BAB V. TEMUAN DAN ANALISIS DATA
5.6. Pembahasan
Sebagaimana telah diulas pada analisa tabel tunggal dan tabel silang, maka dibawah ini berturut-turut akan diberikan analisa umum secara menyeluruh dari data- data yang diperoleh sebagai hasil penelitian tentang Pengaruh Pemberlakuan Hukum Syari’at Islam Terhadap Gaya Hidup Remaja.
Remaja sebagai anggota masyarakat merupakan sosok yang mudah untuk dipengaruhi oleh nilai-nilai dalam kehidupan disekitarnya, dimana salah satunya adalah gaya hidup (life style) yang cenderung konsumtif, berkiblat pada budaya barat, dan hedonis. Nilai-nilai tersebut menawarkan beragam pilihan gaya hidup dan mengedukasi sentimen remaja untuk bergaya seperti layaknya apa yang sedang in atau happening dalam pergaulan mereka. Jika remaja tidak mengikuti perkembangan yang sedang trend, maka mereka akan dicap kuper, cupu, jadul¸ norak, dan diasingkan oleh lingkungan pergaulan mereka.
Gaya hidup dapat diidentikkan dengan suatu ekspresi dan simbol untuk menampakkan identitas diri atau identitas kelompok. Gaya hidup dipengaruhi oleh nilai-nilai tertentu dari agama, budaya, dan kehidupan sosial, demi menunjukkan identitas diri melalui ekspresi tertentu yang mencerminkan perasaan.
Media massa (elektronik, internet, media cetak) dan teman sebaya (peer group) memiliki pengaruh besar terhadap gaya hidup remaja saat ini. Meskipun demikian, masih ada nilai-nilai agama serta lingkungan keluarga yang diharapkan dapat menjadi pedoman dan mampu membimbing remaja untuk selektif dalam memilih yang terbaik bagi mereka. Nilai-nilai agama Islam ternyata juga masih menjiwai keseharian remaja di Gampong Geudubang Jawa. Hal ini tidak terlepas dari
diterapkannya Syari’at Islam di Aceh sejak tahun 2000 silam, sehingga masyarakat telah terbiasa dengan nilai-nilai agama yang telah diinternalisasikan dan menjadi pedoman hidup bagi mereka.
Pengaruh Syari’at Islam terhadap gaya hidup remaja ini meliputi kepatuhan remaja dalam menjalankan Syari’at Islam dalam segala aspek kehidupan mereka. Ada 4 Qanun (Perda) yang diterapkan pada masyarakat berkaitan dengan penerapan Syari’at Islam yaitu Qanun No.11 tahun 2002 tentang pelaksanaan Syari’at Islam bidang Aqidah, Ibadah dan Syi’ar Islam. Kemudian disusul dengan Qanun No. 12 tahun 2003 tentang Khamar (minuman keras), Qanun No. 13 tahun 2003 tentang Maisir (perjudian) dan Qanun No. 14 tentang Khalwat (perbuatan mesum dan pergaulan bebas).
Dari hasil penelitian, agen sosialisasi yang paling berpengaruh terhadap pemahaman remaja dalam memaknai dan menerapkan Syari’at Islam adalah orang tua, yakni sebanyak 46 orang (65,71%). Hal ini disebabkan oleh lebih terbukanya komunikasi antara anak dengan orang tua dirumah, sehingga orangtua dapat mengajarkan serta secara langsung memberi contoh tentang bagaimana caranya melaksanakan Syari’at Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak diterapkannya Syari’at Islam, saat ini telah banyak remaja yang menggunakan busana muslim/muslimah dalam penampilannya sehari-hari.
Penampilan tersebut dipilih selain dilatari keinginan atau niat pribadi yang bersesuaian dengan ajaran Islam, juga disebabkan oleh lingkungan pergaulan yang menjadi panutan berperilaku.
Namun media yang menyajikan gaya hidup remaja modern di kota-kota besar berpengaruh terhadap pola pikir dan cara pandang remaja dalam memilih gaya hidup yang pas dan sesuai dengan selera mereka, yang mereka anggap trendy, modern, modis, dan tidak ketinggalan zaman. Tentu saja tidak semua gaya hidup modern tersebut sesuai dengan Syari’at Islam yang telah diterapkan dan wajib dijalankan oleh masyarakat Aceh tanpa terkecuali. Gaya hidup yang diperlihatkan oleh artis dan model melalui media elektronik dan cetak terbukti mampu mempengaruhi remaja dengan sangat cepat sehingga saat ini masih banyak dijumpai remaja yang terlihat berpenampilan seperti artis idolanya, yakni memakai aksesoris berlebihan, tidak mengenakan jilbab karena takut menutupi rambut mereka yang direbonding atau diwarnai, memakai jins ketat, baju berlengan pendek, dan sebagainya.
Disinilah Syari’at Islam diharapkan menunjukkan perannya sebagai kontrol sosial untuk membimbing remaja dalam melalui masa pencarian identitas diri sehingga terbentuk pribadi yang mencintai nilai-nilai agama, dan menjadikan agama sebagai pedoman hidup serta mengamalkannya dalam berbagai aspek, termasuk dalam berpenampilan.
Mengenai norma pergaulan remaja di Gampong Geudubang Jawa saat ini, responden mengaku orang tua memperbolehkan mereka bergaul akrab dengan lawan jenis, mereka boleh mengadakan acara kumpul bersama, dan bersenda gurau. Tapi menurut mereka orang tua menerapkan batasan yang tidak boleh dilanggar. Misalnya dilarang berdua-duaan ditempat sepi, ada jam malam berkunjung atau batas keluar malam dengan lawan jenis, dilarang pacaran, dan sebagainya.
Dalam hal menghabiskan waktu luang, remaja di Gampong Geudubang Jawa lebih memilih nonton televisi, main game, internetan, belajar, dan jalan- jalan/rekreasi. Biasanya remaja berjalan-jalan/rekreasi ke pusat kota Langsa yaitu ditempat-tempat hiburan misalnya pantai, taman, cafe, dan lain-lain. Namun sebagian besar remaja mengaku jika sedang keluar rumah dan berkumpul dengan teman-teman, mereka sangat suka menghabiskan waktu luang mereka dengan nongkrong di cafe.
Perubahan gaya hidup yang terjadi pada remaja setelah diterapkan Syari’at Islam antara lain adalah semakin banyak remaja putri yang mengenakan jilbab saat keluar rumah, meskipun remaja putri yang tidak berjilbab juga masih sering terlihat dan pakaian yang mereka kenakan belum sepenuhnya menutup aurat karena pakaian tersebut berupa jeans ketat sehingga membentuk siluet tubuh. Selain itu juga saat ini remaja mengaku merasa aman dalam bergaul dengan lawan jenis karena sejak diberlakukan Syari’at Islam tidak ada lagi tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai tempat mesum sehingga tidak akan ada yang berniat jelek dengan mereka. Dalam hal berpacaran, mereka mengaku lebih sering berjumpa pacar dirumah dibawah pengawasan orang tua sehingga mereka tidak khawatir akan melakukan hal-hal yang diluar batas.
Gaya hidup yang ditawarkan oleh media modern (cetak, elektronik, internet) sebenarnya adalah ajakan bagi khalayaknya untuk memasuki apa yang disebut budaya konsumer. Oleh Lury (1998), budaya konsumer diartikan sebagai ‘bentuk budaya materi’, yakni budaya pemanfaatan benda-benda, terutama pendukung penampilan. Budaya konsumer dicirikan dengan peningkatan gaya hidup (lifestyle).
Justru, menurut Lury, proses pembentukan gaya hidup merupakan hal terbaik yang
mendefinisikan budaya konsumer. Dalam budaya konsumer kontemporer, istilah itu bermakna individualitas, pernyataan diri dan kesadaran diri. Dalam hal ini, tubuh, pakaian, aksesoris, pemanfaatan waktu senggang, pilihan makanan dan minuman, rumah, mobil, pilihan hiburan/liburan, dan lain-lain menjadi indikator cita rasa individualitas dan gaya hidup seseorang (Lury, 1998 dalam Sudarwati & Hastuti, 2007).
Demikian pula yang ditemukan di Gampong Geudubang Jawa, model pakaian yang disukai oleh sebagian besar remaja umumnya adalah pakaian yang nyaman untuk dipakai, modis, dan trendy, namun tetap sesuai dengan Syari’at Islam. Biasanya remaja melihat trend berpakaian melalui majalah remaja, sinetron remaja, atau tokoh idola di televisi. Saat ini telah banyak dijual pakaian-pakaian keluaran rumah mode yang diperuntukkan bagi wanita muslimah, toko-toko yang menjual pernak-pernik islami juga semakin banyak ditemukan. Selain itu telah banyak sinetron religi yang artis/pemerannya menggunakan jilbab dan pakaian muslimah, seperti Islam KTP, Kiamat Sudah Dekat, Lorong Waktu, Para Pencari Tuhan, dan Pesantren dan Rock and Roll.
Dalam mengkonsumsi pakaian dan aksesoris, responden tidak terlalu memperhatikan dalam menyukai merk-merk tertentu yang ada di media iklan.
Alasannya karena kemampuan keuangan mereka masih terbatas. Paling-paling remaja hanya mampu membeli barang-barang branded sesekali saja. Itu pun harus menabung cukup lama dan biasanya dilakukan semata-mata hanya untuk menunjukkan identitas atau gengsi. Ada pula sebagian dari responden yang meminta uang pada orang tua
untuk membeli berang yang diinginkan atau jika perlu mereka akan meminjam uang pada teman.
Kembali ke masalah penerapan Syari’at Islam, remaja di Gampong Geudubang Jawa mengatakan bahwa tingkat pelanggaran busana paling sering dilakukan oleh kaum hawa. Umumnya berupa ketidakdisiplinan mereka dalam menutup aurat karena masih ada yang keluar rumah tidak memakai jilbab, malah sesekali masih terlihat ibu-ibu keluar rumah dengan hanya memakai daster tanpa lengan.
Dalam hal pelanggaran khalwat (mesum), para remaja hampir tidak pernah mendengar ada orang yang tertangkap basah melakukan tindakan mesum, kalaupun ada hanya sesekali saat seorang remaja diketahui sudah mengandung diluar nikah dan menghebohkan masyarakat.
Dalam hal pelanggaran maisir (perjudian), di Gampong Geudubang Jawa masih ada orang-orang yang melakukan praktek perjudian. Para remaja mengaku sering melakukan taruhan bila sedang menonton acara olahraga seperti pertandingan bola, moto GP, balap F1, atau saat mereka bermain game online bersama teman- temannya. Mereka beranggapan taruhan tidak sama dengan berjudi, namun mereka menyadari dampak negatif yang ditimbulkan hampir sama karena menimbulkan ketergantungan dan membuat mereka menjadi tidak bijaksana dalam mengelola uang.
Dalam hal pelanggaran khamar (minuman keras dan segala sesuatu yang memabukkan), sebagian besar remaja mengatakan tidak pernah mengetahui ada yang mengonsumsi minuman keras atau narkoba, dan mereka tidak mengetahui jika ada yang memperdagangkan barang haram tersebut. Namun ada sebagian kecil remaja
yang mengaku pernah melihat ada orang mabuk didesa mereka, meskipun mereka tidak yakin apakah orang tersebut penduduk asli atau hanya orang dari desa lain.
Mereka juga mengatakan pernah melihat orang yang mengkonsumsi ganja.
Nilai hubungan antara variabel x (pengaruh pemberlakuan hukum Syari’at Islam) dengan variabel y (gaya hidup remaja) di Gampong Geudubang Jawa sebesar 0,51 % yang berarti mempunyai hubungan yang cukup berarti (Guilford).
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan
Dari data-data yang telah diperoleh dan diuraikan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan penting antara lain:
1. Gaya hidup dapat diidentikkan dengan suatu ekspresi dan simbol untuk menampakkan identitas diri atau identitas kelompok. Gaya hidup dipengaruhi oleh nilai-nilai tertentu dari agama, budaya, dan kehidupan sosial, demi menunjukkan identitas diri melalui ekspresi tertentu yang mencerminkan perasaan.
2. Perkembangan yang bisa dianggap menonjol dalam pergeseran gaya hidup yang melanda kalangan remaja Indonesia adalah gaya hidup mereka yang secara umum cenderung dipengaruhi oleh budaya Barat yang mengarah pada perilaku konsumtif, hedonis, pergaulan bebas, dan sebagainya. Namun dengan diberlakukannya Syari’at Islam di Aceh maka diharapkan dampak negatif dari pergesaran gaya hidup yang melanda remaja dapat dihindari
3. Berdasarkan hasil penelitian, setelah adanya penerapan Syari’at Islam di Gampong Geudubang Jawa pelanggaran Syari’at Islam yang dilakukan oleh remaja masih terjadi namun intensitasnya telah berkurang. Meskipun ada beberapa remaja yang terlihat tidak mengenakan jilbab dan berpakaian ketat, namun jumlah remaja yang berjilbab dan menutup aurat lebih banyak. Batasan pergaulan remaja dengan lawan jenis tidak begitu jelas dan semakin kabur karena
saat ini para remaja bebas bergaul dengan lawan jenis dan tidak ada aturan khusus yang melarang pergaulan remaja selama mereka dapat bertanggungjawab dan bisa menjaga kepercayaan orangtua. Kasus perjudian dan minuman keras atau narkoba juga makin berkurang bahkan hampir tidak ada.
4. Remaja mengakui agen sosialisasi Syari’at Islam yang paling berperan bagi mereka adalah orang tua, guru, tokoh agama, dan teman sebaya. Mereka pernah mendengar tentang Dinas Syari’at Islam atau Wilayatul Hisbah, namun mereka jarang melihat langsung peran dari lembaga tersebut. Berita yang sering mereka dengar adalah mengenai razia itupun melalui televisi atau surat kabar. Razia yang sesungguhnya sangat jarang dilakukan di Gampong Geudubang Jawa.
5. Remaja menilai bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Wilayatul Hisbah kurang efektif dalam mencegah pelanggaran Syari’at Islam karena pelaksanaannya yang hanya sewaktu-waktu sehingga belum menyentuh kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Apalagi sejak remaja mengetahui skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Wilayatul Hisbah membuat remaja makin skeptis terhadap efektifitas kinerja mereka.
6. Nilai hubungan antara variabel x (pengaruh pemberlakuan hukum Syari’at Islam) dengan variabel y (gaya hidup remaja) di Gampong Geudubang Jawa sebesar 0,51 % yang berarti mempunyai hubungan yang cukup berarti, namun tidak cukup kuat.
6.2. Saran
1. Dalam pelaksanaan Syari’at Islam jangan ada unsur paksaan, dan sosialisasi yang dilakukan harus semakin intensif karena meskipun Syari’at Islam telah diterapkan secara formal sejak sebelas tahun yang lalu, namun ternyata pelaksanaannya masih belum merata dan masih banyak pelanggaran disana-sini.
2. Lembaga Dinas Syari’at Islam (Wilayatul Hisbah) harus memperbaiki image dan meningkatkan kualitas anggotanya, karena saat ini masyarakat telah kehilangan kepercayaan terhadap Wilayatul Hisbah akibat ulah salah satu oknumnya yang tidak bertanggung jawab. Hal ini berdampak buruk pada Wilayatul Hisbah karena seharusnya mereka mampu memberikan contoh yang baik dan mampu menjadi panutan bagi masyarakat. Namun kini malah banyak remaja dan masyarakat yang menganggap pihak Wilayatul Hisbah hanya berdiam diri saja dan kurang sering melaksanakan tugasnya.
3. Perubahan norma atau gaya hidup tidak bisa dihindari namun diharapkan peran serta tokoh masyarakat dan keluarga mengarahkan remaja agar dapat memilih dan menyaring perubahan sehingga yang diserap adalah hal-hal yang positif, dan mereka tetap mampu menyesuaikan gaya hidup mereka dengan nilai-nilai Syari’at Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Abubukar dan Anwar. 2005. Prilaku-Prilaku Menyimpang Remaja SMA Negeri Kota Banda Aceh. Banda Aceh: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USM.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi IV). Cetakan ke- XI. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Fakhruddin. 2010. Syari’at Islam Fungsinya Sebagai Kontrol Sosial (Studi Deskriptif di Gampong Leuge Kec. Pereulak Kota, Kab. Aceh Timur). Medan : Universitas Sumatera Utara. Skripsi Tidak Diterbitkan.
Ismohuddin. 2005. Sosiologi Perspektif Islam. Malang: UMM Press.
Muhammad, Rusjdi Ali. 2003. Revitalisasi Syari’at Islam di Aceh. Ciputat : Logos Wacana Ilmu
Nashir, Haedar. 2007. Gerakan Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.
Nawawi, Hadari. 1990. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: UGM Press.
Poloma, Margaret M, 2001, Sosiologi Kontemporer, Raja grafindo Persada.
Prasetyo, Bambang. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta : Raja Grafindo Husada.
Qanun No. 11 tahun 2002 Qanun No. 12 tahun 2003 Qanun No. 13 tahun 2003 Qanun No. 14 tahun 2003.
Ramadani, Eva. 2008. Penerapan Syari’at Islam Pada Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah (Studi Deskriptif di Kel Takengon Timur, Kec Laut Tawar, Kab.
Aceh Tengah). Medan: Universitas Sumatera Utara. Skripsi Tidak Diterbitkan.
Ritzer, George, 2002. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda. Jakarta, Fajar Interpratama Offset.
(___________,2004.) Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Predana Media.
Soekanto, Soerjono. 1985. Bahan Bacaan Perspektif Teoritis dalam Sosiologi Hukum.
Jakarta : Ghalia Indonesia.
Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sunarto, Kamanto. 2000. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Fakultas Ekonomi UI.
Websites:
http://annisakarliana.blog.com/2010/01/06/pengertian-remaja/ diakses pada tanggal 19 Mei 2010.
http://groups.google.com/group/ukm_psikologi/web/definisi-remaja, diakses pada tanggal 19 Mei 2010.
http://jundicellular.multiply.com, diakses pada tanggal 10 September 2010.
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/remaja.html, diakses pada tanggal 19 Mei 2010.
http://www.duniaesai.com/index.php/direktori/esai/45-psikologi/276-remaja-dan- perilaku-konsumtif.html, diakses pada tanggal 20 Februari 2011.
http://www.infoskripsi.com/Theory/Apa-itu-Korelasi.html, diakses pada tanggal 20 Juni 2010.
http://www.membuatblog.web.id/2010/04/pengertian-gaya-hidup.html, diakses pada tanggal 19 Mei 2010.
Lina Sudarwati & Sri Hastuti. 2007. Gaya Hidup Remaja Pedesaan (Studi di Desa Sukaraya, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara). dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18598/1/har- jan2007-1%20(5).pdf, diakses pada tanggal 20 Februari 2011
Lukas Bujang. 2009. Menyimak Pergeseran Budaya dikalangan Remaja dan Perilaku
Hedonisme dikalangan Remaja dalam
http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Menyimak%20Pergeseran%20 Budaya%20dikalangan%20Remaja%20dan%20Prilaku%20Hedonisme%20di didikala%20Remaja&&nomorurut_artikel=286, diakses pada tanggal 10 September 2010.
QUESIONER PENELITIAN Nama : Elicia Dwi Hafida
Nim : 060901003 Departemen : Sosiologi
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Universitas Sumatera Utara)
Alamat : Jalan Lilawangsa Gampong Geudubang Jawa Kec Langsa Baro, Kota Langsa
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Sehubungan dengan penelitian saya yang berjudul “Pengaruh Pemberlakuan Hukum Syari’at Islam terhadap Gaya Hidup Remaja” yang berlokasi di Gampong Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas akhir (skripsi), maka saya mengharapkan bantuan saudara/i untuk memberikan respon/jawaban atas pertanyaan yang telah disediakan dibawah ini. Atas partisipasi dan kerjasama yang baik, saya ucapkan terima kasih.
Petunjuk Pengisian :
1. Baca dan jawablah pertanyaan dibawah ini.
2. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap paling benar dan isilah titik-titik yang telah disediakan.
Nomor Kuesioner :………..
A. Identifikasi Responden
1. Nama :
2. Jenis Kelamin :
3. Usia :
4. Suku Bangsa :
5. Agama :
6. Pekerjaan Orang tua :
a. Pegawai Negeri / BUMN/ ABRI b. Pegawai swasta
c. Wiraswasta / Pedagang d. Petani
e. Lain-lain, sebutkan ...
7. Pendapatan orang tua : a. < Rp750.000
b. Rp 750.000 – Rp 1.000.000 c. Rp. 1.000.001 – Rp 1.500.000 d. Rp. 1.500.001 – Rp 2.000.000 e. > Rp 2000.000
8. Jumlah uang saku yang diberikan:
a. < Rp 5000
b. Rp 5000 – Rp 10.000 c. > Rp 10.000
9. Pendidikan terakhir : a. Tidak tamat SD b. Tamat SD c. SLTP/Sederajat d. SLTA/Sederajat
B. Sosialisasi Syari’at Islam
1. Apakah Anda mengetahui adanya penerapan Syari’at Islam di Aceh?
a. Ya
b. Tidak ( langsung ke pertanyaan no.4)
2. Dari siapakah anda mengetahui adanya penerapan Syari’at Islam?
a. Tokoh agama
b. Wilayatul Hisbah (WH) c. Orang tua
d. Guru
e. Teman-teman
3. Bagaimanakah sosialisasi mengenai Syari’at Islam yang diberikan kepada Anda?
a. Melalui selebaran, papan reklame/pamflet di jalan b. Melalui berita di surat kabar dan televisi
c. Melalui ceramah di masjid/surau d. Melalui pelajaran di sekolah
e. Melalui pembicaraan dengan orang tua dirumah
4. Apakah Anda setuju dengan adanya penerapan Syari’at Islam di daerah Anda?
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
e. Sangat Tidak Setuju
Jelaskan...
...
5. Sejak kapan Syari’at Islam diterapkan di Aceh menurut yang Anda ketahui?
a. Tahun 1999 b. Tahun 2000 c. Tahun 2001 d. Tahun 2002
6. Menurut pemahaman Anda, apakah yang dimaksud dengan Syari’at Islam?
a. Aturan khusus dari pemerintah yang harus ditaati dan dituangkan dalam bentuk Perda
b. Aturan yang bersumber dari Allah dimana kebenarannya bersifat mutlak
c. Kumpulan peraturan-peraturan/hukum-hukum yang dituangkan dalam bentuk Undang-undang
7. Berdasarkan Perda no 5 Tahun 2000 tentang pelaksanaan Syari’at Islam, berapakah Qanun (Perda) yang Anda ketahui yang diterapkan pada masyarakat?
a. Dua b. Tiga c. Empat d. Lima
Sebutkan...
...
8. Apakah didaerah Anda ada remaja yang melakukan pelanggaran Syari’at Islam?
a. Ada
b. Kadang-kadang c. Ragu-ragu d. Tidak ada
Jika ada jelaskan ...
9. Apakah di daerah Anda ada remaja yang dihukum karena melakukan pelanggaran Syari’at Islam?
a. Ada
b. Kadang-kadang c. Ragu-ragu d. Tidak ada
Jika ada jelaskan ...
...
10. Apakah di daerah Anda sering dilakukan razia oleh Wilayatul Hisbah?
a. Sangat Sering b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
11. Pelanggaran apakah yang sering dirazia oleh Wilayatul Hisbah?
a. Pelanggaran busana muslim b. Tidak melaksanakan Shalat Jum’at c. Perbuatan mesum (khalwat) d. Perjudian (maisir)
e. Minuman keras (khamar)
12. Menurut pendapat Anda, apakah razia yang dilakukan Wilayatul Hisbah sudah efektif dalam menegakkan Syari’at Islam secara Kaffah (menyeluruh) ?
a. Sangat efektif b. Efektif
c. Kurang efektif d. Tidak efektif e. Sangat tidak efektif
13. Menurut pendapat Anda, apakah Anda setuju bahwa dengan dibentuknya badan pengawas seperti WH penerapan Syari’at Islam telah terlaksana dengan baik?
a. Sangat Setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
Jelaskan alasan Anda...
...
C. Pelanggaran Syari’at Islam
1. Apakah setelah diberlakukannya Syari’at Islam masih terdapat pelanggaran busana yang dilakukan oleh remaja?
a. Sangat sering b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
Jelaskan alasan Anda...
...
2. Apakah setelah diberlakukan Syari’at Islam masih terdapat perbuatan khalwat (laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim berduaan ditempat sunyi dan melakukan perbuatan mesum) dikalangan remaja?
a. Sangat sering b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
Jelaskan alasan Anda...
...
3. Apakah setelah diberlakukan Syari’at Islam masih terdapat kegiatan berjudi dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh remaja?
a. Sangat sering b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
Jelaskan alasan Anda...
...
4. Apakah setelah diberlakukan Syari’at Islam masih terdapat remaja yang mengkonsumsi minuman keras (khamar)?
a. Sangat sering b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
Jelaskan alasan Anda...
...
5. Apakah setelah diberlakukan Syari’at Islam masih ada remaja laki-laki yang meninggalkan kewajiban shalat Jum’at?
a. Sangat sering b. Sering
c. Kadang-kadang d. Tidak pernah
Jelaskan alasan Anda...
...
D. Gaya hidup Remaja
1. Apakah Anda adalah orang yang sering memperhatikan penampilan?
a. Sangat sering b. Sering
c. Kurang Sering d. Tidak Pernah
Jelaskan alasan Anda...
...
2. Apakah Anda setuju bahwa mengikuti trend yang sedang berkembang merupakan suatu kewajiban?
a. Sangat setuju d. Tidak setuju
b. Setuju e. Sangat tidak setuju
c. Kurang setuju
Jelaskan alasan Anda...
...
3. Darimanakah Anda memperoleh informasi mengenai trend yang sedang in dikalangan remaja?
a. Dari majalah fashion b. Dari internet
c. Dari televisi d. Dari teman
e. Lain-lain, sebutkan...
4. Menurut Anda model pakaian seperti apakah yang modis dan trendy (khusus dijawab oleh perempuan)?
a. Celana jeans, tanktop, rok mini, kaos ketat, mini dress b. Celana jeans, kaos oblong, celana pendek
c. Celana jeans, kemeja, kaos, kardigan/sweater
d. Celana kain, rok panjang, kemeja/kaos lengan panjang, gaun panjang/gamis
Jelaskan alasan Anda...