Pendapat Hukum Sehubungan Dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Bank CIMB Niaga Tahap II Tahun 2013 Dengan Tingkat
X. KETERANGAN MENGENAI PEMERINGKATAN OBLIGASI
1. Hasil Pemeringkatan
Untuk memenuhi ketentuan Peraturan Nomor IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam tanggal 27 Oktober 2000 Nomor: Kep- 42/PM/2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum dan Peraturan Nomor: IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-712/BL/2012 tanggal 26 Desember 2012 tentang Pemeringkatan Atas Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, Perseroan telah melakukan pemeringkatan Obligasi yang dilaksanakan oleh Pefindo dan Fitch.
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No. 1228/PEF-Dir/VII/2013 tanggal 4 Juli 2013, hasil pemeringkatan atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan ini, untuk periode 4 Juli 2013 sampai dengan 1 Juli 2014, adalah:
idAAA (triple A)
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Fitch No. No. RC65/DIR/V/2013 tanggal 28 Mei 2013, dan yang akan dilakukan review peringkat dalam periode 1 (satu) tahun sekali, hasil pemeringkatan atas Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan ini adalah:
AAA(idn) (triple A)
Lembaga Pemeringkat Efek dalam hal ini Pefindo tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung sebagaimana didefinisikan dalam ketentuan Pasal 1 angka I UUPM.
2. Skala Pemeringkatan Efek Hutang Jangka Panjang
idAAA Efek Hutang dengan peringkat idAAA merupakan Efek Hutang dengan peringkat tertinggi dari Pefindo yang didukung oleh kemampuan Obligor yang superior relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan.
idAA Efek Hutang dengan peringkat idAA memiliki kualitas kredit sedikit dibawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan Obligor yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, relatif dibanding entitas Indonesia lainnya.
idA Efek Hutang dengan peringkat idA memiliki dukungan kemampuan Obligor yang kuat dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun cukup peka terhadap perubahan keadaan yang merugikan.
idBBB Efek Hutang dengan peringkat idBBB didukung oleh kemampuan Obligor yang memadai relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, namun kemampuan tersebut dapat diperlemah oleh perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan.
idBB Efek Hutang dengan peringkat idBB menunjukkan dukungan kemampuan Obligor yang agak lemah relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya sesuai dengan yang diperjanjikan, serta peka terhadap keadaan bisnis dan perekonomian yang tidak menentu dan merugikan.
idB Efek Hutang dengan peringkat idB menunjukkan parameter perlindungan yang sangat lemah. Walaupun Obligor masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya, namun adanya perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan akan memperburuk kemampuan tersebut untuk memenuhi kewajiban finansialnya.
idCCC Efek Hutang dengan peringkat idCCC menunjukkan Efek Hutang yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya, serta hanya bergantung kepada perbaikan keadaan eksternal.
idD Efek Hutang dengan peringkat idD menandakan Efek Hutang yang macet atau Perseroannya sudah berhenti berusaha.
Sebagai tambahan, tanda Tambah (+) atau Kurang (-) dapat dicantumkan dengan peringkat mulai dari "AA" hingga "CCC". Tanda Tambah (+) menunjukkan bahwa suatu kategori peringkat lebih mendekati kategori peringkat di atasnya. Tanda Kurang (-) menunjukkan suatu kategori peringkat tetap lebih baik dari kategori peringkat di bawahnya, walaupun semakin mendekati.
3. Rating Outlook
Berikut ini adalah penjelasan Rating Outlook yang diberikan Pefindo untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang posisi peringkat Perseroan.
Positive : Prospek yang berpotensi untuk dapat menaikkan peringkat.
Negative : Prospek yang berpotensi untuk dapat menurunkan peringkat.
Stable : Indikasi prospek yang stabil sehingga hasil pemeringkatan juga akan stabil.
Developing : Prospek yang belum jelas karena keterbatasan informasi, sehingga hasil pemeringkatan juga dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan perkembangan selanjutnya.
Rating Outlook Pefindo merupakan penilaian atas prospek jangka menengah dan panjang atas entitas dan efek hutang yang diperingkat, yang mencakup penilaian atas potensi perubahan keadaan perekonomian dan bisnis yang mendasar. Rating Outlook bukanlah merupakan prasyarat untuk perubahan suatu hasil pemeringkatan atau untuk menetapkan tindakan Rating Alert di masa yang akan datang. Rating Alert dilakukan karena terjadi perubahan keadaan yang mungkin secara material akan berpengaruh positif, negatif, atau developing terhadap kinerja entitas dan efek hutang yang diperingkat.
Prospek “stabil” diberikan terhadap peringkat Perseroan. Peringkat Perseroan mungkin diturunkan jika Pefindo melihat adanya kemungkinan melemahnya dukungan dari CIMB Group.
4. Rating Rationale
Pefindo menegaskan peringkat “idAAA” untuk Perseroan dan obligasi Perseroan yang belum jatuh tempo dengan nilai total Rp1,5 triliun. Pada saat yang sama, Pefindo juga menetapkan peringkat “idAAA” untuk rencana emisi Obligasi Berkelanjutan I/2012 dengan mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) berjumlah sebesar-besarnya Rp 8,0 triliun. Prospek dari peringkat Perseroan adalah “stabil”. Peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari CIMB Group Sdn Bhd (CIMB Group atau Induk), posisi bisnis Perusahaan yang sangat kuat dan indikator rentabilitas yang kuat. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh ketatnya persaingan di industri perbankan.
Perseroan merupakan salah satu bank komersial besar di Indonesia, yang dibentuk dari merger antara PT Bank Niaga Tbk dan PT Bank Lippo Tbk. Sejak tahun 2004, CIMB Grup sudah menjadi pemegang saham utama Perusahaan. Per 31 Mei 2012, CIMB Group Sdn Bhd, Malaysia (dimiliki 100% oleh CIMB Holdings Sdn Bhd, Malaysia, rating BBB- oleh S&P) memiliki 97,9% saham Perusahaan, sementara 2,1% saham lainnyaa dimiliki oleh masyarakat.
Faktor-faktor pendukung peringkat tersebut adalah:
x Dukungan yang sangat kuat dari CIMB Group. Indikasi dukungan kuat dari Induk terlihat dari kesediaan CIMB Group untuk berbagi nama dan logo dengan Perseroan. CIMB Group juga terus meningkatkan kepemilikannya secara bertahap, menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung Perseroan. Pefindo melihat bahwa Perseroan adalah anak perusahaan yang sangat penting bagi CIMB Group mengingat kontribusinya yang mencapai 27% dari laba sebelum pajak Induk pada 1Q2013, menjadikannya sebagai penyumbang keuntungan terbesar kedua bagi Induk setelah CIMB Bank (sekitar 35%). Keberadaan Induk sebagai pemegang saham pengendali juga dianggap positif bagi pertumbuhan bisnis Perseroan. Perseroan memperoleh manfaat dengan berbagi pengetahuan, berbagi keahlian di bidang manajemen risiko, praktek-praktek tata kelola perusahaan dan pengembangan produk. Mengingat posisinya yang strategis bagi Induk, dukungan yang kuat akan terus berjalan di masa depan, tidak hanya pada periode pengembangan usaha tetapi juga dalam keadaan kesulitan keuangan.
x Posisi bisnis Perseroan yang sangat kuat. Pefindo melihat bahwa Perseroan memiliki posisi bisnis yang sangat kuat sebagai bank terbesar kelima di Indonesia. Di akhir Maret 2013, aset Bank mencapai Rp217,5 triliun, atau sekitar 5,0% dari total aset industri perbankan. Pefindo menilai keberadaan Perseroan yang kuat di segmen kredit korporasi, komersial dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akan bertahan dalam jangka panjang dengan keahlian Perseroan pada segmen tersebut yang telah terbukti serta merek dagang yang kuat. Meskipun persaingan ketat, Bank juga akan dapat memperkuat segmen pinjaman mikro secara bertahap yang didukung oleh cakupan jaringan yang luas dengan total 917 kantor pada 1Q2013, dan Perseroan mendukung sepenuhnya ekspansi kredit otomotif melalui anak perusahaan PT CIMB Niaga Autofinance (CNAF). Untuk kedepannya, Pefindo menilai bahwa Perseroan akan mempertahankan posisinya yang sangat kuat di industri perbankan Indonesia.
x Indikator rentabilitas yang kuat. Rentabilitas Perusahaan telah meningkat seperti tercermin dari Net Interest Margin (NIM) Perseroan sebesar 5,6% pada 5M2012, dibandingkan dengan 5,4% di FY2011. Angka NIM ini berada diatas rata-rata industri yang sebesar 5,3%. Pencapaian ini terutama didukung oleh strategi Perseroan untuk mempercepat pertumbuhan lini bisnis yang menghasilkan marjin tinggi, seperti pembiayaan mikro, kartu kredit, pembiayaan mobil dan pinjaman perseorangan. Selain itu, Perseroan juga mencatat peningkatan pada Return on Average Asset (ROAA). ROAA Perusahaan meningkat menjadi 2,2% pada 5M2012, dibandingkan dengan 2,0% di FY2011. Pefindo yakin bahwa dengan terus fokus pada lini bisnis dengan marjin tinggi, indikator rentabilitas Perseroan akan tetap kuat dalam jangka menengah.
Faktor-faktor yang membatasi peringkat tersebut adalah:
x Ketatnya persaingan di industri perbankan. Persaingan di industri perbankan semakin ketat khususnya di segmen kredit konsumsi dan komersial, dengan banyaknya pemain pada segmen tersebut mengingat ketahanannya terhadap krisis serta marjin yang menguntungkan. Ekspansi bisnis Perusahaan untuk segmen konsumsi dan komersial akan dihadapkan oleh persaingan dari pemain lama yang memiliki infrastruktur maupun jaringan yang lebih baik. Persaingan yang semakin ketat dapat menyebabkan menurunnya marjin, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi rentabilitas Perseroan. Persaingan juga dapat menekan Perseroan untuk mengambil risiko kredit yang lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kualitas aset Perusahaan kedepannya.
PERSEROAN AKAN MELAKUKAN PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI YANG DITERBITKAN SETIAP 1 (SATU) TAHUN SEKALI SELAMA KEWAJIBAN ATAS EFEK TERSEBUT BELUM LUNAS, SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG DIATUR DALAM PERATURAN BAPEPAM & LK NO. IX.C.11.