• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup PAI

Dalam dokumen “Saya Tertawa Bukan Berarti Senang (Halaman 56-63)

BAB II LANDASAN TEORI

3. Ruang Lingkup PAI

Dalam standar kompetensi dan kompetendi dasar tingkat SMP mata pelajaran PAI, ruang lingkupnya meliputi aspek-aspek sebagi berikut:

a. Al-Qur’an dan Hadist b. Akidah

c. Akhlak d. Budi Pekerti e. Fiqih

E. Kajian Penelitian Relavan

Tabel. 1.1 Tabel Kajian Penelitian Relevan

No

Nama Peneliti

Judul Penelitian Persamaan Perbedaan

1 Dwi Anasari 2014

Pengaruh

Penggunaan Media Audio Visual

Sama-sama mengkaji media tentang media/

Penelitian berfokus pada media

39

Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas IV MIN 1 Kaur

alat peraga yang digunakan adalah media audio visual pelajaran

Pendidikan agama Islam dan sama-sama menggunakan metode penelitian kuantitatif

audio visual

2 Mariza Astuti 2005

Kemampuan Guru Menggunakan Media Visual pada Mata Pelajaran pendidikan Agama Islam di SMP Negeri IV sungai Apit Kabupaten Siak

Sama-sama mengkajitentang media/ alat peraga yang digunakan adalah media audio visual pelajaran

Pendidikan agama Islam.

Mengguna kan Penelitian Kualitatif, penelitian berfokus kepada kemampua n guru dalam mengguna

kan media Visual 3 Ernawati

2005

Keterampilan Guru Menggunakan Media Visual dalam dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Dasar

Negeri 017

Simpang Baru Kecamatan

Tampan Pekanbaru.

Sama-sama mengkaji media tentang media/

alat peraga yang digunakan adalah media visual pelajaran Pendidikan agama Islam

Mengguna kan Penelitian Kualitatif, penelitian berfokus kepada kemampua n guru dalam mengguna kan media Visual

4 Pintiana 2020

Pengaruh Metode Pembelajaran Tanya Jawab Berbasis Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada

Sama-sama mengkaji

tentang media visual dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa

Tidak hanya mengakaji media tapi juga mengkaji meteode

41

Mata pelajaran PAI di SMA Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu

dan sama-sama menggunakan metode penelitian kuantitatif

pembelajar an

Berdasarkan keterkaitan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran pendidikan agama islam dengan judul pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar PAI Kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah.

F. Kerangka Berpikir

Uma Sekaran dalam bukunya Business Research mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.41Seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar bagi argumentasi dalam menyususn kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. Menurut Suriasumnatri, kerangka berpikir merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi obyek permasalahan. Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran bisa meyakinkan sesama ilmuan, adalah alur-alur pemikiran yang logis dalam membangun suatu

41Sugiono.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D.(Bandung. Alfabeta. 2014), h 60

kerangka berpikir yang membuahkan suatu kesimpulan yang berupa hipotesis.42

Menurut Zaini media audiovisual adalah media/alat-alat yang audible artinya dapat didengar dan alat-alat yang visible artinya dapat dilihat. Dalam arti lain media audiovisual adalah alat yang dapat menghasilkan suara dan rupa dalam satu unit. Adapun yang termasuk golongan media audiovisual adalah sebagai berikut:film bersuara,televisi (TV),video cassette atau VCD. Media audio visual dengan LCD adalah perangkat yang digunakan sebagai media pembelajaran, yang terdiri atas unit komputer, proyektor dan layar, digunakan sebagai media pembelajaran maupun pelajaran lainnya di kelas, dimaksudkan untuk mempermudah siswa berinteraksi dan mencapai hasil pembelajaran melalui media.43 Kemudian pendapat dari Daryanto mengatakan bahwa “Video merupakan bahan ajar non cetak yang kaya informasi dan lugas karena dapat sampai di hadapan siswa secara langsung, video menambah suatu dimensi baru terhadap pembelajaran”.44

Penulis memilih media audio visual (video) karena menurut penulis banyak anak-anak yang senang dan tertarik jika kita belajar menggunakan media audio visual (video) ini. Para siswa juga akan bersemangat untuk belajar, mereka tidak mudah bosan, dan menurut sudut pandang penulis setiap anak memiliki cara berpikir yang berbeda, ada yang cepat, ada yang sedang

42Sudaryono, Dkk. Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan. (Yogyakarta. Graha Ilmu. 2013), h 27.

43Jatmiko Sidi, Mukminan. Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di SMP.Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial.Juni 2016, Vol 15, No 1, h 61-62.

44Hardianti Dan wahyu Kurniati Asri. Eralingua: Keefektifan Penggunaan Media Video Dalam Keterampilan Menulis Karangan Sederhana Bahasa Jerman Siswa Kelas Xii Ipa Sma Negeri 11 Makassar.Jurnal Pendidikan Bahasa Asing Dan Sastra…, h 126.

43

dan ada yang lambat. Ada yang cepat dengan menggunakan media audio (suara), ada yang cepat dengan menggunakan visual (penglihatan), dan ada yang cepat dengan kedua-duanya.

Dengan menggunakan media audio visual (video) ini diharapkan daya tangkap anak akan cepat dan tahan lama dalam mengingat materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga diharapkan nantinya hasil belajar siswa pun akan meningkat dari hasil belajar siswa sebelumnya. Untuk lebih jelas memahami penjelasan diatas, maka dapat dibentuk kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Variabel X Variabel Y

Hasil Belajar Siswa (Y) Pemanfaatan Media

Audio Visual (Video) (X)

Hasil Belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa dari

proses pembelajaran.

Media Audio Visual (Video) merupakan bahan ajar non cetak yang kaya informasi

dan lugas karena dapat disampaikan dihadapan siswa secara langsung.

Proses Pembelajaran menggunakan media audio visual (video) ini, terlebih dahulu siswa diberi waktu untuk membaca materi, setalah itu video tentang materi ditayangkan, setelah selesai guru mencatat poin-poin penting yang ada di video dan

menjelaskan kepada siswa dan siswa bertanya tentang materi yang belum jelas.

Hasil belajar dapat ditingkatkan dengan adanya

media audio visual (Video) yang sesuai dengan tujuan

pembelajaran.

Dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media audio visual (video) dalam proses pembelajaran dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Jadi kerangka berpikir akhir

dalam penelitian ini adalah jika pemanfaatan media audio visual (video) berjalan dengan baik maka hasil belajar siswa dapat meningkat.

Bagan 1.1 Kerangka Berpikir Penelitian

G. Hipotesis

Hamid Darmadi mengatakan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara atau dugaan sementara terhadap pertanyaan penelitian yang banyak manfaat bagi pelaksanaan penelitian. Jadi jelaslah bahwa pengertian hipotesis adalah jawaban sementara terhadap hasil penelitian yang akan dilakukan, yang masih memerlukan suatu pembuktian dengan data-data atau fakta-fakta di lapangan serta berlaku apabila sudah diuji kebenarannya45. Hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha

Ada pengaruh penggunaan Media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah

Ho

Tidak ada pengaruh penggunaan Media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah

45Jakni, Metodologi Penelitian Eksperimen Bidang Pendidikan, (Bandung, CV. Alfabeta, 2016), h. 41- 42

45

Dalam dokumen “Saya Tertawa Bukan Berarti Senang (Halaman 56-63)

Dokumen terkait