KOMUNIKASI ARSITEKTUR]
4. KOMUNIKASI MEDIO
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, komunikasi medio adalah sama dengan yang disebut sebagai komunikasi media.
Yaitu komunikasi yang menggunakan media pembantu sebagai alat penunjang dalam penyampaian berita atau pesan.
Selama berlangsungnya proses komunikasi, terdapat beberapa teknik dan metode yang digunakan oleh seorang komunikator, yang tentu saja disesuaikan dengan tujuan diadakannya komunikasi tersebut.
Beberapa teknik komunikasi yang biasanya digunakan komunikator diantaranya adalah teknik persuasi, informatif pervasif, koersif, instruktif dan teknik manusiawi. Sementara itu, metode komunikasi yang dipakai dapat dikelompokkan antara lain sebagai berikut:
a. metode jurnalistik cetak/ elektronik
b. metode hubungan masyarakat (public relation),
c. metode periklanan (advertising), d. metode propaganda,
e. metode perang urat syaraf
f. metode perpustakaan/ library method.
KOMUNIKASI ARSITEKTUR
Setelah diuraikan secara umum apa dan bagaimana proses komunikasi berlangsung, maka pada bagian ini akan dipaparkan komunikasi secara khusus yaitu komunikasi yang berlangsung dalam bidang arsitektur. Komunikasi ini disebut sebagai komunikasi arsitektur. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa ilmu komunikasi meliputi berbagai ilmu pengetahuan, dan salah satunya adalah bidang arsitektur.
Mengapa diperlukan komunikasi arsitektur? Mungkin hal ini yang harus pertama kali dijelaskan sebelum selanjutnya akan menjadi lebih rumit.
Dalam bidang arsitektur, tenaga ahli yang akan terjun di lapangan pekerjaan adalah tenaga profesional arsitek.
Seorang arsitek adalah orang yang mempunyai profesionalisasi sebagai perencana dan perancang baik bangunan tunggal, kompleks maupun permukiman dan
perkotaan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perencanaan dan perancangan merupakan proses yang bertahap dalam mengeluarkan ide dan gagasan dari seorang arsitek. Dalam proses inilah seorang arsitek perlu mengkomunikasikan gagasan dan ide dengan menuangkannya dalam bentuk gambar. Proses komunikasi inilah yang dikenal sebagai berpikir dengan gambar.
Kemudian bahasa gambar tersebut harus diungkapkan dengan kata-kata baik lisan maupun tulisan untuk mencapai satu kesepahaman antara si tenaga ahli profesional dalam hal ini arsitek dengan seorang kliennya. Sehingga segala keinginan dan kebutuhan sang klien dapat terpenuhi dan gagasan serta ide arsitek juga dapat diterima setelah keduanya mencapai kata sepakat dalam bernegosiasi.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa manusia sebagai mahluk sosial akan selalu berhubungan / berinteraksi antara individu satu dengan yang lainnya. Salah satu interaksi sosialnya adalah dengan berkomunikasi. Komunikasi merupakan bahasa dalam berinteraksi. Bila dalam komunikasi sehari-hari, manusia menggunakan bahasa verbal maupun isyarat baik bahasa tubuh dan juga gesture. Maka
dalam komunikasi arsitektur, bahasa yang digunakan sebagai alat berinteraksi adalah hasil karya sang arsitek, baik berupa sketsa gambar, gambar ide, gambar arsitektur, maket, maupun bangunan yang sudah jadi. Dalam hal ini bangunan sebagai suatu hasil karya manusia dapat dikatakan juga merupakan bentuk komunikasi seperti halnya bahasa.
Pada bagian ini, akan dibahas mengenai apa dan bagaimana itu proses komunikasi arsitektur, sebagai bagian dari keseluruhan proses perencanaan dan perancangan arsitektur.
PROSES KOMUNIKASI ARSITEKTUR
Pada hakekatnya proses komunikasi arsitektur adalah suatu tahap dan keadaan dimana seorang arsitek sebagai tenaga profesional berusaha untuk mengungkapkan ide, gagasan maupun pemikiran-pemikiran handalnya kepada orang lain, khususnya orang awam yang berlaku sebagai pemberi tugas atau owner.
Pada tahap ini, arsitek diharapkan dapat menuangkan idenya baik dalam gambar, secara lisan maupun tulisan atau narasi.
Dari ketiga jenis proses komunikasi tersebut pemberi tugas
dapat menerima semua gagasan dari sang arsitek secara gamblang tanpa ada keragu-raguan atas gagasan arsitek.
Dalam proses ini, arsitek juga diharapkan harus dapat mengutarakan gagasan dan pemikirannya untuk orang lain, bukan untuk kepentingan ataupun atas dasar egonya.
Berbagai istilah arsitektur kadang kala digunakan oleh seorang arsitek untuk mengutarakan idenya, dan hal ini kadang tidak dimengerti oleh orang awam, dan inilah yang menimbulkan tidak lancarnya komunikasi antara dua belah pihak. Dalam hal ini kedua pihak tersebut adalah arsitek sang penerima tugas, dan owner sebagai pemberi tugas.
Komunikasi arsitektur tidak hanya harus dimengerti oleh seorang arsitek tetapi sebaiknya dipahami oleh para calon arsitek, sehingga jenis komunikasi ini tidak lagi menjadi sesuatu yang baru atau asing setelah mereka terjun dalam bidang arsitektur secara nyata.
Diharapkan para calon arsitek sebagai tenaga ahli profesional dapat mengutarakan semua ide, gagasan dan pemikirannya dalam gambar, secara lisan maupun dengan tulisan atau narasi. Selain itu akan dipaparkan juga, bagaimana strategi
presentasi yang baik, karena selama ini banyak orang yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara lisan, kadang terlalu berbelit-belit dan akhirnya tidak menuju ke inti persoalannya.
Komunikasi dalam arsitektur mempunyai beberapa tujuan yaitu:
1. Menjelaskan agar hasil rancangan dimengerti
2. Memberi arahan dalam tahapan pelaksanaan bangunan
3. Memperkenalkan karya agar diketahui masyarakat 4. Mengatur agar bangunan berfungsi seperti yang
diharapkan
5. Mengajak berinteraksi dengan kemajuan kebudayaan / peradaban
Di dalam komunikasi arsitektur juga mengenal beberapa bentuk komunikasi diantaranya adalah:
KOMUNIKASI ARSITEKTUR LISAN / VERBAL
Dalam komunikasi lisan atau verbal ini, beberapa pihak yang terkait di dalamnya adalah tim arsitek/ perencana, pemilik
bangunan atau pemberi tugas dalam hal ini disebut juga sebagai owner, dan yang terakhir adalah pelaku bangunan atau pelaksana yaitu kontraktor dan tim di dalamnya.
Komunikasi yang terjadi di dalam proses antara tim arsitek, owner dan pelaksana biasanya merupakan proses komunikasi arsitektur yang berlangsung dalam proses perencanaan bangunan sampai dengan pelaksanaan pembangunan. Di dalam proses ini dibutuhkan beberapa komunikasi sebagai media dalam proses negosiasi maupun koordinasi.
KOMUNIKASI ARSITEKTUR TULISAN
Dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan sebuah bangunan, dibutuhkan juga komunikasi tulisan, dalam hal ini contohnya seperti pembuatan laporan koordinasi, pembuatan kontrak-kontrak kerja sama, maupun rencana anggaran biaya. Komunikasi tulisan ini melibatkan tim perencana atau arsitek, owner atau pemilik bangunan, pelaksana atau kontraktor dan timnya.
Selain itu, komunikasi arsitektur secara tulisan juga dapat berupa tulisan-tulisan atau artikel yang berkaitan dengan bidang arsitektur yang disajikan dalam bentuk media massa.
Tujuan dari komunikasi tulisan ini adalah sebagai media dan sarana untuk menginformasikan kepada masyarakat secara luas mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dunia arsitektur. Selain komunikasi tulisan yang bertujuan seperti di atas, kajian ilmiah dan kritik arsitektur juga dapat dimasukkan dalam kategori komunikasi arsitektur dalam bentuk tulisan.
KOMUNIKASI ARSITEKTUR VISUAL
Dalam dunia arsitektur, komunikasi arsitektur visual merupakan komunikasi yang sangat penting, karena dunia arsitektur semuanya berkaitan dengan visualisasi. Seperti misalnya, saat pertama kali bertemu dengan calon klien, sebagai arsitek kita harus dapat memberikan contoh-contoh karya arsitektur yang sudah pernah kita kerjakan, baik dalam bentuk visual maupun dalam bentuk tiga dimensi (maket misalnya). Bentuk visual disini adalah gambar-gambar arsitektur baik dua dimensi, tiga dimensi maupun dalam bentuk fotografi. Bagus tidaknya suatu visualisasi yang dapat menyebabkan calon klien kita memilih kita atau tidak adalah dengan adanya pengaturan cahaya, tekstur, warna, estetika dalam disain yang kita sajikan. Selanjutnya, saat kita sudah
sampai pada proses konsultasi disain dengan klien kita, bentuk visual dari rencana atau disain kita juga sangat penting untuk disajikan. Tidaklah mungkin kita sebagai arsitek saat mempresentasikan disain kita, hanya menyajikan bentuk-bentuk komunikasi lisan maupun tulisan saja. Klien tentu saja ingin melihat bentuk nyata dari disain kita dalam bentuk visual. Oleh karenanya komunikasi arsitektur visual sangatlah penting dalam dunia arsitektur.
Selain komunikasi arsitektur yang berkaitan antara si arsitek dengan seorang klien, di dalam proses perancangan arsitektur itu sendiri juga terjadi komunikasi arsitektur, yaitu komunikasi baik di dalam diri sang arsitek dan juga komunikasi dengan pihak lain yaitu klien maupun lingkungan sekitarnya.
Komunikasi dalam proses perancangan arsitektur tersebut meliputi beberapa proses yaitu: