C. Perbandingan Naskah
12. KITLV Or. 57
10 Mei 1824 M
- 11 Ramadan
1239 H
±197 tahun L
13. HS 607 1820 M - 1236 H ±201 tahun M
14. ML 146 - - 1239 H ±197 tahun N
15. ML 198 - - - ±197 tahun O
commit to user
16. ML 203 B - - - ±197 tahun P
17 ML 388 A 1872 M - - ±149 tahun Q
2. Perbandingan dari Segi Isi Naskah
Perbandingan dari segi isi teks Hikayat Abu Samah pada dasarnya sama yaitu menceritakan tentang anak khalifah Umar Ibnu Khattab yang bernama Abu Samah yang dihukum dera karena berbuat zina dengan perempuan Yahudi dan meminum arak. Umar Ibnu Khattab meneggakkan hukum Islam yang telah diperintahkan oleh Allah di dalam ayat-ayat Al-Quran. Hukuman yang diberikan kepada Abu Samah berupa hukuman dera sebanyak seratus kali atas perbuatan zina dan enam puluh kali dera atas perbuatan minum arak. Diakhir kisah dalam teks ini, Abu Samah meninggal dunia dan dimasukkan oleh Allah ke dalam surga-Nya. Perbedaan isi cerita dalam teks HAS ini terletak pada penggambaran hukuman yang diterima Abu Samah yaitu Abu Samah meninggal dunia satu kali saat hukuman dera akibat dua perbuatan yang dilakukannya dan dua kali meninggal dunia akibat dua perbuatan yang dilakukannya.
Dalam penelitian ini, perbandingan dari segi isi hanya dapat peneliti bandingkan teks HAS koleksi Universitas Leiden, Belanda kode naskah Cod.
Or. 1702 yang pernah diteliti oleh Fitri Apriani Lestari mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Indonesia pada tahun 2012, keenam teks HAS koleksi PNRI yang pernah diteliti oleh Hamidi (1986), teks HAS koleksi SOAS Library Inggris, teks HAS yang disimpan di Pulau Haruku, Ambon yang pernah diteliti oleh Rochimah (2011), dan teks HAS koleksi Bibliotheque National de France commit to user
kode naskah Malayo-Polynésien 65. Sementara itu, delapan teks HAS yang lainnya tidak dapat peneliti bandingkan karena naskah fisiknya berada di Belanda yang tidak dapat peneliti jangkau dan belum tersedianya naskah dalam bentuk digital.
Teks HAS koleksi Universitas Leiden, Belanda kode Cod. Or. 1702 pada waktu penggambaran hukuman yang diberikan kepada Abu Samah atas perbuatannya yaitu didera sebanyak seratus kali dan meninggal satu kali. Lalu, keenam teks HAS koleksi PNRI pada waktu penggambaran hukuman yang diterima Abu Samah dibagi menjadi dua bagian. Pertama, teks HAS koleksi PNRI kode ML 146, ML 198 C, ML 203 B, dan ML 388 A memiliki isi penggambaran hukuman yang sama yaitu Abu Samah didera sebanyak seratus kali dan meninggal dunia satu kali. Kedua, untuk teks HAS koleksi PNRI kode W 76 dan W 97 memiliki kesamaan pada saat penggambaran hukuman yaitu Abu Samah didera sebanyak seratus kali dan enam puluh kali serta meninggal dunia sebanyak dua kali.
Selanjutnya, teks HAS koleksi SOAS Library, Inggris, menceritakan penggambaran hukuman Abu Samah yaitu Abu Samah didera sebanyak seratus kali dan meninggal dunia satu kali. Lalu, teks HAS yang disimpan di Pulau Haruku Ambon pada waktu penggambaran hukuman yaitu Abu Samah didera seratus kali dan meninggal dunia satu kali. Teks HAS koleksi Bibliotheque National de France kode Malayo-Polynésien 65 pada waktu penggambaran hukuman yaitu Abu Samah didera sebanyak seratus kali akibat perbuatan zina
commit to user
dan didera kembali sebanyak enam puluh kali akibat perbuatan minum arak serta di akhir cerita Abu Samah meninggal satu kali.
Tabel 3
Perbandingan Isi Naskah
No Kode Naskah Naskah Kelengkapan Isi Naskah 1 Malayo-
Polynésien 65
A naskah lengkap, terdapat pembuka dan penutup
2. W 76 B B naskah lengkap, terdapat
pembuka dan penutup
3. W 97 C naskah lengkap, terdapat
pembuka dan penutup. Naskah ini diduga merupakan naskah salinan dari naskah B, sebab dari segi isi bahasa sama persis.
4. Cod. Or. 1720 D naskah lengkap terdapat
pembuka dan penutup.
5. MS. 25027/1 E naskah lengkap. terdapat
pembuka dan penutup 6. HSU di Pulau
Haruku, Ambon
F naskah lengkap, terdapat pembuka dan penutup
7. Cod. 0r. 3201 G tidak dapat dihadirkan 8. Cod. Or. 3309 H tidak dapat dihadirkan 9. Cod. Or. 3343 I tidak dapat dihadirkan 10. Cod. Or. 7324 J tidak dapat dihadirkan
11. KL 40 K tidak dapat dihadirkan
12. KITLV Or. 57 L tidak dapat dihadirkan
13. HS 607 M tidak dapat dihadirkan
14. ML 146 N tidak dapat dihadirkan
15. ML 198 O tidak dapat dihadirkan
16. ML 203 B P tidak dapat dihadirkan
17. ML 388 A Q tidak dapat dihadirkan
3. Perbandingan Dari Segi Keterbacaan Naskah
Keterbacaan teks HAS koleksi Universitas Leiden, Belanda, yang dapat dilihat adalah naskah HAS kode Cod. Or. 1702 yang masih dalam kondisi yang
commit to user
baik, tulisan dapat dibaca secara jelas, tinta sudah mengalami tembus ke halaman kertas berikutnya, dan jilidan naskah sudah mulai lepas. Lalu, untuk naskah HAS koleksi Universitas Leiden, Belanda, lainnya tidak dapat diketahui kondisinya. Sebab belum tersedianya bentuk digitalisasi sehingga sulit bagi peneliti untuk menghadirkan naskah tersebut dalam penelitian ini.
Selanjutnya, kondisi keenam naskah HAS koleksi PNRI sudah mengalami kerusakan, jilidan naskah sudah mulai lepas, terdapat selotip untuk mengaitkan tulisan naskah agar tidak terlepas dari jilidan, tulisan teks dapat dibaca secara jelas. Kondisi naskah HAS koleksi SOAS Library, Inggris, masih dalam kondisi yang baik, tulisan dapat dibaca secara jelas, jilidan naskah masih utuh namun kondisi kertas sudah berwarna kecoklatan. Kondisi naskah HAS yang tersimpan di Pulau Haruku, Ambon masih dalam kondisi yang baik, tulisan dapat dibaca secara jelas, dan jilidan naskah masih dalam keadaan utuh.
Kondisi naskah HAS koleksi Bibliotheque National de France kode Malayo- Polynésien 65 masih dalam kondisi yang baik, tulisan dapat dibaca secara jelas, jilidan naskah masih utuh, tinta naskah belum mengalami kerusakan, dan warna naskah masih dalam kondisi yang baik.
Tabel 4
Perbandingan Keterbacaan Naskah
No Kode Naskah Naskah Keterbacaan Naskah 1 Malayo-Polynésien
65
A masih dapat dibaca secara baik dan jelas. Belum mengalami kerusakan
2. W 76 B B masih dapat dibaca secara baik
dan jelas, namun naskah sudah mengalami gejala slowfire 3. W 97 commit to user C masih dapat dibaca secara baik
dan jelas, namun naskah sudah mengalami gejala slowfire.
4. Cod. Or. 1720 D masih dapat dibaca secara baik dan jelas.
5. MS. 25027/1 E masih dapat dibaca secara baik dan jelas, namun beberapa halaman sudah mengalami gejala slowfire.
6. HSU di Pulau Haruku, Ambon
F masih dapat dibaca secara baik dan jelas.
7. Cod. 0r. 3201 G tidak dapat dihadirkan
8. Cod. Or. 3309 H tidak dapat dihadirkan
9. Cod. Or. 3343 I tidak dapat dihadirkan
10. Cod. Or. 7324 J tidak dapat dihadirkan
11. KL 40 K tidak dapat dihadirkan
12. KITLV Or. 57 L tidak dapat dihadirkan
13. HS 607 M tidak dapat dihadirkan
14. ML 146 N tidak dapat dihadirkan
15. ML 198 O tidak dapat dihadirkan
16. ML 203 B P tidak dapat dihadirkan
17. ML 388 A Q tidak dapat dihadirkan
4. Pemilihan Teks yang akan Disunting
Berdasarkan umur naskah, naskah HAS kode KL 40 dan HS 607 merupakan naskah yang paling tua yaitu sekitar ±201 tahun. Namun peneliti tidak dapat menghadirkan kedua naskah tersebut sebab tersimpan di Belanda dan belum terdapat bentuk digitalisasinya maka sulit untuk peneliti hadirkan dalam penelitian ini. Sementara naskah HAS koleksi Bibliotheque National de France yang umurnya tidak terpaut jauh dengan kedua naskah tersebut yaitu berumur sekitar ±197 tahun dapat digunakan sebagai penyuntingan naskah dalam penelitian ini.
Berdasarkan isi, naskah HAS pada intinya memiliki cerita yang sama, tetapi perbedaannya terletak pada penggambaran hukuman dera yang diterima oleh Abu Samah. Naskah HAS koleksi Bibliotheque National de France
commit to user
memiliki isi cerita yang hampir sama dengan naskah-naskah HAS yang lain, tetapi yang membedakannya terletak pada penggambaran hukuman dera yang diterima oleh Abu Samah sebanyak dua kali dan meninggal dunia satu kali.
Berdasarkan dari segi keterbacaan, naskah HAS koleksi Bibliotheque National de France memiliki kondisi yang paling baik di antara teks HAS lainnya. Hal ini dilihat keadaan tulisan, warna tinta, kertas yang digunakan dan jilidan naskah semuanya masih dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, naskah HAS yang akan disunting adalah naskah HAS koleksi Bibliotheque National de France kode Malayo-Polynésien 65.
D. Ikhtisar Isi Teks