BAB III KERANGKA EKONOMI DAN KEBIJAKAN
3.1. Kondisi Ekonomi Daerah
Ditinjau dari sumber daya manusia Kabupaten Tangerang rata-rata pertumbuhan penduduknya mencapai 3,17%. Dampak melimpahnya SDM adalah melimpahnya tenaga kerja untuk kebutuhan sektor Industri dan perdagangan, dengan dominannya investasi industri pengolahan akan membutuhkan tenaga kerja dari Kabupaten Tangerang maupun dari luar
Gambar 3.1
Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Lapangan Pekerjaan di Kabupaten Tangerang Tahun 2018
Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Tangerang sebagaimana yang telah dirilis BPS Kabupaten Tangerang pada tahun 2018 mengalami penurunan dari 10,57 persen pada tahun 2017 menjadi 9,7 persen tahun 2018.
6,21%
46,92%
19,03%
14,03%
13,81%
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, perburuan dan perikanan
Industri
Perdagangan, Rumah makan dan jasa akomodasi
Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan perorangan
Lainnya
108
Gambar 3.2
Perkembangan Tingkat Penganguran Terbuka Kabupaten Tangerang Tahun 2013 -2018
Perekonomian Kabupaten Tangerang pada tahun 2017 mengalami percepatan dibandingkan dengan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.
Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Tangerang tahun 2017 mencapai 5,84 persen, sedangkan tahun 2015 dan 2016 sebesar 5,60 persen dan 5,36 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Real Estate sebesar 10,03 persen. Seluruh lapangan usaha ekonomi yang lain pada tahun 2017 mencatat pertumbuhan yang positif, kecuali lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas.
Tabel 3.1
Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Tangerang Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha, 2013-2017
Lapangan Usaha / Industry 2013 2014 2015 2016* 2017**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
A
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan /
Agriculture, Forestry and Fishing
6,66 6,55 6,64 6,88 6,81 0
2 4 6 8 10 12
2013 2014 2015 2016 2017 2018
11,94
8,45 9,07
10,57 9,7
109
Lapangan Usaha / Industry 2013 2014 2015 2016* 2017**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
B
Pertambangan dan Penggalian / Mining and Quarrying
0,05 0,05 0,05 0,05 0,04
C Industri Pengolahan / Manufacturing
42,5
1 39,30 38,1
6 37,49 36,87
D Pengadaan Listrik dan Gas /
Electricity and Gas 3,02 5,70 6,06 4,93 3,99
E
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
dan Daur Ulang / Water Supply, Sewerage,
Waste Management and Remediation Activities
0,06 0,06 0,06 0,06 0,06
F Konstruksi / Construction 11,5
5 12,43 12,7
4 13,09 13,61
G
Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor /
Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
11,1
6 10,94 10,7
9 10,71 10,92
H
Transportasi dan Pergudangan / Transportation and Storage
2,51 2,64 2,77 2,87 2,96
I
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum /
Accommodation and Food Service Activities
1,37 1,42 1,45 1,49 1,52
J
Informasi dan Komunikasi / Information and Communication
3,22 3,26 3,14 3,20 3,31
K
Jasa Keuangan dan Asuransi / Financial and Insurance Activities
4,88 4,68 4,71 5,27 5,34
L Real Estat / Real Estate Activities 6,54 6,40 6,68 6,94 7,22
M, N Jasa Perusahaan / Business
Activities 0,94 0,94 0,98 1,01 1,04
110
Lapangan Usaha / Industry 2013 2014 2015 2016* 2017**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
O
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib / Public Administration
and Defence; Compulsory Social Security
1,49 1,51 1,60 1,68 1,69
P Jasa Pendidikan / Education 2,30 2,32 2,37 2,50 2,70
Q
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial /
Human Health and Social Work Activities
0,39 0,39 0,39 0,40 0,42
R,S,T,U Jasa lainnya / Other Services
Activities 1,36 1,39 1,41 1,44 1,50
Produk Domestik Regional Bruto /
Gross Regional Domestic Product
100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Catatan / Note : * Angka sementara / Preliminary figures
** Angka sangat sementara / Very preliminary figures
Adapun lapangan usaha lainnya yang mencatat pertumbuhan yang
positif, berturut-turut adalah Konstruksi sebesar 9,92 persen, Jasa
Pendidikan sebesar 9,68 persen, Jasa Lainnya sebesar 9,67 persen, Jasa
Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,51 persen, Penyediaan Akomodasi
dan Makan Minuman sebesar 9,01 persen, Transportasi dan Pergudangan
sebesar 8,86 persen, Pengadaan Air, Pengolahan Sampah, Limbah dan Daur
Ulang sebesar 8,13 persen, Informasi dan Komunikasi sebesar 8,11 persen,
Jasa Perusahaan sebesar 7,72 persen, Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 6,13 persen, Perdagangan
111
Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 5,41 persen, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 5,33 persen, Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 5,21 persen, Industri Pengolahan sebesar 3,81 persen, Industri Pengolahan sebesar 3,63 persen, dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,28 persen. Sedangkan lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami penyusutan sebesar 7,25 persen.
Tabel 3.2
Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Tangerang Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (persen),
Tahun 2013-2017
Lapangan Usaha / Industry 2013 2014 2015 2016* 2017**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
A
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan / Agriculture, Forestry and Fishing
6,41 4,46 4,50 5,39 5,33
B
Pertambangan dan Penggalian / Mining and Quarrying
-5,40 3,44 2,30 2,27 2,28
C Industri Pengolahan / Manufacturing 7,24 0,82 3,16 2,92 3,63
D Pengadaan Listrik dan Gas / Electricity
and Gas -4,88 8,61 -2,22 -11,14 -7,25
E
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
dan Daur Ulang / Water Supply, Sewerage,
Waste Management and Remediation Activities
4,75 8,33 5,05 7,38 8,13
F Konstruksi / Construction 9,88 12,42 9,59 7,58 9,92
G
Perdagangan Besar dan Eceran;
Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor /
Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
4,01 6,39 5,71 3,48 5,41
112
Lapangan Usaha / Industry 2013 2014 2015 2016* 2017**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
H
Transportasi dan Pergudangan / Transportation and Storage
6,16 9,27 8,62 9,46 8,86
I
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum /
Accommodation and Food Service Activities
4,26 11,24 7,24 7,75 9,01
J
Informasi dan Komunikasi / Information and Communication
5,19 18,78 10,07 8,62 8,11
K
Jasa Keuangan dan Asuransi / Financial and Insurance Activities
8,06 4,09 7,86 16,97 5,21
L Real Estat / Real Estate Activities 6,60 9,16 8,88 9,08 10,03 M, N Jasa Perusahaan / Business Activities 7,01 7,50 6,51 6,93 7,72
O
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib / Public Administration
and Defence; Compulsory Social Security
1,74 7,87 9,13 9,10 6,13
P Jasa Pendidikan / Education 3,41 8,86 9,25 9,19 9,68
Q
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial / Human Health and Social Work Activities
2,08 7,95 7,65 8,58 9,51
R,S,T,
U Jasa lainnya / Other Services Activities 6,36 7,27 7,12 8,45 9,67
Produk Domestik Regional Bruto / Gross Regional Domestic Product
6,41 5,37 5,60 5,36 5,84
Catatan / Note : * Angka sementara / Preliminary figures
** Angka sangat sementara / Very preliminary figures
113
Bila PDRB suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu, maka akan dihasilkan suatu indikator yang dinamakan PDRB per kapita. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk. Pada tahun 2017, secara agregat PDRB per kapita Kabupaten Tangerang mencapai 33,28 juta rupiah atau senilai US$ 2.487,38 meningkat 5,83 persen bila dibandingkan dengan tahun 2016 yang sebesar 31,44 juta rupiah (US$ 2.363,10). Peningkatan tersebut lebih tinggi bila dibandingkan dengan peningkatan pada tahun 2016 lalu, tetapi masih lebih rendah bila dibandingkan peningkatan pada tahun-tahun 2014-2015, yaitu berturut-turut sebesar 7,72 persen dan 9,74 persen.
PDRB per kapita merupakan proxy ukuran pendapatan per kapita atau dengan kata lain, PDRB per kapita diasumsikan sebagai pendapatan per kapita. Kemampuan masyarakat untuk mengonsumsi produk barang/jasa sangat dipengaruhi oleh pendapatan per kapita.
Tabel 3.3
PDRB per Kapita Kabupaten Tangerang, 2013-2017
Uraian 2013 2014 2015 2016* 2017*
*
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
PDRB per Kapita (juta rupiah)
Per Capita GRDP (million rupiahs)
25,51 28,00 30,16 31,44 33,28
PDRB per Kapita (US $)
Per Capita GRDP (million rupiahs)2.439,8 3
2.358,8 7
2.251,9 2
2.363,1 0
2.487,3 8
Indeks Perkembangan PDRB per Kapita (2010=100)
124,47 136,59 147,14 153,40 162,35
114
Index of Per Capita GRDP(2010=100)
Pertumbuhan PDRB per Kapita (persen)
Growth of Per Capita GRDP (percent)
7,66 9,74 7,72 4,25 5,83
Catatan / Note : * Angka sementara / Preliminary figures
** Angka sangat sementara / Very preliminary figures
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai alat ukur tingkat pencapaian pembangunan manusia, merupakan indeks gabungan dari tiga komponen ‘penilai’ kualitas sumber daya manusia. Jika ketiga komponen tersebut memiliki kualitas yang baik, maka secara otomatis sumber daya manusianya memiliki kualitas yang baik pula.Indeks pembangunan manusia menunjukan seberapa besar tingkat pencapaian dari pembangunan yang telah dilakukan selama ini dari bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Nilai indeks pembangunan manusia adalah rata‐
rata dari ketiga indeks, yaitu indeks angka harapan hidup (AHH), indeks pengetahuan dan indeks tingkat daya beli (PPP).
Tabel 3.4
Indeks Pembangunan Manusia Berdasarkan Komponen IPM Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten 2017
No
Provinsi / Kab/Kota
AHH (thn)
HLS (thn)
MYS (thn)
PPP (ribu
Rp)
IPM Peringkat IPM 2016 2017 2016 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 BANTEN 69.49 12.78 8.53 11,659 70.96 71.42 8 8 2 Pandeglang 64.04 13.41 6.63 8,358 63.40 63.82 7 7 3 Lebak 66.59 11.92 6.20 8,372 62.78 62.95 8 8
115
No
Provinsi / Kab/Kota
AHH (thn)
HLS (thn)
MYS (thn)
PPP (ribu
Rp)
IPM Peringkat IPM 2016 2017 2016 2017 4 Tangerang 69.47 12.51 8.24 11,914 70.44 70.97 5 5 5 Serang 64.02 12.38 7.17 10,466 65.12 65.60 6 6
6 Kota
Tangerang 71.38 13.44 10.29 14,104 76.81 77.01 2 2 7 Kota Cilegon 66.32 13.12 9.69 12,562 72.04 72.29 3 3 8 Kota Serang 67.38 12.64 8.61 12,914 71.09 71.31 4 4 9 Kota Tangsel 72.16 14.39 11.77 15,291 80.11 80.84 1 1
Sumber: BPS Provinsi Banten
Secara keseluruhan, sebagaimana terlihat pada tabel 3.4, tingkat keberhasilan pembangunan manusia Kabupaten Tangerang pada tahun 2017 yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang digambarkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,97.
Kondisi ini mengalami sedikit peningkatan dibanding tahun 2016 yang sebesar 70,44. Jika digolongkan menurut pencapaian skor, maka angka IPM Kabupaten Tangerang pada tahun 2017 termasuk golongan pembangunan manusia berstatus tinggi.
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi Penduduk Miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.
Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).
Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah
Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin. Garis
Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan
minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita
116
perhari. Paket komoditi kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditi (padi-padian, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak, dll). Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Paket komoditi kebutuhan dasar non makanan diwakili oleh 51 jenis komoditi di perkotaan dan 47 jenis komoditi di pedesaan. Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS).
Kemiskinan didasarkan pada ketidakmampuan individu untuk mendapatkan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak. Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemiskinan absolute yang pengukuran tingkat kemiskinan didasarkan pada satu garis yang disebut sebagai Garis Kemiskinan (GK).
Garis kemiskinan ini terdiri dari 2 komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM).
Masalah kemiskinan merupakan salah satu permasalahan mendasar yang menjadi pusat perhatian Pemerintah Daerah.
Persentase penduduk miskin Kabupaten Tangerang tahun 2017
menunjukkan 5,39 persen dan mengalami penurunan pada tahun
2018 sebesar 5,18 persen. Perbandingan penduduk miskin dari tahun
2013-2018 dapat dilihat pada grafik berikut:
117 Gambar 3.3
Persentase Penduduk Miskin dan Garis Kemiskinan (GK) Kabupaten Tangerang Tahun 2013-2018
Sumber : BPS Kabupaten Tangerang 2018
Prosentase penduduk miskin Kabupaten Tangerang tahun 2018 mengalami penurunan dari 5,39 persen tahun 2017 menjadi 5,18 pada tahun 2018. Penurunan prosentase penduduk miskin pada tahun 2018 juga terjadi pada tingkat Provinsi dan Nasional.
Gambar 3.4
Prosentase penduduk miskin Kabupaten Tangerang Tahun 2013-2018
Sumber BPS Kab Tangerang 2018
335.291 5,78 351.789 372.431 405.902 423.486 451.325
5,26 5,71
5,29
5,39
5,18
4,8 4,9 5 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 5,7 5,8 5,9
2013 2014 2015 2016 2017 2018
- 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000 400.000 450.000 500.000
Axis Title
Garis Kemiskinan (Rp) Prosentase Penduduk Miskin (%)