• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

G. Keterbatasan Penelitian

dengan sempurna. Oleh karena itu, pendidikan adalah salah satu jalan yang dapat mengembangkan potensi-potensi dalam diri manusia. Lembaga pendidikan formal maupun informal berperan penting dalam meningkatkan potensi-potensi dalam diri manusia.Lingkungan fisik maupun lingkungan sosial memiliki pengaruh yang besar terhadap individu termasuk keberhasilan siswa dalam pembelajaran.

Interaksi dengan lingkunganya membentuk kebiasaan, kesan, kepribadian.

Lingkungan belajar dalam penelitian ini adalah lingkungan belajar di sekolah.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang berkaitan dengan Hubungan Lingkungan Belajar dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar maka dapat disimpulkan:

1. Hasil pengujian hipotesis pertama untuk variabel bebas pertama (lingkungan belajar) dengan variabel terikat hasil belajar diperoleh korelasi sebesar 0,945.

Artinya hubungan positif dan kuat karena 0,945> 0,5. Besarnya tingkat hubungan antara variabel bebas lingkungan belajar dengan variabel terikat hasil belajar sebesar 0,945, tingkat hubungan yang ada antar variabel masuk kategori sedang.

Jika dilihat dari taraf signifikansi koefisien antara variabel lingkunganbelajar sebesar 0,001. Hal ini berarti nilainya jauh dibawah 0,05 (5 %). Artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel lingkungan belajar dengan hasil belajar. Jika lingkungan belajar ditingkatkan maka hasil belajar juga meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara lingkungan belajar dengan hasil belajar siswa.

2. Hasil pengujian hipotesis kedua untuk variabel bebas kedua (motivasibelajar) dengan variabel terikat hasil belajar diperoleh korelasi sebesar 0.670. Artinya hubungan positif dan kuat karena 0.670> 0,5. Besarnya tingkat hubungan antara

143

variabel bebas motivasi belajar dengan variabel terikat hasil belajar sebesar 0.670 tingkat hubungan yang ada antar variabel masuk kategori sedang. Jika dilihat dari taraf signifikansi koefisien antara variabel motivasi belajar sebesar 0,000. Hal ini berarti nilainya jauh dibawah 0,05 (5 %). Artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel motivasi belajar dengan hasil belajar. Jika motivasi belajar ditingkatkan maka hasil belajar juga meningkat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar .

3. Hipotesis ketiga merupakan hipotesis yang berusaha untuk mencari apakah ada hubungan positif antara variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel terikat. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas secara bersama-sama mempunyai hubungan yang nyata atau tidak terhadap variabel terikat. Dalam hal ini menggunakan derajat keyakinan 95% (α=5%).

Pada tingkat signifikan 5 % dengan derajat kebebasan 6 diperoleh niai F tabel adalah 4.87. Sedangkan kriteria pengujiannya adalah apabila F hitung ≤ F tabel, maka artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Dan apabila F hitung ≥ F tabel, maka artinya variabel bebas secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.

Dari tabel anova diketahui bahwa nilai F sebesar 19.975. Hal ini berarti bahwa nilai F hitung jauh lebih besar jika dibandingkan dengan F tabel (19.975 > 4.387).

Artinya bahwa ada hubungan secara bersama-sama antara variabel bebas dengan variabel terikat. Jika semakin tinggi lingkungan belajar dan motivasi belajar yang

dimiliki maka semakin tinggi pula hasi belajar siswa yang dihasilkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan dapat diterima atau dapat dinyatakan bahwa ada hubungan antara lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar.

B. Implikasi

1. Pembelajaran yang efektif dan efisien dapat meningkatan hasil belajar siswa.Terlebih lagi dewasa ini semakin dirasakan betapa pentingnya peranan fasilitas dan lingkungan yang baik dalam pembelajaran agar tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Namun, pentingnya keberadaan fasilitas dan lingkungan yang baik, seringkali terabaikan.ingkungan belajar di sekolah merupakan tempat dan sumber belajar terhadap setiap individu. Lingkungan belajar yang baik dapat menstimulasi belajar. Sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menyebabkan terganggu konsentrasi belajar. Maka setiap lingkungan sekolahharus mempunyai lingkungan yang baik dan tenang guna untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang baik.

2. Motivasi belajar siswa dapat di pengaruhi oleh orang tua dan guru paling.

Kerjasama antara kedua komponen akan menghasilkan kekuatan luar biasa yang bias menumbuhkan motivasi belajar anak. Untuk menghasilka nkolaborasi dalam rangka mencapai tujuan yang baik maka pola kerjasama antara keduany aharus dirancang sedemikian rupa.

3. Hasil Belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena belajar merupakan suatu proses, sedangkan hasil belajar adalah hasil dari proses pembelajaran tersebut. Bagi seorang anak belajar merupakan suatu kewajiban. Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami oleh anak tersebut. Lingkungan belajar dan motivasi belajar perlu ditingkatkan agar hasil belajar MTs Mubarok lebih meningkat sehingga memperbaiki semua mutu lulusan.

C. Saran

1. Bagi Kepala Madrasah agar selalu memperbaiki lingkungan belajar dan motivasi belajar untuk memperbaiki hasil belajar agar lebih baik lagi.

2. Bagi para Guru agar dapat meningkatkan kompetensinya dengan menambah pengetahuannya dalam menggunakan media pembelajaran, dan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang berfariasi, baik melalui pendidikan kenjenjang lebih tinggi maupun pelatihan agar kopetensi profesional guru dapat optimal.

3. Pemerintah Daerah agar menyediakan anggaran yang cukup bagi terlaksananya kegiatan yang menunjang kompetensi guru.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi dan Widodo Supryono, Psikologi Belajar.Jakarta: PT. Rineka Cipta,2003.

Atkinson dan Hilgard, Psikologi Umum Jilid I, Batam: Interaksara, 1991.

Bimo Walgito, Evaluasi Hasil Belajar, Semarng: CV. Diponegoro, 1997.

…………..,Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Offset, 2002.

Buchori Alma, Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Penelitian Pemula, Bandung : Alfabeta.

Depdikbud, KamusBesarBahasa Indonesia, Jakarta: BalaiPustaka, 1990.

DimyatidanMudjiono,BelajardanPembelajaran,Jakarta: RinekaCipta, 2009.

Djamarah, Syaiful Bahri, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya:

Usaha Nasional, 1994.

Duwi Priyatno, Belajar cepat Olah Data Statistik dengan SPSSYogyakarta: Andi Ofset,2012.

E. Usman Effendi danJuhaya S. Praja, PengantarPsikologiUmum,Bandung:

Angkasa, 1985.

Hamzah B. Uno, Teori Motivasidan Pengukurannya Analisis Di Bidang Pendidikan, Jakarta: BumiAksara, 2006.

Irwanto, Psikologi Umum, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1990.

JalaludinRakhmad, Psikologi Komunikasi, Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2001.

John W. Creswell, Research Design PendekatanKualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, EdisiKetiga, cetakan 1, Yogyakarta:PustakaPelajar, 2010.

Kartini Kartono, Metode Penelitian,Jakarta: Rajawali, 1985.

M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT. Rineka Cipta,2001.

Masri Singa Rimbun dan Sofyan Effendi, Metode Pene.litian Survey, Jakarta:

LP3ES, 1989.

Moekiyat, Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990.

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya: 2003.

MuhibbinSyah, Psikologi Belajar,Jakarta: Rajawali Pers, 2011

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006.

Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003.

Nazir, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1999.

Ngalim Purwanto, Teknik-Teknik Evaluasi, Jakarta: RodaPengetahuan, 1983.

…………..,,Psikologi Pendidikan, Bandung: PT RemajaRosdakarya, 2011.

Nurkencana. Evaluasi Hasil Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional. 2005.

S. Margono, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta.,Cet. Ke- 4 Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka

Cipta, 2010.

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2005.

…………..,,Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta, 2005.

…………..,,MetodePenelitianPendidikanPendekatanKuantitatif, Kualitatif, dan R&D,Bandung: Alfabeta, 2009.

…………..,,Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2009.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik , Jakarta:

Rineka Cipta, 2006.

Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan,Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

SutrisnoHadi, Metodologi Research, Yogyakarta: Fakultas Psikologi, 1980.

Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar,Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

W. E. Maramis, Ilmu Kedokteran Jiwa, Surabaya: Erlangga Univercity Press, 1998.