BAB III. Metodologi Penelitian
4.5. Komposisi Penduduk
4.5.4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan 37
Tabel 9.
Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Tenaga Kerja
Kelompok Umur Jumlah
10-14 tahun 15-19 tahun 20-26 tahun 27-40 tahun 41-56 tahun
> 57 tahun
184 245 297 800 350 50 Sumber: kantor kepala desa manis pulau rakyat
Penduduk dengan kelompok umur 13-15 tahun adalah kelompok terbesar dengan jumlah 290 orang dari segi usia pendidikan. Sedangkan penduduk dengan kelompok umur yang paling banyak ( 800 jiwa) dalam hal kelompok tenaga kerja.
Tabel 10.
Komposisi Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase
1 PAUD --- ---
2 Taman kanak - kanak 60 orang 4,14 %
3 SD 750 orang 51,72 %
4 SLTP/Mts 375 orang 25,87 %
5 SMA/SMK 215 orang 14,82 %
6 Akademi / D1 – D3 20 orang 1,38 %
7 Sarjana S1 30 orang 2,07 %
Jumlah 1450 orang 100 %
Dan tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas jumlah penduduk desa Manis yang masih duduk di TK sebanyak 60 orang, berpendidikan SD saja sebanyak 750 orang, berpendidikan sampai SLTP/MA 375 orang, berpendidikan sampai dengan SMA/SMK 215 orang, berpendidikan sampai Akademi D1 – D2 ada 20 orang, serta berpendidikan sampai dengan S1 mencapai 30 orang. Namun dalam tabel , diketahui bahwa tidak ada putra–putri penduduk desa ini yang melaksanakan PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini ) sebab putra – putri penduduk desa ini yang sudah berusia 4 sampai dengan 5 tahun langsung bersekolah di TK, disekolahkan pada TK yang terdapat didesa ini ataupun TK yang ada di kecamatan.
Tabel 11.
Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Desa manis Pulau Rakyat 2005-2007
No Uraian 2005 2006 2007
1. Tidak/belum tamat SD (%) 22,68 22,00 21,19
2. Tamat SD (%) 31,12 32,15 36,00
3. Tamat SLTP(%) 17,07 18,66 19,80
4. Tamat SLTA(%) 17,68 18,50 19,65
5. Tamat Diploma I, II, III (%) 1,57 2,20 3,30 6. Tamat D IV / Sarjana (%) 1,27 1,58 3,18 7. Tingkat Buta Huruf (%) 5,70 4,65 4,30 8. Rata-rata lama sekolah
(Tahun)
6,95 7,80 8,48
Sumber: kantor kepala desa manis pulau rakyat
Tabel 12.
Pendidikan Khusus Didesa Manis Pulau Rakyat
Sarana Gedung Guru Murid
Pondok Pesantren Madrasah
SLB Kursus Jahit Kursus Salon
- 3 - 2 3
- 19
- 3 2
- 309
- 7 2 Sumber: kantor kepala desa manis pulau rakyat
Sarana pendidikan khusus juga ada didesa manis pulau rakyat seperti kursus menjahit, salon dan madrasah. Biasanya pendidikan khusus ini diminati oleh mereka yang tidak melanjutkan sekolah setelah tamat SMP atau SMA.
Sedangkan madrasah diminati oleh anak-anak SD yang mengaji dimadrasah sore hari setelah pulang sekolah.
4.6 Sarana dan Prasarana Desa
Untuk menunjang aktifitas masyarakat di desa Manis, terdapat berbagai sarana dan prasarana yang mendukung berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Dengan adanya sarana dan prasarana tersebut kehidupan sehari-hari masyarakat didesa ini dapat berjalan dengan lebih baik.
Adapun sarana dan prasarana tersebut antara lain:
4.6.1 Sarana Kesehatan dan Olahraga
Kesehatan merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan manusia.
Dengan tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai sangat membantu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Tabel 13.
Sarana Kesehatan
No. Jenis Sarana/Prasarana 2004 2005 2006 2007 2008
1. Rumah Sakit 6 6 7 7 7
2. Puskesmas 24 24 24 24 24
3. Pus.Pembantu 168 168 172 172 168
4. Pus.Keliling 18 18 18 23 23
5. Polindes 182 182 182 78 78
J u m l a h 398 398 403 304 300
Ada Rumah Sakit, Puskesmas, Pus. Pembantu, Pus. Keliling dan Polindes di desa manis pulau rakyat yang semuanya berfungsi untuk melayani kesehatan masyarakat desa manis pulau rakyat.
Tabel 14.
Sarana Olah raga
Sarana Jumlah
Lapangan Volly Lapangan Bola
4 2
Sumber: kantor kepala desa manis pulau rakyat
4 (empat) lapangan Volly dan 2 lapangan bola adalah sarana olahraga yang ada didesa manis pulau rakyat yang terbuka untuk umum begitu juga dengan lapangan bola yang ada didesa manis pulau rakyat.
4.6.2 Sarana Transportasi
Sarana transportasi ke desa dan keluar dari desa Manis, menuju kota Kisaran, Kabupaten Asahan sudah cukup baik dan lancar, dikarenakan desa ini merupakan daerah jalan lintas Sumatera. Saat ini ± 40 mobil angkutan umum ( minibus angko/MPUt) yang melewati jalan desa ini dan menghubungkannya dengan kota Kisaran dengan jarak 40km dengan menempuh waktu 45 menit Belum lagi angkutan umum yang jumlahnya tidak terhitung untuk menghubungkan kota Lima Puluh dan ibukota kabupaten Asahan dengan waktu 45 menit serta ibukota propinsi Sumatera Utara. hanya dibutuhkan waktu sekitar 21/2 jam saja karena kondisi jalan melalui rute ini cukup baik.
Transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat desa Manis adalah sepeda motor dan mobil, ini disebabkan semakin stabil dan sejahteranya kehidupan ekonomi masyarakat desa sehinga kebutuhan tersier mudah terpenuhi.
Menurut penjelasan dari salah satu informan, sangat jarang anak – anak yang bersekolah dan para orang tua yang bekerja mengendari sepeda sebagai alat transportasi mereka, serta ada juga fasilitas yang diberikan pihak perusahaan kebun Pulu Raja berupa bus sekolah sebagai transportasi ke kota Kisaran, telah memudahkan masyarakat desa meningkatkan pendidikan putra – putri mereka untuk melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi, baik ke sekolah menengah atas maupun sampai ke perguruan tinggi swasta.
4.6.3 Sarana Peribadatan
Di desa ini terdapat sebuah Mesjid yang berdiri kokoh di tengah desa, masjid tersebut sangat bagus untuk beribadah, mesjid tersebut mempunyai petugas adzan sehingga shalat berjamaah dapat dilaksanakan pada setiap waktu shalat.
Selain majid terdapat 31 buah Musholla atau Langgar yang dapat digunakan sebagai sarana ibadah bagi warga. Serta di desa ini terdapat 22 buah gereja, gereja untuk kristen katholik dan gereja untuk kristen protestan.
4.6.4 Sarana Kemasyarakatan
Di desa Manis terdapat berbagai organisasi kemasyarakatan /lembaga sosial seperti Serikat Tolong Menolong (STM) berupa perkumpulan suku Batak Karo, suku Padang, Batak Simalungun, Batak Mandailing, kelompok pengajian kaum Ibu dan bapak – bapak yang melakukan kegiatan pengajian pada setiap hari senin, rabu, dan kamis. Perkumpulan Pujakesuma ( Putra Jawa Kelahiran Sumatera ). Persatuan Remaja Mesjid Jariyah mempunyai kegiatan seperti melakukan pengajian/takdziah jika ada keluarga yang mendapat rnusibah kernalangan di desa, membantu pelaksanaan pesta perkawinan di desa, melakukan gotong-royong membersihkan jalan desa atau gotong-royong membersihkan saluran air untuk Mesjid, dan melakukan kegiatan Olahraga seperti bola kaki, bola volly, dan bulu tangkis.
4.6.5 Sarana Komuunikasi
Saat ini desa Manis masih sedikit jaringan untuk telepon rumah, namun sekarang ini masyarakat mulai sangat banyak yang membeli Handphone sebagai alat komunikasi mereka. Kios ponsel pun sudah ada di dewasa ini, dan seperti jaringan internet pun sudah ada di desa ini, sehingga masyarakat sangat mudah untuk bermain internet baik diwarung internet ataupun dirumah – rumah mereka yang memiliki dan memasang jaringan untuk internet. Begitu juga dengan alat - alat elektronik seperti Televisi dan Radio semua masyarakat dapat dikatakan telah memilikinya
4.7 Perdagangan dan Jasa
Tabel 15
Aktivitas Perdangan Dan Jasa Didesa Manis Pulau Rakyat Perdangan dan Jasa Jumlah
Toko Warung Kedai Sampah Swalayan Bank Travel Notaris Koperasi KUD
Badan Kredit
Usaha Ekonomi Desa
70 buah 30 buah 20 buah 1 buah 3 buah
- 2buah 3 buah 2 buah
- 2 buah Sumber: kantor kepala desa manis pulau rakyat
Sarana perdangan dan jasa yang ada didesa manis pulau rakyat ini membantu dan melayani aktivitas perekonomian masyarakat desa.
4.8 Profil Badan Kemakmuran (BKM) Masjid Jariyah Mesa Manis
Pengurus Badan Kemakmuran Masjid Kelurahan/Desa diangkat dan diberentikan oleh kepala KUA kecamatan, atas pertimbangan lurah/kepala desa setempat, yang terdiri seorang ketua, sekretaris merangkap bendahara dan seorang anggota. Kepengurusan BKM desa sebanyak 5 orang terdiri dari Ketua, Sekretaris Bid. Idarah, Bidang Imarah, Bidang Ri’ayah dan Bendahara.
Fungsi masjid secara umum saat ini sebagai berikut:
1. Pembinaan Organisasi
pembinaan organisasi dan administrasi atau idarah bertugas meliputi masalah organisasi kepengurusan, personalia, perencanan, sarana, administrasi keuangan dan lainya.
2. Pembinaan Kemakmuran atau Idarah
Pembinaan kemakmuran atau idarah bertugas meliputi masalah pembinaan peribadatan, pembinaan pendidikan formal (baik pendidikan formal maupun umum), pendidikan luar sekolah, majelis taklim, pembinaan remaja masjid, perpustakaan, taman kanak-kanak peringatan hari besar Islam, peringatan hari besar nasional dan pembinaan ibadah sosial.
Susunan organisasi pengurus Badan Kemakmuran Masid terdiri atas:
o Ketua
o Sekretaris/ ketua bidang Idarah o Bendahara
o Ketua bidang Imarah o Ketua bidang Ri’ayah
Susunan organisasi tersebut dapat dilihat dari bagan dibawah ini:
Gambar 3
Keterangan Gambar:
Setiap masjid yang terkelola dengan baik memiliki BKM dengan strukturnya masing-masing. Secara umum, pembagian kerjanya terbagi menjadi lima yaitu:
1. Ketua : Koordinator/ Pengawas kegiatan yang diadakan anggota BKM 2. Sek. Bidang 'Idarah berfungsi sebagai administrasi manajemen masjid 3. Bidang 'Imarah berfungsi melakukan aktivitas memakmurkan masjid 4. Bidang Ri'ayah berfungsi memeliharaan fisik masjid
KETUA
Sek. Bidang Idarah Bidang Imarah Bidang Ri’ayah Bendahara
5. Bendahara berfungsi mengadministrasiskan semua aset-aset BKM berupa uang, benda tidak bergerak dan bergerak.
3. Administrasi
Sampai sekarang masih terbatas masjid yang mengadakan sistem Administrasi. Hampir semua kegiatan berlalu tanpa catatan dan dokumentasi. Hal ini mungkin dirasakan sebagai kesulitan tidak adanya tenaga atau menganggap pekerjaan atau kegiatan masjid amat sederhana.
Sebenarnya tidak demikian, walau kecil kegiatan masjid apalagi jika pekerjaan itu banyak sangat perlu adanya suatu pendokumentasian dan pencatatan administarasi yang baik. Administarasi kemasjidan akan memberi faedah yang banyak. Faedah tersebut antara lain:
o Diketahui secara pasti pekerjaan dan keadaan yang sudah berlajalan, sehingga memudahkan membuat kegiatan lanjutan
o Dengan administrasi yang baik dapat diadakan evaluasi, apakah telah mencapai kemajuan atau tidak.
o Dengan pelaksanaan administrasi, pihak lain seperti pemerintah atau orang luar pada umumnya, akan melihat sebagai adanya suatu kemajuan.
o Administrasi kemasjidan yang baik, akan memudahkan pencatatan sejarah masjid yang dapat ditelusuri dan dapat dijadikan contoh atau lahan studi dikemudian hari.
4. Administrasi Jamaah
Dengan adanya administrasi jamaah, pengurus masjid dapat membedakan tentang adanya jamaah tetap dan jamaah tidak tetap. Jamaah tetap adalah mereka yang tinggal disekitar masjid dan secara tetap baik dalam sholat rawatif atau hanya sholat Jum’at yang selalu datang ke Masjid. Untuk administrasi jamah ini perlu adanya buku yang memuat data kehadiran jamaah dan nama-nama jamah.
Dengan buku ini jadi dapat mengenal keadaan jamaah.
5. Masa Jabatan
Pengurus BKM diangakat untuk masa jabatan tiga tahun, dan setelah masa jabatan yang dimaksud pengurus BKM yang bersangkutan dapat diangkat kembali. Pengurus BKM berenti jabatanya dikarenakan:
o Meninggal dunia o Habis masa jabatan
o Dipindahkan dari instansi / tempat kedudukan yang bersangkutan.
o Diberhentikan
o Tidak dapat melaksanakan ugas sebagaimana mestinya
6. Pendapatan dan Pembinaan
Sumber pendapatan BKM sebagian didapat dari dana nikah, thalak, cerai dan rujuk sebagaimana diatur dalam keputusan menteri agama untuk itu. Selain itu didapat dari bantuan pemerintah, bantuan masyarakat, dan usaha-usaha lain
yang tidak bertentangan dengan asas dan tujuan BKM. Pendapatan BKM dalam hal ini adalah untuk pembiayaan usaha-usaha BKM dalam mencapai tujuannya.
4. 9 Profil Informan
IV.9.1 Informan Utama
Dalam penelitian ini terdapat informan utama yang mengetahui banyak hal mengenai permasalahan yang ingin di ungkapkan dalam penelitian ini. Para informan ini terlibat langsung dalam memakmurkan Masjid dan pelaksanaan alokasi dana serta pengawasan terhadap proses pembangunan di desa Manis.
Namun tidak semua informan bersedia identitasnya dicantumkan dalam tulisan ini, sebagian informan meminta agar identitasnya tidak dicantumkan dengan alasan tertentu. Para informan Utama yang dimaksud adalah:
1. Misdi Adi Prabowo (Kepala desa Manis Pulau Rakyat)
Misdi Adi Prabowo (50) tahun Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat desa Manis yang sudah lama berdomisili di desa tersebut. Beliau menjabat sebagai kepala desa sudah hampir dua periode, periode pertama tahun 2003 – 2008 dan periode kedua tahun 2009 – sekarang ini. Orang tua beliau adalah Alm. Abd.
Khalik yang juga mantan kepala desa Manis.
Selama proses wawancara berlangsung, bapak ini menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan santai, terkadang dengan bahasa dan kata – kata nya yang agak keras. Saat ini bapak Misdi adalah pensiunan dari PTPN-IV kebun Pulu Raja, isterinya adalah pembina ibu – ibu PKK di desa ini. Kegiatan PKK di desa
ini cukup baik dan telah mendapat penghargaan dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten.
Beliau memiliki 3 orang anak kandung, anaknya yang yang pertama bekerja sebagai buruh harian lepas (BHL) di PTPN-IV kebun Pulu Raja. Anak beliau sering membantu beliau bekerja dalam menyelesaikan tugas dan berbagai urusan di kantor desa. Bapak Misdi menghabiskan waktunya sehari – hari di kantor desa, ia mengaku sangat senang dengan pekerjaan yang ia lakoni saat ini, meskipun dengan beban yang sangat berat harus melayani masyarakat sampai 24 jam, ia tetap bertanggung jawab berdasarkan tugas pokok yang ini miliki serta hak dan kewajibannya sebagai kepala desa.
Beliau menjelaskan tentang Badan Kemakmuran Masjid desa dengan masyarakat desa, menurutnya Badan Kemakmuran Masjid antara pemerintahan desa dengan masyarakat desa adalah hubungan yang terjalin cukup baik, khususnya dalam mewujudkan segala kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan. Masyarakat juga berperan dan ikut serta berpartisipasi dalam segala kegiatan untuk memakmurkan masjid. Dengan sosialisasi yang diberikan oleh anggota BKM, menjadikan masyarakat tahu akan apa saja peran dan fungsi BKM dalam masyarakat.
Sekarang dengan jelas telihat bahwa dari kegiatan – kegiatan masyarakat desa Manis yang berhubungan dengan Keagamaan, terlihat bahwa masyarakat tidak perlu banyak dikomandoi dalam berbagai hal kegiatan agama atau hari-hari besar Islam. Seperti yang dikatakan pak kades berikut ini:
“Saya salut kepada pengurus BKM mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap organisasi, job description,
pembagian kerja, dan lalin-lain. Sejak hampir setahun belakangan ini masyarakat disekitar lebih banyak melihat dan memberikan masukan-masukan untuk berbagai kegiatan keagaman dan peran-peran sosial lainya. keikut sertaan orang-orang disini dalam program kerja yang cukup baik dan dalam melaksankannya pun orang itu bertanggung jawab.”
Selain itu, Pak kades menjelaskan bahwa masalah keagamaan di desa Manis sudah menjadi tanggung kita bersama, karena organisasi BKM hanyalah wadah tempat berkumpulnya warga muslim dalam menjalankan aktivitas keagamaan. BKM menganggap bahwa segala program yang direncanakan untuk pelaksanaan kegiatan keagamaan desa dalam mewujudkan keharmonisan dalam masyarakat harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun oleh para anggota – anggota BKM. Yang memberatkan karena program yang direncanakan oleh BKM tidak sama dengan ide – ide yang direncanakan masyarakat desa lainya. Inilah masalah – masalah yang timbul dalam pelaksaaan berbagai kegiatan dalam masyarakat.
Sehingga musyawarah untuk memakmurkan masjid desa harus sampai beberapa kali dilaksanakan untuk mencapai kesepakatan bersama. Untuk penyusunan program – program pelaksanaan pemerintahan desa tahun 2011 saja belum tersusun dan di sepakati bersama. Aktifitas ketua BKM yang cukup banyak diluar tugas ia sebagai Karyawan Perkebunan, sehingga musyawarah menjadi terkendala karena penyusunan laporan tersebut harus diketahui dan disetujui oleh Kades dan perangkat desa lainya.
2. H. Syahrin Lubis (Ketua Badan Kemakmuran Masjid desa Manis) Syahrin Lubis adalah seorang bapak berumur 48 tahun, yang sudah lama tinggal dan menetap di desa Manis , pendidikan beliau hanya SMU sederajat. Ia memiliki 5 anak kandung, istrinya adalah karyawan PTPN-IV kebun Pulu Raja.
Sehari - harinya ia bekerja sebagai Pegawai PTPN-IV kebun Pulu Raja dan menjabat sebagai ketua (BKM) Badan Kemakmuran Masjid di Manis Pulau Rakyat mulai tahun 2008 sampai sekarang.
Beliau menjelaskan keberadaan BKM memiliki pengaruh terhadap perkembangan mental para pemuda dan masyarakat khususnya didesa Manis. Para pemuda maupun masyarakat yang dalam didikan BKM lebih memiliki kecenderungan pergi kemasjid untuk sholat dibandingkan dengan pemuda atau masyrakat lain yang tidak ikut dalam didikan BKM. Sangat kita sukuri karena secara rutin para pemuda dan masyarakat mandapat pengetahuan agama dan siraman rohani, walaupun pelaksanaan kegiatan kajian keislaman belumlah maksimal jika kita melihat dari kajian akidah dan hukum Islam. Hal inilah yang harus menjadi kontrol dan motivasi dari BKM untuk mengajak para pemuda dan masyarakat untuk ikut beraktifitas didalamnya .
“kegiatan yang dilakukan Badan Kemakmuran Masjid sudah dikatakan baik, karena para pemuda dan masyrakat mau bersama- sama melakukan kegitan yang diadakan oleh BKM. Hal ini membuat lebih mudah mengingatkan para memuda dan masyarakat terhadap kondisi lingkungannya yang rentan terhadap aktifitas negatif, seperti contoh kita lihat dalam lingkungan disekitar kita bahwa perilaku dan tindakan para
pemuda saat ini sangat menyimpang dari ajaran-ajaran Islam. Ini semua merupakan tanggung jawab tanggung jawab kita bersama dalam mencari solusi dan mendidik generasi muda saat ini.”
Kegiatan di desa Manis saat ini sudah dapat dikatakan lumayan, karena BKM sudah hampir mampu mengendalikan masyarakat dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Sebagaian besar masyarakat desa juga menunjukkan sikap perduli untuk recana yang dikelola Badan Kemakmuran Masjid.
3. Supartini (Bendahara Badan Kemakmuran Masjid desa Manis) Supartini adalah seorang ibu yang berumur 40 tahun, yang sudah lama tinggal dan menetap di desa Manis mulai sejak lahir. Suparti memiliki 4 anak kandung, suaminya adalah karyawan PTPN-IV kebun Pulu Raja.. Sehari - harinya ia bekerja dan menjabat sebagai Bendahara Badan Kemakmuran Masjid desa Manis mulai tahun 2008 sampai sekarang. Pengalamannya yang begitu lama menjabat sebagai Bendahara Badan Kemakmuran Masjid desa Manis membuat dirinya cukup dikenal dimasyarakat, dan berdasarkan kinerjanya yang sangat baik
Beliau memberikan penjelasan tentang Badan Kemakmuran Masjid dengan masyarakat desa Manis, yaitu dengan sosialisasi yang telah diberikan oleh BKM kepada masyarakat dapat terlihat didesa ini bahwa BKM dan masyarakat ikut berpartisipasi dalam mewujudkan berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan.
BKM di desa Manis menghasilkan hubungan yang akrab dan kekeluargan, seperti hal nya dengan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan didesa ini, dengan
sosialisasi keagamaan yang telah diarahkan oleh Departemen Agama agar masyarakat aktif dan dapat memahami maksud dan tujuan dalam Memakmurkan Masjid dan lainya. BKM memberikan suatu proses pembelajaran yang dapat diterima dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat desa dalam mewujudkan keharmonisan dalam bermasyarakat beragama, seperti apa yang dijelaskan oleh informan sebagai berikut :
“Dalam mewujudkan peran-peran sosial bermasyarakat beragama saat ini berjalan cukup baik, misalnya dalam kegiatan – kegiatan keagamaan seperti perwiritan, maulid nabi, isra’
miraj dan lainya itu dapat terlaksanakan sampai selesai dengan aman. Bentuk sosialisasi yang dilakukan oleh BKM dalam meningkatkan partisipasi masyarakat desa misalnya, mengundang masyarakat untuk hadir di masjid agar mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan –kegiatan keagamaan atau pun memberikan suatu pengumuan baik lisan atau pun tulisan yang akan disampai oleh para perangkat desa lainnya seperti dari para anggota BKM, kepala dusun, RT/RW dari masing – masing dusun yang mewakili masyarakat, sehingga masyarakat dapat paham.”
Badan Kemakmuran Masjid yang berdasarkan tugas pokok dan kewajiban dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan , yaitu sebagai contoh hubungan antara kades, dengan sekdes, para kaur dan kadus terbina dengan baik. Pelayanan yang telah diberikan oleh BKM kepada masyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat.
BKM memiliki peranan yang signifikan dalam pengolahan proses sosial dalam masyarakat, dengan menciptakan kehidupan harmonis, sehingga dapat membawa masyarakat pada kehidupan yang sejahtera, rasa tentram dan harmonis.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2006 Tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Badan Kemakmuran Masjid, adalah penyelenggara bahwa dalam meningkatkan kinerja badan kemakmuran masjid sesuai perkembangan dan keadaan serta untuk meningkatkan pengendalian dan pengawasan dipandang perlu menetapkan susunan organisasi dan tata kerja badan kemakmuran masjid disini terlihat jelas bahwa BKM dalam desa itu dapat dikatakan bersifat selaras, seperi melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dengan keterbukaan dalam masyarakat.
4. Arif Budiaman (Anggota Badan Kemakmuran Masjid desa Manis) Arif Budiaman adalah pria berumur 30 tahun, beliau sudah lama tinggal dan menetap di desa Manis. Pria ini memiliki 2 anak kandung, isterinya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sehari - harinya ia bekerja sebagai karyawan PTPN-IV kebun Pulu Raja dan pendidikan terakhirnya adalah SLTA. Ia menjabat sebagai anggota Badan Kemakmuran Masjid mulai tahun 2008 dan sampai sekarang.
Beliau menjelaskan bahwa BKM sudah dapat diterima dalam masyarakat, karena masyarakat selalu diikut sertakan dalam berbagai kegiatan-kegiatan keagamaan seperti maulid nabi, Perwiritan, pembayaraan zakat, dan masih banyak lagi. Selain itu tokoh masyarakat juga ikut terlibat dalam berbgai kegiatan keagamaan. BKM juga dapat berfungsi Untuk menyelesaikan masalah – masalah yang timbul di desa, secara langsung yg melibatkan masyarakat, musyawarah dilakukan secara langsung. Seperi yang dikatakan informans ebagai berikut:
“Misalnya untuk kegiatan hari-hari besar Islam yang ada pada lingkungan dusun tertentu, kepala dusun mengadakan
musyawarah dengan mengundang seluruh anggota masyarakat yang ada pada lingkungan dusun tersebut.”
Biasanya musyawarah dilakukan di Masjid atau dirumah-rumah masyarakat dan dilaksanakan satu bulan sekali atau lebih jika ada kegiatan yang harus dilakukan pasti diadakan rapat, dan jika akan melaksanakan suatu kegiatan tertentu, misalnya kegiatan hari besar keagamaan dan kegiatan - kegiatan lain - lain Kebijakan maupun keputusan BKM selalu ditanggapi oleh masyarakat dengan baik.
5. Purnomo Agung (Anggota Badan Kemakmuran Masjid desa Manis) Agung ini berumur 29 tahun, beliau sudah lama tinggal dan menetap di desa Manis, pendidikan terakhirnya adalah SLTA. Pria ini memiliki 1 anak kandung, ia bekerja sebagai karyawan PTPN-IV kebun Pulu Raja dan isterinya bekerja sebagai karyawan PTPN-IV kebun Pabatu juga. Beliau pendidikan terakhirnya adalah SLTA. Ia menjabat sebagai anggota Badan Kemakmuran Masjid tahun 2008 dan sampai sekarang ini.
Agung menjelaskan tentang peran sosial yang telah dilakukan BKM dalam lingkungan masyakatanya didesa ini, peran-peran yang dilakukan BKM berjalan dengan baik. Mengenai kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada, selalu berjalan sangat baik. Misalnya, masyarakat dusun dikerahkan agar mengumpulkan dana untuk pelaksanaan kegiatan tertentu di desa seperti gotong royong disekitar masjid, panitia hari-hari besar Islam dan kegiatan lainya.