kesesuaian materi dengan nilai moral dan agama akan tetapi pada ayat-alqur’an perlu dikembangkan dengan tafsir. Konsep nilai moral dan agama juga sudah sesuai, kemudian hubungan antara materi dengan nilai moral dan agama sudah sesuai. Kesesuain penafsiran pada ayat-ayat al-qur’an sudah sesuai akan tetapi perlu ditambahkan penafsiran yang akurat seperti tafsir ibnu katsir dan tafsir al-misbah. Kemudian bahasa yang digunakan pada materi ekosistem dengan penafsiran ayat al-qur’an mudah untuk dipahami dan penulisan ayat al-qur’an serta terjemahannya dituliskan dengan jelas.

Hasil perhitungan persentase dari ahli keagamaan, berdasarkan indikator yang merupakan nilai agama di dalam bahan ajar berupa materi ekosistem berbasis nilai moral dan agma. Dengan 10 butir sub materi yang di nilai kesesuaianya dengan indikator dan panduan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama pada materi ekosistem hasil 74%

dengan klasifikasi bahan ajar valid dan cukup layak untuk digunakan.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa bahan ajar berbasis nilai moral dan agama cukup layak untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri yang digunakan untuk di uji coba ke siswa dalam proses belajar mengajar.

c. Analisis hasil validasi pendidik atau Guru

Hasil validasi ahli praktisi lapangan (Guru) dilakukan oleh ibu Baiq Widya S.Pd, merupakan seorang guru IPA Biologi MAN 1 Gerung Lombok Barat. Pengambilan data validasi oleh ibu Baiq Widya S.Pd 25 Desember 2020.

Hasil perhitungan persentase dari pendidik atau Guru, berdasarkan indikator yang merupakan nilai agama di dalam bahan ajar berbasis nilai moral dan agama. Dengan 22 butir sub materi yang di nilai kesesuaianya dengan indikator dan panduan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama pada materi ekosistem hasil 93,63% dengan klasifikasi bahan ajar berbasis nilai moral dan agama valid dan cukup layak untuk digunakan.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa bahan ajar berbasis nilai moral dan cukup layak untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri yang digunakan untuk diuji coba ke siswa dalam proses belajar mengajar.

d. Analisis hasil respon siswa

Hasil respon siswa ini dilakukan pada tanggal 25 Desember 2020. Hasil respon siswa yang dihasilkan dari 22 siswa kelas X IPA MAN 1 Lobar dengan membagikan angket.

Hasil perhitungan persentase dari angket respon siswa, berdasarkan indikator dan 10 jenis aspek yang dinilai kesesuaianya dengan indikator dan panduan bahan ajar berbasis nilai moral dan

agama dengan hasil 95,27% dengan klasifikasi bahan ajar berbasis nilai moral dan agama valid dan cukup layak untuk digunakan.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa bahan ajar berbasis nilai moral dan agama cukup layak untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri yang digunakan untuk siswa dalam proses belajar mengajar

lengkap.Istilah-istilah yang digunakan pada materi bahan ajar cukup akurat.

Bahan ajar cukup sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terkait pada tampilan bahan ajar, diawali dengan susunan/tata letak tampilan awal bahan ajar sudah menarik, baground pada bahan ajar juga sudah menarik.Gambar dengan isi bahan ajar sudah sesuai hanya saja ada beberapa gambar yang perlu diperjelas sehingga pengguna dapat melihat gambar yang terdapat pada materi bahan ajar. Tampilan pada cover bahan ajar sudah menarik. Warna font yang digunakan pada tampilan bahan ajar serasi dan menarik, tampilan huruf pada gambar sudah jelas.Tampilan layout yang terdapat pada modul juga menarik.Jenis huruf yang digunakan pada modul cukup menarik, variasi huruf yang digunakan juga tidak berlebihan.Kemudian penggunaan spasi antar baris cukup sesuai karena beberapa pragraf belum diatur spasi antar baris dan penggunaan spasi antar huruf cukup sesuai

Adapun susunan materi dalam bahan ajar disajikan secara sistematis.

Kemudian pengantar pada materi konsisten dan efektif, jenjang judul utama dan sub judul jelas dan proporsional. Makna/arti dari objek cukup mampu dijelaskan.Kemudian kreativitas desain yang digunakan cukup menarik.Dari tata bahasa bahan ajar, struktur kalimat yang digunakan pada materi bahan ajar cukup tepat perlu penggunaan kalimat-kalimat yang tepat agar pengguna dengan mudah memahami maksud kalimat tersebut. Keefektifan kalimat yang digunakan cukup efektif dan tingkat kebakuan bahasa/istilah yang digunakan cukup baku akan tetapi ada beberapa kalimat yang menggunakan

bahasa/istilah non baku, untuk itu perlu menggunakan bahsa/istilah yang baku sehingga bahasa yang digunakan pada bahan ajar mudah untuk dipahami.

Dan ahli keagamaan bapak Dr. H. Adi Fadli, M.Ag Setelah melakukan konsultasi proses pengembangan produk bahan ajar dimulai dan telah mendapatkan revisi. Berdasarkan deskripsi yang dituliskann oleh ahli keagamaan pada setiap aspek penilain pada angket bahwa validator mendeskripsikan dari kualitas isi angket bahwa kesesuaian materi dengan nilai moral dan agama akan tetapi pada ayat-alqur’an perlu dikembangkan dengan tafsir. Konsep nilai moral dan agama juga sudah sesuai, kemudian hubungan antara materi dengan nilai moral dan agama sudah sesuai. Kesesuain penafsiran pada ayat-ayat al-qur’an sudah sesuai akan tetapi perlu ditambahkan penafsiran yang akurat seperti tafsir ibnu katsir dan tafsir al- misbah. Kemudian bahasa yang digunakan pada materi ekosistem dengan penafsiran ayat al-qur’an mudah untuk dipahami dan penulisan ayat al-qur’an serta terjemahannya dituliskan dengan jelas.

Sehingga dapat dinyatakan bahwa bahan ajar berbasis nilai moral dan agama cukup layak untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri yang digunakan untuk diuji coba ke siswa dalam proses belajar mengajar.

D. Pembahasan

1. Tahap-Tahap Pengembangan Bahan Ajar

Pengembangan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama, bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama, untuk menghasilkan produk yang

membantu proses pembelajaran. Bahan ajar yang dikembangkan harus memiliki tingkat kevalidan, dan keefektifan yang memenuhi kriteria.

Proses pengembangan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama dilakukan secara bertahap yang mengacu pada model 4-D.

Model pengembangan 4-D dikembangkan oleh Thagarajan, Semmel, dan Melvin I Semmel. Model pengembangan 4-D memiliki 4 tahapan yaitu Define (Pendefinisian), design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Desseminate (Penyebaran

).

namun peneliti menggunakan hanya 3 tahap dikarenakan suatu kondisi yang tidak memungkinkan yaitu covid 19 dan waktu yang hanya sedikit.

Tahap pertama yang dilakukan pada proses Pengembangan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama pada materi ekosistem yaitu tahap pendefinisian.31Pada tahapan ini ditetapkan syarat-syarat dan batasan materi dalam bahan ajar yang dikembangkan. Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan pada tahap ini yaitu analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis materi, analisis konsep dan merumuskan tujuan.

Analisis awal-akhir dilakukan untuk menemukan masalah-masalah yang dihadapi guru dan peserta didik pada sekolah tempat penelitian dalam proses pembelajaran. Adapun hasil yang diperoleh yaitu pembelajaran pada materi ekosistem yang dilakukan masih menggunakan bahan ajar yang seperti biasa pada umumnya tanpa dikembangkan.

31S. Eko Putro Widyoko, Evaluasi Program Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik,h. 242.

Tahap kedua yaitu tahap perancangan. Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang produk bahan ajar yang akan dikembangkan yang kemudian akan menjadi prototype I. Tahap perancangan terdiri dari beberapa langkah yaitu penyusunan materi, pemilihan media, pemilihan format dan rancangan awal produk

.

Tahap ketiga adalah tahap pengembangan. Pada tahap ini dilakukan pengembangan terhadap bahan ajar berbasis nilai moral dan agama materi ekosistem, dimana pengembangannya berpatokan pada rancangan awal sehingga menghasilkan produk awal.

2. Kevalidan bahan ajar berbasis nilai moral dan agama

Salah satu kriteria bahan ajar berkualitas adalahbahan ajar yang memiliki tingkat validitas yang tinggi. Validasi dilakukan dengan cara menghadirkan tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang telah dirancang sehingga dapat diketahui kelemahan dan kekuatan produk.

Bahan ajar yang telah dibuat oleh peneliti dan divalidasi oleh validator bertujuan untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Bahan ajar berbasis nilai moral dan agama pada materi ekosistem divalidasi oleh 2 validator yaitu validator media dan materi oleh dosen senior sekaligus kajur jurusan IPA Biologi oleh bapak Dr. Ir. Edi M Jayadi MP. Dengan hasil nilai persentase kevalidan yaitu 93,75% dengan pernyataan sangat valid tidak revisi, sedangkan validator keagamaaan adalah dosen senior juga di UIN Mataram yaitu bapak prof.

Dr. H. Adi fadli, M.Ag. dengan hasil nilai persentase kevalidan yaitu 74%

dengan pernyataan valid tidak revisii. Hasil validasi yang diperoleh direvisi sesuai masukan dan saran dari validator.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Pengembangan bahan ajar ini berbasis nilai moral dan agama pada materi ekosistem. Nilai moral yang digunakan dalam bahan ajar ini adalah nilai moral tindakan baik buruknya pada lingkungan atau masyarakat. Dengan hal ini bahan ajar dengan bahan ajar yang lain berbeda. Nilai moral di tulis pada setiap materi, agar siswa bisa mengetahui dan memahami nilai moral dan agama pada materi ekosiistem dengan baik. Media tersebut digunakan sebagai alat bantu peserta didik dalam belajar di kelas. Dalam melakukan pengembangan bahan ajar ini peneliti menggunakan model pengembangan 4D (four-D) yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel (2012:93) yaitu meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (dissemanete) peneliti hanya melakukan tiga tahapan saja yang dikembangkan karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan tahapan selanjutnya di karenakan covid 19 dan karena biaya untuk melakukan pengembangan minim dan waktu yang sedikit untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Kualitas pada pengembangan bahan ajar berdasarkan dari semua validator baik dari ahli media, ahli materi, ahli keagamaan, dan pendidik atau guru bahwa bahan ajar ini meliki kualitas yang cukup baik dan layak untuk digunakan oleh siswa. Dengan nilai persentase dari ahli media dan materi adalah 93,75%, persentase dari ahli keagamaan adalah 74%, dan persentase

dari pendidik atau guru adalah 93,63%. Dengan persentase ini menunjukkan kualitas bahan ajar cukup baik dan layak untuk digunakan oleh siswa sebagai media belajar di sekolah.

Dokumen terkait