• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Validitas Instrumen

Dalam dokumen “Saya Tertawa Bukan Berarti Senang (Halaman 76-100)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Uji Validitas Instrumen

Menurut Wahidmurni, validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil pemikiran, validitas yang diperoleh dengan berpikir secara logis.55

b. Validitas isi

Validitas isi adalah validitas yang diperoleh setelah dilakukan penganalisisan, penelusuran atau pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar tersebut.Validitas isi adalah validitas yang dilihat dari segi isi tes itu sendiri sebagai alat pengukur hasil belajar yaitu sejauh mana

54Sugiono.Metode Penelitian Kuantitatif…, h 57.

55Sudaryono, Dkk. Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan…, h 105.

59

tes hasil belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik, isinya telah dapat mewakili secara representatif terhadap keseluruhan materi atau bahan pelajaran yang seharusnya diteskan.

c. Validitas Konstruk

Konstruk adalah sesuatu yang berhubungan dengan fenomena dan objek yang abstrak, tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur.56Dalam melakukan uji validasi rasional, isi dan konstruk, peneliti meminta bantuan kepada ahli/validator yaitu 1 orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Para Ahli/validator menilai dan memberikan masukan menggunakan lembar validasi yang telah disediakan terhadap instrumen yang telah disusun.

Sedangkan nama validator dalam penelitian ini disajikan pada tabel 1.3 berikut ini :

Tabel 1.7 Nama Validator No Nama Validator Keterangan

1. Okti Mirianti, S.Pd.I Guru (PAI)

d. Revisi berdasarkan masukan validator

Instrumen yang telah disusun beserta lembar validasi diserahkan kepada ahli/validator untuk dinilai dan diberikan masukan. Kemudian hasilnya dijadikan acuan untuk melakukan revisi agar instrumen siap di tes ke peserta didik. Jumlah soal dan soal mana saja yang akan di tes dipilih berdasarkan masukan ahli/validator. Skor yang terdapat pada lembar validasi menggunakan skala 1 sampai 5, dengan keterangan sebagai berikut:

56Sudaryono, Dkk. Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan…, h 106.

1 = tidak baik ; 2 = kurang baik ; 3 = cukup baik ; 4 = baik ; dan 5 = sangat baik. Kemudian, dari skor tersebut dihitung indeks aiken-nya untuk menentukan validitas isi instrumen. Instrumen awal penelitian yang sebelumnya terdiri dari 25 soal menjadi 20 soal.

Ada 5 soal yang tidak valid atau tidak dapat digunakan dan yang lainya dinyatakan valid. (Lampiran lembar validasi soal ulangan harian terlampir).

e. Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah lembar kisi-kisi soal, lembar soal, lembar kunci jawaban, serta lembar validasi ahli.

(Terlampir).

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan suatu langkah yang paling menentukan dari suatu penelitian, karena analisis data berfungsi untuk menyimpulkan hasil penelitian. Analisis data dapat dilakukan melalui tahap berikut ini :

1. Uji Prasyarat a) Uji Normalitas

Uji normalitas yaitu uji yang dilakukan sebagai syarat untuk melakukan analisis data. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui data yang baik atau layak untuk membuktikan data tersebut normal atau tidak. Uji normalitas dilihat dari data hasil Pre-tets dan Post- test. Ketika menggunakan aplikasi SPSS uji normalitas dapat dilihat dengan menggunakan uji normal kolmogorov-semirnov dan Shapiro

61

Wilk.57 Pada penelitian ini hasil uji normalitasnya dapat dilihat pada bagian kolom Shapiro Wilk, karena sampel yang penulis gunakan kurang dari 50 sampel. Adapun diuji secara manual, maka dapat dihitung dengan rumus Chi Kuadrat (hitung), yaitu sebagai berikut :

( )

Keterangan : χ2 : uji chi kuadrat

F0 : data frekuensi yang diperoleh dari sampel x Fe : frekuensi yang diharapkan dalam populasi Kriteria Pengujian :

X2hitungX2tabel , Maka berdistribusi data normal, jika X2hitungX2tabel, maka distribusi data tidak normal

Kemudian penulis akan mengolah data menggunakan bantuan aplikasi Statistical Package For Sosial Sciences (SPSS) versi 18. Dengan kriteria : Jika nilai signifikan lebih > dari 0,05 maka data berdistribusi normal dan sebaliknya jika nilai signifikan lebih < dari 0,05 maka data berdistribusi tidak normal.

b) Uji Homogenitas

Uji homogenitas merupakan pengujian data dengan tujuan untuk mengetahui apakah nilai Pre-test dan Post-test berdistribusi homogen

57V. wiratna Sujarweni.SPSS untuk Penelitian.(Yogyakarta.Pustaka Baru Press.2015), h 52.

atau tidak pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan varians atau uji F dengan menggunakan rumus berikut:

Keterangan :

F = Nilai F hitung S12

= Nilai varian terbesar S22 = Nilai varian terkecil Kriteria pengujian :

Jika Fhitung ≥ dari pada Ftabel, maka tidak homogen Jika Fhitung ≤dari pada Ftabel maka homogen

Kemudian penulis juga mengolah data dengan menggunakan bantuan aplikasi Statistical Package For Sosial Sciences (SPSS) versi 18.

Untuk menguji homogenitas data, dengan kriterian sebagai berikut : Jika nilai Signifikan lebih > dari 0,05 maka data Homogen.

Jika nilai Signifikan lebih < dari 0,05 maka data tidak Homogen.

c) Uji Hipotesis

Dependen sample t-test atau sering disebut dengan istilah Paired Sample t-Test adalah uji statistika yang bertujuan untuk membandingkan rata-rata dua grup yang saling berpasangan. Sampel berpasangan dapat diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama namun mengalami 2 perlakuan atau pengukuran yang berbeda, yaitu pengukuran sebelum dan sesudah dilakukan teratmen. Pengolahan data menggunakan uji Paired Sample t-Test biasanya digunakan pada penelitian dengan

63

disain One Group Pre-test post-test.. Berikut ini adalah rumus uji Paired Sample t-Test.

̅ ̅

(

) (

)

Keterangan :

Varians sampel 1 Varians sampel 2

= Korelasi antara dua sampel ̅ = Rata-rata sampel 1

̅ = Rata-rata sampel 2 = Simpangan baku sampel 1 = Simpangan baku sampel 2

Pada penleitian in penulis juga dibantu dengan aplikasi Statistical Package For Sosial Sciences (SPSS) versi 16 dengan kriterian pengujian data sebagai berikut jika nilai Sig 2 tailed lebih < dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. dan sebaliknya jika nilai Sig 2 tailed lebih > dari 0,05 maka Ha ditolak dan Ho diterima.58

58 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung: Al fabeta, 2018), H. 291-292.

64 BAB IV

HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Wilayah Penelitian

1. Kondisi dan Situasi Sekolah

SD Negeri 23 bengkulu Tengah terletak di Desa Genting Dabuk Kec.

Pematang Tiga Bengkulu Tengah. Sekolah ini dibawah naungan dinas pendidikan, pemuda dan olahraga Bengkulu Tengah. Keterangan posisi sekolah sebagai berikut :

a. Sebelah Timur berbatasan dengan akses jalan masyarakat desa Genting Dabuk.

b. Sebelah Barat berbatasan dengan kebun milik warga.

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan rumah penduduk.

d. Sebelah Utara berbatasan dengan lahan sawit milik warga.

2. Riwayat Singkat Berdirinya Sekolah

SD Negeri 23 Bengkulu Tengah terletak diatas Tanah seluas 2741 m2. Sekolah tersebut terletak di Desa Genting Dabuk Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah SD Negeri 23 Bengkulu Tengah berdiri pada Tahun 1965 yang terdiri dari 6 ruang ruang kelas, 1 ruang kantor, dengan mengutamakan siswa tidak mampu, korban sosial dan Daerah Perkebunan. Kepala Sekolah pertama adalah Bapak Jasan. Beliau menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 10 Kebun Lebar (SD Negeri 23 Sekarang) dari tahun 1965-1977. Dilanjutkan Bapak Syabi’i Tahun 1977 – 1994 dan

65

selanjutnya Bapak Drs Mahyudin tahun 1995 -2012. Pada Tahun 2012 sampai Tahun 2019 Kepala Sekolah Bapak Jaharun, As,A.Ma.

Terhitung 2020 SD Negeri 23 Bengkulu Tengah dipimpin oleh kepala sekolah yang baru yaitu Bapak Supriyatna, S.Pd.SD sampai sekarang. SD Negeri 23 Bengkulu Tengah berada di pinggir pedesaan.

Lulusan SDN 23 Bengkulu Tengah telah melanjutkan sekolah ke berbagai daerah terutama di SMPN 28 Bengkulu Tengah Desa Pematang Tiga Kecamatan Pematang Tiga. Mengapa mereka memilih Sekolah tersebut karena sekolah tersebut adalah daerah terdekat dari SDN 23 Bengkulu Tengah yang transportasinya mudah dicapai daerah tersebut.

Jumlah Tenaga Kependidikan di SDN 23 Bengkulu Tengah ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 1 orang Kepala Sekolah, 9 orang Guru PNS, Tata Usaha 1 orang merangkap Operator. Disamping kegiatan belajar, siswa–

siswi juga mengikuti Ekstrakurikuler diantaranya: Pramuka, Bola volly.

3. Visi dan Misi Sekolah a. Visi

Mewujudkan siswa-siswi yang berprestasi, beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa serta cinta terhadap lingkungan”

b. Misi

1. Mewujudkan/menciptakan siswa yang taat beribadah

2. Membentuk sikap dan prilaku yang baik, santun, dan berkarakter.

3. Mewujudkan siswa/siswi yang disiplin

4. Menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot

5. Mewujudkan suasana kekeluargaan antar warga sekolah.

4. Keadaan Guru dan Staf TU

Tabel. 1.8 Daftar Guru dan Staf SD Negeri 23 Bengkulu Tengah

No Nama Guru Jabatan

1 Supriatna, S.Pd. SD Kepala Sekolah

2 Okti Mirianti, S.Pd Operator Sekolah

3 Dewantina Sarlena, S.Pd Penata Muda

4 Siti Sandora, S.Pd Guru

5 Gabarudin, S.Pd.I Guru

6 Muryati, S.Pd Guru

7 Inar Yani, S.Pd Guru

8 Popi Mailan, S.Pd Guru

9 Delta Firianti, S.Pd Guru

10 Tri Aprianti, S.Pd Guru

11 Meiza Afiter, S.Pd Guru

Sumber : Dokumen SD Negeri 23 Bengkulu Tengah

Dari data yang diperoleh penulis SD Negeri 23 Bengkulu Tengah memiliki 11 tenaga pendidik yang terdiri 2 guru laki-laki dan 9 guru perempuan dengan klasifikasi guru PNS dan non PNS (honorer). SD Negeri 23 Bengkulu Tengah memiliki 8 tenaga pendidik PNS dan 3 lainnya masih berstatus tenaga honorer.

5. Kondisi Sarana dan Prasarana sekolah

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penulis melalui pengamatan langsung dilapangan, dapat penulis simpulkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di SD Negeri 23 Bengkulu Tengah sudah baik walaupun masih ada beberapa sarana yang belum dimiliki, seperti

67

laboratorium dan ruang komputer. SD Negeri 23 Bengkulu Tengah memiliki Bangunan yang permanen dan kokoh. Berikut ini tabel data sarana dan prasarana SD Negeri 23 Bengkulu Tengah :

Tabel. 1.9 Data Sarana dan Prasarana SD Negeri 23 Bengkulu Tengah No Jenis Ruangan/Prasarana Jumlah Kondisi

1 Ruang Kepala Sekolah 1 Baik

2 Ruang Guru 1 Baik

3 Ruang TU 1 Baik

4 Perpustakaan 1 Baik

5 WC Guru 2 Baik

6 Ruang UKS 1 Baik

7 Perpustakaan 1 Baik

8 Ruang Kelas 1 1 Baik

9 Ruang Kelas 2 1 Baik

10 Ruang Kelas 3 1 Baik

11 Ruang Kelas 4 1 Baik

12 Ruang Kelas 5 1 Baik

13 Ruang Kelas 6 1 Baik

14 WC Siswa 2 Baik

15 Kantin 1 Baik

Sumber : Dokumen SD Negeri 23 Bengkulu Tengah 6. Keadaan Jumlah Siswa

Berdasarkan data yang diperoleh penulis dari dokumen SD Negeri 23 Bengkulu Tengah jumlah siwa dari kelas I sampai dengan kelas VI pada tahun ajaran 2020/2021 yaitu sebanyak 141 siswa. Kelas I berjumlah 21 orang, kelas II berjumlah 25, kelas III berjumlah 30, kelas IV berjumlah 17,

kelas V berjumlah 25 dan kelas IV 23. Agar lebih jelas perhatikan tabel dibawah ini:

Tabel.1.10 Data Jumlah Siswa SD Negeri 21 Bengkulu Tengah

No Kelas Siswa

Jumlah

LK PR

1 I (Satu) 15 7 21

2 II (Dua) 18 6 25

3 III (Tiga) 19 11 30

4 IV (Empat) 12 5 17

5 V (lima) 13 12 25

6 VI (Enam) 10 13 23

Total 87 54 141

Sumber : Dokumen SD Negeri 23 Bengkulu Tengah B. Hasil Penelitian

1. Hasil Tes

Pada penelitian ini penulis penulis hanya melakukan dua kali tes yaitu Pre-test dan Post-test di kelas eksperimen (kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah) dengan jumlah sampel 17 siswa.

Tabel. 1.11 Nilai Pre-test dan Post-test

No Nama Siswa Nilai

Pre-test Post-test

1 Ales 55 70

2 Alvin Edi Erlangga 50 75

3 Aprillia 60 85

4 Atan 40 65

5 Deko Rahma A. 70 85

6 Doni Peratama 50 75

7 Dozila Fuji Latifah 50 80

8 Elina Nurul Fadilah 55 75

9 Heri Sependi 50 80

10 Kepin Pratama 45 70

69

11 Lingga Novika 75 95

12 MichelZendheansyah 40 75

13 Mifta Huljannah 70 85

14 Munisar Saputra 40 75

15 Nais 40 70

16 Rio 40 65

17 Pedi 45 70

Rata-rata 51,47059 76,17647

Dari tabel diatas diperoleh hasil pretest dengan rata-rata nilai 51,47 adapun siswa yang mencapai KKM sebanyak 3 orang siswa dan yang belum mencapai KKM sebanyak 14 orang. Dan hasil Postest dengan Rata-rata nilai 76,17 adapun siswa yang mencapai KKM sebanyak 17 orang siswa.

Tabel. 1.12 Hasil Belajar Siswa

No Keterangan Pre-test Post-test

1 Nilai Terendah 40 65

2 Nilai Tertinggi 75 95

3 Rata-rata 51,47 76,17

KKM 65

Dari tabel diatas diperoleh nilai Pretest dengan nilai terendah 40 dan nilai tertinggi 75 dengan rata-rata nilai 51,47 dan nilai Postest dengan nilai tertinggi 75 dan nilai tertinggi 95 dengan rata-rata nilai 76,17 dengan KKM 65.

2. Uji Prasyarat a) Uji Normalitas

Uji nromalitas merupakan salah satu syarat untuk melakukan uji t dalam penelitian. Uji normalitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian

ini uji normalitas dilihat dari data hasil Pre-tets dan Post-test. Ketika menggunakan aplikasi SPSS uji normalitas dapat dilihat dengan menggunakan uji normal kolmogorov-semirnov dan Shapiro Wilk dengan taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria jika nilai sig lebih > dari 0,05 maka data berdistribusi normal dan sebaliknya jika nilai sig lebih < dari 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

Tabel 1.13 Hasil Uji Normalitas Tests of Normalitas

Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic df Sig.

Hasil Pre Test .198 17 .074 .867 17 .020

Post Test

.205

17 .055 .929 17 .206

Dari tabel diatas diperoleh nilai (sig) dari hasil belajar siswa kelas IV dengan uji Shapiro-Wilk diketahui nilai Pre-tets sebesar 0,020 dan nilai Post-test sebesar 0,206 yang nilai dari hasil kedua test tersebut lebih > dari 0,05 dengan demikian data pada tabel tersebut berdistribusi normal

b) Uji Homogenitas

Setelah data berdistribusi normal maka langkah selanjutnya adalah melakukuan uji homogenitas. Uji homogenitas berujuan untuk mengetahui apakah kedua data bersifat homogen atau tidak. Dengan taraf signifikansi 0,05 dan dengan kriteria jika sig lebih > dari 0,05 maka data

71

bersifat homogen, dan jika sig lebih < dari 0,05 maka data tidak homogen.

Tabel.1.14 Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.865 1 32 .182

Berdasarkan tabel uji homogenitas diatas bahwa nilai hasil Pre- test dan Post-test diketahui nilai signifikansi sebesar 0,182. Dengan demikian data menunjukkan bahwa nilai sig lebih besar dari kriteria yang digunakan yaitu lebih besar dari 0,05, jadi dari uji yang dilakukan tersebut menujukkan bahwa nilai dari hasil Pre-test dan Post-test berdistribusi homogen (Sama).

c) Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan Media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 23 Bengkulu Tengah. Sebelum melakukan uji hipotesis tahap awal yang dilakukan penulis adalah merumuskan hipotesis. Berikut ini adalah hipotesis dalam penelitian ini :

Ha

Ada pengaruh penggunaan Media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah

Ho Tidak ada pengaruh penggunaan Media Audio Visual

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah

Analisis yang digunakan penulis dalam menguji hipotesis ini adalah dengan menggunakan uji paired sampel tes. Setelah data dinyatakan berdistribusi normal dan homogen maka data selanjutnya akan di uji dengan melakukan Uji Paired Sampel tes. Pada uji paired sampel tes penulis menggunakan aplikasi SPSS versi 16. Berikut ini adalah tabel hasi uji paired sampel tes.

Tabel 1.15 Hasil Uji Paired Sampel Tes Paired Samples Test

Paired Differences

t df

Sig.

(2- tailed

) Mean Std.

Deviation Std.

Error Mean

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper Pair

1 Pre Test - Pos Test

-24.706 6.243 1.514 -27.916 -21.496 -16.318 16 .000

Pada tabel diatas bagian Mean menunjukkan ada perbedaan rata- rata hasil belajar siswa setelah Pre-test dan Pos-test pada mata pelajaran PAI di SD Negeri 23 Bengkulu Tengah sebesar 24.706. Perbedaan ini ada dalam internal taraf kepercayaan 95% yaitu terendah -27.916 dan tertinggi -21.496, sedangkan hasil analisis Paired Samples Test hasil

73

hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan (penggunaan Media Audio Visual dalam pembelajaran PAI) menunjukkan nilai sig (2 tailed) = 0,00

< 0,05 sesuai dengan kriteria uji t tes jika sig (2 tailed) lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian sudah kita ketahui bahwa penggunaan Media Audio Visual dapat memberi pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SD Negeri 23 Bengkulu Tengah.

Selain membandingkan dengan nilai signifikansi penulis juga menguji dengan nilai t pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai thitung dalam penelitian ini adalah sebesar 16,318 dengan n = 17 sedangkan nilai ttabel untuk n = 17 dengan taraf signifikasi α = 0,05 sebesar 2,119.Dengan demikian nilai thitung = 16.318> ttabel = 2.119. Dari data penelitian di atas bahwa dapat diketahui Ha diterima dan Ho ditolak.

3. Hasil Non Tes

a) Aspek Psikomotorik (Praktek)

Berikut ini adalah tabel hasil dari nilai pada aspek Psikomotorik siswa kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah selama proses belajar atau selama pemberian perlakuan.

Tabel 1.1.16 Hasil Penilaian Praktek Wudhu

No Nama Siswa

Aspek Yang Dinilai

Total Skor

Nilai 1 2 3 4 5 6 7 8

1 Ales 2 2 2 2 2 3 3 2 18 75

2 Alvin Edi Erlangga 1 3 1 3 1 3 3 3 18 75 3 Aprillia 2 3 3 2 3 3 2 3 21 87

4 Atan 2 3 2 3 1 3 3 3 20 83 5 Deko Rahma A. 3 2 3 2 2 1 1 2 16 67 6 Doni Peratama 3 2 2 3 2 3 2 3 20 83 7 Dozila Fuji Latifah 2 3 2 3 2 3 2 2 19 79 8 Elina Nurul Fadilah 2 3 2 1 3 2 3 2 18 75 9 Heri Sependi 1 2 1 2 2 3 2 3 16 67 10 Kepin Pratama 3 2 2 3 1 3 3 3 20 83 11 Lingga Novika 2 3 3 2 2 3 3 3 21 87 12 Michel

Zendheansyah 1 1 2 2 3 2 3 3 17 71 13 Mifta Huljannah 2 3 2 2 3 2 3 3 20 83 14 Munisar Saputra 1 3 2 3 2 2 1 3 17 71

15 Nais 2 3 2 3 1 1 3 3 18 75

16 Rio 1 3 2 2 2 2 3 3 18 75

17 Pedi 3 2 2 3 1 3 1 2 17 71

Rata-Rata 18,47 76,9

Dari daftar tabel diatas diperoleh nilai siswa dengan rata-rata skor 18,47 dengan rata-rata nilai 76,9 adapun nilai tertingginya sebesar 87 dan nilai terendah 67, maka dari hasil tersebut dapat kita ketahui bahwa Penggunaan Media Audio Visual dalam proses pembelajaran PAI pada kelas IV dengan materi Bersih Itu Sehat memberi pengaruh yang cukup signifikan pada aspek psikomotorik siswa (praktek wudhu).

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Menurut Zaini media audio visual adalah media/alat-alat yang audible artinya dapat didengar dan alat-alat yang visible artinya dapat dilihat. Dalam arti lain media audiovisual adalah alat yang dapat menghasilkan suara dan rupa dalam satu unit. Adapun yang termasuk golongan media audiovisual adalah

75

sebagai berikut:film bersuara,televisi (TV),video cassette atau VCD. Media audio visual dengan LCD adalah perangkat yang digunakan sebagai media pembelajaran, yang terdiri atas unit komputer, proyektor dan layar, digunakan sebagai media pembelajaran PAI maupun pelajaran lainnya di kelas, dimaksudkan untuk mempermudah siswa berinteraksi dan mencapai hasil pembelajaran secara maksimal melalui media. Penggunaan media untuk mendukung proses pembelajaran sangat penting peranannya.

Dapat disimpulkan bahwa media audio visual bisa sangat membantu pendidik dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan hasil belajar secara maksimal. Media audio visual terdiri dari dua ranah yaitu pendengar dan penglihatan. Cara peserta didik dalam menerima materi yang disampaikan itu berbeda-beda, ada yang cepat menggunakan media audio (pendengaran) dan ada juga yang cepat menggunakan media visual (penglihatan), maka dari itu penulis memilih untuk menggunakan media audio visual. Diharapkan peserta didik lebih cepat menangkap pelajaran yang disampaikan dan proses belajar pun menjadi menyenangkan.

Berdasarkan data penelitian yang telah dianalisis maka dapat diketahui bahwa peneliti berperan langsung menjadi guru pendidikan agama islam dikelas IV pada materi Bersih Itu Sehat. Siswa kelas IV sebagai Objek yang berjumlah 17 orang yang diberi perlakuan berupa mengajar dengan menggunakan Media Audio Visual. Sebelum dilakukan perlakuan diadakan Pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa akan materi yang diajukan.

Dalam mengerjakan Pretest ini siswa pada umunya hanya mengerjakan soal

sesuai dengan kemampuan seadanya. Adapun prestasi yang diperoleh berupa nilai rata-rata Pretest kelas IV adalah 51,47.

Setelah kemampuan Pretest diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembelajaran dengan menggunakan Media Audio Visual pada kelas IV. Sehingga diperoleh hasil Postest dengan rata-rata hasil belajar yaitu 76,17. Berdasarkan uraian pengujian dan pembahasan data yang telah dijelaskan, maka dapat diketahui penerapan Media Audio Visual pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah sebagai berikut :

1. Penerapan pembelajaran menggunakan Media Audio visual terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah dapat meningkatkan hasil belajar yang dibuktikan dengan peningkatan rata-rata 24,70 dilihat dari hasil Pretest dan Postest.

2. Berdasarkan hasil hitungan statistik parametric yang sudah dilakukan penulis, maka dapat diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah. Hal tersebut terlihat pada hasil Post-test siswa dari aspek kognitif setelah diberi perlakuan dengan nilai thitung = 16.318> ttabel = 2.119 yang berarti hipotesis (Ha) penelitian ini diterima, yaitu ada pengaruh penggunaan Media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah.

77

3. Selain pada Aspek kognitif penulis juga mengamati perkembangan aspek psikomotorik siswa sebagai penunjang hasil penelitian penulis. Adapun hasil pengamatan penulis terhadap perkembangan pada aspek psikomotorik dengan rata-rata skor siswa 18,47 dengan rata-rata nilai 76,9 adapun nilai tertingginya sebesar 87 dan nilai terendah 67.

Dari beberapa data yang sudah penulis kumpulkan, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah diberi perlakuan (Penggunaan Media Audio Visual pada pembelajaran PAI di kelas V SD Negeri 23 Bengkulu Tengah) hal tersebut terbukti pada hasil Pre-test siswa dengan nilai maksimum sebesesar 75 dan nilai minimum sebesar 65 dengan rata-rata 51,47 sehingga siswa yang mencapai nilai diatas rata-rata (KKM) sebanyak 3 orang dan siswa yang belum mencapai KKM 14 orang. Dan hasil Postest siswa dengan nilai maksimum sebesar 95 dan minimum 65 dengan rata-rata 76,17 sehingga siswa yang mencapai nilai diatas rata-rata (KKM) sebanyak 17 orang. Dari nilai yang telah dijelaskan diatas Penerapan pembelajaran menggunakan Media Audio visual terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas IV SD Negeri 23 Bengkulu Tengah dapat meningkatkan hasil belajar yang dibuktikan dengan peningkatan rata-rata 24,70 dilihat dari hasil Pretest dan Postest.59

59 Setiawan, Putra. 2019. Pengaruh Metode Word Square Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Diakses pada Hari Senin 19 Oktober 2020.

Dalam dokumen “Saya Tertawa Bukan Berarti Senang (Halaman 76-100)

Dokumen terkait